Tampilkan postingan dengan label kejutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejutan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2024

jerman vs spanyol di 8 besar, italia tersingkir

 


jerman vs spanyol bakal tersaji di babak 8 besar euro 2024 jerman. kedua tim yang dijagokan juara ternyata sudah bertemu di perempat final. sebuah final prematur pun terjadi. jerman menang 2-0 atas denmark di 16 besar. sementara itu, spanyol mengalahkan georgia 4-1. kejutan terjadi ketika italia, juara euro 2020, ditaklukkan swiss 0-2. kutukan juara bertahan piala eropa kandas di 16 besar ternyata berlanjut di jerman. hal itu sudah dialami oleh spanyol (2016) dan portugal (2020) pada turnamen sebelumnya. 



sementara itu, inggris juga melaju ke 8 besar setelah menang 2-1 atas slovakia via perpanjangan waktu di 16 besar. jude bellingham mencetak gol salto yang spektakuler. inggris berjumpa dengan swiss di 8 besar. kita  masih menanti kiprah prancis, belanda, dan portugal di 16 besar. apakah mereka bisa mengikuti jejak jerman, spanyol, dan inggris?

Rabu, 07 Desember 2022

Maroko Menghentikan Langkah Spanyol

Kejutan besar akhirnya terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar ketika Maroko sukses menghentikan langkah Spanyol lewat adu tendangan penalti.

Sabtu, 03 Desember 2022

Jerman, Belgia, Denmark, dan Uruguay Kandas

Jerman, Belgia, Denmark, dan Uruguay menjadi tim-tim unggulan yang kandas di fase penyisihan grup Piala Dunia 2022 Qatar.

Rabu, 23 November 2022

Kejutan Pertama : Argentina Dikalahkan Arab Saudi

Kejutan besar pertama terjadi di fase grup Piala Dunia 2022 Qatar. Argentina dikalahkan Arab Saudi dengan skor 1-2 dalam pertandingan pertama Grup C yang berlangsung Selasa (22/11/11) kemarin. Lionel Messi sempat membuat Albiceleste unggul 1-0 lewat tendangan penalti di menit ke-10. Namun, Arab Saudi mampu dua kali membobol gawang Emiliano Martinez di babak kedua.

Selasa, 26 Juli 2022

Kejutan Madura United di Pekan Perdana Liga Indonesia

Kompetisi Liga Indonesia kasta tertinggi bertajuk BRI Liga 1 2022/23 telah dimulai pada Sabtu (23/7/22). Juara bertahan Bali United menang 1-0 atas Persija dalam laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar yang telah kembali dipadati penonton. Bhayangkara FC bermain imbang 2-2 dengan Persib di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi. Sementara itu, Borneo FC Samarinda menang 3-0 atas Arema FC yang baru saja menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2022.

Kejutan terjadi ketika Madura United mengalahkan Barito Putera dengan skor 8-0! Luiz Marcelo Morais alias Lulinha menyumbang tiga gol dalam pesta gol tim tuan rumah di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Itulah hattrick pertama yang terjadi musim ini, tepat pada pada pekan pertama dan dibuat oleh pemain asing yang menjalani debutnya di Liga Indonesia.




PSS takluk 1-2 dari PSM Makasssar di Sleman. Sementara itu, Persis Solo yang bermain di Magelang dikalahkan Dewa United, sesama tim promosi dari Liga 2 musim lalu. Sayang sekali, terjadi insiden di Yogyakarta yang dilakukan oknum suporter Persis Solo ketika mereka melewati Yogyakarta menuju Magelang pada Senin (25/7). Tim asal Solo itu harus menjalani laga kandang pertamanya di Stadion Moch. Subroto, Magelang karena Solo akan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022.

PSIS ditahan imbang 1-1 oleh RANS Nusantara yang merupakan tim promosi. Persita dan Persikabo 1973 meraih poin tiga ketika menjamu Persik dan Persebaya di depan pendukungnya.

Foto : @liga1match dan @sports.indosiar



Rabu, 29 September 2021

Kekalahan Kandang Madrid dan Milan di Eropa

Kejutan besar terjadi ketika Real Madrid tumbang 1-2 di tangan Sheriff Tiraspol dari Moldova di depan pendukungnya sendiri. Karim Benzema mencetak gol tunggal Madrid dan koleksi golnya di UCL melampaui Raul Gonzales.

AC Milan juga takluk 1-2 dari Atletico Madrid di San Siro. Milan sempat unggul 1-0 lewat gol Rafael Leao, tapi diusirnya Franck Kessie membuat tim tamu berbalik unggul dan akhirnya membawa poin tiga dari Milan. 

