Tampilkan postingan dengan label pemain naturalisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemain naturalisasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

Hal-Hal Positif PSSI di Februari

Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.

PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib). 

Rabu, 23 Maret 2016

Memori : Debut Sejumlah Pemain Timnas Indonesia

Debut Sergio van Dijk dan Victor Igbonefo bersama timnas Indonesia (23-3-2013).

Laga Indonesia melawan Arab Saudi yang berakhir 1-2 pada Sabtu (23-3-2013) di SUGBK menjadi momentum kembalinya para pemain terbaik Indonesia, yang sekian lama mesti absen lantaran kisruh PSSI yang menjadi warna kelam sepak bola negeri ini. Pertandingan tersebut juga menandai penampilan perdana sejumlah pemain. Victor Igbonefo dan Sergio van Dijk mengawali debutnya membela Tim Merah-Putih sebagai pemain inti, sementara Greg Nwokolo turun sebagai pemain pengganti. Victor maupun Sergio bermain 90 menit, sementara Greg hanya bermain 27 menit. Tiga pemain tersebut mengukir sejarah dalam hidup mereka, lantaran untuk pertama kalinya bermain untuk negara keduanya lewat proses naturalisasi. Igbonefo dan Nwokolo berasal dari Nigeria, sedangkan Van Dijk merupakan pemain Belanda keturunan Indonesia.

Selain mereka, sebenarnya masih ada pemain lain yang melakukan debutnya. Kurnia Meiga dan Emanuel Wanggai –kalau tak salah- untuk pertama kalinya tampil di timnas senior dalam sebuah ajang resmi. Di sisi lain, Boaz Solossa untuk pertama kalinya menjadi kapten Skuad Garuda sejak menit pertama. Tempo hari, Boaz pernah menjadi kapten timnas, namun terjadinya di tengah pertandingan, tepatnya sesudah kapten utama ditarik keluar. Pelatih Rahmad Darmawan menunjuk Boaz karena menganggapnya sebagai seniman lapangan, bukan semata karena memiliki jiwa kepemimpinan. Satu gol cerdik dari Boaz pada menit keempat menunjukkan kapasitas istimewa yang dimiliki kapten klub Persipura tersebut.

Kita berharap akan ada laga-laga selanjutnya bagi para pemain yang telah menjalani debutnya. Pertandingan uji coba dengan masa persiapan yang lebih baik mutlak diupayakan PSSI supaya menjadi nyata.
Semoga PSSI benar-benar mampu memperbaiki kesalahannya di masa lalu, yaitu dengan bersungguh-sungguh mengurus timnas dengan baik. Tentu termasuk membereskan masalah yang terjadi di tubuh BTN serta memilih pelatih yang tepat untuk Skuad Garuda yang telah kembali mengepakkan sayapnya agar mampu terbang tinggi.

Materi pemain Indonesia saat menghadapi Arab Saudi (23 Maret 2013)
1.Kurnia Meiga; 3.Zulkifli, 4.Victor Igbonefo, 23.Hamka Hamzah, 2.Supardi; 11.Ponaryo/19.Ahmad Bustomi, 14.Emanuel Wanggai; 5.M.Ridwan/10.Irfan Bachdim, 7.Boaz Solossa (K), 13.Ian Kabes/18.Greg Nwokolo; 9.Sergio van Dijk.

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Tabloid BOLA Edisi 2.485/2013.