Tampilkan postingan dengan label jose mourinho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jose mourinho. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2022

Kejayaan Klub dari Kota Berawalan Huruf M

Kompetisi liga sepak bola di Eropa musim 2021/22 resmi berakhir dengan Real Madrid (Spanyol) menjadi jawara Liga Champions mengalahkan Liverpool 1-0 di laga final.  Sebelumnya, Eintracht Frankfurt (Jerman) menjuarai Liga Europa 2021/22 dengan menundukkan Rangers FC (Skotlandia) lewat adu penalti. Sementara itu, AS Roma yang kini dilatih Jose Mourinho menjadi juara edisi pertama UEFA Conference League setelah menang 1-0 atas Feyenoord (Belanda). Mourinho kini menjadi satu-satunya pelatih yang memiliki trofi UEFA Cup, Champions League, Europa League, dan Conference League. Dia berhasil memenangi lima partai final antarklub Eropa di pelbagai ajang bersama FC Porto, Inter Milan, Manchester United, dan Roma.

Musim ini menjadi masa kejayaan bagi klub dari kota-kota berawalan huruf M di liga-liga utama Eropa. Real Madrid menjuarai Liga Spanyol sekaligus Liga Champions. AC Milan menjadi kampiun Liga Italia. Manchester City mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Bayern Muenchen kembali menjadi juara Liga Jerman secara beruntun dalam satu dekade terakhir. Madrid, Milan, Manchester, dan Muenchen menjadi tempat berpesta warga kota-kota tersebut. Sementara itu, PSG kembali menjuarai Liga Prancis setelah Lille sempat membuat kejutan dengan menjadi kampiun musim 2020/21.


Karim Benzema dijagokan bakal menerima Ballon d'Or tahun 2022. Striker asal Prancis itu tidak hanya membawa Real Madrid merebut total tiga trofi musim ini. Dia juga mampu menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol sekaligus Liga Champions. Son Heung-min menjadi pemain Asia pertama yang berhasil menjadi top scorer di Liga Inggris. Striker Tottenham Hotspur asal Korea Selatan itu mengoleksi 23 gol, sama dengan Mohamed Salah (Liverpool).


Sabtu, 20 Juni 2020

MU Bermain Seri dengan Spurs

Liga Primer Inggris 2019/20 kembali bergulir pada pekan ketiga Juni 2020 setelah tiga bulan dihentikan karena wabah covid-19. Manchester United bertandang ke London untuk menghadapi Tottenham Hotspur. Saat ini Spurs dilatih oleh Jose Mourinho yang sempat menangani United, lantas dipecat dan Ole Gunnar Solkjaer menjadi penggantinya. Mourinho sendiri dipilih untuk menggantikan Mauricio Pochettino yang dipecat sekian bulan silam. Beberapa pemain yang sebelum kompetisi dihentikan dalam kondisi cedera telah bisa kembali bermain, seperti Marcus Rashford, Luke Shaw, dan Paul Pogba.

Sabtu, 27 Januari 2018

Debut Alexis dan Hari Spesial Mourinho

Alexis Sanchez melakukan debutnya bersama Manchester United pada Jumat (26/1/2018) dengan kemenangan. Pemain yang baru hijrah dari Arsenal itu menyumbang satu assist untuk terciptanya gol kedua ketika Setan Merah menundukkan Yeovil Town 4-0 dalam babak keempat Piala FA 2017/18 yang dimainkan di Stadion Huish Park. Alexis bermain selama 72 menit sejak awal laga dan digantikan oleh Jesse Lingard. Dia pun terpilih sebagai man of the match, sebuah raihan gemilang untuk seorang debutan. Gol United masing-masing dicetak oleh Marcus Rashford, Herrera, Lingard, dan Romelu Lukaku. Kemenangan tersebut membawa Red Devils lolos ke 16 besar Piala FA. Selain memberi kesempatan pertama bagi Alexis, Jose Mourinho menurunkan sejumlah pemain lapis kedua sebagai tim inti, seperti Sergio Romero, Matteo Darmian, Luke Shaw, Scott McTominay, dan Michael Carrick. Nama terakhir yang kini merupakan kapten pertama MU kembali bermain setelah sekian bulan absen karena cedera.


