Tampilkan postingan dengan label indra sjafri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indra sjafri. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2024

indonesia u-20 lolos ke piala asia 2025

 


timnas indonesia u-20 memastikan diri lolos ke piala asia u-20 2025 di china setelah bermain imbang 1-1 melawan yaman u-20 di stadion madya senayan jakarta. sebelumnya anak asuh indra sjafri menang 4-0 atas maladewa u-20 dan menang 3-1 atas timor leste u-20. selamat dan sukses untuk dony tri pamungkas dkk. semoga mampu mengukir prestasi bagus di tahun depan.


Rabu, 28 Agustus 2024

indonesia u-20 taklukkan argentina u-20

 


timnas indonesia u-20 mampu mengalahkan argentina u-20 dalam turnamen seoul earth on us cup 2024 di korea selatan pada rabu (28/8/24). anak asuh indra sjafri lebih dulu tertinggal 0-1 pada babak pertama. gol kadek arel dan maouri ananda simon di babak kedua membuat timnas u-20 akhirnya menang 2-1 atas argentina u-20. sebuah sejarah manis telah tersurat. kadek arel dkk masih dijadwalkan bertanding lagi melawan thailand u-20 (30/8) dan korsel u-20 (1/9) dalam turnamen u-20 di negaranya shin tae-yong tersebut.

foto @kamustimnas


Selasa, 30 Juli 2024

indonesia u-19 kampiun asean

 


timnas indonesia u-19 menjuarai asean cup u-19 2024 di surabaya pada senin (29/7) setelah menang 1-0 atas thailand u-19. gol satu-satunya dibuat oleh jens raven. striker berdarah belanda itu total mencetak 4 gol sepanjang turnamen. dony tri pamungkas menjadi pemain terbaik dan ikram algiffari menjadi kiper terbaik turnamen. 
indra sjafri menjadi pelatih timnas sepak bola indonesia terbaik di kelompok umur. dua kali dia membawa timnas u-19 juara asean cup u-19 dan juga membawa timnas u-22 menjuarai asean cup u-22 2019 dan meraih medali emas sea games 2023. 
selanjutnya timnas u-19 akan menjalani kualifikasi piala asia u-20 2025 pada september 2024 mendatang. semoga saja dony tri pamungkas dkk mampu lolos ke piala asia u-20 2025 di china. selamat untuk timnas u-19 dan terus giat berlatih keras demi prestasi lebih apik di masa depan. semoga mereka tetap konsisten dan kelak layak menjadi andalan di timnas senior.


Minggu, 28 Juli 2024

indonesia u-19 lolos ke final

 


timnas indonesia u-19 berhasil melaju ke final piala asean u-19 2024 setelah menang 1-0 atas malaysia u-19 di semifinal. gol tunggal dicetak oleh buffon alfharezzi. timnas u-19 akan bertemu thailand u-19 di laga puncak turnamen pada senin (29/7) di stadion gelora bung tomo, surabaya. thailand u-19 menang 1-0 atas australia u-19 di semifinal. indra sjafri punya kesempatan membawa anak asuhnya menjadi juara lagi di ajang yang sama setelah tahun 2013. waktu itu evan dimas dkk sukses menjadi kampiun di sidoarjo.


Kamis, 16 Mei 2024

setahun silam juara sepakbola sea games 2023




tepat setahun silam, 16 mei 2023, timnas indonesia u-22 mengukir sejarah merebut medali emas sepakbola sea games 2023 di kamboja. anak asuh indra sjafri menang 5-2 atas thailand dalam laga final yang dramatis  selama 120 menit di olympic stadium,phnom penh. 

gol-gol skuat garuda dibuat oleh ramadhan sananta (21', 45+4'), irfan jauhari (91'), fajar fathur rahman (107'), dan beckham putra (120'). indonesia baru bisa kembali  menjadi juara sepakbola sea games 2023 setelah tahun 1987 dan 1991.


daftar  nama 20 pemain timnas indonesia u-22 di sea games kamboja 2023

kiper : ernando ari dan m. adi satryo

bek : bagas kaffa, fajar fathur rahman, rio fahmi, pratama arhan, haykal alhafiz, rizky ridho, m. ferarri, komang teguh

gelandang : ananda raehan, taufany muslihuddin, beckham putra, marselino ferdinan

striker : jeam kelly sroyer, witan sulaeman, irfan jauhari, ramadhan sananta, titan agung. 












