Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2022

Memori : Kostum Biru De Oranje

Belanda memastikan lolos menuju 16 besar Piala Dunia 2014 setelah meraih dua kemenangan atas Spanyol (5-1) dan Australia (3-2). Dua tim yang dikalahkan tim Oranye mesti lekas berkemas-kemas meninggalkan Brasil karena selalu kalah dalam dua laga. Cili dipastikan menjadi tim kedua dari Grup B yang melaju ke babak selanjutnya. Belanda versus Cili (23/6) menentukan posisi juara dan runner-up Grup B yang akan berhadapan dengan wakil Grup A.


Kemenangan meyakinkan Belanda atas Spanyol di laga perdana menjadi pembalasan atas kekalahan 0-1 di partai puncak Piala Dunia 2010. Adegan terbang Robin van Persie yang membuka keran gol ke gawang Iker Casillas menjadi sesuatu yang begitu fenomenal. Robin yang menjadi kapten akhirnya mencetak dua gol, demikian pula Arjen Robben. Satu gol lagi dibuat Stefan de Vrij yang merupakan gol debutnya untuk Belanda. Ketika mengandaskan Australia, Van Persie dan Robben kembali menambah koleksi golnya di Brasil, sementara gol Memphis Depay menentukan kemenangan tim besutan Louis van Gaal.


Ada sejumlah hal yang unik dari aksi Belanda di Brasil. Pertama, Arjen Robben dkk menjadi satu-satunya tim yang selalu tampil di Piala Dunia 2014 dengan pemain bernomor urut satu (1) hingga 11 sejak menit pertama, setidaknya dalam dua pertandingan. Starting line-up Belanda : 1.Cillessen, 2. Vlaar, 3.De Vrij, 4.Martins Indi, 5.Blind, 6.De Jong, 7.Janmaat, 8.De Guzman, 9.Van Persie, 10.Sneijder, 11.Robben.

Kemudian, meski memiliki julukan De Oranje, tapi dalam dua pertandingan awalnya di Brasil, Belanda justru tampil dengan kostum keduanya yang berwarna biru, dan kemenangan pun diraih dengan cemerlang. Akan sampai manakah langkah De Oranje di Negeri Samba? Apakah starting eleven yang dimainkan Van Gaal bakal terus bertahan? Apakah tim Oranye akan tetap berkostum biru? Dan mampukah Robin van Persie cs melampaui prestasi di Afrika Selatan 2010 dengan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya? Kita mesti terus menyimak Piala Dunia di Brasil dengan seksama.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Harian BOLA Sabtu, 21 Juni 2014.

Rabu, 10 Agustus 2016

Memori : Kebangkitan Personel Madrid

Real Madrid sukses merengkuh Piala Super Eropa 2014 dengan menaklukkan Sevilla 2-0 di Stadion Cardiff City pada Selasa (12/8). Cristiano Ronaldo memborong dua gol memanfaatkan assist dari Gareth Bale dan Karim Benzema. Dalam laga sesama klub Spanyol tersebut, Carlo Ancelotti langsung menurunkan dua personel terbarunya -Toni Kroos dan James Rodriguez- di lini tengah Los Blancos sejak sepak mula. Bagi mereka berdua, Piala Super Eropa menjadi trofi pertama mereka bersama El Real. Untuk Kroos terasa istimewa karena baru Juli lalu dia turun penuh membela Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. James digantikan Isco sebelum laga usai, tapi setidaknya sudah mencatat debut cemerlang bersama klub barunya.



Selain dua punggawa anyarnya yang merupakan bintang Piala Dunia 2014, mayoritas pemain Madrid sesungguhnya bernasib kurang baik di Brasil. Enam pemain yang menjadi starter saat melawan Sevilla pulang awal karena gagal di fase grup. Mereka adalah Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe, Fabio Coentrao, Luca Modric dan Ronaldo. Bemzema masih bermain hingga perempat final, sementara Dani Carvajal dan Bale tidak bermain di Piala Dunia.

Kemenangan atas Sevilla menjadi momentum kebangkitan bagi Casillas dkk. Bagi sang kapten, hal itu menjadi kredit poin bahwa dia masih bisa diandalkan sebagai kiper utama, meski sempat tampil buruk bersama Spanyol dan Keylor Navas sudah dihadirkan untuk bersaing dengannya. CR7 pun bisa melupakan kegagalannya saat membela Portugal. Bersama Los Merengues, dia membuktikan dirinya sebagai sang juara. Dua gol yang dicetaknya di Cardiff membuat mantan bintang Manchester United itu kini mengoleksi 70 gol di pentas antarklub Eropa. Rekor itu sejajar dengan milik Filippo Inzaghi (Juventus dan AC Milan) dan melampaui Lionel Messi (Barcelona) yang mengumpulkan 68 gol. Tinggal enam gol yang diperlukan Ronaldo untuk menyamai rekor Raul Gonzales (Real Madrid dan Schalke) yang masih menjadi pencetak gol terbanyak Eropa dengan 76 gol.

