Sabtu, 18 November 2017

Kemenangan Kedua Suriah di Cikarang

Stadion Wibawa Mukti Cikarang ternyata menjadi tempat yang menyenangkan bagi Suriah U-23. Setelah membuat Indonesia U-23 bertekuk lutut 2-3 pada Kamis lalu (16/11/2017), maka giliran timnas senior Garuda yang dibuat takluk 0-1 pada Sabtu (18/11) di tempat yang sama. Tendangan melengkung Mohammed Anez yang tak terjangkau oleh tangan Andritany Ardhiyasa tercipta di menit ke-84. Luis Milla memainkan delapan pemain seniornya sejak awal pertandingan, termasuk Ilija Spasojevic yang menjalani debutnya mengenakan kostum merah putih dengan Garuda Pancasila di dada. 

Laga timnas selanjutnya adalah menghadapi Guyana di Stadion Patriot Candrabagha pada Sabtu (25/11). Perpindahan tempat pertandingan adalah untuk memudahkan akses bagi para penonton, selain kondisi lapangan Stadion Wibawa Mukti juga tidak terlalu baik saat kehujanan. Padahal dua laga kali laga Indonesia vs Suriah berlangsung di bawah guyuran hujan lebat. Laga Indonesia vs Guyana yang berperingkat sama itu (165) berlabel "FIFA A Match", berbeda dengan Indonesia vs Suriah U-23 yang merupakan ujicoba informal - yang tidak dicatat oleh FIFA. Luis Milla memulangkan tujuh pemain senior dan hanya menyisakan Spaso yang akan ditemani oleh rekan-rekan mudanya anggota timnas U-23. Milla memuji keberadaan Spaso yang memiliki sikap dan kemampuan yang baik, serta bisa menjadi teladan bagi para pemain muda Indonesia. Spaso ternyata juga mampu berbahasa Spanyol, sehingga memudahkan komunikasinya dengan sang pelatih. Namun, striker Bhayangkara FC itu tentu masih perlu beradaptasi dengan anak asuh Milla. 

Rangkaian laga ujicoba di bulan November 2017 merupakan bagian dari proses panjang pembentukan timnas U-23 yang akan bermain di Asian Games 2018 di Indonesia. Tiga pemain senior diizinkan bergabung untuk memperkuat amunisi para pemain muda. Spaso tampaknya bisa menjadi salah satu pilihan terbaik bagi Milla. 

Materi pemain Indonesia vs Suriah U-23 :
26-Andritany Ardhiyasa; 12-Gavin Kwan, 13-A.Jufriyanto, 16-Fachrudin, 17-Ricky Fajrin; 8-M.Taufiq (14.M.Arfan 80'), 19-Bayu Pradana (18-M.Hargianto 58'); 21-Andik Vermansah (25-Osvaldo Haay 58'); 7-Boaz Solossa (k), 31-Febri Hariyadi; 9-Ilija Spasojevic (29-Septian David 73')


Jumat, 17 November 2017

Indonesia U-23 Takluk dari Suriah U-23

Indonesia U-23 mesti mengakui keunggulan Suriah U-23 dan kalah 2-3 dalam laga ujicoba yang berlangsung Kamis (16/11/2017) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi. Gol Garuda Muda dicetak oleh Septian David (35') dan Osvaldo Haay (45'). Kedua gol merupakan assist dari Febri Hariyadi. Luis Milla memainkan mayoritas pemain yang menjadi andalannya di SEA Games 2017 sebagai sebelas awal. Satria Tama sebagai kiper. Kuartet bek diisi Putu Gede, Hansamu Yama, Ricky Fajrin, dan Rezaldi Hehanusa. Dua gelandang bertahan ditempati Evan Dimas dan Hargianto. Trio gelandang serang mengandalkan Febri Hariyadi, Septian David, dan Osvaldo Haay. Striker utama dilakoni oleh Ilham Udin yang baru dipanggil selepas SEA Games. Rezaldi digantikan oleh Bagas Adi di menit ke-33 karena cedera. Di babak kedua Milla menurunkan empat pemain pengganti, yaitu Saddil Ramdani, M. Arfan, Egy Maulana Vikri, dan Miftahul Hamdi. Arfan dan Egy menjalani debutnya bersama timnas U-23.

