Selasa, 04 Oktober 2016

Milan Sumbang Lima Pemain ke Timnas Italia

AC Milan dengan susah payah akhirnya berhasil mengalahkan Sassuolo 4-3 pada laga ke-7 Liga Italia Serie A 2016/17 yang berlangsung Minggu kemarin (2/10) di San Siro. Dalam beberapa tahun terakhir Neroverdi menjadi tim yang sangat susah ditaklukkan oleh Rossoneri. Bahkan pada musim 2015/16 lalu, tim yang promosi ke Serie A pada 2013/14 itu menempati posisi di atas Milan di klasemen akhir dan berhak mewakili Italia di Liga Europa musim ini.  Giacomo Bonaventura membawa tim tuan rumah unggul 1-0 di menit ke-6, namun tim tamu lantas membuat tiga gol yang membuat publik San Siro sempat berdebar-debar hingga pertengahan babak kedua. Vincenzo Montella melakukan perubahan yang efektif dengan menurunkan M'baye Niang dan Manuel Locatelli sebagai pengganti Luiz Adriano dan Riccardo Montolivo. Pelanggaran bek Sassuolo terhadap Niang diganjar wasit dengan tendangan penalti. Gol Carlos Bacca lewat titik putih (69'), disusul gol jarak jauh Locatelli (79') dan gol sundulan Gabriel Paletta akhirnya membuat Tim Merah-Hitam meraih tiga angka di kandang sendiri. Bacca untuk sementara menjadi pemain terproduktif di Serie A bersama Gonzalo Higuain (Juventus) dan Mauro Icardi (Internazionale) dengan koleksi enam gol. Locatelli mencatatkan gol pertamanya untuk Milan dan membuatnya menangis terharu sehabis mencetak gol
Locatelli mendapat apresiasi dari Donnarumma dan De Sciglio setelah mencetak gol.
AC Milan berada di nomor enam dalam klasemen sementara Serie A dengan poin 13. Namun sebenarnya AS Roma, Lazio, dan Chievo pun mengumpulkan poin yang sama dengan Rossoneri. Keempat tim bahkan mencatat rekor yang sama, yaitu empat kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah dari tujuh pertandingan. Milan hanya kalah dalam selisih gol. Sementara itu Juventus (18) dan Napoli (14) menduduki peringkat pertama dan kedua hingga pekan ke-7 kasta tertinggi Liga Italia 2016/17.

Kendati masih berada di luar zona Champion, Milan menjadi klub penyumbang pemain terbanyak untuk timnas Italia. Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, Mattia De Sciglio, Giacomo Bonaventura, dan Riccardo Montolivo termasuk dalam daftar pemain yang dipanggil Giampiero Ventura untuk menghadapi Spanyol (6/10) dan Macedonia (9/10) dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 mendatang.
Montolivo dan Bonaventura dalam latihan bersama timnas Italia.

Kejutan Mewarnai Pekan Ketujuh Liga Inggris dan Spanyol

Sejumlah hasil mengejutkan mewarnai pekan ketujuh Liga Inggris dan Spanyol  musim 2016/17 yang berlangsung awal Oktober 2016. Manchester City mengalami kekalahan pertamanya musim ini. Tottenham Hotspur menang 2-0 dan memutus rekor tim asuhan Pep Guardiola yang selalu menang dalam enam laga awal Liga Premier 2016/17. Gol bunuh diri Aleksander Kolarov dan gol Delle Ali membuat Claudio Bravo dua kali memungut bola dari gawangnya dalam pertandingan yang berlangsung di White Hart Lane pada Sabtu lalu (1/10). Kendati demikian, The Citizens masih tetap memimpin klasemen dengan unggul satu angka di atas Spurs, tim yang baru mengalahkannya. 
Aksi Anthony Martial membobol gawan Stoke City.
Kejutan lain di Inggris terjadi kala Manchester United ditahan imbang Stoke City di Old Trafford pada Minggu kemarin (2/10). Anthony Martial yang turun menggantikan Jesse Lingard membuat tuan rumah unggul 1-0, tapi Joe Allen bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menjelang pertandingan berakhir. United yang merupakan salah satu kandidat juara ternyata gagal menang dari tim penghuni dasar klasemen. Hasil tersebut membuat posisi Red Devils berada di nomor enam di bawah City, Spurs, Arsenal, Liverpool, dan Everton. Sehabis jeda internasional, tim besutan Jose Mourinho akan bertandang ke Anfield pada 15 Oktober 2016. Perjumpaan Liverpool dan United selalu menjadi pertandingan klasik di Liga Inggris.

Sementara itu di Liga Spanyol, Barcelona mengalami kekalahan keduanya dan Real Madrid menjalani hasil seri ketiganya musim ini. Celta Vigo menundukkan juara bertahan La Liga dengan skor 4-3. Bermain tanpa sejumlah pemain intinya, seperti Javier Mascherano, Andres Iniesta, dan Lionel Messi, anak asuh Luis Enrique bahkan tertinggal 0-3 di babak pertama. Masuknya Iniesta di babak kedua tidak cukup membalikkan keadaan, meski Gerard Pique (2) dan Neymar (1) mampu mencetak gol. Blaugrana harus puas berada di nomor empat di bawah Atletico Madrid, Real Madrid, dan Sevilla.
Ekpresi kekecewaan Ronaldo dan Bale tampak jelas setelah laga berakhir seri.
Real Madrid hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Eibar di Santiago Bernabeu pada Minggu silam (2/10). Sejumlah pemain andalan Los Blancos mesti absen, di antaranya Sergio Ramos, Marcelo, Casemiro, dan Luka Modric. Tim yang dilatih Zinedine Zidane lebih dulu tertinggal 0-1, sebelum akhirnya Gareth Bale menyamakan kedudukan dan menjadi golnya yang ke-50 di La Liga. Untuk ketiga kalinya El Real meraih hasil seri secara beruntun di La Liga, bahkan menjadi empat kali imbang jika ditambah hasil di Liga Champion pertengahan pekan lalu. Zidane harus bekerja keras membuat anak asuhnya kembali ke jalur kemenangan. Cederanya sejumlah pemain inti memang menjadi kendala tersendiri. Hal itu masih ditambah belum kembalinya performa terbaik Trio BBC di sektor depan, yang sempat absen karena masalah fisik. Karim Benzema bahkan sepertinya harus menepi lagi lantaran cedera saat Madrid vs Eibar. Jeda internasional menjadi masa pemulihan yang tepat bagi para pemain Los Merengues yang tidak fit. Tentu Zidane pun berharap pemain-pemain yang dipanggil tim nasional masing-masing tidak pulang ke Madrid membawa cedera.

