Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2024

kemenangan pertama indonesia

 


Timnas indonesia berhasil menang 2-0 atas arab saudi yang menjadi kemenangan pertama timnas pada putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2026 zona asia grup c. marselino ferdinan memborong semua gol skuad garuda ( 32’ dan 57’) dalam pertandingan di sugbk jakarta pada selasa malam (19/11/24). Anak asuh shin tae-yong kini memiliki poin 6 dari hasil satu kali menang, tiga kali seri dan dua kali kalah di grup c. indonesia kini menghuni peringkat ketiga  di klasemen sementara grup c.  jay idzes dkk berhasil bangkit  kala melawan arab saudi setelah kalah 0-4 dari jepang pada laga sebelumnya. Untuk pertama kalinya pula indonesia mampu mengalahkan arab saudi dalam pertandingan sepakbola resmi. rekor baru telah terukir. Indonesia pun menjadi tim asean dengan prestasi terbaik di putaran ketiga kualifikasi piala dunia sepanjang masa. Tapi sayangnya justin hubner mendapatkan kartu merah menjelang laga berakhir. Justin bakal absen pada laga berikutnya di kualifikasi piala dunia yang berlangsung pada maret 2025. Kemenangan atas arab saudi membuat peluang timnas lolos ke piala dunia 2026 masih tetap terbuka. ada empat laga sisa bagi timnas di grup c. dua laga kandang melawan bahrain dan china, dua laga tandang melawan australia dan jepang. Semuanya akan berlangsung pada tahun 2025. semoga skuad garuda mampu terbang kian tinggi.

Materi timnas indonesia vs arab saudi (19/11/24)

 formasi 3-4-3

Maarten paes; rizky ridho, jay idzes, justin hubner; sandy walsh (yakob sayuri), ivar jenner, thom haye (nathan noel); marselino ferdinan ( pratama arhan ), rafael struick ( shayne pattynama ), ragnar oratmangoen (m ferarri )

foto : bola.com


Rabu, 12 Juni 2024

indonesia lolos ke putaran ketiga

 


timnas indonesia menang 2-0 atas filipina dalam laga terakhir grup f kualifikasi piala dunia 2026 zona asia pada selasa (11/6/24) di gelora bung karno, jakarta. dua gol dicetak oleh thom haye (32') dan rizky ridho (56'). hal itu membuat timnas lolos ke putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2026. sebuah prestasi baru diukir oleh pssi. anak asuh sty berpotensi menghadapi tim-tim kuat asia seperti iran, arab saudi, jepang, korsel, dan australia yang rutin tampil di piala dunia. selain itu indonesia juga dipastikan tampil di piala asia 2027 dan peringkat fifa-nya juga akan meningkat lagi. skuad garuda sempat melorot di ranking fifa setelah kalah 0-2 dari irak (6/6), tapi bakal kembali naik sehabis menang 2-0 atas filipina (11/2). calvin verdonk melakukan debut manis memperkuat indonesia saat menang atas filipina. drawing putaran ketiga kualifikasi baru dilakukan 27/6 mendatang. 

selamat untuk timnas sepakbola indonesia. semoga timnas bertambah bagus dilatih shin tae-yong. semoga semakin cemerlang prestasi pssi di bawah erick thohir.

materi timnas indonesia vs filipina (11/6/24) :

21. ernando ari; 5. rizky ridho, 3. jay idzes, 23. justin hubner; 14. asnawi m (6. sandy walsh), 19. thom haye, 22. nathan noel (8. ivar jenner), 4. calvin verdonk (12. pratama arhan); 7. marselino, 9. rafael struick (2. yakob sayuri), 11. ragnar o (17. dimas drajad)

Rabu, 19 Oktober 2022

Karim Benzema Raih Ballon d'Or 2022

Sebagaimana yang menjadi prediksi publik sepak bola dunia, Karim Benzema akhirnya meraih Ballon d'Or 2022. Prestasi striker asal Prancis tersebut memang luar biasa sepanjang tahun 2022. 