Jose Mourinho menjalani momen istimewa ketika anak asuhnya menang di Piala FA. Manajer asal Portugal itu tepat berusia 55 tahun dan pertandingan tersebut merupakan laga ke-100 bersama United. Hasilnya 62 kali menang, 23 kali seri, dan 15 kali kalah. Mou juga baru saja memperbarui kontraknya dengan MU hingga 2020.

Selasa, 26 September 2017

Prestasi Pelatih Baru di Musim 2016/17


Frank de Boer menjadi pelatih pertama yang dipecat pada awal musim 2017/18, meski baru 77 hari bertugas. Mantan kapten Belanda tersebut diberhentikan dari pekerjaannya sebagai manajer Crystal Palace pada 11/9/2017 lalu setelah timnya selalu kalah dalam empat laga Liga Primer. Frank De Boer mengulangi nasib buruknya setahun silam yang juga sekejap belaka menjadi pelatih Inter Milan di Serie A 2016/17. Dia menjadi pelatih baru yang bernasib buruk karena dua kali dipecat di awal musim. Reputasinya ketika mampu membawa Ajax Amsterdam sebagai juara Liga Belanda seakan tiada berarti sama sekali. Bagaimana dengan nasib rekan-rekannya pada musim lalu? 

Musim 2016/17 merupakan debut sejumlah pelatih bersama klub barunya di Eropa. Di Liga Primer Inggris terdapat nama kondang seperti Antonio Conte (Chelsea), Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), dan Ronald Koeman (Everton). Conte pernah membawa Juventus meraih hattrick juara Serie A dan Italia bermain baik di Euro 2016. Guardiola mencatat rekor hebat bersama Barcelona, di antaranya treble winner dan membuat reputasi Bayern Muenchen di Bundesliga tetap terjaga dalam tiga musim terakhir, meski gagal juara di Eropa. Mourinho adalah jaminan mutu merebut trofi. FC Porto, Chelsea dalam dua periode, Inter Milan, dan Real Madrid pernah merasakan tangan dinginnya. Liga Champion pun dua kali digapainya bersama Porto dan Inter. Koeman pernah membawa Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven juara Liga Belanda.  

Di antara keempatnya, Conte mengukir prestasi paling cemerlang dengan membawa The Blues menjadi kampiun Premier League 2016/17. Klub asal London yang musim sebelumnya terpuruk-meski berstatus sebagai juara bertahan-berhasil bangkit di bawah juru taktik asal Italia tersebut. Conte menjadi manajer Italia keempat yang berhasil juara di Liga Inggris setelah Carlo Ancelotti (Chelsea 2009/10), Roberto Mancini (Manchester City 2011/12), dan Claudio Ranieri (Leicester City 2015/16). Guardiola gagal menambah koleksi trofi untuk City, tapi tiket Liga Champion musim 2017/18 berada dalam genggaman. MU memang hanya berada di nomor enam di liga lokal, tapi Mourinho mampu membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Liga dan Liga Europa 2016/17 plus bonus tiket Liga Champion musim berikutnya. Sedangkan Everton besutan Koeman memang layak setingkat di bawah United dengan materi pemain yang dimilikinya.

Carlo Ancelotti menjadi pelatih anyar lainnya yang sukses dengan mengantarkan Bayern Muenchen menjadi juara Bundesliga 2016/17. Namun, trofi tersebut menjadi gelar tunggal Die Bayern karena Manuel Neuer dkk gagal di Liga Champion Eropa maupun Piala Jerman (DFB Pokal). 

