Tampilkan postingan dengan label piala eropa 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piala eropa 2016. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

Portugal Jadi Juara Euro 2016!


Mesti melakoni sebuah pertandingan final nan dramatis sepanjang 120 menit, Portugal akhirnya memastikan diri menjadi juara Piala Eropa 2016 setelah mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 di Stade de France Saint-Denis pada Minggu malam (10/7) waktu Prancis. Gol tunggal Portugal diciptakan Eder pada menit ke-109 babak perpanjangan waktu. Tim tuan rumah sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Portugal kehilangan Cristiano Ronaldo. Sang kapten terpaksa diganti dan bahkan ditandu keluar lapangan pada menit ke-25 karena cedera lutut kiri yang diawali terjangan Dimitri Payet beberapa menit sebelumnya. Ada momentum unik ketika Cristiano dalam posisi duduk pasrah dengan wajah sendu menanti pertolongan, serta-merta seekor serangga serupa kupu-kupu singgah di depan wajah sang bintang nomor tujuh. Barangkali kehadiran si kupu-kupu justru menjadi pertanda bagus bagi Selecao das Quinas. Cederanya CR7 tidak menjadi sia-sia belaka dan justru menjadi pemacu semangat rekan-rekannya. Dipimpin oleh Nani yang menjadi kapten pengganti, tim asuhan Fernando Santos mampu menahan imbang Les Bleus hingga 90 menit berakhir.



Eder yang turun menggantikan Renato Sanches di menit ke-79 akhirnya menjadi pemecah kebuntuan. Sebuah tembakan keras pemain nomor sembilan itu dari luar kotak penalti berhasil membobol gawang Hugo Lloris dan menjadi penentu kemenangan Portugal di final Euro 2016. Eder menjadi pemain pengganti keenam yang mampu mencetak gol pada final Piala Eropa. Lima pemain sebelumnya adalah Oliver Bierhoff (Jerman), Sylvain Wiltord (Prancis), David Trezeguet (Prancis), Juan Mata (Spanyol), dan Fernando Torres (Spanyol). Didier Deschamps pun harus lapang dada karena tidak bisa mengulangi prestasinya sebagai pemain sekaligus kapten tim 16 tahun silam, ketika kini menjadi pelatih Les Bleus. Prancis gagal melanjutkan tradisi menjadi tim tuan rumah yang berjaya (1984 dan 1998) maupun siklus 16 tahun menjadi kampiun Piala Eropa (1984 dan 2000). Ternyata justru mitos hadirnya juara baru setiap 12 tahun berlaku di Prancis, setelah Denmark (1992), Yunani (2004), dan tahun ini giliran Portugal (2016).

 

Kendati hanya bermain 25 menit dan meninggalkan lapangan dengan air mata duka, akhirnya Ronaldo tertawa bahagia kala mengangkat trofi pertama Piala Eropa bagi negaranya. Bintang Real Madrid itu mampu membuktikan dirinya mampu menjadi yang terbaik tidak hanya dalam kompetisi antarklub. Ronaldo sudah selangkah lebih maju ketimbang Lionel Messi, yang Juni lalu justru mengundurkan diri dari timnas Argentina karena mengalami hattrick kalah di final (Piala Dunia 2014, Copa America 2015, dan Copa America Centenario 2016). Ronaldo dan Pepe juga mencatat rekor tersendiri, yaitu menjadi juara Liga Champion dan Piala Eropa pada tahun yang sama. Selamat untuk Portugal!


Minggu, 10 Juli 2016

Satu Nama Pasti Juara Piala Eropa 2016

Portugal dan Prancis akhirnya menjadi dua tim terakhir yang berhak memperebutkan trofi lambang kejayaan sepak bola antarnegara Eropa dalam final Piala Eropa 2016, yang berlangsung di Stade de France Saint-Denis pada Minggu malam (10/7) waktu Prancis. Kedua tim lolos ke partai puncak dengan skor kemenangan identik di semifinal. Jika Portugal menundukkan Wales 2-0 melalui gol Cristiano Ronaldo dan Nani, maka Prancis mengandaskan juara dunia Jerman 2-0 lewat sepasang gol Antoine Griezmann. Para pencetak gol pun memiliki benang merah tersendiri berupa angka. Jika Ronaldo dan Griezmann merupakan pemain nomor 7 (tujuh), maka Nani adalah pemain nomor 17. Lantas ketika Ronaldo dan Nani sama-sama mengoleksi tiga gol hingga semifinal, maka Griezmann telah membuat total enam gol (sama dengan gol Ronaldo dan Nani yang dijumlahkan) sebelum final berlangsung. Peluang Griezmann sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2016 sudah di depan mata. Para pemain lain yang masih berpeluang menambah golnya di final baru mengumpulkan tiga gol, yaitu Ronaldo, Nani, Olivier Giroud, dan Dimitri Payet. 



