Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2025

patrick kluivert pelatih baru timnas indonesia

 


patrick kluivert secara resmi diperkenalkan pssi sebagai pelatih kepala timnas indonesia yang baru. pelatih asal belanda itu akan didampingi alex pastoor dan denny landzaat sebagai asisten pelatih. kluivert akan memimpin timnas pada maret 2025 mendatang dalam lanjutan kualifikasi piala dunia 2026 putaran ketiga. semoga pelatih baru timnas bisa melanjutkan prestasi apik yang sudah diukir oleh shin tae-yong selama ini.

foto sport.detik.com


Minggu, 19 April 2020

Parade Timnas Indonesia Terbaik


Majalah FourFourTwo Indonesia edisi Maret 2013 pernah menampilkan artikel berjudul Parade Timnas Indonesia Terbaik. Sepertinya baru sejak SEA Games 1991 saya mulai mengenal nama-nama para pemain timnas, seperti Robby Darwis, Sudirman, Aji Santoso, Widodo Cahyono Putro, dan Rochy Putiray, lantas lebih menyimak kiprah timnas selanjutnya. Gol salto spektakuler Widodo di Piala Asia 1996 dan kemenangan Bambang Pamungkas dkk di Piala Asia 2007 menjadi memori indah bagi saya menyaksikan timnas secara langsung di layar kaca. 

Selamat ulang tahun ke-90 untuk PSSI. Semoga bisa mewujudkan timnas Indonesia yang membuat bahagia dan bangga para pencintanya lagi di masa depan. 




Berikut ini daftarnya : 
1.  Timnas Asian Games 1958 
2.  Timnas Asian Games 1954 
3.  Timnas Merdeka Games 1962 
4.  Timnas Olimpiade 1956 
5.  Timnas Pra-Olimpiade 1976 
6.  Timnas Pra-Piala Dunia 1986 
7.  Timnas SEA Games 1987 
8.  Timnas SEA Games 1991 
9.  Timnas Piala Asia 1996 
10.Timnas Piala Asia 2007 

Jumat, 04 Mei 2018

Dua Hasil Seri Indonesia dan Hasil Undian Piala AFF 2018

Indonesia dua kali meraih hasil imbang tanpa gol ketika menghadapi Korea Utara pada Senin (30/4/2018) dan Uzbekistan pada Kamis (2/5). Sebelumnya pada pertandingan pertama, Hansamu Yama dkk kalah 0-1 dari Bahrain. Hasil itu menempatkan Tim Merah Putih menempati posisi ketiga di klasemen akhir PSSI Annivesary Cup 2018 dengan nilai dua. Bahrain menjadi juara turnamen setelah dua kali menang dan sekali seri. Uzbekistan menempati peringkat kedua dan Korea Utara menjadi juru kunci. 

Melihat kualitas lawan yang dihadapi dalam turnamen tersebut, apa yang diraih tim besutan Luis Milla sebenarnya terbilang lumayan. Hanya ada satu gol yang bersarang di gawang Andritany Ardhiyasa. Cuma sayangnya, tidak satu pun pemain Indonesia yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan. Dua striker senior, Illija Spasojevic dan Lerby Eliandry, tidak mampu menunjukkan ketajamannya, baik ketika mereka bermain bersama ataupun ketika bermain bergantian. Di laga terakhir Septian David Maulana gagal memanfaatkan tendangan penalti ke gawang Uzbekistan. Hal buruk menimpa Andritany yang mengalami cedera di wajah saat awal pertandingan ketiga. Kiper andalan Persija itu digantikan oleh Awan Setho dan akhirnya sampai harus menjalani operasi yang memaksanya absen untuk tiga bulan mendatang. 

Hasil Undian Piala AFF 2018
Sementara itu, pembagian grup Piala AFF 2018 sudah dilakukan. Indonesia menempati Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina, dan Timor Leste/Brunei Darussalam. Piala AFF tahun ini menerapkan format baru, yaitu memberi kesempatan setiap tim menjalani dua laga kandang dan dua laga tandang dalam babak penyisihan grup. Situasi tidak menguntungkan dihadapi Tim Merah Putih yang mesti menghadapi Thailand dan Singapura secara tandang.  

Minggu, 29 April 2018

Indra Sjafri Kembali Latih Indonesia U-19

Pada bulan hari lahir PSSI di tahun 2018, terdapat beberapa hal yang layak dicatat dan bisa menjadi bahan renungan menghadapi masa depan. Sebagai bagian dari persiapan menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus mendatang dan memanfaatkan momentum ulang tahunnya, PSSI mengadakan sebuah turnamen untuk timnas U-23 yang diikuti Indonesia, Bahrain, Korea Utara, dan Uzbekistan. Turnamen tersebut berlangsung pada 27 April-3 Mei 2018 dan anehnya waktunya bersamaan dengan Gojek Liga 1 yang memainkan pekan keenamnya. Meskipun bukan pertandingan resmi FIFA, tapi ketika timnas bermain mestinya tidak ada klub yang sedang bertanding.

