Tampilkan postingan dengan label vincenzo montella. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vincenzo montella. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Desember 2017

Kemenangan Pertama Gattuso untuk Milan

Vincenzo Montella telah dipecat dari jabatannya sebagai pelatih AC Milan pada akhir November lalu, sehari setelah anak asuhnya bermain imbang 0-0 dengan Torino di Serie A 2017/18 pada Minggu (26/11/2017). Keputusan yang aneh karena Montella merasa Leonardo Bonucci dkk bermain baik dan beberapa hari sebelumnya Rossoneri memastikan diri lolos ke fase gugur Liga Europa 2017/18. Tapi, ya sudahlah. Kesabaran menjalani proses memang menjadi sesuatu yang semakin langka ketika kesuksesan instan dalam masa singkat menjadi dambaan semua orang. Manajemen Milan kemudian menunjuk Gennaro Gattuso sebagai penggantinya. Mantan pemain Rossoneri yang akrab dipanggil Rino itu sebelumnya adalah pelatih tim Primavera Milan. Debut Rino pada Minggu (3/12) ternyata tidaklah manis. Tim Merah Hitam ditahan imbang 2-2 oleh Benvenuto, tim promosi yang belum pernah meraih poin satu pun di Serie A musim ini. Penampilan kedua Milan di bawah pelatih anyar justru kalah 0-2 dari Rijeka di Liga Europa. Padahal di bawah Montella, Rossoneri belum pernah kalah.

Gattuso akhirnya meraih kemenangan pertamanya pada pertandingan ketiga. Milan menang 2-1 atas Bologna pada laga Serie A yang berlangsung Minggu (10/12). Giacomo Bonaventura memborong seluruh gol timnya. Setelah dalam dua laga awal memainkan formasi tiga bek penginggalan Montella, Gattuso memainkan formasi 4-3-3 saat menjamu Bologna.

Selasa, 26 September 2017

Prestasi Pelatih Baru di Musim 2016/17


Frank de Boer menjadi pelatih pertama yang dipecat pada awal musim 2017/18, meski baru 77 hari bertugas. Mantan kapten Belanda tersebut diberhentikan dari pekerjaannya sebagai manajer Crystal Palace pada 11/9/2017 lalu setelah timnya selalu kalah dalam empat laga Liga Primer. Frank De Boer mengulangi nasib buruknya setahun silam yang juga sekejap belaka menjadi pelatih Inter Milan di Serie A 2016/17. Dia menjadi pelatih baru yang bernasib buruk karena dua kali dipecat di awal musim. Reputasinya ketika mampu membawa Ajax Amsterdam sebagai juara Liga Belanda seakan tiada berarti sama sekali. Bagaimana dengan nasib rekan-rekannya pada musim lalu? 

Musim 2016/17 merupakan debut sejumlah pelatih bersama klub barunya di Eropa. Di Liga Primer Inggris terdapat nama kondang seperti Antonio Conte (Chelsea), Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), dan Ronald Koeman (Everton). Conte pernah membawa Juventus meraih hattrick juara Serie A dan Italia bermain baik di Euro 2016. Guardiola mencatat rekor hebat bersama Barcelona, di antaranya treble winner dan membuat reputasi Bayern Muenchen di Bundesliga tetap terjaga dalam tiga musim terakhir, meski gagal juara di Eropa. Mourinho adalah jaminan mutu merebut trofi. FC Porto, Chelsea dalam dua periode, Inter Milan, dan Real Madrid pernah merasakan tangan dinginnya. Liga Champion pun dua kali digapainya bersama Porto dan Inter. Koeman pernah membawa Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven juara Liga Belanda.  

Di antara keempatnya, Conte mengukir prestasi paling cemerlang dengan membawa The Blues menjadi kampiun Premier League 2016/17. Klub asal London yang musim sebelumnya terpuruk-meski berstatus sebagai juara bertahan-berhasil bangkit di bawah juru taktik asal Italia tersebut. Conte menjadi manajer Italia keempat yang berhasil juara di Liga Inggris setelah Carlo Ancelotti (Chelsea 2009/10), Roberto Mancini (Manchester City 2011/12), dan Claudio Ranieri (Leicester City 2015/16). Guardiola gagal menambah koleksi trofi untuk City, tapi tiket Liga Champion musim 2017/18 berada dalam genggaman. MU memang hanya berada di nomor enam di liga lokal, tapi Mourinho mampu membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Liga dan Liga Europa 2016/17 plus bonus tiket Liga Champion musim berikutnya. Sedangkan Everton besutan Koeman memang layak setingkat di bawah United dengan materi pemain yang dimilikinya.