 

Senin, 25 November 2019

Asa untuk Timnas U-23 di SEA Games 2019

Pekan lalu timnas senior Indonesia kembali tampil mengecewakan. Menjalani laga tandang pada Selasa (19/11/10), Yanto Basna dkk kalah 0-2 dari Malaysia dalam pertandingan kelima Kualifikasi Piala Dunia 2022. Itulah kekalahan kelima timnas secara beruntun, biarpun Simon McMenemy sudah resmi diberhentikan oleh PSSI, yang sejak awal November telah memiliki pengurus baru dengan ketua umumnya M. Iriawan. Yeyen Tumena sebagai pelatih sementara timnas tidak berhasil mengubah tren negatif peninggalan Simon. PSSI sudah mengumumkan dua kandidat pelatih timnas berikutnya, yaitu Luis Milla (Spanyol) dan Shin Tae-yong (Korea Selatan). Milla pernah menangani timnas pada 2017-2018, sedangkan Tae-yong mantan pelatih Korsel yang mampu mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018.

Kendati berkali-kali kita dikecewakan, tapi harapan mesti tetap dinyalakan, kali ini untuk timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2019 Filipina. Indra Sjafri telah menetapkan 20 orang pemain, termasuk dua pemain senior yang diisi oleh Zulfiandi dan Evan Dimas. Sebagian besar anggota timnas kali ini bermain di klub-klub Liga 1, kecuali empat pemain. Ada dua orang bermain di klub asing, yaitu Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk - Polandia) dan Saddil Ramdani (Pahang FA). Ada dua orang lagi bermain di Liga 2, yaitu Dodi Alex van Dijn (Persik Kediri) dan Witan Sulaeman (PSIM Yogyakarta). Persiapan yang sebaik-baiknya telah dilakukan Indra Sjafri dan anak asuhnya, termasuk beruji coba melawan Arab Saudi dan Iran yang merupakan tim-tim kuat Asia. Indonesia berada di grup berat bersama Thailand, Singapura,Vietnam, Brunei, dan Laos. Lawan pertama Bagas Adi dkk pada Selasa besok (26/11) adalah Thailand. Semoga medali emas bisa diraih.

Kamis, 10 Januari 2019

Timnas U-22 Mulai Latihan

PSSI telah memanggil 38 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan pertama timnas Indonesia U-22 yang telah dimulai Senin (7/1/2019) pekan ini. Mereka terdiri dari eks timnas U-19 asuhan Indra Sjafri, eks timnas U-23 asuhan Luis Milla yang masih memenuhi syarat, dan sejumlah nama baru. Tim besutan Indra Sjafri akan berlaga di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja pada Februari, kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam pada Maret, dan SEA Games 2019 di Filipina.


Dalam menjalankan tugasnya, Indra Sjafri didampingi oleh Nova Arianto dan Yunan Helmi sebagai asisten pelatih, sedangkan Hendro Kartiko sebagai pelatih kiper. Semoga prestasi yang lebih apik dan membanggakan dapat diukir oleh Saddil Ramdani dkk pada tahun 2019 ini.





