Tampilkan postingan dengan label gagal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2023

Indonesia Kandas di Semifinal Piala AFF 2022


Shin Tae-yong gagal membawa anak asuhnya tampil di laga puncak Piala AFF 2022. Langkah Indonesia dihentikan Vietnam setelah dalam semifinal kedua di Hanoi kalah 0-2 dari tuan rumah. Fachruddin Aryanto dkk mengenakan kostum ketiga yang berwarna hitam, entah siapa yang menentukan hal itu. Padahal di masa lalu skuat Garuda pernah mengungguli Vietnam di tempat yang sama dalam semifinal Piala AFF pula, tapi dengan kostum kedua berwarna putih.

Jumat, 20 Mei 2022

Indonesia Kandas di Semifinal SEA Games

Indonesia gagal melaju ke final cabang sepak bola SEA Games 2021 Hanoi setelah kalah 0-1 dari Thailand melalui babak perpanjangan waktu. Anak asuh Shin Tae-yong sebenarnya bermain cukup baik dengan mampu menahan anak asuh Alex Polking tanpa gol selama 90 menit pertandingan. Gol teramung yang dicetak Weeratep Pomphan di menit ke-94 menjadi penentu kemenangan Thailand lolos ke partai puncak. Thailand akan berhadapan dengan Vietnam yang menyingkirkan Malaysia 1-0 di semifinal kedua yang juga dituntaskan dengan perpanjangan waktu.

Indonesia akan berjumpa Malaysia dalam perebutan medali perunggu. Sayang sekali, sejumlah pemain skuat Garuda dipastikan absen karena insiden di akhir laga yang membuat Firza Andika, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya diusir wasit.

Rabu, 20 April 2022

Kekalahan Dua Setan Merah

Bermain pada waktu bersamaan, Manchester United dan AC Milan mengalami kekalahan telak dari musuh besarnya dalam dua ajang berbeda. Kedua tim sama-sama memiliki julukan Setan Merah. United dikalahkan Liverpool 0-4 dalam laga tunda Premier League 2021/22. Anak asuh Ralf Rangnick tampil tanpa Cristiano Ronaldo yang tengah berduka karena kehilangan salah satu anak kembarnya yang baru saja lahir. Hasil itu membuat Red Devils kembali menjauh dari posisi keempat.

Sementara itu, Milan ditaklukkan Internazionale 0-3 dalam laga semifinal kedua Coppa Italia 2021/22. Setelah bermain seri dalam semifinal pertama, Diavollo Rosso tampil buruk dalam merebut tiket ke pertai final. Dengan demikian, anak asuh Stefano Pioli mesti berkonsentrasi penuh untuk meraih semua kemenangan pada lima laga sisa Serie A 2021/22 agar mampu meraih scudetto.

Jumat, 25 Maret 2022

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2022

Kejutan besar terjadi pekan ini ketika Italia takluk 0-1 dari Makedonia Utara dan dipastikan gagal lolo ke Piala Dunia 2022 Qatar. Setelah absen di Piala Dunia 2018 Rusia, Azzuri kembali tidak tampil di Piala Dunia berikutnya. Roberto Mancini sempat membawa Italia menjadi juara Euro 2020 yang berlangsung pada 2021 lalu, tapi nasib sial dialami timnya sehabis itu. 

Sementara itu, Portugal akan menjadi lawan Makedonia Utara untuk merebut tiket ke Qatar. Cristiano Ronaldo dkk menang 3-1 atas Turki dan menjaga peluangnya untuk tampil di Piala Dunia. Gareth Bale menjadi pahlawan kemenangan Wales 2-1 atas Austria. Wales akan menghadapi Swedia yang menang 1-0 atas Republik Ceska. Dampak agresi militer Rusia ke Ukraina membuat laga Skotlandia vs Ukraina ditunda Juni 2022 mendatang, sedangkan Rusia vs Polandia dibatalkan. Rusia dicoret sebagai peserta kualifikasi dan Polandia dinyatakan menang untuk menghadapi Skotlandia/Ukraina.

Rabu, 16 Maret 2022

Langkah MU Terhenti di 16 Besar UCL

Manchester United dikalahkan Atletico Madrid 0-1 hingga terhenti langkahnya di babak 16 besar Liga Champions 2021/22. Setelah bermain imbang 1-1 dalam laga pertama, United justru gagal menang dalam laga kedua di Old Trafford. Cristiano Ronaldo mengikuti jejak Lionel Messi yang dalam dua musim terakhir gagal melaju ke perempat final UEFA Champions League. Jika musim lalu CR7 masih berkostum Juventus, maka kini dia bersama MU yang merupakan klub lawasnya. 

