Jumat, 22 Maret 2024
gol egy mv bawa indonesia kalahkan vietnam di jakarta
Sabtu, 24 Desember 2022
Kemenangan Perdana Indonesia di Piala AFF 2022
Indonesia mengalahkan Kamboja 2-1 menjadi kemenangan perdana tim asuhan Shin Tae-yong dalam ajang Piala AFF 2022. Turnamen sepak bola dua tahunan tersebut kini bertajuk AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 seiring dengan pergantian sponsor utama kejuaraan. Pertandingan Indonesia versus Kamboja berlangsung pada Jumat (23/12/22) di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang akhirnya kembali kedatangan penonton, kendati mungkin tak sampai 50% kapasitas tempat duduk. Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang menelan ratusan korban jiwa telah menghentikan jalannya kompetisi Liga Indonesia 2022/23 dan ketika BRI Liga 1 kembali dilanjutkan pun dilarang dihadiri oleh penonton.
Egy Maulana Vikry mencetak gol pertama di menit ke-8 menerima umpan manis Pratama Arhan dari sayap kiri. Kamboja mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-15. Witan Sulaeman berhasil membobol gawang Kamboja di menit ke-35 mendapat assist dari Marselino Ferdinan.
Jordi Amat menjalani debutnya membela timnas Indonesia setelah menjalani naturalisasi dan resmi menjadi WNI sejak November 2022. Sayang sekali, Sandy Walsh batal membela skuat Garuda di Piala AFF 2022 karena mesti memperkuat klubnya di Liga Belgia, kendati dia sempat mengikuti latihan di Bali. Elkan Baggott juga gagal tampil dalam turnamen karena memilki jadwal padat bersama Gillingham FC, klub kasta keempat Liga Inggris.
Biarpun mampu meraih poin tiga melawan Kamboja, tapi mesti diakui bahwa Fachruddin Aryanto dkk tidak tampil bagus. Sejumlah peluang emas gagal menjadi gol, kerja sama yang apik juga tidak konsisten berjalan sepanjang laga. Harus dimaklumi bahwa para pemain Liga Indonesia sudah sekitar dua bulan tidak bermain membela klubnya sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Setelah menjalani pelatnas di Bali maupun Jakarta pun tidak ada pertandingan ujicoba bersama timnas. Sekiranya tanpa target juara pun sebenarnya tidak apa-apa mengingat persiapan yang tidak ideal. Lantas, apakah jatuhnya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan sudah dilupakan? Toh, selama ini prestasi terbaik Indonesia di Piala AFF adalah menjadi finalis berulang kali.
Foto : @pssi
Materi timnas Indonesia vs Kamboja (23/12/22) :
22.Nadeo Winata; 14.Asnawi Mangkualam (3.Edo Febriansyah), 4.Jordi Amat, 19.Fachruddin Aryanto (k), 12.Pratama Arhan (2.Yakob Sayuri); 23.Marc Klok, 6.Marselino Ferdinan, 15.Ricky Kambuaya; 10.Egy MV (7.Saddil Ramdani), 18.Muhammad Rafli (9.Ilija Spasojevic), 8.Witan Sulaeman (11.Dendy Sulistyawan)
Rabu, 11 Mei 2022
Kemenangan Pertama di SEA Games 2021
Setelah kalah 0-3 dari tuan rumah Vietnam pada laga pertama Grup A yang berlangsung Jumat (6/5/22) pekan lalu, Indonesia mampu meraih kemenangan pertamanya di SEA Games 2021. Fachruddin Aryanto dkk menang 4-1 atas Timor Leste dalam pertandingan yang dimainkan pada Selasa (10/5) di Stadion Viet Tri, Vietnam.
Skuat Garuda nyaris tertinggal lebih dulu ketika pada menit ke-2 wasit menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan Marc Klok di kotak penalti. Beruntunglah, Ernando Ari berhasil menepis tendangan Mouzhinho. Egy Maulana Vikri membuka gol timnya di menit ke-16. Pada SEA Games 2019 lalu, Egy juga menjadi pencetak gol pertama Indonesia. Witan Suleman mencetak dua gol pada babak kedua (52' dan 76'). Fachruddin membuat gol kedua lewat sundulan pada menit ke-58. Mouzhinho sempat sekali membobol gawang Indonesia. Skor akhir 4-1.
Perjuangan menuju semifinal masih berat. Persaingan di Grup A berjalan ketat. Anak asuh Shin Tae-yong wajib menang menghadapi Filipina pada Jumat (13/5) dan Myanmar pada Minggu (15/5). Untuk sementara Myanmar memimpin klasemen dengan poin 6, lalu diikuti Filipina (4), Vietnam (4), Indonesia (3), dan Timor Leste (0). Semoga saja permainan Witan Sulaeman dkk terus membaik dalam dua laga berikutnya.
Timnas U-23 Indonesia memakai kostum dari Lining di SEA Games 2021. Ketika kalah dari Vietnam, mereka mengenakan kostum berwarna hijau-putih. Lantas, saat menang atas Timor Leste, Egy MV dkk menggunakan kostum merah-merah. Apa pun warna kostum yang dipakai, mudah-mudahan skuat Garuda sanggup selalu menang dalam semua laga sisa di Vietnam.
Selasa, 26 November 2019
Kalahkan Thailand Jadi Awal Baik
Indonesia mengawali perjalanannya di cabang sepak bola SEA Games 2019 Filipina dengan menang 2-0 atas Thailand dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (26/11/19) di Stadion Rizal Memorial, Manila. Egy Maulana Vikri membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama dalam sebuah kemelut di muka gawang Thailand yang berawal dari umpan Evan Dimas. Osvaldo Haay yang menggantikan M. Rafli membuat kedudukan menjadi 2-0 di menit ke-85 memanfaatkan umpan Saddil Ramdani dalam sebuah serangan balik cepat.
Poin sempurna dari laga perdana menjadi awal baik bagi anak asuh Indra Sjafri. Namun, masih ada empat pertandingan lagi di babak penyisihan grup. Semoga saja Nadeo Arga Winata dkk tetap tampil konsisten hingga menembus partai puncak dan meraih medali emas di Filipina, sebagaimana yang terjadi pada 1991 dahulu.
Selasa, 13 Maret 2018
Klub Eropa Pertama Egy MV
Mudah-mudahan pilihan Egy hijrah ke Polandia menjadi awal karier yang baik baginya sebagai pemain sepak bola profesional. Tentu masih sangat panjang perjalanan pelajar SKO Ragunan itu menuju keberhasilan dalam hidupnya. Pencinta sepak bola di tanah air layak bersukacita dan mendukung langkah besar Egy, tapi jangan sampai kita terlalu membebaninya dengan harapan berlebihan. Biarlah dia bekerja keras dan tekun menjalani proses bersama klub barunya. Semoga Egy bisa segera beradaptasi di tempat baru yang jauh dari tanah air dan orang-orang yang dicintainya. Lechia Gdansk menjadi klub pertama Egy MV di Eropa karena mungkin di masa depan dia akan bermain di klub Ligue 1 Prancis atau La Liga Spanyol. Kita berharap Egy bukan sosok yang mudah terbawa perasaan (baper) karena di Polandia dia mesti terbiasa melihat bendera Indonesia dalam posisi terbalik.
Oh ya, jangan lupa bahwa masih banyak pula para pemain muda berbakat lainnya yang tersebar di penjuru Nusantara yang perlu mendapat perhatian dan jika diperlakukan dengan tepat akan menjadi andalan timnas di masa depan.
Jumat, 17 November 2017
Indonesia U-23 Takluk dari Suriah U-23
Indra Sjafri Dipecat?
Sementara itu, ada kabar bahwa Indra Sjafri bakal segera dipecat sebagai pelatih timnas U-19. Kekalahan 0-4 dari Korsel dan 1-4 dari Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korsel dianggap sebagai kegagalan oleh PSSI. Bahkan dengan kasarnya si ketua umum mengatakan bahwa nasib Indra Sjafri sudah ada di ujung kaki alias tinggal ditendang saja. Wow, begitu tidak bijaksananya kata-kata itu keluar dari seorang pemimpin yang mestinya bisa menjadi teladan bagi seluruh pelaku sepak bola di tanah air. Apalagi dia mengomentari sosok pelatih yang sudah berjasa besar pada sepak bola nasional. Indonesia sendiri sudah dipastikan tampil di Piala Asia U-19 2018 karena bertindak sebagai tuan rumah. Secara umum penampilan Egy Maulana Vikri dkk cukup bagus, perombakan pemain pun masih mungkin dilakukan, artinya masih ada waktu untuk memperbaiki performa tim. Setelah generasi Evan Dimas dkk, Indra kembali mampu menemukan bakat-bakat muda yang bakal menjadi andalan Tim Merah Putih di masa depan.
Jadi, apakah sebenarnya alasan PSSI menghentikan tugas Indra Sjafri dengan begitu saja? Kegagalan menjuarai Piala AFF U-18 2017 (akhirnya meraih medali perunggu) konon menjadi alasan kegagalan lainnya. Lantas, apakah ada bedanya dengan Luis Milla yang juga tidak berhasil lolos ke Piala Asia U-23 2018 dan hanya meraih medali perunggu SEA Games 2017? Kenapa tidak ada rencana memecat Milla sekalian? Ketika kompetisi pemain usia muda belum digelar secara rutin, Liga 1 U-19 yang dijuarai Persipura baru dimulai tahun ini, lantas menuntut timnas U-19 kudu juara sebenarnya adalah hal yang lucu. Memang dahulu pernah ada timnas junior menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013, tapi hal itu adalah sebuah anomali belaka. Keajaiban yang sebenarnya sulit dipercaya. Namun, hal itu bisa terjadi -tentu dengan izin Ilahi- karena perjuangan Indra Sjafri dan timnya yang luar biasa, meski situasi dan kondisi saat itu sebenarnya tidak mendukung sepenuhnya. Lagi pula timnas U-19 di mana pun sebenarnya adalah bagian dari proses panjang bagi para pemain muda untuk menjadi pemain yang berkualitas di tingkat senior. Sungguh tidak adil selalu membebani target juara kepada para pemain usia muda.
Melihat komposisi timnas U-23 ketika menjamu Suriah, terdapat setidaknya enam pemain yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri di timnas U-19 dipercaya tampil di tim inti. Mereka adalah Putu Gede, Hansamu, Ricky, Evan, Hargianto, dan Ilham Udin. Hamdi juga pernah menjadi rekan Evan Dimas, sementara Saddil dan Egy masih menjadi anggota timnas U-19 yang diasuh Indra Sjafri hingga saat ini. Si ketua umum dan mereka di PSSI yang begitu bernafsu memecat Indra tampaknya tidak mampu melihat hal positif itu.
Senin, 09 Oktober 2017
Bukan Hanya Egy MV yang Bermain Apik di Timnas U-19
Pada sisi lain, Indra Sjafri sudah sejak awal mengingatkan agar tidak terlalu menyanjung Egy seorang. Anak asuhnya bukan hanya terdiri dari satu bintang. Lagi pula masa depan Egy dkk masih sangat panjang dan jangan sampai mereka layu sebelum berkembang sebagaimana dahulu pun pernah ada pemain-pemain potensial di usia mudanya yang akhirnya gagal menjadi pemain bagus di usia matangnya. Contohnya adalah Syamsir Alam dan Oktovianus Maniani.
Satu bukti telah ditunjukkan bahwa bukan hanya Egy pemain andalan Indonesia U-19, yaitu ketika menang 3-0 atas Thailand U-19. Ketiga gol dicetak oleh Witan Sulaeman, Syahrian Abimanyu, dan Saddil Ramdani. Witan merayakan ulang tahunnya yang ke-16 dengan golnya yang membuka kemenangan timnya. Sementara itu, Saddil seakan mampu menebus kesalahannya saat timnya kalah di Piala AFF U-18 bulan lalu setelah dia mendapat kartu merah. Egy sendiri tidak mencetak gol, meski bertindak sebagai kapten tim. Hanya harus diingat lagi, meski mengalahkan Thailand menghadirkan kegembiraan pada Minggu malam (8/10/2017), tapi pertandingan itu hanya ujicoba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-19 dan bagian dari persiapan menghadapi turnamen sebenarnya yang dimainkan di Indonesia tahun 2018 mendatang.
Senin, 18 September 2017
Indonesia Juara Ketiga dan Egy Top Scorer
![]() |
| Egy MV menjadi kapten Indonesia di laga pamungkas Piala AFF U-18 2017. |
![]() |
| Muhammad Rafli merayakan gol bersama rekan-rekannya. |
Rabu, 06 September 2017
Sepasang Gol Egy MV Bawa Indonesia Kalahkan Myanmar
![]() |
| Gol pertama Egy MV ke gawang Myanmar. |
Senin, 19 Juni 2017
Sinyal Positif Timnas Junior Indonesia
Sementara itu timnas U-16 menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Anak asuh Fakhri Husaini meraih hasil dua kali menang dan sekali seri. Rendy Juliansyah dkk menang 4-1 atas Myanmar, bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Vietnam, dan menang 11-0 atas Taiwan. Prestasi tersebut menjadi modal bagus sebelum mengikuti Piala AFF U-15 yang akan berlangsung di Thailand pada 9-22 Juli mendatang. Para pemain timnas U-16 bersama para pelatihnya bahkan harus berkorban tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarganya tahun ini. Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua timnas junior memberikan harapan bahwa sepak bola Indonesia akan menghadirkan lebih banyak kabar baik di masa depan. Namun harap diingat pula bahwa karier mereka masih sangat panjang. Jika ditangani dengan tepat, mereka akan menjadi pemain inti timnas senior dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Barangkali para pemain belasa tahun itulah yang nanti membawa nama Indonesia tampil di Piala Dunia 2022 atau 2026.




.jpg)