Setelah juara Liga Champion dan Copa del Rey musim lalu, Piala Super Eropa 2014 menjadi awal yang baik untuk Madrid mengawali musim baru. Masih ada lima trofi berikutnya yang menjadi target Los Merengues sepanjang musim 2014/15. CR7 dkk jelas berpotensi besar mewujudkannya. Hala Madrid!

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Mingguan BOLA Edisi 2.576/2014.

Rabu, 30 Maret 2016

Memori : Menelaah Hasil Uji Coba Timnas di Spanyol

Indonesia vs Andorra : 1-0 (26-3-2014)
Timnas senior Indonesia telah usai menjalani pemusatan latihan di Spanyol pada Maret 2014. Tiga uji coba telah berlangsung di Valencia, dua di antaranya merupakan laga resmi FIFA. Tim asuhan Alfred Riedl dua kali menang dan sekali kalah. Kemenangan pertama diraih saat Firman Utina dkk melawan Andorra pada Rabu (26/3). Hasil pertandingan itu sangat bersejarah karena merupakan pertemuan pertama Indonesia dengan Andorra dan merupakan kemenangan pertama Tim Merah-Putih atas tim  dari Eropa. Raphael Maitimo menjadi pencetak gol kemenangan timnas lewat tendangan penalti. Indonesia kalah 0-1 dari Kuba pada Sabtu (29/3). Gol kekalahan timnas merupakan gol bunuh diri M.Roby. Laga Indonesia versus Kuba juga merupakan duel perdana kedua tim. 

Dua pertandingan persahabatan internasional tersebut mendongkrak posisi Indonesia di peringkat FIFA. Dari semula nomor 154 pada Maret 2014 menjadi 151 pada April 2014. Kita menghargai upaya BTN-PSSI dalam menggelar jadwal uji coba timnas yang sinergis dengan upaya memperbaiki peringkat FIFA. Satu laga sisa di Spanyol, Indonesia mengalahkan Villareal B 1-0 pada Rabu (2/4) melalui gol Zulham Zamrun.

Tanpa diperkuat para pemain Arema dan Persipura yang bertanding di Piala AFC, juga tanpa sejumlah pemain yang bermain di luar negeri, Alfred Riedl memberi kesempatan para pemain baru menjalani debutnya di timnas. Mereka adalah Andritany Ardhiyasa, Rizky Pellu, Bayu Gatra, Manahati Lestusen, dan Amirul Mukminin. Dalam tiga laga, pelatih mencoba dua formasi sekaligus, 4-3-3 dan 4-2-3-1. 

Sektor depan tampaknya menjadi perhatian sendiri karena produktivtasnya masih rendah. Namun mesti dimaklumi karena Greg Nwokolo yang menjadi andalan utama di Spanyol justru cedera pada laga pertama. Tantan, Ferdinand Sinaga, Zulham Zamrun, dan M.Ridwan merupakan penyerang sayap, mereka bukan striker murni. Sejumlah striker produktif  memang tidak mengikuti pelatnas ke Spanyol Masih ada Cristian Gonzales, Samsul Arif, Boaz Solossa, Patrich Wanggai, atau Sergio van Dijk yang bisa diturunkan dalam uji coba selanjutnya. Demikian pula, pada posisi lainnya masih ada Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Ahmad Bustomi, Immanuel Wanggai, Andik Vermansah, mapun sejumlah pemain potensial lainnya yang tidak lolos dari pengamatan pelatih Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, dan Widodo C Putro. 

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com pada tahun 2014. 

Kamis, 11 Februari 2016

Memori : Skor Anomali 2014


Sepak bola memang kerap sekali diwarnai kejutan demi kejutan. Sepanjang tahun 2014 terdapat beberapa pertandingan dalam turnamen atau kompetisi resmi yang menghasilkan skor akhir yang di luar dugaan. Hal itu tidak hanya melibatkan timnas Indonesia, tapi juga tim-tim ternama di dunia. Kita akan mengupasnya satu demi satu.