Apakah memang nasib baik sudah tidak berpihak lagi kepada Ronaldo maupun Messi dalam ajang Liga Champions? Ya, barangkali memang sudah cukup bagi CR7 mengukir rekor lima kali juara UCL bersama Manchester United (1) dan Real Madrid (4). Demikian pula Messi yang pernah menjuarai Liga Champions empat kali bersama Barcelona.

Jumat, 28 Mei 2021

MU Gagal di Final Liga Europa

Setelah untuk pertama kalinya mampu membawa Manchester United tampil di final, Ole Gunnar Solksjaer ternyata belum mampu membuat anak asuhnya tampil sebagai juara Liga Europa 2020/21. Lewat sebuah pertandingan yang diakhiri dengan adu tendangan penalti, United mesti menyerah di tangan Villareal dalam final Liga Europa yang dimainkan di Gdansk Polandia pada Kamis (27/5/21) dinihari WIB. Gerard Moreno membawa Villareal unggul 1-0 di menit ke-29. Edinson Cavani mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-51. Hasil imbang tidak berubah hingga menit ke-90 yang dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Dalam adu tendangan penalti semua pemain melakukannya hingga pada penendang ke-11. Sayangnya, David de Gea yang menjadi penendang terakhir United gagal menaklukka Geronimo Rulli. Anak asuh Unai Emery pun resmi menjadi juara Liga Europa dengan skor penalti 11-10.

Unai Emery membuktikan dirinya sebagai pelatih terbaik di Liga Europa dengan empat trofi. Sebelumnya pelatih asal Spanyol itu pernah tiga kali membawa Sevilla menjuarai Liga Europa. Arsenal pernah dibawanya pula tampil di final Liga Europa, tapi kandas oleh Chelsea.

Rabu, 28 November 2018

Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018

Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018. Tim yang dilatih Bima Sakti hanya meraih sekali kemenangan atas Timor Leste (3-1), sekali imbang melawan Filipina (0-0), dan dua kali kalah dari Singapura (0-1) dan Thailand (2-4). Skuat Garuda mengalami dua kekalahan dalam laga tandang menghadapi lawan berat. Dua pertandingan lainnya dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Sebenarnya kegagalan tersebut sudah diperkirakan mengingat pelatih timnas di Piala AFF 2018 bukanlah pilihan utama PSSI, setelah Luis Milla tidak berhasil direkrut sehabis Asian Gamens 2018. Bima Sakti yang belum memiliki pengalaman melatih tim senior dan selama 1,5 tahun teraskhir hanya menjadi asisten Luis Milla terpaksa dipilih PSSI untuk menangani Hansamu Yama dkk. Kendala lainnya adalah kompetisi Liga 1 2018 yang masih belum usai dan tentu saja berpengaruh pada kondisi fisik maupun psikis para pemain yang tergabung dalam timnas. Selain itu pertandingan ujicoba sebelum turnamen dirasa kurang memadai dan hal itu diakui oleh Bima Sakti. Apalagi Piala AFF 2018 menerapkan format baru laga kandang dan tandang dalam fase grup, kebetulan Indonesia mesti bertandang menghadapi Singapura dan Thailand pula.


Mayoritas pemain yang dipilih Bima Sakti merupakan pemain timnas U-23 di Asian Games 2018 termasuk tiga pemain seniornya. Hanya ada tujuh pemain yang tidak bermain di turnamen multicabang beberapa bulan silam. Namun harus diakui bahwa permainan mereka sangat berbeda dibandingkan ketika ditangani oleh Luis Milla. Di situlah kita bisa menyaksikan bahwa perbedann kualitas pelatih sangat berpengaruh pada performa anak asuhnya. Uniknya, Bima Sakti memainkan 21 pemain dari total 23 pemain yang dibawa mengikuti turnamen. Hanya Muhammad Ridho (kiper) dan Bagas Adi (bek) yang tidak sempat bermain.



Sejumlah nama mulai dimunculkan sebagai kandidat pelatih timnas di tahun 2019. Dua pelatih klub calon juara Liga 1 2018, Rene Robert Alberts (PSM) dan Stefano "Teco" Cugurra (Persija), konon menjadi incaran PSSI. Fakhri Husaini yang sukses membawa anak asuhnya menjuarai Piala AFF U-16 2018 dikabarkan tertarik pula menangani timnas senior.

