Tampilkan postingan dengan label carlo ancelotti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label carlo ancelotti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2024

ancelotti pelatih tersukses real madrid


 


real madrid menjuarai intercontinental cup 2024 setelah menang 3-0 atas pachuca dari meksiko di qatar. tiga gol el real dibuat oleh kylian mbappe, rodrygo goes dan vinicius junior. los blancos secara resmi menjadi klub sepakbola terbaik dunia saat ini. carlo ancelotti mencatat rekor baru sebagai pelatih paling sukses real madrid dengan 15 gelar juara yang diraihnya. hala madrid!

Rabu, 18 Desember 2024

vinicius junior pemain terbaik fifa 2024

 


vinicius junior terpilih sebagai pemain pria terbaik fifa 2024. carlo ancelotti terpilih sebagai pelatih terbaik fifa 2024. prestasi keduanya bersama real madrid pada musim 2023/24 membuat vini dan don carlo layak menjadi yang terbaik. sementara itu alejandro garnacho dari manchester united meraih fifa puskas award 2024 yang diberikan kepada pencetak gol terbaik dalam fifa best awards 2024.

foto bola.com

Kamis, 15 Agustus 2024

real madrid juara piala super eropa 2024, debut gemilang mbappe

 


real madrid menjadi juara piala super eropa 2024 setelah menang 2-0 atas atalanta dalam pertandingan di warsawa, polandia pada rabu (14/8/24) malam waktu setempat. dua gol los blancos dibuat oleh fede valverde (59') dan kylian mbappe (68'). mbappe bermain apik dengan langsung membuat gol pertama dalam debutnya bersama el real. striker prancis itu pun mengangkat piala pertamanya bersama madrid. los blancos kini mengoleksi enam piala super eropa dan menjadi rekor baru. carlo ancelotti telah membawa anak asuhnya menjuarai tiga trofi di tahun 2024 ini. ternyata lelaki tua italia itu masih belum habis masa kejayaannya. carletto telah mengoleksi 14 trofi selama melatih real madrid, menyamai rekor miguel munoz, pelatih legendaris los merengues.


foto : bola.com




Minggu, 02 Juni 2024

real madrid juara lagi



real madrid menjadi juara liga champions 2023/24 setelah menang 2-0 atas borussia dortmund dalam laga final di stadion wembley, london pada sabtu (1/6) malam waktu setempat. gol los blancos dibuat oleh dani carvajal (74') dan vinicius junior (83').el real sukses meraih trofi eropa untuk ke-15 kalinya. carlo ancelotti memberikan trofi ucl ke-3 untuk madrid. pelatih asal italia itu kini sudah lima kali membawa timnya juara eropa. sebelumnya dia dua kali juara bersama ac milan.



dani carvajal, nacho, toni kroos, dan luca modric membuat rekor istimewa. mereka telah 6 kali meraih trofi ucl. kroos satu kali juara bersama bayern dan sisanya bersama el real. toni koos sudah menyatakan pensiun sebagai pemain akhir musim ini. dia masih akan bermain bersama jerman di euro 2024.




Kamis, 09 Mei 2024

madrid vs dortmund final ucl 2023/24



real madrid lolos ke final liga champions 2023/24 setelah menang 2-1 atas bayern munich dalam laga semifinal kedua. joselu menjadi pahlawan kemenangan madrid dengan sepasang golnya di menit ke-88 dan 90+1.  los blancos bakal bertemu borussia dortmund di partai puncak uefa champions league musim ini. dortmund mampu  dua kali menang atas psg di semifinal untuk kembali ke final setelah 2013. el real mengincar gelar ke-15 di eropa, sedangkan carlo ancelotti berupaya meraih trofi ucl ketiga bersama klub ibukota spanyol itu.



Minggu, 05 Mei 2024

real madrid juara la liga 2023/24




real madrid memastikan diri menjadi juara la liga primera 2023/24 pada pekan ke-34 yang berlangsung sabtu (4/5) pekan lalu. los blancos menang 3-0 atas cadiz, sedangkan barcelona justru kalah 2-4 dari girona pada pekan yang sama. madrid sudah mustahil dikejar oleh barca sebagai pesaing utama hingga pekan ke-33. hingga kini madrid telah 36 kali menjadi juara liga spanyol. sementara itu luka modric dan nacho fernandez mengukir rekor baru yaitu 25 kali menjadi juara bersama los blancos. anak asuh carlo ancelotti masih berpeluang menambah trofi musim ini yakni menjadi juara liga champions 2023/24. el real masih bertahan hingga semifinal sejauh ini. hala madrid!

Jumat, 26 Agustus 2022

Karim Benzema dan Carlo Ancelotti Terbaik di Eropa

Karim Benzema terpilih sebagai pemain terbaik Eropa musim 2021/22. Carlo Ancelotti menjadi pelatih terbaik Eropa 2021/22. Keberhasilan Real Madrid menjadi juara Liga Champions 2021/22 tentu saja tak lepas dari peran besar mereka berdua. Benzema adalah kapten sekaligus pencetak gol tersubur Los Blancos. Ancelotti kembali membuktikan diri bahwa mental juara masih ada pada dirinya sebagai pelatih senior berpengalaman. Maka sungguh layak ketika mereka mendapatkan UEFA Awards 2022.