Indra Sjafri Dipecat?
Sementara itu, ada kabar bahwa Indra Sjafri bakal segera dipecat sebagai pelatih timnas U-19. Kekalahan 0-4 dari Korsel dan 1-4 dari Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korsel dianggap sebagai kegagalan oleh PSSI. Bahkan dengan kasarnya si ketua umum mengatakan bahwa nasib Indra Sjafri sudah ada di ujung kaki alias tinggal ditendang saja. Wow, begitu tidak bijaksananya kata-kata itu keluar dari seorang pemimpin yang mestinya bisa menjadi teladan bagi seluruh pelaku sepak bola di tanah air. Apalagi dia mengomentari sosok pelatih yang sudah berjasa besar pada sepak bola nasional. Indonesia sendiri sudah dipastikan tampil di Piala Asia U-19 2018 karena bertindak sebagai tuan rumah. Secara umum penampilan Egy Maulana Vikri dkk cukup bagus, perombakan pemain pun masih mungkin dilakukan, artinya masih ada waktu untuk memperbaiki performa tim. Setelah generasi Evan Dimas dkk, Indra kembali mampu menemukan bakat-bakat muda yang bakal menjadi andalan Tim Merah Putih di masa depan. 

Jadi, apakah sebenarnya alasan PSSI menghentikan tugas Indra Sjafri dengan begitu saja? Kegagalan menjuarai Piala AFF U-18 2017 (akhirnya meraih medali perunggu) konon menjadi alasan kegagalan lainnya. Lantas, apakah ada bedanya dengan Luis Milla yang juga tidak berhasil lolos ke Piala Asia U-23 2018 dan hanya meraih medali perunggu SEA Games 2017? Kenapa tidak ada rencana memecat Milla sekalian? Ketika kompetisi pemain usia muda belum digelar secara rutin, Liga 1 U-19 yang dijuarai Persipura baru dimulai tahun ini, lantas menuntut timnas U-19 kudu juara sebenarnya adalah hal yang lucu. Memang dahulu pernah ada timnas junior menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013, tapi hal itu adalah sebuah anomali belaka. Keajaiban yang sebenarnya sulit dipercaya. Namun, hal itu bisa terjadi -tentu dengan izin Ilahi- karena perjuangan Indra Sjafri dan timnya yang luar biasa, meski situasi dan kondisi saat itu sebenarnya tidak mendukung sepenuhnya. Lagi pula timnas U-19 di mana pun sebenarnya adalah bagian dari proses panjang bagi para pemain muda untuk menjadi pemain yang berkualitas di tingkat senior. Sungguh tidak adil selalu membebani target juara kepada para pemain usia muda.

Melihat komposisi timnas U-23 ketika menjamu Suriah, terdapat setidaknya enam pemain yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri di timnas U-19 dipercaya tampil di tim inti. Mereka adalah Putu Gede, Hansamu, Ricky, Evan, Hargianto, dan Ilham Udin. Hamdi juga pernah menjadi rekan Evan Dimas, sementara Saddil dan Egy masih menjadi anggota timnas U-19 yang diasuh Indra Sjafri hingga saat ini. Si ketua umum dan mereka di PSSI yang begitu bernafsu memecat Indra tampaknya tidak mampu melihat hal positif itu.  


Rabu, 15 November 2017

Gagalnya Italia dan Akhir Generasi Buffon


Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Swedia di San Siro, Milan pada Senin (13/11/2017) waktu setempat. Gli Azzuri lebih dulu kalah 0-1 dalam laga pertama play-off, sehingga tim Skandinavia itulah yang berhak melaju ke Rusia tahun depan. Kegagalan Italia bermain di Piala Dunia adalah yang pertama kali sejak tahun 1958 ketika turnamen sepak bola terakbar di muka bumi dilangsungkan di Swedia. Tidak berhasilnya tim besutan Gian Piero Ventura melewati babak play-off membuat Gianluigi Buffon memutuskan mundur dari timnas Italia. Langkah Buffon diikuti oleh tiga pemain senior lainnya, yaitu Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Danielle De Rossi. Mereka berempat adalah yang tersisa dari skuat Italia ketika menjadi juara Piala Dunia 2006. Hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2018 menjadi momentum berakhirnya kiprah generasi Buffon dkk bersama Gli Azzuri. Barangkali sudah saatnya bagi Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, dan pemain-pemain muda lainnya menjadi andalan Italia sehabis gagal ke Rusia. Namun, masih menjadi teka-teki apakah FIGC (PSSI-nya Italia) akan tetap mempertahankan Ventura atau memilih nama baru untuk menangani Gli Azzuri. Yang jelas masih ada nama seperti Carlo Ancelotti dan sejumlah pelatih top negeri pizza lainnya yang bisa jadi lebih layak menjadi pelatih Italia. 