Piala Asia U-19 2018
Sebelumnya, pada Oktober lalu Indonesia U-19 terhenti langkahnya di perempat final Piala Asia U-19 2018, meski bertindak sebagai tuan rumah. Anak asuh Indra Sjafri mampu lolos dari fase grup dengan hasil dua kali menang dan sekali kalah. Garuda Nusantara menang 3-1 atas Taiwan, lalu kalah dramatis 5-6 dari Qatar, dan menang 1-0 atas Uni Emirat Arab. Sayang sekali, Rahmat Irianto dkk mesti menyerah 0-2 di tangan Jepang pada babak 8 besar dan kandaslah mimpi bermain di Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Namun bagi Indra Sjafri sendiri, membawa anak asuhnya hingga perempat final Piala Asia U-19 2018 merupakan prestasi yang lebih baik ketimbang tahun 2014 lalu. Saat itu Evan Dimas dkk gagal lolos dari fase grup dan mengalami tiga kali kekalahan.


Sabtu, 25 Agustus 2018

Nasib Milla Sehabis Kandas di 16 Besar

Indonesia gagal melaju ke perempat final sepak bola Asian Games 2018. Anak asuh Luis Milla tersingkir lewat adu penalti (3-4) dari Uni Emirat Arab (UEA) dalam pertandingan 16 besar yang berlangsung Jumat (24/8/2018) di Stadion Wibawa Mukti Bekasi, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga menit ke-90 dan ditambah 2 x 15 menit perpanjangan waktu. Hansamu Yama dkk sempat dua kali tertinggal oleh tim lawan yang mencetak semua golnya lewat tendangan penalti. Setelah kalah 0-1 di babak pertama, Beto mampu menyamakan kedudukan di menit ke-52. UEA kembali memimpin lewat sepakan 12 pas dari sebuah insiden yang sebenarnya tak layak diganjar penalti. Shaun Evans, wasit asal Australia, tak cukup bagus memimpin pertandingan dengan beberapa keputusannya yang kontroversial dan merugikan Indonesia. Stefano Lilipaly mencetak sebuah gol indah di menit ke-94 yang membuka asa bagi Skuat Garuda. Pada masa perpanjangan waktu tiada gol tercipta. Sayang sekali, saat adu tendangan penalti Andritany tak mampu sekali pun menepis sepakan pemain UEA, sedangkan Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Nasib baik sedang tidak berpihak pada timnas sepak bola Indonesia.

Dengan target menembus empat besar, Luis Milla memang tak berhasil. Namun melihat bagaimana anak asuhnya beraksi selama ini yang berpuncak di Asian Games 2018, sebenarnya terlihat sejumlah perubahan positif yang layak diapresiasi. Publik tentunya berharap pelatih asal Spanyol itu masih dipertahankan untuk menangani timnas senior di Piala AFF 2018 pada November-Desember mendatang. Timnas U-23 yang selama ini dilatihnya tinggal ditambah 5-7 pemain senior lagi rasanya cukup kompetitif untuk bersaing menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Nama-nama seperti Fachrudin Aryanto, Victor Igbonefo, dan Andik Vermansah akan memperkuat materi timnas U-23. Tapi memang hasil akhirnya tetap pada PSSI yang punya kuasa menentukan nasib Luis Milla dan masa depan timnas. 

Terlepas dari ketidakberuntungan timnas U-23 di 16 besar Asian Games 2018, sebenarnya terdapat disharmoni jika melihat kostum yang dikenakan Hansamu Yama dkk. Kostum latihan dan jaket berlabel Nike, tapi jersey saat bertanding bermerek Lining. Lantas, kenapa di fase gugur timnas menggunakan celana berwarna hitam, sedangkan biasanya jika berkaos merah, maka akan bercelana merah pula?

Rabu, 15 November 2017

Gagalnya Italia dan Akhir Generasi Buffon


Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Swedia di San Siro, Milan pada Senin (13/11/2017) waktu setempat. Gli Azzuri lebih dulu kalah 0-1 dalam laga pertama play-off, sehingga tim Skandinavia itulah yang berhak melaju ke Rusia tahun depan. Kegagalan Italia bermain di Piala Dunia adalah yang pertama kali sejak tahun 1958 ketika turnamen sepak bola terakbar di muka bumi dilangsungkan di Swedia. Tidak berhasilnya tim besutan Gian Piero Ventura melewati babak play-off membuat Gianluigi Buffon memutuskan mundur dari timnas Italia. Langkah Buffon diikuti oleh tiga pemain senior lainnya, yaitu Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Danielle De Rossi. Mereka berempat adalah yang tersisa dari skuat Italia ketika menjadi juara Piala Dunia 2006. Hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2018 menjadi momentum berakhirnya kiprah generasi Buffon dkk bersama Gli Azzuri. Barangkali sudah saatnya bagi Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, dan pemain-pemain muda lainnya menjadi andalan Italia sehabis gagal ke Rusia. Namun, masih menjadi teka-teki apakah FIGC (PSSI-nya Italia) akan tetap mempertahankan Ventura atau memilih nama baru untuk menangani Gli Azzuri. Yang jelas masih ada nama seperti Carlo Ancelotti dan sejumlah pelatih top negeri pizza lainnya yang bisa jadi lebih layak menjadi pelatih Italia. 