Kamis, 11 Agustus 2022

Real Madrid Juara Piala Super Eropa 2022

Real Madrid menambah jumlah trofinya tahun ini setelah meraih Piala Super Eropa 2022 dengan mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-0. Pertemuan antara juara Liga Champions dengan juara Liga Europa musim 2021/22 tersebut dimainkan di Stadion Olimpiade Helsinki, Finlandia pada Rabu (10/8/22) malam waktu setempat. Gol yang dicetak David Alaba (37') dan Karim Benzema (65')menjadi penentu kemenangan Los Blancos atas klub asal Jerman. Alaba mendapatkan umpan dari Casemiro, sedangkan Vinicius Junior memberi assist bagi Benzema. Casemiro terpilih sebagai pemain terbaik.

Carlo Ancelotti menurunkan sebelas awal yang sama dengan tim inti ketika menang 1-0 atas Liverpool di final UEFA Champions League 2021/22 beberapa bulan lalu. Dua rekrutan anyar, Antonio Ruediger dan Aurelien Tchouameni, diberi kesempatan bermain pada menit ke-85 menggantikan Dani Carvajal dan Toni Kroos.

Don Carletto telah mempersembahkan gelar keempatnya sepanjang tahun 2022 sejak dia kembali menangani El Real pada musim 2021/22. UEFA Super Cup kali ini juga menjadi trofi keempatnya di ajang tersebut. Real Madrid kini telah mengoleksi lima trofi Piala Super Eropa setelah edisi tahun 2002, 2014, 2016, dan 2017. Prestasi tersebut menyamai rekor Barcelona dan AC Milan. 

Foto : @championsleague



Minggu, 29 Mei 2022

Real Madrid Juara Liga Champions 2022


Real Madrid berhasil menjadi juara UEFA Champions League 2021/22 dengan menang 1-0 atas Liverpool dalam final yang berlangsung di Stade de France, Prancis pada Sabtu (28/5/22) malam waktu setempat. Vinicius Junior menjadi pahlawan kemenangan Los Blancos dengan gol tunggalnya ke gawang The Reds yang dikawal Allison Becker di menit ke-59. Federico Valverde menjadi pemberi umpan bagi striker asal Brasil bernomor 20 itu. Sebelumnya Karim Benzema sempat membobol gawang Allison, tapi dianulir karena dianggap offside.

Thibaut Courtois yang bermain luar biasa di bawah mistar El Real menjadi pemain terbaik pertandingan final. Real Madrid kini semakin perkasa di ajang Piala/Liga Champions dengan 14 trofi juara. Carlo Ancelotti untuk kedua kalinya membawa Madrid menjadi kampiun Eropa setelah tahun 2014. Pelatih asal Italia itu menjadi satu-satunya pelatih yang pernah empat kali membawa timnya juara Liga Champions. Dua kali dengan AC Milan dan dua kali pula bersama Real Madrid. Dia mengungguli Zinedine Zidane yang pernah tiga kali beruntun membawa El Real menjuarai UCL. Tak boleh dilupakan pula bahwa ketika menjadi pemain Milan, Ancelotti pernah juga dua kali juara Piala Champions. Don Carletto kini telah menyumbang 10 trofi bagi Real Madrid, tiga di antaranya pada musim 2021/22.


Kendati tidak mencetak gol di laga pamungkas, Benzema tetap menjadi pencetak gol terbanyak UCL musim ini dengan 15 gol. Dia juga menjadi kapten El Real di laga final, meskipun tetap Marcelo yang pertama mengangkat piala. Sebelumnya Benzema juga menjadi pencetak gol tersubur Liga Spanyol dengan koleksi gol 27 buah. Benzema, Luka Modric, dan Dani Carvajal menjadi pemain Madrid yang selalu dimainkan dalam lima pertandingan final terakhir. Dua kali bermain di bawah Don Carletto dan tiga kali di bawah Zizou. Ketiga pemain tersebut kini menyamai rekor Cristiano Ronaldo, yaitu lima kali menjadi juara dengan bermain di partai final Liga Champions. Marcelo, Casemiro, Toni Kroos, Isco, dan Gareth Bale juga merasakan lima kali juara, tapi mereka tidak selalu bermain di final. Selamat untuk Real Madrid dan Madridista di seluruh penjuru dunia. Hala Madrid!


Minggu, 01 Mei 2022

Real Madrid Juara La Liga 2021/22


Real Madrid memastikan diri menjadi juara La Liga 2021/22 setelah menang 4-0 atas Espanyol dalam pertandingan jornada ke-34 yang berlangsung Sabtu (30/4/22) malam di Santiago Bernabeu. Meskipun tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya, Los Blancos yang dikapteni oleh Marcelo masih terlalu perkasa bagi tamunya. Rodrygo Goes membuat sepasang gol di babak pertama. Marco Asensio dan Karim Benzema memantapkan kemenangan dengan golnya pada babak kedua. Benzema sendiri dimainkan sebagai pemain pengganti dan kian mantap sebagai el pichichi dengan koleksi 26 gol.

