Tampilkan postingan dengan label fourfourtwo indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fourfourtwo indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2020

Diego Maradona Tutup Usia

 


"Ketika Diego mencetak gol kedua melawan kami, saya merasa seperti bertepuk tangan... Mustahil mencetak gol seindah itu. Dia pemain terhebat sepanjang masa, untuk waktu yang sangat lama. Sang Fenomena Sejati." - Gary Lineker, striker Inggris di Piala Dunia Meksiko 1986 

(WORLDCUPEDIA Ensiklopedia Piala Dunia 1930-2022, diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas, 2014, didukung oleh BOLA) 

 

"Bagaimana Anda ingin dikenang?" tanya Shane Brown di Leeds. 

"Saya tidak mau memikirkan soal warisan, karena sebagai pemain sepak bola saya sudah membuat peninggalan yang sangat indah." 

(FourFourTwo Indonesia edisi Januari 2011) 

Selamat menempuh perjalanan baru, Diego Maradona (1960-2020).

Minggu, 26 April 2020

Pemain Terkemuka Timnas Indonesia


Salut untuk jurnalis FourFourTwo Indonesia yang pernah menyusun daftar 83 Pemain Terkemuka Timnas Indonesia dalam edisi April 2013. Hal itu dilakukan untuk menyambut ulang tahun ke-83 PSSI. Banyak nama yang berjaya puluhan tahun silam, seperti Maulwi Saelan, Djamiat Dalhar, Ramang, hingga Soetjipto Soentoro, Ronny Pattinasarany, Risdianto, Iswadi Idris, Abdul Kadir, dan Sutan Harhara. 
Ada para pemain era 1980-an, seperti Hermansyah, Herry Kiswanto, Elly Idris, Marzuki Nyak Mad, Patar Tambunan, Zulkarnaen Lubis, Bambang Nurdiansyah, Rully Nere, Ricky Yakobi, dan Ribut Waidi. 



Setelah itu adalah mereka yang bermain pada 1990-an dan seterusnya, ketika saya sudah menjadi penonton setia timnas Indonesia. Di antaranya adalah Eddy Harto, Ferril Hatu, Robby Darwis, Sudirman, Toyo Haryono, Aji Santoso, Agung Setyabudi, Anang Ma'ruf, Sugiantoro, Aples Tecuari, Fachri Husaini, Hendro Kartiko, Bima Sakti, Rochy Putiray, Widodo Cahyono Putro, Kurniawan Dwi Yulianto, Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, Firman Utina, dan Boaz Solossa. Cristian Gonzales menjadi satu-satunya pemain naturalisasi yang masuk daftar. Striker berdarah Uruguay itu tercatat mencetak 11 gol dalam 19 kali penampilannya bersama Tim Merah Putih.



Sabtu, 25 April 2020

FFT Indonesia Edisi Maret, April, dan Mei 2013


Entah sudah berapa lama tidak bisa menyaksikan pertandingan sepak bola di layar kaca. Sesekali melihat kembali cuplikan laga-laga menarik beberapa tim favorit lewat YouTube cukuplah menghibur hati. Lantas, membaca ulang koleksi majalah yang ada ternyata menyegarkan pikiran juga. Tiga buah FourFourTwo Indonesia edisi Maret, April, dan Mei 2013 sempat menjadi temanku menjalani waktu di rumah saja. 

Borussia Dortmund menjadi laporan utama edisi Maret 2013. Tim yang saat itu dilatih Jurgen Klopp sedang gemilang di Jerman dan menjadi favorit di Eropa dengan para pemain mudanya, seperti Robert Lewandowski, Mats Hummels, dan Mario Goetze. Parade Timnas Indonesia menjadi sajian spesial jurnalis FourFourTwo Indonesia. Ada pula laga klasik Persebaya vs Persija dalam Final Kompetisi Perserikatan 1988. Para mantan pemain AC Milan yang tergabung dalam Milan Glorie hadir di Jakarta pada Februari 2013. Franco Baresi, Paolo Maldini, Andriy Shevchenko, dkk bermain menghadapi Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas, dkk yang tergabung dalam Indonesia All Star. 


Mario Balotelli yang kembali bermain di Liga Italia dan bergabung dengan AC Milan menjadi cerita penting edisi April 2013. Dalam rangka ulang tahun ke-83 PSSI, disajikanlah 83 Pemain Terkemuka Timnas Indonesia. Rekaman lensa Indonesia vs Arab Saudi pada 23 Maret 2013 tercatat sebagai histori tersendiri karena timnas kembali diperkuat para pemain terbaiknya seusai konflik internal PSSI. 


Perbincangan Jamie Carragher dan Steven Gerrard merupakan laporan utama edisi Mei 2013. 10 Duo Striker Terbaik Liga Indonesia dan 5 Duet Subur Masa Lalu menjadi persembahan khusus untuk pencinta sepak bola nasional. 

