Jumat, 21 Desember 2018

Koleksi Majalah Bertema AC Milan

Bertepatan dengan momentum hari lahirnya pada 16/12 lalu, aku pun mencari koleksi majalah/tabloid yang kumiliki tentang AC Milan dan berniat membacanya kembali. Ternyata ada belasan yang masih kusimpan. Selain Tabloid BOLA Premium Edition, BOLA Seri Liga Champion, Bolavaganza, dan FourFourTwo Indonesia, ada pula majalah Liga Italia, HAISOCCER, dan SOCCER. 



Tentu menyenangkan bisa mengenang kejayaan I Rossoneri di masa silam. Mengingat lagi tim yang dilatih oleh Arrigo Sacchi, Fabio Capello, Alberto Zaccheroni, Carlo Ancelotti, dan Massimiliano Allegri. Membayangkan aksi Paolo Maldini, Ruud Gullit, Dejan Savicevic, Andrea Pirlo, George Weah, Kaka, Andriy Shevchenko, Zlatan Ibrahimovic, dan masih banyak lagi pemain bintang yang pernah berkostum merah-hitam. 



Saat ini Milan berada di posisi keempat klasemen sementara Liga Italia Series A 2018/19 hingga pekan ke-16. Anak asuh Gennaro Gattuso masih menjaga peluang lolos ke Liga Champion musim depan, kendati sudah terhenti langkahnya di Liga Europa musim ini. Semoga kelak AC Milan kembali menjadi juara dan membahagiakan hati Milanisti di seluruh dunia. Forza Milan!

Kamis, 20 Desember 2018

Simon McMenemy Pelatih Baru Timnas Indonesia

PSSI secara resmi telah menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih baru timnas senior Indonesia sejak awal 2019 pada Kamis (20/12/18). Mantan pelatih Filipina di Piala AFF 2010 tersebut telah cukup lama berkarier di Indonesia dengan menangani Mitra Kukar, Pelita Bandung Raya, dan Bhayangkara FC. Simon berhasil membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 dan menempati peringkat ketiga Liga 1 2018. Selain itu, Indra Sjafri terpilih sebagai pelatih timnas U-22. Bima Sakti yang sempat melatih timnas senior di Piala AFF 2018 dipercaya menjadi pelatih timnas U-16. Sementara itu, Rully Nere menjadi pelatih timnas wanita. Satu nama yang masih menjadi teka-teki adalah kursi pelatih timnas U-19. Semula banyak diprediksi bahwa Fakhri Husaini yang akan dipilih, ternyata masih belum pasti hingga kini. Semoga para pelatih anyar mampu membawa timnas Indonesia berprestasi lebih apik tahun depan.

Selasa, 11 Desember 2018

Persija Juara Liga 1 2018


Persija Jakarta akhirnya memastikan diri menjadi juara Gojek Liga 1 2018 setelah menang 2-1 atas Mitra Kukar dalam laga pamungkas yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Minggu (8/12/18). Dua gol anak asuh Stefano "Teco" Cugurra diborong oleh Marco Simic. Dengan kemenangan tersebut Macan Kemayoran mengoleksi poin 62 dan hanya unggul satu poin atas PSM Makassar yang di saat bersamaan mengandaskan PSMS Medan 5-1.


Bambang Pamungkas tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya pemain Persija yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia. Trofi pertama diperolehnya pada Liga Indonesia 2001, saat itu Persija mengalahkan PSM 3-2 dalam babak final yang juga berlangsung di SUGBK. Bambang bahkan menyumbang dua gol, sedangkan satu gol lainnya dibuat oleh Imran Nahumarury.



Persija tidak hanya menjadi tim terbaik di Liga 1 2018. Dua personelnya juga terpilih sebagai yang terbaik, yaitu Teco sebagai pelatih terbaik dan Rohit Chand sebagai pemain terbaik. Aleksandar Rakic (PS Tira) menjadi pencetak gol terbanyak musim ini dengan mencetak 21 gol. Osvaldo Haay (Persebaya) terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga 1 2018. Sementara itu, tiga tim yang mesti mengalami degradasi ke Liga 2 musim depan adalah Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan. PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra akan menggantikan mereka sebagai tim promosi Liga 2 2018.

Dengan statusnya sebagai kampiun, maka Persija berhak mengikuti kualifikasi Liga Champion Asia 2019. Jika gagal, maka Persija akan bermain di Piala AFC 2019 bersama PSM. Namun jika Persija berhasil menembus babak utama Liga Champion, maka PSM dan Bhayangkara FC yang bermain di Piala AFC.