Vincenzo Montella bersama AC Milan mampu memperbaiki posisi klub di klasemen akhir sekaligus meraih tiket ke Liga Europa 2017/18. Supercoppa Italiana 2016 pun berhasil direbut oleh Gianluigi Donnarumma dkk dengan mengalahkan Juventus di akhir tahun 2016. 

Tidak banyak pelatih baru pada musim 2017/18. Namun, tentu menarik pula mengikuti kiprah Ernesto Valverde (Barcelona), Luciano Spaletti (Inter Milan), dan Eusebio Di Francesco (AS Roma) pada musim pertamanya. Apakah mereka mampu tampil lebih baik atau kalah bersaing dengan pelatih yang telah menjalani waktu lebih lama bersama tim besutannya? Mungkinkah di antara mereka justru mengikuti jejak kelam Frank de Boer?

Kamis, 10 Agustus 2017

Piala Super Eropa 2017 Trofi Ke-6 Zidane untuk Madrid

Real Madrid juara Piala Super Eropa 2017.

Real Madrid melanjutkan kejayaannya dengan meraih Piala Super Eropa 2017. El Real mengalahkan Manchester United 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Philip II Arena, Skope, Makedonia pada Selasa (8/8) waktu setempat. Gol Madrid dicetak oleh Casemiro pada menit ke-24 dan Isco pada menit ke-51. Gol tunggal United dibuat Romelu Lukaku di menit ke-62. UEFA Super Cup 2017 menjadi trofi keenam Los Blancos sejak dilatih oleh Zinedine Zidane pada awal tahun 2016. Hanya dalam 19 bulan mantan pemain terbaik dunia tersebut telah mempersembahkan dua trofi Liga Champion, dua trofi Piala Super Eropa, serta sekali juara Piala Dunia Antarklub dan Liga Spanyol bagi tim yang dilatihnya. 

Setelah mengukir rekor dua kali beruntun juara Liga Champion, maka Zizou kembali menyuratkan rekor baru dengan meraih Piala Super Eropa secara berurutan pula. Keberhasilan Madrid memperpanjang dominasi Spanyol di UEFA Super Cup dalam sembilan musim terakhir. Delapan kali klub Spanyol menjuarainya melalui Barcelona (3), Atletico Madrid (2), dan Real Madrid (3). Hanya Bayern Muenchen di luar klub Spanyol yang meraih Piala Super Eropa 2013. Los Blancos kini mengoleksi empat Piala Super Eropa, sedangkan kolektor terbanyak dipegang AC Milan dan Barcelona dengan lima trofi.

Casemiro mencetak gol pertama El Real.
Jose Mourinho langsung menurunkan tiga pemain barunya di tim inti United, yaitu  Victor Lindelof, Nemanja Matic, dan Romelu Lukaku. Lukaku bahkan mampu mencetak gol dalam debut resminya bersama The Red Devils. Dia mengikuti jejak striker hebat United di masa lalu, seperti Ole Gunnar Solksjaer, Ruud van Nistlerooy, dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara itu Zidane masih mengandalkan seluruh pemain andalannya musim lalu. Namun, sang megabintang Cristiano Ronaldo tidak bermain sejak sepak mula. Pemain yang memperkuat Portugal di Piala Konfederasi 2017 itu belum lama bergabung dengan Sergio Ramos dkk dan baru diturunkan menggantikan Karim Benzema di menit ke-83.

Pertemuan United dan Madrid menjadi ajang perjumpaan sesama pemain Spanyol dan Prancis di kedua tim. David de Gea dan Ander Herrera menjadi pemain inti United, sedangkan Juan Mata ada di bangku cadangan. Sementara itu Dani Carvajal, Sergio Ramos, dan Isco turun sejak awal laga, disusul Marco Asensio dan Lucas Vasquez sebagai pemain pengganti Madrid. Mereka adalah para pemain Spanyol. Paul Pogba (United) melawan rekannya sesama orang Prancis, Raphael Varane dan Karim Benzema (Madrid).


