Tampilkan postingan dengan label 2015/16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2015/16. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember. 

Senin, 30 Mei 2016

Madrid Berjaya Lagi di Eropa



Real Madrid mengulangi keberhasilan dua tahun silam dengan kembali menaklukkan Atletico Madrid di partai puncak Liga Champion Eropa 2015/16. Laga final musim ini berlangsung di Stadion San Siro Milan pada Sabtu (28/5) malam waktu Italia. El Real mesti memastikan kemenangannya atas Atleti lewat adu penalti 5-3, setelah kedua tim dari ibukota Spanyol itu bermain imbang 1-1 dalam 90 menit plus 2x15 menit masa ekstra. Di waktu normal, Los Blancos lebih dulu unggul melalui gol Sergio Ramos pada menit ke-19. Dua tahun lalu bek yang kini merupakan kapten Madrid itu pun mencetak gol di final di kota Lisbon Portugal.  Gol Yannick Carrasco di menit ke-79 membuat Los Colchoneros menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan penalti yang gagal dari Antoine Griezmann membuat skor tidak berubah hingga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. 



Tidak seperti final 2014, tiada gol tercipta pada 30 menit masa ekstra. Pada adu tendangan penalti, kelima penendang Madrid mampu sempurna menuntaskan kewajibannya, sementara Juanfran yang merupakan penendang ketiga Atletico tendangannya membentur mistar gawang Keylor Navas. Madrid pun berada di atas angin untuk memenangkan pertandingan. Cristiano Ronaldo sebagai penendang pamungkas kembali memperdaya Jan Oblak dan menjadi penentu keunggulan timnya. Biarpun tidak mampu menambah koleksi golnya saat final (di waktu normal) dan tak mampu menyamai prestasi dua musim lalu (17 gol), CR7 tetap menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion Eropa 2015/16 dengan 16 golnya. Untuk kelima kalinya Cristiano menjadi penyerang paling tajam di ajang antarklub juara Eropa. Hingga akhir musim ini, pemain Portugal itu pun mencatat rekor sebagai kolektor gol paling subur Liga Champion sepanjang masa dengan total 93 buah gol. Ronaldo kini telah memenangi tiga trofi Liga Champion, sekali bersama Manchester United (2008) dan dua kali bersama Real Madrid (2014 dan 2016). 


Ada sejumlah persamaan dan perbedaan di kubu Los Merengues dalam dua partai puncak antarklub Eropa yang berselang dua tahun. CR7 bersama Dani Carvajal, Sergio Ramos, Luka Modric, Gareth Bale, dan Karim Benzema kembali menghuni tim inti sebagaimana dua tahun lalu. Marcelo yang di final sebelumnya menjadi pemain pengganti turun sebagai starter di final tahun ini. Pepe yang hanya berada di bangku cadangan tempo hari turun penuh di Milan. Sementara Isco selalu bermain sebagai pemain pengganti dalam dua laga final. Sudah tiada lagi nama Iker Casillas, Fabio Coentrao, Sami Khedira, Angel di Maria, dan Alvaro Morata. Nama mereka digantikan oleh Keylor Navas, Casemiro, Toni Kroos, Danilo, dan Lucas Vasquez. Kroos mencatat rekor pribadi sebagai pemain yang pernah dua kali menjuarai Liga Champion bersama dua klub berbeda (Bayern Muenchen 2013 dan Madrid 2016). Jika Diego Siameone masih menjadi pelatih Atletico, maka Zinedine Zidane merupakan pelatih baru Madrid. Dua tahun lalu Zizou menjadi asisten bagi Carlo Ancelotti.


