Tampilkan postingan dengan label sea games 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sea games 2017. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Agustus 2017

Evan Dimas dkk Raih Medali Perunggu

Evan Dimas dkk akhirnya memberikan hadiah hiburan berupa medali perunggu SEA Games 2017. Setelah takluk dari Malaysia 0-1 di semifinal yang berlangsung Sabtu (26/8), maka Indonesia berhasil menang 3-1 atas Myanmar dalam perebutan tempat ketiga yang dimainkan Selasa (29/8). Tim besutan Luis Milla lebih dulu tertinggal 0-1 di babak pertama, tapi mereka berhasil bangkit di paruh kedua pertandingan. Evan Dimas menyamakan kedudukan di menit ke-57, disusul gol Septian David Maulana (59'), dan diakhiri gol spektakuler Rezaldi Hehanusa (77') dari luar kotak penalti. Apa yang diraih Garuda Muda di SEA Games 2017 memperbaiki prestasi dua tahun silam ketika anak asuh Aji Santoso gagal dalam perebutan medali perunggu. Kendati gagal menjadi juara, tapi Luis Milla layak dipertahankan sebagai pelatih timnas. Dalam waktu sekitar enam bulan menangani para pemain Indonesia telah terlihat adanya kemajuan performa timnas hingga akhirnya Agustus tampil di SEA Games. Dengan materi pemain yang selalu dirotasi, nyatanya rekor Garuda Muda cukup apik menjalani tujuh pertandingan dengan hasil empat kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Catatan golnya adalah memasukkan 10 buah dan kebobolan tiga gol. Masalah temperamen para pemain yang sempat menjadi masalah-karena berbuah akumulasi kartu kuning dan kartu merah-di penyisihan bisa diperbaiki ketika menjalani laga semifinal dan perebutan medali perunggu. Luis Milla mampu memilih para pemain dengan kualitas yang nyaris sama bagusnya, sehingga selalu ada pengganti yang memadai untuk pemain yang terpaksa absen karena skorsing maupun cedera. 
Evan Dimas dan Rezaldi Hehanusa menyumbang gol ke gawang Myanmar.
Tahun 2018 mendatang timnas U-22 akan menjelma sebagai timnas U-23 dan tampil di Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia. Masih ada waktu setahun bagi Luis Milla untuk lebih mematangkan Evan Dimas dkk. PSSI mesti mendukung penuh program pelatih timnas agar performa Garuda Muda terus meningkat. Piala AFF 2018 juga akan menjadi turnamen resmi pertama Luis Milla jika sang arsitek tim masih tetap dipercaya oleh PSSI. Mereka yang tampil cemerlang di timnas U-22 tahun ini sebagian besar mungkin akan menjadi tulang punggung timnas senior. Siapa tahu, tahun depan keberuntungan akhirnya menyertai Tim Merah Putih dengan mampu menjadi juara di Asia Tenggara.
Septian David Maulana menjadi bintang timnas SEA Games 2017 dengan tiga gol dan dua assist-nya.
Pasca SEA Games 2017, terdapat sejumlah pemain yang masih bisa bermain di SEA Games 2019, seperti Andy Setyo, Asnawi Mangkualam, Hanif Sjahbandi, Osvaldo Haay, Saddil Ramdani, dan Marinus Wanewar. Mereka yang tidak masuk timnas SEA Games 2017 juga masih banyak yang berkualitas, seperti Bagas Adi Nugroho (cedera menjelang SEA Games sehingga terpaksa dicoret) dan Dimas Drajat, juga mereka yang kini berada di timnas U-19 asuhan Indra Sjafri, seperti Rahmat Irianto dan Egy Maulana Vikri. Keberadaan Liga 1 U-19 mulai tahun 2017 ini diharapkan melahirkan pemain-pemain muda yang terbiasa menjalani kompetisi secara rutin sejak tim junior. Mestinya semua klub yang mengikuti Liga Indonesia diwajibkan memiliki tim junior (minimal tim U-19), tidak hanya 18 tim peserta Liga 1. Semoga momentum bagus tahun ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun selanjutnya, tidak seperti apa yang sudah menjadi sejarah pahit selama ini. PSSI harus bisa belajar dari masa lalu, lebih bekerja keras lagi, dan tetap sabar menanti proses yang memang harus dijalani dengan segala lelikuannya.
Kegembiraan Garuda Muda setelah meraih medali perunggu.