Sementara itu, Lionel Messi akhirnya mencetak gol pertamanya bagi PSG ketika tim barunya menang 2-0 atas Manchester City.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Cristiano Ronaldo Kembali ke Manchester United



"Saya pikir orang tak akan dengan cepat melupakan yang telah saya lakukan bagi klub ini. Karena itulah, saya merasa fan United begitu luar biasa." (Cristiano Ronaldo dalam Inside United Indonesia tahun 2009) 

Cristiano Ronaldo pernah menjalani masa emas selama enam musim di Manchester United. Ia bermain dalam 292 laga, mencetak 118 gol, dan mengoleksi delapan trofi pada 2003-2009. Kariernya kian cemerlang bersama Real Madrid dan sedikit meredup di Juventus. Namun, CR7 toh masih mampu menjadi pencetak gol tersubur Serie-A 2020/21untuk Juventus dan Euro 2020 bagi Portugal. 

Awal musim 2021/22 Ronaldo kembali bergabung dengan MU dan menjadi anak asuh Ole Gunnar Solskjaer yang pernah menjadi rekan bermainnya. Semoga masih tersisa jatah keberhasilan Ronaldo menjadi juara bersama Manchester United di periode kedua. 







Jumat, 30 Juli 2021

Jepang Sempurna, Spanyol dan Brasil Lolos ke 8 Besar

Cabang sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 telah merampungkan fase grup. Delapan tim lolos ke perempat final dan delapan tim lainnya mesti kembali ke negara masing-masing. Tuan rumah Jepang secara meyakinkan menjadi juara Grup A dengan meraih tiga kemenangan atas Prancis, Afrika Selatan, dan Meksiko. Korea Selatan menjadi juara Grup B dengan dua kali kemenangan. Spanyol dan Brasil yang pernah meraih medali emas Olimpiade menjadi juara Grup C dan D. Kejutan terjadi ketika Prancis, Argentina, dan Jerman kandas di babak penyisihan.


Jepang bertemu Selandia Baru, sedangkan Spanyol ditantang oleh Pantai Gading. Korsel berjumpa dengan Meksiko, sementara itu Brasil bakal melawan Mesir. Sebagai tuan rumah tampaknya Jepang berpotensi besar untuk lolos ke final dan meraih medali emas Olimpiade perdananya.


Senin, 05 Oktober 2020

Ketika MU dan Liverpool Kompak Kalah Telak

Sesuatu yang sungguh aneh terjadi pada Minggu (4/10/20) lalu. Manchester United dihajar 1-6 oleh Tottenham Hotspur di Old Trafford. Pada malam yang sama, Liverpool yang merupakan juara bertahan Liga Primer takluk 2-7 dari Aston Villa. Pada pekan sebelumnya Manchester City kalah 2-5 dari Leicester City.

United sebenarnya lebih dulu unggul lewat tendangan penalti Bruno Fernandes. Namun, diusirnya Anthony Martial pada menir ke-28 membuat permainan anak asuh Ole Gunnar Solkjaer menjadi ambyar. Tim besutan Jose Mourinho bahkan sudah unggu 4-1 pada akhir babak pertama.

Kekalahan Liverpool lebih mengejutkan karena Juergen Klopp masih memainkan sejumlah pemain intinya seperti Virgil van Dijk, Wijnaldum, dan Mohamed Salah, meskipun Allison dan Sadio Mane absen karena cedera dan terinfeksi covid-19. Salah bahkan membuat dua gol, tapi gawang timnya yang dikawal Adrian mesti tujuh kali kebobolan.

Kamis, 27 Februari 2020

Kejutan Mewarnai 16 Besar Liga Champion

Banyak hasil mengejutkan terjadi dalam pertandangan pertama babak 16 besar Liga Champion Eropa 2019/20 yang berlangsung pada 18-19/2/20 dan 25-26/2/20. Pada pekan lalu, Atletico Madrid menang 1-0 atas Liverpool yang merupakan juara bertahan. Borussia Dortmund unggul 2-1 atas PSG melalui dua gol Erling Haaland yang kini telah mengoleksi 10 gol di Eropa. Atalanta yang menjalani debutnya di UCL menundukkan Valencia 4-1, sedangkan Tottenham Hotspur yang kini dilatih Jose Mourinho takluk 0-1 dari RB Leipzig.

Sementara itu, pada pekan ini Real Madrid kalah 1-2 dari Manchester City di depan publik sendiri. Isco lebih dulu membawa El Real unggul 1-0 di menit ke-60. Gabriel Jesus mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-78 dan Kevin de Bruyne membawa tim tamu menang pada menit ke-83. Sergio Ramos diusir wasit di menit ke-86. Los Blancos sebelumnya juga menderita kekalahan di La Liga yang membuatnya tergusur dari puncak klasemen. Selanjutnya anak asuh Zinedine Zidane akan bertemu Barcelona yang belum lama berganti pelatih pada awal Maret mendatang. Semoga saja Madrid mampu mengandaskan pesaing terberatnya dalam meraih juara Liga Spanyol musim ini.