Zidane mengukir sejumlah rekor baru setelah membawa Los Blancos berjaya. Dia berhasil mengangkat Si Kuping Besar sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih Madrid. Zidane pun merupakan pelatih Perancis pertama yang sanggup menjuarai Liga Champion, sebuah prestasi yang lebih baik ketimbang Didier Deschamps (AS Monaco 2004) dan Arsene Wenger (Arsenal 2006) yang pernah membawa timnya tampil di final. Zizou mengikuti jejak Roberto Di Matteo (Chelsea 2012) yang sukses membawa anak asuhnya menjadi kampiun di Eropa, kendati berstatus sebagai pelatih pengganti pada pertengahan musim. Kebetulan keduanya sama-sama berkepala pelontos. 

Ada satu keunikan lagi dari Madrid. Jika dua musim kemarin Los Blancos meraih gelar ke-10 (la decima) tanpa pemain nomor 10, maka ketika mewujudkan gelar ke-11 (la undecima) Liga Champion Eropa, kembali tidak ada pemain nomor 10 yang diturunkan Madrid. James Rodriguez hanya berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Namun pemain nomor 11 -Gareth Bale- menjadi pemain andalan yang turun penuh dan menjadi salah satu penendang yang sukses dalam babak adu penalti.

Senin, 23 Mei 2016

United Juara Piala FA, Milan Absen di Eropa

Wayne Rooney dan Michael Carrick secara serempak mengangkat Piala FA 2016 (21/5).
Manchester United dan AC Milan memperoleh hasil yang berbeda ketika melakoni partai final Sabtu malam (21/5) akhir pekan lalu. Mesti melewati laga yang berlangsung 120 menit, United akhirnya mampu mengalahkan Crystal Palace 2-1 dan berhak mengangkat Piala FA 2016. Itulah trofi pertama yang diperoleh Red Devils dalam tiga musim terakhir, yakni sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson. Wayne Rooney dkk lebih dulu tertinggal 0-1 ketika Jason Puncheon membobol gawang David de Gea pada menit ke-78. Namun tiga menit kemudian, Juan Mata berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, yang bertahan hingga menit ke-90. Menjelang akhir babak I perpanjangan waktu, United mesti bermain dengan 10 pemain setelah Chris Smalling diberi kartu merah. Tapi dewi fortuna rupanya tengah menyertai anak asuh Louis van Gaal. Jesse Lingard yang turun menggantikan Mata menciptakan sebuah gol indah pada menit ke-110 dan menjadi penentu kemenangan United atas Palace. 


Setelah menerima Piala FA dari Pangeran William, Rooney sebagai kapten pertama mengajak serta Michael Carrick, kapten kedua sekaligus pemain paling senior di tim, untuk secara serempak mengangkat trofi yang terakhir diraih MU pada tahun 2004 tersebut. Itulah Piala FA ke-12 yang menjadi koleksi Red Devils dan menyamai rekor milik Arsenal. Bagi Louis van Gaal, Piala FA 2016 menjadi satu-satunya trofi yang dimenangkannya bagi United. Kegagalan lolos ke Liga Champion musim depan dipandang sebagai kegagalan sang pelatih asal Belanda. Jose Mourinho, orang yang pernah menjadi asisten LvG di Barcelona, sudah hampir pasti menjadi manajer MU pada musim 2016/17 mendatang.



Gol tunggal Morata memastikan kekalahan Milan dalam final Piala Italia 2016 (21/5).
Sementara itu, kendati final Piala Italia 2016 mesti melewati perpanjangan waktu pula, Milan akhirnya takluk dari Juventus dengan skor 0-1. Gol tunggal sang pemenang dicetak oleh Alvaro Morata ketika babak perpanjangan waktu tinggal tersisa 12 menit. Tim asuhan Christian Brocchi sebenarnya mampu mengimbangi permainan tim asuhan Massimiliano Allegri. Banyak peluang tercipta, tapi penyelesaian akhir yang buruk dari Carlos Bacca dkk membuat gawang Juventus yang dijaga Neto tetap aman hingga akhir laga. Paulo Dybala dkk pun membuat sejumlah peluang yang berhasil digagalkan Gianluigi Donnarumma hingga skor tetap 0-0 sampai 90 menit berakhir. Beruntunglah Juve yang memiliki materi pemain berkualitas yang lebih merata dan bermental juara. Morata yang baru saja diturunkan pada babak II perpanjangan waktu hanya perlu sedikit waktu untuk menaklukkan Donnarumma dan menjadi penentu kemenangan timnya.


