Tampilkan postingan dengan label irfan bachdim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label irfan bachdim. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 September 2017

Kian Tajamnya Bali United

Bali United dengan striker utamanya, Sylvano Comvalius, kian menunjukkan ketajamannya memasuki pekan ke-22 Gojek Traveloka Liga 1 2017. Serdadu Tridatu menundukkan Persela Lamongan 5-1 dalam pertandingan yang berlangsung Minggu kemarin (3/9/2017) di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Comvalius dua kali membobol gawang Choirul Huda. Tiga gol lainnya dicetak oleh Nick van der Velden, Irfan Bachdim, dan Taufiq. Hasil laga tersebut membuat anak asuh Widodo C Putro menjadi pemimpin klasemen sementara Liga 1 2017 dengan poin 44. Bhayangkara FC (43) dan Persipura (42) menyusul di nomor dua dan tiga. Comvalius membuktikan dirinya sebagai striker haus gol. Pemain nomor 99 itu kini telah mengoleksi 25 gol dan memimpin sendiri daftar pencetak gol terbanyak Liga 1 2017.
Kuartet Belanda andalan Bali United : Bachdim, Comvalius, Lilipaly, dan Van der Velden.
Ada yang menarik ketika Irfan Bachdim baru saja mencetak gol. Dia membuka bagian belakang kostumnya dan menunjukkan nama Catur Juliantono, suporter timnas yang tewas setelah pertandingan Indonesia vs Fiji pada Sabtu (2/9). Irfan mendedikasikan golnya untuk sang korban, meski ulahnya membuka kaus berbuah kartu kuning. Tiga pemain Bali United, Irfan, Stefano Lilipaly, dan Gede Sukadana, dimainkan Luis Milla sejak sepak mula ketika Tim Merah Putih menjalani ujicoba di Bekasi. Irfan dan Stefano kemudian dimainkan Widodo sebelum jeda pertandingan ketika klubnya menjamu Persela
Irfan Bachdim mempersembahkan golnya untuk Alm. Catur Juliantono.


Sabtu, 10 Juni 2017

Kemenangan Pertama Milla dan Kembalinya Irfan

Luis Milla akhirnya mampu membawa timnas Indonesia meraih kemenangan pertamanya dalam pertandingan ujicoba resmi yang tercatat dalam kalender FIFA. Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0 dalam laga tandang yang berlangsung Kamis (8/6/2017) lalu. Gol kemenangan Skuat Garuda dicetak oleh Irfan Bachdim (26') dan Gian Zola Nasrullah (90'). Setelah menjalani debutnya pada Maret lalu menghadapi Myanmar dengan materi pemain U-22 seutuhnya, Milla memanggil sejumlah pemain senior pada ujicoba Juni. Selama beberapa bulan terakhir Milla berkonsentrasi melatih timnas U-22 yang akan tampil di SEA Games 2017 Agustus mendatang dan hanya melakukkan ujicoba menghadapi klub-klub lokal.  Kurnia Meiga, Fachruddin Aryanto, Bayu Pradana, Irfan Bachdim, dan Adam Alis ikut dibawa ke Kamboja bersama timnas U-22. Secara mengejutkan Milla tidak memanggil Putu Gede, Hansamu Yama, dan Evan Dimas dengan alasan ingin melihat kemampuan pemain lain yang baru dipanggil. Adam Alis, Gavin Kwan Adsit, Marinus Wanewar, Rezaldi Hehanusa, Miftahul Hamdi, dan Yabes Roni menjalani debutnya bersama timnas senior. Hanya dalam dua pertandingan, Milla sudah memberi kesempatan pada 21 pemain turun pertama kali membela Tim Merah Putih.

Pertandingan melawan Kamboja menjadi momentum kembalinya Irfan Bachdim. Pemain yang kini membela Bali United itu gagal mengikuti Piala AFF 2016 karena cedera dalam latihan menjelang turnamen. Kesempatan pertama dipanggil Milla dimanfaatkan Irfan dengan membuat gol pembuka bagi Indonesia dan menjadi kemenangan pertama bagi sang pelatih. Selanjutnya Indonesia akan menjamu Puerto Rico dalam laga ujicoba yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Selasa (13/6) mendatang. Stefano Lilipaly dikabarkan akan bergabung dengan Kurnia Meiga dkk setelah kelahiran anak pertamanya pada Rabu (7/6) lalu. Stefano semula dipanggil sebagai salah satu pemain senior untuk menghadapi Kamboja dan Puerto Rico, tapi dia meminta izin absen karena menanti istrinya melahirkan. Posisinya digantikan Adam Alis ketika timnas bertandang ke Kamboja.



