Tampilkan postingan dengan label boaz solossa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boaz solossa. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 September 2017

Prestasi Indonesia dalam AFF Awards 2017

Kendati Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF 2016, tapi hal itu tidak sia-sia belaka. Dalam acara malam penganugerahan AFF Awards 2017 yang berlangsung di Bali pada Sabtu (23/9/2017), sejumlah nama dari Indonesia mengukir prestasi. Gol Andik Vermansah dinobatkan sebagai gol terbaik Piala AFF 2016. Sementara itu, empat pemain Skuat Garuda terpilih dalam Best XI in The Suzuki AFF Cup 2016. Mereka adalah Kurnia Meiga, Rizki Rizaldi Pora, Stefano Lilipaly, dan Boaz Solossa. Penghargaan tersebut mestinya menjadi pemicu semangat bagi semua orang yang terlibat dalam sepak bola Indonesia untuk bekerja lebih keras dan cerdas demi prestasi yang lebih apik di hari depan. Untuk Kurnia Meiga yang sedang sakit, semoga kiper andalan Indonesia tersebut lekas sembuh dan kembali berlaga di bawah mistar.

Kardono, tokoh sepak bola nasional yang pernah menjadi Ketua Umum PSSI (1983-1991) dan Presiden AFF pertama (1984-1989) mendapat penghargaan khusus "AFF Dato Sri Paul Mony Live Service" atas komitmen, dedikasi, dan kontribusinya yang besar terhadap pengembangan sepak bola di Indonesia dan Asia Tenggara. Apa yang telah dilakukan almarhum mudah-mudahan juga mampu memotivasi mereka yang kini berada di PSSI untuk membuat sepak bola Indonesia lebih membahagiakan dan membanggakan lagi nanti.

Senin, 05 Desember 2016

Gol Hansamu dan Boaz Bawa Indonesia Menang

Semifinal pertama Piala AFF 2016 antara Indonesia melawan Vietnam telah berlangsung dengan hasil menggembirakan bagi tim tuan rumah. Pada pertandingan yang dimainkan Sabtu malam lalu (3/12/16) di Stadion Pakansari Bogor, yang dipadati sekitar 30.000 penonton, termasuk Presiden RI Joko Widodo, Tim Merah Putih mampu menang 2-1. Tanpa duo bek tengah Fachruddin dan Yanto Basna, Alfred Riedl memberi kepercayaan kepada Manahati Lestusen dan Hansamu Yama Pranata. Secara mengejutkan, Hansamu yang baru menjalani debutnya bersama timnas senior justru mampu membuka kemenangan melalui gol sundulannya di menit ke-7 memanfaatkan sepak pojok dari Rizky Pora. Mantan bek timnas U-19 itu belakangan mencuat namanya sebagai pemain yang mencederai Irfan Bachdim dalam latihan, yang membuat sang striker berdarah Belanda gagal bermain di Piala AFF 2016. Hansamu berhasil memanfaatkan kesempatan untuk menebus kesalahannya ketika akhirnya bisa membela skuat Garuda di laga semifinal pertama. 

Vietnam sempat membuat kedudukan menjadi 1-1 ketika wasit menunjuk titik penalti karena berasumsi Beny Wahyudi melakukan pelanggaran di muka gawang Kurnia Meiga. Namun, timnas akhirnya bangkit di babak kedua dan kembali mengungguli tim tamu. Pelanggaran yang dilakukan terhadap Stefano Lilipaly di kotak penalti Vietnam membuat wasit memberi hadiah penalti untuk Indonesia. Boaz Solossa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membuat Indonesia akhirnya menang 2-1. Koleksi gol Boaz di Piala AFF 2016 pun menjadi tiga buah.

Sehabis pertandingan, Presiden Jokowi turun dari tribun kehormatan untuk memberi ucapan selamat langsung kepada Boaz Solossa dkk. Tentu menjadi sebuah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi para pemain mendapat perhatian istimewa dari sang pemimpin negara. Semifinal kedua akan berlangsung Rabu mendatang (7/12) di Stadion My Dinh Hanoi. Indonesia tinggal mencari hasil imbang untuk memastikan langkah melaju ke final.