Rabu, 28 November 2018

Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018

Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018. Tim yang dilatih Bima Sakti hanya meraih sekali kemenangan atas Timor Leste (3-1), sekali imbang melawan Filipina (0-0), dan dua kali kalah dari Singapura (0-1) dan Thailand (2-4). Skuat Garuda mengalami dua kekalahan dalam laga tandang menghadapi lawan berat. Dua pertandingan lainnya dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Sebenarnya kegagalan tersebut sudah diperkirakan mengingat pelatih timnas di Piala AFF 2018 bukanlah pilihan utama PSSI, setelah Luis Milla tidak berhasil direkrut sehabis Asian Gamens 2018. Bima Sakti yang belum memiliki pengalaman melatih tim senior dan selama 1,5 tahun teraskhir hanya menjadi asisten Luis Milla terpaksa dipilih PSSI untuk menangani Hansamu Yama dkk. Kendala lainnya adalah kompetisi Liga 1 2018 yang masih belum usai dan tentu saja berpengaruh pada kondisi fisik maupun psikis para pemain yang tergabung dalam timnas. Selain itu pertandingan ujicoba sebelum turnamen dirasa kurang memadai dan hal itu diakui oleh Bima Sakti. Apalagi Piala AFF 2018 menerapkan format baru laga kandang dan tandang dalam fase grup, kebetulan Indonesia mesti bertandang menghadapi Singapura dan Thailand pula.


Mayoritas pemain yang dipilih Bima Sakti merupakan pemain timnas U-23 di Asian Games 2018 termasuk tiga pemain seniornya. Hanya ada tujuh pemain yang tidak bermain di turnamen multicabang beberapa bulan silam. Namun harus diakui bahwa permainan mereka sangat berbeda dibandingkan ketika ditangani oleh Luis Milla. Di situlah kita bisa menyaksikan bahwa perbedann kualitas pelatih sangat berpengaruh pada performa anak asuhnya. Uniknya, Bima Sakti memainkan 21 pemain dari total 23 pemain yang dibawa mengikuti turnamen. Hanya Muhammad Ridho (kiper) dan Bagas Adi (bek) yang tidak sempat bermain.



Sejumlah nama mulai dimunculkan sebagai kandidat pelatih timnas di tahun 2019. Dua pelatih klub calon juara Liga 1 2018, Rene Robert Alberts (PSM) dan Stefano "Teco" Cugurra (Persija), konon menjadi incaran PSSI. Fakhri Husaini yang sukses membawa anak asuhnya menjuarai Piala AFF U-16 2018 dikabarkan tertarik pula menangani timnas senior.

Piala Asia U-19 2018
Sebelumnya, pada Oktober lalu Indonesia U-19 terhenti langkahnya di perempat final Piala Asia U-19 2018, meski bertindak sebagai tuan rumah. Anak asuh Indra Sjafri mampu lolos dari fase grup dengan hasil dua kali menang dan sekali kalah. Garuda Nusantara menang 3-1 atas Taiwan, lalu kalah dramatis 5-6 dari Qatar, dan menang 1-0 atas Uni Emirat Arab. Sayang sekali, Rahmat Irianto dkk mesti menyerah 0-2 di tangan Jepang pada babak 8 besar dan kandaslah mimpi bermain di Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Namun bagi Indra Sjafri sendiri, membawa anak asuhnya hingga perempat final Piala Asia U-19 2018 merupakan prestasi yang lebih baik ketimbang tahun 2014 lalu. Saat itu Evan Dimas dkk gagal lolos dari fase grup dan mengalami tiga kali kekalahan.


Kamis, 18 Oktober 2018

Materi Timnas Indonesia di Piala Asia U-19 2018

Setelah timnas senior menjalankan dua kali laga ujicoba, giliran timnas U-19 Indonesia melaksanakan tugasnya tampil dalam putaran final Piala Asia (AFC) U-19 2018 dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Anak asuh Indra Sjafri ditargetkan lolos ke semifinal untuk merebuat satu tiket ke Piala Dunia U-20 2019. Egy Maulana Vikri dkk akan menghadapi Taiwan (18/10), Qatar (21/10), dan Arab Saudi (24/10) di babak penyisihan grup. Kemenangan 3-2 atas Yordania pada laga ujicoba terakhir pekan lalu menjadi modal bagus Garuda Nusantara dalam menghadapi turnamen sesungguhnya. 

Inilah materi pemain timnas U-19 Indonesia di Piala Asia U-19 2108 yang dilatih oleh Indra Sjafri.