Dengan poin 81 dari 34 pertandingan, El Real sudah mustahil dikejar oleh Barcelona, yang jika selalu menang dalam empat laga sisa hanya mampu memiliki poin 78. Real Madrid pun merengkuh trofi Liga Primera Spanyol ke-35 sepanjang sejarah klub. Carlo Ancelotti mengukir rekor baru sebagai pelatih pertama yang mampu membawa timnya juara liga di lima negara : AC Milan (Italia), Chelsea (Inggris), PSG (Prancis), Bayern Muenchen (Jerman), dan Real Madrid (Spanyol). Sementara itu, Marcelo juga menjadi legenda klub dengan total 24 gelar juara selama berkostum Los Blancos.


Minggu, 15 Agustus 2021

Benzema Cetak Sepasang Gol dalam Laga Pembuka

Karim Benzema yang dipercaya sebagai kapten mencetak dua gol dan membawa Real Madrid menang 4-1 atas Alaves dalam laga pertama La Liga 2021/22 yang berlangsung Sabtu (8/8/21) di Stadion Mendizorrotza. Mengawali musim baru dengan laga tandang, Carlo Ancelotti dapat tersenyum lebar dalam debutnya melakoni periode kedua bersama Los Blancos. Kedua tim bermain tanpa gol di 45 menit pertama. Benzema mencetak gol pada menit ke-48 dan 62. Joselu sempat menyamakan kedudukan di menit ke-65 lewat tendangan penalti. Gol dari Nacho Fernandez (56') dan Vinicius Junior (90'+2) memastikan kemenangan Madrid atas tim tuan rumah.

David Alaba menjadi satu-satunya debutan yang dimainkan dalam sebelas awal karena memang tidak ada pemain baru lainnya. Dia bermain sebagai bek kiri menggantikan Marcelo yang absen. Namun, yang menarik adalah kembalinya Gareth Bale dan Eden Hazard ke tim inti di bawah Ancelotti. Bale yang kini mengenakan nomor 18 sudah lama jarang dimainkan Zinedine Zidane dan bahkan musim lalu sempat dipinjamkan ke Tottenham Hotspur. Sementara itu, Hazard  lebih kerap absen karena cedera selama bergabung dengan El Real. Mudah-mudahan semua hal tersebut menjadi pertanda baik bagi Real Madrid yang menjalani era baru tanpa Zizou, Sergio Ramos, dan Raphael Varane.

Kamis, 03 Juni 2021

Zidane Mengundurkan Diri dan Ancelotti Kembali

Untuk kedua kalinya Zinedine Zidane mengundurkan diri dari kursi pelatih Real Madrid. Sebelumnya Zizou melakukannya seusai Los Blancos meraih trofi ketiga Liga Champions 2017/18. Posisinya waktu itu digantikan oleh Julen Lopetegui yang tak lama kemudian dipecat dan digantikan Santiago Solari. Zidane kembali menangani Madrid pada pertengahan musim 2018/19 setelah Solari juga dipecat. Pelatih asal Prancis itu mempersembahkan gelar Supercopa Espana 2019 dan juara Liga Spanyol 2019/20. Real Madrid memang gagal meraih gelar musim 2020/21, tapi setidaknya mampu memaksa perebutan juara La Liga ditentukan hingga laga pamungkas. Namun, Zidane merasa patah arang dengan perlakuan manajemen selama setahun terakhir. 

Tanpa berlama-lama, manajemen El Real telah mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai pelatih anyar musim mendatang. Don Carletto adalah orang yang berhasil membawa Madrid kembali berjaya di Eropa dengan meraih gelar ke-10 pada musim 2013/14. Pelatih asal Italia itu dipecat setelah mengakhiri musim keduanya tanpa gelar, padahal ada Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub 2014 setelah menjadi juara UCL. Uniknya, Zidane menjadi asisten Don Carletto selama dua musim tersebut. Namun, Zizou justru mampu melampaui prestasi mentornya dengan mempersembahkan tiga gelar UCL secara beruntun pada 2016-2018 plus sejumlah trofi lainnya.

Ancelotti adalah manajer tim sarat pengalaman dan prestasi. Dia pernah tiga kali juara Liga Champions bersama AC Milan (2) dan Madrid, lalu pernah pula membawa anak asuhnya menjadi juara liga di empat negara berbeda : Milan (Italia), Chelsea (Inggris), PSG (Prancis), dan Bayern Muenchen (Jerman). Namun, setelah meninggalkan Muenchen, Don Carletto belum mampu meraih juara lagi bersama Napoli dan Everton. Entah apakah pelatih senior tersebut masih memiliki takdir menjadi juara lagi atau sudah habis jatah kesuksesannya selama ini.