Batalnya laga Persija vs Persib di SUGBK yang sedianya akan dimainkan Sabtu (28/4) menjadi kabar tak bagus akhir bulan ini. POLDA Metro Jaya selaku penanggung jawab keamanan ibukota beralasan waktu pertandingan terlalu dekat dengan peringatan hari buruh yang jatuh 1 Mei. Prasangka buruk pun bertebaran dari berbagai pihak. Sebelumnya, pada pekan keempat Liga 1 juga terjadi insiden di tempat yang berbeda yang mengakibatkan tewasnya suporter Persebaya dan Arema FC.  Laga Arema vs Persib (15/4) diakhiri dengan turunnya sebagian penonton ke dalam lapangan yang membuat suasana Stadion Kanjuruhan tidak kondusif dan sayang sekali hingga membuat jatuhnya korban jiwa. Komisi Disiplin PSSI sudah memberi sanksi berupa ditutupnya tribun tertentu di kandang Arema dan denda yang besar. Beruntunglah bahwa Aremania bisa tersenyum kembali setelah tim kesayangan mereka akhirnya meraih kemenangan pertamanya ketika menjamu Persipura (27/4).

Hal positif tetap ada April ini, yaitu kembali ditunjuknya Indra Sjafri sebagai pelatih timnas Indonesia U-19. Joko Driyono sebagai Plt Ketua Umum PSSI mengumumkannya sendiri didampingi oleh Ratu Tisha, Sekjen PSSI nan jelita. Akhir tahun 2017 lalu Indra Sjafri tidak diperpanjang kontraknya dan digantikan oleh Bima Sakti, disertai dengan kata-kata kasar Ketua Umum PSSI yang kini sedang cuti karena ambisinya menjadi gubernur Sumut. Sepertinya lebih baik beliau terpilih menjadi kepala daerah dan berkonsentrasi di sana saja. Kembalinya Indra Sjafri menjadi kabar gembira bagi Egy Maulana dkk yang akan berlaga di Piala AFF U-18 dan Piala Asia/AFC U-19.

Keberhasilan Persija lolos ke semifinal zona ASEAN di Piala AFC merupakan sesuatu yang baik dan pantas disyukuri pula. Macan Kemayoran akan berhadapan dengan Home United pada Mei mendatang.

Sabtu, 28 April 2018

Indonesia Takluk dari Bahrain

Indonesia mengawali PSSI Anniversary Cup 2018 dengan kalah 0-1 dari Bahrain. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor pada Jumat (27/4/2018) malam. Luis Milla melakukan sejumlah perubahan pada tim inti dibandingkan saat terakhir mereka berlaga. Hansamu Yama menjadi kapten dan berduet dengan Bagas Adi  pada posisi bek tengah. Trio gelandang andalan timnas U-19 2013 kembali bermain bersama sejak sepak mula di timnas U-23 2018, yaitu Hargianto, Evan Dimas, dan Zulfiandi. Lerby Eliandri, salah satu pemain senior, dipercaya sebagai striker tunggal. Selebihnya adalah Andritany Ardhiyasa, Putu Gede, Rezaldi Hehanusa, Osvaldo Haay, dan Febri Hariyadi yang biasa menjadi pilihan utama Luis Milla.

Gol tunggal Bahrain tercipta di menit ke-5. Tim Merah Putih terus melakukan penyerangan dan menguasai pertandingan, tapi penyelesaian akhir yang buruk membuat tiada gol yang tercipta. Luis Milla bereksperimen memainkan duet striker bertipe big man ketika menurunkan Illija Spasojevic untuk bermain bersama Lerby, namun hal itu pun tak mengubah keadaan. Strategi Bahrain mengulur-ulur waktu dengan berpura-pura cedera cukup efektif mengusik konsentrasi anak asuh Luis Milla. Puncaknya, Rezaldi yang sudah mendapat kartu kuning justru melakukan pelanggaran lagi karena tak bisa menahan emosi dan harus diusir wasit menjelang pertandingan berakhir. Pada pertandingan yang lain, Korea Utara dan Uzbekistan bermain imbang 2-2. Indonesia akan bertemu Korea Utara dalam laga berikutnya yang dimainkan Senin (30/4) mendatang.  Semoga saja hasil positif bisa diraih oleh anak asuh Luis Milla.

