Senin, 11 Februari 2019

Paqueta-Piatek Duet Anyar Harapan Milan

AC Milan tampaknya menemukan duet anyar yang menerbitkan harapan berjaya di masa depan pada Lucas Paqueta dan Krzysztof Piatek. Kedua pemain yang baru bergabung pada pertengahan musim 2018/19 itu sama-sama menyumbang gol ketika Rossoneri menaklukkan Cagliari 3-0. Laga yang dimainkan  di San Siro itu berlangsung pada Minggu malam (10/2/19) waktu setempat. Sepekan sebelumnya Piatek mencetak satu gol  ketika Milan bermain seri 1-1 dengan AS Roma. Striker asal Polandia itu telah membuat total empat gol sejak menjadi anak asuh Gennaro Gattuso, dua gol di Coppa Italia dan sisanya di Serie A. Piatek kini mengoleksi 15 gol di Serie A musim ini, dengan 13 gol dicetaknya ketika berkostum Genoa.  

Tampil cemerlangnya Paqueta dan Piatek ketika menghadapi Cagliari membuat Milanisti terkenang pada Kaka dan Andriy Shevchenko yang pernah membawa Tim Merah Hitam menjadi klub hebat di masa silam. Sebuah kebetulan bahwa Kaka dan Paqueta sama-sama pemain Brasil, sedangkan Sheva dan Piatek merupakan pemain dari Eropa Timur. Selebrasi yang dilakukan duet anyar Milan ternyata pernah dilakukan Kaka-Sheva ketika menjadi anak asuh Carlo Ancelotti. Barangkali hal itu menjadi pertanda baik untuk kebangkitan Rossoneri. Yang jelas, kemenangan atas Cagliari mampu menaikkan posisi Milan ke posisi keempat pada klasemen giornata ke-23 Liga Italia Serie A.

Minggu, 10 Februari 2019

Real Madrid Menang dalam Derbi Madrid

Real Madrid membuat tuan rumah Atletico Madrid takluk 1-3 dalam derbi ibukota Spanyol yang berlangsung Sabtu (9/2/19). Pertandingan jornada ke-23 Liga Primera 2018/19 merupakan pertemuan dua pertama dua pelatih asal Argentina. Diego Simeone dan Santiago Solari. Gol akrobatik yang dicetak Casemiro membuka kemenangan El Real pada menit ke-16. Antoine Griezmann menyamakan kedudukan di menit ke-25. Sergio Ramos membobol gawang Jan Oblak lewat titik penalti menjelang akhir babak pertama, setelah Vinicius Junior dilanggar di kotak penalti. Gareth Bale memantapkan kemenangan tim tamu pada menit ke-74. Bale dimainkan untuk menggantikan Vinicius.


Posisi Los Blancos berhasil naik ke peringkat kedua dan melewati posisi tim sekotanya dengan poin 45. Madrid menang 14 kali, seri tiga kali, dan kalah enam kali dalam 23 pertandingan. Jarak dengan Barcelona sebagai pemuncak klasemen pun kian dekat kini. Peluang menjuarai La Liga kembali terbuka bagi anak asuh Solari.

Salah satu hal menarik dalam derbi Madrid kali ini adalah kehadiran Thibaut Courtois dan Alvaro Morata. Courtois adalah mantan pemain Atletico, sedangkan Morata merupakan mantan pemain El Real. Uniknya lagi, keduanya sama-sama bermain di Chelsea pada musim 2017/18 lalu. Courtois hijrah ke Madrid pada awal musim 2018/19 dan Morata bergabung dengan kubu lawan pada jendela transfer awal tahun 2019.

Manchester United Beranjak ke Empat Besar

Setelah sempat ditahan imbang 2-2 oleh Burnley pada laga terakhir Januari 2019, Manchester United kembali meraih poin tiga dalam dua laga beruntun. Paul Pogba dkk mengalahkan Leicester City 1-0 lewat gol teramung Marcus Rashford (3/2) dan menang 3-0 atas Fulham pada Sabtu (9/2) kemarin. Pogba mencetak dua gol dan Anthony Martial membuat satu gol dalam pertandingan pekan ke-26 Liga Primer 2018/19. Hasil tersebut membawa United masuk empat besar klasemen sementara dan merupakan pertama kalinya terjadi pada masa Ole Gunnar Solksjaer.

Setan Merah mengoleksi poin 51 dari hasil 15 kali menang, 6 kali seri, dan 5 kali kalah. Yah, memang masih tertinggal sembilan angka dari Tottenham Hotspur di peringkat ketiga, sedangkan Manchester City dan Liverpool sama-sama mengoleksi poin 65. Namun, setidaknya United belum pernah kalah di Liga Primer setelah dilatih Ole. Oh ya, Solksjaer dan Rashford terpilih sebagai pelatih dan pemain Premier League edisi Januari 2019. Semoga tren posisif yang ada terus berlanjut hingga akhir musim di semua ajang.

Rabu, 30 Januari 2019

Hasil Seri Pertama Solskjaer

Rekor delapan kali kemenangan beruntun Manchester United di bawah Ole Gunnar Solskjaer akhirnya terhenti. Bermain di Old Trafford pada Selasa malam (29/1/19) waktu setempat, United ditahan imbang 2-2 oleh Burnley dalam pertandingan pekan ke-24 Liga Primer Inggris 2018/19. David De Gea harus lebih dulu dua kali kebobolan hingga sepuluh menit terakhir laga. United mampu bangkit lewat gol penalti Paul Pogba di menit ke-87 dan gol Victor Lindelof di menit ke-90+2. Hasil seri pertama yang diraih anak asuh Ole membuat Setan Merah menempati posisi ke-6 di klasemen sementara dengan poin 45. Padahal jika tiga poin bisa diraih, United bisa menyamai poin Arsenal dan Chelsea yang mengoleksi poin 47.

Namun, yang paling menarik dari hasil imbang tersebut adalah kembalinya Fergie Time, yaitu semangat pantang menyerah untuk mengejar ketertinggalan hingga detik terakhir. Hal itu nyaris tak pernah lagi ditunjukkan United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Fergie Time paling fenomenal tentunya adalah saat Red Devils menundukkan Bayern Muenchen 2-1 dalam final Liga Champion 1998/99, setelah lebih dulu tertinggal 0-1 menjelang laga berakhir. Yang menarik lagi, Ole adalah penentu kemenangan anak asuh Fergie saat itu dengan golnya di menit ke-90+3.

Debut Manis Piatek Bersama Milan

Krzysztof Piatek menjalani debutnya dari sepak mula bersama AC Milan dengan cemerlang. Striker Polandia itu memborong dua gol Rossoneri untuk menyisihkan Napoli di perempat final Coppa Italia 2018/19 yang berlangsung di San Siro pada Rabu malam (29/1/19) waktu setempat. Piatek membobol gawang David Ospina di menit ke-10 dan ke-27. Sebenarnya striker yang direkrut dari Genoa itu sempat dimainkan sebentar menggantikan Patrick Cutrone saat Milan dijamu Napoli pada laga Serie A akhir pekan lalu. Namun, pemain nomor 19 tersebut baru menunjukkan kapasitas sejatinya ketika diturunkan sejak awal pertandingan.

Piatek barangkali merupakan jawaban atas kerinduan Milanisti terhadap seorang striker tajam yang mampu menjadi andalan tim. Marco van Basten, Dejan Savicevic, George Weah, Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, dan Zlatan Ibrahimovic adalah sederetan penyerang hebat yang pernah mengukir prestasi gemilang bersama Milan. Sebenarnya pada awal musim ini Rossoneri sempat meminjam Gonzalo Higuain dari Juventus, tapi striker Argentina itu malah hijrah ke Chelsea pada pertengahan musim untuk bergabung dengan Maurizio Sarri dan Jorginho, pelatih dan rekan bermainnya di Napoli.