Tampilkan postingan dengan label scudetto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scudetto. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2022

AC Milan Juara Liga Italia Serie A 2021/2022


Penantian panjang Milanisti seluruh dunia akhirnya mendapatkan jawaban pada pekan keempat Mei 2022. AC Milan resmi menjadi juara Liga Italia Serie A 2021/22 atau meraih scudetto kembali setelah 11 tahun berlalu. Pada pertandingan pamungkas giornata ke-38 pada Minggu (22/5) malam, anak asuh Stefano Pioli membuat Sassuolo takluk 0-3 di kandangnya. Dua gol Olivier Giroud dan satu gol Franck Kessie di babak pertama membuat Rossoneri tak terkejar lagi untuk mendapatkan trofi Liga Italia ke-19 sepanjang sejarah klub. Rafael Leao memborong ketiga assist dalam pertandingan istimewa tersebut. Pemain Portugal itu pun menjadi pemain terbaik Serie A 2021/22. Sementara itu, Stefano Pioli menjadi pelatih terbaik  Liga Italia musim ini. Pelatih berkepala plontos itu berhasil meraih gelar juara untuk pertama kali sepanjang kariernya.


Zlatan Ibrahimovic mencatat rekor spesial. Dia menjadi satu-satunya pemain Milan yang merasakan dua kali scudetto bersama Milan dalam dua dekade yang berbeda. Pemain Swedia itu sempat bermain di PSG, Manchester United, dan LA Galaxy setelah pergi dari Milan pada akhir musim 2011/12. Kembalinya Zlatan ke Rossoneri pada awal 2020 membangkitkan mental juara para pemain Milan yang mayoritas masih muda dan minim pengalaman. Peran Paolo Maldini dan Ricky Massara di belakang layar sangat pula membantu Pioli sebagai pelatih utama. 




Jumat, 13 Agustus 2021

Kesempatan Terbaik Milan Meraih Scudetto

Liga Italia Serie A 2021/22 menjadi kesempatan terbaik bagi AC Milan untuk meraih scudetto. Internazionale sebagai juara bertahan berganti pelatih dari Antonio Conte menjadi Simone Inzaghi yang direkrut dari Lazio. Lantas, sejumlah pemain utamanya justru pindah ke klub lain, seperti Achraf Hakimi (PSG) dan Romelu Lukaku (Chelsea). Sementara itu, Christian Eriksen yang sempat terkena serangan jantung saat memperkuat Denmark di Euro 2020 kemungkinan tidak bisa kembali bermain untuk Nerazurri pula. Di atas kertas, kekuatan Inter menyambut musim baru sudah berkurang dan tak sekuat ketika menjadi juara Serie A. Pada sisi lain, Juventus sedang menjalani masa konsolidasi dengan memilih kembali Massimiliano Allegri. Andrea Pirlo dianggap gagal karena hanya bisa membawa timnya berada di posisi ke-4 Serie A dan meraih Coppa Italia musim lalu.


Milan sudah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk memperkuat tim, antara lain Mike Maignan (Lille), Fode Ballo-Toure (AS Monaco), dan Olivier Giroud (Chelsea). Memang ada dua pemain inti musim lalu yang hengkang, yaitu Gianluigi Donnarumma (PSG) dan Hakan Calhanoglu (Internazionale). Namun, kehadiran Mike Maignan sudah membuat posisi kiper aman. Brahim Diaz yang sudah semusim bermain untuk Rossoneri diproyeksikan untuk menggantikan peran Hakan, maka nomor kostum pemain asal Spanyol itu pun berganti menjadi nomor 10. Giroud sudah didatangkan agar bisa mengurangi ketergantungan tim terhadap Zlatan Ibrahimovic di sektor depan. Striker asal Prancis itu sudah mencetak gol dalam laga pramusim, sedangkan Ibra masih menjalani masa pemulihan cedera. Giroud memilih nomor 9 yang membuat redup semua pemain yang mengenakannya sejak tidak dipakai lagi oleh Filippo Inzaghi. Semoga tidak ada lagi kutukan nomor 9 Milan di musim baru nanti.