Hasil lainnya pun cukup mengejutkan. Napoli yang kini dilatih Gennaro Gattuso menahan imbang Barcelona 1-1. Lyon menang 1-0 atas Juventus dan Chelsea kalah 0-3 dari Bayern Muenchen di Stamford Bridge. Masih ada pertandingan kedua perdelapan final yang dimainkan Maret mendatang. Liverpool, PSG, dan Spurs mungkin masih bisa membalikkan keadaan. Begitu pula dengan Madrid, Juve, dan Barca. Sementara itu Atalanta dan Muenchen sudah cukup aman untuk  bisa lolos ke perempat final.

Senin, 02 Juli 2018

Messi, Ronaldo, dan Spanyol Sudah Pulang

Kejutan demi kejutan masih terus terjadi di Rusia. Babak perdelapan final Piala Dunia 2018 telah memainkan empat pertandingan dalam dua hari, Sabtu (30/6) dan Minggu (1/7). Bintang-bintang kondang pun tak bisa terus bersinar dan kembali berguguran. Argentina takluk 3-4 dari Prancis, sedangkan Portugal kandas 1-2 di tangan Uruguay. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah harus pulang dari Rusia setelah timnya kalah pada hari yang sama. Antoine Griezmann sempat membuat Le Bleus unggul 1-0 di menit ke-13, tapi Albiceleste kemudian membalas dan berganti memimpin 2-1 lewat gol Angel Di Maria (41') dan Gabriel Mercado (48'). Benjamin Pavard menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-57. Dua gol Kylian Mbappe hanya dalam empat menit (64' dan 68') membuat anak asuh Didier Deschamps unggul 4-2. Gol Sergio Aguero di menit ke-90+3 hanya mampu menipiskan kekalahan Argentina. Sementara itu, sepasang gol Uruguay dibuat oleh Edinson Cavani. Gol Pepe hanya sempat menyamakan kedudukan di menit ke-55. Ada benang merah yang menghubungkan bintang kemenangan Prancis dan Uruguay. Mbappe dan Cavani sama-sama bermain di PSG, klub raksasa Prancis. Dengan mencetak dua gol di 16 besar, keduanya kini mengoleksi tiga gol di Piala Dunia 2018. Mereka berdua akan saling berhadapan ketika Prancis bertemu Uruguay di perempat final. 

Sementara itu, Spanyol yang merupakan kandidat juara lainnya pun dihentikan langkahnya oleh tuan rumah Rusia lewat adu penalti. La Roja yang dihuni oleh pemain-pemain top seperti David De Gea, Sergio Ramos, Andres Iniesta, Isco, dan Diego Costa dipastikan gagal meraih trofi keduanya di Piala Dunia. Anak asuh Fernando Hierro lebih dulu unggul 1-0 lewat gol bunuh diri bek Rusia yang mengawal Sergio Ramos dalam sebuah kemelut di muka gawang Igor Akinfeev, yang didahului sepak pojok Marco Asensio. Tim tuan rumah menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Artem Dzyuba setelah tangan Gerard Pique terkena bola di depan gawang Sapnyol. Kedua tim bermain seri 1-1 hingga 90 menit yang dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit. Skor tidak berubah sehingga laga mesti diakhiri dengan adu tendangan penalti. Akinfeev, penjaga gawang sekaligus kapten Rusia menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan Koke dan Iago Aspas. Sang kiper terpilih sebagai pemain terbaik Rusia vs Spanyol. Rusia pun unggul 4-3 dalam adu penalti dan berhak melaju ke 8 besar.

Satu laga lain yang harus diselesaikan lewat adu penalti adalah Kroasia vs Denmark. Pada lima menit awal pertandingan kedua  tim sudah bermain 1-1, tapi kemudian mereka tidak bisa lagi menjebol gawang lawan hingga usai waktu normal. Luka Modric berpeluang membuat Kroasia unggul di babak kedua perpanjangan waktu, tapi tendangan penaltinya berhasil digagalkan Kasper Schmeichel. Selanjutnya, adu penalti menjadi adu ketangguhan kiper kedua tim, Danijel Subasic dan Schmeichel. Subasic sukses menggagalkan tiga penalti pemain Denmark, sedangkan Schmeichel dua kali melakukannya. Ivan Rakitic menjadi penendang terakhir Kroasia yang menjadikan timnya unggul 3-2 dalam adu penalti. Kroasia akan menantang Rusia di babak perempat final. Sementara itu, Kasper Schmeichel terpilih sebagai pemain terbaik biarpun timnya terhenti langkahnya di Rusia.

