Tampilkan postingan dengan label timnas U-16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timnas U-16. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2024

timnas u-16 jadi juara ketiga

 


timnas indonesia u-16 akhirnya menjadi juara ketiga asean cup u-16 2024 yang berlangsung di indonesia. anak asuh nova arianto menang 5-0 atas vietnam u-16 pada rabu sore (3/7) di stadion manahan, solo. zahaby gholy menjadi pemain terbaik turnamen dengan koleksi 5 gol. 
putu panji dkk mampu lolos ke empat besar setelah tiga kali menang di grup a. timnas u-16 kalah 3-5 dari australia u-16 di semifinal. 
australia u-16 akhirnya menjadi juara turnamen setelah menang 8-7 via adu penalti atas thailand u-16.





Selasa, 02 Oktober 2018

Indonesia U-16 Gagal ke Piala Dunia U-17 2019

Tinggal selangkah lagi timnas Indonesia U-16 akan menggenggam tiket menuju Piala Dunia U-17 2019 di Peru. Namun, sayang sekali anak asuh Fakhri Husaini takluk 2-3 dari Australia dalam babak 8 besar Piala Asia (AFC) U-16 2018 yang berlangsung Senin (1/10/2018) di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Sutan Zico berhasil membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama. Australia bangkit di babak kedua dan mampu tiga kali membobol gawang Ernando. Gol Rendy Juliansyah di menit ke-89 hanya bisa menipiskan skor menjadi 2-3.
Indonesia mengawali turnamen dengan mengalahkan Iran 2-0. Si kembar Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa menjadi penyumbang gol bagi tim besutan Fakhri Husaini. Selanjutnya, David Maulana dkk bermain imbang 1-1 dengan Vietnam dan 0-0 ketika melawan India. Sutan Zico menjadi pencetak gol saat menghadapi India.

Minggu, 12 Agustus 2018

Indonesia Juara Piala AFF U-16 2018

Tim besutan Fakhri Husaini berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan menjuarai Piala AFF U-16 2018. Dalam pertandingan final yang dimainkan pada Sabtu (11/8/2018) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti (5-4). Kedua tim bermain seri 1-1 hingga 2 x 40 menit usai, David Maulana dkk lantas unggul 4-3 dalam adu tendangan penalti. Kiper Ernando Ari Sutaryadi menjadi pahlawan kemenangan timnas U-16 dengan menggagalkan dua tendangan penalti pemain Thailand. Bagus Kahfi menjadi pencetak gol terbanyak dengan 12 gol yang dicetaknya sepanjang turnamen.

Ada beberapa hal menarik dari penampilan timnas U-16 di Sidoarjo. Salah satunya adalah keberadaan sepasang pemain kembar, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. Jika Bagus berposisi striker, maka Bagas bermain sebagai bek kanan. Kabarnya mereka berdua awalnya samaa-sama bermain sebagai striker, tapi akhirnya oleh Fakhri mereka dipasang di posisi berbeda. Sang pelatih mengaku beruntung memiliki para pemain asal Magelang yang bisa bermain di beberapa posisi sekaligus tersebut. Nama kapten timnas U-16 adalah David Maulana. Namanya hampir sama dengan seniornya di timnas U-23, Septian David Maulana. Nomor kostum yang dipakai David di timnas U-16 adalah enam, sama dengan Evan Dimas ketika menjadi kapten timnas U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19 2013 di tempat yang sama.

Kemenangan timnas U-16 di final menjadi pengobat luka bagi publik sepak bola nasional, setelah timnas U-19 Juli lalu dikalahkan oleh Malaysia di semifinal Piala AFF U-19 2018, yang juga berlangsung di stadion yang sama. Antusiasme penonton yang selalu memadati Gelora Delta dan memberikan atraksi yang khas menjadi salah satu hal menarik lainnya. Kendati David Maulana dkk sudah memberi kado indah di bulan kemerdekaan RI, tapi mesti tetap diingat bahwa gelar kampiun merupakan awal perjalanan panjang bagi para remaja itu. September mendatang mereka akan bermain di Piala Asia/AFC U-16 2018 yang akan berlangsung di Malaysia. Jika mampu menembus semifinal, maka Indonesia akan menjadi salah satu wakil Asia di Piala Dunia U-17 2019 mendatang. 

Oh ya, kostum timnas sepak bola Indonesia tidak pernah berubah sejak tahun 2014, padahal biasanya setiap dua tahun sekali berganti desain. Selama ini kostum Skuat Garuda yang dipakai sejak Piala AFF 2014 itu tidak pernah membawa keberuntungan dalam berbagai turnamen. Timnas senior maupun timnas junior selalu saja kalah di semifinal atau final. Namun, keberhasilan timnas U-16 di Sidoarjo akhirnya membuat jersey tersebut membawa keberuntungan di partai puncak sebuah turnamen.

Senin, 18 September 2017

Dua Kemenangan Timnas U-16

Tim besutan Fakhri Husaini telah menjalani dua pertandingan awal Kualifikasi Piala Asia/AFC U-16 2018 di Thailand dengan meraih poin penuh. Pada laga pertama yang berlangsung Sabtu (16/9/2017), Indonesia mengandaskan Kepulauan Mariana Utara dengan skor 18-0. Sutan Diego Armando Ondriano Zico (Sutan Zico) mencetak lima gol di babak kedua. M. Supriadi, Amiruddin Bagus, dan Hamsa Lestaluhu sama-sama menyumbang tiga gol. Rendy Juliansyah membuat dua gol. Amanar Abdillah dan Andre masing-masing mencetak satu gol.

Pada laga kedua yang dimainkan Senin (18/9), anak asuh Fakhri Husaini menundukkan Timor Leste 3-1. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, Sutan Zico menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan memborong semua gol di 45 menit kedua. Dua laga yang tersisa adalah menghadapi Thailand (20/9) dan Laos (22/9). Biarpun tanpa siaran langsung di televisi, tapi mudah-mudahan mereka bisa lolos ke Piala Asia U-16 2019 mendatang. Doa pencinta sepak bola di tanah air menyertai perjuangan anak-anak berbakat itu. 


Senin, 19 Juni 2017

Sinyal Positif Timnas Junior Indonesia

Selain timnas senior Indonesia yang melakoni dua pertandingan ujicoba, timnas junior U-16 dan U-19 pun menjalani serangkaian laga ujicoba pada Juni 2017. Timnas U-19 lebih dahulu mengikuti sebuah turnamen internasional di Toulon Prancis. Anak asuh Indra Sjafri tampil menawan ketika menghadapi Brasil, Republik Ceska, dan Skotlandia, kendati gagal meraih satu pun poin. Indonesia U-19 kalah 0-1 dari Brasil U-21, 0-2 dari Ceska U-21, dan 1-2 dari Skotlandia U-20. Hanis Saghara menjadi pencetak gol tunggal Skuat Garuda Muda sepanjang turnamen. Egy Maulana Vikri mendapat penghargaan khusus Jouer Revelation Trophee, yang dahulu pernah diberikan kepada Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo di masa remajanya. Indonesia U-19 pun dinilai panitia Toulon Tournament 2017 sebagai wakil Asia terbaik. Anak asuh Indra Sjafri mampu mengimbangi permainan dari tim-tim yang lebih maju sepak bolanya dengan rata-rata usia yang lebih tua pula. Pengalaman bertanding di Prancis tentu menjadi modal yang baik sebelum Egy Maulana Vikri dkk bermain di ajang sesungguhnya, yaitu Piala AFF U-18 2017 pada September mendatang maupun kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

Sementara itu timnas U-16 menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Anak asuh Fakhri Husaini meraih hasil dua kali menang dan sekali seri. Rendy Juliansyah dkk menang 4-1 atas Myanmar, bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Vietnam, dan menang 11-0 atas Taiwan. Prestasi tersebut menjadi modal bagus sebelum mengikuti Piala AFF U-15 yang akan berlangsung di Thailand pada 9-22 Juli mendatang. Para pemain timnas U-16 bersama para pelatihnya bahkan harus berkorban tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarganya tahun ini. Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua timnas junior memberikan harapan bahwa sepak bola Indonesia akan menghadirkan lebih banyak kabar baik di masa depan. Namun harap diingat pula bahwa karier mereka masih sangat panjang. Jika ditangani dengan tepat, mereka akan menjadi pemain inti timnas senior dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Barangkali para pemain belasa tahun itulah yang nanti membawa nama Indonesia tampil di Piala Dunia 2022 atau 2026.