Romelu Lukaku mencetak gol dalam debut resminya bersama MU.
Los Merengues masih memiliki kesempatan merebut dua trofi lagi tahun ini, yaitu Piala Super Spanyol 2017 dan Piala Dunia Antarklub 2017. Pekan depan anak asuh Zidane akan menghadapi Barcelona di Supercopa de Espana 2017 yang berlangsung dalam dua laga (13/8 dan 16/8). Barca kini dilatih Ernersto Valverde dan tidak lagi memiliki Neymar yang telah hijrah ke PSG.  


Susunan Pemain
Real Madrid (4-3-3): 1-Keylor Navas; 12-Marcelo, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 2-Daniel Carvajal; 8-Toni Kroos, 14-Casemiro, 10-Luka Modric; 22-Isco (17-Lucas Vazquez 74'), 9-Karim Benzema (7-Cristiano Ronaldo 83'), 11-Gareth Bale (20-Marco Asensio 74')
Pelatih: Zinedine Zidane


Manchester United (4-3-3): 1-David de Gea; 25-Antonio Valencia, 2-Victor Lindelof, 12-Chris Smalling, 36-Matteo Darmian; 21-Ander Herrera (27-Marouane Fellaini 56'), 31-Nemanja Matic, 6-Paul Pogba; 22-Henrikh Mkhitaryan, 9-Romelu Lukaku, 14-Jesse Lingard (19-Marcus Rashford 46')
Pelatih: Jose Mourinho

Selasa, 06 Juni 2017

Prestasi Para Mantan Pelatih Madrid

Musim 2016/17 menjadi ajang kejayaan Real Madrid dengan Zinedine Zidane sebagai pelatihnya. Selain meraih trofi juara Liga Spanyol dan Liga Champion Eropa pada akhir musim ini, Los Blancos telah lebih dulu menjuarai Piala Super Eropa 2016 dan Piala Dunia Antarklub 2016. Diawali dengan gelar kampiun UEFA Champions League 2015/16 hingga mempertahankan gelar tersebut pada Juni 2017 yang menjadi sebuah rekor baru, Zidane telah mempersembahkan lima trofi bagi El Real sejak resmi melatih Cristiano Ronaldo  dkk pada Januari 2016. 
Jose Mourinho dengan trofi Liga Europa 2016/17.
Ternyata nasib baik juga tengah berpihak pada tiga mantan pelatih Real Madrid pada akhir musim ini. Jose Mourinho berhasil membawa Manchester United mendapatkan Piala Liga dan Liga Europa 2016/17. The Red Devils pun berhak tampil di Liga Champion musim 2017/18, meski hanya menempati peringkat ke-6 di Liga Primer Inggris. Selama menangani Los Merengues (2010-2013), Mourinho pernah memberikan gelar juara Copa del Rey 2010/11, La Liga 2011/12, dan Supercoppa Espana 2012. Dia dipecat pada akhir musim 2012/13 dan digantikan oleh Carlo Ancelotti.