Senin, 25 Juni 2018

Hujan Gol di Grup G Piala Dunia 2018

Hujan gol terjadi di Grup G ketika melakoni matchday 2 Piala Dunia 2018. Belgia mengandaskan Tunisia 5-2 pada Sabtu (23/6/208), lalu Inggris menundukkan Panama 6-1 pada Minggu (24/6). Tercipta total 14 gol hanya dari dua pertandingan! Kejutan besar terjadi ketika Argentina takluk 0-3 dari Kroasia di Grup D. Lionel Messi dkk terancam tidak lolos ke babak 16 besar, sedangkan pada pertandingan lainnya Nigeria menang 2-0 atas Islandia. Argentina wajib mengalahkan Nigeria di laga terakhir dan berharap Islandia gagal menang dari Kroasia jika tidak ingin pulang awal. Brasil yang kalah di matchday 1 Grup E mampu bangkit dengan mengalahkan Kosta Rika 2-0. Dua gol Selecao baru disumbang oleh Coutinho dan Neymar setelah memasuki additional time. Jerman juga bisa menang atas Swedia 2-1 lewat gol Toni Kroos di menit terakhir laga kedua Grup F. Kolombia pun bisa unggul 3-0 atas Polandia di Grup H. Brasil, Jerman, dan Kolombia masih menjaga peluang untuk bisa bermain di fase gugur. Rusia, Uruguay, Meksiko, Prancis, Kroasia, Belgia, dan Inggris meraih kemenangan keduanya di Piala Dunia 2018. Portugal menang 1-0 atas Maroko dan Spanyol juga mengalahkan Iran 1-0, meski tim lawan sebenarnya bermain lebih baik. Laga seru terjadi di Grup H ketika Senegal dan Jepang bermain imbang 2-2.

Enam tim telah memastikan melangkah ke perdelapan final setelah menjalani dua pertandingan di fase grup. Mereka adalah Rusia dan Uruguay (Grup A), Prancis (Grup C), Kroasia (Grup D), lalu Inggris dan Belgia (Grup G). Portugal, Spanyol, Iran masih bersaing menjadi sepasang wakil Grup B. Denmark dan Australia berusaha menjadi pendamping Prancis di Grup C. Nigeria, Australia, Argentina akan bekerja keras mengikuti jejak Kroasia di grup D. Kroasia, Swiss, dan Serbia masih berpeluang meraih dua tiket 16 besar dari Grup E. Meksiko, Jerman, Swedia, dan bahkan Korsel belum pupus kesempatannya menjadi wakil Grup F. Jepang, Senegal, dan Kolombia juga bersaing keras meraih dua tiket terakhir dari Grup H. Matchday 3 dipastikan berlangsung sangat seru dalam sepekan ke depan. Kejutan masih mungkin terjadi, misalnya Argentina terhenti kiprahnya di fase grup.

Sementara itu, delapan tim sudah pasti tersingkir dari Piala Dunia 2018. Mereka adalah Arab Saudi dan Mesir (Grup A), Maroko (Grup B), Peru (Grup C), Kosta Rika (Grup E), Tunisia dan Panama (Grup G), serta Polandia (Grup H).

Rabu, 13 Juni 2018

Julen Lopetegui Dipecat Spanyol, Fernando Hierro Penggantinya

Hanya sehari sebelum Piala Dunia 2018 Rusia resmi dimulai, kejutan besar datang dari kubu Spanyol. Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) resmi memecat Julen Lopetegui yang berjasa membawa Sergio Ramos dkk berlaga di Rusia dengan hasil cemerlang di kualifikasi. Hal itu dilakukan menyusul diumumkannya Lopetegui sebagai pelatih baru oleh Real Madrid pada Selasa (12/8/2018) kemarin. RFEF beralasan bahwa Lopetegui telah melanggar etika karena memutuskan menerima pinangan Los Blancos secara diam-diam dan baru mengabari Luis Rubiales, presiden federasi, hanya lima menit menjelang pengumuman resmi oleh klub. 

Sebenarnya Louis van Gaal maupun Antonio Conte pernah diumumkan sebagai pelatih baru Manchester United dan Chelsea ketika masing-masing masih berstatus sebagai pelatih Belanda maupun Italia. Namun, pengumuman dari jauh hari, baik dari sang pelatih maupun pihak klub tampaknya membuat federasi tidak menjadikannya problema berarti. Van Gaal menangani MU setelah memimpin Belanda di Piala Dunia 2014, sedangkan Conte melatih Chelsea sehabis mengarsiteki Italia di Piala Eropa 2016.

RFEF langsung menunjuk Fernando Hierro sebagai pengganti Lopetegui. Entah bagaimana nasib Sergio Ramos dkk sepeninggal Lopetegui. Padahal laga pertama Spanyol adalah menghadapi Portugal, lawan terberat di Grup B, pada Jumat (15/6) lusa. Entah apakah Rubiales pernah memikirkan bagaimana kondisi psikologis para pemain yang dipaksa berpisah dengan pelatihnya secara tiba-tiba. Tugas berat bagi Hierro yang tidak hanya wajib merancang strategi di lapangan, tapi juga harus mampu mengatasi faktor nonteknis di dalam tim. Pergantian pelatih menjelang turnamen berlangsung menjadikan nasib La Furia Roja sarat dengan teka-teki. Apakah Spanyol masih layak menjadi salah satu calon kampiun di Rusia atau performanya bakal hancur berantakan, bahkan lolos dari grup saja tak sanggup? 