Stefano Pioli terbukti mampu mengangkat prestasi Rossoneri hingga menjadi runner-up Serie A 2020/21 dan kembali bermain di Liga Champions 2021/22. Memang rada disayangkan bahwa Milan gagal mempertahankan posisi capolista musim lalu, tapi ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, anak asuh Pioli bermain lebih awal dari tim-tim Serie A lainnya karena mesti bermain di play-off Liga Europa, sehingga para pemain Milan bermain lebih banyak ketimbang rekan-rekannya di tim lain. Para pemain Milan pun bergantian mengalami cedera dan mesti menepi karena terinfeksi covid-19. Lantas, beberapa pemain Milan adalah pemain muda yang baru bergabung dengan Donnarumma dkk. Selain itu Ibra tidak memiliki pelapis yang memadai ketika dia absen. Musim ini Rossoneri melakukan laga pertamanya di Liga Italia karena sudah lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions. Selain itu para pemain muda sudah meningkat pengalamannya dan semakin padu dengan pemain senior. Pioli dan anak asuhnya sudah semakin saling memahami. Dukungan dari Paolo Maldini juga hal yang tak kalah penting. Yang jelas, musim lalu Conte dan para pemain Inter unggul dalam kedalaman materi pemain, pengalaman, dan mental juara. Semoga Milan bisa menggantikan tim sekotanya meraih scudetto 2021/22. Forza Milan! 

Senin, 03 Mei 2021

Milan Masih Berjuang, Inter Sudah Juara

Ketika AC Milan masih berjuang keras untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan, Internazionale justru sudah memastikan diri menjadi juara Liga Italia Serie A 2020/21 kala kompetisi menyisakan empat pertandingan. Mendekati akhir kompetisi Milan malah dua kali kalah dari Sassuolo (1-2) dan Lazio (0-3). Hasil buruk itu sempat membuat Rossoneri terlempar dari empat besar. Beruntunglah anak asuh Stefano Pioli mampu menang 2-0 atas Benevento pada laga giornata ke-34 sehingga kembali ke zona Liga Champions. Gol dari Hakan Calhanoglu (6') dam Theo Hernandez (60') menaklukkan anak asuh Filippo Inzaghi, mantan pemain dan pelatih Milan. Kabar baik bagi Milanisti adalah kembalinya Alessio Romagnoli dan Zlatan Ibrahimovic ke dalam tim inti.

Inter sudah mengumpulkan poin 82 dan tak mungkin terkejar oleh Atalanta, Juventus, dan Milan yang sama-sama memiliki poin 69. Antonio Conte berhasil membawa Nerazurri mengakhiri dominasi Juventus yang memborong scudetto dalam sembilan musim terakhir. Uniknya, kejayaan Bianconeri dimulai ketika Conte menangani Gianluigi Buffon dkk pada musim 2011/12. 

Persaingan merebut tiket Liga Champions semakin ketat karena Napoli (67) dan Lazio (64) masih mungkin pula menembus empat besar. Milan mesti berjuang keras mempertahankan posisinya dan pada giornata ke-35 berhadapan dengan Juventus. 

Selasa, 28 Juli 2020

Trofi Liga Pertama untuk Sarri

Maurizio Sarri tercatat dalam rekor sebagai pelatih tertua yang meraih scudetto ketika mengantarkan Juventus untuk kesembilan kalinya secara beruntun berjaya di Liga Italia. Pelatih berusia 61 tahun itu pernah nyaris membawa Napoli juara beberapa musim lalu, tapi kalah bersaing dengan Juve yang saat itu ditangani oleh Massimiliano Allegri.

Senin, 20 November 2017

Kalahkan Milan, Napoli Teguh Pimpin Klasemen

Napoli kian menunjukkan kelayakannya untuk menjadi kandidat terkuat peraih scudetto Serie A 2017/18. Anak asuh Maurizio Sarri menaklukkan AC Milan pada laga giornata ke-13 yang berlangsung Minggu (19/11/2017). Dua gol Napoli dibuat oleh Lorenzo Insigne dan Piotr Zilienski, sedangkan gol Milan dicetak Alessio Romagnoli menjelang pertandingan berakhir. Napoli teguh menjadi capolista selama 13 pekan sejak giornata perdana Liga Italia musim ini. Il Partenopei sudah 11 kali menang, dua kali seri, dan belum pernah kalah, mengumpulkan poin 35, dan memiliki rekor gol 34-9. Internazionale mengikuti di peringkat kedua dengan poin 33 dan Juventus di bawahnya lagi dengan poin 31. Inter juga belum pernah kalah di Serie A, sedangkan Juve sudah dua kali kalah. Semoga Napoli mampu terus mempertahankan posisinya hingga akhir musim untuk mengakhiri dominasi Gianluigi Buffon dkk yang telah membuat Liga Italia kian membosankan dalam beberapa musim terakhir.