Senin, 10 Oktober 2016

Indonesia Ditahan Vietnam di Maguwoharjo

Setelah September lalu mampu mengandaskan Malaysia di Solo, Indonesia menjalani pertandingan keduanya -sehabis menjalani masa hukuman- dengan menjamu Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, pada hari Minggu, 9 Oktober 2016. Tim tuan rumah justru lebih dulu tertinggal 0-2 di awal babak pertama. Namun Boaz Solossa dkk pantang menyerah dan tetap bermain penuh semangat untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya, Zulham Zamrun menciptakan sebuah gol indah dari tendangan bebas pada menit ke-26. Dua menit kemudian, berawal dari akselerasi Andik Vermansah di sektor kiri pertahanan Vietnam, Irfan Bachdim membuat gol kedua Tim Garuda, assist dari Zulham Zamrun. Skor 2-2 di akhir babak pertama ternyata tidak berubah hingga menit ke-90, biarpun kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain.
Tim inti Indonesia menghadapi Vietnam di Maguwoharjo Sleman. (FFT Indonesia)
Alfred Riedl menurunkan tim inti yang nyaris sama persis dengan ketika menghadapi Malaysia. Hanya Dedi Kusnandar yang menggantikan Bayu Pradana menjadi satu-satunya perubahan. Bagi Dedi, yang kini bermain di Sabah FA (Malaysia), penampilan di Maguwoharjo merupakan debutnya bersama timnas senior. Sebelumnya, mantan pemain Persib itu pernah menjadi andalan timnas U-23 Indonesia di SEA Games dan Asian Games. Pemain lain yang tampil pertama untuk timnas senior adalah Septian David Maulana, rekan Evan Dimas di timnas U-19 tahun 2013-2014.
Tendangan bebas Zulham berbuah gol pertama Indonesia ke gawang Vietnam. (Herka Yanis/BOLA/JUARA.net)
Dua gol cepat Vietnam ke gawang Andritany Ardhiyasa membuktikan bahwa sektor pertahanan Indonesia masih perlu pembenahan. Alfred pun mencatat bahwa kebugaran fisik menjadi masalah bagi anak asuhnya. Pertandingan internasional memiliki tempo yang lebih cepat ketimbang pertandingan antarklub di tanah air dan para pemainnya harus memiliki fisik yang lebih baik. Semoga masih ada waktu untuk memperbaiki kelemahan yang ada sebelum terjun di Piala AFF 2016 akhir November mendatang. Dua laga uji coba masih akan dijalani Evan Dimas dkk awal bulan depan. Indonesia akan bertandang ke Myanmar (4/11) dan Vietnam (8/11). 

Dua kali bermain -setelah lebih dari setahun absen- dengan hasil sekali menang dan sekali imbang bukanlah hal yang mengecewakan bagi timnas Indonesia. Meskipun tentu saja bukan sesuatu yang sangat memuaskan pula. Setidaknya, penunjukan Alfred Riedl sebagai pelatih oleh PSSI dan tampilnya sejumlah pemain baru, sejauh ini memberi harapan bagi pencinta sepak bola di tanah air. Apalagi sang pelatih kurang leluasa memilih karena hanya bisa memanggil maksimal dua pemain dari klub-klub yang sedang mengikuti turnamen Torabika Soccer Championship 2016. Sesuatu yang memang aneh karena sebuah tim nasional mestinya terdiri dari para pemain terbaik di negaranya, tanpa pembatasan dari pihak klub.
Aksi Boaz Solossa, kapten Indonesia. (Nicklas Hanoatubun/BOLA.com)
Namun bagi saya pribadi, dua pertandingan Indonesia yang selalu disiarkan langsung RCTI, cukup mengecewakan. Bukan masalah hasilnya, tapi karena saya tidak tidak pernah bisa menyaksikannya secara penuh. Ketika Indonesia vs Malaysia (7/9), saya hanya menonton 45 menit kedua karena masih ada acara di luar rumah. Nah, saat Indonesia vs Vietnam (9/10) kemarin, saya justru hanya bisa melihat sekitar 20 menit babak pertama, kala Andritany harus dua kali memungut bola dari gawangnya. Saya harus pergi jam lima sore Minggu kemarin. Syukurlah, Tim Merah Putih tidak kalah pada akhir laga. Semoga pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, saya bisa senantiasa menjadi saksi secara penuh penampilan Irfan Bachdim dkk yang akan terus membaik.
Sukacita Zulham, Irfan, dan Evan setelah gol dicetak Irfan.(Bahktiar M/OFFSIDE.CO.ID)
Susunan pemain Indonesia : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Fachrudin Wahyudi, Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman (M.Abduh Lestaluhu 46'); Andik Vermansah (Septian David Maulana 84'), Dedi Kusnandar (Bayu Pradana 46'), Evan Dimas, Zulham Zamrun (Rizky Pora 65'); Boaz Solossa (Lerby Eliandry 76'), Irfan Bachdim (Ferdinand Sinaga 76') 