La Vecchia Signora pun mengulangi kesuksesan musim lalu, meraih scudetto dan Coppa Italia di musim yang sama. Sementara nasib buruk rupanya masih enggan pergi dari Rossoneri, yang dipastikan gagal lolos ke Liga Europa musim depan, dan menjadi tahun ketiga absensi di ajang antarklub Eropa. Entah bagaimana kondisi Milan berikutnya masih menjadi teka-teki bagi semua orang, terutama bagi Milanisti seluruh dunia. Barangkali Brocchi pun akan diganti lagi dengan pelatih lainnya atau berapa banyak pemain baru lagi yang akan dihadirkan guna mengangkat status Milan, yang kini layak disebut sebagai tim semenjana, bukan lagi tim kandidat juara. Bagi Silvio Berlusconni dan Adriano Galliani, sudahkah kalian mawas diri sesudah kegagalan kesekian Rossoneri musim ini?

Sabtu, 21 Mei 2016

Kesempatan Terakhir MU dan Milan Meraih Piala


Crystal Palace vs ManUtd berjumpa lagi di final Piala FA.
Dua tim yang memiliki julukan "Setan Merah" -Manchester United dan AC Milan- pada Sabtu malam (21/5) bakal tampil di partai puncak perebutan Piala FA dan Piala Italia musim 2015/16. 
Bagi kedua tim, itulah kesempatan terakhir menjadi juara musim ini setelah kegagalan di kompetisi lainnya yang telah berakhir pekan lalu. 

Final FA Cup akan disiarkan secara langsung di SCTV (21/5/2016, pukul 23.30 WIB), sementara final Coppa Italia dapat disaksikan di Kompas TV (22/5/2016, pukul 01.30 WIB).

Manchester United mengakhiri EPL 2015/16 di nomor lima dan hanya berhak tampil di Liga Europa musim mendatang. Satu kemunduran ketimbang musim lalu yang bisa menempati peringkat keempat, sehingga berhak bermain di Liga Champion, meski gagal lolos ke fase knouck-out dan ketika melanjutkan langkah di Liga Europa pun mentok di babak perempat final. Louis van Gaal barangkali tak lagi menjadi manajer Red Devils musim depan dan menjuarai Piala FA akan menjadikannya memiliki jejak prestasi berupa trofi bagi tim penghuni Old Trafford. Wayne Rooney dkk akan berhadapan dengan Crystal Palace, klub nomor 15 EPL musim ini. Di atas kertas, United lebih diunggulkan menang dan pastilah demikian harapan MU-mania yang belum melihat tim kesayangannya menjadi juara lagi, sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada akhir musim 2012/13.


Ekspresi kegembiraan para pemain Milan yang diharapkan terjadi di final Coppa Italia.
Dalam enam laga terakhirnya di Serie A 2015/16, AC Milan ditangani oleh Cristian Brocchi yang menggantikan Sinisa Mihajlovic yang sudah dianggap gagal sebelum menggenapi musim pertamanya. Brocchi tidak mampu berbuat banyak dan Rossoneri akhirnya hanya mampu bertengger di nomor tujuh klasemen akhir Liga Italia musim ini. Posisi Milan bahkan berada di bawah Sassuolo, yang selama ini menjadi tim semenjana belaka. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Diavolo Rosso mesti absen berlaga di Eropa. Namun pintu sebenarnya masih terbuka karena tim yang bermarkas di San Siro itu bisa lolos ke Liga Europa musim depan jika mampu menjadi juara Coppa Italia. Namun lawan yang dihadapi memang begitu berat. Juventus adalah tim terbaik Italia yang baru saja memastikan scudetto kelimanya secara beruntun musim ini. Massimiliano Allegri, yang pernah membawa Milan juara Serie A 2010/11, tapi kemudian dipecat pada awal tahun 2014, justru berhasil mengantarkan Juventus dua kali meraih scudetto, melanjutkan prestasi mentereng Antonio Conte. Musim lalu tim asuhan Allegri menjuarai Serie A dan Coppa Italia, musim ini prestasi tersebut berpeluang kembali terjadi. Gianluigi  Buffon dkk jelas lebih lebih diunggulkan menang ketimbang Riccardo Montolivo dkk. Tapi kejutan senantiasa mungkin menjadi nyata dalam sepak bola dan hal itulah yang dinantikan Milanisti seluruh dunia. Semoga kita bisa tersenyum riang merasakan sukacita menjelang Minggu pagi datang nanti.

