Tampilkan postingan dengan label top scorer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top scorer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juni 2021

Cristiano Ronaldo dan Rekor Barunya

Cristiano Ronaldo terus membuat rekor baru bersama Portugal setelah melewati tiga pertandingan fase grup di Euro 2020. Saat ini kapten Portugal itu memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima golnya. Dengan lima gol tersebut mantan pemain Manchester United itu menyamai rekor Ali Daei sebagai pencetak gol tersubur untuk tim nasional negaranya dengan koleksi 109 gol.

Senin, 24 Mei 2021

Ronaldo dan Messi Bernasib Serupa

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kembali mengalami hal serupa ketika mengakhiri musim 2020/21. Setelah Juventus maupun Barcelona sama-sama kandas di perempat final Liga Champions, mereka juga tidak mampu membawa timnya juara liga negaranya. Namun, Ronaldo dan Messi sama-sama menjadi pencetak gol tersubur bagi klubnya. Ronaldo mencetak 29 gol di Liga Italia 2020/21 dan membuat pemain terbaik Portugal itu pernah menjadi top scorer di tiga liga utama Eropa. Pemain terbaik Portugal itu melakukannya bersama Manchester United di Liga Inggris dan Real Madrid di Liga Spanyol. CR7 pun pernah beberapa kali menjadi menjadi top scorer Liga Champions dan masih memegang rekor pencetak gol terbanyak di liga juara antarklub Eropa. Sementara itu, Messi mencetak 30 gol di Liga Spanyol 2020/21 dan membuat rekor baru, yaitu lima kali beruntun menjadi el pichichi La Liga. Meskipun dengan catatan, dua musim terakhir Barcelona gagal juara. 

Ronaldo dan Messi pun masih bisa tersenyum karena masih memiliki trofi bersama klubnya musim ini. Juventus sukses menjadi juara Coppa Italia 2020/21 dan menjadi trofi pertama bagi Andrea Pirlo dalam musim debutnya sebagai allenatore Bianconeri. Barcelona mampu merebut Copa del Rey 2020/21 dan menjadi trofi perdana bagi Ronald Koeman yang juga menjalani musim pertamanya sebagai entrenador Blaugrana.

Senin, 25 Juni 2018

Persaingan Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2018

Harry Kane untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018 dengan total lima gol. Kapten Inggris tersebut mencetak tiga gol ketika timnya menang 6-1 atas Panama. John Stones, bek Inggris asal Manchester City, ikut menyumbang dua gol dalam laga tersebut. Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Romelu Lukaku menyusul dengan koleksi empat gol. Ronaldo membuat gol teramung Portugal saat menundukkan Maroko 1-0. Lukaku menyumbang sepasang gol ketika Belgia menaklukkan Tunisia 5-2. Eden Hazard, kapten Belgia, juga membuat dua gol dalam pertandingan tersebut. 

Ahmed Musa (Nigeria) memborong semua gol timnya saat menang 2-0 atas Islandia. Stones, Hazard, Musa, Philippe Coutinho (Brasil), Artem Dzyuba (Rusia), dan Luka Modric (Kroasia) sama-sama mencetak dua gol sejauh ini. Sementara itu, Denis Cheryshev (Rusia) dan Diego Costa (Spanyol) kompak mencetak tiga gol di Rusia. Persaingan menjadi top scorer di Rusia tidak hanya diikuti oleh para pemain yang sudah tersebut di atas. Sejumlah striker top juga sudah membuat gol pertamanya, seperti Antoine Griezmann (Prancis), Neymar (Brasil), Luis Suarez (Uruguay), Kylian Mbappe (Prancis), dan Radamel Falcao (Kolombia). 

Ronaldo mencatat rekor baru setelah membuat gol keempat di Rusia. Gol itu menjadikan koleksi golnya untuk Portugal menjadi 85 buah. Ia menjadi pemain Eropa tersubur di level internasional dan melewati rekor Ferenc Puskas (Hongaria/Spanyol) yang mencetak 84 gol. Rekor pencetak gol terbanyak di dunia masih ditempati oleh Ali Daei (Iran) dengan 109 gol. Sebelumnya, CR7 sudah membuat rekor selalu mencetak gol dalam empat Piala Dunia (2006, 2010, 2014, dan 2018). Keisuke Honda (Jepang) yang golnya menyelamatkan timnya dari kekalahan melawan Senegal (2-2) juga membuat rekor selalu mencetak gol dalam tiga Piala Dunia (2010, 2014, dan 2018). 