Minggu, 29 April 2018

Indra Sjafri Kembali Latih Indonesia U-19

Pada bulan hari lahir PSSI di tahun 2018, terdapat beberapa hal yang layak dicatat dan bisa menjadi bahan renungan menghadapi masa depan. Sebagai bagian dari persiapan menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus mendatang dan memanfaatkan momentum ulang tahunnya, PSSI mengadakan sebuah turnamen untuk timnas U-23 yang diikuti Indonesia, Bahrain, Korea Utara, dan Uzbekistan. Turnamen tersebut berlangsung pada 27 April-3 Mei 2018 dan anehnya waktunya bersamaan dengan Gojek Liga 1 yang memainkan pekan keenamnya. Meskipun bukan pertandingan resmi FIFA, tapi ketika timnas bermain mestinya tidak ada klub yang sedang bertanding.

Batalnya laga Persija vs Persib di SUGBK yang sedianya akan dimainkan Sabtu (28/4) menjadi kabar tak bagus akhir bulan ini. POLDA Metro Jaya selaku penanggung jawab keamanan ibukota beralasan waktu pertandingan terlalu dekat dengan peringatan hari buruh yang jatuh 1 Mei. Prasangka buruk pun bertebaran dari berbagai pihak. Sebelumnya, pada pekan keempat Liga 1 juga terjadi insiden di tempat yang berbeda yang mengakibatkan tewasnya suporter Persebaya dan Arema FC.  Laga Arema vs Persib (15/4) diakhiri dengan turunnya sebagian penonton ke dalam lapangan yang membuat suasana Stadion Kanjuruhan tidak kondusif dan sayang sekali hingga membuat jatuhnya korban jiwa. Komisi Disiplin PSSI sudah memberi sanksi berupa ditutupnya tribun tertentu di kandang Arema dan denda yang besar. Beruntunglah bahwa Aremania bisa tersenyum kembali setelah tim kesayangan mereka akhirnya meraih kemenangan pertamanya ketika menjamu Persipura (27/4).

Hal positif tetap ada April ini, yaitu kembali ditunjuknya Indra Sjafri sebagai pelatih timnas Indonesia U-19. Joko Driyono sebagai Plt Ketua Umum PSSI mengumumkannya sendiri didampingi oleh Ratu Tisha, Sekjen PSSI nan jelita. Akhir tahun 2017 lalu Indra Sjafri tidak diperpanjang kontraknya dan digantikan oleh Bima Sakti, disertai dengan kata-kata kasar Ketua Umum PSSI yang kini sedang cuti karena ambisinya menjadi gubernur Sumut. Sepertinya lebih baik beliau terpilih menjadi kepala daerah dan berkonsentrasi di sana saja. Kembalinya Indra Sjafri menjadi kabar gembira bagi Egy Maulana dkk yang akan berlaga di Piala AFF U-18 dan Piala Asia/AFC U-19.

Keberhasilan Persija lolos ke semifinal zona ASEAN di Piala AFC merupakan sesuatu yang baik dan pantas disyukuri pula. Macan Kemayoran akan berhadapan dengan Home United pada Mei mendatang.

Rabu, 06 September 2017

Sepasang Gol Egy MV Bawa Indonesia Kalahkan Myanmar

Indonesia mengawali kiprahnya dalam Piala AFF U-18 2017 pada Selasa (5/9/2017) dengan mengandaskan Myanmar 2-1 yang merupakan tuan rumah turnamen. Egy Maulana Vikri memborong dua gol kemenangan Garuda Nusantara. Anak asuh Indra Sjafri lebih dulu tertinggal 0-1 di babak pertama. Egy mencetak gol pertamanya di menit ke-72 melalui sundulan memanfaatkan bola liar di muka gawang Myanmar. Gol kedua tercipta menjelang laga berakhir dengan cara seperti Lionel Messi, berlari kencang membawa bola dan menjebol gawang lawan dari jarak dekat. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Filipina pada Kamis mendatang (7/9). Semoga kemenangan bisa kembali diraih oleh Rahmat Irianto dkk.
Gol pertama Egy MV ke gawang Myanmar.
Nama yang tertulis di bagian belakang kostum pemain bernomor 10 Indonesia adalah Egy MV. MV tentu kepanjangan dari Maulana Vikri, tapi sepertinya layak saja jika diartikan sebagai Most Valuable (player of Indonesia). 