Kamis, 24 Agustus 2017

Indonesia ke Semifinal dengan Emosional

Timnas Indonesia memastikan diri maju ke semifinal cabang sepak bola SEA Games 2017 setelah pada laga terakhir Grup B menang 2-0 atas Kamboja. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Shah Alam Selangor pada Kamis petang (24/8/2017), sedangkan di tempat lain juga berlangsung laga penentuan yang berakhir dengan kemenangan Thailand atas Vietnam dengan skor 3-0. Thailand dan Indonesia pun berhak melaju ke babak empa besar. Di semifinal Thailand bertemu Myanmar dan Indonesia menantang Malaysia yang merupakan tim tuan rumah. 
Kegembiraan Ezra setelah mencetak gol pertama untuk Indonesia. (bola.com)
Seperti biasa, Luis Milla kembali melakukan rotasi. Kartika Ajie kembali menjadi kiper utama setelah Satria Tama cedera. Gavin Kwan dan Ricky Fajrin menempati posisi bek sayap, sedangkan Hansamu Yama dan Andy Setyo sebagai bek tengah. Hargianto, Evan Dimas, dan Septian David menempati sektor gelandang. Marinus Wanewar di depan didampingi Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay yang bermain di sayap. Kewajiban untuk menang telak membuat Hansamu Yama dkk langsung tampil menekan lawan sejak sepak mula, tapi babak pertama mesti berakhir 0-0. Febri Hariyadi masuk di awal babak kedua menggantikan Osvaldo. Luis Milla mengganti formasi 4-3-3 menjadi 3-5-2 ketika menurunkan Ezra Walian yang menggantikan Ricky Fajrin. Hasilnya, dua pemain pengganti berhasil mencetak gol! Ezra lebih dulu melakukannya memanfaatkan kemelut di depan gawang Kamboja. Febri lantas mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 2-0. Ryuji Utomo menggantikan Septian David di 10 menit terakhir dan menjadi pemain ke-20 yang dimainkan Luis Milla di SEA Games 2017. Dengan demikian, semua pemain Tim Merah-Putih sudah mendapat menit bermain di Malaysia.  
Febri Hariyadi "terbang" sehabis membuat gol indah ke gawang Kamboja. (kompas.com)
Sayang sekali, menjelang laga berakhir terjadi keributan di antara sejumlah pemain kedua kubu. Hal itu berlanjut sesaat setelah peluit tanda tamat pertandingan dibunyikan wasit dan melibatkan lebih banyak pihak. Beruntunglah ofisial kedua tim mampu melerai para pemain yang kadung emosional. Sebuah kerugian dialami Garuda Muda dengan kartu kuning yang diberikan untuk Hansamu, Hargianto, dan Marinus. Ketiga pemain dipastikan absen menghadapi Malaysia pada Sabtu mendatang (26/8) akibat akumulasi kartu kuning. Tim pelatih tampaknya harus bekerja keras agar emosi para pemain lebih terkendali dalam pertandingan selanjutnya. Pihak lawan sangat mungkin melakukan provokasi berlebihan yang jika ditanggapi dengan serius bisa mendatangkan kerugian untuk timnas. Namun, mungkin mesti diingat pula bahwa jadwal pertandingan yang sangat ketat membuat para pemain wajar saja lelah jiwa dan raganya. Untuk merebut medali emas tinggal dua laga yang kudu dijalani. Semoga Evan Dimas dkk mampu tampil dengan tetap semangat tinggi, tapi kepala harus tetap dingin.
Wasit berusaha melerai para pemain kedua tim yang emosional. (bolasport.com)