Carlo Ancelotti menjadi pelatih anyar lainnya yang sukses dengan mengantarkan Bayern Muenchen menjadi juara Bundesliga 2016/17. Namun, trofi tersebut menjadi gelar tunggal Die Bayern karena Manuel Neuer dkk gagal di Liga Champion Eropa maupun Piala Jerman (DFB Pokal). 

Vincenzo Montella bersama AC Milan mampu memperbaiki posisi klub di klasemen akhir sekaligus meraih tiket ke Liga Europa 2017/18. Supercoppa Italiana 2016 pun berhasil direbut oleh Gianluigi Donnarumma dkk dengan mengalahkan Juventus di akhir tahun 2016. 

Tidak banyak pelatih baru pada musim 2017/18. Namun, tentu menarik pula mengikuti kiprah Ernesto Valverde (Barcelona), Luciano Spaletti (Inter Milan), dan Eusebio Di Francesco (AS Roma) pada musim pertamanya. Apakah mereka mampu tampil lebih baik atau kalah bersaing dengan pelatih yang telah menjalani waktu lebih lama bersama tim besutannya? Mungkinkah di antara mereka justru mengikuti jejak kelam Frank de Boer?

Rabu, 19 Juli 2017

AC Milan Paling Sibuk di Bursa Transfer

AC Milan menjadi klub yang paling sibuk di bursa transfer pemain musim panas 2017 ini. Sejak mayoritas saham klub dimiliki oleh Rossoneri Sport Investment LUX (RSIL) yang dipimpin oleh Li Yonghong, konglomerat asal China, tampaknya Tim Merah-Hitam menjelma sebagai tim kaya raya kembali. Era Silvio Berlusconi telah berakhir dan era baru telah dimulai. Ditunjuknya Marco Fassone sebagai CEO Milan menggantikan Adriano Galliani dan Massimiliano Mirabelli sebagai direktur olah raga menjadi langkah awal strategis pemilik anyar. Selanjutnya Vincenzo Montella menandatangani kontrak baru hingga 2019 dan perekrutan pemain besar-besaran pun dimulai. 
Sebagian pemain baru AC Milan 2017/18.
Hingga pekan ketiga Juli 2017, Rossoneri telah mendatangkan setidaknya 10 pemain baru. Mereka adalah Franck Kessie (Atalanta), Matteo Musacchio (Villareal), Ricardo Rodriguez (Wolfsburg), Andre Silva (Porto), Fabio Borini (Sunderland/pinjam), Hakan Calhanoglu (Bayer Leverkusen), Andrea Conti (Atalanta), Antonio Donnarumma (Asteras Tripolis), Leonardo Bonucci (Juventus), dan Lucas Biglia (Lazio). Bergabungnya Bonucci menjadi kejutan terbesar karena sebelumnya tidak terdengar rencana kepindahan bek andalan Italia yang menjadi bagian dari kejayaan Juventus dalam beberapa musim terakhir tersebut. Penandantanganan kontrak baru dengan Gianluigi Donnarumma yang diikuti dengan kenaikan gaji yang drastis menjadi hal yang melegakan bagi Milanisti. Kiper muda Italia tersebut sempat dikabarkan akan hijrah ke klub lain dan memutus kontraknya yang tinggal setahun bersama Milan. Kabarnya, Rossoneri masih akan merekrut striker anyar lagi, mungkin salah satu di antara Alvaro Morata (Real Madrid), Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund), atau Andrea Belotti (Torino). 

Pada sisi lain, sejumlah pemain yang berkostum merah-hitam musim lalu telah pergi dari Milanello. Mereka di antaranya adalah Keisuke Honda (kontrak habis), Andrea Poli (Bologna), Juraj Kucka (Trabzonspor), Mario Pasalic (Chelsea/kembali), Mati Fernandez (Fiorentina/kembali), Andrea Bertolacci (Genoa/pinjam), Gianluca Lapadula (Genoa/pinjam), dan Gerard Deulofeu (Everton/kembali). Pemain terakhir yang dipinjam Milan separuh musim dari Everton memutuskan kembali ke Barcelona, klub masa juniornya. Revolusi materi pemain Milan diperkirakan masih akan memakan korban. Gabriel Palleta, Mattia de Sciglio, Manuel Locatelli, dan Carlos Bacca mungkin akan berganti kostum klub lain musim 2017/18 mendatang.
Aksi Musacchio, salah satu pemain anyar Milan menghadapi Dortmund.
AC Milan telah mengawali laga pramusim dengan mengalahkan Lugano 4-0 pada Selasa (11/7) pekan lalu. Pertandingan ujicoba berikutnya adalah menghadapi Borussia Dortmund dalam International Champions Cup yang berlangsung di China pada Selasa (18/7) kemarin. Rossoneri takluk 1-3 dari Die Borussen yang kini dilatih Peter Bosz, mantan pelatih Ajax Amsterdam musim lalu. Carlos Bacca menjadi pencetak gol teramung Milan.