Carlo Ancelotti sukses mengantarkan Bayern Muenchen menjuarai Bundesliga 2016/17. Pelatih asal Italia tersebut mempersembahkan trofi Liga Champion Eropa 2013/14, Copa del Rey 2013/14, Piala Super Eropa 2014, dan Piala Dunia Antarklub 2014 bagi El Real (2013-2015). Meski mengoleksi empat piala dalam dua musim, Ancelotti tetap dipecat. Satu lagi mantan pelatih Madrid, Rafael Benitez, mampu membawa Newcastle United promosi ke Premier League dengan menjuarai Divisi Championship atau kompetisi kasta kedua Liga Inggris 2016/17. Benitez yang menjadi pengganti Ancelotti tidak sempat mengukir prestasi bersama Madrid karena dipecat dan digantikan oleh Zidane pada pertengahan musim 2015/16.
Carlo Ancelotti merayakan gelar juara Bundesliga 2016/17.
Reuni Mourinho dan Madrid
Jose Mourinho akan memimpin timnya saat ini, Manchester United, bertemu kembali dengan Real Madrid dalam waktu dekat. United, sebagai juara Liga Europa, akan berjumpa dengan El Real, pemenang Liga Champion, dalam Piala Super Eropa 2017 mendatang. Uniknya, ada sebuah benang merah ketika kedua tim menang di laga pamungkas kedua kejuaraan sekian waktu lalu. The Red Devils maupun Los Blancos bertindak sebagai tim tamu sehingga tidak mengenakan kostum utamanya di final Liga Europa dan Liga Champion. United menggunakan kostum kedua yang berwarna biru ketika mengalahkan Ajax Amsterdam 2-1, sedangkan El Real memakai kostum ketiga yang berwarna ungu kala menundukkan Juventus 4-1. Ajax dan Juve yang mengenakan kostum utama kebanggaannya justru menelan pil pahit di pertandingan terakhir kejuaraan.

Jumat, 26 Mei 2017

MU Berjaya di Liga Europa 2017 dan Berlaga di Liga Champion Mendatang

Manchester United akhirnya menutup musim 2016/17 dengan menjuarai Liga Europa, sebuah trofi yang baru pertama kali dimiliki. United mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 dalam laga final yang berlangsung Rabu kemarin (25/5/2017) di Friends Arena, Stockholm. Gol anak asuh Jose Mourinho diciptakan oleh Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan, dua pemain yang baru bergabung dengan The Red Devils sejak musim 2016/17. Mourinho menurunkan Sergio Romero di bawah mistar. Di sektor belakang tampillah Antonio Valencia (kapten), Chris Smalling, Daley Blind, dan Mateo Darmian. Trio gelandang dihuni oleh Marouane Fellaini, Ander Herrera, dan Paul Pogba. Sementara trio penyerang diisi oleh Juan Mata, Marcus Rashford, dan Henrikh Mkhitaryan. Jesse Lingard, Anthony Martial, dan Wayne Rooney turun menggantikan Mkhitaryan, Rashford, dan Mata. Begitu Rooney masuk ke lapangan, Valencia langsung melepas ban kapten dan memasangnya di lengan kanan sang kapten utama. Kemenangan di Stockholm menjadi pelipur lara bagi warga kota Manchester yang dua hari sebelumnya berduka karena mendapatkan teror bom yang menewaskan setidaknya 22 orang dalam konser musik Ariana Grande di Manchester Arena.

Keberhasilan meraih Liga Europa 2017 membuat United berhak lolos ke babak penyisihan grup Liga Champion Eropa musim mendatang. Tidak percuma Mourinho begitu berambisi menjuarai Liga Europa setelah timnya hanya bercokol di nomor enam dalam klasemen akhir Liga Premier Inggris 2016/17. Nasib MU bahkan lebih baik ketimbang Liverpool, tim peringkat empat Liga Premier yang mesti melewati kualifikasi demi tampil di babak utama Liga Champion 2017/18. 

Musim ini Setan Merah mengoleksi trofi Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa. Sebuah pencapaian yang cukup bagus bagi Mourinho di musim perdananya, biarpun penampilan timnya di Liga Premier tidak konsisten sehingga gagal menembus empat besar. MU pun kini sejajar dengan Bayern Muenchen, Ajax Amsterdam, Juventus, dan Chelsea sebagai tim yang pernah menjuarai semua ajang antarklub Eropa. Sebelumnya United pernah meraih trofi Liga Champion dan Piala Winners (yang sudah ditiadakan). Mourinho mencatat rekor sempurna setiap membawa timnya tampil di final kejuaraan Eropa. Pelatih Portugal itu pernah sukses membawa FC Porto merebut gelar Piala UEFA 2003 (kini bernama Liga Europa) dan Liga Champion 2004, lantas mempersembahkan trofi Liga Champion 2010 bagi Internazionale Milan. Mourinho menjadi satu-satunya pelatih yang mengoleksi sepasang gelar Liga Champion dan dua trofi Liga Europa. 