Rabu, 23 Agustus 2017

Indonesia Imbangi Vietnam dengan 10 Pemain

Diwarnai dengan diusirnya Hanif Sjahbandi dan penampilan dua kiper yang secara bergantian bermain cemerlang, Indonesia cukup beruntung mampu mengimbangi Vietnam dalam laga keempat Grup B SEA Games 2017. Pertandingan tersebut berlangsung di Selangor pada Selasa (22/8/2017). Vietnam yang sudah tiga kali menang tampil jauh lebih baik ketimbang Garuda Muda. Luis Milla kembali melakukan rotasi. Satria Tama menjadi kiper utama setelah pada laga sebelumnya menggantikan Kartika Ajie. Di sektor pertahanan, Putu Gede dan Andy Setyo bermain bersama Hansamu Yama dan Rezaldi Hehanusa yang selalu bermain penuh dalam tiga pertandingan sebelumnya. Tanpa Evan Dimas di sektor tengah, Hargianto dan Hanif Sjahbandi menjadi duet gelandang bertahan. Yabes Roni, Febri Hariyadi, dan Setpian David Maulana berperan sebagai gelandang serang mendukung Ezra Walian sebagai striker tunggal. Vietnam tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Sejumlah peluang emas Vietnam berhasil digagalkan oleh Satria Tama maupun Kartika Ajie. Barisan pertahanan yang digalang Hansamu pun bermain disiplin. Indonesia mampu mencatat sejumlah peluang, tapi juga tidak mampu membobol gawang lawan. Wasit berkali-kali mengeluarkan kartu kuning kepada pemain Garuda Muda hingga puncaknya Hanif mendapat kartu kuning kedua alias mesti terusir dari lapangan di menit ke-63. Sejak saat itu Indonesia bermain dengan 10 pemain hingga laga usai. Selain Ajie yang menggantikan Satria, ada Marinus Wanewar dan Asnawi Mangkualam yang menggantikan Ezra dan Septian David. 
Ezra Walian dkk bekerja keras melawan Vietnam.
Hasil imbang melawan Vietnam menempatkan Indonesia di nomor tiga klasemen Grup B dengan poin 10, sementara Vietnam memiliki poin 13 dan Thailand mengoleksi poin 11. Peluang Tim Merah-Putih ke semifinal masih terbuka asalkan mampu mengalahkan Kamboja dengan skor minimal 3-0, apa pun hasil yang diraih Vietnam vs Thailand pada Kamis mendatang (24/8). Mudah-mudahan hal itu bisa menjadi nyata dan lawan di semifinal dari Grup A adalah tuan rumah Malaysia atau Myanmar.  

Atlet Cantik : Lindswell Kwok








Senin, 21 Agustus 2017

Indonesia Kalahkan Timor Leste di Laga yang Ricuh

Timnas Indonesia meraih kemenangan keduanya setelah mengalahkan Timor Leste 1-0 dalam laga ketiga Grup B SEA Games 2017 yang berlangsung di Selangor pada Minggu petang (20/8/2017) kemarin. Gol tunggal Garuda Muda diciptakan oleh Marinus Mariyanto Wanewar  di menit ke-21 lewat sundulan, setelah dia menerima umpan dari Septian David Maulana. David mencatat rekor pribadi mengesankan dengan mencetak dua gol dan dua assist dalam tiga laga timnas di Malaysia. Kemenangan tersebut menempatkan posisi Indonesia tetap berada di nomor dua di bawah Vietnam, lawan berikutnya pada Selasa (22/8) besok. 
Marinus Wanewar mencetak gol teramung Indonesia vs Timor Leste,
Anak asuh Luis Milla sebenarnya mampu mendominasi pertandingan menghadapi Timor Leste, tapi hanya sebuah gol yang tercipta. Di babak kedua, kiper Kurniawan Kartika Ajie mengalami cedera sehingga Milla terpaksa memainkan Satria Tama. Kericuhan terjadi menjelang akhir laga, ketika Evan Dimas dijatuhkan dengan kasar oleh bek Timor Leste. Para pemain kedua tim sama-sama bereaksi keras, sehingga sempat berlangsung saling dorong. Anehnya, Evan yang dilanggar justru diganjar kartu kuning, sama dengan pemain lawan yang melanggarnya. Filipe Oliveira, pemain Timor Leste yang sejak awal laga bermain kasar tentu sangat layak diusir wasit. Namun, secara umum kepemimpinan wasit memang cukup payah karena terus membiarkan para pemain Timor Leste bermain kasar tanpa diberi peringatan. Evan terpaksa absen dalam laga melawan Vietnam karena di laga sebelumnya dia sudah mendapat kartu kuning setelah dianggap melakukan diving di kotak penalti. Tentu sebuah kerugian besar bagi timnas, tapi mudah-mudahan Milla dan asistennya mampu meramu strategi yang tepat guna menaklukkan Vietnam, meski tanpa Evan.