Rabu, 07 September 2016

Debut Timnas Indonesia di September Ceria

Yang telah lama hilang akhirnya kembali datang, tampil pertama kali pun bisa menang. Debut Indonesia setelah bebas dari hukuman FIFA berhasil mulus dilewati dengan mengalahkan Malaysia 3-0. Awal September pun menjadi ceria terasa. Pertandingan internasional yang berlangsung di Stadion Manahan Solo pada Selasa (6/9/2016) malam kemarin sudah begitu lama ditunggu oleh segenap pencinta sepak bola di tanah air. Kerinduan untuk menyaksikan lagi kesebelasan berseragam merah putih di atas lapangan hijau setelah absen lebih dari setahun, akhirnya terjawab jua. Dengan masa persiapan yang dua hari belaka di sela-sela padatnya jadwal turnamen TSC (Torabika Soccer Championship), rasanya berlebihan jika kita berharap tim asuhan Alfred Riedl langsung tampil sempurna. Jadi menang telak atas tim negeri jiran adalah sesuatu yang layak disambut gembira dan disyukuri. Alfred beserta para asistennya pasti memahami bahwa masih banyak kekurangan dalam penampilan pertama anak asuhnya. Apalagi pilihannya memanggil pemain tidak bisa secara leluasa dilakukannya. Pelatih gaek asal Austria itu nyatanya tetap bersikap tenang ketika Boaz Solossa dan Irfan Bachdim membobol gawang Malaysia. Ia menganggap kemenangan Tim Garuda cukup bagus dan tentu menggembirakan, tapi tak perlu dibesar-besarkan karena toh hanya sebuah laga uji coba.
Timnas Indonesia kembali ada, September menjadi ceria. (Kukuh W/BOLA/JUARA.net)
Boaz Solossa yang menjadi kapten Indonesia membuka kemenangan dengan gol pertamanya di menit ke-7. Umpan tarik Boaz berhasil dimanfaatkan Irfan Bachdim menjadi gol di menit ke-11. Berawal dari tendangan keras Zulham Zamrun yang membuat kemelut di muka gawang Malaysia, Boaz mencetak gol keduanya di menit ke-22, dan membuat tim tuan rumah telah unggul 3-0 di babak pertama.  Hasil pertandingan tidak berubah, meski terdapat pergantian beberapa pemain dan tercipta sejumlah peluang lagi. Boaz bagaikan mengalami deja vu dalam hal mencetak gol. Ketika debut Alfred periode pertama yang berlangsung pada 8 Oktober 2010, Indonesia memang kalah 1-7 dari Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, namun Boaz mencetak satu gol ke gawang tim peringkat ketiga Piala Dunia 2010 itu. Sayangnya Boaz lantas cedera dan absen ketika timnas tampil di Piala AFF 2010. 

Kala menjamu Malaysia, Alfred Riedl memberi kesempatan kepada delapan pemain untuk merasakan debutnya bersama timnas. Tiga pemain turun sejak sepak mula, yaitu : Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman, dan Bayu Pradana. Lima pemain bermain sebagai pengganti, yaitu : Indra Kahfi Ardhiyaksa, M. Abduh Lestaluhu, Ichsan Kurniawan, Irsyad Maulana, dan Lerby Eliandry. Masih ada dua uji coba berikutnya yang akan dijalani timnas sebelum terjun dalam Piala AFF 2016. Jadi masih ada kesempatan bagi Alfred memperbaiki penampilan Boaz dkk agar mampu memberikan hasil terbaik bagi Indonesia tercinta.
Kegembiraan para pemain Indonesia menyambut gol Boaz Solossa. (Vitalis Yoga/BOLA.com)
Susunan pemain Indonesia : 22-Andritay Ardhiyasa; 2-Benny Wahyudi (25-Indra Kahfi Ardhiyaksa 83'), 16-Fachrudin Wahyudi, 13-Rudolof Yanto Basna (5-Dedi Gusmawan 73'), 4-Abdul Rahman (3-M.Abduh Lestaluhu 64'); 21-Andik Vermansah, 19-Bayu Pradana, 6-Evan Dimas, 10-Zulham Zamrun (8-Irsyad Maulana 46'); 7-Boaz Solossa (9-Lerby Eliandry 46'), 17-Irfan Bachdim (24-Ichsan Kurniawan 70') 

Selasa, 06 September 2016

Kelahiran Kembali Timnas Indonesia

Selasa, 6 September 2016, akan menjadi hari bersejarah dalam sepak bola Indonesia karena tim nasional akan kembali hadir dalam sebuah pertandingan resmi, meskipun hanya bertajuk laga persahabatan internasional, yakni melawan Malaysia. Timnas Indonesia sempat hilang dari peredaran sekitar setahun lamanya karena sanksi FIFA yang merupakan buntut perseteruan Menpora RI dan PSSI. Setelah sanksi dicabut, PSSI telah memilih Alfred Riedl sebagai pelatih timnas senior yang akan berlaga di Piala AFF 2016 bulan November mendatang. Meski dihadang banyak kendala, Alfred sudah melakukan seleksi pemain dan akhirnya menentukan 22 nama untuk menjamu Malaysia di Stadion Manahan Solo. Terdapat banyak nama baru di skuat timnas, meski masih ada nama yang sudah tak asing lagi, seperti Boaz Solossa, Irfan Bachdim, dan Zulham Zamrun. Para pemain muda seperti Evan Dimas, Rudolof Yanto Basna, dan Ichsan Kurniawan menjadi simbol regenerasi Tim Merah-Putih yang ditangani Alfred Riedl untuk ketiga kalinya, setelah tahun 2010-2011 dan 2014. Andik Vermansah, bintang klub Selangor di Liga Malaysia, juga mendapat kesempatan menunjukkan kehebatannya bersama timnas, setelah berjaya bersama klubnya di negeri jiran.

