Tampilkan postingan dengan label alfred riedl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alfred riedl. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2020

Alfred Riedl Tutup Usia

Kabar duka untuk publik sepak bola Indonesia datang dari Austria. Alfred Riedl, mantan pelatih timnas Indonesia meninggal dunia pada Selasa (8/9/2020). Pelatih tersebut pernah menangani tim Merah Putih dalam tiga periode, yaitu 2010-2011, 2014, dan 2016-2017. Prestasi terbaiknya adalah dua kali membawa Indonesia tampil dalam final Piala AFF 2010 dan 2016 dalam tiga kali kesempatan. Pada Piala AFF 2014 skuat Garuda gagal lolos ke semifinal. Penampilan Cristian Gonzales dkk di Piala AFF 2010 masih layak dikenang sebagai performa terbaik timnas dalam satu dekade terakhir, meski sayangnya berakhir antiklimaks ketika kalah 0-3 dalam final pertama di Malaysia.

Pada bulan sebelumnya Henk Wullems lebih dahulu wafat pada 15/8/20 di Belanda. Lelaki asal Belanda tersebut pernah pula menjadi pelatih timnas Indonesia pada era 90an. Prestasi terbaiknya bersama timnas adalah meraih medali perak di SEA Games 1997 Jakarta. Selain itu Meneer Wullems pernah membawa dua tim menjadi juara Liga Indonesia, yaitu Bandung Raya (1996) dan PSM Makassar (2000).

Rabu, 07 September 2016

Debut Timnas Indonesia di September Ceria

Yang telah lama hilang akhirnya kembali datang, tampil pertama kali pun bisa menang. Debut Indonesia setelah bebas dari hukuman FIFA berhasil mulus dilewati dengan mengalahkan Malaysia 3-0. Awal September pun menjadi ceria terasa. Pertandingan internasional yang berlangsung di Stadion Manahan Solo pada Selasa (6/9/2016) malam kemarin sudah begitu lama ditunggu oleh segenap pencinta sepak bola di tanah air. Kerinduan untuk menyaksikan lagi kesebelasan berseragam merah putih di atas lapangan hijau setelah absen lebih dari setahun, akhirnya terjawab jua. Dengan masa persiapan yang dua hari belaka di sela-sela padatnya jadwal turnamen TSC (Torabika Soccer Championship), rasanya berlebihan jika kita berharap tim asuhan Alfred Riedl langsung tampil sempurna. Jadi menang telak atas tim negeri jiran adalah sesuatu yang layak disambut gembira dan disyukuri. Alfred beserta para asistennya pasti memahami bahwa masih banyak kekurangan dalam penampilan pertama anak asuhnya. Apalagi pilihannya memanggil pemain tidak bisa secara leluasa dilakukannya. Pelatih gaek asal Austria itu nyatanya tetap bersikap tenang ketika Boaz Solossa dan Irfan Bachdim membobol gawang Malaysia. Ia menganggap kemenangan Tim Garuda cukup bagus dan tentu menggembirakan, tapi tak perlu dibesar-besarkan karena toh hanya sebuah laga uji coba.
Timnas Indonesia kembali ada, September menjadi ceria. (Kukuh W/BOLA/JUARA.net)
Boaz Solossa yang menjadi kapten Indonesia membuka kemenangan dengan gol pertamanya di menit ke-7. Umpan tarik Boaz berhasil dimanfaatkan Irfan Bachdim menjadi gol di menit ke-11. Berawal dari tendangan keras Zulham Zamrun yang membuat kemelut di muka gawang Malaysia, Boaz mencetak gol keduanya di menit ke-22, dan membuat tim tuan rumah telah unggul 3-0 di babak pertama.  Hasil pertandingan tidak berubah, meski terdapat pergantian beberapa pemain dan tercipta sejumlah peluang lagi. Boaz bagaikan mengalami deja vu dalam hal mencetak gol. Ketika debut Alfred periode pertama yang berlangsung pada 8 Oktober 2010, Indonesia memang kalah 1-7 dari Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, namun Boaz mencetak satu gol ke gawang tim peringkat ketiga Piala Dunia 2010 itu. Sayangnya Boaz lantas cedera dan absen ketika timnas tampil di Piala AFF 2010. 

Kala menjamu Malaysia, Alfred Riedl memberi kesempatan kepada delapan pemain untuk merasakan debutnya bersama timnas. Tiga pemain turun sejak sepak mula, yaitu : Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman, dan Bayu Pradana. Lima pemain bermain sebagai pengganti, yaitu : Indra Kahfi Ardhiyaksa, M. Abduh Lestaluhu, Ichsan Kurniawan, Irsyad Maulana, dan Lerby Eliandry. Masih ada dua uji coba berikutnya yang akan dijalani timnas sebelum terjun dalam Piala AFF 2016. Jadi masih ada kesempatan bagi Alfred memperbaiki penampilan Boaz dkk agar mampu memberikan hasil terbaik bagi Indonesia tercinta.
Kegembiraan para pemain Indonesia menyambut gol Boaz Solossa. (Vitalis Yoga/BOLA.com)
Susunan pemain Indonesia : 22-Andritay Ardhiyasa; 2-Benny Wahyudi (25-Indra Kahfi Ardhiyaksa 83'), 16-Fachrudin Wahyudi, 13-Rudolof Yanto Basna (5-Dedi Gusmawan 73'), 4-Abdul Rahman (3-M.Abduh Lestaluhu 64'); 21-Andik Vermansah, 19-Bayu Pradana, 6-Evan Dimas, 10-Zulham Zamrun (8-Irsyad Maulana 46'); 7-Boaz Solossa (9-Lerby Eliandry 46'), 17-Irfan Bachdim (24-Ichsan Kurniawan 70') 