Indonesia vs Filipina : 0-4 di Piala AFF 2014.
Salah satu hal yang menjadi warna kusam perjalanan Tim Merah Putih di Piala AFF 2014 adalah ketika Indonesia tunduk 0-4 dari Filipina (25/11). Rekor baru tercipta karena itulah kekalahan pertama timnas dalam sejarah pertemuan kedua tim. Siapa pun tidak pernah membayangkan bahwa Firman Utina dkk akan kalah dengan skor sebesar itu dari tim yang belum pernah sekali pun menang atas Skuat Garuda kebanggaan kita. Tim asuhan Alfred Riedl pun gagal lolos ke semifinal, lantaran sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Vietnam, dan kemenangan 5-1 atas Laos di laga pamungkas menjadi sia-sia. 

Sebelum itu, Indonesia yang diwakili timnas U-23 kalah 1-4 dari Korea Utara di babak 16 Besar Asian Games 2014 Korea Selatan pada September. Namun bukan itu kejutannya, karena hasil tersebut sudah bisa diprediksi. Kekalahan 0-6 dari Thailand (22/9) di laga ketiga babak penyisihanlah yang mencengangkan, mengingat tim Aji Santoso sebelumnya menang telak atas Timor Leste (7-0) dan Maladewa (4-0). Beruntunglah Ferdinand Sinaga dkk yang masih bisa lolos ke babak selanjutnya, meski akhirnya kandas pula.

Di Piala Dunia 2014 Brasil, skor anomali terjadi beberapa kali. Spanyol dikandaskan Belanda 1-5 pada laga pertama Grup B (14/6). Spanyol yang berstatus juara bertahan masih tetap dengan pemain terbaiknya, seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Xabi Alonso. Namun mereka tidak berdaya menghadapi Robin van Persie dkk, yang pernah mereka kalahkan 1-0 di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tim besutan Vincente del Bosque akhirnya terhenti di babak penyisihan grup, sementara tim besutan Louis van Gaal meraih posisi ketiga.
Brasil vs Jerman : 1-7 di Piala Dunia 2014.
Kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 adalah ketika Brasil kalah 1-7 dari Jerman di semifinal (9/7). Brasil sebenarnya hanya kehilangan Thiago Silva (akumulasi kartu) dan Neymar (cedera), bermain di depan pendukungnya sendiri, tapi justru meraih hasil paling memalukan sepanjang sejarah sepak bola juara Piala Dunia lima kali itu. Yang lebih menyedihkan lagi, tim asuhan Luiz Felipe Scolari juga kalah telak 0-3 dari Belanda (13/7) dalam perebutan peringkat ketiga.


Sebelum Piala Dunia 2014 berlangsung, Bayern Muenchen pernah ditundukkan Real Madrid 0-4 di semifinal Liga Champion 2013/14 (30/4). Padahal Muenchen adalah juara bertahan Eropa, bermain di kandang sendiri, dan sudah memastikan gelar juara Bundesliga 2013/14. Sesudah itu, kemenangan Los Blancos atas Atletico Madrid dengan skor 4-1 dalam final Liga Champion di Lisabon (25/5) cukup mencengangkan pula. Los Colchorenos sebenarnya sempat unggul lebih dulu 1-0 dan baru memastikan gelar juara La Liga 203/14 waktu itu. Sebelum dan sesudah laga  tersebut, tim besutan Carlo Ancelotti selalu kesulitan meraih kemenangan dari tim besutan Diego Simeone. Madrid bahkan telah gagal mempertahankan trofi Copa del Rey pada musim 2014/15, setelah kalah agregat 2-4 dari Atletico pada Januari 2015.

Muenchen kembali membuat cerita di pertandingan Grup E Liga Champion 2014/15. Bermain di Stadion Olimpico, tuan rumah AS Roma dibantai 1-7 oleh tim yang diarsiteki Pep Guardiola (22/10). Padahal Roma merupakan saingan terberat Juventus dalam merebut gelar juara Serie A musim ini. Beberapa pemain Jerman seperti mengalami deja vu, karena mereka pernah merasakannya ketika di Piala Dunia 2014 menaklukkan Brasil. Pemain yang sama-sama memperkuat timnas Jerman dan Muenchen adalah Manuel Neuer, Philip Lahm, Jerome Boateng, Mario Goetze, dan Thomas Mueller. Neuer kebobolan satu gol dan Mueller membuat satu gol dalam kemenangan Jerman maupun Muenchen dengan skor 7-1 tersebut.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan majalah BolaVaganza No.160 - Februari 2015.

Sabtu, 30 Januari 2016

Memori : Tahun 2014 Penuh Harapan bagi Tim Merah-Putih



Tahun 2013 meninggalkan kesan positif bagi pencinta sepak bola Indonesia. Kekacauan yang terjadi akibat konflik internal PSSI telah berakhir melalui mekanisme KLB. PSSI kembali bersatu dan serius bekerja membenahi berbagai kekurangan yang ada. Hasilnya, terdapat beberapa hal yang menggembirakan kita. Evan Dimas dkk berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 2013 yang berlangsung di Jawa Timur. Tim asuhan Indra Sjafri juga mampu lolos ke Piala Asia U-19 2014.