Lolosnya Portugal ke laga pamungkas terbilang mengejutkan. Kendati dikapteni oleh CR7, tapi kualitas tim berseragam merah marun itu secara umum dipandang masih di bawah Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belgia, atau bahkan Inggris. Tim asuhan Fernando Santos lolos dari Grup F dengan tidak meyakinkan, menduduki peringkat ketiga dari hasil tiga kali imbang melawan Islandia, Austria, dan Hongaria. Menang 1-0 atas Kroasia di 16 besar, mengalahkan Polandia via adu penalti di 8 besar, hingga menyingkirkan Wales 2-0 di semifinal, tetap menempatkan Portugal sebagai tim yang tidak diunggulkan menjadi kampiun. Tapi jika melihat sejarah Piala Eropa, terdapat siklus 12 tahun sekali, gelar juara akan diraih oleh tim yang tidak diperhitungkan. Setelah Denmark menjadi juara Euro 1992, maka 12 tahun kemudian giliran Yunani berjaya di Euro 2004. Denmark yang hadir di turnamen menggantikan Yugoslavia -yang mendapat sanksi internasional karena perang- justru berhasil mengalahkan Jerman Barat, yang merupakan juara Piala Dunia 1990. Sementara itu Yunani membuat Portugal, tim tuan rumah yang bergelimang bintang, takluk di depan publik sendiri. Portugal yang kalah di final Euro 2004 mencoba membalikkan takdirnya dengan mengalahkan tuan rumah Euro 2016, tepat ketika 12 tahun telah berlalu kini. 

Prancis sejak semula menjadi kandidat juara, mengingat statusnya sebagai tuan rumah dan sejarah indah meraih Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Tim asuhan Didier Deschamps memiliki materi pemain yang sangat mumpuni di semua sektor, meski sejumlah bintangnya -seperti Karim Benzema dan Raphael Varane- absen. Perjalanan Hugo Lloris dkk hingga partai puncak pun mengundang banyak pujian. Menjadi juara Grup A, Prancis lalu menaklukkan Irlandia 2-1 di 16 perdelapan final, membantai Islandia 5-2 di perempat final, sampai akhirnya membuat Jerman bertekuk lutut di semifinal. Les Bleus merupakan tim terproduktif turnamen dengan 13 gol. Striker utama Prancis, Griezmann, menjadi pemain tertajam di Euro 2016 hingga empat besar. Yang menarik, tim tuan rumah juga memiliki siklus 16 tahun sekali menjadi juara Piala Eropa. Sesudah berjaya di Euro 1984, Prancis meraih gelar juara Euro 2000. Waktu itu Prancis berstatus sebagai juara Piala Dunia 1998 dan dipimpin oleh kapten Didier Deschamps, pelatih Les Bleus saat ini.

Pada Mei silam, Ronaldo dan Pepe telah berjumpa dengan Griezmann di final Liga Champion 2016 di San Siro Milan. Real Madrid yang diperkuat duo Portugal berhasil mengandaskan Atletico Madrid yang diperkuat sang striker Prancis. Ronaldo dan Pepe tentu berharap bisa meraih gelar selanjutnya bersama Portugal, sementara Griezmann tentu tak ingin kalah lagi di partai puncak ketika membela Prancis.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan finalis Euro 2016, yang bisa jadi tidak terlalu diperhatikan orang. Portugal dan Prancis sama-sama mengenakan kostum yang disponsori oleh Nike. Bahkan  motif seragam kedua tim pun identik dan dibedakan warna belaka. Di semifinal, Portugal dan Prancis mengalahkan Wales dan Jerman, yang kebetulan keduanya disponsori oleh Adidas. Tampilnya dua tim berseragam sama di laga pamungkas Piala Eropa 2016 memastikan siapa pun sang jawara, tim tersebut pasti memakai merek Nike. Sejarah baru telah tercipta karena selama ini belum pernah ada tim Nike menjadi kampiun Piala Eropa dan dominasi Adidas di Eropa pun sementara terhenti di Prancis. Dalam lima kejuaraan terakhir, tim Adidas senantiasa berjaya. Mereka adalah Jerman (1996), Prancis (2000), Yunani (2004), dan Spanyol (2008 dan 2012). Bahkan sebelum trofi digenggam Denmark (1992), setidaknya Belanda (1988), Prancis (1984), dan Jerman Barat (1980 dan 1972) pun berseragam Adidas. Kemenangan Portugal atau Prancis di final Euro 2016 akan melengkapi keberhasilan tim Nike lainnya -Chile- yang Juni lalu menjuarai Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat. Chile sejak awal 2016 disponsori oleh Nike, sementara sebelumnya disponsori oleh Puma.


Kamis, 07 Juli 2016

Juara Dunia Menantang Tuan Rumah Euro 2016

Satu tiket partai puncak Piala Eropa 2016 masih akan diperebutkan Jerman dan Prancis pada Kamis malam (7/7) waktu Prancis. Pertemuan kedua tim barangkali layak disebut sebagai final kepagian pula, jika mengingat reputasi yang mereka miliki saat ini. Sebelumnya terdapat pertandingan Italia versus Spanyol di perdelapan final dan Jerman versus Italia di perempat final Euro 2016. Sesama tim unggulan telah saling berhadapan jauh sebelum laga final berlangsung. 