Sabtu, 14 Mei 2016

Final Liga Spanyol 2015/16 di Pekan Terakhir

Perebutan gelar juara La Liga 2015/16 antara Barca dan Madrid ditentukan di laga pekan pamungkas.  

Sebelum el clasico yang berlangsung awal April 2016, barangkali tidak ada yang membayangkan bahwa Real Madrid masih berpeluang menjadi juara Liga Primera Spanyol musim 2015/16. Saat itu Barcelona begitu gagah memimpin klasemen dengan keunggulan poin sembilan dan sepuluh di atas Atletico Madrid dan El Real. Bahkan Zinedine Zidane selaku manajer Los Blancos sudah lebih dulu mengibarkan bendera putih sehabis timnya ditaklukkan oleh Los Rojiblancos, beberapa pekan sebelum el clasico. Namun terjadi sesuatu yang tak terduga. Setelah dikalahkan Madrid 1-2, tim besutan Luis Enrique justru menuai hasil buruk secara beruntun, sementara Atletico maupun Los Merengues konsisten meraih kemenangan. 

Lionel Messi dkk memang akhirnya mampu bangkit dan kembali menundukkan lawan-lawannya dengan skor telak, namun koleksi poin kedua tim di bawahnya sudah telanjur menipis, bahkan tim asuhan Diego Simeone mampu menyamai poin El Barca.  Hingga jornada 36, Barca dan Atletico mengumpulkan poin yang sama (85) dan Madrid di peringkat ketiga dengan poin 84. Persaingan menjadi kampiun masih berlangsung di antara ketiga tim. Perubahan terjadi pada jornada 37, tatkala Azulgrana dan Los Blancos melanjutkan kemenangannya, sementara Los Colchoneros justru takluk dari Levante. Peluang Fernando Torres dkk menjuarai Liga Spanyol musim ini pun pupus. Perebutan gelar tinggal menjadi milik Barcelona (88) dan Real Madrid (87) yang hanya berselisih satu poin, sebelum menjalani laga pamungkas 2015/16.

Maka jornada 38 yang dimainkan Sabtu, 14 Mei 2016, benar-benar menjadi pertandingan final untuk menentukan siapa sejatinya tim terbaik di negeri matador tahun ini. Barca tetap berada di atas angin untuk mempertahankan gelarnya karena bermain tandang menghadapi Granada, tim peringkat ke-16. Kemenangan bukan hal yang sulit diraih Lionel Messi dkk mengingat reputasi kedua tim dan tren positifnya akhir-akhir ini. Sementara itu Cristiano Ronaldo dkk menjalani laga tandang melawan Deportivo La Coruna, tim peringkat ke-13. Menang dengan skor berapa pun tidak akan membuat Los Merengues menjadi jawara sekiranya tim besutan Luis Enrique mampu mengalahkan Granada. Kemenangan Madrid atas La Coruna menjadi berarti hanya jika Granada berhasil menggagalkan Barca meraih poin tiga, setidaknya menahan imbang sang juara bertahan.

