Tampilkan postingan dengan label intermeso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermeso. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2016

Kostum Apik Tim Tidak Ternama

Sejumlah negara peserta Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa yang tidak memiliki nama besar justru memiliki kelebihan dalam satu hal. Kostum tim yang mereka kenakan justru lebih apik dan menarik ketimbang tim-tim kondang yang mereka hadapi, seperti : Spanyol, Prancis, Portugal, dan Inggris. Misalnya saja Macedonia yang berjumpa dengan Spanyol dan Italia di Grup G. Ada  pula Slovenia dan Malta, tim yang dihadapi Inggris di Grup F. Ada lagi Andorra yang dibantai oleh Portugal. Demikian pula Belarusia dan Moldova. Uniknya, rata-rata tim tersebut berasal dari Eropa Timur. Slovenia dan Macedonia merupakan eks negara Yugoslavia, sementara Belarusia dan Moldova dahulu tergabung bersama Uni Sovyet.

Berikut ini penampakan wajah kostum yang apik, unik, dan menarik -versi saya- dari beberapa tim Eropa yang tidak terkenal. Yang pantas dicatat, selain melibatkan nama sponsor kondang -Adidas dan Nike, ada pula nama Jako dan Givova yang belum mendunia.

MACEDONIA (JAKO)

SLOVENIA (NIKE)

ANDORRA (ADIDAS)

MALTA (GIVOVA)

BELARUSIA (ADIDAS)

MOLDOVA (JAKO)

Minggu, 02 Oktober 2016

Betapa Beda Kostum Manchester City dan Zorya Luhansk

Sejumlah kejutan mewarnai pertandingan kedua penyisihan grup Liga Champion 2016/17 yang berlangsung pada tengah pekan terakhir September 2016. Bayern Muenchen takluk 0-1 dari Atletico Madrid, sementara Borussia Dortmund menahan imbang Real Madrid 2-2. Leicester City mengalahkan FC Porto 1-0 dan menjadi salah satu tim yang selalu meraih kemenangan dalam dua laga awal Liga Champion. Barcelona, Atletico Madrid, dan Napoli juga belum kehilangan poin di Eropa, sebagaimana juara Liga Premier Inggris musim lalu. Satu kejutan lagi adalah keberhasilan Glasgow Celtic bermain seri 3-3 dengan Manchester City, sementara tim besutan Pep Guardiola sedang begitu perkasa dengan 10 kemenangan beruntun di semua ajang musim ini. City pun memimpin klasemen Liga Premier dengan enam kemenangan tanpa sekali pun kehilangan poin. 

Namun klub asal Manchester itu menghadirkan kejutan lain berupa kostum seri ketiganya yang begitu mencolok mata. Perpaduan warna jingga dan ungu menjadi sensasi tersendiri dan mengundang banyak komentar dari para pengguna twitter di Eropa. Kebanyakan orang heran dan mencercanya, hampir sama dengan perlakukan orang Indonesia merespons seragam tim olimpiade Indonesia, yang ternyata mendapat pujian dari dunia ketika ditampilkan di Olimpiade Brasil 2016 sekian bulan silam. 
Kostum ketiga Manchester City ini keren atau norak?
Sejak Euro 2016 lalu, perusahaan apparel asal Amerika Serikat yang kondang itu seperti kekurangan ide untuk merancang desain kostum produksinya. Misalnya Portugal, Prancis, dan Inggris yang kostumnya sama persis motifnya, sebatas berbeda warnanya. Ironisnya, pada musim 2016/17 Manchester City memiliki kostum utama yang kembaran dengan ketiga tim nasional itu. Tiada beda pula dengan kostum kedua Paris SG. Mayoritas suporter pun kecewa menyambutnya. Jadi melihat penampilan tim kesayangannya dengan kostum jingga ungu nan kinclong, sudah selayaknya para penggemar klub itu tersenyum bersukacita. Keberanian tim desainer Nike patut dipuji dalam hal ini.

Bagaimana dengan kostum yang dikenakan oleh Zorya Luhansk, tim Ukraiana yang kalah tipis dari Manchester United di Liga Europa? Barangkali sempat terlintas kesan, kita bagaikan melihat Zlatan Ibrahimovic dkk sedang bertanding melawan tim yang terdiri dari para wasit. Kostum Zorya yang berwarna serba-hitam, tanpa nama sponsor di dada, dan tanpa garis warna yang lain jua, mirip sekali dengan kostum wasit zaman dulu. Sangat monoton dan tidak menarik sama sekali.     
Apakah Manchester United bermain menghadapi tim wasit?

Senin, 27 Juni 2016

Ada Pemain Jawa di Hongaria?


Sedikit catatan dari pertandingan Hongaria vs Belgia di 16 besar Piala Eropa 2016. 
Jika Belgia memiliki Radja Nainggolan yang jelas memiliki separuh darah Indonesia, maka Hongaria sepertinya juga diperkuat oleh pemain keturunan Jawa, karena ada yang namanya Akos ELEK, Adam PINTER, dan Tamas KADAR.


Radja Nainggolan (Belgia) berduel dengan Adam Pinter (Hongaria).





Selasa, 16 Februari 2016

Memori : Warna Sama di Perdelapan Final


Banyak hal menarik yang terjadi pada perdelapanfinal Liga Champion Eropa 2009/10, bahkan sebelum pertandingannya dilangsungkan. Yang paling banyak dibicarakan tentu saja pertemuan AC Milan dengan Manchester United serta Inter Milan dengan Chelsea, terutama reuni David Beckham dengan United dan Jose Mourinho dengan Chelsea. Masih ada hal unik lainnya dalam dua pertandingan tersebut, yaitu bersuanya tim-tim dengan warna kostum utama yang sama. 

Milan vs United adalah pertemuan dua tim merah (I Rossoneri vs The Red Devils), sementara Inter vs Chelsea merupakan perjumpaan dua tim biru (I Nerrazuri vs The Blues). Selain itu masih ada lagi pertemuan tim-tim putih, yaitu : Olympique Lyon vs Real Madrid dan CSKA Moskva vs Sevilla. Kita mesti menunggu di bulan Februari-Maret 2010 nanti, siapa di antara tim merah, biru, dan putih yang akan tampil di babak 8 besar.




# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan majalah BolaVaganza No.100 – Februari 2010.

AC Milan vs Manchester United di 16 besar Liga Champion 2009/10.