Manuel Neuer mendapat sambutan rekan-rekannya seusai menundukkan Italia lewat adu penalti.
Jerman adalah penggenggam Piala Dunia 2014 yang selalu menjadi kandidat kampiun dalam setiap kejuaraan resmi antarnegara. Mengoleksi empat gelar juara dunia dan tiga trofi Eropa, Der Panzer layak disebut sebagai tim terbaik Eropa sepanjang masa. Sementara itu, Prancis adalah tim yang memiliki sejarah positif saban menjadi tuan rumah turnamen akbar. Les Blues berhasil meraih juara Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Kedua tim telah menunjukkan kepantasannya untuk melaju hingga empat besar. 

Tim besutan Joachim Loew memuncaki Grup D dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Di babak 16 besar, Manuel Neuer dkk menundukkan Slovakia 3-0. Pada perempat final, Jerman secara dramatis menyingkirkan Italia lewat adu penalti (6-5), setelah bermain seri 1-1 selama 120 menit. Kemenangan tersebut menjadi sesuatu yang sangat bermakna karena berhasil memutus rekor buruk Der Panzer yang selama ini tansah kalah saban berjumpa Gli Azzuri di fase gugur kejuaraan resmi antarnegara.

Tim asuhan Didier Deschamps memimpin Grup A dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Selanjutnya Hugo Lloris dkk mengalahkan Irlandia 2-1 di perdelapan final dan pesta gol 5-2 atas Islandia di babak 8 besar.  Prancis menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen dengan 11 gol yang diciptakan ke gawang lawan. Antoine Griezmann memuncaki daftar top scorer sementara dengan koleksi empat gol, sedangkan Olivier Giroud dan Dimitri Payet sama-sama membuat tiga gol.


Olivier Giroud memborong dua gol ke gawang Islandia.
Laga Jerman melawan Prancis akan berlangsung ketat. Biarpun mesti kehilangan Mats Hummels (akumulasi kartu), Sami Khedira, dan Mario Gomez (cedera), anak asuh Joachim Loew masih memiliki materi pemain pengganti yang cukup mumpuni. Yang jelas, Thomas Mueller masih perlu membuktikan dirinya mampu membuat gol di Prancis. Bintang Jerman bernomor 13 ini sangat produktif di Piala Dunia, tapi selalu puasa gol di Piala Eropa. Tim tuan rumah bakal bermain dengan kekuatan terbaiknya. Trio penyerang Griezmann-Giroud-Payet semakin konsisten dalam mengoyak gawang lawan dan tentu berharap mampu menambah koleksi golnya. Dukungan maksimal dari publik sendiri menjadi kekuatan ekstra bagi anak asuh Didier Deschamps demi meraih kejayaan kembali di benua Eropa.

Duet Mantan Bintang MU Bawa Portugal ke Final Euro 2016

Ronaldo dan Nani menjadi aktor utama kemenangan 2-0 Portugal atas Wales.
Cristiano Ronaldo dan Luis Nani menjadi penentu kemenangan Portugal atas Wales dalam laga semifinal Piala Eropa 2016 yang berlangsung Rabu malam (6/7) waktu Prancis. Hasil pertandingan itu membawa Portugal lolos ke partai puncak Euro 2016 yang akan berlangsung Minggu mendatang (10/7) dan menjadi partai puncak Selecao di Eropa yang kedua setelah Euro 2004. Ronaldo lebih dahulu membawa Portugal unggul 1-0 lewat gol sundulannya di menit ke-50. Tiga menit kemudian, Nani membuat timnya menang 2-0 memanfaatkan umpan dari Ronaldo.

Ronaldo dan Nani pernah bermain bersama untuk Manchester United selama dua musim (2007-2009). Keduanya pernah bahu-membahu menjadi anak asuh Sir Alex Ferguson meraih sejumlah trofi bergengsi antaklub, seperti juara Liga Champion Eropa 2007/08 dan Liga Primer Inggris sebanyak dua kali (2007/08 dan 2008/09). Ronaldo memperkuat The Red Devils selama enam musim (2003- 2009), sementara Nani hampir delapan musim (2007-2015; Nani dipinjamkan ke Sporting CP pada musim 2014/15).

Ronaldo dan Nani sebagai pemain MU mengangkat trofi Liga Champion 2008.
Setelah hijrah ke Real Madrid pada musim 2009/10, prestasi Ronaldo kian mentereng. Dua gelar kampiun Liga Champion diraihnya bersama Los Blancos (2013/2014 dan 2015/16), demikian pula prestasi secara individual sebagai Pemain Terbaik Dunia (2013 dan 2014) dan sejumlah rekor sebagai raja gol. Nani sendiri meredup sinarnya sesudah meninggalkan United dan bermain untuk Sporting CP (2014/15) maupun Fenerbahce (2015/16). Tapi ketika bermain untuk negaranya, pemain yang identik dengan nomor 17 itu tetap menjadi andalan utama di lini depan bersama CR7. Hingga semifinal turnamen di Prancis, duet mantan bintang ManUtd itu masing-masing mengoleksi tiga gol dan berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. 