Para pencinta Real Madrid sungguh berharap hadirnya keajaiban yang membuat Zizou meraih trofi perdananya sebagai seorang pelatih. Harapan mesti terus dinyalakan. Namun seandainya pun gagal membawa Los Blancos menjuarai Liga Spanyol musim ini, pujian tetap layak diberikan. Konsistensi permainan Madrid sejak ditangani Zidane membuat persaingan merebut gelar juara La Liga dapat berlangsung seru hingga pekan terakhir. Dan jangan lupa bahwa masih ada kesempatan mewujudkan trofi ke-11 Liga Champion Eropa pada 28 Mei 2016 mendatang. Caranya tentu saja adalah dengan mengandaskan Atletico Madrid di San Siro Milan.

Rabu, 27 April 2016

Madrid Tanpa Ronaldo Diimbangi City

Duel antara Vincent Kompany dan Gareth Bale di Etihad Stadium (26/4).(getty images)
Bermain tanpa Cristiano Ronaldo yang belum pulih dari cederanya, Real Madrid hanya meraih hasil imbang 0-0 melawan Manchester City. Semifinal pertama Liga Champion 2015/16 itu berlangsung di Etihad Stadium pada Selasa malam (26/4) waktu Manchester. Ronaldo mengalami cedera otot paha kanan ketika Madrid mengalahkan Villareal 3-0 di La Liga Rabu pekan lalu (20/4).  Ketika Los Blancos menang tipis 3-2 atas Rayo Vallecano pada jornada 35 yang berlangsung Minggu (24/4), CR7 kudu absen. Waktu itu dua gol dicetak Gareth Bale dan satu gol lainnya oleh Lucas Vasquez. 
Ketika Cristiano kembali tidak bermain di Manchester, Lucas yang menggantikan posisinya. Sayang sekali, Karim Benzema tidak dalam kondisi fit dan digantikan oleh Jese Rodriguez di babak kedua semifinal pertama Liga Champion. Bale tidak mampu berbuat banyak tanpa kehadiran CR7 dan Benzema. Sejumlah peluang dibuat anak asuh Zinedine Zidane, tapi sebagian mampu dimentahkan Joe Hart, kiper City yang bermain cemerlang. 
Mengingat El Real pernah kalah 0-2 kala bertandang menghadapi Wolfsburg di perempat final pertama, hasil seri di Etihad Stadium bukanlah hal yang cukup buruk. Apalagi Madrid bertanding tanpa kehadiran mesin gol utamanya. Seluruh pencinta Los Galacticos hanya bisa mengharapkan Cristiano dan Benzema segera pulih dari cederanya, lantas bisa kembali menjadi andalan timnya dan mencetak gol kala menjamu The Citizens pada semifinal kedua Rabu pekan depan (4/5). Eksistensi mereka juga sangat diperlukan untuk menghadapi tiga laga terakhir La Liga yang wajib dimenangkan, tentu sembari berharap Barcelona dan Atletico terpeleset, sehingga CR7 dkk bisa menjuarai Liga Spanyol. 

Benang Merah Kedua Tim
Manchester City maupun Real Madrid sama-sama dikapteni oleh bek bernomor empat, Vincent Kompany dan Sergio Ramos. Kedua tim menurunkan sejumlah pemain Spanyol, Brasil, dan Prancis sepanjang 90 menit laga. Mereka yang berasal dari Spanyol adalah David Silva, Jesus Navas (City), Ramos, Dani Carvajal, Lucas, Jese, dan Isco (Madrid). Para pemain Brasil, yaitu Fernando, Fernandinho (City), Marcelo, dan Casemiro (Madrid). Tiga pemain Prancis yang tampil di Etihad Stadium adalah Bacary Sagna, Gael Clichy (City), dan Benzema (Madrid).
Selain Silva dan Navas yang pernah bermain di liga negaranya sendiri, masih ada beberapa mantan pemain klub Liga Spanyol lainnya di City, di antaranya adalah Nicolas Otamendi dan Sergio Aguero, keduanya pemain Argentina. Sedangkan di kubu Madrid terdapat Luca Modric dan Bale yang pernah menjadi pemain Tottenham Hotspur, klub Liga Inggris. Ronaldo, yang tidak bermain di semifinal, justru pernah menjadi bintang Manchester United, tim sekota The Citizens.

Selasa, 26 April 2016

Serba-Serbi Semifinal Liga Champion 2015/16

Empat Klub dari Tiga Kota M, Final di Milan 
REAL MADRID
Semifinal Liga Champion Eropa 2015/16 akan memanggungkan empat tim dari tiga kota berawalan huruf M (Madrid, Manchester, dan Muenchen) yang berjuang untuk tampil di partai puncak yang berlangsung di kota Milan (yang berawalan huruf M pula) pada 28 Mei 2016. 

Dua wakil Madrid sekaligus Spanyol (Real Madrid dan Atletico Madrid) bakal meladeni tantangan dari wakil Manchester (Manchester City - Inggris) dan Muenchen (Bayern Muenchen - Jerman). Los Blancos lebih dulu bertandang ke Etihad Stadium pada Selasa (26/4), sementara Los Rojiblancos menjamu Die Roten pada Rabu (27/4). Semifinal kedua berlangsung 3-4 Mei 2016. Muenchen menjadi tim yang paling dijagokan meraih piala Si Kuping Besar diikuti Madrid, Atletico, dan City.

Tim Juara vs Calon Juara 
MANCHESTER CITY
Real Madrid dan Bayern Muenchen merupakan tim yang sudah berpengalaman menjadi kampiun Liga Champion, Madrid 10 kali juara dan Muenchen mengoleksi lima trofi. 

Terakhir kali Los Blancos menggapainya pada 2013/14, sementara Die Roten berjaya di musim 2012/13. Kedua tim juga langganan tampil di empat besar. Dalam 10 musim terakhir, El Real lima kali dan Die Bayern enam kali menjadi semifinalis. 

Sementara itu Manchester City dan Atletico Madrid belum pernah menjadi jawara. City bahkan baru pertama kalinya melaju hingga empat besar musim ini. Biasanya Manchester United yang lebih kerap mewakili kota Manchester tampil di babak-babak akhir kompetisi antarklub Eropa dan pernah menjuarainya pula. Atletico dua musim lalu tampil di final, namun ditaklukkan oleh Madrid.   

Nike vs Adidas
Dua merek apparel olah raga paling terkemuka, Nike dan Adidas, berhadapan langsung di semifinal 2015/16. City dan Atletico disponsori Nike, sedangkan Madrid dan Muenchen disponsori Adidas. Dalam satu dekade terakhir, Nike lebih kerap berjaya ketimbang Adidas. Barcelona (2005/06, 2008/09, 2010/11, 2014/15), Manchester United (2007/08), dan Internazionale (2009/10) berkostum Nike. AC Milan (2006/07), Chelsea (2011/12), Bayern Muenchen (2012/13), dan Real Madrid (2013/14) berseragam Adidas. 

Persaingan Pelatih
Semifinal musim ini menjadi duel manajer tim asal Eropa dan Amerika Latin. Zinedine Zidane (Madrid/Prancis) dan Josep Guardiola (Muenchen/Spanyol) adalah pelatih kelahiran Benua Biru, sementara Manuel Pellegrini (City/Cile) dan Diego Simeone (Atletico/Argentina) merupakan para perantau dari Amerika. Zizou berhadapan dengan Pellegrini, Pep beradu strategi dengan Simeone.