Dalam perayaan MU sebagai pemenang Liga Europa 2017 tampak sejumlah pemain yang masih menderita cedera, seperti Zlatan Ibrahimovic, Marcos Rojo, dan Ashley Young. Bagi Ibra, meski absen di final yang berlangsung di negaranya, tapi akhirnya mampu merasakan mendapatkan gelar juara di tingkat Eropa. Jika musim depan ia masih menjadi pemain MU, maka ia akan bermain kembali di Liga Champion dan berpeluang menjuarai kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut. Demi meraih hasil yang lebih baik musim depan, Mourinho dikabarkan sudah menyerahkan daftar pemain incarannya ke pihak manajemen. Antoine Griezmann menjadi salah satu di antaranya.

Senin, 29 Agustus 2016

Memori : Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen, yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.
Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Dia datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.

Selasa, 16 Agustus 2016

Mourinho Seperti Allegri

Manchester United memulai era baru bersama Jose Mourinho yang telah dikontrak untuk tiga musim ke depan. Musim 2016/17 merupakan kesempatan perdana Mourinho mengarsiteki klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Kendati pada musim 2015/16 pelatih asal Portugal itu dipecat Chelsea di tengah jalan, dengan rekor terburuk sebagai juara bertahan, tapi rekam jejaknya selama ini tetap sesuatu yang berkilauan, hingga membuat manajemen Setan Merah silau dan tak ragu memilihnya. Louis van Gaal yang pada akhir musim keduanya sebenarnya mampu mempersembahkan trofi Piala FA untuk MU pun didepak sebelum kontraknya habis, demi memberi jalan kepada The Special One.

Barangkali United sedikit banyak terinspirasi pada apa yang terjadi pada Juventus. Pada awal musim 2014/15, I Bianconerri menunjuk Massimiliano Allegri untuk menggantikan Antonio Conte yang mundur untuk kemudian menjadi pelatih Italia. Padahal prestasi Conte luar biasa dengan mempersembahkan tiga scudetto berturut-turut, sesudah Juventus mengalami paceklik juara selama beberapa tahun. Dipilihnya Allegri sempat disambut negatif oleh Juventini, mengingat sang manajer merupakan mantan allenatore AC Milan yang dipecat karena hasil buruk pada pertengahan musim 2013/14. Namun, kenyataannya Allegri berhasil melanjutkan kegemilangan Conte dengan sepasang scudetto dalam dua musim beruntun. Bahkan pada musim pertamanya, Allegri melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan Conte, yaitu membawa La Vecchia Signora tampil di laga final Liga Champion 2014/15, meski gagal juara karena takluk dari Barcelona.  


Tentu penggemar The Red Devils berharap kiprah Mourinho tiga musim ke depan bisa mengikuti jejak Allegri bersama Juventus. Hadirnya sejumlah pemain baru seperti Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Mkhitaryan membuat skuat United lebih kuat ketimbang musim lalu dan layak mengikuti kompetisi memperebutkan trofi English Premier League (EPL) maupun trofi lainnya. Musim depan tim asuhan Mourinho hanya berlaga di Liga Europa yang kurang bergengsi dan persaingannya tidak seketat Liga Champion. Barangkali upaya meraih gelar justru bisa lebih dikonsentrasikan di dalam negeri. Tapi mesti diingat pula bahwa Chelsea yang merupakan mantan klub Mourinho justru absen sama sekali dari kompetisi Eropa musim 2016/17.