Final Piala Eropa 2016 menjadi pengalaman kali kedua bagi Ronaldo dan Nani tampil bersama di kejuaraan Eropa setelah final Liga Champion Eropa 2007/08. Jika bersama klub Manchester United keduanya berhasil menjadi juara, maka bersama timnas Portugal pun mereka berharap mampu berjaya pula. Bagi Ronaldo, final Piala Eropa tahun ini adalah pengalaman keduanya bersama Selecao. Pada Piala Eropa 2004 yang berlangsung di Portugal, Ronaldo dkk mesti menelan pil pahit dikalahkan Yunani di partai puncak di depan publik sendiri. Menjadi satu-satunya pemain inti yang tersisa dari final Euro 2004 (sementara Ricardo Carvalho kini hanya pemain cadangan), sebagai kapten timnas, dan sederet prestasi gemilangnya bersama MU dan Real Madrid, CR7 pasti sangat ambisius menjadi juara bersama negaranya. Inilah kesempatan terbaik baginya, apalagi usianya telah 31 tahun kini.


CR7 dan Gareth Bale berbincang akrab seusai semifinal Euro 2016.
Perjumpaan Portugal dan Wales di empat besar Euro 2016 menjadi kesempatan dua bintang Real Madrid -Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale- untuk menunjukkan siapa yang lebih baik ketika membela negaranya. Mereka berdua sudah saling mendukung membawa Los Blancos menjadi pemenang Liga Champion Eropa 2015/16 akhir Mei lalu. Bersama timnas masing-masing, CR7 membuktikan dirinya mampu melangkah lebih jauh ketimbang rekan seklubnya. Namun seusai pertandingan, Cristiano terlihat berbincang akrab dengan Gareth, membesarkan hati sang teman serta memberi ucapan selamat bagi Wales sebagai tim debutan dengan prestasi paling tinggi di Prancis.

Portugal dan Wales sebenarnya memiliki seragam utama (kostum kandang) yang sama-sama berwarna merah. Namun ketika mereka bertemu di semifinal, kedua tim justru memakai kostum tandangnya. Portugal, yang untuk ketiga kalinya mengenakan jersey warna hijau, justru pertama kalinya meraih kemenangan dalam 90 menit dan melanjutkan rekor belum pernah kalah di Piala Eropa 2016. Sementara Wales senantiasa mengalami kekalahan saat menggunakan jersey warna gelap. Sebelum ditaklukkan Portugal, Bale dkk kalah 1-2 dari Inggris dalam laga kedua Grup B. Kostum kedua ternyata tidak membawa keberuntungan bagi The Dragons.

Sabtu, 02 Juli 2016

Kemenangan Tim Merah di 8 Besar Piala Eropa 2016

Dalam dua laga perempat final Piala Eropa 2016 yang telah berlangsung, Portugal dan Wales masing-masing berhasil menundukkan Polandia dan Belgia. Kedua tim yang warna seragam utamanya berwarna merah tersebut bakal berjumpa di semifinal. Portugal menyingkirkan Polandia lewat adu penalti dengan skor 5-3, setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit plus masa ekstra 2x15 menit. Robert Lewandowski lebih dahulu membuat gol untuk Polandia, namun gol Renato Sanches membawa Portugal mengimbangi lawannya. Renato mencatat rekor sebagai pemain termuda yang menjadi starter bagi Selecao di turnamen besar (melampaui rekor Cristiano Ronaldo) dan pencetak gol termuda di fase gugur Piala Eropa. Pemuda 18 tahun berambut gimbal itu mampu diandalkan pelatih Fernando Santos selagi para pemain senior seperti Ronaldo dan Nani kurang bersinar di perempat final. Membawa timnya hingga semifinal, Renato pun berpeluang menjadi pemain muda terbaik Euro 2016.

Renato Sanches, bintang muda andalan Portugal di Euro 2016.
Sementara pada perempat final selanjutnya, Wales mampu membuat Belgia bertekuk lutut. Radja Nainggolan lebih dulu membawa tim asuhan Marc Wilmots unggul, tapi tim asuhan Chris Coleman sukses membalikkan keadaan lewat gol Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes. Yang menarik, gol ketiga dibuat oleh Vokes yang turun sebagai pengganti Robson-Kanu, sang pencetak gol kedua. Kemenangan Wales 3-1 atas Belgia menjadi kejutan tersendiri, mengingat status The Dragons sebagai tim debutan, sedangkan De Rode Duivels merupakan tim nomor satu Eropa dalam peringkat FIFA dan UEFA sebelum turnamen berlangsung. Jika melihat materi pemainnya, di atas kertas Eden Hazard dkk pun lebih baik ketimbang Gareth Bale dkk. Pada babak 16 besar, hasil yang diraih Belgia juga lebih meyakinkan daripada Wales. Tapi kostum kedua yang untuk ketiga kalinya dikenakan Eden Hazard dkk tak lagi membawa keberuntungan sebagaimana dua pertandingan sebelumnya. Justru Wales yang tampil dengan seragam merah-putih yang berjaya dan lolos ke empat besar Piala Eropa 2016. Sebuah rekor membanggakan bagi sebuah tim debutan.


Hal Robson-Kanu merayakan gol indahnya ke gawang  Belgia.


