Tampilkan postingan dengan label portugal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label portugal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2022

Prancis, Brasil, dan Portugal Lolos ke 16 Besar

Prancis, Brasil, dan Portugal dipastikan tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022 Qatar setelah semua tim melakoni laga kedua di fase grup. Prancis, Brasil, dan Portugal berhasil menang dalam dua pertandingan awal mereka. 

Rabu, 30 Maret 2022

Portugal dan Polandia Lolos ke Qatar

Bruno Fernandes memborong sepasang gol yang memastikan Portugal tampil di Piala Dunia 2022 Qatar dengan mengandaskan Makedonia Utara 2-0. Polandia menang 2-0 pula atas Swedia.

Mesir gagal setelah takluk dari Senegal via adu penalti. Mohamed Salah dipastikan tidak tampil di Qatar.

Kini sudah ada 27 peserta Piala Dunia 2022 Qatar.

Jumat, 25 Maret 2022

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2022

Kejutan besar terjadi pekan ini ketika Italia takluk 0-1 dari Makedonia Utara dan dipastikan gagal lolo ke Piala Dunia 2022 Qatar. Setelah absen di Piala Dunia 2018 Rusia, Azzuri kembali tidak tampil di Piala Dunia berikutnya. Roberto Mancini sempat membawa Italia menjadi juara Euro 2020 yang berlangsung pada 2021 lalu, tapi nasib sial dialami timnya sehabis itu. 

Sementara itu, Portugal akan menjadi lawan Makedonia Utara untuk merebut tiket ke Qatar. Cristiano Ronaldo dkk menang 3-1 atas Turki dan menjaga peluangnya untuk tampil di Piala Dunia. Gareth Bale menjadi pahlawan kemenangan Wales 2-1 atas Austria. Wales akan menghadapi Swedia yang menang 1-0 atas Republik Ceska. Dampak agresi militer Rusia ke Ukraina membuat laga Skotlandia vs Ukraina ditunda Juni 2022 mendatang, sedangkan Rusia vs Polandia dibatalkan. Rusia dicoret sebagai peserta kualifikasi dan Polandia dinyatakan menang untuk menghadapi Skotlandia/Ukraina.

Jumat, 15 Oktober 2021

CR7 Raja Gol Dunia

Cristiano Ronaldo masih terus menambah koleksi golnya bersama Portugal. Dalam jeda internasional periode Oktober 2021, Portugal dua kali bermain melawan Qatar dalam ujicoba dan Luksemburg dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Portugal menang 3-0 atas Qatar dan unggul 5-0 atas Luksemburg. CR7 mencetak total empat gol dalam dua pertandungan tersebut. Satu gol ke gawang Qatar dan tiga gol ke gawang Luksemburg. Koleksi gol Ronaldo untuk Selecao kini menjadi 115 gol dan kian mengukuhkan dirinya sebagai raja gol dunia. Hattrick ketika melawan Luksemburg menjadi yang ke-10 kalinya dia lakukan bersama Portugal. 


Sementara itu, sebelumnya CR7 telah terpilih sebagai Player of The Month Premier League edisi September 2021. Cristiano mencetak tiga gol dalam tiga pertandingannya bersama Manchester United selama September lalu. Jika digabung dengan kiprahnya bersama United pada periode pertama, maka penghargaan tersebut menjadi koleksi kelimanya dan menyamai prestasi Wayne Rooney, rekannya dahulu di bawah asuhan Sir Alex Ferguson yang kini sudah pensiun. Mudah-mudahan Ronaldo tetap konsisten dalam membuat gol dan mampu membawa Red Devils minimal meraih sebuah trofi akhir musim ini.

Kamis, 24 Juni 2021

Cristiano Ronaldo dan Rekor Barunya

Cristiano Ronaldo terus membuat rekor baru bersama Portugal setelah melewati tiga pertandingan fase grup di Euro 2020. Saat ini kapten Portugal itu memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima golnya. Dengan lima gol tersebut mantan pemain Manchester United itu menyamai rekor Ali Daei sebagai pencetak gol tersubur untuk tim nasional negaranya dengan koleksi 109 gol.

Minggu, 20 Juni 2021

Portugal Ditumbangkan Jerman

Sempat unggul 1-0 lewat Cristiano Ronaldo di menit ke-15, Portugal akhirnya menyerah kalah 2-4 di tangan Jerman. Konyolnya, dua gol awal Jerman justru merupakan gol bunuh diri sepasang pemain Portugal : Ruben Dias (35') dan Raphael Guerreiro (39'). Anak asuh Joachim Loew kian perkasa di babak kedua dengan gol yang dibuat Kai Havertz (51') dan Robin Gosens (60'). Gol Diego Jota di menit ke-67 hanya menipiskan kekalahan juara Euro 2016 tersebut. 

Rabu, 28 Maret 2018

Portugal dan Jerman Takluk di Kandang

Juara Piala Eropa 2016 dan juara Piala Dunia 2014 mengalami nasib serupa dalam ujicoba kedua pada Maret 2018. Setelah menang 2-1 atas Mesir, Cristiano Ronaldo dkk dipaksa menyerah 0-3 oleh Belanda, tim yang absen dalam dua turnamen akbar antarnegara terakhir. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ronald Koeman yang baru dua kali memimpin Belanda. Gol tim tamu dibuat oleh Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgil van Dijk. Pemain terakhir diberi kepercayaan oleh Koeman sebagai kapten tim.