Jumat, 18 Agustus 2017

Kemenangan Garuda Muda di HUT RI ke-72

Timnas Indonesia mampu memberi hadiah indah bagi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dengan mengalahkan Filipina 3-0 dalam laga kedua Grup B SEA Games 2017 yang berlangsung kemarin Kamis (17/8/2017). Pertandingan yang dijalani Hansamu Yama dkk di Stadion Shah Alam menarik perhatian masyarakat karena berlangsung pada 17 Agustus 2017 dan uniknya dimulai pada pukul 19.45 WIB. Septian David Maulana mencetak gol pertama di menit ke-7 memanfaatkan umpan dari Putu Gede. Gol itu tercatat sebagai gol ke-150 Indonesia di ajang SEA Games dan gol kedua David di Malaysia. Menjelang babak pertama berakhir, Muhammad Hargianto menambah keunggulan Garuda Muda setelah menerima umpan terobosan dari Septian David. Saddil Ramdani membuat sebuah gol indah dari luar kotak penalti pada menit ke-59, setelah menerima umpan pendek dari Ezra Walian. Gol pemain berusia 18 tahun itu disebut mirip dengan gol Marcos Asensio ke gawang Barcelona di Piala Super Spanyol 2017 atau gol-gol indah milik pemain top dunia lainnya.
Pemain Garuda Muda memberi hormat suporter yang memberi dukungan luar biasa di Shah Alam.

Ada hal yang unik dari pencetak gol kedua dan ketiga Tim Merah Putih. Hargianto adalah pemain nomor 8, sedangkan Saddil Ramdani mengenakan nomor 17. Lantas, gol Hargianto ternyata terjadi di menit ke-45. Ada momentum 17-8-45 dalam kemenangan anak asuh Luis Milla atas Filipina yang membawa posisi Indonesia di nomor dua di bawah Vietnam yang sudah dua kali menang. Sejumlah perubahan dilakukan Luis Milla menghadapi laga kedua. Putu Gede dan Ezra Walian turun sebagai pemain inti pertama kalinya, sementara Saddil dan Yabes Roni dimainkan sejak sepak mula. Rotasi yang dilakukan pelatih ternyata berbuah positif. Laga selanjutnya menghadapi Timor Leste, saudara muda Indonesia, dimainkan Minggu (20/8) di Stadion Selayang, Selangor. Kemenangan dengan skor besar mesti diwujudkan demi meraih tiket semifinal. Vietnam yang menjadi lawan terberat akan dihadapi Selasa (22/8) pekan depan.

Aksi Saddil Ramdani ketika Indonesia mengalahkan Filipina.
Materi pemain Indonesia vs Filipina :

20-Kurniawan Kartika Ajie; 2-Putu Gede, 23-Hansamu Yama (k), 15-Ricky Fajrin, 28-M.Rezaldi Hehanusa; 8-M.Hargianto (21-Hanif Sjahbadni 64'), 6-Evan Dimas, 29-Septian David Maulana (25-Osvaldo Haay 72'); 17-Saddil Ramdani (14-Asnawi Mangkualam 83'), 11-Yabes Roni, 10-Ezra Wailan.

Rabu, 16 Agustus 2017

Indonesia Imbangi Thailand Awali SEA Games 2017

Perjalanan timnas U-22 Indonesia untuk meraih medali emas di SEA Games 2017 Malaysia telah dimulai pada Selasa (15/8/2017) kemarin di Stadion Shah Alam. Anak asuh Luis Milla bermain imbang 1-1 dengan Thailand, raja sepak bola Asia Tenggara sekaligus peraih medali emas SEA Games 2013-2015 di babak penyisihan Grup B. Kendati mampu menekan lawan sejak awal laga, Tim Merah Putih justru lebih dahulu tertinggal 0-1 di menit ke-14 ketika Chaiwat Buran berhasil memanfaatan kesalahan kiper Kurniawan Kartika Ajie. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Hansamu Yama dkk di babak kedua akhirnya berbuah tendangan penalti setelah Osvaldo Haay dijatuhkan di dekat gawang Thailand. Sempat ada kekosongan sejenak, seperti ada kebingungan di antara para pemain Indonesia, sebelum akhirnya Septian David Maulana maju untuk mengambil tendangan penalti dan mampu membobol gawang Thailand. Gol yang menyamakan kedudukan itu terjadi di menit ke-61. Kedua tim silih berganti saling menyerang, tapi tiada lagi gol tercipta. Berdasarkan data statistik, penguasaan bola di antara keduanya seimbang, 50%-50%. Sebuah awal yang cukup bagus untuk Skuat Garuda dalam menjalani empat laga berikutnya.
Hansamu Yama dkk melangkah tegap memasuki lapangan pertandingan.
Pertandingan kedua Indonesia adalah menghadapi Filipina yang berlangsung Kamis (17/8) besok, bertepatan dengan HUT RI ke-72. Semoga timnas tampil lebih baik lagi dan mampu meraih kemenangan, yang bisa menjadi kado indah untuk rakyat Indonesia yang sedang berbahagia. Yang jelas, Filipina bukan lawan mudah. Di laga pertama mereka menang 2-0 atas Kamboja dan menempati posisi kedua klasemen. Vietnam memimpin Grup B sesudah mengalahkan Timor Leste 4-0. Indonesia dan Thailand berada di nomor 3-4, sementara Kamboja dan Timor Leste menempati nomor 5-6. Perjalanan masih panjang, mudah-mudahan performa Hansamu Yama dkk bakal terus menanjak hingga laga pamungkas memperebutkan medali emas.
Septian David Maulana, pencetak gol tunggal Indonesia ke gawang Thailand.
Materi pemain Indonesia vs Thailand :
20-Kurniawan Kartika Ajie; 11-Gavin Kwan, 23-Hansamu Yama (k), 15-Ricky Fajrin, 28-M.Rezaldi Hehanusa; 8-M.Hargianto, 6-Evan Dimas, 29-Septian David Maulana (14-Asnawi Mangkualam 75'); 13-Febri Hariyadi (17-Saddil Ramdani 65'), 25-Osvaldo Haay (11-Yabes Roni 84'), 24-Marinus Wanewar. 

Jadwal dan Daftar Nama Timnas Sepak Bola Indonesia di SEA Games 2017



Daftar nomor punggung dan nama pemain timnas U-22 Indonesia pada SEA Games 2017:
1. Satria Tama
2. Putu Gede Juniantara
3. Andy Setyo 
4. Ryuji Utomo
6. Evan Dimas Darmono
8. M. Hargianto
10. Ezra Walian 
11. Gavin Kwan Adsit
13. Febri Hariyadi
14. Asnawi Mangkualam
15. Ricky Fajrin
17. Saddil Ramdani
20. Kurniawan Kartika Ajie
21. Hanif Abdurrauf Sjahbandi
22. Yabes Roni Malafiani
23. Hansamu Yama Pranata
24. Marinus Mariyanto Wanewar
25. Osvaldo Ardilles Haay
28. M. Rezaldi Hehanusa
29. Septian David Maulana

Jumat, 23 Juni 2017

Timnas U-22 Menjelang Tugas Utama

Pemusatan latihan timnas Indonesia U-22 akan berlangsung 30 Juni hingga 10 Juli 2017 mendatang di Bali. Setelah menjalani latihan dan sejumlah ujicoba di Pulau Dewata, anak asuh Luis Milla akan menunaikan tugas utamanya tahun ini, yaitu mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 di Thailand pada 19-23 Juli dan SEA Games 2017 di Malaysia sejak 19 Agustus. Yang menjadi target sejati adalah meraih medali emas di SEA Games, maka berlaga di Kualifikasi Piala Asia bisa menjadi proses mematangkan penampilan Evan Dimas dkk. Sebanyak 26 pemain dipanggil dan akan menjalani seleksi terakhir yang menghasilkan 23 pemain. Milla membuat kejutan dengan memanggil Egy Maulana Vikri, pemain timnas U-19 yang bermain cemerlang ketika tampil dalam turnamen Toulon di Prancis.

Berikut 26 Pemain Timnas Indonesia U-22
Kiper: Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan), Moch Diky Indriyana (Bali United), Satria Tama (Persegres Gresik United)
Belakang: Andy Setyo Nugroho (PS TNI), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Osvaldo Haay (Persipura), Ryuji Utomo (Persija), Rezaldi Hehanusa (Persija), Ricky Fajrin Saputra (Bali United).
Tengah: Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC), Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema), Muhammad Hargianto (Persija), Gian Zola Nasrulloh (Persib), Febri Hariyadi (Persib), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Asnawi Mangkualam Bahar (PSM), Saddil Ramdani (Persela), Egy Maulana Vikry
Depan: Marinus Mariyanto Wanewar (Persipura), Yabes Roni Malaifani (Bali United), Ezra Walian, Ahmad Nur Hardianto (Persela).


Kamis, 23 Februari 2017

Pertemuan Pertama Milla dan Pemain Indonesia

Seleksi tahap pertama timnas Indonesia U-22 telah diselenggarakan pada 21-23 Februari 2017 di lapangan olah raga Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang. Luis Milla, pelatih anyar timnas, untuk pertama kalinya bertemu muka dengan para pemain yang akan menjadi anak asuhnya. Mereka yang dipanggil merupakan hasil pemantauan sang pelatih dan para asistennya yang mendapatkan daftar nama pemain potensial dari PSSI, lantas melihat langsung penampilan mereka di Piala Presiden 2017. Di antara mereka terdapat nama yang sudah tidak asing lagi, seperti Hansamu Yama, Evan Dimas, Putu Gede, Muhammad Hargianto, Paulo Sitanggang, dan Yabes Roni. Mereka adalah jebolan timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri yang menjadi juara Piala AFF U-19 2013 dan bermain di Piala Asia (AFC) U-19 2014. Selain itu, ada pula yang tampil cemerlang bersama klubnya, seperti Bagas Adi Nugroho (Arema), Zalnando (Sriwijaya FC), dan Febri Hariyadi (Persib). Timnas U-22 akan tampil di SEA Games 2017 di Malaysia pada Agustus mendatang, artinya sekitar enam bulan belaka waktu yang tersisa hingga tampil di ajang sesungguhnya. Namun, Evan Dimas dkk juga diproyeksikan bermain sebagai timnas U-23 dalam Asian Games 2018 di Indonesia. Sekiranya target juara di SEA Games 2017 tidak tercapai, mudah-mudahan PSSI tidak keburu memecat Milla dan terus memberinya kepercayaan membentuk timnas yang berpotensi mengukir prestasi.

Seleksi tahap kedua masih akan dilakukan pada awal Maret. Pemain seperti Yanto Basna, Ilham Udin, atau Dendy Sulistyawan barangkali akan mendapat kesempatan berlatih di bawah sang pelatih asal Spanyol. Rencananya, sejumlah pemain muda Indonesia yang bermain di luar negeri juga bakal dipanggil mengikuti seleksi,  baik timnas U-22 maupun timnas U-19, termasuk mereka yang merupakan keturunan Indonesia dan terbuka untuk dinaturalisasi menjadi WNI. Indra Sjafri, pelatih timnas U-19, sudah menyatakan komitmennya membantu Milla jika ada pemainnya yang layak naik kelas membela timnas U-22.

Pemain yang dipanggil dalam seleksi tahap I Timnas U-22 SEA Games 2017
Kiper : Kurniawan Kartika Aji, Muhammad Riyandi, Rully Desriyan
Bek : Nazar Nurzaidin, Putu Gede Juni Antara, Hansama Yama, Ryuji Utomo, Bagas Adi Nugroho, M. Zaenuri, Zalnando, Ricky Fajrin
Gelandang : M. Hargianto, Hanif Sjahbandi, Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Rizky Dwi Febriyanto, Gian Zola Nasrulloh, Febri Hariyadi, Miftahul Hamdi, Yabes Roni, Saddil Ramdani, Nasir, Arsyad Yusgiantoro
Striker : A. Nurhadianto, Marinus Warewar