Indonesia dipastikan lolos ke Piala Asia U-19 2020. Anak asuh Fakhri Husaini memastikan tiket ke turnamen yang berlangsung di Uzbekistan tersebut setelah bermain imbang 1-1 menghadapi Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Minggu (10/11/19). Pada dua laga sebelumnya, David Maulana dkk menang 3-1 atas Timor Leste (6/11) dan unggul 4-0 melawan Hong Kong (8/11). Selain David Maulana, Bagas Kaffa, dan Bagus Kahfi, timnas U-19 juga memunculkan nama-nama baru sebagai pemain andalan seperti Beckham Putra dan M. Fajar Fathurrahman.
Timnas U-16
Beberapa pekan silam timnas junior lainnya juga telah lolos ke Piala Asia U-16 2020. Anak asuh Bima Sakti mampu mengandaskan lawan-lawannya di babak kualifikasi. Namun, kabar duka pun mendera timnas U-16. Alfin Lestaluhu, bek sayap andalan tim besutan Bima Sakti telah tutup usia pada 31/10 lalu karena infeksi otak.
Tampilkan postingan dengan label fakhri husaini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakhri husaini. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2019
Senin, 18 September 2017
Dua Kemenangan Timnas U-16
Tim besutan Fakhri Husaini telah menjalani dua pertandingan awal Kualifikasi Piala Asia/AFC U-16 2018 di Thailand dengan meraih poin penuh. Pada laga pertama yang berlangsung Sabtu (16/9/2017), Indonesia mengandaskan Kepulauan Mariana Utara dengan skor 18-0. Sutan Diego Armando Ondriano Zico (Sutan Zico) mencetak lima gol di babak kedua. M. Supriadi, Amiruddin Bagus, dan Hamsa Lestaluhu sama-sama menyumbang tiga gol. Rendy Juliansyah membuat dua gol. Amanar Abdillah dan Andre masing-masing mencetak satu gol.
Pada laga kedua yang dimainkan Senin (18/9), anak asuh Fakhri Husaini menundukkan Timor Leste 3-1. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, Sutan Zico menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan memborong semua gol di 45 menit kedua. Dua laga yang tersisa adalah menghadapi Thailand (20/9) dan Laos (22/9). Biarpun tanpa siaran langsung di televisi, tapi mudah-mudahan mereka bisa lolos ke Piala Asia U-16 2019 mendatang. Doa pencinta sepak bola di tanah air menyertai perjuangan anak-anak berbakat itu.
Senin, 19 Juni 2017
Sinyal Positif Timnas Junior Indonesia
Selain timnas senior Indonesia yang melakoni dua pertandingan ujicoba, timnas junior U-16 dan U-19 pun menjalani serangkaian laga ujicoba pada Juni 2017. Timnas U-19 lebih dahulu mengikuti sebuah turnamen internasional di Toulon Prancis. Anak asuh Indra Sjafri tampil menawan ketika menghadapi Brasil, Republik Ceska, dan Skotlandia, kendati gagal meraih satu pun poin. Indonesia U-19 kalah 0-1 dari Brasil U-21, 0-2 dari Ceska U-21, dan 1-2 dari Skotlandia U-20. Hanis Saghara menjadi pencetak gol tunggal Skuat Garuda Muda sepanjang turnamen. Egy Maulana Vikri mendapat penghargaan khusus Jouer Revelation Trophee, yang dahulu pernah diberikan kepada Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo di masa remajanya. Indonesia U-19 pun dinilai panitia Toulon Tournament 2017 sebagai wakil Asia terbaik. Anak asuh Indra Sjafri mampu mengimbangi permainan dari tim-tim yang lebih maju sepak bolanya dengan rata-rata usia yang lebih tua pula. Pengalaman bertanding di Prancis tentu menjadi modal yang baik sebelum Egy Maulana Vikri dkk bermain di ajang sesungguhnya, yaitu Piala AFF U-18 2017 pada September mendatang maupun kualifikasi Piala Asia U-19 2018.
Sementara itu timnas U-16 menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Anak asuh Fakhri Husaini meraih hasil dua kali menang dan sekali seri. Rendy Juliansyah dkk menang 4-1 atas Myanmar, bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Vietnam, dan menang 11-0 atas Taiwan. Prestasi tersebut menjadi modal bagus sebelum mengikuti Piala AFF U-15 yang akan berlangsung di Thailand pada 9-22 Juli mendatang. Para pemain timnas U-16 bersama para pelatihnya bahkan harus berkorban tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarganya tahun ini. Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua timnas junior memberikan harapan bahwa sepak bola Indonesia akan menghadirkan lebih banyak kabar baik di masa depan. Namun harap diingat pula bahwa karier mereka masih sangat panjang. Jika ditangani dengan tepat, mereka akan menjadi pemain inti timnas senior dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Barangkali para pemain belasa tahun itulah yang nanti membawa nama Indonesia tampil di Piala Dunia 2022 atau 2026.
Sabtu, 11 Februari 2017
Hal-Hal Positif PSSI di Februari
Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.
PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib).
![]() |
| Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini. |
PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
![]() |
| Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia. |
Langganan:
Postingan (Atom)