Senin, 19 Juni 2017

Sinyal Positif Timnas Junior Indonesia

Selain timnas senior Indonesia yang melakoni dua pertandingan ujicoba, timnas junior U-16 dan U-19 pun menjalani serangkaian laga ujicoba pada Juni 2017. Timnas U-19 lebih dahulu mengikuti sebuah turnamen internasional di Toulon Prancis. Anak asuh Indra Sjafri tampil menawan ketika menghadapi Brasil, Republik Ceska, dan Skotlandia, kendati gagal meraih satu pun poin. Indonesia U-19 kalah 0-1 dari Brasil U-21, 0-2 dari Ceska U-21, dan 1-2 dari Skotlandia U-20. Hanis Saghara menjadi pencetak gol tunggal Skuat Garuda Muda sepanjang turnamen. Egy Maulana Vikri mendapat penghargaan khusus Jouer Revelation Trophee, yang dahulu pernah diberikan kepada Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo di masa remajanya. Indonesia U-19 pun dinilai panitia Toulon Tournament 2017 sebagai wakil Asia terbaik. Anak asuh Indra Sjafri mampu mengimbangi permainan dari tim-tim yang lebih maju sepak bolanya dengan rata-rata usia yang lebih tua pula. Pengalaman bertanding di Prancis tentu menjadi modal yang baik sebelum Egy Maulana Vikri dkk bermain di ajang sesungguhnya, yaitu Piala AFF U-18 2017 pada September mendatang maupun kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

Sementara itu timnas U-16 menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam. Anak asuh Fakhri Husaini meraih hasil dua kali menang dan sekali seri. Rendy Juliansyah dkk menang 4-1 atas Myanmar, bermain seri 1-1 dengan tuan rumah Vietnam, dan menang 11-0 atas Taiwan. Prestasi tersebut menjadi modal bagus sebelum mengikuti Piala AFF U-15 yang akan berlangsung di Thailand pada 9-22 Juli mendatang. Para pemain timnas U-16 bersama para pelatihnya bahkan harus berkorban tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarganya tahun ini. Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua timnas junior memberikan harapan bahwa sepak bola Indonesia akan menghadirkan lebih banyak kabar baik di masa depan. Namun harap diingat pula bahwa karier mereka masih sangat panjang. Jika ditangani dengan tepat, mereka akan menjadi pemain inti timnas senior dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Barangkali para pemain belasa tahun itulah yang nanti membawa nama Indonesia tampil di Piala Dunia 2022 atau 2026.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hal-Hal Positif PSSI di Februari

Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.

PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib). 

Kamis, 06 Oktober 2016

Memori : Timnas Indonesia U-19 Pemuas Dahaga

Gelar juara sepak bola yang begitu lama dirindukan oleh rakyat Indonesia akhirnya tiba jua. Kerinduan itu telah mendapat jawaban nyata. Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu malam, 22 September 2013, merupakan lokasi sekaligus saksi sejarah kesuksesan Tim Merah Putih menjadi juara Piala AFF U-19 2013, sesudah 22 tahun mengalami masa paceklik meraih trofi.
Indonesia secara dramatis mampu mengalahkan Vietnam melalui adu penalti dengan skor 7-6. Keberhasilan tim asuhan Indra Sjafri memiliki sejumlah makna tersendiri dalam perkembangan sepak bola nasional.