Minggu, 19 April 2020

Parade Timnas Indonesia Terbaik


Majalah FourFourTwo Indonesia edisi Maret 2013 pernah menampilkan artikel berjudul Parade Timnas Indonesia Terbaik. Sepertinya baru sejak SEA Games 1991 saya mulai mengenal nama-nama para pemain timnas, seperti Robby Darwis, Sudirman, Aji Santoso, Widodo Cahyono Putro, dan Rochy Putiray, lantas lebih menyimak kiprah timnas selanjutnya. Gol salto spektakuler Widodo di Piala Asia 1996 dan kemenangan Bambang Pamungkas dkk di Piala Asia 2007 menjadi memori indah bagi saya menyaksikan timnas secara langsung di layar kaca. 

Selamat ulang tahun ke-90 untuk PSSI. Semoga bisa mewujudkan timnas Indonesia yang membuat bahagia dan bangga para pencintanya lagi di masa depan. 




Berikut ini daftarnya : 
1.  Timnas Asian Games 1958 
2.  Timnas Asian Games 1954 
3.  Timnas Merdeka Games 1962 
4.  Timnas Olimpiade 1956 
5.  Timnas Pra-Olimpiade 1976 
6.  Timnas Pra-Piala Dunia 1986 
7.  Timnas SEA Games 1987 
8.  Timnas SEA Games 1991 
9.  Timnas Piala Asia 1996 
10.Timnas Piala Asia 2007 

Rabu, 07 Februari 2018

Memori : Pemain Muda Terbaik Indonesia 2011 Versi FFT Indonesia

Dalam edisi Februari 2012, majalah FourFourTwo (FFT) Indonesia telah memilih 10 pemain muda –kelahiran tahun 1989 ke atas- yang tampil cukup menonjol sepanjang tahun 2011. Sebagian besar di antara mereka merupakan anggota timnas U-23 yang meraih medali perak SEA Games 2011 di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan.
Redaktur majalah tersebut sudah tentu memiliki penilaian tersendiri di tengah minimnya data pertandingan sepak bola nasional hingga hari ini. FFT Indonesia membuat penghargaan tersebut sebagai usaha memotivasi semangat para pemain muda Indonesia dalam menatap masa depan mereka.

10 Pemain Muda Terbaik Indonesia 2011
1. Titus Bonai (22) Penyerang – Persipura
2. Kurnia Meiga (21) Kiper – Arema IPL
3. Lukas Mandowen (22) Penyerang – Persipura
4. Andik Vermansyah (20) Penyerang/Sayap – Persebaya 1927
5. Yongki Aribowo (22) Penyerang – Persisam
6. Hendro Siswanto (21) Gelandang – Arema IPL
7. Joko Sasongko (21) Gelandang – Pelita Jaya
8. Egi Melgiansyah (21) Gelandang – Pelita Jaya
9. Oktovianus Maniani (21) Penyerang/Sayap – Persiram
10.Vendry Mofu (22) Gelandang – Semen Padang



Sebagai bahan perbandingan, inilah daftar yang dibuat oleh FFT Indonesia untuk versi tahun 2010 silam. Tercatat hanya ada lima pemain yang namanya kembali tercantum di tahun 2011.

10 Pemain Terbaik Indonesia 2010
1. Oktovianus Maniani (20) Penyerang/Sayap – Sriwijaya FC
2. Kurnia Meiga (20) Kiper – Arema
3. Dendi Santoso (20) Penyerang/Sayap – Arema
4. Yongki Aribowo (21) Penyerang – Arema
5. Irfan Bachdim (22) Penyerang – Persema
6. Syamsir Alam (18) Penyerang – SAD Indonesia
7. Lukas Mandowen (21) Penyerang – Persipura
8. Johan Juansyah (22) Gelandang – Persijap
9. Andik Vermansyah (19) Gelandang Serang – Persebaya
10.Munadi (21) Gelandang – Persib

Sudah selayaknya kita menghargai apa yang dilakukan oleh majalah FFT Indonesia. Tentu kita berharap bahwa sepak bola nasional di hari mendatang berwarna lebih cerah, tidak seperti saat ini yang berwarna kusam karena terjadinya berbagai konflik kepentingan di antara pengurus PSSI dan para anggotanya sendiri. Bukankah mestinya mereka bahu-membahu membangun kebersamaan memajukan sepak bola di negeri ini? Yang jelas, jangan sampai para pemain berbakat Indonesia –semuanya saja, tidak hanya para pemain muda- akhirnya kembali menjadi korban belaka, ibarat pelanduk yang mati di tengah-tengah dua gajah yang berseteru.
Salam damai dan cinta untuk sepak bola Indonesia (jika masih ada damai dan cinta di sana) …

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com pada Februari 2012.