Sabtu, 30 September 2017

Nasib Buruk Ancelotti dan Aguero

Nasib buruk menimpa Carlo Ancelotti dan Sergio Kun Aguero pada pekan pamungkas September 2017. Ancelotti resmi dipecat Bayern Muenchen sebagai pelatih pada Kamis lalu (28/9) setelah anak asuhnya kalah 0-3 dari PSG di Grup B Liga Champion 2017/18. Serangkaian hasil buruk dalam beberapa laga terakhir menjadi alasan manajemen klub untuk memberhentikan manajer asal Italia tersebut. Sebenarnya jika menurut opini publik di luar klub, apa yang dicapai tim besutan Don Carletto masih cukup apik. Die Bayern menempati posisi ke-3 dengan poin 13 di bawah Borussia Dortmund (16) dan Hoffenheim (14) dalam klasemen Bundesliga pekan keenam, dengan hasil empat kali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Sebelum ditaklukkan PSG, Robert Lewandowski dkk menang 3-0 atas Anderlecht di Liga Champion. Peluang untuk lolos dari Grup B jelas masih terbuka lebar. Namun, adanya ketidakharmonisan dengan sejumlah pemain bintang diduga menjadi alasan lainnya. Maka satu gelar juara Bundesliga dan dua Piala Super Jerman yang dipersembahkan Ancelotti selama menangani Muenchen sama sekali tidak berarti lagi. Sejak menangani Die Roten pada musim panas 2016 tercatat 60 pertandingan yang dilaluinya, dengan hasil 43 menang, delapan kali seri, dan sembilan kali kalah. Musim ini hanya 40 hari kebersamaan Ancelotti bersama Bayern Muenchen. Willy Sagnol selanjutnya ditunjuk sebagai pelatih sementara. 

Entah kenapa pihak manajemen klub tidak instrospeksi diri saja. Musim ini Muenchen tidak diperkuat lagi oleh Phillip Lahm dan Xabi Alonso yang memutuskan pensiun, sedangkan apakah ada pemain yang bisa menggantikan peran keduanya? Pada sisi lain, Manuel Neuer sebagai kapten dan kiper utama mengalami cedera dan kiper penggantinya jelas tidak sebagus dirinya. Lantas, bagaimana dengan Arjen Robben dan Franck Ribery yang semakin tua serta rentan cedera? Sudah adakah pelapis yang sepadan bagi mereka musim ini? Tapi, ya sudahlah. Selamat beristirahat sejenak untuk Carlo Ancelotti. Semoga ada pekerjaan lainnya nanti dan mengukir prestasi baru di sana.

Sementara itu, Kun Aguero mengalami kecelakaan lalu lintas di Amsterdam, Belanda. Taksi yang ditumpanginya menabrak papan lampu di pinggir jalan. Striker Manchester City asal Argentina tersebut harus absen bermain selama sekitar dua bulan karena tulang rusuknya patah. Beruntunglah, dia masih selamat dan luka yang dialaminya tidak lebih parah. Tapi, tentu saja sebuah kerugian besar bagi City maupun Argentina harus bermain tanpa pemain andalannya. The Cizitens -yang sedang memimpin klasemen- menghadapi Chelsea di Liga Primer pekan ini (30/9), sedangkan Argentina akan bertemu Peru (6/10) dan Ekuador (11/10) dalam upaya kerasnya meraih tiket Piala Dunia 2018. Pep Guardiola maupun Jorge Sampaoli mesti menyusun formasi baru timnya tanpa Aguero.

Selasa, 26 September 2017

Prestasi Pelatih Baru di Musim 2016/17


Frank de Boer menjadi pelatih pertama yang dipecat pada awal musim 2017/18, meski baru 77 hari bertugas. Mantan kapten Belanda tersebut diberhentikan dari pekerjaannya sebagai manajer Crystal Palace pada 11/9/2017 lalu setelah timnya selalu kalah dalam empat laga Liga Primer. Frank De Boer mengulangi nasib buruknya setahun silam yang juga sekejap belaka menjadi pelatih Inter Milan di Serie A 2016/17. Dia menjadi pelatih baru yang bernasib buruk karena dua kali dipecat di awal musim. Reputasinya ketika mampu membawa Ajax Amsterdam sebagai juara Liga Belanda seakan tiada berarti sama sekali. Bagaimana dengan nasib rekan-rekannya pada musim lalu? 

Musim 2016/17 merupakan debut sejumlah pelatih bersama klub barunya di Eropa. Di Liga Primer Inggris terdapat nama kondang seperti Antonio Conte (Chelsea), Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), dan Ronald Koeman (Everton). Conte pernah membawa Juventus meraih hattrick juara Serie A dan Italia bermain baik di Euro 2016. Guardiola mencatat rekor hebat bersama Barcelona, di antaranya treble winner dan membuat reputasi Bayern Muenchen di Bundesliga tetap terjaga dalam tiga musim terakhir, meski gagal juara di Eropa. Mourinho adalah jaminan mutu merebut trofi. FC Porto, Chelsea dalam dua periode, Inter Milan, dan Real Madrid pernah merasakan tangan dinginnya. Liga Champion pun dua kali digapainya bersama Porto dan Inter. Koeman pernah membawa Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven juara Liga Belanda.  

