Tampilkan postingan dengan label piala eropa 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piala eropa 2012. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

Memori : Kontribusi Inggris untuk Sukses Spanyol

Spanyol telah memperlihatkan kehebatannya dengan menjadi juara Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012 secara berurutan dalam kurun masa empat tahun. Selain materi pemainnya yang selalu berkualitas bagus, peran besar pelatih Luis Aragones (2008) dan Vicente del Bosque (2010-2012) untuk menanamkan spirit kebersamaan di dalam tim menjadi kunci sukses La Furia Roja. Selama sekian tahun terakhir, spirit kebersamaan itu kian menguat dan makin menyatukan para pemain. Bahkan para pemain Real Madrid dan Barcelona yang selalu dalam tensi tinggi ketika memperkuat klubnya dalam laga ‘El Clasico’ pun mampu bersatu padu secara harmonis bersama timnas Spanyol.

Namun ada satu hal yang unik lainnya. Dalam tiga kali kesempatan Spanyol menjadi juara, ternyata senantiasa tercantum nama pemain yang memperkuat klub-klub di Liga Inggris. Jumlah mereka memang tidak banyak, karena mayoritas anggota skuad Tim Matador 2008-2012 bermain di Liga Spanyol. Namun keberadaan mereka tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

Pada Piala Eropa 2008, terdapat nama Xabi Alonso, Fernando Torres, Alvaro Arbeloa, Pepe Reina (Liverpool), serta Cesc Fabregas (Arsenal). Torres merupakan pencetak gol kemenangan Spanyol atas Jerman di final Euro 2008. Ketika Piala Dunia 2010 masih ada Torres, Reina (Liverpool), dan Fabregas (Arsenal). Alonso dan Arbeloa telah hijrah ke Real Madrid. Jangan pula dilupakan bahwa Gerard Pique (Barcelona) merupakan mantan pemain Manchester United. Prestasi terbaru Spanyol di Piala Eropa 2012 tak lepas dari peran David Silva (Manchester City), Torres, dan Juan Mata (Chelsea). Reina masih tetap pemain Liverpool dan setia berada di bangku cadangan. Fabregas sudah kembali memperkuat Barcelona, klub masa remajanya.

Silva, Torres, dan Mata yang bermain di Liga Inggris ikut menyumbang gol kemenangan Spanyol atas Italia (4-0) di final Euro 2012. Sebelum turnamen di Polandia-Ukraina, ketiga pemain tersebut sudah lebih dulu merasakan gelar juara musim 2011-2012 bersama klubnya masing-masing. City adalah juara Liga Premier Inggris, sedangkan Chelsea merupakan juara Liga Champion dan Piala FA. Sementara itu Fernando Torres mendapat penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2012, meski tidak selalu menjadi pemain inti dan ada lima pemain lainnya yang sama-sama membakukan tiga gol. El Nino pun tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol dalam dua kali final Piala Eropa, sekaligus membawa timnya menjadi jawara.
Mungkin bisa dikatakan bahwa Liga Inggris pun memiliki andil -secara tidak langsung- terhadap sukses La Furia Roja dalam empat tahun terakhir ini. Ironisnya, catatan prestasi tim nasional Inggris sendiri semakin jauh tertinggal ketimbang Spanyol.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.130 – Agustus 2012.


Senin, 13 Juni 2016

Memori : Berkah Tersembunyi Spanyol

Barcelona dan Real Madrid, dua klub raksasa Spanyol yang digadang-gadang bakal tampil dalam ‘final impian’ di Fussball Arena Muenchen 19 Mei 2012, ternyata kandas di semifinal. Penggemar kedua tim yang tersebar di seluruh dunia sudah pasti sangat kecewa dengan fakta yang ada. Demikian pula rakyat Spanyol yang semula berharap dua wakil mereka di Liga Champion bisa memperpanjang daftar prestasi dan lebih mengharumkan nama negaranya di kancah sepak bola Eropa dan dunia. Kendati demikian mungkin ada satu orang Spanyol yang justru tersenyum melihat kegagalan Barca dan Madrid. Dia adalah Vicente Del Bosque, pelatih timnas Spanyol saat ini. Mantan pelatih Real Madrid yang mirip tokoh komik Obelix tersebut menjadi orang yang paling khawatir apabila ‘el clasico’ kembali berlangsung di Muenchen.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, baik Barca maupun Madrid merupakan penyumbang terbesar skuad Tim Matador. Merekalah tulang punggung timnas Spanyol hingga mampu meraih sukses di Piala Eropa 2008 maupun Piala Dunia 2010. Paling tidak ada delapan bahkan bisa sampai belasan pemain Spanyol berasal dari kedua klub tersebut dan sebagian besar di antaranya merupakan pemain inti. Dari Blaugrana kita bisa menyebut nama Victor Valdes, Carles Puyol, Gerard Pique, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Cesc Fabregas. Sementara di Los Blancos terdapat nama Iker Casillas, Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa, dan Xabi Alonso.

Pada Euro 2012 di Polandia-Ukraina, Spanyol berada di Grup C bersama Italia, Republik Irlandia, dan Kroasia. Biarpun Italia di atas kertas merupakan lawan terberat bagi Spanyol, namun kekuatan Irlandia dan Kroasia pun tidak boleh dipandang sebelah mata. Tidak mudah bagi Iker Casillas dkk untuk mempertahankan gelar juara yang diraihnya di Euro 2008. Apalagi saat ini Spanyol juga berstatus sebagai juara dunia, sehingga tim mana pun lebih termotivasi untuk menundukkannya.

Meski pemain Spanyol di Barca dan Madrid bisa lebih dini bergabung dalam pemusatan latihan, tapi masih ada dua andalan Spanyol yang datang belakangan. Juan Mata dan Fernando Torres mesti memperkuat Chelsea menghadapi Bayern Muenchen di final Liga Champion 2011/12. Namun tetap saja kegagalan Barca dan Madrid layak disebut sebagai berkah tersembunyi bagi Spanyol dalam persiapannya menghadapi Piala Eropa 2012. Semoga Tim Matador kembali berjaya di Polandia-Ukraina.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.128 - Juni 2012.