Sabtu, 02 Juni 2018

Zidane Mundur dari Real Madrid

Ketika Real Madrid dan para pendukungnya masih hangat merayakan gelar ketiga Liga Champion dalam tiga musim terakhir,  kabar mengejutkan justru datang dari Zinedine Zidane. Lelaki asal Prancis itu menyatakan mundur dari kursi pelatih El Real pada Kamis (31/5/2018) kemarin. Tidak terlalu jelas apa alasan sejati Zizou melakukan pengunduran diri ketika sedang dalam puncak prestasi. Dia hanya menyatakan bahwa Madrid memerlukan perubahan. Mengoleksi sembilan trofi dengan mencetak hattrick di Liga Champion jelas pencapaian luar biasa dari seorang pelatih. Itulah yang dilakukan Zidane hanya dalam kurun waktu dua setengah tahun. Mantan gelandang Los Galacticos itu dipercaya menangani Sergio Ramos dkk pada Januari 2016 menggantikan Rafael Benitez. Debutnya saat itu adalah membawa anak asuhnya menang 5-0 atas Deportivo La Coruna (10/1/2016) di La Liga 2015/16.  Laga terakhirnya bersama Madrid adalah menang 3-1 atas Liverpool (26/5/2018) di final Liga Champion 2017/18. Hampir semua gelar pernah dijuarai oleh Zizou. Hanya Copa del Rey satu-satunya trofi yang belum diraih Zidane bersama Los Blancos. Yang jelas, Zinedine Zidane telah melakukan sesuatu yang tidak biasa dan mampu menghindarkan diri dari catatan buruk bernama dipecat Real Madrid, sesuatu yang sudah jamak dilakukan klub raksasa Spanyol itu terhadap pelatih-pelatih top di masa lalu.

Sejumlah nama langsung diapungkan sebagai calon pengganti Zidane. Arsene Wenger, Joachim Loew, Mauricio Pochettino, Antonio Conte, dan Massimiliano Allegri adalah nama-nama besar yang dirasa layak menjadi arsitek El Real musim depan. Namun, nama Guti Hernandez yang kini menangani tim junior Madrid juga ada yang menyebutnya. Guti pernah menjadi rekan Zidane bermain bersama bintang top di masanya seperti Raul Gonzales, Ronaldo, Luis Figo, Roberto Carlos, dan Iker Casillas. 

Rabu, 11 April 2018

Kejutan Roma Singkirkan Barca

Kejutan-kejutan yang terjadi dalam sepak bola memang kerap tak terbayangkan bisa terjadi. Hal itulah yang membuat sepak bola senantiasa menarik untuk diikuti. Ketika Barcelona mengalahkan AS Roma dengan skor telak 4-1 sepekan lalu, bisa jadi hampir semua orang menjagokan Lionel Messi dkk bakal melenggang ke semifinal dengan mudahnya. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. I Giallorossi melakukan comeback luar biasa dengan menundukkan La Blaugrana 3-0 di Stadion Olimpico Roma pada Selasa (10/4/2018) waktu setempat. Uniknya, semua pencetak gol Roma adalah pemain yang sama dalam dua pertandingan, yaitu Edin Dzeko, Danielle De Rossi, dan Kostas Manolas. Hanya bedanya, jika De Rossi dan Manolas membuat gol ke gawang sendiri pada laga di Barcelona, maka mereka membobol gawang lawan di depan publik sendiri. Kedua pemain tersebut membayar tuntas kesalahan yang mereka lakukan sebelumnya.

Sementara itu, Manchester City gagal bangkit ketika menjamu Liverpool. Kendati sempat unggul 1-0 lewat gol Gabriel Jesus, anak asuh Pep Guardiola akhirnya kalah lagi ketika Mohamed Salah dan Roberto Firmino kembali menaklukkan Ederson. The Citizens pun kalah 1-2 dan tersisih di babak perempat final dengan skor agregat 1-5. Anak asuh Juergen Klopp pun berhak menjadi wakil Liga Inggris di semifinal UEFA Champions League 2017/18. Tidak mustahil The Reds akan kembali mengulangi prestasi Steven Gerrard dkk ketika ditangani oleh Rafael Benitez.

Kedua tim yang menang pada pertemuan pertama memang mengalami nasib yang berbeda dalam laga kedua. Kendati demikian, ternyata ada benang merah lain yang menghubungkan dua pertandingan yang berlangsung di waktu bersamaan tersebut. Tim yang menggunakan kostum berwarna merah (AS Roma dan Liverpool) sama-sama menaklukkan tim dengan jersey biru muda (Manchester City dan Barcelona). Selain itu, ada empat pemain yang selalu mencetak gol dalam dua kali laga perempat final, yaitu Dzeko, De Rossi, dan Manolas (Roma), plus Mo Salah (Liverpool).