Gol tunggal Mbappe ke gawang Peru menjadikannya pemain termuda Prancis yang mampu mencetak gol di Piala Dunia dan Piala Eropa. Mbappe berusia 19 tahun 6 bulan dan dia bahkan belum lahir ketika Prancis meraih trofi Piala Dunia 1998. Gol Falcao saat melawan Polandia merupakan gol pertamanya di Piala Dunia. Kapten Kolombia itu menajamkan rekor pribadinya sebagai striker tersubur negaranya dengan 30 gol dari 75 caps.

Sabtu, 30 Desember 2017

Harry Kane Striker Tertajam 2017

Harry Kane menjadi striker tertajam di Eropa pada 2017. Bersama Tottenham Hotpur dan timnas Inggris, Kane total mengoleksi 56 gol. Tiga gol yang dicetaknya ketika Spurs menang 5-2 atas Southampton pada Selasa (26/12/2017) di Premier League 2017/18 membuatnya melewati koleksi gol Lionel Messi yang memiliki 54 gol sepanjang tahun ini. Kane juga mencatat rekor baru dengan mencetak 39 gol di Liga Inggris dalam kurun waktu satu tahun, yang berarti melewati rekor Alan Shearer dengan 36 gol pada tahun 1995. Striker 24 tahun itu membuat 39 golnya dalam 36 pertandingan Premier League. Kane juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak enam kali hattrick dalam satu tahun kalender.

Kane barangkali akan masuk dalam persaingan untuk menjadi pemain terbaik dunia pada tahun 2018 dan seterusnya. Bersama Neymar Junior, Kylian Mbappe, Kevin de Bruyne, dan kawan-kawan, Kane berpotensi mengakhiri dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dalam satu dekade terakhir mulai tahun depan. Namun, tampaknya Kane mesti hijrah ke klub-klub besar seperti Real Madrid atau Manchester United jika ingin menjadi pemain terbaik dunia di masa depan. Peluang Spurs menjadi juara liga lokal maupun kontinental jelas tidak terlalu besar musim ini, kecuali terjadi sebuah kejutan besar. Anak asuh Mauricio Pochettino ternyata mampu menjadi juara Liga Champion 2017/18. Lantas, bisa saja Kane menjadi top scorer Piala Dunia 2018 Rusia dan membawa Inggris setidaknya lolos ke semifinal. Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka Kane sangat mungkin terpilih sebagai pemain terbaik dunia 2018 mendatang.

Selasa, 31 Oktober 2017

Comvalius Ukir Rekor Baru di Liga Indonesia

Sylvano Comvalius mengukir rekor baru dalam kiprahnya di Gojek Traveloka Liga 1 2017. Striker Bali United bernomor 99 tersebut mencetak sepasang gol ketika timnya menang 3-2 atas Sriwijaya FC dalam laga pekan ke-32 Liga 1 2017 yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta Gianyar pada Senin malam (30/10/2017). Dengan dua gol tersebut, pemain asal Belanda itu telah mencetak total 35 gol dalam satu musim Liga Indonesia dan berhasil melampaui rekor milik Peri Sandria (Bandung Raya) yang mengoleksi 34 gol di Liga Indonesia 1994/95. Ketika mencetak gol pertama lewat titik penalti ke gawang Teja Paku Alam, Comvalius sebenarnya sudah menyamai rekor Peri, tapi setelah membuat gol kedua, maka dia pun mampu melewati prestasi mantan striker timnas Indonesia tersebut. Salut buat Sylvano Comvalius!



Setelah mengalahkan Sriwijaya FC, Bali United kembali menempati puncak klasemen sementara Liga 1 2017 dengan poin 62. PSM Makasssar dan Bhayangkara FC yang berada di bawahnya juga mengumpulkan poin yang sama. Tim besutan Widodo Cahyono Putro unggul dalam rekor gol (72-38) dibandingkan anak asuh Robert Rene Alberts (61-36) maupun tim yang dilatih Simon McMenemy (54-37). Namun demikian, Bali dan PSM  telah bermain 32 kali, sedangkan Bhayangkara baru bermain 31 kali. Persipura Jayapura (main 32, poin 59) dan Madura United (main 31, poin 57) yang berada di nomor 4-5 pun belum tertutup peluangnya untuk memimpin klasemen, meski tidak sebesar tim penghuni tiga besar. Siapa yang akan menjadi juara Liga 1 2017 masih sulit diprediksi, belum terdeteksi, dan tampaknya akan ditentukan hingga pekan terakhir. Pertandingan yang sangat seru akan terjadi ketika dua tim kandidat kuat kampiun, PSM dan Bali, bertemu di Makassar pada Senin mendatang (6/10).