Rabu, 31 Mei 2017

Milan Kembali ke Eropa

AC Milan mengakhiri musim 2016/17 dengan bertengger di posisi ke-6 Liga Italia Serie A. Tim asuhan Vincenzo Montella pun berhak tampil di Liga Europa musim depan, meski harus melalui babak kualifikasi. I Rossoneri kembali bermain di Eropa setelah tiga musim absen. Montella dipastikan tetap bertahan di Milan dan dia bahkan telah menandatangani kontrak anyar yang berlaku hingga tahun 2019. Mantan striker AS Roma tersebut dinilai cukup berhasil mengangkat prestasi Tim Merah-Hitam yang sudah sekian waktu terpuruk. Selain merebut tiket ke Eropa, Gianluigi Donnarumma dkk pun mampu meraih trofi Supercoppa Italiana 2016 setelah mengalahkan Juventus akhir tahun 2016 lalu. Meski belum tampil konsisten, tapi Montella mampu membuat sejumlah pemain Milan menunjukkan kualitasnya yang menjanjikan. Misalnya saja, Gianluigi Donnarumma dan Gianluca Lapadula yang menjalani debutnya bersama timnas Italia.  Lalu ada pula Gerard Deulofeu yang kembali dipanggil timnas Spanyol sejak bergabung dengan Milan pada pertengahan musim.

Untuk menghadapi musim baru, Milan mulai merekrut pemain anyar. Mateo Musacchio, bek yang musim lalu bermain untuk Villareal menjadi pemain pertama yang bergabung dengan I Rossoneri. Frank Kessie menyusul kemudian dengan status pinjaman dari Atalanta. Milan dikabarkan berhasrat merekrut Alvaro Morata (Real Madrid) atau Andrea Belotti (Torino) untuk menjadi striker utama. Dengan pemilik dan manajemen baru, harga pembelian dan gaji pemain mestinya tidak lagi menjadi masalah berarti. Semoga saja performa anak asuh Montella bakal lebih baik musim 2017/18 dan layak bersaing dengan AS Roma dan Napoli untuk menghentikan dominasi Juventus sebagai raja diraja Liga Italia Serie A.

Senin, 24 Oktober 2016

Milan Pemilik Masa Depan Italia

AC Milan terus menanjak dan mampu menduduki posisi ketiga klasemen sementara Liga Italia Serie A 2016/17 pada pekan ke-9. Rossoneri memiliki poin yang sama dengan AS Roma, tapi kalah dalam selisih gol, dan hanya berjarak dua poin dengan Juventus. Tim asuhan Vincenzo Montella berhasil menang 1-0 atas tim asuhan Massimiliano Allegri dalam il grande partita yang berlangsung di San Siro pada Sabtu (22/10/2016) malam waktu setempat. Manuel Locatelli menjadi pahlawan kemenangan Tim Merah-Hitam dengan membuat gol tunggal ke gawang Gianluigi Buffon. Sebelumnya di pekan ke-8, Ignazio Abate dkk pun mengalahkan Chievo 3-1 dalam pertandingan tandang, sehingga Milan selalu meraih kemenangan dalam tiga laga terakhirnya.
Manuel Locatelli, pemain 18 tahun jadi pahlawan kemenangan Milan.
Dengan konsisten memainkan mayoritas pemain lokal, Milan sudah menyumbang jumlah pemain yang lebih banyak ketimbang Juventus dalam timnas Italia yang dilatih Giampiero Ventura sehabis Euro 2016. Padahal selama sekitar satu dekade terakhir Bianconeri selalu mendominasi Gli Azzuri. Namun dalam pertemuan teranyar Milan dan Juventus, terdapat enam pemain Italia menjadi starter Rossoneri, sedangkan tiga pemain lokal saja di kubu Bianconeri. Jika Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, dan Locatelli masih berusia U-21, maka Buffon, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci telah berumur di atas 30 tahun. Pemain Juve lainnya, Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio yang selama ini menjadi langganan di timnas, masih berkutat dengan cedera, sementara Andrea Pirlo telah hijrah ke Major League Soccer (Liga Amerika Serikat) sejak 2015. 