Di antara keempatnya, Conte mengukir prestasi paling cemerlang dengan membawa The Blues menjadi kampiun Premier League 2016/17. Klub asal London yang musim sebelumnya terpuruk-meski berstatus sebagai juara bertahan-berhasil bangkit di bawah juru taktik asal Italia tersebut. Conte menjadi manajer Italia keempat yang berhasil juara di Liga Inggris setelah Carlo Ancelotti (Chelsea 2009/10), Roberto Mancini (Manchester City 2011/12), dan Claudio Ranieri (Leicester City 2015/16). Guardiola gagal menambah koleksi trofi untuk City, tapi tiket Liga Champion musim 2017/18 berada dalam genggaman. MU memang hanya berada di nomor enam di liga lokal, tapi Mourinho mampu membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Liga dan Liga Europa 2016/17 plus bonus tiket Liga Champion musim berikutnya. Sedangkan Everton besutan Koeman memang layak setingkat di bawah United dengan materi pemain yang dimilikinya.

Carlo Ancelotti menjadi pelatih anyar lainnya yang sukses dengan mengantarkan Bayern Muenchen menjadi juara Bundesliga 2016/17. Namun, trofi tersebut menjadi gelar tunggal Die Bayern karena Manuel Neuer dkk gagal di Liga Champion Eropa maupun Piala Jerman (DFB Pokal). 

Vincenzo Montella bersama AC Milan mampu memperbaiki posisi klub di klasemen akhir sekaligus meraih tiket ke Liga Europa 2017/18. Supercoppa Italiana 2016 pun berhasil direbut oleh Gianluigi Donnarumma dkk dengan mengalahkan Juventus di akhir tahun 2016. 

Tidak banyak pelatih baru pada musim 2017/18. Namun, tentu menarik pula mengikuti kiprah Ernesto Valverde (Barcelona), Luciano Spaletti (Inter Milan), dan Eusebio Di Francesco (AS Roma) pada musim pertamanya. Apakah mereka mampu tampil lebih baik atau kalah bersaing dengan pelatih yang telah menjalani waktu lebih lama bersama tim besutannya? Mungkinkah di antara mereka justru mengikuti jejak kelam Frank de Boer?

Selasa, 06 Juni 2017

Prestasi Para Mantan Pelatih Madrid

Musim 2016/17 menjadi ajang kejayaan Real Madrid dengan Zinedine Zidane sebagai pelatihnya. Selain meraih trofi juara Liga Spanyol dan Liga Champion Eropa pada akhir musim ini, Los Blancos telah lebih dulu menjuarai Piala Super Eropa 2016 dan Piala Dunia Antarklub 2016. Diawali dengan gelar kampiun UEFA Champions League 2015/16 hingga mempertahankan gelar tersebut pada Juni 2017 yang menjadi sebuah rekor baru, Zidane telah mempersembahkan lima trofi bagi El Real sejak resmi melatih Cristiano Ronaldo  dkk pada Januari 2016. 
Jose Mourinho dengan trofi Liga Europa 2016/17.
Ternyata nasib baik juga tengah berpihak pada tiga mantan pelatih Real Madrid pada akhir musim ini. Jose Mourinho berhasil membawa Manchester United mendapatkan Piala Liga dan Liga Europa 2016/17. The Red Devils pun berhak tampil di Liga Champion musim 2017/18, meski hanya menempati peringkat ke-6 di Liga Primer Inggris. Selama menangani Los Merengues (2010-2013), Mourinho pernah memberikan gelar juara Copa del Rey 2010/11, La Liga 2011/12, dan Supercoppa Espana 2012. Dia dipecat pada akhir musim 2012/13 dan digantikan oleh Carlo Ancelotti.

Carlo Ancelotti sukses mengantarkan Bayern Muenchen menjuarai Bundesliga 2016/17. Pelatih asal Italia tersebut mempersembahkan trofi Liga Champion Eropa 2013/14, Copa del Rey 2013/14, Piala Super Eropa 2014, dan Piala Dunia Antarklub 2014 bagi El Real (2013-2015). Meski mengoleksi empat piala dalam dua musim, Ancelotti tetap dipecat. Satu lagi mantan pelatih Madrid, Rafael Benitez, mampu membawa Newcastle United promosi ke Premier League dengan menjuarai Divisi Championship atau kompetisi kasta kedua Liga Inggris 2016/17. Benitez yang menjadi pengganti Ancelotti tidak sempat mengukir prestasi bersama Madrid karena dipecat dan digantikan oleh Zidane pada pertengahan musim 2015/16.
Carlo Ancelotti merayakan gelar juara Bundesliga 2016/17.
Reuni Mourinho dan Madrid
Jose Mourinho akan memimpin timnya saat ini, Manchester United, bertemu kembali dengan Real Madrid dalam waktu dekat. United, sebagai juara Liga Europa, akan berjumpa dengan El Real, pemenang Liga Champion, dalam Piala Super Eropa 2017 mendatang. Uniknya, ada sebuah benang merah ketika kedua tim menang di laga pamungkas kedua kejuaraan sekian waktu lalu. The Red Devils maupun Los Blancos bertindak sebagai tim tamu sehingga tidak mengenakan kostum utamanya di final Liga Europa dan Liga Champion. United menggunakan kostum kedua yang berwarna biru ketika mengalahkan Ajax Amsterdam 2-1, sedangkan El Real memakai kostum ketiga yang berwarna ungu kala menundukkan Juventus 4-1. Ajax dan Juve yang mengenakan kostum utama kebanggaannya justru menelan pil pahit di pertandingan terakhir kejuaraan.