Timnas U-23 memang gagal memenangkan final SEA Games 2013 Myanmar, namun setidaknya medali perak dapat kembali diraih oleh Kurnia Meiga dkk. Dua tahun sebelumnya, tim besutan Rahmad Darmawan pun mendapatkan medali perak di Jakarta. Kita tahu, timnas sepak bola tidak pernah bisa menembus partai puncak SEA Games sejak tahun 1997. Baru pada tahun 2011 dan 2013 hal itu dapat diwujudkan lagi. Jadi ada perubahan positif lainnya dalam sejarah panjang persepakbolaan nasional.

Timnas senior gagal total di Kualifikasi Piala Asia 2015. Namun kita senang melihat para pemain terbaik Indonesia dapat kembali memperkuat Tim Merah-Putih. Jacksen F. Tiago sebenarnya sosok yang layak membawa timnas berprestasi mengingat kiprahnya selama ini, tapi PSSI telah menggantinya dengan pelatih baru. Harapan itu otomatis kita pindahkan ke pundak Alfred Riedl yang kembali ke kursi yang sempat didudukinya pada 2010-2011.

Tahun 2014 merupakan kesempatan bagi timnas Indonesia mengukir prestasi yang lebih baik. Tim asuhan Indra Sjafri akan berlaga di Piala Asia U-19 2014 Myanmar yang berlangsung pada 9-24 Oktober 2014. Target lolos ke semifinal agar mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru cukup realistis dan bukan impian belaka. Persiapan panjang telah dilakukan sejak akhir 2013. Kondisi fisik dan mental yang ideal dari para pemain menjadi modal pelatih dalam meningkatkan kualitas teknik dan permainan tim. Program uji coba, mulai dari menghadapi tim lokal, tim Asia, hingga tur ke Eropa telah dirancang dan tinggal dijalani Evan Dimas dkk. Diharapkan pada Oktober nanti, Tim Garuda Jaya telah sampai pada fase puncaknya dan meraih prestasi terbaiknya.




Asian Games
Menpora Roy Suryo dan Ketua KOI Rita Subowo telah membuka peluang bagi PSSI agar mengirim timnas U-23 berlaga dalam Asian Games 2014 di Korea Selatan yang berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2014. PSSI sendiri telah siap menjadi bagian dari kontingen Tim Merah-Putih meski dengan biaya sendiri. Pelatih baru harus segera ditunjuk PSSI, sehingga ia bisa selekasnya menyusun program persiapan menuju turnamen. Sudah saatnya Indonesia kembali mengukur diri menghadapi tim-tim dari berbagai penjuru Asia dan tidak cukup berkutat di wilayah Asia Tenggara belaka. Sebagian anggota timnas SEA Games 2013 masih bisa berlaga di Korea Selatan dan keikutsertaan timnas U-23 juga menjadi persiapan jangka panjang menghadapi SEA Games 2015. Para pemain seperti Alfin Tuasalamony, M.Syaifuddin, Manahati Lestusen, Rizky Pellu, Ferinando Pahabol, dan Yandi Sofyan masih memenuhi syarat bermain di SEA Games mendatang.


Timnas senior ditargetkan menjadi juara Piala AFF 2014 yang berlangsung pada 22 November-20 Desember 2014. PSSI pasti siap mendukung apa pun program kerja Alfred Riedl dan para asistennya. Laga menghadapi Arab Saudi pada awal Maret mendatang menjadi debut Alfred dalam periode kedua karier kepelatihannya bersama Tim Merah-Putih.

Berkaca pada apa yang terjadi di tahun 2013, maka tampil di final mesti dijadikan tradisi pada sejumlah turnamen yang bakal diikuti timnas, baik timnas junior maupun senior, setidaknya untuk turnamen Asia Tenggara lebih dahulu. Tak perlulah kita berlebihan membuat pernyataan bahwa menjadi juara adalah harga mati. Lebih baik kita tetap menapakkan kaki di bumi serta mengingat bahwa ada yang lebih berkuasa ketimbang manusia. Bagaimanapun pepatah lama masih terus berlaku. Tugas kita manusia berencana dan selalu berupaya melakukan yang terbaik, tapi bukankah tetap Tuhan yang menentukan hasil akhirnya?

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Opini Publik Harian BOLA Selasa, 21 Januari 2014.