Selasa, 26 September 2017

Prestasi Pelatih Baru di Musim 2016/17


Frank de Boer menjadi pelatih pertama yang dipecat pada awal musim 2017/18, meski baru 77 hari bertugas. Mantan kapten Belanda tersebut diberhentikan dari pekerjaannya sebagai manajer Crystal Palace pada 11/9/2017 lalu setelah timnya selalu kalah dalam empat laga Liga Primer. Frank De Boer mengulangi nasib buruknya setahun silam yang juga sekejap belaka menjadi pelatih Inter Milan di Serie A 2016/17. Dia menjadi pelatih baru yang bernasib buruk karena dua kali dipecat di awal musim. Reputasinya ketika mampu membawa Ajax Amsterdam sebagai juara Liga Belanda seakan tiada berarti sama sekali. Bagaimana dengan nasib rekan-rekannya pada musim lalu? 

Musim 2016/17 merupakan debut sejumlah pelatih bersama klub barunya di Eropa. Di Liga Primer Inggris terdapat nama kondang seperti Antonio Conte (Chelsea), Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), dan Ronald Koeman (Everton). Conte pernah membawa Juventus meraih hattrick juara Serie A dan Italia bermain baik di Euro 2016. Guardiola mencatat rekor hebat bersama Barcelona, di antaranya treble winner dan membuat reputasi Bayern Muenchen di Bundesliga tetap terjaga dalam tiga musim terakhir, meski gagal juara di Eropa. Mourinho adalah jaminan mutu merebut trofi. FC Porto, Chelsea dalam dua periode, Inter Milan, dan Real Madrid pernah merasakan tangan dinginnya. Liga Champion pun dua kali digapainya bersama Porto dan Inter. Koeman pernah membawa Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven juara Liga Belanda.  

Di antara keempatnya, Conte mengukir prestasi paling cemerlang dengan membawa The Blues menjadi kampiun Premier League 2016/17. Klub asal London yang musim sebelumnya terpuruk-meski berstatus sebagai juara bertahan-berhasil bangkit di bawah juru taktik asal Italia tersebut. Conte menjadi manajer Italia keempat yang berhasil juara di Liga Inggris setelah Carlo Ancelotti (Chelsea 2009/10), Roberto Mancini (Manchester City 2011/12), dan Claudio Ranieri (Leicester City 2015/16). Guardiola gagal menambah koleksi trofi untuk City, tapi tiket Liga Champion musim 2017/18 berada dalam genggaman. MU memang hanya berada di nomor enam di liga lokal, tapi Mourinho mampu membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Liga dan Liga Europa 2016/17 plus bonus tiket Liga Champion musim berikutnya. Sedangkan Everton besutan Koeman memang layak setingkat di bawah United dengan materi pemain yang dimilikinya.

Carlo Ancelotti menjadi pelatih anyar lainnya yang sukses dengan mengantarkan Bayern Muenchen menjadi juara Bundesliga 2016/17. Namun, trofi tersebut menjadi gelar tunggal Die Bayern karena Manuel Neuer dkk gagal di Liga Champion Eropa maupun Piala Jerman (DFB Pokal). 

Vincenzo Montella bersama AC Milan mampu memperbaiki posisi klub di klasemen akhir sekaligus meraih tiket ke Liga Europa 2017/18. Supercoppa Italiana 2016 pun berhasil direbut oleh Gianluigi Donnarumma dkk dengan mengalahkan Juventus di akhir tahun 2016. 

Tidak banyak pelatih baru pada musim 2017/18. Namun, tentu menarik pula mengikuti kiprah Ernesto Valverde (Barcelona), Luciano Spaletti (Inter Milan), dan Eusebio Di Francesco (AS Roma) pada musim pertamanya. Apakah mereka mampu tampil lebih baik atau kalah bersaing dengan pelatih yang telah menjalani waktu lebih lama bersama tim besutannya? Mungkinkah di antara mereka justru mengikuti jejak kelam Frank de Boer?