Rabu, 19 April 2017

Zizou Kalahkan Don Carletto Lagi

Real Madrid berhasil lolos ke semifinal Liga Champion Eropa 2016/17 setelah mengalahkan Bayern Muenchen 4-2 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa (18/4/2017) waktu setempat. Tanpa Gareth Bale yang cedera, Isco yang bermain cemerlang di La Liga kemarin, dimainkan sejak sepak mula mendampingi Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di sektor depan. Di waktu normal Los Blancos kalah 1-2 dari Die Roten, sehingga skor agregat menjadi 3-3, maka pertandingan pun dilanjutkan hingga 120 menit. Robert Lewandowski lebih dulu membuat tim tamu unggul lewat tendangan penalti di menit ke-52. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan di menit ke-76, tapi semenit kemudian Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri yang membuat tim tuan rumah tertinggal 1-2. Menjelang waktu normal berakhir di menit ke-84, Muenchen kehilangan Arturo Vidal yang mendapat kartu kuning kedua. Sergio Ramos dkk laksana mendapat angin segar di perpanjangan waktu. Dua gol Ronaldo (105' dan 110') dan satu gol Marco Asensio (112') membuat Madrid akhirnya menang 4-2 dan lolos ke empat besar dengan skor agregat 6-3 di perempat final.


CR7 mencetak trigol ke gawang Muenchen di Santiago Bernabeu.
Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol dan kembali membuat rekor baru, yaitu mengoleksi 100 gol di Liga Champion Eropa. CR7 membuat lima gol dalam dua laga melawan Muenchen, maka musim ini dia sudah mencetak tujuh gol. Kemungkinan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion musim ini pun kembali terbuka baginya. 

Kemenangan El Real atas Die Bayern menjadi kemenangan kedua Zinedine Zidane atas Carlo Ancelotti, mantan mentornya sendiri. Zizou pernah menjadi anak asuh Don Carletto di Juventus dan menjadi asisten pelatih asal Italia itu di Madrid. Kerja sama keduanya pada musim 2013/14 membuahkan trofi Liga Champion ke-10 bagi Los Merengues. Zizou sudah menyamai keberhasilan sang guru ketika membawa Los Merengues juara Liga Champion 2016/17. Zidane berpeluang melampaui prestasi Ancelotti jika mampu 
membawa timnya mempertahankan gelar juara Eropa akhir musim nanti.


Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane bersalaman setelah laga berakhir.


Rabu, 26 Oktober 2016

Memori : Kiprah Para Pelatih di Musim Pertama

Pada awal musim 2013/14 lalu, sejumlah klub besar Eropa menunjuk nama baru sebagai pelatih. Di antara mereka terdapat nama Carlo Ancelotti (Real Madrid), Gerardo ’Tata’ Martino (Barcelona), Josep ’Pep’ Guardiola (Bayern Muenchen), David Moyes (Manchester United), Manuel Pellegrini (Manchester City), Jose Mourinho (Chelsea), Rafael Benitez (Napoli), dan Laurent Blanc (PSG).

Ketika kompetisi berakhir, siapa pelatih tersukses di musim pertamanya? Ancelotti, Pellegrini, dan Guardiola sama-sama mengoleksi dua trofi pada akhir musim. Ancelotti membawa Los Blancos menjadi juara Liga Champion Eropa dan Copa del Rey. Pellegrini memimpin The Citizens menjuarai Liga Premier dan Piala Liga Inggris. Pep Guardiola mengomandoi Die Roten menjadi kampiun Bundesliga dan Piala Jerman. Sebelumnya, Muenchen pun berhasil menjadi juara Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub 2013 di bawah mantan pelatih Barcelona itu. Tapi kegagalan FC Bayern di semifinal Liga Champion (kalah agregat 0-5 dari Real Madrid) sedikit menodai rekor Guardiola yang total bisa mengumpulkan empat trofi dalam semusim.
410747_heroa
Sementara itu, Benitez dan Blanc pun mampu menghadirkan sebuah gelar kampiun bagi tim masing-masing. Napoli menjuarai Copa Italia dan PSG mempertahankan trofi juara Liga Prancis. Tata Martino dan Mourinho gagal meraih trofi apa pun. El Barca langsung menunjuk Luis Enrique sebagai arsitek baru menggantikan Tata yang mengundurkan diri. Posisi Mou sendiri tetap aman di Stamford Bridge. Tapi yang bernasib paling naas tetaplah David Moyes. MU yang merupakan juara bertahan EPL sejak jauh hari sudah tidak mampu bersaing merebut trofi. Moyes pun dipecat pada pertengahan musim, setelah mencetak sejumlah rekor buruk bagi klub. Ryan Giggs ditunjuk sebagai pelatih sementara United hanya hingga akhir musim.