Kekalahan dari Napoli menjadi yang keenam kalinya bagi anak asuh Vincenzo Montella di liga lokal musim ini. I Rossoneri enam kali menang, sekali seri, dan enam kali kalah dalam 13 pekan yang telah dilalui. Semua kekalahan dialami Milan ketika menghadapi enam tim papan atas, yaitu Napoli, Inter, Juventus, AS Roma, Lazio, dan Sampdoria. Hal itu menunjukkan bahwa Gianluigi Donnarumma dkk belum memiliki kapasitas yang memadai untuk bersaing di posisi elit Serie A. Menjadi layak dipertanyakan, apakah pembelian pemain baru secara jor-joran memang sesuai dengan kebutuhan tim atau sekadar memenuhi nafsu pemilik baru senyampang lagi punya duit banyak? Melihat materi tim yang dimainkan Montella dari pekan ke pekan, biasanya ada 5-6 pemain musim lalu yang kerap menjadi pilihan utama. Mungkin sebenarnya Milan hanya perlu 7-8 pemain untuk memperkuat tim inti maupun tim pelapis, tidak perlu sampai merekrut lebih dari 10 pemain anyar yang justru membuat proses adaptasi berjalan lama.

Senin, 16 Mei 2016

Memori : Sukses AC Milan Meraih Scudetto ke-18

AC Milan ketika menjadi juara Serie A 2010/11.

AC Milan sudah memastikan scudetto ke-18 dalam sejarah klub tersebut pada giornata ke-36 musim 2010/11 ketika bermain imbang dengan AS Roma 0-0 di Olimpico (7/5). Penyerahan trofi juara Serie A telah dilakukan pada giornata ke-37 dengan hasil kemenangan Milan atas Cagliari 4-1 di San Siro (14/5). Rossoneri terakhir kali juara Liga Italia pada musim 2003/04 dan meraih trofi Liga Champion, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub pada tahun 2007. Sudah sekian musim Milan mengalami puasa gelar, sehingga kesuksesan menjadi juara Italia disambut dengan sangat suka cita oleh Tim Merah Hitam beserta Milanisti di seluruh dunia. Massimilano Allegri sebagai pelatih merupakan kunci utama keberhasilan Milan musim ini. Adriano Galliani yang mampu menghadirkan sejumlah pemain baru, seperti : Zlatan Ibrahiovic, Robinho, Kevin-Prince Boateng, Mark van Bommel, dan Antonio Cassano juga layak dipuji kiprahnya. Sinergi apik sang pelatih dengan semua pemain –lama maupun baru- menghasilkan sesuatu yang konkrit dan positif, yaitu scudetto.

Salah satu kehebatan Allegri adalah kecerdasannya memanfaatkan materi pemain yang dimilikinya dengan skema yang tepat. Musim ini Milan tampak tidak lagi memiliki ketergantungan terhadap sejumlah nama seperti beberapa musim sebelumnya. Pada paruh musim pertama, seakan sempat terjadi dependensi pada sosok Ibra, tapi ketika Ibra absen, nyatanya Clarence Seedorf dkk tetap meraih kemenangan. Demikian pula ketika Alessandro Nesta atau Andrea Pirlo absen –yang di masa lalu bisa menjadi masalah besar- tak lagi menjadi kendala, lantaran selalu ada solusi alternatif dari Allegri. Bahkan Ronaldinho akhirnya dilepas Milan dengan ringan hati di pertengahan musim dan Pirlo juga siap dijual karena perannya tak lagi signifikan seperti dulu. Selain hadirnya pemain anyar, pemain lawas Milan juga tetap besar peranannya. Senioritas Christian Abbiati, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Genaro Gattuso, dan Clarence Seedorf, yang diimbangi dengan semakin matangnya permainan Thiago Silva dan Pato, mampu bersatu padu dengan Robinho, Ibrahimovic, Prince, Mark van Bommel, dan Antonio Cassano.


Satu hal yang unik dari Rossoneri musim ini adalah jabatan kapten tim yang tidak hanya dimonopoli oleh seorang pemain. Selain Massimo Ambrosini sebagai kapten pertama, tercatat ada nama Gattuso, Pirlo, Seedorf, dan Nesta yang juga pernah menjadi kapten Milan. Kendati berganti-ganti pemimpin di lapangan, namun tak ada masalah dengan skema permainan Milan. Jika ada hal yang patut disayangkan barangkali adalah kandasnya Milan di tangan Tottenham Hotspur di perdelapan final Liga Champion dan keoknya Milan dari Palermo di semifinal Piala Italia. Agar sukses musim ini bisa berlanjut musim depan, sejumlah pemain senior mungkin tidak diperpanjang kontraknya dan peremajaan pemain di San Siro mesti digiatkan lagi. Thiago Silva (27), Ignazio Abate (25), Alexander Merkel (19), Prince (24), Robinho (27), dan Pato (22) memerlukan lebih banyak teman sebaya agar skuad Milan lebih segar dan kompetitif.

#pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com pada Mei 2011.