Selasa, 18 Juli 2017

Satu Dekade Aksi Indonesia di Piala Asia 2007


Barangkali tidak banyak pemerhati sepak bola nasional yang mengingat bahwa pada Juli 2017 ini adalah tepat sepuluh tahun tim nasional Indonesia beraksi di ajang Piala Asia 2007. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen resmi AFC (Asian Football Confederation) tersebut bersama Thailand (Grup A), Vietnam (Grup B), dan Malaysia (Grup C). Tim Merah Putih yang dilatih Ivan Kolev berada di Grup D bersama Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Meski sebagai tuan rumah, kualitas Indonesia di atas kertas berada di bawah ketiga tim lainnya. Sebuah kejutan mewarnai Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain 2-1 pada laga pertama Grup D (10/7/2007). Budi Sudarsono (menit ke-14) dan Bambang Pamungkas (64') menjadi pencetak gol kemenangan tim tuan rumah yang didukung sekitar 60.000 penonton di SUGBK, jumlah yang relatif sedikit dibandingkan dengan kapasitas stadion. Firman Utina merupakan inspirator terciptanya kedua gol dan menjadi pemain terbaik laga tersebut. Indonesia bermain dalam formasi 4-3-3. Pada babak pertama, dua gelandang bertahan Indonesia-Mahyadi Panggabean dan Ponaryo Astaman-mengalami cedera lalu digantikan oleh Eka Ramdani dan Syamsul Bachri. Posisi kapten yang semula ditempati Ponaryo pun pindah ke tangan Bambang. 

Indonesia vs Bahrain :  Jendri Pitoy;  Ricardo Salampessy, Charis Yulianto, Maman Abdurrahman, Muhammad Ridwan; Mahyadi Panggabean (Eka Ramdani 32'), Ponaryo Astaman (Syamsul Bachri 35'), Firman Utina; Elie Aiboy (Supardi 86'), Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas.


Kegembiraan Bambang Pamungkas setelah mencetak gol kemenangan Indonesia (10/7/2007).
Dukungan penonton meningkat drastis pada dua pertandingan selanjutnya. Sekitar 87.000 penonton menyaksikan langsung di SUGBK dan tentu lebih banyak lagi yang melihatnya di depan layar televisi. Lawan selanjutnya adalah Arab Saudi (14/7). Bambang Pamungkas dkk tidak diunggulkan ketimbang tim peraih tiga kali juara Piala Asia tersebut. Babak pertama berakhir imbang 1-1 ketika Elie Aiboy (17') berhasil menyamakan kedudukan setelah Arab Saudi lebih dulu unggul 1-0. Sayang sekali, menjelang akhir laga, gawang Jendri Pitoy kebobolan untuk kedua kalinya. Indonesia pun kalah 1-2 dari Arab Saudi. 

Tim terakhir yang dihadapi anak asuh Ivan Kolev adalah Korea Selatan (18/7). Indonesia sebenarnya masih berpotensi lolos ke perempat final karena memiliki poin tiga dari dua laga, sama dengan Bahrain. Sementara Korsel sendiri baru memiliki poin satu dari hasil imbang melawan Arab Saudi dan dikalahkan Bahrain. Arab Saudi sendiri sudah pasti lolos dengan poin empat sebelum laga terakhir. Nasib baik rupanya belum berpihak pada Indonesia. Dengan memainkan Markus Horison sebagai kiper dan Ponaryo kembali sebagai kapten, Skuad Garuda sebenarnya mampu mengimbangi penampilan semifinalis Piala Dunia 2002 tersebut. Namun, gol tunggal Jung Woo Kim (34') tidak mampu dibalas oleh Bambang Pamungkas dkk. Indonesia pun gagal ke babak 8 besar dan harus puas menempati posisi ketiga Grup D dengan hasil satu kali menang dan dua kali kalah dengan selisih gol 3-4. Namun bagaimanapun, hasil di Piala Asia 2007 adalah prestasi terbaik timnas di turnamen resmi antarnegara Asia tersebut.

Maman Abdurrahman dkk kelabakan menghadapi Korsel (18/7/2007).
Akan tetapi, sungguh disayangkan bahwa satu dekade silam itulah penampilan terakhir Indonesia di turnamen Piala Asia. Tim Merah Putih gagal lolos ke putaran fina Piala Asia 2011, 2015, dan 2019. Jika dalam dua kali kesempatan (2011 dan 2015) Indonesia kandas di babak kualifikasi, maka pada kesempatan terakhir (2019) Indonesia tersisih sebelum bertanding karena sedang dihukum oleh FIFA, buah pahit terjadinya konflik PSSI-Menpora RI pada 2015 silam. Kemungkinan terbesar kembali bermain di Piala Asia adalah pada tahun 2023 mendatang.