Donnarumma, Romagnoli, Locatelli, dan sejumlah pemain muda lainnya merupakan generasi baru yang akan menjadi andalan Gli Azzuri di masa depan. Para pemain Milan akan kembali mendominasi Italia, seperti sekitar dua dekade lalu. Ketika itu Rossoneri sempat dijuluki sebagai The Dream Team, yang tak hanya mengandalkan Trio Belanda (Frank Rijkaard-Ruud Gullit-Marco van Basten) atau pemain asing seperti Marcel Dessaily, Dejan Savicevic, dan lain-lain, namun nyaris semua pemain lokalnya menjadi anggota timnas Italia. Misalnya saja pada Piala Dunia 1994, terdapat tujuh pemain Milan di skuat Gli Azzuri yang tampil di final turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat. Mereka adalah Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Mauro Tassoti, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni, dan Daniele Massaro. Pelatih Italia kala itu adalah Arrigo Sacchi, mantan allenatore Rossoneri (1987-1991). 

Rabu, 24 Agustus 2016

Trigol Bacca Menjadi Debut Manis Montella

Mengawali Liga Italia Serie A 2016/17, AC Milan berhasil menang 3-2 atas Torino di San Siro pada Minggu (21/8/2016) malam kemarin. Tiga poin perdana menjadi debut yang manis bagi Vincenzo Montella sebagai pelatih anyar Rossoneri dalam kompetisi resmi. Yang menarik, Torino ditangani oleh Sinisa Mihajlovic, pelatih Milan musim lalu yang dipecat di tengah jalan. Carlos Bacca, yang sempat diisukan bakal hijrah ke klub lain, menjadi pahlawan kemenangan Tim Merah-Hitam dengan mencetak trigol. Striker Kolombia itu langsung memimpin daftar capocannonieri Serie A pada giornata pertama. Aksi Gianluigi Donnarumma yang menggagalkan tendangan penalti Andrea Belotti menjelang pertandingan usai sukses mengamankan kemenangan Milan. Musim lalu Donnarumma diberi kesempatan menjalani debutnya oleh Mihajlovic dan tercatat sebagai kiper termuda yang pernah diturunkan di Serie A dalam usia 16 tahun.
Carlos Bacca bermain cemerlang ketika Milan menjamu Torino.
Tidak ada pemain baru dalam susunan tim inti, namun kiprah Montella sebagai mantan striker membuat tim yang ditanganinya cenderung atraktif. Formasi 4-3-3 menempatkan trio Suso, Bacca, dan M'baye Niang di sektor depan. Kehadiran Suso dan Niang seolah menjadi darah segar bagi Bacca. Musim lalu Suso dipinjamkan ke Genoa, sementara Niang yang sempat menjadi andalan Mihajlovic terpaksa absen sekian waktu karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Satu hal yang menarik, Montella menurunkan tujuh pemain Italia dalam tim inti. Mereka adalah Donnarumma, Ignazio Abate, Alessio Romagnoli, Gabriel Paletta, Luca Antonelli, Giacomo Bonaventura, dan Riccardo Montolivo (kapten). Empat pemain non-Italia, yaitu Juraj Kucka (Slovakia), Suso (Spanyol), Bacca (Kolombia), dan Niang (Prancis). Sektor belakang sepenuhnya pemain Italia, sektor tengah kombinasi, sementara sektor depan dikuasai pemain asing. Pemain pengganti yang diturunkan terdiri dari duo Italiano (Andrea Bertolacci dan Andrea Poli) serta seorang Brasileiro (Luiz Adriano).  Bertolacci yang menggantikan Bonaventura hanya bermain lima menit karena cedera dan digantikan oleh Poli. Satu kartu merah diberikan kepada Paletta yang diikuti tendangan penalti untuk Torino yang bisa digagalkan kiper Milan.
Aksi Donnarumma menggagalkan penalti Belotti.
Meskipun menang, Milan hanya menempati peringkat kelima dalam klasemen Serie A giornata pertama. Sembilan tim mampu meraih kemenangan, sehingga tim nomor satu hingga sembilan sama-sama memiliki poin tiga dan hanya dibedakan oleh selisih gol. Selanjutnya Rossoneri akan menghadapi Napoli, runner-up musim 2015/16, dalam laga tandang. Napoli ditahan imbang Pescara, tim promosi yang ditangani Massimo Oddo, mantan pemain Milan. Semoga tren positif anak asuh Montella terus berlanjut saja.