Susunan Pemain Indonesia menghadapi Kamboja 
Kurnia Meiga; Gavin Kwan, Bagas Adi Nugroho, Fachruddin Aryanto, Ricky Fajrin (80' Rezaldi Hehanusa); Hargianto (46' Hanif Sjahbandi), Adam Alis (73' Gian Zola), Bayu Pradana; Febri Hariyadi (89' Miftahul Hamdi), Irfan Bachdim (69' Yabes Roni), Marinus Wanewar.

Rabu, 16 November 2016

Irfan Bachdim Gagal ke Piala AFF 2016 dan Beri Semangat Rekannya

Kurang dari sepekan menjelang berlangsungnya pertandingan pertama Piala AFF 2016, kabar buruk datang dari timnas Indonesia. Irfan Bachdim menderita cedera dan dipastikan gagal membela Tim Merah Putih karena mesti menjalani masa pemulihan selama dua bulan. Irfan menderita patah tulang fibula setelah diterjang dengan keras oleh Hansamu Yama Pranata dalam sesi latihan timnas yang berlangsung Selasa (15/11/16) pagi kemarin. Absennya pemain Consadole Sapporo itu menjadi pukulan tersendiri bagi tim asuhan Alfred Riedl, mengingat Irfan mencetak tiga gol ketika ia bermain dalam tiga laga ujicoba melawan Malaysia maupun Vietnam (kandang dan tandang). Kakak ipar Kim Jeffrey Kurniawan mengulangi memori buruk dua tahun silam ketika dia pun mengalamai cedera menjelang Piala AFF 2014. Pelatih bertindak cepat dengan memanggil Ferinando Pahabol (Persipura) untuk menggantikan posisi Bachdim. Biarpun sedih dan kecewa tidak bisa membela timnas, Irfan berbesar hati memberi semangat bagi rekan-rekannya lewat akun instagramnya di @ibachdim.



Ini bukan hanya sekedar tim untuk saya. Mereka bukan hanya sekedar teman, tetapi mereka sudah menjadi keluarga bagi saya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Saya akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk semuanya dan tetap sehat. Merupakan impian bagi saya bermain untuk timnas dan saya tidak akan menyerah dan akan segera fit untuk kembali lagi. Ini adalah sepakbola dan hal seperti ini bisa terjadi. Ini bukan kesalahan pemain lain atau siapapun. Saya mendukung kalian semua dan berdoa yang terbaik. Guys berikanlah semua dan bermain dengan hati dan berjuang untuk Indonesia tercinta. Mimpi saya hancur, tapi kalian dapat mewujudkan mimpi saya. Berjuanglah dan bawa piala itu ke Indonesia! 🇮🇩❤️ #TimnasIndonesia  #Brotherhood  #Yakin #NeverGiveUp 

Sementara itu, pada Kamis (10/11) pekan lalu telah terpilih Letnan Jenderal Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020. Sang pemimpin baru telah menemui para pemain dan pelatih timnas di Hotel Aryaduta Karawaci Tangerang pada Selasa (15/11) malam untuk memberi semangat serta dukungan kepada anak bangsa yang mencoba mengharumkan nama Indonesia tercinta di Piala AFF 2016. Skuat Garuda direncanakan berangkat ke Filipina pada Kamis (17/11) pagi. Indonesia bermain di Grup A untuk menghadapi Thailand, Filipina, dan Singapura. Dengan perhatian yang diberikan pemimpinnya, semoga saja semangat Boaz Solossa dkk berlipat ganda untuk mempersembahkan yang terbaik bagi negaranya dan membuat rakyat bergembira bersama dalam satu nama Indonesia. Selamat berjuang, kawan-kawan!