Kemenangan atas Portugal membawa harapan bahwa Belanda siap bangkit kembali. Memphis Depay, pemain yang pernah gagal bersama Manchester United kini mengkilap bersama Lyon dan bisa menjadi andalan Belanda di bawah Koeman. Justin Kluivert, putra Patrick Kluivert yang mantan striker hebat Tim Oranye, diberi kesempatan menjalani debutnya ketika bertandang ke Portugal. Pemain Ajax Amsterdam itu turun menggantikan Memphis. Justin menjalani debutnya dalam usia 18 tahun 325 hari, sedikit lebih tua ketimbang sang ayah yang berusia 18 tahun 138 hari ketika pertama kali berseragam tim senior Belanda.

Sementara itu, Jerman kalah 0-1 dari Brasil. Gol tunggal Selecao dicetak oleh Gabriel Jesus. Setelah tragedi kekalahan 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014, kedua tim baru bertemu lagi. Setidaknya Brasil mampu balas mengalahkan Jerman di kandang lawan, meski hanya bertajuk laga ujicoba.

Dalam ujicoba lainnya, Inggris vs Italia berakhir seri 1-1. Rusia takluk 1-3 dari Prancis. Dua gol diciptakan Kylian Mbappe dan satu gol lagi oleh Paul Pogba. Mbappe mencatat rekor sebagai pemain termuda Prancis yang mampu membuat sepasang gol dalam satu pertandingan.

Senin, 12 Maret 2018

Peran Pemain Portugal dalam Kemenangan Madrid dan Milan

Para pemain Portugal berperan besar dalam kemenangan Real Madrid dan AC Milan dalam menjalani pertandingaan di liga lokal masing-masing akhir pekan lalu. Cristiano Ronaldo memborong dua gol ketika El Real membuat tuan rumah Eibar bertekuk lutut 1-2 dalam laga jornada ke-28 La Liga 2017/18 yang berlangsung Sabtu (10/3/2018). Kapten Portugal itu kini telah mengemas 18 gol di Liga Spanyol dan 14 gol dicetaknya dalam delapan pertandingan terakhir Los Blancos.

Andre Silva mencetak gol tunggal Milan ketika bertandang melawan Genoa dalam laga giornata ke-28 Serie A 2017/18 yang dimainkan Minggu (11/3). Gol itu merupakan yang pertama dibuat striker Portugal itu di Liga Italia. Sebelumnya Andre mengoleksi tujuh gol di Coppa Italia dan Liga Europa. Anak asuh Gennaro Gattuso masih menjaga tren positifnya dengan tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan beruntun di Liga Italia. Rossoneri pun naik ke peringkat ke-6 klasemen Serie A dengan poin 47 dan kian mendekati Inter Milan (52) dan Lazio (53). Milan masih memiliki satu laga tunda menjamu Inter (giornata ke-27), sedangkan Lazio telah menjalani 28 pertandingan. 

Belasan pertandingan tak terkalahkan Milan sempat ternoda ketika takluk 0-2 dari Arsenal dalam laga pertama 16 besar Liga Europa 2017/18 yang dimainkan Kamis (1/3) pekan lalu. Kendati tak mudah, tapi Leonardo Bonucci dkk masih berpeluang membalas kekalahan dalam laga kedua di Emirates Stadium. Dalam tiga bulan terakhir anak asuh Arsene Wenger kerap bermain di luar harapan pendukungnya, bahkan tagar #WENGEROUT semakin sering disuarakan. Mudah-mudahan Gattuso mampu kembali membangkitkan semangat anak asuhnya agar bisa bermain hebat di London dan melaju ke perempat final Liga Europa.

Rabu, 11 Oktober 2017

Masih Ada Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2018

Sempat ada kekhawatiran publik sepak bola tidak akan bisa menyaksikan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bermain di Piala Dunia 2018 Rusia karena belum jelasnya nasib Argentina dan Portugal dalam babak kualifikasi. Namun, kita boleh berlega hati karena nyatanya Argentina dan Portugal berhasil meraih tiket ke Rusia setelah menang dalam pertandingan penentuan. Argentina mengalahkan Ekuador 3-1 dalam laga tandang yang berlangsung di Quito pada Selasa (10/10/2017) waktu setempat. Messi menjadi pahlawan kemenangan La Albiceleste dengan memborong semua gol, meski timnya sempat tertinggal 0-1. Argentina akhirnya menempati posisi ketiga dengan poin 28 dalam klasemen akhir Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan di bawah Brasil (41) dan Uruguay (31), serta di atas Kolombia (27).  Keempat tim resmi menjadi wakil zona CONMEBOL di Rusia. Peringkat kelima yang dihuni Peru akan menjalani play-off menghadapi Selandia Baru. Cile, juara Copa America 2015 dan 2016, secara ironis gagal ke Rusia setelah kalah 0-3 dari Brasil dalam pertandingan pamungkas.

Portugal berhasil memastikan tiket Piala Dunia 2018 setelah menang 2-0 atas Swiss dan menjadikannya juara Grup B zona Eropa. Juara Piala Eropa 2016 tersebut memiliki poin yang sama dengan Swiss, tapi unggul dalam selisih gol. Tim wakil UEFA yang sudah pasti tampil di Rusia tahun depan adalah Prancis (juara Grup A), Portugal (B), Jerman (C), Serbia (D), Polandia (E), Inggris (F), Spanyol (G), Belgia (H), dan Islandia (I). Delapan runner-up masih berpeluang lolos dengan kewajiban menjalani play-off, di antaranya Italia, Kroasia, Swedia, dan Swiss. Belanda dan Wales dipastikan absen di Piala Dunia 2018. Kita tidak akan menyaksikan aksi Arjen Robben dan Gareth Bale bersama tim nasional masing-masing di Rusia. Robben bahkan langsung menyatakan diri pensiun dari timnas Belanda.