Selain memiliki pengalaman menjuarai EPL bersama Chelsea, Mourinho memiliki lebih banyak waktu mempersiapkan timnya ketimbang dua pelatih bernama besar lainnya, Pep Guardiola (Manchester City) dan Antonio Conte (Chelsea), yang menjadi pendatang baru di Liga Inggris. Mourinho sempat beristirahat sejak dipecat The Blues pertengahan musim lalu, sementara Pep masih menangani Bayern Muenchen hingga akhir musim 2015/16 dan Conte bahkan masih bersama Italia hingga akhir Juni di Piala Eropa 2016 Prancis. Namun mereka yang sudah lebih dahulu berkiprah di EPL jelas tak bisa dipandang sebelah mata, seperti Arsene Wenger (Arsenal), Claudio Ranieri (Leicester City – juara EPL 2015/16), Juergen Klopp (Liverpool), maupun Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). Persaingan menjadi tim terbaik di negeri Ratu Elizabeth bisa dipastikan kian seru dan menarik musim mendatang.

# dimuat di BolaVaganza No.178 - Agustus 2016.


Selasa, 09 Agustus 2016

Gelar Pertama Mourinho untuk MU dan Kembalinya Pogba


Minggu (7/8/2016) menjadi hari yang menceriakan bagi The Red Devils. Sepekan sebelum berputarnya Liga Primer Inggris musim 2016/17, Manchester United berhasil meraih trofi Community Shield 2016 dengan mengalahkan Leicester City 2-1 di Stadion Wembley London. The Red Devils merupakan jawara Piala FA, sementara The Foxes berstatus sebagai kampiun EPL musim 2015/16, yang kemenangannya menjadi sebuah hal yang paling fenomenal di liga-liga Eropa akhir musim lalu. Jesse Lingard lebih dulu membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-32 lewat sebuah solo run yang mengesankan. Jamie Vardy menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-62, memanfaatkan kesalahan Marouane Fellaini. Zlatan Ibrahimovic menjadi pahlawan kemenangan United dengan golnya pada menit ke-83. Community Shield 2016 pun resmi dimiliki MU dan menjadi gelar ke-21 di ajang itu.

Jose Mourinho berhasil mempersembahkan gelar pertamanya bagi klub terbarunya. Uniknya, Mou justru mendedikasikan trofi Community Shield tahun ini bagi Louis van Gaal, manajer MU yang membawa Wayne Rooney dkk memenangi Piala FA 2016. Tampaknya mantan pelatih Chelsea itu masih mengenang kebaikan LvG yang pernah didampinginya sebagai asisten pelatih Barcelona di masa lalu. Apakah mungkin Mou justru sedang membangun citra baru di tempat kerjanya saat ini dan meninggalkan perannya selama ini sebagai pelatih arogan serta tokoh antagonis di dunia sepak bola?

Satu hal yang pasti, optimisme pencinta MU di seluruh dunia kian membuncah bahwa musim depan bakal menjadi era kebangkitan Setan Merah. Kabar kembalinya Paul Pogba merupakan hal menggembirakan pula, menyusul bergabungnya sejumlah pemain baru pada pramusim, seperti Ibrahimovic (PSG), Henrikh Mkhitaryan (Borussia Dortmund), dan Eric Bailly (Villareal). Pogba adalah pemain tim junior MU (2009-2011) yang dipandang tidak mampu bersinar dan hanya tiga kali bermain di tim senior (2012-2013). Gelandang asal Prancis itu justru berjaya bersama Juventus (2013-2016), dengan antara lain membawa klubnya di Italia empat kali juara Serie A dan dua kali meraih Piala Italia. Prestasi cemerlangnya bersama Bianconeri maupun penampilan impresifnya bersama timnas Prancis membuat United berniat memulangkan kembali Pogba. Hal itu akhirnya diwujudkan ketika klub yang berma rkas di Old Trafford tengah membangun era kejayaan baru di bawah Jose Mourinho. Semoga terjadi sinergi positif antara sang manajer anyar dan anak asuhnya, yang kelak menghadirkan sukacita selanjutnya.