Kamis, 30 Juni 2016

Jadwal Perempat Final Euro 2016


Jumat, 1 Juli 2016
02.00 WIB: Polandia vs Portugal

Sabtu, 2 Juli 2016
02.00 WIB: Wales vs Belgia

Minggu, 2 Juli 2016
02.00 WIB: Jerman vs Italia

Senin, 4 Juli 2016
02.00 WIB: Prancis vs Islandia

Rabu, 29 Juni 2016

Keberuntungan Kostum Kedua Portugal dan Belgia


Portugal menaklukkan Kroasia 1-0 dan Belgia mengandaskan Hongaria 4-0. Kedua tim berhasil melaju ke babak 8 besar Piala Eropa 2016 dengan memakai kostum keduanya yang berwarna hampir sama. Kostum yang ternyata membawa keberuntungan. Ketika sebelumnya menjalani laga terakhir di grup masing-masing, yang membuat mereka lolos ke 16 besar, Portugal dan Belgia pun mengenakan seragam yang sama. 


Cristiano Ronaldo masih mampu menyundul bola di antara kepungan Luka Modric dkk.

Sebenarnya Portugal dalam posisi tidak diunggulkan menghadapi Kroasia yang berstatus sebagai juara Grup D. Namun Cristiano Ronaldo dkk mampu membalikkan prediksi lewat gol tunggal yang dicetak Ricardo Quaresma di babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu juga menjadi kemenangan perdana Portugal selama menjalani turnamen di Prancis, setelah di fase grup hanya mampu tiga kali bermain seri. Uniknya, Kroasia yang selama bermain di babak penyisihan selalu memakai kostum keduanya dan belum pernah kalah, akhirnya terhenti langkahnya justru ketika untuk pertama kalinya menggunakan kostum utamanya yang begitu khas : kotak-kotak berwarna merah-putih. Portugal bakal berhadapan dengan Polandia yang lolos ke 8 besar setelah menyisihkan Swiss lewat adu penalti. Peluang kedua tim untuk lolos ke semifinal cukup berimbang di atas kertas. Ronaldo dkk tampaknya akan tampil menggunakan kostum utamanya lagi yang selama di Euro 2016 belum menghasilkan kemenangan. Entah apakah nasib baik masih akan menyertai Portugal di perempat final?


Eden Hazard bermain cemerlang ketika Belgia mengalahkan Hongaria.
Belgia menunjukkan dirinya sebagai salah satu tim yang layak dijagokan bersinar di Euro 2016 tatkala membuat Hongaria bertekuk lutut dengan empat gol tanpa balas. Eden Hazard -kapten Belgia- mencetak gol ketiga dan menjadi inspirator terciptanya gol-gol lainnya yang dibuat oleh Toby Alderweireld, Mitchy Batshuayi, dan Yannick Carrasaco. Setelah kalah 0-2 dari Italia di pertandingan perdana, Belgia melewati tiga laga selanjutnya di Prancis dengan kemenangan. Wales akan menjadi lawan Belgia di perempat final dan sepertinya Eden Hazard dkk kembali mengenakan kostum keduanya. Apakah kostum tersebut masih membawa kemujuran? 

Portugal dan Belgia akan bersua di semifinal sekiranya mampu memenangkan pertandingan perempat final. Tapi kejutan masih mungkin terjadi lagi sepanjang turnamen yang berakhir 10 Juli 2016 mendatang.


Tersingkirnya Spanyol dan Inggris di 16 Besar Euro 2016

Para pemain Italia berhasil menghadang para pemain Spanyol (27/6/16).

Tersingkirnya Spanyol dan Ingris di babak perdelapan final Piala Eropa 2016 menjadi kabar paling menghebohkan dari Prancis. Italia adalah tim yang menaklukkan sang juara Piala Eropa dalam dua edisi terakhir (2008 dan 2012). Kemenangan 2-0 Gli Azzuri atas La Furia Roja menjadi pembalasan yang setimpal atas kekalahan 0-4 di final Euro 2012 lalu. Gol yang dicetak Giorgio Chiellini dan Graziano Pelle ke gawang David de Gea mengakhiri mimpi Spanyol menjadi timnas sepak bola terbaik di Eropa untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam satu dekade. Tim asuhan Vicente del Bosque tidak mampu melanjutkan kesuksesan Real Madrid maupun Sevilla -dua klub Spanyol- yang merajai Liga Champion dan Liga Europa musim 2015/16 yang baru berlalu. Sementara Antonio Conte justru membuktikan dirinya sebagai juru taktik yang piawai, kendati tim asuhannya disebut-sebut sebagai timnas Italia terburuk dari sisi materi pemainnya saat ini. Penampilan Gianluigi Buffon dkk tak lagi layak diremehkan, termasuk oleh Jerman yang akan menjadi lawan Italia di perempat final Sabtu mendatang (2/7) waktu Prancis. 