Mengingat usia Messi dan Ronaldo yang sudah di atas 30 tahun, bisa jadi Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen antarnegara terakhir bagi keduanya. Messi pasti sangat penasaran setelah timnya kalah dari Jerman dalam final Piala Dunia 2014 Brasil. Sehabis membawa timnya juara Eropa, Ronaldo pasti ingin mengukir prestasi lebih mentereng di Piala Dunia. Maka bakal sangat menarik menanti kiprah mereka dalam persaingan membawa timnya menjadi yang terbaik sejagad raya. Di antara negara-negara yang sudah lolos, Argentina dan Portugal tentu layak pula menjadi kandidat juara, selain nama-nama langganan seperti Brasil, Jerman, Spanyol, dan Prancis. 


Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember. 

Rabu, 14 Desember 2016

Jejak Juara Tim Merah di Tahun 2016

Indonesia telah tiba di partai puncak Piala AFF 2016, yang bernama resmi AFF Suzuki Cup 2016. Sebuah pencapaian yang di luar dugaan dan tentu hal yang layak disyukuri. Masih ada dua pertandingan lagi yang mesti dilewati untuk meraih gelar juara, yaitu menghadapi Thailand dalam final yang berlangsung dalam sistem kandang (14/12) dan tandang (17/12). Final pertama akan berlangsung pada Rabu (14/12) di Stadion Pakansari, Bogor. Tempat tersebut untuk kedua kalinya akan menjadi wahana timnas dalam melakoni pertandingan internasional, setelah sebelumnya Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1 pada semifinal pertama Piala AFF 2016 yang berlangsung Sabtu (3/12). 

Penggemar sepak bola di tanah air tentu mengerti bahwa di atas kertas Thailand memang lebih layak diunggulkan berjaya, baik ditinjau secara teknis maupun fakta pertemuan kedua tim. Thailand merupakan raja sepak bola Asia Tenggara yang belum tergantikan dan empat kali menjuarai Piala AFF (1996, 2000, 2002, dan 2014). Dua kali skuat Garuda ditaklukkan pasukan Gajah Perang di partai puncak turnamen tahun 2000 dan 2002, yang waktu itu kondang disebut dengan Piala Tiger. Namun, terdapat sejumlah fakta menarik yang bersifat nonteknis dan mungkin membuat kita bisa berpikir positif mengenai nasib tim Merah-Putih akhir tahun ini.

Tahun 2016 merupakan tahun kejayaan bagi tim-tim yang memiliki kostum utama berwarna merah dalam turnamen antarnegara. Cile menjadi juara Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat setelah menundukkan Argentina lewat adu penalti 4-2 (0-0) pada 26 Juni 2016. Sementara itu, Portugal menaklukkan tuan rumah Prancis 1-0 dalam final Euro 2016 pada 11 Juli 2016 dan menjadi trofi Piala Eropa pertama bagi negaranya Cristiano Ronaldo. Cile dan Portugal tidak hanya sama-sama mengenakan kostum merah, tapi sponsor kedua tim pun tak berbeda, yaitu Nike. Entah kebetulan atau bukan, lawan yang dikalahkan di final menggunakan kostum biru dan cenderung lebih diunggulkan. 

Lionel Messi dkk lebih dijagokan menang karena setahun sebelumnya ditaklukkan Alexis Sanchez dkk di final Copa America 2015, sehingga lebih termotivasi untuk menghapus luka. Argentina pun sempat menang 2-1 atas Cile di babak penyisihan Copa America Centenario 2016. Kedua tim lolos ke babak perempat final sebagai juara dan runner-up Grup D, lantas bertemu lagi di pertandingan pamungkas turnamen. Ternyata Argentina mesti menelan pil pahit untuk ketiga kalinya setelah kalah di final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Messi bahkan sempat menyatakan diri pensiun dari timnas Argentina saking dalamnya duka yang dirasakannya, meski akhirnya dia bersedia kembali bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2018 beberapa bulan kemudian.



Sebagai tuan rumah Euro 2016, tentu pantas Prancis mendapat peluang lebih besar memenangi turnamen. Apalagi sejarah manis pernah mencatat Le Bleus menjuarai Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 ketika menjadi tuan rumah. Prancis juga pernah dua kali berjaya di Eropa setiap 16 tahun sekali (1984 dan 2000) dan tahun 2016 momentumnya telah tiba kembali. Perjalanan Antonie Griezmann dkk menuju final juga lebih mentereng ketimbang Cristiano Ronaldo dkk. Prancis menjadi juara Grup A dengan dua kali menang dan sekali imbang, sedangkan Portugal lolos ke fase knock-out sebagai peringkat ketiga Grup F, di bawah Hongaria dan Islandia. Tim asuhan Didier Deschamps mulus menyingirkan Irlandia (2-1), Islandia (5-2), dan Jerman (2-0) menuju final. Tim besutan Fernando Santos agak terseok-seok menundukkan Kroasia (1-0) dan Polandia (adu penalti 5-3), sebelum mengandaskan Wales (2-0) di semifinal. Portugal yang justru meraih trofi dengan menang 1-0 lewat perpanjangan waktu, kendati Ronaldo hanya bermain sebentar karena didera cedera.

Indonesia laksana memiliki benang merah untuk mengikuti jejak juara Cile dan Portugal. Uniknya, ketiga tim memiliki pemain bintang yang mengenakan nomor tujuh, yaitu : Alexis Sanchez (Cile), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Boaz Solossa (Indonesia). Ronaldo dan Boaz juga menjadi kapten tim masing-masing, yang jelas memiliki kelebihan dibanding rekan-rekannya. Apakah kebetulan jika ketiga tim juga memiliki pemain nomor delapan yang berposisi gelandang dan sama-sama memelihara berewok? Lihat saja penampilan Arturo Vidal (Cile), Joao Moutinho (Portugal), dan Stefano Lilipaly (Indonesia). 

Piala AFF 2016 diikuti oleh tiga tim yang disponsori oleh Nike, yaitu : Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Biasanya, menjelang tampil di Piala AFF tahun-tahun sebelumnya, Nike merilis seragam anyar tim yang didukungnya. Namun, anehnya tahun ini Indonesia tidak diberi kostum baru sebagaimana Malaysia dan Singapura. Konon, yang menjadi alasan adalah absennya Indonesia di ajang internasional akibat sanksi FIFA selama sekitar setahun, yang membuat Boaz Solossa dkk memakai kostum yang sama dengan saat mengikuti Piala AFF 2014. Ternyata kostum lawas malah membawa keberuntungan bagi Indonesia yang sukses melaju hingga partai puncak, sementara Malaysia dan Singapura justru terhenti langkahnya di penyisihan grup belaka. Barangkali Indonesia bisa pula mengikuti jejak Arsenal yang menjuarai Piala FA 2013/14 dengan kostum yang sama dengan musim 2012/13. Padahal lazimnya setiap musim klub-klub Eropa selalu mengganti desain kostumnya, tapi tidak dengan The Gunners kala itu karena musim 2013/14 adalah tahun terakhir kerja sama Arsenal dan Nike, sebelum mereka disponsori Puma sejak 2014/15.

Fakta sejarah Piala AFF mencatat Vietnam (2008) dan Malaysia (2010) pernah menjadi juara Piala AFF dengan menundukkan tim yang mengalahkannya di pertandingan pertama turnamen. Vietnam kalah 0-2 dari Thailand di laga pembuka Grup B dan berbalik menang agregat 3-2 (2-1 dan 1-1) di final Piala AFF 2008. Sementara itu, Malaysia dilibas Indonesia 1-5 di awal penyisihan Grup A dan unggul agregat 4-2 (3-0 dan 2-1) di final Piala AFF 2010. Mudah-mudahan Indonesia bisa mengulangi sejarah Vietnam dan Malaysia, sekaligus membuat Thailand kembali menelan pil pahit seperti tahun 2008 dan menyembuhkan luka Indonesia di tahun 2010. Boaz Solossa dkk kalah 2-4 dari Teerasil Dangda dkk pada laga pertama Piala AFF 2016. Semoga tim Merah-Putih akhirnya mendapatkan Piala AFF pertamanya tahun ini agar membawa kesejukan dan kegembiraan bersama bagi seluruh bangsa Indonesia, yang akhir-akhir ini seperti terlalu sibuk berselisih paham dalam masalah apa saja.

Kamis, 13 Oktober 2016

Jerman Masih Sempurna, Brasil Pimpin Zona

Jeda internasional yang memainkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung awal Oktober 2016 telah berakhir. Jerman mencatat rekor sempurna dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga bulan ini dan total sudah tiga kali menang di Grup C zona Eropa. Juara Piala Dunia 2014 mengalahkan Republik Ceska 3-0 (8/10) dan Irlandia Utara 2-0 (11/10). Sebelumnya, September lalu Die Mannschaft melibas Norwegia 3-0. Thomas Mueller dkk delapan kali membobol gawang lawan dan Manuel Neuer belum sekali pun memungut bola dari gawangnya. Joachim Loew menyamai rekor Sepp Herberger yang sudah bertahan 52 tahun lamanya, yaitu menorehkan 94 kali kemenangan sebagai pelatih timnas Jerman.
Julian Draxler merayakan golnya bersama Thomas Mueller dan Mesut Oezil.
Selain Jerman, Swiss (Grup B) dan Belgia (Grup H) juga selalu menang dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Belgia bahkan memiliki rekor gol yang lebih baik (13-0) ketimbang Jerman (8-0). Prancis memimpin Grup A setelah menang 1-0 atas Belanda (10/10). Paul Pogba mencetak gol tunggal timnya. Swedia memiliki nilai yang sama dengan Prancis di nomor dua, sementara Belanda berada di bawahnya. Tim Oranye yang gagal tampil di Euro 2016 masih harus berjuang keras untuk lolos ke Rusia. Portugal menundukkan Kepulauan Faroe 6-0, setelah sebelumnya juga enam kali membobol gawang Andorra. Juara Piala Eropa 2016 itu masih berada di bawah Swiss di Grup B. Inggris memimpin Grup F sesudah mengalahkan Malta 2-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Slovenia. The Three Lions kini dipimpin oleh Gareth Southgate yang menjadi pelatih sementara, setelah September lalu Sam Allardyce mengundurkan diri karena melakukan hal yang hina. Arsene Wenger atau Roberto Mancini dikabarkan akan menjadi pelatih definitif Inggris selanjutnya. Spanyol dan Italia bersaing ketat di Grup G dengan koleksi poin yang sama. Spanyol menang 2-0 atas Albania, Italia unggul 3-2 atas Macedonia. Tim lain yang memimpin adalah Serbia (Grup D), Montenegro (Grup E), dan Kroasia (Grup I). Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Robert Lewandowski (Polandia) memimpin daftar pencetak gol dengan lima buah gol.
Selebrasi unik Gabriel Jesus usai cetak gol disambut tawa Coutinho.
Sementara itu Brasil memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Tim Samba mengalahkan Bolivia 5-0 dan Venezuela 2-0 di bulan Oktober. Kualifikasi di Amerika Selatan diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh. Hingga bulan ini semua tim telah melakoni 10 pertandingan. Argentina, musuh bebuyutan Brasil dalam sepak bola, untuk sementara masih terbenam di peringkat kelima di bawah Brasil, Uruguay, Ekuador, dan Kolombia. Paraguay dan Cile menyusul Argentina dengan selisih poin yang ketat. Perebutan tiket ke Rusia bakal berlangsung kian seru pada delapan laga yang tersisa.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Italia vs Spanyol Seri, Tim Unggulan Lain Menang

Dalam dua hari, 6-7 Oktober 2016, telah berlangsung sejumlah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai konfederasi. Apa yang terjadi di Eropa senantiasa menyita perhatian pencinta sepak bola, apalagi pekan ini ada perjumpaan Italia dan Spanyol, yang sudah dimainkan Kamis (7/10) malam kemarin di Juventus Stadium. Laga kedua Grup G zona Eropa itu berlangsung imbang 1-1. Biarpun tim tamu sangat mendominasi pertandingan, namun hanya sebuah gol tercipta ke gawang tim tuan rumah. Vitolo berhasil mencetak gol di menit ke-55. Dia bisa memanfaatkan kesalahan Gianluigi Buffon yang maju meninggalkan kotak penalti dan gagal menghentikan manuver pemain lawan. Daniele De Rossi membuat gol penalti di menit ke-82, tepatnya setelah Sergio Ramos melanggar Eder di kotak penalti Spanyol.
Kegembiraan Vitolo (Spanyol) seusai menaklukkan Buffon (Italia).
Tim inti Gli Azzuri didominasi pemain Juventus dan AC Milan yang sama-sama berjumlah tiga pemain. Seperti biasa, ada Buffon beserta dua bek andalan La Vecchia Signora -Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli- di sektor pertahanan. Absennya Giorgio Chiellini diganti bek muda Milan, Andrea Romagnoli. Dua pemain Rossoneri lainnya bermain di sektor tengah, Riccardo Montolivo dan Mattia De Sciglio. Montolivo hanya bermain sekitar 30 menit karena menderita cedera dan penggantinya adalah Giacomo Bonaventura, rekan seklubnya. Sedangkan di kubu La Roja, Barcelona kembali mendominasi tim inti dengan menempatkan Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta. Hanya dua pemain Real Madrid yang turun sejak sepak mula, Sergio Ramos dan Dani Carvajal. Namun dua pemain Los Blancos turun sebagai pengganti, Nacho dan Alvaro Morata.

Sementara itu, tim-tim unggulan mampu meraih kemenangan di hari Jumat (8/10) malam waktu Eropa. Portugal, sang juara Piala Eropa 2016, pesta gol 6-0 ke gawang Andorra. Cristiano Ronaldo yang baru kembali bermain untuk timnas -sesudah cedera di final Euro 2016- tampil gemilang dengan mencetak empat gol. CR7 pun langsung memimpin senarai pencetak gol terproduktif dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. 
Ronaldo kembali memperkuat Portugal dan mencetak empat gol ke gawang Andorra.
Prancis dan Belanda di Grup A juga mengalahkan lawan masing-masing, yang di atas kertas memang di bawah mereka. Uniknya, Prancis dan Belanda menang dengan margin gol yang sama persis : 4-1. Kevin Gameiro (Prancis) dan Quincy Promes (Belanda) masing-masing menyumbang dua gol kemenangan timnya pula. Kedua pertandingan juga berlangsung bersamaan dan disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional di Indonesia. RCTI menayangkan Prancis vs Bulgaria dan GlobalTV menampilkan Belanda vs Belarusia. Pada laga berikutnya Belanda akan menjamu Prancis di Amsterdam pada Senin (10/10) mendatang.

Senin, 11 Juli 2016

Portugal Jadi Juara Euro 2016!


Mesti melakoni sebuah pertandingan final nan dramatis sepanjang 120 menit, Portugal akhirnya memastikan diri menjadi juara Piala Eropa 2016 setelah mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 di Stade de France Saint-Denis pada Minggu malam (10/7) waktu Prancis. Gol tunggal Portugal diciptakan Eder pada menit ke-109 babak perpanjangan waktu. Tim tuan rumah sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Portugal kehilangan Cristiano Ronaldo. Sang kapten terpaksa diganti dan bahkan ditandu keluar lapangan pada menit ke-25 karena cedera lutut kiri yang diawali terjangan Dimitri Payet beberapa menit sebelumnya. Ada momentum unik ketika Cristiano dalam posisi duduk pasrah dengan wajah sendu menanti pertolongan, serta-merta seekor serangga serupa kupu-kupu singgah di depan wajah sang bintang nomor tujuh. Barangkali kehadiran si kupu-kupu justru menjadi pertanda bagus bagi Selecao das Quinas. Cederanya CR7 tidak menjadi sia-sia belaka dan justru menjadi pemacu semangat rekan-rekannya. Dipimpin oleh Nani yang menjadi kapten pengganti, tim asuhan Fernando Santos mampu menahan imbang Les Bleus hingga 90 menit berakhir.



Eder yang turun menggantikan Renato Sanches di menit ke-79 akhirnya menjadi pemecah kebuntuan. Sebuah tembakan keras pemain nomor sembilan itu dari luar kotak penalti berhasil membobol gawang Hugo Lloris dan menjadi penentu kemenangan Portugal di final Euro 2016. Eder menjadi pemain pengganti keenam yang mampu mencetak gol pada final Piala Eropa. Lima pemain sebelumnya adalah Oliver Bierhoff (Jerman), Sylvain Wiltord (Prancis), David Trezeguet (Prancis), Juan Mata (Spanyol), dan Fernando Torres (Spanyol). Didier Deschamps pun harus lapang dada karena tidak bisa mengulangi prestasinya sebagai pemain sekaligus kapten tim 16 tahun silam, ketika kini menjadi pelatih Les Bleus. Prancis gagal melanjutkan tradisi menjadi tim tuan rumah yang berjaya (1984 dan 1998) maupun siklus 16 tahun menjadi kampiun Piala Eropa (1984 dan 2000). Ternyata justru mitos hadirnya juara baru setiap 12 tahun berlaku di Prancis, setelah Denmark (1992), Yunani (2004), dan tahun ini giliran Portugal (2016).

 

Kendati hanya bermain 25 menit dan meninggalkan lapangan dengan air mata duka, akhirnya Ronaldo tertawa bahagia kala mengangkat trofi pertama Piala Eropa bagi negaranya. Bintang Real Madrid itu mampu membuktikan dirinya mampu menjadi yang terbaik tidak hanya dalam kompetisi antarklub. Ronaldo sudah selangkah lebih maju ketimbang Lionel Messi, yang Juni lalu justru mengundurkan diri dari timnas Argentina karena mengalami hattrick kalah di final (Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016). Ronaldo dan Pepe juga mencatat rekor tersendiri, yaitu menjadi juara Liga Champion dan Piala Eropa pada tahun yang sama. Selamat untuk Portugal!


Minggu, 10 Juli 2016

Satu Nama Pasti Juara Piala Eropa 2016

Portugal dan Prancis akhirnya menjadi dua tim terakhir yang berhak memperebutkan trofi lambang kejayaan sepak bola antarnegara Eropa dalam final Piala Eropa 2016, yang berlangsung di Stade de France Saint-Denis pada Minggu malam (10/7) waktu Prancis. Kedua tim lolos ke partai puncak dengan skor kemenangan identik di semifinal. Jika Portugal menundukkan Wales 2-0 melalui gol Cristiano Ronaldo dan Nani, maka Prancis mengandaskan juara dunia Jerman 2-0 lewat sepasang gol Antoine Griezmann. Para pencetak gol pun memiliki benang merah tersendiri berupa angka. Jika Ronaldo dan Griezmann merupakan pemain nomor 7 (tujuh), maka Nani adalah pemain nomor 17. Lantas ketika Ronaldo dan Nani sama-sama mengoleksi tiga gol hingga semifinal, maka Griezmann telah membuat total enam gol (sama dengan gol Ronaldo dan Nani yang dijumlahkan) sebelum final berlangsung. Peluang Griezmann sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2016 sudah di depan mata. Para pemain lain yang masih berpeluang menambah golnya di final baru mengumpulkan tiga gol, yaitu Ronaldo, Nani, Olivier Giroud, dan Dimitri Payet. 



Lolosnya Portugal ke laga pamungkas terbilang mengejutkan. Kendati dikapteni oleh CR7, tapi kualitas tim berseragam merah marun itu secara umum dipandang masih di bawah Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belgia, atau bahkan Inggris. Tim asuhan Fernando Santos lolos dari Grup F dengan tidak meyakinkan, menduduki peringkat ketiga dari hasil tiga kali imbang melawan Islandia, Austria, dan Hongaria. Menang 1-0 atas Kroasia di 16 besar, mengalahkan Polandia via adu penalti di 8 besar, hingga menyingkirkan Wales 2-0 di semifinal, tetap menempatkan Portugal sebagai tim yang tidak diunggulkan menjadi kampiun. Tapi jika melihat sejarah Piala Eropa, terdapat siklus 12 tahun sekali, gelar juara akan diraih oleh tim yang tidak diperhitungkan. Setelah Denmark menjadi juara Euro 1992, maka 12 tahun kemudian giliran Yunani berjaya di Euro 2004. Denmark yang hadir di turnamen menggantikan Yugoslavia -yang mendapat sanksi internasional karena perang- justru berhasil mengalahkan Jerman Barat, yang merupakan juara Piala Dunia 1990. Sementara itu Yunani membuat Portugal, tim tuan rumah yang bergelimang bintang, takluk di depan publik sendiri. Portugal yang kalah di final Euro 2004 mencoba membalikkan takdirnya dengan mengalahkan tuan rumah Euro 2016, tepat ketika 12 tahun telah berlalu kini. 

Prancis sejak semula menjadi kandidat juara, mengingat statusnya sebagai tuan rumah dan sejarah indah meraih Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Tim asuhan Didier Deschamps memiliki materi pemain yang sangat mumpuni di semua sektor, meski sejumlah bintangnya -seperti Karim Benzema dan Raphael Varane- absen. Perjalanan Hugo Lloris dkk hingga partai puncak pun mengundang banyak pujian. Menjadi juara Grup A, Prancis lalu menaklukkan Irlandia 2-1 di 16 perdelapan final, membantai Islandia 5-2 di perempat final, sampai akhirnya membuat Jerman bertekuk lutut di semifinal. Les Bleus merupakan tim terproduktif turnamen dengan 13 gol. Striker utama Prancis, Griezmann, menjadi pemain tertajam di Euro 2016 hingga empat besar. Yang menarik, tim tuan rumah juga memiliki siklus 16 tahun sekali menjadi juara Piala Eropa. Sesudah berjaya di Euro 1984, Prancis meraih gelar juara Euro 2000. Waktu itu Prancis berstatus sebagai juara Piala Dunia 1998 dan dipimpin oleh kapten Didier Deschamps, pelatih Les Bleus saat ini.

Pada Mei silam, Ronaldo dan Pepe telah berjumpa dengan Griezmann di final Liga Champion 2016 di San Siro Milan. Real Madrid yang diperkuat duo Portugal berhasil mengandaskan Atletico Madrid yang diperkuat sang striker Prancis. Ronaldo dan Pepe tentu berharap bisa meraih gelar selanjutnya bersama Portugal, sementara Griezmann tentu tak ingin kalah lagi di partai puncak ketika membela Prancis.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan finalis Euro 2016, yang bisa jadi tidak terlalu diperhatikan orang. Portugal dan Prancis sama-sama mengenakan kostum yang disponsori oleh Nike. Bahkan  motif seragam kedua tim pun identik dan dibedakan warna belaka. Di semifinal, Portugal dan Prancis mengalahkan Wales dan Jerman, yang kebetulan keduanya disponsori oleh Adidas. Tampilnya dua tim berseragam sama di laga pamungkas Piala Eropa 2016 memastikan siapa pun sang jawara, tim tersebut pasti memakai merek Nike. Sejarah baru telah tercipta karena selama ini belum pernah ada tim Nike menjadi kampiun Piala Eropa dan dominasi Adidas di Eropa pun sementara terhenti di Prancis. Dalam lima kejuaraan terakhir, tim Adidas senantiasa berjaya. Mereka adalah Jerman (1996), Prancis (2000), Yunani (2004), dan Spanyol (2008 dan 2012). Bahkan sebelum trofi digenggam Denmark (1992), setidaknya Belanda (1988), Prancis (1984), dan Jerman Barat (1980 dan 1972) pun berseragam Adidas. Kemenangan Portugal atau Prancis di final Euro 2016 akan melengkapi keberhasilan tim Nike lainnya -Chile- yang Juni lalu menjuarai Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat. Chile sejak awal 2016 disponsori oleh Nike, sementara sebelumnya disponsori oleh Puma.


Kamis, 07 Juli 2016

Duet Mantan Bintang MU Bawa Portugal ke Final Euro 2016

Ronaldo dan Nani menjadi aktor utama kemenangan 2-0 Portugal atas Wales.
Cristiano Ronaldo dan Luis Nani menjadi penentu kemenangan Portugal atas Wales dalam laga semifinal Piala Eropa 2016 yang berlangsung Rabu malam (6/7) waktu Prancis. Hasil pertandingan itu membawa Portugal lolos ke partai puncak Euro 2016 yang akan berlangsung Minggu mendatang (10/7) dan menjadi partai puncak Selecao di Eropa yang kedua setelah Euro 2004. Ronaldo lebih dahulu membawa Portugal unggul 1-0 lewat gol sundulannya di menit ke-50. Tiga menit kemudian, Nani membuat timnya menang 2-0 memanfaatkan umpan dari Ronaldo.

Ronaldo dan Nani pernah bermain bersama untuk Manchester United selama dua musim (2007-2009). Keduanya pernah bahu-membahu menjadi anak asuh Sir Alex Ferguson meraih sejumlah trofi bergengsi antaklub, seperti juara Liga Champion Eropa 2007/08 dan Liga Primer Inggris sebanyak dua kali (2007/08 dan 2008/09). Ronaldo memperkuat The Red Devils selama enam musim (2003- 2009), sementara Nani hampir delapan musim (2007-2015; Nani dipinjamkan ke Sporting CP pada musim 2014/15).

Ronaldo dan Nani sebagai pemain MU mengangkat trofi Liga Champion 2008.
Setelah hijrah ke Real Madrid pada musim 2009/10, prestasi Ronaldo kian mentereng. Dua gelar kampiun Liga Champion diraihnya bersama Los Blancos (2013/2014 dan 2015/16), demikian pula prestasi secara individual sebagai Pemain Terbaik Dunia (2013 dan 2014) dan sejumlah rekor sebagai raja gol. Nani sendiri meredup sinarnya sesudah meninggalkan United dan bermain untuk Sporting CP (2014/15) maupun Fenerbahce (2015/16). Tapi ketika bermain untuk negaranya, pemain yang identik dengan nomor 17 itu tetap menjadi andalan utama di lini depan bersama CR7. Hingga semifinal turnamen di Prancis, duet mantan bintang ManUtd itu masing-masing mengoleksi tiga gol dan berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. 

Final Piala Eropa 2016 menjadi pengalaman kali kedua bagi Ronaldo dan Nani tampil bersama di kejuaraan Eropa setelah final Liga Champion Eropa 2007/08. Jika bersama klub Manchester United keduanya berhasil menjadi juara, maka bersama timnas Portugal pun mereka berharap mampu berjaya pula. Bagi Ronaldo, final Piala Eropa tahun ini adalah pengalaman keduanya bersama Selecao. Pada Piala Eropa 2004 yang berlangsung di Portugal, Ronaldo dkk mesti menelan pil pahit dikalahkan Yunani di partai puncak di depan publik sendiri. Menjadi satu-satunya pemain inti yang tersisa dari final Euro 2004 (sementara Ricardo Carvalho kini hanya pemain cadangan), sebagai kapten timnas, dan sederet prestasi gemilangnya bersama MU dan Real Madrid, CR7 pasti sangat ambisius menjadi juara bersama negaranya. Inilah kesempatan terbaik baginya, apalagi usianya telah 31 tahun kini.


CR7 dan Gareth Bale berbincang akrab seusai semifinal Euro 2016.
Perjumpaan Portugal dan Wales di empat besar Euro 2016 menjadi kesempatan dua bintang Real Madrid -Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale- untuk menunjukkan siapa yang lebih baik ketika membela negaranya. Mereka berdua sudah saling mendukung membawa Los Blancos menjadi pemenang Liga Champion Eropa 2015/16 akhir Mei lalu. Bersama timnas masing-masing, CR7 membuktikan dirinya mampu melangkah lebih jauh ketimbang rekan seklubnya. Namun seusai pertandingan, Cristiano terlihat berbincang akrab dengan Gareth, membesarkan hati sang teman serta memberi ucapan selamat bagi Wales sebagai tim debutan dengan prestasi paling tinggi di Prancis.

Portugal dan Wales sebenarnya memiliki seragam utama (kostum kandang) yang sama-sama berwarna merah. Namun ketika mereka bertemu di semifinal, kedua tim justru memakai kostum tandangnya. Portugal, yang untuk ketiga kalinya mengenakan jersey warna hijau, justru pertama kalinya meraih kemenangan dalam 90 menit dan melanjutkan rekor belum pernah kalah di Piala Eropa 2016. Sementara Wales senantiasa mengalami kekalahan saat menggunakan jersey warna gelap. Sebelum ditaklukkan Portugal, Bale dkk kalah 1-2 dari Inggris dalam laga kedua Grup B. Kostum kedua ternyata tidak membawa keberuntungan bagi The Dragons.

Sabtu, 02 Juli 2016

Kemenangan Tim Merah di 8 Besar Piala Eropa 2016

Dalam dua laga perempat final Piala Eropa 2016 yang telah berlangsung, Portugal dan Wales masing-masing berhasil menundukkan Polandia dan Belgia. Kedua tim yang warna seragam utamanya berwarna merah tersebut bakal berjumpa di semifinal. Portugal menyingkirkan Polandia lewat adu penalti dengan skor 5-3, setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit plus masa ekstra 2x15 menit. Robert Lewandowski lebih dahulu membuat gol untuk Polandia, namun gol Renato Sanches membawa Portugal mengimbangi lawannya. Renato mencatat rekor sebagai pemain termuda yang menjadi starter bagi Selecao di turnamen besar (melampaui rekor Cristiano Ronaldo) dan pencetak gol termuda di fase gugur Piala Eropa. Pemuda 18 tahun berambut gimbal itu mampu diandalkan pelatih Fernando Santos selagi para pemain senior seperti Ronaldo dan Nani kurang bersinar di perempat final. Membawa timnya hingga semifinal, Renato pun berpeluang menjadi pemain muda terbaik Euro 2016.

Renato Sanches, bintang muda andalan Portugal di Euro 2016.
Sementara pada perempat final selanjutnya, Wales mampu membuat Belgia bertekuk lutut. Radja Nainggolan lebih dulu membawa tim asuhan Marc Wilmots unggul, tapi tim asuhan Chris Coleman sukses membalikkan keadaan lewat gol Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes. Yang menarik, gol ketiga dibuat oleh Vokes yang turun sebagai pengganti Robson-Kanu, sang pencetak gol kedua. Kemenangan Wales 3-1 atas Belgia menjadi kejutan tersendiri, mengingat status The Dragons sebagai tim debutan, sedangkan De Rode Duivels merupakan tim nomor satu Eropa dalam peringkat FIFA dan UEFA sebelum turnamen berlangsung. Jika melihat materi pemainnya, di atas kertas Eden Hazard dkk pun lebih baik ketimbang Gareth Bale dkk. Pada babak 16 besar, hasil yang diraih Belgia juga lebih meyakinkan daripada Wales. Tapi kostum kedua yang untuk ketiga kalinya dikenakan Eden Hazard dkk tak lagi membawa keberuntungan sebagaimana dua pertandingan sebelumnya. Justru Wales yang tampil dengan seragam merah-putih yang berjaya dan lolos ke empat besar Piala Eropa 2016. Sebuah rekor membanggakan bagi sebuah tim debutan.


Hal Robson-Kanu merayakan gol indahnya ke gawang  Belgia.


Rabu, 29 Juni 2016

Keberuntungan Kostum Kedua Portugal dan Belgia


Portugal menaklukkan Kroasia 1-0 dan Belgia mengandaskan Hongaria 4-0. Kedua tim berhasil melaju ke babak 8 besar Piala Eropa 2016 dengan memakai kostum keduanya yang berwarna hampir sama. Kostum yang ternyata membawa keberuntungan. Ketika sebelumnya menjalani laga terakhir di grup masing-masing, yang membuat mereka lolos ke 16 besar, Portugal dan Belgia pun mengenakan seragam yang sama. 


Cristiano Ronaldo masih mampu menyundul bola di antara kepungan Luka Modric dkk.

Sebenarnya Portugal dalam posisi tidak diunggulkan menghadapi Kroasia yang berstatus sebagai juara Grup D. Namun Cristiano Ronaldo dkk mampu membalikkan prediksi lewat gol tunggal yang dicetak Ricardo Quaresma di babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu juga menjadi kemenangan perdana Portugal selama menjalani turnamen di Prancis, setelah di fase grup hanya mampu tiga kali bermain seri. Uniknya, Kroasia yang selama bermain di babak penyisihan selalu memakai kostum keduanya dan belum pernah kalah, akhirnya terhenti langkahnya justru ketika untuk pertama kalinya menggunakan kostum utamanya yang begitu khas : kotak-kotak berwarna merah-putih. Portugal bakal berhadapan dengan Polandia yang lolos ke 8 besar setelah menyisihkan Swiss lewat adu penalti. Peluang kedua tim untuk lolos ke semifinal cukup berimbang di atas kertas. Ronaldo dkk tampaknya akan tampil menggunakan kostum utamanya lagi yang selama di Euro 2016 belum menghasilkan kemenangan. Entah apakah nasib baik masih akan menyertai Portugal di perempat final?


Eden Hazard bermain cemerlang ketika Belgia mengalahkan Hongaria.
Belgia menunjukkan dirinya sebagai salah satu tim yang layak dijagokan bersinar di Euro 2016 tatkala membuat Hongaria bertekuk lutut dengan empat gol tanpa balas. Eden Hazard -kapten Belgia- mencetak gol ketiga dan menjadi inspirator terciptanya gol-gol lainnya yang dibuat oleh Toby Alderweireld, Mitchy Batshuayi, dan Yannick Carrasaco. Setelah kalah 0-2 dari Italia di pertandingan perdana, Belgia melewati tiga laga selanjutnya di Prancis dengan kemenangan. Wales akan menjadi lawan Belgia di perempat final dan sepertinya Eden Hazard dkk kembali mengenakan kostum keduanya. Apakah kostum tersebut masih membawa kemujuran? 

Portugal dan Belgia akan bersua di semifinal sekiranya mampu memenangkan pertandingan perempat final. Tapi kejutan masih mungkin terjadi lagi sepanjang turnamen yang berakhir 10 Juli 2016 mendatang.