Senin, 10 Oktober 2016

Indonesia Ditahan Vietnam di Maguwoharjo

Setelah September lalu mampu mengandaskan Malaysia di Solo, Indonesia menjalani pertandingan keduanya -sehabis menjalani masa hukuman- dengan menjamu Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, pada hari Minggu, 9 Oktober 2016. Tim tuan rumah justru lebih dulu tertinggal 0-2 di awal babak pertama. Namun Boaz Solossa dkk pantang menyerah dan tetap bermain penuh semangat untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya, Zulham Zamrun menciptakan sebuah gol indah dari tendangan bebas pada menit ke-26. Dua menit kemudian, berawal dari akselerasi Andik Vermansah di sektor kiri pertahanan Vietnam, Irfan Bachdim membuat gol kedua Tim Garuda, assist dari Zulham Zamrun. Skor 2-2 di akhir babak pertama ternyata tidak berubah hingga menit ke-90, biarpun kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain.
Tim inti Indonesia menghadapi Vietnam di Maguwoharjo Sleman. (FFT Indonesia)
Alfred Riedl menurunkan tim inti yang nyaris sama persis dengan ketika menghadapi Malaysia. Hanya Dedi Kusnandar yang menggantikan Bayu Pradana menjadi satu-satunya perubahan. Bagi Dedi, yang kini bermain di Sabah FA (Malaysia), penampilan di Maguwoharjo merupakan debutnya bersama timnas senior. Sebelumnya, mantan pemain Persib itu pernah menjadi andalan timnas U-23 Indonesia di SEA Games dan Asian Games. Pemain lain yang tampil pertama untuk timnas senior adalah Septian David Maulana, rekan Evan Dimas di timnas U-19 tahun 2013-2014.
Tendangan bebas Zulham berbuah gol pertama Indonesia ke gawang Vietnam. (Herka Yanis/BOLA/JUARA.net)
Dua gol cepat Vietnam ke gawang Andritany Ardhiyasa membuktikan bahwa sektor pertahanan Indonesia masih perlu pembenahan. Alfred pun mencatat bahwa kebugaran fisik menjadi masalah bagi anak asuhnya. Pertandingan internasional memiliki tempo yang lebih cepat ketimbang pertandingan antarklub di tanah air dan para pemainnya harus memiliki fisik yang lebih baik. Semoga masih ada waktu untuk memperbaiki kelemahan yang ada sebelum terjun di Piala AFF 2016 akhir November mendatang. Dua laga uji coba masih akan dijalani Evan Dimas dkk awal bulan depan. Indonesia akan bertandang ke Myanmar (4/11) dan Vietnam (8/11). 

Dua kali bermain -setelah lebih dari setahun absen- dengan hasil sekali menang dan sekali imbang bukanlah hal yang mengecewakan bagi timnas Indonesia. Meskipun tentu saja bukan sesuatu yang sangat memuaskan pula. Setidaknya, penunjukan Alfred Riedl sebagai pelatih oleh PSSI dan tampilnya sejumlah pemain baru, sejauh ini memberi harapan bagi pencinta sepak bola di tanah air. Apalagi sang pelatih kurang leluasa memilih karena hanya bisa memanggil maksimal dua pemain dari klub-klub yang sedang mengikuti turnamen Torabika Soccer Championship 2016. Sesuatu yang memang aneh karena sebuah tim nasional mestinya terdiri dari para pemain terbaik di negaranya, tanpa pembatasan dari pihak klub.
Aksi Boaz Solossa, kapten Indonesia. (Nicklas Hanoatubun/BOLA.com)
Namun bagi saya pribadi, dua pertandingan Indonesia yang selalu disiarkan langsung RCTI, cukup mengecewakan. Bukan masalah hasilnya, tapi karena saya tidak tidak pernah bisa menyaksikannya secara penuh. Ketika Indonesia vs Malaysia (7/9), saya hanya menonton 45 menit kedua karena masih ada acara di luar rumah. Nah, saat Indonesia vs Vietnam (9/10) kemarin, saya justru hanya bisa melihat sekitar 20 menit babak pertama, kala Andritany harus dua kali memungut bola dari gawangnya. Saya harus pergi jam lima sore Minggu kemarin. Syukurlah, Tim Merah Putih tidak kalah pada akhir laga. Semoga pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, saya bisa senantiasa menjadi saksi secara penuh penampilan Irfan Bachdim dkk yang akan terus membaik.
Sukacita Zulham, Irfan, dan Evan setelah gol dicetak Irfan.(Bahktiar M/OFFSIDE.CO.ID)
Susunan pemain Indonesia : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Fachrudin Wahyudi, Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman (M.Abduh Lestaluhu 46'); Andik Vermansah (Septian David Maulana 84'), Dedi Kusnandar (Bayu Pradana 46'), Evan Dimas, Zulham Zamrun (Rizky Pora 65'); Boaz Solossa (Lerby Eliandry 76'), Irfan Bachdim (Ferdinand Sinaga 76') 