Memasuki musim 2014/15, beberapa nama anyar kembali menghiasi kursi manajer klub top Benua Biru. Mereka adalah Luis Enrique (Barcelona), Louis van Gaal (Manchester United), Filippo Inzaghi (AC Milan), dan Massimiliano Allegri (Juventus). Penunjukan Enrique dan Van Gaal mendapat sambutan yang positif. Sebagai mantan bintang El Barca yang pernah sukses menangani Barcelona B, Luis Enrique diharapkan mampu menapaktilasi prestasi Guardiola untuk membawa Blaugrana berjaya kembali. Sementara itu, penampilan impresif Belanda di Piala Dunia 2014 menyembulkan optimisme bahwa Red Devils akan bangkit begitu ditangani seorang pelatih senior bermental juara. Louis van Gaal memiliki rekam jejak prestasi yang panjang, di antaranya ketika melatih Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Bayern Muenchen. Hasil laga uji coba pramusim memperlihatkan niat Wayne Rooney dkk untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara di dalam negeri karena United bakal absen di Eropa. Meski sempat mengalami awal musim yang buruk, namun kehadiran sejumlah bintang seperti Angel di Maria, Daley Blind, dan Radamel Falcao membuat harapan tim Manchester Merah akan berprestasi masih tetap terjaga.

Inzaghi yang menggantikan posisi Clarence Seedorf sebenarnya masih diragukan mampu mengangkat kembali martabat Rossoneri. Seperti halnya Seedorf, Pippo masih belum berpengalaman menangani tim senior. Tapi dua tahun melatih tim junior Milan dipercaya bisa menjadi bekal bagi Inzaghi dalam menjalani debutnya sebagai pelatih klub yang pernah diperkuatnya sebagai pemain selama sebelas musim (2001-2012). Kehadiran sejumlah pemain baru seperti Alex, Jeremy Menez, Diego Lopez, Fernando Torres, dan Giacomo Bonaventura diharapkan mampu meningkatkan kinerja tim, meski Kaka, Robinho, dan Mario Balotelli telah pergi dari San Siro.

Pengunduran diri Antonio Conte sesudah membawa Juventus meraih scudetto tiga musim berurutan tentu menjadi kejutan besar bagi publik. Tapi dipilihnya Allegri pun mengundang tanda tanya dari penggemar, apalagi musim lalu Milan memecatnya di tengah jalan. Tapi pihak manajemen mungkin percaya Allegri mampu mengulangi debutnya bersama Rossoneri dahulu ketika menangani Bianconeri saat ini. Materi pemain Juve yang jelas berkualitas dan tidak banyak berubah menjadi keberuntungan tersendiri bagi Allegri, sekiranya adaptasi dapat berjalan dengan sempurna. Dan ternyata hingga pekan kedua Serie A, baik Milan maupun Juventus selalu meraih kemenangan dengan meraih poin sempurna. Kita pun mesti menunggu satu musim kembali berputar, hingga akhirnya melihat siapa gerangan para arsitek yang mampu berjaya bersama klub anyarnya.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.156 – Oktober 2014.