Mitos selalu kalah di laga final pada sejumlah turnamen resmi sejak SEA Games 1991 akhirnya pupus kini. Evan Dimas dkk sudah membuat catatan prestasi baru dalam riwayat persepakbolaan nasional. Indonesia akhirnya dapat meraih Piala AFF, meski baru pada tingkat junior. Selama kurun masa 22 tahun berlalu (1991-2013), sebenarnya timnas bisa beberapa kali tampil di pertandingan puncak, tapi senantiasa gagal menjadi kampiun.
Dalam empat tahun terakhir saja, Indonesia kandas di laga pamungkas Piala AFF 2010 (senior), SEA Games 2011 (U-23), dan Piala AFF U-16 2013. Ironisnya, dalam tiga kali kesempatan itu, tim kebanggaan kita selalu takluk dari Malaysia. Di Piala AFF U-19 2013 yang berlangsung di Jawa Timur (Sidoarjo dan Gresik), barulah Pasukan Garuda Muda mampu menghentikan langkah Malaysia sekaligus Thailand, yang kerap menggagalkan Indonesia pula di final pada masa silam, di babak penyisihan grup.

evan dimas dkk

Hanya berselang tiga pekan para pemain Tim Garuda Jaya –sebutan Indra Sjafri buat para pemainnya- kembali membuat bangga. Mereka lolos ke putaran final Piala Asia U-19 setelah menjadi juara Grup G.
Kemenangan 3-2 di laga penutup kualifikasi menghadapi juara bertahan turnamen, Korea Selatan, masuk buku sejarah. Keberhasilan timnas U-19 bukan merupakan suatu kebetulan, tapi mereka memang tim yang kuat.
Sebagian materi timnas U-19 ternyata telah bermain bersama di bawah pelatih Indra Sjafri sejak timnas U-16 beberapa tahun silam. Mereka bahkan pernah menjuarai sejumlah turnamen junior, seperti HKFA International Youth Football Invitation di Hongkong pada tahun 2012 dan 2013.

Mental Juara
Mental juara tampaknya memang mampu ditanamkan sang pelatih kepada anak-anak asuhannya. Timnas U-19 kemudian lebih berkonsentrasi menjalani pemusatan latihan selama sekitar dua bulan di Yogyakarta, termasuk menjalani uji coba dengan tim-tim lokal. Seluruh anggota tim bahkan tidak bisa pulang saat lebaran tempo hari dan mereka bersama-sama merayakan Idul Fitri di Yogyakarta. Sehabis itu mereka melanjutkan pelatnas di Jawa Timur, yang merupakan lokasi Piala AFF U-19 2013. Kerja keras dan pengorbanan mereka memang layak berbuah manis.
Ternyata tidak perlu menjalani pelatnas jangka panjang di luar negeri, seperti Italia atau Uruguay, untuk mendapatkan sebuah trofi demi mengharumkan nama tanah air tercinta. Mungkin yang lebih diperlukan adalah pelatih berkualitas yang jeli memilih pemain berkualitas dan proses pelatnas yang berkualitas pula.
Ravi Murdianto, Hansamu Yama Pranata, Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, Maldini Pali, Muchlis Hadi, dan kawan-kawan kini telah menjadi idola baru pencinta sepak bola di berbagai penjuru negeri.

Mereka pantas mengemban harapan kita bahwa timnas bakal bisa berprestasi lebih apik di masa mendatang. Maka menjadi tugas PSSI agar tunas-tunas muda yang mulai bersemi itu tak menjadi layu sebelum berkembang di tengah jalan. Kita sebagai penonton setia timnas pastinya bakal mendukung dan mengawal apa pun langkah PSSI dalam proses pengembangan pemain muda yang lebih baik di semua wilayah Nusantara. Upaya maksimal yang baik kiranya akan membuahkan hasil yang bagus jua nantinya. Semoga.
Akhirnya, selamat untuk Evan Dimas dkk, semoga semakin panjang jejak prestasi kalian tapaki demi harumnya nama Indonesia di masa depan. Terima kasih karena telah membahagiakan dan membanggakan kami sebagai sebuah bangsa.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Opini Publik Harian BOLA edisi Rabu, 16 Oktober 2013.