Tampilkan postingan dengan label luis milla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luis milla. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Indonesia Menang Tandang Atas Singapura

Indonesia U-23 menang 3-0 atas Singapura U-23 dalam ujicoba yang dimainkan Rabu (21/3/2018). Febri Hariyadi bermain cemerlang dengan mencetak satu gol dan dua assist, masing-masing untuk M. Hargianto dan Septian David Maulana. Luis Milla tidak menurunkan sejumlah pemain intinya, seperti Hansamu Yama (cedera), Evan Dimas (cedera),  dan David yang baru dimainkan di babak kedua. Pelatih asal Spanyol itu memberi kesempatan kepada Zulfiandi menjalani debutnya. Mantan gelandang andalan Indra Sjafri di timnas U-19 bersama Evan Dimas dkk itu bermain bagus bersama Sriwijaya FC dalam ajang pramusim sehingga dipanggil timnas U-23. Ezra Walian, striker berdarah Belanda yang bermain di Almere City (Belanda) kembali bergabung setelah terakhir kali memperkuat timnas dalam SEA Games 2017.

Skuat Garuda mampu mendominasi permainan atas tim tuan rumah yang untuk pertama kalinya dilatih oleh Fandi Ahmad, legenda sepak bola Singapura.  Namun, baru pada menit ke-44 sepakan indah Febri Hariyadi dari luar kotak penalti berhasil menaklukkan kiper lawan. Masuknya Septian David di babak kedua membawa perubahan positif. Hargianto, yang dipilih Milla sebagai kapten, menjadi pemain kedua yang membobol gawang Singapura lewat tendangan keras dari jarak jauh di menit ke-51. David memantapkan kemenangan Indonesia pada menit ke-65 memanfaatkan umpan cantik Febri di depan gawang tim tuan rumah. Milla melakukan enam kali pergantian pemain, di antaranya Egy Maulana Vikri yang di menit ke-85 menggantikan Saddil Ramdani.   

Tepat setahun silam (21/3/2017) ternyata adalah debut Luis Milla memimpin Skuat Garuda dalam ujicoba resmi. Waktu itu timnas U-22 kalah 1-3 dari Myanmar (yang hadir dengan tim seniornya) di Stadion Pakansari Bogor. Lima pemain inti waktu itu kembali tampil sejak sepak mula setahun kemudian, yaitu melawan Singapura. Mereka adalah Putu Gede, Ricky Fajrin, Hargianto, Febri Hariyadi. dan Saddil Ramdani. Selain itu, Bagas Adi, Hanif Sjahbandi, Osvaldo Haay, dan Ezra sama-sama bermain dalam sepasang pertandingan yang sama-sama berlangsung pada tanggal 21 Maret tersebut. 

Materi pemain Indonesia vs Singapura (21/3/2018) : 
Awan Setho; Putu Gede (Gavin Kwan), Andy Setyo, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa (Bagas Adi); Hargianto (Hanif Sjahbandi), Zulfiandi; Osvaldo Haay (Septian David), Saddil Ramdani (Egy MV), Febri Hariyadi; Ezra Walian (Ilham Udin).

Sabtu, 10 Juni 2017

Kemenangan Pertama Milla dan Kembalinya Irfan

Luis Milla akhirnya mampu membawa timnas Indonesia meraih kemenangan pertamanya dalam pertandingan ujicoba resmi yang tercatat dalam kalender FIFA. Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0 dalam laga tandang yang berlangsung Kamis (8/6/2017) lalu. Gol kemenangan Skuat Garuda dicetak oleh Irfan Bachdim (26') dan Gian Zola Nasrullah (90'). Setelah menjalani debutnya pada Maret lalu menghadapi Myanmar dengan materi pemain U-22 seutuhnya, Milla memanggil sejumlah pemain senior pada ujicoba Juni. Selama beberapa bulan terakhir Milla berkonsentrasi melatih timnas U-22 yang akan tampil di SEA Games 2017 Agustus mendatang dan hanya melakukkan ujicoba menghadapi klub-klub lokal.  Kurnia Meiga, Fachruddin Aryanto, Bayu Pradana, Irfan Bachdim, dan Adam Alis ikut dibawa ke Kamboja bersama timnas U-22. Secara mengejutkan Milla tidak memanggil Putu Gede, Hansamu Yama, dan Evan Dimas dengan alasan ingin melihat kemampuan pemain lain yang baru dipanggil. Adam Alis, Gavin Kwan Adsit, Marinus Wanewar, Rezaldi Hehanusa, Miftahul Hamdi, dan Yabes Roni menjalani debutnya bersama timnas senior. Hanya dalam dua pertandingan, Milla sudah memberi kesempatan pada 21 pemain turun pertama kali membela Tim Merah Putih.