Minggu, 02 Oktober 2016

Betapa Beda Kostum Manchester City dan Zorya Luhansk

Sejumlah kejutan mewarnai pertandingan kedua penyisihan grup Liga Champion 2016/17 yang berlangsung pada tengah pekan terakhir September 2016. Bayern Muenchen takluk 0-1 dari Atletico Madrid, sementara Borussia Dortmund menahan imbang Real Madrid 2-2. Leicester City mengalahkan FC Porto 1-0 dan menjadi salah satu tim yang selalu meraih kemenangan dalam dua laga awal Liga Champion. Barcelona, Atletico Madrid, dan Napoli juga belum kehilangan poin di Eropa, sebagaimana juara Liga Premier Inggris musim lalu. Satu kejutan lagi adalah keberhasilan Glasgow Celtic bermain seri 3-3 dengan Manchester City, sementara tim besutan Pep Guardiola sedang begitu perkasa dengan 10 kemenangan beruntun di semua ajang musim ini. City pun memimpin klasemen Liga Premier dengan enam kemenangan tanpa sekali pun kehilangan poin. 

Namun klub asal Manchester itu menghadirkan kejutan lain berupa kostum seri ketiganya yang begitu mencolok mata. Perpaduan warna jingga dan ungu menjadi sensasi tersendiri dan mengundang banyak komentar dari para pengguna twitter di Eropa. Kebanyakan orang heran dan mencercanya, hampir sama dengan perlakukan orang Indonesia merespons seragam tim olimpiade Indonesia, yang ternyata mendapat pujian dari dunia ketika ditampilkan di Olimpiade Brasil 2016 sekian bulan silam. 
Kostum ketiga Manchester City ini keren atau norak?
Sejak Euro 2016 lalu, perusahaan apparel asal Amerika Serikat yang kondang itu seperti kekurangan ide untuk merancang desain kostum produksinya. Misalnya Portugal, Prancis, dan Inggris yang kostumnya sama persis motifnya, sebatas berbeda warnanya. Ironisnya, pada musim 2016/17 Manchester City memiliki kostum utama yang kembaran dengan ketiga tim nasional itu. Tiada beda pula dengan kostum kedua Paris SG. Mayoritas suporter pun kecewa menyambutnya. Jadi melihat penampilan tim kesayangannya dengan kostum jingga ungu nan kinclong, sudah selayaknya para penggemar klub itu tersenyum bersukacita. Keberanian tim desainer Nike patut dipuji dalam hal ini.

Bagaimana dengan kostum yang dikenakan oleh Zorya Luhansk, tim Ukraiana yang kalah tipis dari Manchester United di Liga Europa? Barangkali sempat terlintas kesan, kita bagaikan melihat Zlatan Ibrahimovic dkk sedang bertanding melawan tim yang terdiri dari para wasit. Kostum Zorya yang berwarna serba-hitam, tanpa nama sponsor di dada, dan tanpa garis warna yang lain jua, mirip sekali dengan kostum wasit zaman dulu. Sangat monoton dan tidak menarik sama sekali.     
Apakah Manchester United bermain menghadapi tim wasit?

Jumat, 30 September 2016

Gol Zlatan Umpan Wazza

Manchester United meraih poin tiga pertamanya di Liga Europa 2016/17 setelah menaklukkan Zorya Luhansk (Ukraina) 1-0 di Old Trafford pada Rabu (29/9/2016) malam waktu setempat. Jose Mourinho melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain inti United. Sergio Romero, Timothy Fonsu-Mensah, Marcos Rojo, dan Marouane Fellaini, mendapat kepercayaan tampil sejak sepak mula. Pemain inti lainnya sama dengan saat Red Devils menggasak Leicester City 4-1 Sabtu (24/9) pekan lalu. Wayne Rooney kembali duduk di bangku cadangan, sedangkan kapten tim dijabat oleh Chris Smalling. Biarpun tampil sangat dominan, Zlatan Ibrahimovic dkk kesulitan menjebol gawang klub tidak terkenal dari negara pecahan Uni Sovyet tersebut. Sejumlah peluang emas bisa digagalkan oleh Oleksiy Shevchenko, kiper Zorya yang bermain cemerlang. Hingga akhirnya Zlatan berhasil memanfaatkan umpan Wazza di menit ke-69, yang menjadi satu-satunya gol yang tercipta di Old Trafford tadi malam. Rooney dimainkan untuk menggantikan Lingard di menit ke-67. United semakin ofensif ketika Anthony Martial dan Ashley Young masuk sebagai pengganti di menit ke-74. Namun kedudukan tidak berubah hingga pertandingan usai.