Jumat, 12 Februari 2021

Menelusuri Sejarah Sepak Bola dengan Sukacita

 

Judul Buku : Mengapa Sebelas Lawan Sebelas? Dan Serba-Serbi Sejarah Sepak Bola. Penulis : Luciano Wernicke Penerbit : Marjin Kiri Penerjemah : Mahir Perdana Cetakan : Pertama, September 2020 Halaman : x + 175 halaman ISBN : 978-979-1260-91-6

Sepak bola adalah olah raga dengan paling banyak penggemar di muka bumi. Kecintaan masyarakat global terhadap tim-tim sepak bola dan para pemain bintangnya mampu menghapus batas jarak, ruang, dan waktu. Sebagai ilustrasi,  Real Madrid (Spanyol) memiliki akun Instagram yang diikuti oleh lebih dari 85 juta orang yang tersebar di berbagai negara. Cristiano Ronaldo, pemain Portugal yang kini bermain di Juventus (Italia), memiliki akun Instagram yang diikuti oleh lebih dari 200 juta orang seantero dunia.

Mereka yang menggemari sepak bola tentu memahami bahwa olah raga tersebut dimainkan oleh dua buah kesebelasan yang saling berhadapan dalam waktu 2 x 45 menit. Setiap tim akan berusaha mencetak gol ke gawang lawan demi meraih kemenangan. Ada wasit yang memimpin pertandingan dan ada aturan main yang mesti dipatuhi oleh kedua tim yang bertanding. Setiap gol yang tercipta akan menciptakan euforia bagi para pendukung setia yang menyaksikan langsung di dalam stadion maupun yang berada di depan televisi belaka. Senantiasa terdapat banyak momen berkesan saban menyaksikan sebuah pertandingan. Kegembiraan atau kedukaan secara silih berganti akan dirasakan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Namun, pernahkah kita mengetahui dari mana asal sepak bola? Siapa penyusun aturan-aturan awal sepak bola? Mengapa sepak bola dimainkan sebelas lawan sebelas? Mengapa pertandingan sepak bola berdurasi 90 menit? Siapa wasit pertama dalam sejarah?

Buku ini menjelaskan asal-usul dan evolusi olah raga terpopuler tersebut. Ada 100 teka-teki yang barangkali tidak bisa dijawab dengan mudah melalui sumber-sumber daring. Luciano Wernicke, penulis olah raga terkenal Argentina, melakukan penelitian mendalam dari buku-buku, surat kabar, dan dokumen di perpustakaan seluruh dunia untuk menemukan jawabannya dan merangkumnya dalam wujud sebuah buku yang terbit pertama kali di Kolombia pada 2017 dalam bahasa Spanyol.

Setelah rancangan peraturan umum pertama disusun pada 1863, sepak bola terus berkembang dipengaruhi berbagai peristiwa dunia selama lebih dari satu setengah abad kompetisi resmi. Dinamika permainan sepak bola menciptakan berbagai situasi unik dan lucu. Kemunculan berbagai elemen yang kini telah umum, seperti durasi pertandingan, aturan tentang jaring gawang, atau kartu kuning dan merah, dijelaskan secara gamblang di buku ini.

Sejarah awal Piala Dunia, Copa America, Liga Champions di Eropa, dan Copa Libertadores di Amerika Selatan menjadi materi yang dibahas pula oleh Wernicke. Sungguh banyak hal menarik dan fakta unik yang disampaikan dalam buku ini. Misalnya, ada pertandingan yang ditunda karena kembang api untuk pertama kalinya. Ternyata pernah ada seorang penonton yang diajak bermain di tengah pertandingan tim nasional.  

Siapa pemain yang mencetak skor terbanyak sepanjang karier? Siapa kiper yang paling banyak menahan penalti di satu pertandingan? Siapa pemain paling sukses mengeksekusi penalti? Wernicke memiliki data yang lengkap untuk menjawabnya.

Perlakuan diskriminatif terhadap pemain kulit hitam adalah salah satu masalah besar dalam sepak bola yang belum kunjung usai. Rasisme masih saja terjadi hingga awal tahun 2020 ini, seperti yang menimpa Mario Balotelli di Liga Italia Serie A 2019/2020. Balotelli adalah pemain Italia berkulit hitam keturunan Ghana yang pernah menjadi andalan timnas negaranya. Lantas, siapa pemain kulit hitam pertama dalam pertandingan resmi? Siapa pesepak bola pertama yang mengalami hinaan rasis?

Mungkin comeback paling dramatis yang pernah terjadi di laga final adalah pada 25 Mei 2005 di Istanbul, tempat tempat dimainkannya final ke-50 Liga Champions UEFA. AC Milan sudah unggul 3-0 di babak pertama. Liverpool berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua menjadi 3-3 hingga menit ke-90.. The Reds akhirnya mampu merebut Piala Champions setelah menundukkan I Rossoneri dalam adu penalti.

Sebenarnya kemenangan Manchester United atas Bayern Muenchen dalam final Liga Champions Eropa 1998/1999 pada 26 Mei 1999 juga menyimpan kisah comeback yang dramatis. Muenchen sudah unggul 1-0 hingga menit ke-89. Ternyata United berhasil membuat dua gol dalam menit tambahan dan akhirnya sukses menjadi juara. Namun, pertandingan yang sungguh impresif tersebut tidak dicatat oleh Wernicke dalam buku ini.

Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Mahir Pradana dari bahasa Spanyol. Yang menarik, sejarah awal sepak bola sebagai olah raga modern kebanyakan berasal dari Inggris. Judul-judul buku yang mengisi daftar pustaka pun sebagian besar berbahasa Inggris. Jadi, Luciano Wernicke mendapatkan sejumlah data penelitiannya dalam bahasa Inggris, lalu ditulis sebagai sebuah buku dalam bahasa Spanyol, dan akhirnya bisa dinikmati penggemar sepak bola di tanah air dalam bahasa Indonesia.