Senin, 24 Juli 2017

Gagal ke Piala Asia U-23, Timnas Fokus ke SEA Games 2017

Timnas Indonesia U-22 akhirnya gagal melangkah ke Piala Asia U-23 2018 di China, setelah pada pertandingan terakhir kualifikasi grup H pada Minggu kemarin (23/7/2017) bermain imbang tanpa gol dengan Thailand, yang merupakan tuan rumah babak penyisihan. Hasil mengejutkan berupa kekalahan 0-3 dari Malaysia di laga pertama hari Rabu (19/7) hanya bisa disesali. Kendati anak asuh Luis Milla sempat bangkit dan mampu mengalahkan Mongolia 7-0 pada laga kedua yang berlangsung Jumat (21/7), tapi hasil seri menghadapi Thailand hanya mampu mendudukkan posisi Tim Merah Putih di nomor tiga klasemen akhir grup. Tiga kali bermain, Indonesia masing-masing sekali menang, seri, dan kalah serta mengumpulkan poin 4 (empat). Malaysia otomatis lolos dengan hasil dua kali menang dan sekali kalah (poin 6), sementara Thailand mesti melewati playoff sebagai salah satu runner-up grup dengan hasil sekali menang dan dua kali seri (poin 5). Meski kandas, Skuat Garuda menjadi tim paling produktif dengan mencetak tujuh gol dan kebobolan tiga gol selama tiga kali bertanding.

Pertandingan pertama melawan Malaysia baru berlangsung 30 menit dan gawang Indonesia yang dikawal Satria Tama sudah tiga kali kebobolan. Tampaknya timnas sedikit meremehkan lawan, sehingga Luis Milla tidak memainkan Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Darmono yang notabene pemain paling senior di antara rekan-rekannya. Seluruh pemain bermain buruk di sepanjang 45 menit pertama. Ketika di babak kedua Evan Dimas turun, permainan sempat membaik, tapi terlalu sulit mengejar ketertinggalan tiga gol di awal laga. Apalagi Asnawi Mangkualam yang turun di babak kedua menggantikan Hanif Sjahbandi justru mendapat kartu merah.
Gavin Kwan Adsit merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya.
Luis Milla mengganti tujuh pemain inti ketika menghadapi Mongolia. Kiper, bek kanan, satu bek tengah, bek kiri, dua gelandang, dan satu penyerang yang sebelumnya berada di bangku cadangan diberi kesempatan turun sejak sepak mula. Hasilnya ternyata gemilang. Saddil Ramdani dan Gavin Kwan Adsit masing-masing membuat dua gol. Tiga gol lainnya disumbang oleh Marinus Wanewar, Osvaldo Haay, dan Septian David Maulana. Kemenangan atas Mongolia sempat membuka asa Indonesia. Namun, pintu ternyata tertutup jua. Bagaimanapun perjuangan Bagas Adi Nugroho dkk tetap harus dihargai. Kegagalan harus segera dilupakan untuk kemudian fokus pada SEA Games 2017 yang akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Tiga kali pertandingan menghadapi Malaysia, Mongolia, dan Thailand bisa dianggap sebagai bagian dari ujicoba sebelum mencoba meraih medali emas cabang sepak bola Asia Tenggara.
Tim inti Indonesia menghadapi Thailand (23/7/2017).
Satu hal yang menarik, Luis Milla menurunkan 21 pemain dari total 23 pemain yang dibawanya ke Thailand dalam tiga laga penyisihan Grup H. Satria Tama sebagai kiper turun sekali, sementara dalam dua laga berikutnya digantikan Kurniawan Kartika Ajie. Seluruh pemain belakang dimainkan pelatih, yaitu : Bagas Adi Nugroho (3 kali main), Andy Setyo Nugroho (3), Hansamu Yama (2), Ryuji Utomo (1), Putu Gede Juniantara (1), Ricky Fajrin (2), Gavin Kwan (2), dan M. Rezaldi Hehanusa (1). Semua gelandang juga diturunkan, yaitu : M. Hargianto (3), Evan Dimas (2), Gian Zola Nasrulloh (1), Hanif Sjahbandi (1), Asnawi Mangkualam (1), dan Osvaldo Haay (2). Di sektor depan, lima orang diberi kesempatan bergantian, yaitu : Septian David (3), Marinus Wanewar (3), Febri Hariyadi (2), Yabes Roni (2), dan Saddil Ramdani (2). Hanya M. Dicky Indrayana (kiper) dan Ahmad Nur Hardianto (striker) yang tidak bermain di Thailand. Luis Milla membuktikan bahwa seluruh anggota timnya adalah pemain inti, sehingga siapa pun bisa dimainkan. Menjelang SEA Games akan ada seleksi kembali, meski mungkin tidak terlalu banyak perubahan nantinya. Yang jelas Ezra Walian siap kembali bersaing setelah terpaksa dicoret sebelum kualifikasi Piala Asia karena sempat bermasalah dengan kesehatannya.  