Sementara itu, kekalahan Inggris 1-2 dari Islandia barangkali menjadi kejutan terbesar di 16 besar Piala Eropa 2016. Meskipun sempat unggul melalui gol penalti Wayne Rooney, The Three Lions akhirnya mesti takluk oleh salah satu tim debutan di Euro 2016 tersebut. Diperkuat oleh sejumlah pemain muda berbakat semacam Eric Dier, Delle Alli, Harry Kane, dan Marcus Rashford, tim besutan Roy Hodgson digadang-gadang bakal melaju cukup jauh menjalani turnamen di Prancis. Namun kenyataannya sebuah tim dari negeri kecil antah-berantah justru mampu mengandaskan tim dari negara yang sepak bolanya begitu tenar. Terlebih lagi, Liga Primer Inggris pun kerap disebut sebagai liga sepak bola paling prestisius di atas buana. Kekalahan paling memalukan dalam sejarah sepak bola Inggris itu membuat Roy Hodgson langsung mengundurkan diri dari kursi pelatih timnas. Keluarnya Inggris dari ajang Euro 2016 menyusul hasil referendum rakyat Inggris (Britania Raya) yang mayoritasnya (52%) ternyata memutuskan keluar dari Uni Eropa atau yang biasa disebut Brexit (British Exit). Uniknya, suporter Islandia membuat spanduk dan poster bertuliskan 'Brexit Vol.2' ketika menyaksikan laga Inggris versus Islandia. Hal itu ternyata sungguh menjadi nyata. Islandia sendiri akan menantang tuan rumah Prancis untuk memperebutkan tiket semifinal. 

Ada sebuah benang merah dari dua laga terakhir 16 besar Piala Eropa 2016 yang berlangsung Senin malam (27/6) waktu Prancis. Italia dan Islandia -yang menjadi pemenang- sama-sama menggunakan kostum berwarna biru, sementara Spanyol dan Inggris -sebagai tim pecundang- sama-sama mengenakan kostum serba putih.


Islandia sukses membuat Inggris tersungkur di Euro 2016 (27/6/16).

Senin, 27 Juni 2016

Ada Pemain Jawa di Hongaria?


Sedikit catatan dari pertandingan Hongaria vs Belgia di 16 besar Piala Eropa 2016. 
Jika Belgia memiliki Radja Nainggolan yang jelas memiliki separuh darah Indonesia, maka Hongaria sepertinya juga diperkuat oleh pemain keturunan Jawa, karena ada yang namanya Akos ELEK, Adam PINTER, dan Tamas KADAR.


Radja Nainggolan (Belgia) berduel dengan Adam Pinter (Hongaria).





Sabtu, 25 Juni 2016

Birunya Kroasia dan Kostum Kedua yang Lebih Keren di Euro 2016

Kroasia dengan kostum birunya belum pernah kalah dalam tiga pertandingannya di Prancis.
Kroasia, yang selama ini identik dengan kostum kotak-kotak merah putih, tampil berbeda dengan kostum keduanya yang berwarna biru selama bermain di Piala Eropa 2016. Tiga kali menjalani laga penyisihan Grup D, tim besutan Ante Cacic belum pernah kalah dan lolos ke 16 besar sebagai juara grup. Kroasia menang 1-0 atas Turki, bermain imbang 2-2 dengan Republik Ceska, dan mengalahkan Spanyol 2-1. Hasil pertandingan ketiga cukup mengejutkan, mengingat status Tim Matador sebagai juara bertahan Piala Eropa dan menjadi salah satu unggulan di Euro 2016. Namun melihat materi pemainnya saat ini, seperti Luka Modric (Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Ivan Perisic (Inter Milan), dan Mario Mandzukic (Juventus), Kroasia sebenarnya layak pula dijagokan untuk berprestasi. 

Barangkali pilihan Kroasia mengenakan kostum warna biru di Piala Eropa 2016 terinspirasi Belanda yang sukses menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 Brasil dan sepanjang turnamen sempat tiga kali mengenakan kostum keduanya yang juga berwarna biru. Dua tahun silam Belanda mampu menundukkan Spanyol 5-1 di fase grup dan tahun ini Kroasia telah melakukannya pula, meski dengan skor yang berbeda. Bisa jadi Kroasia juga ingin bernasib baik seperti Leicester City yang secara mengejutkan menjadi juara Liga Primer Inggris 2015/16. Kita semua tahu, kostum utama Leicester berwarna biru.

Prestasi tertinggi Kroasia dalam turnamen antarnegara adalah juara ketiga Piala Dunia 1998. Sama halnya dengan Piala Eropa 2016 yang tengah berlangsung, turnamen tersebut diselenggarakan di Prancis. Luka Modric dkk tentu berharap dapat mengikuti jejak para seniornya 18 tahun silam. Di babak perdelapan final, Kroasia bertemu dengan Portugal yang lolos dari Grup F dengan hanya meraih tiga kali seri. Di atas kertas, Kroasia lebih diunggulkan ketimbang Portugal. Tapi patut diwaspadai bahwa Cristiano Ronaldo sudah mencetak dua gol bagi timnya. Bukan mustahil bahwa performa tim besutan Fernando Santos justru bakal meningkat selepas fase grup. Yang pantas ditunggu, apakah Kroasia akan tetap mengenakan kostum biru keberuntungannya di Prancis, atau apakah akhirnya akan kembali memakai kostum kotak-kotak merah putihnya yang begitu spesifik, kala menjalani babak 16 besar? Tentu layak diperhatikan pula, bakal sejauh mana kiprah Kroasia menjalani musim panasnya tahun ini di Prancis.