Susunan pemain Indonesia vs Bahrain :
Andritany Ardhiyasa; Putu Gede, Hansamu Yama (k), Bagas Adi, M. Rezaldi Hehanusa; M. Hargianto (Illija Spasojevic), Zulfiandi; Osvaldo Haay (Ilham Udin), Evan Dimas (Septian David), Febri Hariyadi; Lerby Eliandri.

Kamis, 19 April 2018

Materi Timnas Indonesia di PSSI Anniversary Cup 2018


Dalam rangka peringatan ulang tahun PSSI ke-88 yang jatuh pada 19 April sekaligus persiapan menuju Asian Games 2018 pada Agustus mendatang, PSSI menyelenggarakan turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Turnamen tersebut berlangsung pada 27 April - 3 Mei 2018 serta diikuti oleh Indonesia, Bahrain, Korea Utara, dan Uzbekistan. 

Daftar nama pemain yang dipanggil Luis Milla telah dirilis. Terdapat tiga pemain senior untuk memperkuat timnas U-23, yaitu Andritany Ardhiyasa, Illija Spasojevic, dan Lerby Eliandri. Keberadaan Lerby menjadi kejutan tersendiri karena dia berposisi sama dengan Spaso, sedangkan selama ini Luis Milla biasa memanggil pemain senior pada posisi yang berbeda. Satu nama baru adalah Firza Andika, bek kiri PSMS. Pelatih asal Spanyol itu masih mencari komposisi terbaik anak asuhnya, termasuk mencoba sejumlah pemain senior dalam kesempatan berbeda.

Selamat ulang tahun ke-88 untuk PSSI! Semoga akhirnya bisa mengharumkan nama Indonesia dan memberi kegembiraan bagi bangsa karena prestasinya.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hal-Hal Positif PSSI di Februari

Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.

PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib). 

Selasa, 31 Januari 2017

Asa Timnas Indonesia Bersama Luis Milla

PSSI akhirnya resmi menunjuk Luis Milla Aspas sebagai pelatih timnas senior sekaligus timnas U-22/23 Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu rencananya akan mulai bertugas sejak awal Februari 2017 mendatang. Turnamen Piala Presiden 2017 dan kompetisi resmi Liga Indonesia 2017 akan menjadi ajang seleksi pemain timnas bagi pelatih yang pernah sukses menjuarai Piala Eropa U-21 2011 bersama Spanyol tersebut. Sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya di Spanyol U-21 kini menjadi bintang di Eropa, seperti David de Gea, Ander Herrera, Juan Mata, dan Thiago Alcantara. Tidak berlebihan sekiranya kita berharap Milla bisa membawa Tim Merah-Putih berjaya dan memunculkan pemain andalan Indonesia di masa depan. PSSI menargetkan timnas menjadi juara SEA Games 2017 yang berlangsung Agustus mendatang dan menembus empat besar Asian Games 2018. Dengan waktu yang kian mendesak, tampaknya tak mudah bagi Luis Milla untuk memberikan prestasi instan bagi sepak bola Indonesia. Yang jelas dia bukan pesulap, apalagi penyihir.  

PSSI pun telah menugaskan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-19 dan Fachri Huzaini sebagai pelatih timnas U-16. Jika PSSI serius melakukan pembinaan pemain muda, maka para pelatih timnas junior mesti bersinergi dengan Luis Milla dan juga Danurwindo, direktur teknik PSSI. Keputusan FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2026 merupakan angin segar bagi sepak bola kita. Kesempatan bermain di Piala Dunia menjadi lebih terbuka sembilan tahun mendatang. Para pemain yang kemungkinan besar akan menghuni Skuat Garuda pada 2026 adalah mereka yang akan menjadi anak asuh Indra Sjafri dan Fachri Huzaini sejak tahun ini. Tidak hanya memberi perhatian kepada timnas, PSSI diharapkan segera merilis agenda yang jelas mengenai proses pembinaan pemain muda, yaitu melalui kompetisi berjenjang yang teratur. Satu hal yang positif, PSSI mewajibkan setiap klub peserta Liga 1 (kasta tertinggi Liga Indonesia 2017) mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dan memberi kesempatan mereka bermain. Pemain asing pun telah dibatasi maksimal tiga orang. Sementara untuk Liga 2 (Divisi Utama) tanpa pemain asing sama sekali. PSSI juga sudah berencana memperbanyak jumlah pelatih sepak bola yang berkualitas. Memang harus ada banyak hal baru yang dilakukan demi terciptanya sebuah kemajuan.