Kamis, 26 Januari 2017

Langkah Madrid dan Milan Terhenti

Dalam waktu yang nyaris bersamaan, upaya Real Madrid dan AC Milan untuk meraih sebuah trofi musim ini terhenti di tengah jalan. Los Blancos mesti melepas mimpinya meraih Copa del Rey 2016/17 ketika hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Celta Vigo dalam laga kedua perempat final yang dimainkan Rabu (25/1/2017) di Stadion Balaidos. Danillo membuat gol bunuh diri di menit ke-44 yang membuat tuan rumah unggul 1-0. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas pada menit ke-62. Madrid kembali tertinggal kala Daniel Wass sukses membobol gawang Kiko Casilla. Menjelang  laga berakhir, Lucas Vasquez menyamakan kedudukan menjadi 2-2 yang tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Celta Vigo berhak lolos ke semifinal dengan agregat gol 4-3. Absensi sejumlah pemain inti ternyata membuat kekuatan tim besutan Zinedine Zidane mengalami penurunan yang berbuah hasil negatif. Dalam lima laga terakhirnya di La Liga dan Copa del Rey, El Real hanya sekali menang, dua kali imbang, dan dua kali kalah. Mudah-mudahan mereka yang cedera segera kembali dari pengasingan demi menjaga peluang Madrid untuk menjuarai dua ajang yang tersisa musim ini, Liga Spanyol dan Liga Champion Eropa. Zizou telah menegaskan bahwa jika mereka terus bekerja keras, maka banyak hal besar akan dipetik.
Kekecewaan para pemain Madrid setelah tersingkir dari Copa del Rey.
AC Milan sebenarnya pernah mengalahkan Juventus di Serie A (dalam waktu normal) dan Supercoppa Italia 2016 (lewat adu penalti) pada musim ini. Namun, I Rossoneri ternyata gagal meraih kemenangan ketiganya menghadapi I Bianconeri pada perempat final Coppa Italia yang berlangsung Rabu (25/1) di J-Stadium. Tim asuhan Massimiliano Allegri menaklukkan tim asuhan Vincenzo Montella dengan skor 2-1. Gol Paulo Dybala dan Miralem Pjanic membuat Juventus unggul 2-0 di babak pertama. Carlos Bacca mampu menipiskan skor di menit ke-53, tapi semenit kemudian Milan mesti bermain dengan 10 pemain setelah Manuel Locatelli mendapat kartu merah. Montella mengakui bahwa anak asuhnya belum satu level dengan Paulo Dybala dkk. Gerard Deulofeu, pemain terbaru Milan, menjalani debutnya di J-Stadium yang berakhir dengan kekalahan. Kedatangan Deulofeu dari Everton membuat Tim Merah-Hitam meminjamkan M'baye Niang ke Watford. Selain Niang, Milan juga telah melepas Luiz Adriano ke Spartak Moscow.
Deulofeu menjalani debutnya bersama AC Milan.
Sebelum dikalahkan Juventus, Milan juga takluk 1-2 dari Napoli di pertandingan Serie A yang berlangsung Sabtu (21/1) pekan lalu. Kekalahan kelima di Liga Italia musim ini membuat posisi I Rossoneri melorot ke nomor 7 dari nomor 5 pekan sebelumnya. Internazionale dan Atalanta berhasil menyalip Milan untuk sementara, tapi Ignazio Abate dkk masih menyimpan satu laga tunda melawan Bologna. Sesudah kandas di Coppa Italia, maka Milan tinggal berkompetisi di Serie A. Untuk menjadi juara memang mustahil, tapi tiket ke kompetisi Eropa musim depan masih mungkin dicapai. Semoga saja Montella mampu membangkitkan kembali para pemainnya agar lebih konsisten meraih hasil positif.