Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2023

Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

 

FIFA dengan tegas mengumumkan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang direncanakan berlangsung bulan Mei mendatang. FIFA hanya menuliskan 'situasi saat ini' yang menjadi alasan pembatalan tersebut dalam situs resminya. Namun, cukup jelas sebenarnya bahwa Indonesia tidak bisa memberikan jaminan keamanan kepada seluruh tim peserta dengan adanya penolakan terhadap kehadiran Israel sebagai tim peserta  yang mewakili zona Eropa. Alasan politik menjadi dalih penolakan tersebut.

Minggu, 02 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan Hari Terkelam Sepak Bola Indonesia

Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/22) malam setelah pertandingan BRI Liga 1 2022/23 antara Arema FC dan Persebaya yang berakhir 2-3. Sejumlah suporter yang kecewa turun ke lapangan dan melakukan tindakan kekerasan, terjadilah kerusuhan di stadion, dan aparat keamanan melakukan tindakan yang barangkali kurang tepat. Polisi menembakkan gas air mata yang membuat suporter panik, kekacauan kian menjadi-jadi, dan ratusan korban jiwa pun jatuh. Padahal FIFA sudah melarang penggunaan gas air mata dalam menangani kerusuhan suporter. Setidaknya 125 orang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut, termasuk dua anggota POLRI. 1 Oktober 2022 menjadi hari paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia dan dunia pada abad ke-21.

Selain yang meninggal dunia, masih ada pula mereka yang mengalami luka-luka. Sabtu malam yang kelabu berbuah kisah sedih di hari Minggu. Ratusan keluarga -terutama di Malang- kehilangan orang-orang tercintanya pada hari ini. Jumlah korban yang jatuh di Kanjuruhan menjadi rekor dunia kedua dalam peristiwa kelam yang terjadi di stadion sepak bola. Tragedi di Estadio Nacional Lima (Peru) pada 24 Mei 1964 menelan korban 328 orang tewas masih menjadi rekor terburuk.

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka sedalam-dalamnya untuk seluruh keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Selamat menjalani dunia berbeda bagi mereka yang telah pergi. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sana. 

Semoga hal memilukan tersebut tidak bakal terulang lagi di Indonesia maupun di segenap penjuru buana. Meskipun setiap orang hidup pasti akan merasakan mati, tapi padam nyawa ketika menjadi penonton sepak bola adalah sebuah tragedi kemanusiaan. Ada pihak-pihak yang telah melakukan kesalahan dan mereka wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak mustahil pula FIFA akan memberi sanksi keras bagi PSSI. Liga 1 untuk sementara dihentikan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.



Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember.