Tampilkan postingan dengan label egy maulana vikri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label egy maulana vikri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2024

gol egy mv bawa indonesia kalahkan vietnam di jakarta

 


Timnas Indonesia menang 1-0 atas Vietnam dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (21/3/2024). gol tunggal dicetak egy maulana vikri. Kemenangan datang setelah pelatih Shin Tae-yong melakukan perubahan di masa istirahat pergantian babak.

Pelatih asal Korea Selatan itu memutuskan untuk melakukan pergantian pemain. Tiga pemain sekaligus.

Hokky Caraka, Yakob Sayuri, dan debutan Nathan Tjoe-A-On ditarik. Penggantinya adalah Egy Maulana, Sandy Walsh, dan Pratama Arhan.

“Pada babak pertama kami memang kesulitan, tapi di babak kedua pelatih Shin melakukan pergantian pemain dan para pemain juga memahami instruksi pelatih. Itu membuat kita jauh lebih baik dan akhirnya mendapatkan gol,” kata gelandang Marselino Ferdinan dalam konferensi pers setelah pertandingan.



.



Sabtu, 24 Desember 2022

Kemenangan Perdana Indonesia di Piala AFF 2022



Indonesia mengalahkan Kamboja 2-1 menjadi kemenangan perdana tim asuhan Shin Tae-yong dalam ajang Piala AFF 2022. Turnamen sepak bola dua tahunan tersebut kini bertajuk AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 seiring dengan pergantian sponsor utama kejuaraan. Pertandingan Indonesia versus Kamboja berlangsung pada Jumat (23/12/22) di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang akhirnya kembali kedatangan penonton, kendati mungkin tak sampai 50% kapasitas tempat duduk. Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang menelan ratusan korban jiwa telah menghentikan jalannya kompetisi Liga Indonesia 2022/23 dan ketika BRI Liga 1 kembali dilanjutkan pun dilarang dihadiri oleh penonton.

Egy Maulana Vikry mencetak gol pertama di menit ke-8 menerima umpan manis Pratama Arhan dari sayap kiri. Kamboja mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-15. Witan Sulaeman berhasil membobol gawang Kamboja di menit ke-35 mendapat assist dari Marselino Ferdinan. 

Jordi Amat menjalani debutnya membela timnas Indonesia setelah menjalani naturalisasi dan resmi menjadi WNI sejak November 2022. Sayang sekali, Sandy Walsh batal membela skuat Garuda di Piala AFF 2022 karena mesti memperkuat klubnya di Liga Belgia, kendati dia sempat mengikuti latihan di Bali. Elkan Baggott juga gagal tampil dalam turnamen karena memilki jadwal padat bersama Gillingham FC, klub kasta keempat Liga Inggris.

Biarpun mampu meraih poin tiga melawan Kamboja, tapi mesti diakui bahwa Fachruddin Aryanto dkk tidak tampil bagus. Sejumlah peluang emas gagal menjadi gol, kerja sama yang apik juga tidak konsisten berjalan sepanjang laga. Harus dimaklumi bahwa para pemain Liga Indonesia sudah sekitar dua bulan tidak bermain membela klubnya sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Setelah menjalani pelatnas di Bali maupun Jakarta pun tidak ada pertandingan ujicoba bersama timnas. Sekiranya tanpa target juara pun sebenarnya tidak apa-apa mengingat persiapan yang tidak ideal. Lantas, apakah jatuhnya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan sudah dilupakan? Toh, selama ini prestasi terbaik Indonesia di Piala AFF adalah menjadi finalis berulang kali. 

Foto : @pssi

Materi timnas Indonesia vs Kamboja (23/12/22) :

22.Nadeo Winata; 14.Asnawi Mangkualam (3.Edo Febriansyah), 4.Jordi Amat, 19.Fachruddin Aryanto (k), 12.Pratama Arhan  (2.Yakob Sayuri); 23.Marc Klok, 6.Marselino Ferdinan, 15.Ricky Kambuaya; 10.Egy MV (7.Saddil Ramdani), 18.Muhammad Rafli (9.Ilija Spasojevic), 8.Witan Sulaeman (11.Dendy Sulistyawan)


Rabu, 11 Mei 2022

Kemenangan Pertama di SEA Games 2021

Setelah kalah 0-3 dari tuan rumah Vietnam pada laga pertama Grup A yang berlangsung Jumat (6/5/22) pekan lalu, Indonesia mampu meraih kemenangan pertamanya di SEA Games 2021. Fachruddin Aryanto dkk menang 4-1 atas Timor Leste dalam pertandingan yang dimainkan pada Selasa (10/5) di Stadion Viet Tri, Vietnam.

Skuat Garuda nyaris tertinggal lebih dulu ketika pada menit ke-2 wasit menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan Marc Klok di kotak penalti. Beruntunglah, Ernando Ari berhasil menepis tendangan Mouzhinho. Egy Maulana Vikri membuka gol timnya di menit ke-16. Pada SEA Games 2019 lalu, Egy juga menjadi pencetak gol pertama Indonesia. Witan Suleman mencetak dua gol pada babak kedua (52' dan 76'). Fachruddin membuat gol kedua lewat sundulan pada menit ke-58. Mouzhinho sempat sekali membobol gawang Indonesia. Skor akhir 4-1.

Perjuangan menuju semifinal masih berat. Persaingan di Grup A berjalan ketat. Anak asuh Shin Tae-yong wajib menang menghadapi Filipina pada Jumat (13/5) dan Myanmar pada Minggu (15/5). Untuk sementara Myanmar memimpin klasemen dengan poin 6, lalu diikuti Filipina (4), Vietnam (4), Indonesia (3), dan Timor Leste (0). Semoga saja permainan Witan Sulaeman dkk terus membaik dalam dua laga berikutnya.

Timnas U-23 Indonesia memakai kostum dari Lining di SEA Games 2021. Ketika kalah dari Vietnam, mereka mengenakan kostum berwarna hijau-putih. Lantas, saat menang atas Timor Leste, Egy MV dkk menggunakan kostum merah-merah. Apa pun warna kostum yang dipakai, mudah-mudahan skuat Garuda sanggup selalu menang dalam semua laga sisa di Vietnam.



Selasa, 26 November 2019

Kalahkan Thailand Jadi Awal Baik


Indonesia mengawali perjalanannya di cabang sepak bola SEA Games 2019 Filipina dengan menang 2-0 atas Thailand dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (26/11/19) di Stadion Rizal Memorial, Manila. Egy Maulana Vikri membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama dalam sebuah kemelut di muka gawang Thailand yang berawal dari umpan Evan Dimas. Osvaldo Haay yang menggantikan M. Rafli membuat kedudukan menjadi 2-0 di menit ke-85 memanfaatkan umpan Saddil Ramdani dalam sebuah serangan balik cepat.

Poin sempurna dari laga perdana menjadi awal baik bagi anak asuh Indra Sjafri. Namun, masih ada empat pertandingan lagi di babak penyisihan grup. Semoga saja Nadeo Arga Winata dkk tetap tampil konsisten hingga menembus partai puncak dan meraih medali emas di Filipina, sebagaimana yang terjadi pada 1991 dahulu.


Selasa, 13 Maret 2018

Klub Eropa Pertama Egy MV

Teka-teki bergabungnya Egy Maulana Vikri akan bergabung di sebuah klub Eropa akhirnya terjawab pada pekan kedua Maret 2018. Egy MV dipastikan bakal bermain bersama Lechia Gdansk, klub kasta tertinggi Liga Polandia. Pemain andalan Indonesia U-19 itu telah diperkenalkan secara resmi pada Minggu (11/3) di Stadion Energa Gdansk. Pemuda asal Medan tersebut diberi kostum nomor 10 dan bakal menjalani kontraknya selama tiga tahun ke depan sejak Juli mendatang, ketika Egy genap berusia 18 tahun.


Mudah-mudahan pilihan Egy hijrah ke Polandia menjadi awal karier yang baik baginya sebagai pemain sepak bola profesional. Tentu masih sangat panjang perjalanan pelajar SKO Ragunan itu menuju keberhasilan dalam hidupnya. Pencinta sepak bola di tanah air layak bersukacita dan mendukung langkah besar Egy, tapi jangan sampai kita terlalu membebaninya dengan harapan berlebihan. Biarlah dia bekerja keras dan tekun menjalani proses bersama klub barunya. Semoga Egy bisa segera beradaptasi di tempat baru yang jauh dari tanah air dan orang-orang yang dicintainya. Lechia Gdansk menjadi klub pertama Egy MV di Eropa karena mungkin di masa depan dia akan bermain di klub Ligue 1 Prancis atau La Liga Spanyol. Kita berharap Egy bukan sosok yang mudah terbawa perasaan (baper) karena di Polandia dia mesti terbiasa melihat bendera Indonesia dalam posisi terbalik.

Oh ya, jangan lupa bahwa masih banyak pula para pemain muda berbakat lainnya yang tersebar di penjuru Nusantara yang perlu mendapat perhatian dan jika diperlakukan dengan tepat akan menjadi andalan timnas di masa depan.  

Jumat, 17 November 2017

Indonesia U-23 Takluk dari Suriah U-23

Indonesia U-23 mesti mengakui keunggulan Suriah U-23 dan kalah 2-3 dalam laga ujicoba yang berlangsung Kamis (16/11/2017) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi. Gol Garuda Muda dicetak oleh Septian David (35') dan Osvaldo Haay (45'). Kedua gol merupakan assist dari Febri Hariyadi. Luis Milla memainkan mayoritas pemain yang menjadi andalannya di SEA Games 2017 sebagai sebelas awal. Satria Tama sebagai kiper. Kuartet bek diisi Putu Gede, Hansamu Yama, Ricky Fajrin, dan Rezaldi Hehanusa. Dua gelandang bertahan ditempati Evan Dimas dan Hargianto. Trio gelandang serang mengandalkan Febri Hariyadi, Septian David, dan Osvaldo Haay. Striker utama dilakoni oleh Ilham Udin yang baru dipanggil selepas SEA Games. Rezaldi digantikan oleh Bagas Adi di menit ke-33 karena cedera. Di babak kedua Milla menurunkan empat pemain pengganti, yaitu Saddil Ramdani, M. Arfan, Egy Maulana Vikri, dan Miftahul Hamdi. Arfan dan Egy menjalani debutnya bersama timnas U-23.

Indra Sjafri Dipecat?
Sementara itu, ada kabar bahwa Indra Sjafri bakal segera dipecat sebagai pelatih timnas U-19. Kekalahan 0-4 dari Korsel dan 1-4 dari Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korsel dianggap sebagai kegagalan oleh PSSI. Bahkan dengan kasarnya si ketua umum mengatakan bahwa nasib Indra Sjafri sudah ada di ujung kaki alias tinggal ditendang saja. Wow, begitu tidak bijaksananya kata-kata itu keluar dari seorang pemimpin yang mestinya bisa menjadi teladan bagi seluruh pelaku sepak bola di tanah air. Apalagi dia mengomentari sosok pelatih yang sudah berjasa besar pada sepak bola nasional. Indonesia sendiri sudah dipastikan tampil di Piala Asia U-19 2018 karena bertindak sebagai tuan rumah. Secara umum penampilan Egy Maulana Vikri dkk cukup bagus, perombakan pemain pun masih mungkin dilakukan, artinya masih ada waktu untuk memperbaiki performa tim. Setelah generasi Evan Dimas dkk, Indra kembali mampu menemukan bakat-bakat muda yang bakal menjadi andalan Tim Merah Putih di masa depan. 

Jadi, apakah sebenarnya alasan PSSI menghentikan tugas Indra Sjafri dengan begitu saja? Kegagalan menjuarai Piala AFF U-18 2017 (akhirnya meraih medali perunggu) konon menjadi alasan kegagalan lainnya. Lantas, apakah ada bedanya dengan Luis Milla yang juga tidak berhasil lolos ke Piala Asia U-23 2018 dan hanya meraih medali perunggu SEA Games 2017? Kenapa tidak ada rencana memecat Milla sekalian? Ketika kompetisi pemain usia muda belum digelar secara rutin, Liga 1 U-19 yang dijuarai Persipura baru dimulai tahun ini, lantas menuntut timnas U-19 kudu juara sebenarnya adalah hal yang lucu. Memang dahulu pernah ada timnas junior menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013, tapi hal itu adalah sebuah anomali belaka. Keajaiban yang sebenarnya sulit dipercaya. Namun, hal itu bisa terjadi -tentu dengan izin Ilahi- karena perjuangan Indra Sjafri dan timnya yang luar biasa, meski situasi dan kondisi saat itu sebenarnya tidak mendukung sepenuhnya. Lagi pula timnas U-19 di mana pun sebenarnya adalah bagian dari proses panjang bagi para pemain muda untuk menjadi pemain yang berkualitas di tingkat senior. Sungguh tidak adil selalu membebani target juara kepada para pemain usia muda.

Melihat komposisi timnas U-23 ketika menjamu Suriah, terdapat setidaknya enam pemain yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri di timnas U-19 dipercaya tampil di tim inti. Mereka adalah Putu Gede, Hansamu, Ricky, Evan, Hargianto, dan Ilham Udin. Hamdi juga pernah menjadi rekan Evan Dimas, sementara Saddil dan Egy masih menjadi anggota timnas U-19 yang diasuh Indra Sjafri hingga saat ini. Si ketua umum dan mereka di PSSI yang begitu bernafsu memecat Indra tampaknya tidak mampu melihat hal positif itu.  


Senin, 09 Oktober 2017

Bukan Hanya Egy MV yang Bermain Apik di Timnas U-19

Sebuah kabar menggembirakan datang dari Inggris untuk sepak bola Indonesia pada pekan lalu. Egy Maulana Vikri terpilih sebagai salah satu dari 60 pemain sepak bola muda berbakat versi The Guardian, sebuah media massa ternama di Inggris. Mereka yang masuk dalam daftar The Next Generation 2017 adalah para pemain muda kelahiran tahun 2000 dari seluruh dunia. Egy menjadi satu-satunya pemain Asia Tenggara sekaligus tidak memiliki klub dalam daftar tersebut. Pada tahun-tahun sebelumnya pernah ada nama Marcus Rashford (Manchester United/Inggris) dan Gianluigi Donnarumma (AC Milan/Italia). Tentu kita semua berharap Egy maupun rekan-rekannya akan terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik dan pada gilirannya nanti menjadi andalan Tim Merah Putih dalam mengukir prestasi yang mengharumkan nama Indonesia.

Pada sisi lain, Indra Sjafri sudah sejak awal mengingatkan agar tidak terlalu menyanjung Egy seorang. Anak asuhnya bukan hanya terdiri dari satu bintang. Lagi pula masa depan Egy dkk masih sangat panjang dan jangan sampai mereka layu sebelum berkembang sebagaimana dahulu pun pernah ada pemain-pemain potensial di usia mudanya yang akhirnya gagal menjadi pemain bagus di usia matangnya. Contohnya adalah Syamsir Alam dan Oktovianus Maniani. 

Satu bukti telah ditunjukkan bahwa bukan hanya Egy pemain andalan Indonesia U-19, yaitu ketika menang 3-0 atas Thailand U-19. Ketiga gol dicetak oleh Witan Sulaeman, Syahrian Abimanyu, dan Saddil Ramdani. Witan merayakan ulang tahunnya yang ke-16 dengan golnya yang membuka kemenangan timnya. Sementara itu, Saddil seakan mampu menebus kesalahannya saat timnya kalah di Piala AFF U-18 bulan lalu setelah dia mendapat kartu merah. Egy sendiri tidak mencetak gol, meski bertindak sebagai kapten tim. Hanya harus diingat lagi, meski mengalahkan Thailand menghadirkan kegembiraan pada Minggu malam (8/10/2017), tapi pertandingan itu hanya ujicoba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-19 dan bagian dari persiapan menghadapi turnamen sebenarnya yang dimainkan di Indonesia tahun 2018 mendatang.  

Senin, 18 September 2017

Indonesia Juara Ketiga dan Egy Top Scorer

Indonesia akhirnya memastikan diri menjadi juara ketiga Piala AFF U-18 2017 setelah pada pertandingan Minggu petang (17/9/2017) berhasil menang 7-1 atas tuan rumah Myanmar. Muhammad Rafli, Egy Maulana Vikri, dan Hanis Saghara masing-masing menyumbang dua gol, sedangkan satu gol lainnya dibuat Witan Sulaeman. Hasil itu menjadi hiburan menarik bagi pencinta sepak bola di tanah air setelah Jumat lalu (15/9) timnas gagal melaju ke final dan target juara pupus. Kemenangan dengan skor 7-1 sekejap mengingatkan kita pada kemenangan Jerman atas tuan rumah Brasil dengan skor yang sama di semifinal Piala Dunia 2014. Perbedaannya, Jerman lantas melaju ke final dan menjadi juara Piala Dunia, sedangkan Indonesia sebatas menghuni peringkat ketiga sebuah turnamen tingkat junior.
Egy MV menjadi kapten Indonesia di laga pamungkas Piala AFF U-18 2017.
Egy Maulana Vikri menjadi pemain tersubur turnamen dengan koleksi delapan gol. Sepasang gol Egy di laga pamungkas membuatnya mampu menyalip koleksi gol milik Wing Naing Tun (Myanmar). Tim besutan Indra Sjafri tercatat sebagai tim paling produktif di Myanmar. Dalam enam pertandingan Garuda Nusantara mencetak 26 gol dan kebobolan lima gol. Indonesia menang besar atas Filipina 9-0 dan Brunei Darussalam 8-0 di fase grup, lalu Myanmar 7-1 di perebutan tempat ketiga. Rachmat Irianto dkk menang 2-1 atas Myanmar di laga pertama, kalah 0-3 dari Vietnam di laga ketiga, dan kalah adu penalti dari Thailand di semifinal. Pemain produktif Indonesia berikutnya adalah Muhammad Rafli dengan enam gol. Hanis Saghara, Feby Eka Putra, dan Witan Sulaeman sama-sama memiliki tiga gol. Muhammad Iqbal membuat dua gol, sedangkan Resky Indra mencetak satu gol.
Muhammad Rafli merayakan gol bersama rekan-rekannya.
Selanjutnya, timnas Indonesia U-19 akan menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19 2019 di Korea Selatan. Indonesia sebenarnya sudah dipastikan lolos karena akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Namun, pengalaman bertanding menghadapi Korsel dan lain-lain sangat diperlukan agar anak asuh Indra Sjafri semakin baik penampilannya. Seperti kata Cak Nun, Egy Maulana Vikri dkk merupakan generasi baru sepak bola Indonesia yang bakal berbeda dengan nasib para seniornya yang karib dengan kisah kegagalan dan cerita duka. Semoga. 

Rabu, 06 September 2017

Sepasang Gol Egy MV Bawa Indonesia Kalahkan Myanmar

Indonesia mengawali kiprahnya dalam Piala AFF U-18 2017 pada Selasa (5/9/2017) dengan mengandaskan Myanmar 2-1 yang merupakan tuan rumah turnamen. Egy Maulana Vikri memborong dua gol kemenangan Garuda Nusantara. Anak asuh Indra Sjafri lebih dulu tertinggal 0-1 di babak pertama. Egy mencetak gol pertamanya di menit ke-72 melalui sundulan memanfaatkan bola liar di muka gawang Myanmar. Gol kedua tercipta menjelang laga berakhir dengan cara seperti Lionel Messi, berlari kencang membawa bola dan menjebol gawang lawan dari jarak dekat. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Filipina pada Kamis mendatang (7/9). Semoga kemenangan bisa kembali diraih oleh Rahmat Irianto dkk.
Gol pertama Egy MV ke gawang Myanmar.
Nama yang tertulis di bagian belakang kostum pemain bernomor 10 Indonesia adalah Egy MV. MV tentu kepanjangan dari Maulana Vikri, tapi sepertinya layak saja jika diartikan sebagai Most Valuable (player of Indonesia). 

Senin, 19 Juni 2017

Sinyal Positif Timnas Junior Indonesia

Selain timnas senior Indonesia yang melakoni dua pertandingan ujicoba, timnas junior U-16 dan U-19 pun menjalani serangkaian laga ujicoba pada Juni 2017. Timnas U-19 lebih dahulu mengikuti sebuah turnamen internasional di Toulon Prancis. Anak asuh Indra Sjafri tampil menawan ketika menghadapi Brasil, Republik Ceska, dan Skotlandia, kendati gagal meraih satu pun poin. Indonesia U-19 kalah 0-1 dari Brasil U-21, 0-2 dari Ceska U-21, dan 1-2 dari Skotlandia U-20. Hanis Saghara menjadi pencetak gol tunggal Skuat Garuda Muda sepanjang turnamen. Egy Maulana Vikri mendapat penghargaan khusus Jouer Revelation Trophee, yang dahulu pernah diberikan kepada Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo di masa remajanya. Indonesia U-19 pun dinilai panitia Toulon Tournament 2017 sebagai wakil Asia terbaik. Anak asuh Indra Sjafri mampu mengimbangi permainan dari tim-tim yang lebih maju sepak bolanya dengan rata-rata usia yang lebih tua pula. Pengalaman bertanding di Prancis tentu menjadi modal yang baik sebelum Egy Maulana Vikri dkk bermain di ajang sesungguhnya, yaitu Piala AFF U-18 2017 pada September mendatang maupun kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

Sementara itu timnas U-16 menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Anak asuh Fakhri Husaini meraih hasil dua kali menang dan sekali seri. Rendy Juliansyah dkk menang 4-1 atas Myanmar, bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Vietnam, dan menang 11-0 atas Taiwan. Prestasi tersebut menjadi modal bagus sebelum mengikuti Piala AFF U-15 yang akan berlangsung di Thailand pada 9-22 Juli mendatang. Para pemain timnas U-16 bersama para pelatihnya bahkan harus berkorban tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarganya tahun ini. Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua timnas junior memberikan harapan bahwa sepak bola Indonesia akan menghadirkan lebih banyak kabar baik di masa depan. Namun harap diingat pula bahwa karier mereka masih sangat panjang. Jika ditangani dengan tepat, mereka akan menjadi pemain inti timnas senior dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Barangkali para pemain belasa tahun itulah yang nanti membawa nama Indonesia tampil di Piala Dunia 2022 atau 2026.