Minggu, 24 September 2017

Persaingan Striker Nomor 9 dan 10 di Liga Inggris

Liga Primer Inggris 2017/18 akan menjadi ajang persaingan bagi para penyerang bernomor 9 dan 10 untuk memperebutkan trofi juara bagi timnya maupun gelar sebagai pencetak gol terbanyak. Romelu Lukaku (Manchester United), Alvaro Morata (Chelsea), Alexandre Lacazette (Arsenal), Roberto Firmino (Liverpool), dan Jamie Vardy (Leicester City) merupakan striker nomor 9 yang tajam. Lukaku, Morata, dan Lacazette bermain bersama klub anyar musim ini. Morata dan Lacazette bahkan menjalani debutnya di Liga Inggris, sedangkan Lukaku pernah berseragam Chelsea, West Bromwich Albiom, dan Everton. Sergio Aguero (Manchester City), Harry Kane (Tottenham Hotspur), Wayne Rooney (Everton), dan Zlatan Ibrahimovic (Manchester United) adalah striker nomor 10 yang tidak diragukan ketajamannya. Di antara empat nama tersebut, Ibrahimovic menjadi satu-satunya pemain yang belum tampil musim ini karena masih dalam masa pemulihan cedera.

Kane telah menunjukkan prestasinya dengan menjadi top scorer Premier League dalam dua musim terakhir dengan 25 gol (2015/16) dan 29 gol (2016/17). Musim lalu Lukaku mengoleksi 25 gol bersama Everton, sedangkan Aguero membuat 20 gol. Lacazette mencetak 28 gol bersama Lyon di Liga Prancis 2016/17. Morata memang hanya mengumpulkan 15 gol bersama Real Madrid di Liga Spanyol, tapi dia bukanlah pilihan utama di klubnya.

Memasuki pekan keenam Liga Primer musim ini yang berlangsung Sabtu (23/9/2017), terdapat tiga pemain yang memimpin daftar top scorer sementara. Lukaku, Morata, dan Aguero sama-sama memiliki enam gol. Lukaku mencetak gol tunggal United atas Southampton, Morata memborong tiga gol ketika Chelsea menang 4-0 atas Stoke City, dan Aguero membuat satu gol saat City mengalahkan Crystal Palace 5-0. Vardy mengoleksi lima gol, sedangkan Kane empat gol. Gol-gol yang dibuat oleh Aguero, Lukaku, Morata, dan Kane telah menempatkan klub mereka di posisi pertama hingga keempat pada pekan ke-6 Liga Inggris 2017/18.