Sebagai rasa respek dan kebanggaan saya terhadap penampilan Indonesia di Piala Asia 2007, maka hingga hari ini saya masih memasang poster berukuran besar-bonus dari Tabloid BOLA-yang menampilkan 23 pemain timnas satu dasawarsa lalu itu di kamar tidur saya. Hal itu pula yang menjadi alasan saya membuat tulisan ini.



Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2007:
Kiper:  1. Jendry Pitoy (Persipura), 12. Feri Rotinsulu (Sriwijaya FC), 23. Markus Horison (PSMS)
Belakang:  
2. M. Ridwan (PSIS), 3. Erol Iba (Persik), 4. Ricardo Salampessy (Persipura), 
5. Maman Abdurrahman (PSIS), 6. Charis Yulianto (Sriwijaya FC), 14. Ismed Sofyan (Persija),
18. Firmansyah (Sriwijaya FC), 21. Hary Saputra (Persis), 22. Supardi (PSMS)
Tengah: 7. Eka Ramdhani (Persib), 9. Mahyadi Panggabean (PSMS), 11. Ponaryo Astaman (Arema),
15. Firman Utina (Persita), 16. Syamsul Bachri Chaerudin (PSM), 17. Atep (Persija)
Depan:  
8. Ellie Aiboy (Arema), 10. Rahmat Rivai (Persiter), 13. Budi Sudarsono (Persik), 
15. Zaenal Arief (Persib), 20. Bambang Pamungkas (Persija)
Cadangan: 
Achmad Kurniawan (Arema), Aris Budi Prasetyo (Persik), Bayu Sutha (Persib), Achmad Amiruddin (PSM),
Achmad Jufriyanto (Persita), Legimin Raharjo (PSMS), Irsyad Aras (PSM)


Rabu, 15 Maret 2017

Kejutan dari Persib dan Persija

Satu bulan menuju kompetisi resmi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang rencananya bertajuk Liga 1, kabar mengejutkan datang dari Persib Bandung dan Persija Jakarta pada hari yang sama, Selasa (14/3/2017) kemarin. Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-84, Persib memperkenalkan pemain asing terbarunya : Michael Essien. Pemain asal Ghana tersebut bukanlah nama yang asing di mata penggemar sepak bola dunia karena pernah memperkuat Chelsea (2005-2014), Real Madrid (2012-2013), dan AC Milan (2014-2015). Bergabungnya Essien ke Persib diberitakan pula oleh sejumlah media internasional, misalnya Daily Mail dan BBC. Gelandang tangguh berusia 34 tahun itu mengalami masa terbaik dalam kariernya ketika memperkuat The Blues, antara lain merasakan dua gelar juara Liga Inggris dan satu  trofi Liga Champion Eropa. Essien memperkuat timnas Ghana 58 kali dengan 9 gol dan prestasi gemilang bersama negaranya adalah tampil di 16 besar Piala Dunia 2006. Terakhir kali Essien tercatat sebagai pemain Panathinaikos pada musim 2015/16. Kostum nomor lima akan dikenakan oleh mantan bintang timnas Ghana itu selama semusim ke depan bersama Maung Bandung. Persib adalah tim dengan jersey biru kedua bagi Essien setelah Chelsea.

Berita yang cukup mengagetkan dari Persija adalah bergabungnya Gede Widiade sebagai direktur umum tim ibu kota Indonesia tersebut. Selama ini dia terkenal sebagai tokoh sepak bola tim Surabaya dan terakhir menjadi CEO Bhayangkara FC. Kehadiran Gede menjadi angin segar bagi Macan Kemayoran yang selama ini dilanda kelesuan menjelang Liga 1 pada April mendatang. Mantan manajer timnas Indonesia U-23 pada 2015 tersebut akan membenahi manajemen Persija dan berjanji akan mendatangkan sejumlah pemain baru untuk tim yang dilatih oleh Stefano Cugurra Teco.