Buku ini menambah jumlah buku bertema sepak bola yang beredar di Indonesia, yang mesti diakui masih cukup sedikit jumlahnya. Apalagi sejak 2018 lalu sudah tidak ada lagi media cetak sepak bola yang beredar setelah Tabloid BOLA dan majalah Bolavaganza berhenti terbit. Pencinta sepakbola yang gemar membaca bisa sedikit memuaskan dahaganya akan bacaan berkualitas dan bisa menelusuri sejarah sepak bola dengan sukacita.

===================
Luhur Satya Pambudi lahir di Jakarta dan tinggal di Yogyakarta. Cerpen dan esainya pernah dimuat di sejumlah media cetak maupun daring. Kumpulan cerpen perdananya berjudul Perempuan yang Wajahnya Mirip Aku (Pustaka Puitika).

(Resensi Buku ini pernah dimuat di magrib.id pada 12 Agustus 2020)



Kamis, 11 Februari 2021

Rashford & Martial 250

Marcus Rashford dan Anthony Martial mencatat rekor kembar ketika Manchester United menang 1-0 atas Westham United di fase 16 besar Piala FA 2020/21. Kedua striker berusia muda tersebut telah sama-sama 250 kali mengenakan kostum Setan Merah di semua ajang. Rashford (23 tahun) mengoleksi 83 gol dan 51 assist, sedangkan Martial (25 tahun) membuat 78 gol dan 49 assist bagi MU. Keduanya menjalani debutnya pada musim 2015/16 ketika United dilatih oleh Louis van Gaal. Lantas, mereka pun pernah dilatih oleh Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solksjaer hingga saat ini.

Senin, 08 Februari 2021

500 Gol Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic dan Ante Rebic sama-sama mencetak sepasang gol ketika AC Milan menang 4-0 atas Crotone. Pertandingan giornata ke-21 Serie A 2020/21 tersebut dimainkan di San Siro pada Minggu (7/2/21) malam. Hakan Calhanoglu kembali diturunkan oleh Stefano Pioli di babak kedua setelah sempat absen dalam beberapa laga. Rossoneri masih tetap menjadi capolista pekan ini setelah sempat digeser sejenak oleh tim sekota yang bermain lebih dahulu kemarin.

Dua gol Ibra ke gawang Crotone merupakan gol ke-500 dan ke-501 yang dibuatnya sepanjang kariernya memperkuat sejumlah klub. Striker Swedia itu tercatat pernah memperkuat sembilan klub sepak bola di tujuh liga yang berbeda. Malmo (18 gol), Ajax Amsterdam (48), Juventus (26), Internazionale (66), Barcelona (22), PSG (156), Manchester United (29), LA Galaxy (53), dan AC Milan (83). Hanya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pemain sepak bola aktif yang juga telah mencetak lebih dari 500 gol selain Ibra.

Minggu, 07 Februari 2021

MU Ditahan Imbang Everton 3-3

Manchester United harus puas bermain imbang 3-3 ketika menjamu Everton di Old Trafford dalam laga pekan ke-23 Premier League 2020/21. Red Devils sudah sempat unggul 2-0 di babak pertama lewat gol Edinson Cavani dan Bruno Fernandes, tapi rapuhnya sektor pertahanan dan buruknya penampilan kiper membuat anak asuh Ole Gunnar Solksjaer hanya mampu meraih poin satu melawan anak asuh Carlo Ancelotti. Everton dua kali membobol gawang David de Gea pada 10 menit awal babak kedua. Scott McTominay kembali membuat timnya unggul 3-2 sebelum Dominic Calvert-Lewin menyamakan skor menjelang laga berakhir. Hasil imbang membuat selisih poin United dengan Manchester City yang memimpin klasemen kian melebar.

Rabu, 03 Februari 2021

Manchester United Menang 9-0!

Kemenangan fenomenal Manchester United atas Southampton mengawali jadwal padat pada Februari 2021. Dalam laga Premier League 2020/21 di Old Trafford pada Selasa (2/2/21), Marcus Rashford dkk delapan kali membobol gawang Soton dan seorang pemain tim tamu satu kali membobol gawangnya sendiri. Soton mesti bermain dengan 10 pemain sejak Alex Jankewitz mendapat kartu merah langsung di menit ke-2 setelah melanggar keras Scott McTominay. Gol dari Aaron Wan-Bissaka, Rashford, gol bunuh diri Jan Bednarek, dan Edinson Cavani membuat Red Devils unggul 4-0 pada babak pertama.

Anthony Martial yang dimainkan di babak kedua menggantikan Rashford mencetak gol kelima dan kedelapan. McTominay membuat gol keenam. The Saints terpaksa bermain dengan sembilan pemain setelah Bednarek diusir wasit di menit ke-86. Bruno Fernandes, Martial, dan Daniel James dengan leluasa tiga kali membobol gawang lawan dalam 10 menit terakhir pertandingan. United pun menang 9-0 atas Southampton. Wan-Bissaka yang membuat satu gol dan satu assist terpilih sebagai pemain terbaik.

Ole Gunnar Solkskaer berhasil mengulangi prestasi Sir Alex Ferguson yang pernah membawa timnya menang 9-0. United era Fergie pernah mengalahkan Ipswich Town di Premier League dengan skor sama pada 1995. Waktu itu Andy Cole bermain luar biasa dan mencetak empat gol. Sementara itu, Rashford kini telah mengoleksi 83 gol bagi United di semua ajang. Rekor golnya melewati Eric Cantona yang memiliki 82 gol selama berkostum Setan Merah.