Kamis, 20 Oktober 2016

Trigol Messi dan Oezil Warnai Pekan Ketiga Liga Champion

Sejumlah klub menundukkan lawan-lawannya dengan skor telak pada pertandingan pekan ketiga Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung Rabu (19/10/2016).  Total tercipta 28 gol dalam delapan laga di Grup A hingga D, sementara hanya 17 gol pada delapan laga Grup E-H sehari sebelumnya. Jika di hari Selasa (18/10) hanya Real Madrid yang berpesta gol, maka di hari berikutnya Barcelona, Arsenal, PSG, dan Bayern Muenchen berhasil melakukannya. Barcelona mengandaskan Manchester City 4-0 di Camp Nou. Hasil itu cukup mengejutkan mengingat The Citizens kini ditangani Pep Guardiola -pelatih El Barca (2008-2012)-  dan tengah memimpin klasemen Liga Premier Inggris. Namun Pep selalu tidak bisa menaklukkan 'monster' yang diciptakannya sendiri sejak meninggalkan Blaugrana. Pada  musim 2014/15 Bayern Muenchen yang dilatih Guardiola pun takluk dari tim yang pernah dibawanya berjaya. Kekalahan mencolok City tak lepas dari dikartumerahkannya Claudio Bravo, kiper yang baru pindah dari Barcelona ke Manchester awal musim ini. Tim besutan Luis Enrique baru unggul satu gol saat insiden terjadi. Sejak itu tiga gol tambahan bersarang di gawang Willy Caballero. Lionel Messi akhirnya membuat tiga gol, sedangkan Neymar menyumbang sebuah gol.
Lionel Messi mencetak trigol ke gawang City.
Di Grup A, Arsenal dan Paris Saint-Germain berpesta gol di kandang masing-masing. The Gunners mengalahkan Ludogorets Razgrad (Bulgaria) 6-0. Mesut Oezil bermain eksepsional dengan mencetak tiga gol dan merupakan trigol perdananya sepanjang karier. Gol lainnya disumbang Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain. PSG menang 3-0 atas FC Basel (Swiss) lewat gol Angel Di Maria, Lucas Moura, dan Edinson Cavani. Sementara itu Bayern Muenchen mampu bangkit setelah dikalahkan Atletico Madrid di pekan kedua. Tim yang kini ditangani Carlo Ancelotti itu unggul 4-0 atas PSV Eindhoven. Arjen Robben membuat sebuah gol di antaranya.
Mesut Oezil mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya.
Terdapat satu benang merah dalam kemenangan Arsenal, PSG, dan Muenchen, yang semua berhubungan dengan Real Madrid. Oezil dan Di Maria pernah bermain bersama di El Real (2010-2013), sementara Ancelotti merupakan mantan arsitek Los Galacticos (2013-2015). Oezil telah hijrah ke London ketika Di Maria bersama Ancelotti merasakan gelar juara Liga Champion 2013/14. Oezil dan Di Maria sama-sama memakai kostum nomor 11 di klub mereka saat ini. Robben, bintang Muenchen asal Belanda, juga pernah mengenakan kostum Los Blancos (2007-2009). Xabi Alonso, rekan seklub Robben, pernah pula bermain di Madrid (2009-2014) dan sempat menjadi rekan bermain Oezil-Di Maria serta dilatih oleh Ancelotti.

Senin, 29 Agustus 2016

Memori : Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen, yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.
Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Dia datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.

Rabu, 10 Agustus 2016

Memori : Kebangkitan Personel Madrid

Real Madrid sukses merengkuh Piala Super Eropa 2014 dengan menaklukkan Sevilla 2-0 di Stadion Cardiff City pada Selasa (12/8). Cristiano Ronaldo memborong dua gol memanfaatkan assist dari Gareth Bale dan Karim Benzema. Dalam laga sesama klub Spanyol tersebut, Carlo Ancelotti langsung menurunkan dua personel terbarunya -Toni Kroos dan James Rodriguez- di lini tengah Los Blancos sejak sepak mula. Bagi mereka berdua, Piala Super Eropa menjadi trofi pertama mereka bersama El Real. Untuk Kroos terasa istimewa karena baru Juli lalu dia turun penuh membela Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. James digantikan Isco sebelum laga usai, tapi setidaknya sudah mencatat debut cemerlang bersama klub barunya.



Selain dua punggawa anyarnya yang merupakan bintang Piala Dunia 2014, mayoritas pemain Madrid sesungguhnya bernasib kurang baik di Brasil. Enam pemain yang menjadi starter saat melawan Sevilla pulang awal karena gagal di fase grup. Mereka adalah Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe, Fabio Coentrao, Luca Modric dan Ronaldo. Bemzema masih bermain hingga perempat final, sementara Dani Carvajal dan Bale tidak bermain di Piala Dunia.

Kemenangan atas Sevilla menjadi momentum kebangkitan bagi Casillas dkk. Bagi sang kapten, hal itu menjadi kredit poin bahwa dia masih bisa diandalkan sebagai kiper utama, meski sempat tampil buruk bersama Spanyol dan Keylor Navas sudah dihadirkan untuk bersaing dengannya. CR7 pun bisa melupakan kegagalannya saat membela Portugal. Bersama Los Merengues, dia membuktikan dirinya sebagai sang juara. Dua gol yang dicetaknya di Cardiff membuat mantan bintang Manchester United itu kini mengoleksi 70 gol di pentas antarklub Eropa. Rekor itu sejajar dengan milik Filippo Inzaghi (Juventus dan AC Milan) dan melampaui Lionel Messi (Barcelona) yang mengumpulkan 68 gol. Tinggal enam gol yang diperlukan Ronaldo untuk menyamai rekor Raul Gonzales (Real Madrid dan Schalke) yang masih menjadi pencetak gol terbanyak Eropa dengan 76 gol.

Setelah juara Liga Champion dan Copa del Rey musim lalu, Piala Super Eropa 2014 menjadi awal yang baik untuk Madrid mengawali musim baru. Masih ada lima trofi berikutnya yang menjadi target Los Merengues sepanjang musim 2014/15. CR7 dkk jelas berpotensi besar mewujudkannya. Hala Madrid!

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Mingguan BOLA Edisi 2.576/2014.