Selasa, 06 September 2016

Kelahiran Kembali Timnas Indonesia

Selasa, 6 September 2016, akan menjadi hari bersejarah dalam sepak bola Indonesia karena tim nasional akan kembali hadir dalam sebuah pertandingan resmi, meskipun hanya bertajuk laga persahabatan internasional, yakni melawan Malaysia. Timnas Indonesia sempat hilang dari peredaran sekitar setahun lamanya karena sanksi FIFA yang merupakan buntut perseteruan Menpora RI dan PSSI. Setelah sanksi dicabut, PSSI telah memilih Alfred Riedl sebagai pelatih timnas senior yang akan berlaga di Piala AFF 2016 bulan November mendatang. Meski dihadang banyak kendala, Alfred sudah melakukan seleksi pemain dan akhirnya menentukan 22 nama untuk menjamu Malaysia di Stadion Manahan Solo. Terdapat banyak nama baru di skuat timnas, meski masih ada nama yang sudah tak asing lagi, seperti Boaz Solossa, Irfan Bachdim, dan Zulham Zamrun. Para pemain muda seperti Evan Dimas, Rudolof Yanto Basna, dan Ichsan Kurniawan menjadi simbol regenerasi Tim Merah-Putih yang ditangani Alfred Riedl untuk ketiga kalinya, setelah tahun 2010-2011 dan 2014. Andik Vermansah, bintang klub Selangor di Liga Malaysia, juga mendapat kesempatan menunjukkan kehebatannya bersama timnas, setelah berjaya bersama klubnya di negeri jiran.

Dapat dipastikan terdapat banyak pemain yang menjalani debutnya bersama timnas ketika menghadapi Malaysia. Yang penting kita syukuri dahulu bahwa timnas sepak bola Indonesia sudah lahir kembali. Namun apakah bisa langsung tampil apik dan mampu menang di laga perdananya, tentu perlu proses dan waktu bagi Alfred Riedl dan pemain pilihannya untuk membangun kesepahaman bersama.
Suasana latihan timnas Indonesia menjelang laga melawan Malaysia di Solo.
Prediksi tim inti Indonesia (4-4-2) : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Dedi Gusmawan, Rudolof Yanto Basna, Abduh Lestaluhu; Andik Vermansah, Ichsan Kurniawan, Evan Dimas, Zulham Zamrun; Boaz Solossa (K), Irfan Bachdim.

Rabu, 30 Maret 2016

Memori : Menelaah Hasil Uji Coba Timnas di Spanyol

Indonesia vs Andorra : 1-0 (26-3-2014)
Timnas senior Indonesia telah usai menjalani pemusatan latihan di Spanyol pada Maret 2014. Tiga uji coba telah berlangsung di Valencia, dua di antaranya merupakan laga resmi FIFA. Tim asuhan Alfred Riedl dua kali menang dan sekali kalah. Kemenangan pertama diraih saat Firman Utina dkk melawan Andorra pada Rabu (26/3). Hasil pertandingan itu sangat bersejarah karena merupakan pertemuan pertama Indonesia dengan Andorra dan merupakan kemenangan pertama Tim Merah-Putih atas tim  dari Eropa. Raphael Maitimo menjadi pencetak gol kemenangan timnas lewat tendangan penalti. Indonesia kalah 0-1 dari Kuba pada Sabtu (29/3). Gol kekalahan timnas merupakan gol bunuh diri M.Roby. Laga Indonesia versus Kuba juga merupakan duel perdana kedua tim. 

Dua pertandingan persahabatan internasional tersebut mendongkrak posisi Indonesia di peringkat FIFA. Dari semula nomor 154 pada Maret 2014 menjadi 151 pada April 2014. Kita menghargai upaya BTN-PSSI dalam menggelar jadwal uji coba timnas yang sinergis dengan upaya memperbaiki peringkat FIFA. Satu laga sisa di Spanyol, Indonesia mengalahkan Villareal B 1-0 pada Rabu (2/4) melalui gol Zulham Zamrun.

Tanpa diperkuat para pemain Arema dan Persipura yang bertanding di Piala AFC, juga tanpa sejumlah pemain yang bermain di luar negeri, Alfred Riedl memberi kesempatan para pemain baru menjalani debutnya di timnas. Mereka adalah Andritany Ardhiyasa, Rizky Pellu, Bayu Gatra, Manahati Lestusen, dan Amirul Mukminin. Dalam tiga laga, pelatih mencoba dua formasi sekaligus, 4-3-3 dan 4-2-3-1. 

Sektor depan tampaknya menjadi perhatian sendiri karena produktivtasnya masih rendah. Namun mesti dimaklumi karena Greg Nwokolo yang menjadi andalan utama di Spanyol justru cedera pada laga pertama. Tantan, Ferdinand Sinaga, Zulham Zamrun, dan M.Ridwan merupakan penyerang sayap, mereka bukan striker murni. Sejumlah striker produktif  memang tidak mengikuti pelatnas ke Spanyol Masih ada Cristian Gonzales, Samsul Arif, Boaz Solossa, Patrich Wanggai, atau Sergio van Dijk yang bisa diturunkan dalam uji coba selanjutnya. Demikian pula, pada posisi lainnya masih ada Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Ahmad Bustomi, Immanuel Wanggai, Andik Vermansah, mapun sejumlah pemain potensial lainnya yang tidak lolos dari pengamatan pelatih Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, dan Widodo C Putro. 

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com pada tahun 2014.