Rabu, 07 September 2016

Debut Timnas Indonesia di September Ceria

Yang telah lama hilang akhirnya kembali datang, tampil pertama kali pun bisa menang. Debut Indonesia setelah bebas dari hukuman FIFA berhasil mulus dilewati dengan mengalahkan Malaysia 3-0. Awal September pun menjadi ceria terasa. Pertandingan internasional yang berlangsung di Stadion Manahan Solo pada Selasa (6/9/2016) malam kemarin sudah begitu lama ditunggu oleh segenap pencinta sepak bola di tanah air. Kerinduan untuk menyaksikan lagi kesebelasan berseragam merah putih di atas lapangan hijau setelah absen lebih dari setahun, akhirnya terjawab jua. Dengan masa persiapan yang dua hari belaka di sela-sela padatnya jadwal turnamen TSC (Torabika Soccer Championship), rasanya berlebihan jika kita berharap tim asuhan Alfred Riedl langsung tampil sempurna. Jadi menang telak atas tim negeri jiran adalah sesuatu yang layak disambut gembira dan disyukuri. Alfred beserta para asistennya pasti memahami bahwa masih banyak kekurangan dalam penampilan pertama anak asuhnya. Apalagi pilihannya memanggil pemain tidak bisa secara leluasa dilakukannya. Pelatih gaek asal Austria itu nyatanya tetap bersikap tenang ketika Boaz Solossa dan Irfan Bachdim membobol gawang Malaysia. Ia menganggap kemenangan Tim Garuda cukup bagus dan tentu menggembirakan, tapi tak perlu dibesar-besarkan karena toh hanya sebuah laga uji coba.
Timnas Indonesia kembali ada, September menjadi ceria. (Kukuh W/BOLA/JUARA.net)
Boaz Solossa yang menjadi kapten Indonesia membuka kemenangan dengan gol pertamanya di menit ke-7. Umpan tarik Boaz berhasil dimanfaatkan Irfan Bachdim menjadi gol di menit ke-11. Berawal dari tendangan keras Zulham Zamrun yang membuat kemelut di muka gawang Malaysia, Boaz mencetak gol keduanya di menit ke-22, dan membuat tim tuan rumah telah unggul 3-0 di babak pertama.  Hasil pertandingan tidak berubah, meski terdapat pergantian beberapa pemain dan tercipta sejumlah peluang lagi. Boaz bagaikan mengalami deja vu dalam hal mencetak gol. Ketika debut Alfred periode pertama yang berlangsung pada 8 Oktober 2010, Indonesia memang kalah 1-7 dari Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, namun Boaz mencetak satu gol ke gawang tim peringkat ketiga Piala Dunia 2010 itu. Sayangnya Boaz lantas cedera dan absen ketika timnas tampil di Piala AFF 2010. 

Kala menjamu Malaysia, Alfred Riedl memberi kesempatan kepada delapan pemain untuk merasakan debutnya bersama timnas. Tiga pemain turun sejak sepak mula, yaitu : Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman, dan Bayu Pradana. Lima pemain bermain sebagai pengganti, yaitu : Indra Kahfi Ardhiyaksa, M. Abduh Lestaluhu, Ichsan Kurniawan, Irsyad Maulana, dan Lerby Eliandry. Masih ada dua uji coba berikutnya yang akan dijalani timnas sebelum terjun dalam Piala AFF 2016. Jadi masih ada kesempatan bagi Alfred memperbaiki penampilan Boaz dkk agar mampu memberikan hasil terbaik bagi Indonesia tercinta.
Kegembiraan para pemain Indonesia menyambut gol Boaz Solossa. (Vitalis Yoga/BOLA.com)
Susunan pemain Indonesia : 22-Andritay Ardhiyasa; 2-Benny Wahyudi (25-Indra Kahfi Ardhiyaksa 83'), 16-Fachrudin Wahyudi, 13-Rudolof Yanto Basna (5-Dedi Gusmawan 73'), 4-Abdul Rahman (3-M.Abduh Lestaluhu 64'); 21-Andik Vermansah, 19-Bayu Pradana, 6-Evan Dimas, 10-Zulham Zamrun (8-Irsyad Maulana 46'); 7-Boaz Solossa (9-Lerby Eliandry 46'), 17-Irfan Bachdim (24-Ichsan Kurniawan 70')