Tampilkan postingan dengan label hasil buruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hasil buruk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2023

Milan Akhirnya Bisa Menang Lagi

 

Awal tahun 2023 bukanlah masa yang menyenangkan bagi AC Milan. Anak asuh Stefano Pioli meraih hasil buruk dalam sejumlah pertandingan di pelbagai ajang. Setelah mampu sekali menang dan dua kali seri di Serie A 2022/23 pada awal tahun baru, Rossoneri menelan lima kekalahan di Piala Italia, Piala Super Italia, maupun di Liga Italia. Tiga kali kekalahan beruntun terjadi di Serie A setelah kandas di final Supercopa Italia melawan Internazionale.

Rentetan hasil buruk tersebut akhirnya bisa diakhiri ketika Milan menang 1-0 atas Torino dalam laga giornata ke-22 Serie A yang berlangsung Jumat (10/2/23) malam waktu setempat. Olivier Giroud menjadi pencetak gol tunggal bagi timnya. Semoga kemenangan tersebut bisa berlanjut pada pertandingan berikutnya. Tim Merah-Hitam akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam babak 16 besar Liga Champions 2022/23. Spurs yang kini dilatih Antonio Conte mungkin sedikit lebih diunggulkan mengingat posisi Milan yang tidak bagus dalam sebulan terakhir..

Rabu, 11 September 2019

Sepasang Kekalahan Beruntun

Indonesia menjalani dua pertandingan awalnya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil yang sangat buruk. Biarpun bermain di SUGBK Jakarta yang merupakan laga kandang, tapi anak asuh Simon McMenemy selalu menelan kekalahan. Setelah ditundukkan Malaysia 2-3 pada Kamis pekan lalu (5/9/19), maka pada Selasa (10/9) Skuat Garuda kembali ditaklukkan Thailand dengan skor lebih telak 0-3.

Andritany Ardhiyasa dkk selalu tampil cukup baik dan menjanjikan di babak pertama, tapi kemudian ambyar di babak kedua. Ketika menghadapi Malaysia, sepasang gol Beto Goncalves sempat membuat timnas unggul dua kali dan mengakhiri babak pertama dengan 2-1. Demikian pula kala menjamu Thailand pun timnas bisa menahan imbang 0-0 raja sepak bola Asia Tenggara itu.

Kisah lama seperti berulang kembali. Stamina para pemain Indonesia menurun di babak kedua dan laga berakhir dengan hasil buruk. Hal itu tampaknya sempat bisa teratasi ketika timnas ditangani Luis Milla pada 2017-2018. Bahkan pada pertandingan terakhir di Asian Games 2018, Stefano Lilipaly mampu mencetak gol di menit terakhir yang memaksa pertandingan dilanjutkan lewat perpanjangan waktu. Meskipun akhirnya Indonesia terhenti langkahnya melalu adu penalti.

Pelaksanaan Liga 1 2019 yang baru dimulai pada Mei lalu dengan jadwal pertandingan yang sangat padat ditengarai menjadi musabab utama buruknya para pemain pilihan Simon. Jadi, apakah pelatih asal Skotlandia itu memang sudah selayaknya diganti saja? Rahmad Darmawan disebut-sebut menjadi calon penggantinya. Sebenarnya pelatih yang kini menangani TIRA Persikabo tersebut  sudah pantas menjadi pelatih timnas senior sejak sekian tahun silam, terutama setelah dua kali mampu membawa timnas U-23 mencapai final di SEA Games 2011 dan 2013. Berbagai gelar juara pernah pula diraihnya bersama Sriwijaya FC dan Persipura di level klub. Masih ada enam laga tersisa dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan berikutnya adalah bertandang menghadapi Uni Emirat Arab pada 10/10 mendatang.

Selasa, 27 September 2016

Masih Ada September Ceria untuk United

Manchester United sempat mengalami sepekan sarat kegalauan kala mengalami tiga kekalahan beruntun menjalani pertandingan sepanjang September 2016. Tim asuhan Jose Mourinho dikandaskan Manchester City dengan skor 1-2 (10/9) dan takluk dari Watford dengan skor 1-3 (17/9) di Liga Premier Inggris 2016/17. Di antara dua laga tersebut, United pun keok 1-2 dari Feyenoord (15/9) di Liga Europa. Langit kelam laksana singgah sejenak menemani langkah Wayne Rooney dkk. Namun beruntunglah bahwa langit akhirnya kembali diterangi sinar mentari, masih ada kesempatan bagi pencinta MU merasakan keceriaan di akhir bulan kesembilan. United menang 3-1 atas Northampton Town (21/9) di ajang Piala Liga. Michael Carrick, Ander Herrera, dan Marcus Rashford bergantian membobol gawang tim tuan rumah. Biarpun lawan yang dihadapi hanya klub kasta ketiga sepak bola Inggris, namun minimal anak asuh Mourinho mampu bangkit dari keterpurukan. Di babak selanjutnya, Manchester Merah kembali bersua dengan Manchester Biru. Mourinho pasti akan bekerja keras agar tidak mengalami kekalahan keduanya dari Pep Guardiola di Liga Inggris musim ini.


Hasil positif di Piala Liga berlanjut ketika United menjamu Leicester City di Liga Premier pada Sabtu (24/9). Di depan publik Old Trafford, Paul Pogba dkk menang telak 4-1 atas juara Liga Premier 2015/16. Sejumlah perubahan signifikan terjadi dalam susunan pemain inti Red Devils. Wayne Rooney berada di bangku cadangan, Chris Smalling menjadi kapten di posisi bek tengah, Daley Blind digeser sebagai bek kiri, Juan Mata menjadi pengatur serangan diapit oleh Marcus Rashford dan Jesse Lingard. Pemain inti lainnya sama dengan laga-laga sebelumnya. United sudah unggul 4-0 di babak pertama. Gol dicetak oleh Smalling (22'), Mata (37'), Pogba (40'), dan Rashford (42'). Pogba yang saat ini merupakan pemain sepak bola termahal di dunia akhirnya mampu membuat gol pertamanya untuk Setan Merah. Kontribusi gelandang asal Prancis itu sempat dipertanyakan saat United mengalami hasil buruk tempo hari. Pogba pun terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga United vs Leicester. 

Jadwal berikutnya, MU akan menjamu Zorya, klub asal Ukraina, di Liga Europa. Kekalahan di laga pertama dari Feyenoord akan coba ditebus dengan kemenangan di laga kedua. Di atas kertas Marcus Rashford dkk memang jauh lebih baik ketimbang lawannya, namun musim ini satu kekalahan pernah diderita dari Watford yang jelas tidak dijagokan bisa menundukkan United. Maka tim asuhan Mourinho tetap harus mewaspadai Zorya agar poin tiga bisa didapatkan di kandang sendiri.