Senin, 18 September 2017

Indonesia Juara Ketiga dan Egy Top Scorer

Indonesia akhirnya memastikan diri menjadi juara ketiga Piala AFF U-18 2017 setelah pada pertandingan Minggu petang (17/9/2017) berhasil menang 7-1 atas tuan rumah Myanmar. Muhammad Rafli, Egy Maulana Vikri, dan Hanis Saghara masing-masing menyumbang dua gol, sedangkan satu gol lainnya dibuat Witan Sulaeman. Hasil itu menjadi hiburan menarik bagi pencinta sepak bola di tanah air setelah Jumat lalu (15/9) timnas gagal melaju ke final dan target juara pupus. Kemenangan dengan skor 7-1 sekejap mengingatkan kita pada kemenangan Jerman atas tuan rumah Brasil dengan skor yang sama di semifinal Piala Dunia 2014. Perbedaannya, Jerman lantas melaju ke final dan menjadi juara Piala Dunia, sedangkan Indonesia sebatas menghuni peringkat ketiga sebuah turnamen tingkat junior.
Egy MV menjadi kapten Indonesia di laga pamungkas Piala AFF U-18 2017.
Egy Maulana Vikri menjadi pemain tersubur turnamen dengan koleksi delapan gol. Sepasang gol Egy di laga pamungkas membuatnya mampu menyalip koleksi gol milik Wing Naing Tun (Myanmar). Tim besutan Indra Sjafri tercatat sebagai tim paling produktif di Myanmar. Dalam enam pertandingan Garuda Nusantara mencetak 26 gol dan kebobolan lima gol. Indonesia menang besar atas Filipina 9-0 dan Brunei Darussalam 8-0 di fase grup, lalu Myanmar 7-1 di perebutan tempat ketiga. Rachmat Irianto dkk menang 2-1 atas Myanmar di laga pertama, kalah 0-3 dari Vietnam di laga ketiga, dan kalah adu penalti dari Thailand di semifinal. Pemain produktif Indonesia berikutnya adalah Muhammad Rafli dengan enam gol. Hanis Saghara, Feby Eka Putra, dan Witan Sulaeman sama-sama memiliki tiga gol. Muhammad Iqbal membuat dua gol, sedangkan Resky Indra mencetak satu gol.
Muhammad Rafli merayakan gol bersama rekan-rekannya.
Selanjutnya, timnas Indonesia U-19 akan menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19 2019 di Korea Selatan. Indonesia sebenarnya sudah dipastikan lolos karena akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Namun, pengalaman bertanding menghadapi Korsel dan lain-lain sangat diperlukan agar anak asuh Indra Sjafri semakin baik penampilannya. Seperti kata Cak Nun, Egy Maulana Vikri dkk merupakan generasi baru sepak bola Indonesia yang bakal berbeda dengan nasib para seniornya yang karib dengan kisah kegagalan dan cerita duka. Semoga. 

Senin, 20 Juni 2016

Persaingan Pencetak Gol di Piala Eropa 2016



Kegembiraan Gareth Bale (Wales) sehabis membobol gawang Inggris.

Persaingan untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Eropa 2016 mulai terbuka ketika semua tim peserta telah melewati laga keduanya. Dimitri Payet (Prancis), Bogdan Stancu (Rumania), dan Gareth Bale (Wales) sama-sama mencetak sepasang gol dalam dua pertandingan. Jika gol Payet mampu mengantarkan Prancis mengalahkan Albania 2-0 dan menjadi tim pertama yang berhasil lolos ke 16 besar, maka gol Stancu hanya membawa Rumania bermain seri 1-1 dengan Swiss. Sementara itu tendangan bebas Bale tidak dapat menghindarkan Wales dari kekalahan 1-2 atas  Inggris. Tidak cuma Payet, Stancu, dan Bale yang mengoleksi dua gol. Terdapat dua pemain lainnya yang memborong dua gol sekaligus pada laga kedua Euro 2016. Mereka adalah Alvaro Morata (Spanyol) dan Romelu Lukaku (Belgia). Uniknya, Spanyol dan Belgia sama-sama menang dengan skor 3-0. Jika Spanyol mengalahkan Turki dan memastikan tiket ke perdelapan final, maka keunggulan Belgia atas Swedia membuka peluang untuk tetap bertahan di Prancis seusai penyisihan grup.
Alvaro Morata (Spanyol) membukukan dua gol ke gawang Turki.
Para striker lainnya telah membuka keran golnya demi membawa kejayaan timnya dan memanaskan persaingan sebagai top scorer turnamen. Di antara mereka adalah Jamie Vardy dan Daniel Sturridge (Inggris), Nolito (Spanyol), Graziano Pelle dan Eder (Italia). Vardy dan Sturridge yang dimainkan pada babak kedua Inggris versus Wales justru mampu menjadi penentu kemenangan timnya. Eder mencetak gol tunggal Gli Azzuri atas Irlandia pada laga kedua yang memastikan langkah Italia berlanjut ke 16 besar.


Sementara itu dua superstar sekaligus kapten bagi timnya, Zlatan Ibrahimovic (Swedia) dan Cristiano Ronaldo (Portugal), tampaknya belum berjumpa dengan dewi fortuna selama berada di Prancis. Mereka berdua masih puasa mencetak gol serta belum mampu memimpin timnya menggapai kemenangan. Swedia bermain seri dengan Irlandia dan dikalahkan Italia. Portugal dua kali meraih poin satu ketika melawan Islandia dan Austria. Ronaldo bahkan gagal membuat gol lewat titik penalti dan gol sundulannya tidak disahkan wasit ketika Portugal menghadapi Austria.