Pertandingan melawan Kamboja menjadi momentum kembalinya Irfan Bachdim. Pemain yang kini membela Bali United itu gagal mengikuti Piala AFF 2016 karena cedera dalam latihan menjelang turnamen. Kesempatan pertama dipanggil Milla dimanfaatkan Irfan dengan membuat gol pembuka bagi Indonesia dan menjadi kemenangan pertama bagi sang pelatih. Selanjutnya Indonesia akan menjamu Puerto Rico dalam laga ujicoba yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Selasa (13/6) mendatang. Stefano Lilipaly dikabarkan akan bergabung dengan Kurnia Meiga dkk setelah kelahiran anak pertamanya pada Rabu (7/6) lalu. Stefano semula dipanggil sebagai salah satu pemain senior untuk menghadapi Kamboja dan Puerto Rico, tapi dia meminta izin absen karena menanti istrinya melahirkan. Posisinya digantikan Adam Alis ketika timnas bertandang ke Kamboja.



Susunan Pemain Indonesia menghadapi Kamboja 
Kurnia Meiga; Gavin Kwan, Bagas Adi Nugroho, Fachruddin Aryanto, Ricky Fajrin (80' Rezaldi Hehanusa); Hargianto (46' Hanif Sjahbandi), Adam Alis (73' Gian Zola), Bayu Pradana; Febri Hariyadi (89' Miftahul Hamdi), Irfan Bachdim (69' Yabes Roni), Marinus Wanewar.

Kamis, 23 Maret 2017

Debut Luis Milla dan Pemain Muda Timnas Indonesia

Luis Milla Aspas menjalani debutnya sebagai pelatih timnas Indonesia pada Selasa lalu (21/3/2017) di Stadion Pakansari Bogor. Indonesia yang menurunkan tim U-22 kalah 1-3 dari Myanmar yang hadir dengan tim seniornya. Seluruh pemain yang dimainkan Milla sejak sepak mula merupakan pemain debutan dan mencatatkan caps pertamanya untuk Indonesia. Meski hanya ujicoba, tapi pertandingan Indonesia vs Myanmar dicatat oleh FIFA sebagai laga resmi dua tim senior. Bagas Adi Nugroho dipercaya sebagai kapten di babak pertama, sedangkan Evan Dimas menjadi kapten di 45 menit kedua. Evan merupakan satu-satunya pemain yang pernah memperkuat timnas senior yang dimainkan Milla sore itu. Hansamu Yama, yang sempat menjadi andalan Indonesia di Piala AFF 2016, hanya disimpan di bangku cadangan karena masih cedera dan tidak cukup bugar.

Para pemain muda Tim Merah-Putih sebenarnya sempat unggul lebih dulu di menit ke-22 melalui gol sundulan Ahmad Nur Hadianto yang memanfaatkan umpan dari Saddil Ramdani. Kedua pemain kebetulan sama-sama bermain di Persela. Myanmar menyamakan kedudukan di menit ke-34 dan di babak kedua mampu membalikkan keadaan sehingga mengecewakan pendukung tim tuan rumah. Selain Bagas, Nur Hardianto, dan Saddil, Febri Hariyadi dikabarkan bermain cukup menonjol ketimbang rekan-rekan lainnya. Gelandang sayap asal Persib tersebut berkali-kali membahayakan sektor kanan pertahanan Myanmar, meski belum tampil maksimal.

Satu hal yang juga layak dicatat, Milla memberi kesempatan kepada Ezra Walian berseragam Garuda di dada pertama kalinya. Ezra merupakan pemain berdarah Indonesia-Belanda yang baru beberapa jam sebelum pertandingan resmi menjadi WNI, setelah proses naturalisasi yang dijalaninya telah mendapat Surat Keputusan dari Presiden Jokowi. Striker klub Jong Ajax tersebut telah berpengalaman bermain di kompetisi junior Liga Belanda dan bahkan sempat memperkuat tim junior Belanda. Kehadirannya di timnas U-22 diharapkan menambah kekuatan di lini depan anak asuh Luis Milla.

Kekalahan di pertandingan pertama menjadi pelajaran berharga bagi Evan Dimas dkk untuk bekerja keras memperbaiki performa. April mendatang mereka akan menjalani latihan dan sejumlah laga ujicoba di Spanyol. Sehabis itu timnas U-22 dijadwalkan mengikuti Islamic Solidarity Games 2017 di Azerbaijan dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di Thailand. Masih cukup waktu bagi Milla membuat anak asuhnya tampil lebih baik dari waktu ke waktu dan tentu saja diharapkan mencapai masa puncaknya ketika bermain di SEA Games 2017 pada Agustus di Malaysia.

Susunan pemain Indonesia menghadapi Myanmar :
18-Diky Indriyana; 2-Putu Gede, 4-Ryuji Utomo, 5-Bagas Adi Nugroho, 12-Ricky Fajrin/11-Zalnando (53'); 8-Muhammad Hargianto/14-Asnawi Mangkualam (54'); 13-Febri Hariyadi, 16- Hanif Sjahbandi, 7-Gian Zola/6-Evan Dimas (46'), 24-Saddil Ramdani/25-Osvaldo Haay (71')i; 9- Ahmad Nur Hardianto/10-Ezra Walian (46')

Rabu, 15 Maret 2017

Pemain Pilihan Luis Milla Menghadapi Myanmar

Luis Milla telah menentukan 26 nama pemain timnas Indonesia U-22 untuk menghadapi ujicoba internasional pada 21 Maret 2017 mendatang menghadapi Myanmar. Pertandingan yang akan dimainkan di Stadion Pakansari Bogor tersebut akan menjadi debut Milla sebagai pelatih Tim Merah-Putih. Selama Februari-Maret lalu telah berlangsung tiga kali proses seleksi yang diikuti 36 pemain yang dipanggil secara bergantian. Di antara mereka yang termasuk dalam 26 nama terdapat sejumlah alumni timnas U-19 yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri dan meraih Piala AFF U-19 2013, di antaranya Ravi Murdianto, Hansamu Yama, Putu Gede, Evan Dimas, dan Hargianto. Pemain muda yang bersinar di Piala Presiden 2017 pun diberi kesempatan mencicipi laga internasional, seperti Bagas Adi Nugroho, Hanif Sjahbandi, Febri Hariyadi, dan Gian Zola. 

Pertandingan resmi pertama Indonesia tahun ini akan menampilkan timnas U-22 yang ditargetkan menjadi juara SEA Games 2017 di Malaysia pada Agustus mendatang. Sebelum itu mereka juga akan menjalani kualifikasi Piala Asia U-23 2018 pada bulan Mei. Lantas, apakah dengan demikian para pemain senior yang berusia di atas 22 tahun tidak mendapat kesempatan mengenakan kostum Garuda di dada pada kesempatan laga internasional selanjutnya atau bahkan sepanjang tahun ini? Pada Agustus setahun ke depan, timnas U-22 akan menjadi timnas U-23 dan tampil di Asian Games 2018 di negara sendiri.


Berikut daftar 26 pemain  timnas Indonesia U-22 untuk menghadapi Myanmar.
Kiper: Kurniawan Kartika Ajie, Diky Indrayana, Ravi Murdianto, Satria Tama Hardianto.
Belakang: Andy Setyo Nugroho, Ryuji Utomo, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata, Nazar Nurzaidin, Putu Gede Juni Antara, Ricky Fajrin, Zalnando.
Tengah: Osvaldo Haay, Hanif Sjahbandi, Muhammad Hargianto, Asnawi Mangkualam, Paulo Oktavianus Sitanggang, Nasir, Gian Zola, Evan Dimas, Arsyad Yusgiantoro, Febri Hariyadi, Miftahul Hamdi, Saddil Ramdani.
Depan: Dendy Sulistyawa, Ahmad Nur Hardianto

Kamis, 23 Februari 2017

Pertemuan Pertama Milla dan Pemain Indonesia

Seleksi tahap pertama timnas Indonesia U-22 telah diselenggarakan pada 21-23 Februari 2017 di lapangan olah raga Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang. Luis Milla, pelatih anyar timnas, untuk pertama kalinya bertemu muka dengan para pemain yang akan menjadi anak asuhnya. Mereka yang dipanggil merupakan hasil pemantauan sang pelatih dan para asistennya yang mendapatkan daftar nama pemain potensial dari PSSI, lantas melihat langsung penampilan mereka di Piala Presiden 2017. Di antara mereka terdapat nama yang sudah tidak asing lagi, seperti Hansamu Yama, Evan Dimas, Putu Gede, Muhammad Hargianto, Paulo Sitanggang, dan Yabes Roni. Mereka adalah jebolan timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri yang menjadi juara Piala AFF U-19 2013 dan bermain di Piala Asia (AFC) U-19 2014. Selain itu, ada pula yang tampil cemerlang bersama klubnya, seperti Bagas Adi Nugroho (Arema), Zalnando (Sriwijaya FC), dan Febri Hariyadi (Persib). Timnas U-22 akan tampil di SEA Games 2017 di Malaysia pada Agustus mendatang, artinya sekitar enam bulan belaka waktu yang tersisa hingga tampil di ajang sesungguhnya. Namun, Evan Dimas dkk juga diproyeksikan bermain sebagai timnas U-23 dalam Asian Games 2018 di Indonesia. Sekiranya target juara di SEA Games 2017 tidak tercapai, mudah-mudahan PSSI tidak keburu memecat Milla dan terus memberinya kepercayaan membentuk timnas yang berpotensi mengukir prestasi.

Seleksi tahap kedua masih akan dilakukan pada awal Maret. Pemain seperti Yanto Basna, Ilham Udin, atau Dendy Sulistyawan barangkali akan mendapat kesempatan berlatih di bawah sang pelatih asal Spanyol. Rencananya, sejumlah pemain muda Indonesia yang bermain di luar negeri juga bakal dipanggil mengikuti seleksi,  baik timnas U-22 maupun timnas U-19, termasuk mereka yang merupakan keturunan Indonesia dan terbuka untuk dinaturalisasi menjadi WNI. Indra Sjafri, pelatih timnas U-19, sudah menyatakan komitmennya membantu Milla jika ada pemainnya yang layak naik kelas membela timnas U-22.

Pemain yang dipanggil dalam seleksi tahap I Timnas U-22 SEA Games 2017
Kiper : Kurniawan Kartika Aji, Muhammad Riyandi, Rully Desriyan
Bek : Nazar Nurzaidin, Putu Gede Juni Antara, Hansama Yama, Ryuji Utomo, Bagas Adi Nugroho, M. Zaenuri, Zalnando, Ricky Fajrin
Gelandang : M. Hargianto, Hanif Sjahbandi, Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Rizky Dwi Febriyanto, Gian Zola Nasrulloh, Febri Hariyadi, Miftahul Hamdi, Yabes Roni, Saddil Ramdani, Nasir, Arsyad Yusgiantoro
Striker : A. Nurhadianto, Marinus Warewar



Sabtu, 11 Februari 2017

Hal-Hal Positif PSSI di Februari

Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.

PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib). 

Selasa, 31 Januari 2017

Asa Timnas Indonesia Bersama Luis Milla

PSSI akhirnya resmi menunjuk Luis Milla Aspas sebagai pelatih timnas senior sekaligus timnas U-22/23 Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu rencananya akan mulai bertugas sejak awal Februari 2017 mendatang. Turnamen Piala Presiden 2017 dan kompetisi resmi Liga Indonesia 2017 akan menjadi ajang seleksi pemain timnas bagi pelatih yang pernah sukses menjuarai Piala Eropa U-21 2011 bersama Spanyol tersebut. Sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya di Spanyol U-21 kini menjadi bintang di Eropa, seperti David de Gea, Ander Herrera, Juan Mata, dan Thiago Alcantara. Tidak berlebihan sekiranya kita berharap Milla bisa membawa Tim Merah-Putih berjaya dan memunculkan pemain andalan Indonesia di masa depan. PSSI menargetkan timnas menjadi juara SEA Games 2017 yang berlangsung Agustus mendatang dan menembus empat besar Asian Games 2018. Dengan waktu yang kian mendesak, tampaknya tak mudah bagi Luis Milla untuk memberikan prestasi instan bagi sepak bola Indonesia. Yang jelas dia bukan pesulap, apalagi penyihir.  

PSSI pun telah menugaskan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-19 dan Fachri Huzaini sebagai pelatih timnas U-16. Jika PSSI serius melakukan pembinaan pemain muda, maka para pelatih timnas junior mesti bersinergi dengan Luis Milla dan juga Danurwindo, direktur teknik PSSI. Keputusan FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2026 merupakan angin segar bagi sepak bola kita. Kesempatan bermain di Piala Dunia menjadi lebih terbuka sembilan tahun mendatang. Para pemain yang kemungkinan besar akan menghuni Skuat Garuda pada 2026 adalah mereka yang akan menjadi anak asuh Indra Sjafri dan Fachri Huzaini sejak tahun ini. Tidak hanya memberi perhatian kepada timnas, PSSI diharapkan segera merilis agenda yang jelas mengenai proses pembinaan pemain muda, yaitu melalui kompetisi berjenjang yang teratur. Satu hal yang positif, PSSI mewajibkan setiap klub peserta Liga 1 (kasta tertinggi Liga Indonesia 2017) mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dan memberi kesempatan mereka bermain. Pemain asing pun telah dibatasi maksimal tiga orang. Sementara untuk Liga 2 (Divisi Utama) tanpa pemain asing sama sekali. PSSI juga sudah berencana memperbanyak jumlah pelatih sepak bola yang berkualitas. Memang harus ada banyak hal baru yang dilakukan demi terciptanya sebuah kemajuan.