Dapat dipastikan terdapat banyak pemain yang menjalani debutnya bersama timnas ketika menghadapi Malaysia. Yang penting kita syukuri dahulu bahwa timnas sepak bola Indonesia sudah lahir kembali. Namun apakah bisa langsung tampil apik dan mampu menang di laga perdananya, tentu perlu proses dan waktu bagi Alfred Riedl dan pemain pilihannya untuk membangun kesepahaman bersama.
Suasana latihan timnas Indonesia menjelang laga melawan Malaysia di Solo.
Prediksi tim inti Indonesia (4-4-2) : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Dedi Gusmawan, Rudolof Yanto Basna, Abduh Lestaluhu; Andik Vermansah, Ichsan Kurniawan, Evan Dimas, Zulham Zamrun; Boaz Solossa (K), Irfan Bachdim.

Rabu, 23 Maret 2016

Memori : Debut Sejumlah Pemain Timnas Indonesia

Debut Sergio van Dijk dan Victor Igbonefo bersama timnas Indonesia (23-3-2013).

Laga Indonesia melawan Arab Saudi yang berakhir 1-2 pada Sabtu (23-3-2013) di SUGBK menjadi momentum kembalinya para pemain terbaik Indonesia, yang sekian lama mesti absen lantaran kisruh PSSI yang menjadi warna kelam sepak bola negeri ini. Pertandingan tersebut juga menandai penampilan perdana sejumlah pemain. Victor Igbonefo dan Sergio van Dijk mengawali debutnya membela Tim Merah-Putih sebagai pemain inti, sementara Greg Nwokolo turun sebagai pemain pengganti. Victor maupun Sergio bermain 90 menit, sementara Greg hanya bermain 27 menit. Tiga pemain tersebut mengukir sejarah dalam hidup mereka, lantaran untuk pertama kalinya bermain untuk negara keduanya lewat proses naturalisasi. Igbonefo dan Nwokolo berasal dari Nigeria, sedangkan Van Dijk merupakan pemain Belanda keturunan Indonesia.

Selain mereka, sebenarnya masih ada pemain lain yang melakukan debutnya. Kurnia Meiga dan Emanuel Wanggai –kalau tak salah- untuk pertama kalinya tampil di timnas senior dalam sebuah ajang resmi. Di sisi lain, Boaz Solossa untuk pertama kalinya menjadi kapten Skuad Garuda sejak menit pertama. Tempo hari, Boaz pernah menjadi kapten timnas, namun terjadinya di tengah pertandingan, tepatnya sesudah kapten utama ditarik keluar. Pelatih Rahmad Darmawan menunjuk Boaz karena menganggapnya sebagai seniman lapangan, bukan semata karena memiliki jiwa kepemimpinan. Satu gol cerdik dari Boaz pada menit keempat menunjukkan kapasitas istimewa yang dimiliki kapten klub Persipura tersebut.

Kita berharap akan ada laga-laga selanjutnya bagi para pemain yang telah menjalani debutnya. Pertandingan uji coba dengan masa persiapan yang lebih baik mutlak diupayakan PSSI supaya menjadi nyata.
Semoga PSSI benar-benar mampu memperbaiki kesalahannya di masa lalu, yaitu dengan bersungguh-sungguh mengurus timnas dengan baik. Tentu termasuk membereskan masalah yang terjadi di tubuh BTN serta memilih pelatih yang tepat untuk Skuad Garuda yang telah kembali mengepakkan sayapnya agar mampu terbang tinggi.

Materi pemain Indonesia saat menghadapi Arab Saudi (23 Maret 2013)
1.Kurnia Meiga; 3.Zulkifli, 4.Victor Igbonefo, 23.Hamka Hamzah, 2.Supardi; 11.Ponaryo/19.Ahmad Bustomi, 14.Emanuel Wanggai; 5.M.Ridwan/10.Irfan Bachdim, 7.Boaz Solossa (K), 13.Ian Kabes/18.Greg Nwokolo; 9.Sergio van Dijk.

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Tabloid BOLA Edisi 2.485/2013.