Kostum Kedua yang Lebih Keren
Sebanyak 24 tim peserta Euro 2016 memiliki kostum yang beraneka ragam. Tetapi kostum utama mayoritas tim justru cenderung monoton. Prancis, Inggris, dan Portugal yang disponsori Nike memiliki motif yang tidak berbeda. Hanya warna kostum kedua Portugal (hijau tosca) yang terlihat menyegarkan. Adidas, yang menjadi sponsor 10 tim peserta, juga tidak mampu memamerkan semua kostum yang nyaman dipandang dan pantas dikoleksi. Tapi harus diakui bahwa Belgia, Ukraina, Albania, Republik Irlandia, Turki, Irlandia Utara, dan Kroasia memiliki kostum utama yang bagus. Hanya jika dibandingkan dengan kostum keduanya, justru banyak yang lebih keren ketimbang kostum utamanya. Berikut ini tim-tim yang sempat tampil di Prancis dengan kostum keduanya.

Swiss (Puma)

Slovakia (Puma)

Italia (Puma)

Wales (adidas)

Turki (Nike)

Kroasia (Nike)
Spanyol (adidas)
Belgia (adidas)

Republik Irlandia (Umbro)

Portugal (Nike)

Final Kepagian di 16 Besar Piala Eropa 2016

Babak penyisihan grup Piala Eropa 2016 telah usai. Sebanyak 16 tim akan saling berhadapan di babak perdelapan final. Sejumlah tim unggulan seperti Prancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Spanyol memang terus melaju ke fase gugur, tapi sayangnya Italia versus Spanyol mesti bertemu di 16 besar. Ulangan final Piala Eropa 2012 tersebut menjadi semacam final kepagian yang terjadi di Prancis. Italia lolos sebagai juara Grup E, sementara Spanyol menjadi runner-up Grup D karena kalah 1-2 dari Kroasia dalam laga terakhir penyisihan grup. Italia atau Spanyol akan bertemu Jerman yang diprediksi mampu menundukkan Slovakia. 

Sementara itu, Inggris juga harus puas menjadi runner-up Grup B di bawah Wales. Jika mampu mengalahkan Islandia di perdelapan final, Inggris mungkin bakal berjumpa Prancis di perempat final. Tim tuan rumah diperkirakan dapat lolos dari hadangan Republik Irlandia. Tim-tim kuda hitam seperti Belgia, Wales, Kroasia, dan Swiss, salah satunya barangkali akan tampil di partai puncak menghadapi tim unggulan yang sebelumnya pernah merasakan gelar juara. 

Hasil tiga kali imbang menjadikan Portugal lolos ke perdelapan final sebagai peringkat ketiga terbaik. Ketergantungan yang terlalu besar pada Cristiano Ronaldo membuat mereka tidak diunggulkan ketika berhadapan dengan Kroasia di 16 besar. Sementara itu, kecemerlangan Gareth Bale yang mencetak tiga gol pada tiga laga grup diperkirakan akan berlanjut ketika Wales bertemu Irlandia Utara, sesama tim Britania Raya. Namun kejutan demi kejutan tentu masih mungkin terjadi di Prancis.

Kemesraan Antonio Conte dan anak asuhnya ketika Italia memastikan tiket ke 16 besar Euro 2016.

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Eropa 2016
Sabtu, 25 Juni 2016 pukul 20.00 WIB: Swiss vs Polandia, di Saint-Etienne
Sabtu, 25 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Wales vs Irlandia Utara, di Paris
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Kroasia vs Portugal, di Lens
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 20.00 WIB: Prancis vs Republik Irlandia, di Lyon
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Jerman vs Slovakia, di Lille
Senin, 27 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Hungaria vs Belgia, di Toulouse
Senin, 27 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Italia vs Spanyol, di Saint-Denis
Selasa, 28 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Inggris vs Islandia, di Nice
Sumber: UEFA

Senin, 20 Juni 2016

Persaingan Pencetak Gol di Piala Eropa 2016



Kegembiraan Gareth Bale (Wales) sehabis membobol gawang Inggris.

Persaingan untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Eropa 2016 mulai terbuka ketika semua tim peserta telah melewati laga keduanya. Dimitri Payet (Prancis), Bogdan Stancu (Rumania), dan Gareth Bale (Wales) sama-sama mencetak sepasang gol dalam dua pertandingan. Jika gol Payet mampu mengantarkan Prancis mengalahkan Albania 2-0 dan menjadi tim pertama yang berhasil lolos ke 16 besar, maka gol Stancu hanya membawa Rumania bermain seri 1-1 dengan Swiss. Sementara itu tendangan bebas Bale tidak dapat menghindarkan Wales dari kekalahan 1-2 atas  Inggris. Tidak cuma Payet, Stancu, dan Bale yang mengoleksi dua gol. Terdapat dua pemain lainnya yang memborong dua gol sekaligus pada laga kedua Euro 2016. Mereka adalah Alvaro Morata (Spanyol) dan Romelu Lukaku (Belgia). Uniknya, Spanyol dan Belgia sama-sama menang dengan skor 3-0. Jika Spanyol mengalahkan Turki dan memastikan tiket ke perdelapan final, maka keunggulan Belgia atas Swedia membuka peluang untuk tetap bertahan di Prancis seusai penyisihan grup.
Alvaro Morata (Spanyol) membukukan dua gol ke gawang Turki.
Para striker lainnya telah membuka keran golnya demi membawa kejayaan timnya dan memanaskan persaingan sebagai top scorer turnamen. Di antara mereka adalah Jamie Vardy dan Daniel Sturridge (Inggris), Nolito (Spanyol), Graziano Pelle dan Eder (Italia). Vardy dan Sturridge yang dimainkan pada babak kedua Inggris versus Wales justru mampu menjadi penentu kemenangan timnya. Eder mencetak gol tunggal Gli Azzuri atas Irlandia pada laga kedua yang memastikan langkah Italia berlanjut ke 16 besar.


Sementara itu dua superstar sekaligus kapten bagi timnya, Zlatan Ibrahimovic (Swedia) dan Cristiano Ronaldo (Portugal), tampaknya belum berjumpa dengan dewi fortuna selama berada di Prancis. Mereka berdua masih puasa mencetak gol serta belum mampu memimpin timnya menggapai kemenangan. Swedia bermain seri dengan Irlandia dan dikalahkan Italia. Portugal dua kali meraih poin satu ketika melawan Islandia dan Austria. Ronaldo bahkan gagal membuat gol lewat titik penalti dan gol sundulannya tidak disahkan wasit ketika Portugal menghadapi Austria.

Rabu, 15 Juni 2016

Kemenangan Tim Unggulan di Laga Perdana Euro 2016

Ekpresi Gerard Pique (Spanyol) sesaat setelah membobol gawang Petr Cech (Rep. Ceska).


Piala Eropa 2016 Prancis telah berlangsung sejak 10 Juni 2016. Seluruh 24 tim peserta yang terbagi dalam enam grup sudah melewati laga perdananya. Sejumlah tim unggulan mampu meraih kemenangan, yaitu Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia. Prancis menundukkan Rumania 2-1. Olivier Giroud dan Dimitri Payet, dua pemain yang bermain di klub Liga Inggris, menjadi pahlawan kemenangan tim tuan rumah. Gol Skhodran Mustafi dan Bastian Schweinsteiger membawa juara dunia Jerman mengandaskan Ukraina 2-0. Gol itu sangat istimewa bagi Schweini karena dia turun sebagai pemain pengganti dan berkali-kali didera cedera sepanjang musim lalu.



Kemenangan Spanyol dan Italia menjadi awal yang sempurna bagi kedua finalis Piala Eropa 2012 yang sama-sama terpuruk ketika tampil di Piala Dunia 2014. Spanyol yang merupakan peraih trofi Piala Eropa 2008 dan 2012 menaklukkan Republik Ceska 1-0 lewat gol sundulan Gerard Pique yang menerima assist dari Andres Iniesta. Perubahan besar terjadi di sektor penjaga gawang Tim Matador ketika David de Gea diberi kepercayaan untuk menjadi kiper utama menggantikan Iker Casillas. Italia menunjukkan jatidirinya sebagai tim yang tidak layak diremehkan, biarpun tampil tanpa sejumlah pemain utamanya yang cedera. Belgia yang merupakan penghuni nomor satu peringkat FIFA justru takluk 0-2 dari Gli Azzuri yang sebelum turnamen sebenarnya tidak terlalu diunggulkan. Gol Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle memastikan keunggulan anak asuh Antonio Conte.



Inggris yang digadang-gadang bakal melangkah jauh ditahan imbang Rusia 1-1. Eric Dier mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang membuat The Three Lions unggul lebih dulu. Sementara itu, Wales menjadi satu-satunya tim debutan yang meraih kemenangan ketika Gareth Bale dkk menaklukkan Slovakia 2-1. Bale menjadi pencetak gol pertama Wales dalam sejarah Piala Eropa. Islandia yang juga baru pertama kalinya tampil di Piala Eropa mampu membuat kejutan dengan menahan imbang Portugal 1-1. Luca Modric menjadi pencetak gol tunggal Kroasia ke gawang Turki. 



Bale dan Modric adalah pemain Real Madrid yang berhasil membuat gol sekaligus memenangkan timnya di pertandingan pertama Piala Eropa 2016. Para pemain Los Blancos lainnya yang meraih hasil positif adalah Toni Kroos (Jerman) dan Sergio Ramos (Spanyol). Pepe dan Cristiano Ronaldo (Portugal) sebatas mampu bermain imbang, sementara Lucas Vasquez (Spanyol) dan Mateo Kovacic (Kroasia) masih duduk di bangku cadangan belaka. Total terdapat delapan pemain klub juara Liga Champion Eropa 2015/16 yang membela negaranya masing-masing di Prancis.


Graziano Pelle (Italia) mendapat pengawalan ketat Marouane Fellaini (Belgia).
Hasil pertandingan pertama Piala Eropa 2016 :
Grup A : Prancis vs Rumania (2-1); Albania vs Swiss (0-1)
Grup B : Wales vs Slovakia (2-1); Inggris vs Rusia (1-1)
Grup C : Jerman vs Ukraina (2-0); Polandia vs Irlandia Utara (1-0)
Grup D : Spanyol vs Rep.Ceska (1-0); Turki vs Kroasia (0-1)
Grup E : Rep.Irlandia vs Swedia (1-1); Belgia vs Italia (0-2)
Grup F : Austria vs Hungaria (0-2); Portugal vs Islandia (1-1)