Kamis, 16 Februari 2017

Turunnya Status Tim Jagoan Barcelona

Kejutan besar terjadi di hari pertama laga pertama babak 16 besar Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung Selasa (14/2/2017) waktu setempat. Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menaklukkan Barcelona di Parc des Princes dengan empat gol tanpa balas! Pertandingan antara jawara Liga Prancis dan kampiun Liga Spanyol musim lalu itu memang diprediksi berlangsung seru. Namun, pasti sangat sedikit orang yang menduga tim besutan Luis Enrique bisa kalah dari tim asuhan Unai Emery dengan skor sebesar itu. Dalam kemenangan 4-0 tersebut, Angel di Maria menyumbang dua gol, sementara dua gol lainnya diciptakan Julian Draxler dan Edinson Cavani. Bagi Di Maria dan Cavani, hari itu berlipat ganda kegembiraan mereka karena bertepatan dengan hari lahir keduanya. Angel tepat berusia 29 tahun, sedangkan Edinson menginjak umur 30 tahun. Mereka berdua pun merayakan kemenangan timnya sekaligus ulang tahun mereka di ruang ganti pemain sehabis pertandingan. Pada hari yang sama, Benfica menang 1-0 atas Borussia Dortmund di laga perdelapan final lainnya.
Angel di Maria mencetak dwigol ketika PSG menang 4-0 atas Barcelona.
Barcelona adalah tim yang dalam sekitar 15 tahun terakhir selalu dijagokan menjadi juara Liga Champion Eropa, termasuk musim ini, bersama klub lainnya semacam Real Madrid, Bayern Muechen, dan Juventus. Tentu memang sudah selayaknya. El Barca empat kali berjaya di kejuaraan paling bergengsi antarklub Eropa (2005/2006, 2008/2009, 2000/2011, dan 2014/2015) sepanjang 2006-2016 dan enam kali juara La Liga dalam delapan tahun terakhir. Ketika menghadapi PSG, Blaugrana sebenarnya diperkuat oleh hampir semua bintangnya, termasuk Gerard Pique, Jordi Alba, Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan Trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar Junior). Namun, pelatih Spanyol di Paris ternyata lebih cerdik ketimbang rekan senegaranya dari Barcelona. Marco Veratti dkk membuat Lionel Messi dkk tidak berdaya. Status Blaugrana sebagai salah satu calon juara Eropa musim ini pun turun drastis. Justru pada sisi lain, Les Parisiens menjadi tim yang pantas diunggulkan menjuarai UCL untuk pertama kalinya tahun ini. Sebelum hijrah ke Paris, Emery pernah membawa Sevilla juara Liga Europa tiga kali beruntun (2013/14, 2014/15, dan 2015/16). Yang jelas, peluang klub Prancis itu lolos ke perempat final sangat besar asalkan tidak kalah 0-5 ketika bertandang ke Barcelona dalam laga kedua perdelapan final Maret mendatang. Emery berpeluang besar naik kelas bersama PSG.

Ada sebuah fakta menarik yang menunjukkan bahwa ketika sebuah klub ditinggal pergi Zlatan Ibrahimovic, maka musim berikutnya klub itu juara Liga Champion. Hal itu pernah terjadi pada Inter Milan (2009/2010) dan Barcelona (2010/2011). Akhir musim lalu Zlatan hijrah ke Manchester United setelah empat musim membela PSG (2012-2016) tanpa pernah mencicipi trofi jawara antarklub Eropa. Namun, harap diingat pula bahwa hal itu hanya terjadi dua kali sepanjang karier Ibra. Striker jangkung asal Swedia itu pernah berkali-kali berpindah klub, sejak dari Malmoe, Ajax Amsterdam, Juventus, Internazionale, Barcelona, AC Milan, PSG, hingga Manchester United. Jadi, PSG mungkin saja mengikuti jejak Inter dan Barca, tapi bisa pula seperti Juventus dan Milan sebagai klub besar Eropa lainnya yang pernah diperkuat Zlatan Ibrahimovic.

Jumat, 20 Januari 2017

Real Madrid Ditundukkan Celta Vigo

Kejutan terjadi di laga pertama perempat final Copa del Rey 2016/17. Real Madrid tunduk 1-2 dari Celta Vigo dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (18/1/2017) waktu setempat. Cukup aneh rasanya melihat Los Blancos  musim ini mengalami kekalahan dua kali berturut-turut hanya dalam kurun waktu empat hari. Minggu kemarin (15/1) El Real dikandaskan Sevilla 1-2, yang menjadi kekalahan pertama musim ini. Sebelum itu, tim yang dilatih Zinedine Zidane sukses membuat rekor tidak terkalahkan dalam 40 pertandingan sepekan silam. Zizou menurunkan nyaris semua pemain intinya, termasuk Cristiano Ronaldo, yang baru tampil perdana di Copa del Rey musim ini. Iago Aspas membuat tim tamu unggul di menit ke-64. Marcelo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-69, tapi langsung disusul gol yang dicetak Jonny Castro ke gawang Kiko Casilla satu menit kemudian. Meski kalah, tapi peluang Los Blancos ke semifinal masih terbuka, asalkan mereka mampu menang dengan skor minimal 2-0 pada laga kedua perempat final Copa del Rey sepekan mendatang. 
Pertandingan terdekat Madrid selanjutnya adalah menjamu Malaga di La Liga pada Minggu (22/1). Mudah-mudahan Sergio Ramos dkk bisa lekas kembali ke jalur kemenangan sehabis dua kali terhempas oleh kekalahan. Peluang untuk menjadi juara di semua ajang mesti terus dijaga.

Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember.