Tampilkan postingan dengan label kualifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kualifikasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 November 2017

Indonesia Takluk dari Korsel

Menjalani laga ketiga Grup F Kualifikasi Piala Asia (AFC) U-19 2018, Indonesia dikalahkan Korea Selatan dengan skor telak 0-4. Memakai kostum putih-putih, tim besutan Indra Sjafri tak kuasa menahan serbuan spartan para pemain tuan rumah pada Sabtu siang (4/11/2017). Aqil Saviq mesti empat kali mengambil gol dari gawangnya, meski di babak pertama hanya kebobolan satu gol. Aqil terpaksa digantikan Gianluca P. Rossy setelah mengalami cedera di menit ke-80. Kekalahan dari tim dengan kualitas lebih baik menjadi pelajaran berharga bagi Egy Maulana Vikri dkk sebelum bermain di turnamen sesungguhnya, Piala Asia U-19 2018, di depan publik sendiri. Menghadapi Malaysia di laga terakhir kualifikasi Senin depan (6/11), Garuda Nusantara harus segera bangkit dan jangan sampai kalah lagi.

Kamis, 02 November 2017

Indonesia U-19 Dua Kali Menang 5-0

Indonesia meraih dua kemenangan beruntun dengan skor identik 5-0 dalam mengawali Kualifikasi Piala Asia (AFC) U-19 2018 yang berlangsung di Korea Selatan. Anak asuh Indra Sjafri lebih dulu mengandaskan Brunei Darussalam pada Selasa sore lalu (31/10/2017). Di babak pertama Garuda Nusantara unggul 2-0 lewat gol M. Rafli dan bunuh diri Haris Herman. Pada 45 menit kedua Indonesia mampu memantapkan kemenangannya dengan gol dari M.Iqbal, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani. 

Rachmat Irianto dkk kemudian menaklukkan Timor Leste pada Kamis siang (2/11). Bukan kemenangan yang mudah karena Indonesia sempat ditahan imbang tanpa gol di babak pertama. Masuknya Egy di babak kedua menjadi titik balik. Hanis Saghara dan Saddil Ramdani berhasil mencetak gol pertama dan kedua. Egy mencatat hattrick dengan golnya di 10 menit terakhir pertandingan. Sabtu mendatang (4/11) anak asuh Indra Sjafri akan bertemu Korea Selatan yang merupakan lawan terberat. Tim tuan rumah menang 11-0 atas Brunei dalam laga pertama mereka. Meski demikian, sejarah telah mencatat bahwa Evan Dimas dkk pernah mengalahkan Korsel di ajang yang sama pada tahun 2013 lalu. Pertandingan terakhir pada Senin (6/11) akan memainkan Indonesia vs Malaysia.

Senin, 04 September 2017

Dua Gol Isco Benamkan Italia

Isco membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain penting La Furia Roja saat ini. Gelandang serang Real Madrid tersebut memborong dua gol dalam kemenangan Spanyol atas Italia dengan skor 3-0. Satu gol penutup dicetak Alvaro Morata, mantan pemain Los Blancos yang hijrah ke Chelsea musim ini. Pertemuan antara Spanyol dan Italia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup G Zona Eropa berlangsung Sabtu (2/9/2017) waktu setempat di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Kedua tim memiliki poin yang sama sebelum mereka berduel, tapi Spanyol unggul dalam selisih gol. Julen Lopetegui memainkan formasi 4-3-3 tanpa penyerang murni. Isco ditempatkan sebagai pemain nomor 9 palsu (false number nine) didampingi Marco Asensio dan David Silva. Dengan posisi tersebut, pemain nomor 22 itu nyatanya bermain cemerlang. Italia yang tampil dengan kekuatan terbaiknya saat ini tak berdaya dan menyerah kalah dengan skor besar. Pelatih Spanyol memberi kesempatan kepada empat pemain El Real di tim inti, yaitu Sergio Ramos, Dani Carvajal, Marco Asensio, dan Isco.
Aksi Isco menghadapi para pemain Italia.
Isco menjebol gawang Gianluigi Buffon di babak pertama melalui tendangan bebas (13') dan tendangan keras dari luar kotak penalti (40'). Morata memperbesar keunggulan timnya lewat sebuah serangan balik cepat di menit ke-77, setelah mendapat umpan manis Sergio Ramos. Striker anyar Chelsea itu baru lima menit bermain menggantikan Andres Iniesta.
Perubahan nomor kostum terjadi pada Morata. Jika biasanya dia mengenakan nomor tujuh, maka ketika timnya menjamu Gli Azzuri di stadion kandang Madrid, pemain itu menggunakan nomor sembilan, sama dengan nomornya di Chelsea. Kostum nomor tujuh sendiri dipakai oleh David Villa yang kembali ke Tim Matador, setelah terakhir kali tampil di Piala Dunia 2014. Pencetak gol terbanyak Spanyol itu turun menggantikan Isco di menit ke-89 dan merupakan penampilannya ke-98 membela negaranya. Meski sudah berusia 35 tahun, Villa tampil cemerlang bersama New York City, menjadi pemain terbaik MLS 2016, dan sedang memimpin daftar top scorer MLS 2017.
Kemenangan atas Italia membuat posisi Spanyol kian kokoh memimpin Grup G dan semakin membuka peluang lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Italia masih mungkin mengikuti Spanyol sebagai runner-up grup dengan melakoni laga play-off.
Sergio Ramos dkk merayakan gol Alvaro Morata.

Senin, 24 Juli 2017

Gagal ke Piala Asia U-23, Timnas Fokus ke SEA Games 2017

Timnas Indonesia U-22 akhirnya gagal melangkah ke Piala Asia U-23 2018 di China, setelah pada pertandingan terakhir kualifikasi grup H pada Minggu kemarin (23/7/2017) bermain imbang tanpa gol dengan Thailand, yang merupakan tuan rumah babak penyisihan. Hasil mengejutkan berupa kekalahan 0-3 dari Malaysia di laga pertama hari Rabu (19/7) hanya bisa disesali. Kendati anak asuh Luis Milla sempat bangkit dan mampu mengalahkan Mongolia 7-0 pada laga kedua yang berlangsung Jumat (21/7), tapi hasil seri menghadapi Thailand hanya mampu mendudukkan posisi Tim Merah Putih di nomor tiga klasemen akhir grup. Tiga kali bermain, Indonesia masing-masing sekali menang, seri, dan kalah serta mengumpulkan poin 4 (empat). Malaysia otomatis lolos dengan hasil dua kali menang dan sekali kalah (poin 6), sementara Thailand mesti melewati playoff sebagai salah satu runner-up grup dengan hasil sekali menang dan dua kali seri (poin 5). Meski kandas, Skuat Garuda menjadi tim paling produktif dengan mencetak tujuh gol dan kebobolan tiga gol selama tiga kali bertanding.

Pertandingan pertama melawan Malaysia baru berlangsung 30 menit dan gawang Indonesia yang dikawal Satria Tama sudah tiga kali kebobolan. Tampaknya timnas sedikit meremehkan lawan, sehingga Luis Milla tidak memainkan Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Darmono yang notabene pemain paling senior di antara rekan-rekannya. Seluruh pemain bermain buruk di sepanjang 45 menit pertama. Ketika di babak kedua Evan Dimas turun, permainan sempat membaik, tapi terlalu sulit mengejar ketertinggalan tiga gol di awal laga. Apalagi Asnawi Mangkualam yang turun di babak kedua menggantikan Hanif Sjahbandi justru mendapat kartu merah.
Gavin Kwan Adsit merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya.
Luis Milla mengganti tujuh pemain inti ketika menghadapi Mongolia. Kiper, bek kanan, satu bek tengah, bek kiri, dua gelandang, dan satu penyerang yang sebelumnya berada di bangku cadangan diberi kesempatan turun sejak sepak mula. Hasilnya ternyata gemilang. Saddil Ramdani dan Gavin Kwan Adsit masing-masing membuat dua gol. Tiga gol lainnya disumbang oleh Marinus Wanewar, Osvaldo Haay, dan Septian David Maulana. Kemenangan atas Mongolia sempat membuka asa Indonesia. Namun, pintu ternyata tertutup jua. Bagaimanapun perjuangan Bagas Adi Nugroho dkk tetap harus dihargai. Kegagalan harus segera dilupakan untuk kemudian fokus pada SEA Games 2017 yang akan berlangsung kurang dari sebulan lagi. Tiga kali pertandingan menghadapi Malaysia, Mongolia, dan Thailand bisa dianggap sebagai bagian dari ujicoba sebelum mencoba meraih medali emas cabang sepak bola Asia Tenggara.
Tim inti Indonesia menghadapi Thailand (23/7/2017).
Satu hal yang menarik, Luis Milla menurunkan 21 pemain dari total 23 pemain yang dibawanya ke Thailand dalam tiga laga penyisihan Grup H. Satria Tama sebagai kiper turun sekali, sementara dalam dua laga berikutnya digantikan Kurniawan Kartika Ajie. Seluruh pemain belakang dimainkan pelatih, yaitu : Bagas Adi Nugroho (3 kali main), Andy Setyo Nugroho (3), Hansamu Yama (2), Ryuji Utomo (1), Putu Gede Juniantara (1), Ricky Fajrin (2), Gavin Kwan (2), dan M. Rezaldi Hehanusa (1). Semua gelandang juga diturunkan, yaitu : M. Hargianto (3), Evan Dimas (2), Gian Zola Nasrulloh (1), Hanif Sjahbandi (1), Asnawi Mangkualam (1), dan Osvaldo Haay (2). Di sektor depan, lima orang diberi kesempatan bergantian, yaitu : Septian David (3), Marinus Wanewar (3), Febri Hariyadi (2), Yabes Roni (2), dan Saddil Ramdani (2). Hanya M. Dicky Indrayana (kiper) dan Ahmad Nur Hardianto (striker) yang tidak bermain di Thailand. Luis Milla membuktikan bahwa seluruh anggota timnya adalah pemain inti, sehingga siapa pun bisa dimainkan. Menjelang SEA Games akan ada seleksi kembali, meski mungkin tidak terlalu banyak perubahan nantinya. Yang jelas Ezra Walian siap kembali bersaing setelah terpaksa dicoret sebelum kualifikasi Piala Asia karena sempat bermasalah dengan kesehatannya.  

Kamis, 30 Maret 2017

Brasil Negara Pertama Lolos ke Piala Dunia 2018

Brasil menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2018 lewat jalur kualifikasi. Neymar dkk memastikan diri bermain di Rusia tahun depan setelah meraih dua kemenangan beruntun dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) yang berlangsung bulan Maret ini. Tim Samba menang atas Uruguay 4-1 pada Jumat (24/3/2017) dan mengalahkan Paraguay 3-0 pada Selasa (27/3). Ketika bertandang ke Montevideo, Paulinho menjadi pahlawan kemenangan Selecao dengan tiga golnya. Neymar mencetak satu gol lainnya. Sementara itu, kala menjamu Paraguay di Arena Corinthians Sao Paulo, tiga gol diciptakan tiga pemain berbeda, yaitu Phillipe Coutinho, Neymar, dan Marcelo. Brasil memuncaki klasemen dengan mengoleksi poin 33 dari 14 pertandingan. Dengan empat laga tersisa, Selecao sudah aman berada di empat besar dan menggenggam tiket ke Rusia.

Brasil di bawah asuhan Tite meraih rekor gemilang dengan delapan kemenangan beruntun. Sejak menangani Tim Samba pada 16 Juni 2016 menggantikan Carlos Dunga, pelatih bernama asli Adenor Leonardo Bacchi tersebut membawa anak buahnya tak terkalahan dengan mencetak 24 gol dan hanya kebobolan dua gol. Setelah kehancuran di Piala Dunia 2016 maupun Copa America Centenario 2017, Brasil tampaknya sudah berada di jalan yang benar untuk membangun kejayaannya kembali bersama Tite.

Senin, 17 Oktober 2016

Kostum Apik Tim Tidak Ternama

Sejumlah negara peserta Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa yang tidak memiliki nama besar justru memiliki kelebihan dalam satu hal. Kostum tim yang mereka kenakan justru lebih apik dan menarik ketimbang tim-tim kondang yang mereka hadapi, seperti : Spanyol, Prancis, Portugal, dan Inggris. Misalnya saja Macedonia yang berjumpa dengan Spanyol dan Italia di Grup G. Ada  pula Slovenia dan Malta, tim yang dihadapi Inggris di Grup F. Ada lagi Andorra yang dibantai oleh Portugal. Demikian pula Belarusia dan Moldova. Uniknya, rata-rata tim tersebut berasal dari Eropa Timur. Slovenia dan Macedonia merupakan eks negara Yugoslavia, sementara Belarusia dan Moldova dahulu tergabung bersama Uni Sovyet.

Berikut ini penampakan wajah kostum yang apik, unik, dan menarik -versi saya- dari beberapa tim Eropa yang tidak terkenal. Yang pantas dicatat, selain melibatkan nama sponsor kondang -Adidas dan Nike, ada pula nama Jako dan Givova yang belum mendunia.

MACEDONIA (JAKO)

SLOVENIA (NIKE)

ANDORRA (ADIDAS)

MALTA (GIVOVA)

BELARUSIA (ADIDAS)

MOLDOVA (JAKO)

Kamis, 13 Oktober 2016

Jerman Masih Sempurna, Brasil Pimpin Zona

Jeda internasional yang memainkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung awal Oktober 2016 telah berakhir. Jerman mencatat rekor sempurna dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga bulan ini dan total sudah tiga kali menang di Grup C zona Eropa. Juara Piala Dunia 2014 mengalahkan Republik Ceska 3-0 (8/10) dan Irlandia Utara 2-0 (11/10). Sebelumnya, September lalu Die Mannschaft melibas Norwegia 3-0. Thomas Mueller dkk delapan kali membobol gawang lawan dan Manuel Neuer belum sekali pun memungut bola dari gawangnya. Joachim Loew menyamai rekor Sepp Herberger yang sudah bertahan 52 tahun lamanya, yaitu menorehkan 94 kali kemenangan sebagai pelatih timnas Jerman.
Julian Draxler merayakan golnya bersama Thomas Mueller dan Mesut Oezil.
Selain Jerman, Swiss (Grup B) dan Belgia (Grup H) juga selalu menang dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Belgia bahkan memiliki rekor gol yang lebih baik (13-0) ketimbang Jerman (8-0). Prancis memimpin Grup A setelah menang 1-0 atas Belanda (10/10). Paul Pogba mencetak gol tunggal timnya. Swedia memiliki nilai yang sama dengan Prancis di nomor dua, sementara Belanda berada di bawahnya. Tim Oranye yang gagal tampil di Euro 2016 masih harus berjuang keras untuk lolos ke Rusia. Portugal menundukkan Kepulauan Faroe 6-0, setelah sebelumnya juga enam kali membobol gawang Andorra. Juara Piala Eropa 2016 itu masih berada di bawah Swiss di Grup B. Inggris memimpin Grup F sesudah mengalahkan Malta 2-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Slovenia. The Three Lions kini dipimpin oleh Gareth Southgate yang menjadi pelatih sementara, setelah September lalu Sam Allardyce mengundurkan diri karena melakukan hal yang hina. Arsene Wenger atau Roberto Mancini dikabarkan akan menjadi pelatih definitif Inggris selanjutnya. Spanyol dan Italia bersaing ketat di Grup G dengan koleksi poin yang sama. Spanyol menang 2-0 atas Albania, Italia unggul 3-2 atas Macedonia. Tim lain yang memimpin adalah Serbia (Grup D), Montenegro (Grup E), dan Kroasia (Grup I). Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Robert Lewandowski (Polandia) memimpin daftar pencetak gol dengan lima buah gol.
Selebrasi unik Gabriel Jesus usai cetak gol disambut tawa Coutinho.
Sementara itu Brasil memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Tim Samba mengalahkan Bolivia 5-0 dan Venezuela 2-0 di bulan Oktober. Kualifikasi di Amerika Selatan diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh. Hingga bulan ini semua tim telah melakoni 10 pertandingan. Argentina, musuh bebuyutan Brasil dalam sepak bola, untuk sementara masih terbenam di peringkat kelima di bawah Brasil, Uruguay, Ekuador, dan Kolombia. Paraguay dan Cile menyusul Argentina dengan selisih poin yang ketat. Perebutan tiket ke Rusia bakal berlangsung kian seru pada delapan laga yang tersisa.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Italia vs Spanyol Seri, Tim Unggulan Lain Menang

Dalam dua hari, 6-7 Oktober 2016, telah berlangsung sejumlah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai konfederasi. Apa yang terjadi di Eropa senantiasa menyita perhatian pencinta sepak bola, apalagi pekan ini ada perjumpaan Italia dan Spanyol, yang sudah dimainkan Kamis (7/10) malam kemarin di Juventus Stadium. Laga kedua Grup G zona Eropa itu berlangsung imbang 1-1. Biarpun tim tamu sangat mendominasi pertandingan, namun hanya sebuah gol tercipta ke gawang tim tuan rumah. Vitolo berhasil mencetak gol di menit ke-55. Dia bisa memanfaatkan kesalahan Gianluigi Buffon yang maju meninggalkan kotak penalti dan gagal menghentikan manuver pemain lawan. Daniele De Rossi membuat gol penalti di menit ke-82, tepatnya setelah Sergio Ramos melanggar Eder di kotak penalti Spanyol.
Kegembiraan Vitolo (Spanyol) seusai menaklukkan Buffon (Italia).
Tim inti Gli Azzuri didominasi pemain Juventus dan AC Milan yang sama-sama berjumlah tiga pemain. Seperti biasa, ada Buffon beserta dua bek andalan La Vecchia Signora -Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli- di sektor pertahanan. Absennya Giorgio Chiellini diganti bek muda Milan, Andrea Romagnoli. Dua pemain Rossoneri lainnya bermain di sektor tengah, Riccardo Montolivo dan Mattia De Sciglio. Montolivo hanya bermain sekitar 30 menit karena menderita cedera dan penggantinya adalah Giacomo Bonaventura, rekan seklubnya. Sedangkan di kubu La Roja, Barcelona kembali mendominasi tim inti dengan menempatkan Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta. Hanya dua pemain Real Madrid yang turun sejak sepak mula, Sergio Ramos dan Dani Carvajal. Namun dua pemain Los Blancos turun sebagai pengganti, Nacho dan Alvaro Morata.

Sementara itu, tim-tim unggulan mampu meraih kemenangan di hari Jumat (8/10) malam waktu Eropa. Portugal, sang juara Piala Eropa 2016, pesta gol 6-0 ke gawang Andorra. Cristiano Ronaldo yang baru kembali bermain untuk timnas -sesudah cedera di final Euro 2016- tampil gemilang dengan mencetak empat gol. CR7 pun langsung memimpin senarai pencetak gol terproduktif dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. 
Ronaldo kembali memperkuat Portugal dan mencetak empat gol ke gawang Andorra.
Prancis dan Belanda di Grup A juga mengalahkan lawan masing-masing, yang di atas kertas memang di bawah mereka. Uniknya, Prancis dan Belanda menang dengan margin gol yang sama persis : 4-1. Kevin Gameiro (Prancis) dan Quincy Promes (Belanda) masing-masing menyumbang dua gol kemenangan timnya pula. Kedua pertandingan juga berlangsung bersamaan dan disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional di Indonesia. RCTI menayangkan Prancis vs Bulgaria dan GlobalTV menampilkan Belanda vs Belarusia. Pada laga berikutnya Belanda akan menjamu Prancis di Amsterdam pada Senin (10/10) mendatang.

Selasa, 06 September 2016

Pesta Gol Spanyol dan Italia Menang Tandang

Spanyol dan Italia, dua tim yang diunggulkan lolos dari Grup G dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA, sama-sama meraih kemenangan di laga pertamanya yang berlangsung Senin malam (5/9/2016) waktu setempat. Bermain di depan publik sendiri di Leon, Spanyol menaklukkan Liechtenstein 8-0. Tiga pemain La Roja masing-masing mencetak dua gol, yaitu : Diego Costa, David Silva, dan Alvaro Morata. Dua gol lainnya masing-masing dibuat oleh Sergi Roberto dan Vitolo. Tim besutan Julen Lopetegui sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama dan satu sundulan Costa belaka yang berbuah gol. Pada 45 menit kedua para pemain Spanyol baru menunjukkan ketajamannya. Diego Costa -striker berdarah Brasil yang memilih membela Spanyol sejak 2014- seperti terlahir kembali ketika Tim Matador baru saja mengganti manajernya. Selama bermain untuk Spanyol di bawah asuhan Vicente del Bosque, Costa gagal menghadirkan ketajamannya sebagaimana kala bermain untuk Atletico Madrid maupun Chelsea. David Silva pun mampu menunjukkan bahwa tanpa kehadiran Xavi dan Andres Iniesta, Spanyol tetap sebuah tim yang mampu meraih kemenangan dengan performa menawan.
Alvaro Morata mengikuti jejak Diego Costa dengan mencetak dua gol ke gawang Liechtenstein.

Morata yang turun menggantikan Costa di menit ke-69 ternyata sanggup menyumbang dua gol pada 10 menit terakhir pertandingan. Striker yang baru kembali ke Real Madrid itu sejak Euro 2016 selalu mengenakan kostum nomor tujuh di timnas, kostum yang sama pernah dipakai Raul Gonzales dan David Villa, dua striker paling tajam La Roja sepanjang masa. Rekan seklub Morata, Marco Asensio, menjalani debutnya di tim senior saat Spanyol sudah unggul 5-0 dan membantu merancang gol pertama Morata di menit ke-82. Spanyol pun berhak memimpin klasemen Grup G, unggul dalam produktivitas gol ketimbang Italia. 

Giampiero Ventura akhirnya mampu membawa Italia meraih kemenangan setelah menundukkan Israel 3-1 dalam laga tandang Kualifikasi Piala Dunia 2018. Dalam debutnya menangani Gli Azzuri sekian hari silam, Ventura mengalami kekalahan dari Prancis. Gol Italia diciptakan oleh Graziano Pelle, Antonio Candreva, dan Ciro Immobile. Italia, yang tampil dengan kostum tandang termutakhirnya, sempat bermain dengan 10 pemain selama 35 menit, kala Giorgio Chiellini mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-55. Uniknya, Chiellini sedang menjalani laga ke-90 kalinya bersama timnas dan justru memperoleh hadiah kartu merah dari wasit. Italia sudah unggul 2-1 atas Israel di babak pertama dan Immobile menggenapkan kemenangan tim tamu menjadi 3-1.
Selebrasi Antonio Candreva selepas mencetak gol kedua Italia lewat titik penalti.

Rabu, 23 Maret 2016

Memori : Debut Sejumlah Pemain Timnas Indonesia

Debut Sergio van Dijk dan Victor Igbonefo bersama timnas Indonesia (23-3-2013).

Laga Indonesia melawan Arab Saudi yang berakhir 1-2 pada Sabtu (23-3-2013) di SUGBK menjadi momentum kembalinya para pemain terbaik Indonesia, yang sekian lama mesti absen lantaran kisruh PSSI yang menjadi warna kelam sepak bola negeri ini. Pertandingan tersebut juga menandai penampilan perdana sejumlah pemain. Victor Igbonefo dan Sergio van Dijk mengawali debutnya membela Tim Merah-Putih sebagai pemain inti, sementara Greg Nwokolo turun sebagai pemain pengganti. Victor maupun Sergio bermain 90 menit, sementara Greg hanya bermain 27 menit. Tiga pemain tersebut mengukir sejarah dalam hidup mereka, lantaran untuk pertama kalinya bermain untuk negara keduanya lewat proses naturalisasi. Igbonefo dan Nwokolo berasal dari Nigeria, sedangkan Van Dijk merupakan pemain Belanda keturunan Indonesia.

Selain mereka, sebenarnya masih ada pemain lain yang melakukan debutnya. Kurnia Meiga dan Emanuel Wanggai –kalau tak salah- untuk pertama kalinya tampil di timnas senior dalam sebuah ajang resmi. Di sisi lain, Boaz Solossa untuk pertama kalinya menjadi kapten Skuad Garuda sejak menit pertama. Tempo hari, Boaz pernah menjadi kapten timnas, namun terjadinya di tengah pertandingan, tepatnya sesudah kapten utama ditarik keluar. Pelatih Rahmad Darmawan menunjuk Boaz karena menganggapnya sebagai seniman lapangan, bukan semata karena memiliki jiwa kepemimpinan. Satu gol cerdik dari Boaz pada menit keempat menunjukkan kapasitas istimewa yang dimiliki kapten klub Persipura tersebut.

Kita berharap akan ada laga-laga selanjutnya bagi para pemain yang telah menjalani debutnya. Pertandingan uji coba dengan masa persiapan yang lebih baik mutlak diupayakan PSSI supaya menjadi nyata.
Semoga PSSI benar-benar mampu memperbaiki kesalahannya di masa lalu, yaitu dengan bersungguh-sungguh mengurus timnas dengan baik. Tentu termasuk membereskan masalah yang terjadi di tubuh BTN serta memilih pelatih yang tepat untuk Skuad Garuda yang telah kembali mengepakkan sayapnya agar mampu terbang tinggi.

Materi pemain Indonesia saat menghadapi Arab Saudi (23 Maret 2013)
1.Kurnia Meiga; 3.Zulkifli, 4.Victor Igbonefo, 23.Hamka Hamzah, 2.Supardi; 11.Ponaryo/19.Ahmad Bustomi, 14.Emanuel Wanggai; 5.M.Ridwan/10.Irfan Bachdim, 7.Boaz Solossa (K), 13.Ian Kabes/18.Greg Nwokolo; 9.Sergio van Dijk.

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Tabloid BOLA Edisi 2.485/2013.