Presenter Sport : Dita Fakhrana









Presenter Sport : Intan Saumadina










Selasa, 14 November 2017

Bhayangkara FC Juara Liga 1, Semen Padang Degradasi

Gojek Traveloka Liga 1 2017 akhirnya usai sudah. Bhayangkara FC menjadi juara liga kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang secara resmi baru digelar lagi tahun ini setelah sempat dua tahun tiada. Pertandingan pamungkas telah dimainkan seluruhnya pada Minggu (12/11/2017). Memang patut disayangkan bahwa terdapat kontroversi yang mengiringi kepastian gelar bagi Bhayangkara, yaitu dengan terbitnya surat keputusan Komisi Disiplin PSSI yang memberi poin kemenangan bagi tim besutan Simon McMenemy karena Mitra Kukar memainkan Mohammed Sissoko yang ternyata belakangan diketahui masih dalam status skorsing. Tapi, ya sudahlah. Yang penting Liga 1 2017 bisa berakhir, meski sejak awal sudah banyak kontroversi, terutama dari PSSI selaku induk organisasi dan PT LIB sebagai operator kompetisi. Bhayangkara di pekan terakhir mengumpulkan poin 68, sama dengan Bali United, tapi tim yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga itu unggul head-to-head.

Bali United pun harus puas menghuni peringkat kedua, tapi anak asuh Widodo C Putro menjadi tim paling produktif dengan total 76 gol dan Sylvano Comvalius menjadi top scorer Liga 1 2017 dengan 37 gol yang menjadi rekor baru dalam sejarah Liga Indonesia. Kejutan memang begitu banyak mewarnai kompetisi musim ini yang disponsori oleh dua produk aplikasi buatan dalam negeri. Persaingan Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, dan Madura United sama sekali tidak terprediksi di awal musim. Tim-tim yang biasanya berada di papan atas justru terpuruk di papan tengah dan papan bawah, seperti Persipura (6), Arema FC (9), Sriwijaya FC (11), dan Persib (13). Persija beruntung akhirnya justru menghuni empat besar di atas Madura dan Persipura yang dalam sekian pekan terakhir sempat bersaing ketat memperebutkan gelar bersama Bhayangkara, Bali, dan PSM.



Kejutan lain adalah Semen Padang yang secara ironis mengalami degradasi ke Liga 2. Klub kebanggaan Sumatera Barat itu sebenarnya mampu mengalahkan PS TNI 2-0 di laga terakhir, tapi sayangnya di saat bersamaan -secara tak terduga- Perseru Serui sukses membuat Persib kalah 0-2 di Bandung. Semen Padang pun turun kasta mengikuti Gresik United dan Persiba Balikpapan, sedangkan Perseru bertahan di Liga 1 musim depan.

Sabtu, 11 November 2017

Materi Pemain Timnas Indonesia Menghadapi Suriah dan Guyana

Timnas Indonesia akan melakukan serangkaian ujicoba di bulan November 2017. Luis Milla Aspas telah memanggil 33 orang pemain untuk menghadapi Suriah U-23 dan Guyana. Pertandingan pertama akan berlangsung antara Indonesia U-23 dan Suriah U-23 pada Kamis (16/11). Selanjutnya timnas senior akan bertemu lawan yang sama pada Sabtu (18/11) dan menjamu Guyana pada Sabtu (25/11). Tiga pertandingan ujicoba timnas akan dimainkan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Mayoritas pemain yang dipanggil adalah anggota timnas U-23 yang bermain di SEA Games Malaysia. Bagas Adi Nugroho (Arema FC) yang absen di SEA Games karena cedera dipanggil lagi. Ada pula Muhammad Arfan (PSM) yang baru pertama kali dipanggil. Hanya delapan pemain senior yang tergabung dalam pelatnas kali ini, termasuk Ilija Spasojevic (Bhayangkara FC). Striker naturalisasi asal Montenegro yang belum lama menjadi WNI itu untuk pertama kalinya akan membela Tim Merah Putih. Boaz Solossa kembali dipanggil, sedangkan Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim justru absen. Empat pemain timnas U-19 juga akan dicoba bermain bersama para seniornya, termasuk Egy Maulana Vikry.