Guardiola merupakan satu-satunya pelatih semifinalis musim ini yang pernah membawa timnya memenangi Liga Champion, bahkan dia melakukannya dua kali bersama Barcelona (2008/09 dan 2010/11). Lelaki Spanyol itu pun pernah menjuarai Liga Champion sebagai pemain Barca (1991/92). Pellegrini dan Simeone sebelumnya pernah membawa timnya hingga empat besar. Zidane baru pertama kalinya membawa anak asuhnya tampil di semifinal, bahkan tahun ini adalah debutnya menjadi pelatih tim senior. Tapi lelaki Prancis berdarah Aljazair itu pernah merasakan keberhasilan Madrid di Eropa sebagai pemain (2001/02) dan asisten pelatih (2013/14). 

Dominasi Spanyol
ATLETICO MADRID
Sebagaimana musim lalu, terdapat dua klub Spanyol yang menempati empat besar Liga Champion musim 2015/16. Posisi Madrid tetap, sementara posisi Barca digantikan Atletico -yang menyisihkannya di perempat final- tahun ini. Dua musim silam, tiga klub Negeri Matador bahkan mendominasi semifinal. Dan hebatnya lagi, juara Liga Champion dalam dua musim terakhir adalah tim La Liga : Real Madrid dan Barcelona. 

Dua pelatih klub non-Spanyol, Pellegrini (City) dan Guardiola (Muenchen), merupakan pelatih klub Liga Spanyol beberapa tahun silam. Pellegrini tercatat pernah menangani Villareal (2004-2009), Madrid (2009-2010), dan Malaga (2010-2013). Guardiola berprestasi luar biasa ketika membesut Barcelona (2008-2012). 

Seluruh semifinalis pun memiliki pemain Spanyol, tidak terbatas pada Madrid dan Atletico. Los Blancos antara lain mengandalkan Sergio Ramos, Dani Carvajal, Isco, Lucas Vasquez, Isco, dan Jese. Los Rojiblancos kerap memainkan Juanfran, Koke, Gabi, dan Fernando Torres. The Citizens diperkuat oleh David Silva dan Jesus Navas. Die Roten memiliki Juan Bernat, Thiago Alcantara, Xabi Alonso, dan Javi Martinez.

Pemain Prancis dan Brasil

BAYERN MUENCHEN
Selain diperkuat pemain Spanyol, seluruh tim empat besar juga memiliki pemain Brasil dan Prancis. Sebagian besar dari mereka menjadi pemain inti di tim masing-masing.

Mereka yang berasal dari Brasil, yaitu : Fernando dan Fernandinho (City), Marcelo, Danilo, dan Casemiro (Madrid), Filipe Luis (Atletico), Rafinha dan Douglas Costa (Muenchen). 

Para pemain Prancis yang tampil di semifinal adalah Bacary Sagna, Gael Clichy, Ellaquim Mangala (City), Raphael Varane dan Karim Benzema (Madrid), Antoine Griezmann (Atletico), Franck Ribery dan Kingsley Coman (Muenchen).  

# Data dan foto dari beragam sumber.

Kamis, 21 April 2016

United Kian Dekati Posisi Keempat

Matteo Darmian menjadi pahlawan kemenangan United atas Palace.(getty images)
Setelah mengalami kekalahan 0-3 dari Tottenham Hotspur pada pekan ke-32 (9/4), Manchester United mampu bangkit dan meraih tiga kemenangan beruntun. Tim besutan Louis van Gaal lolos ke semifinal Piala FA setelah menyingkirkan West Ham United 2-1 dalam laga ulangan perempat final (13/4). Sesudah itu MU mengalahkan Aston Villa 1-0 (16/4) dan Crystal Palace 2-0 (20/4) di Liga Primer Inggris 2015/16. Dua kemenangan di liga mendekatkan posisi Red Devils ke posisi keempat, tiket terakhir ke Liga Champion musim mendatang. United masih berada di nomor lima, tapi hanya berselisih poin satu dan dua dengan Arsenal (4) dan Manchester City (3). Perebutan tiket ketiga dan keempat ke Liga Champion akan menjadi pertarungan habis-habisan duo tim Manchester dan The Gunners dalam empat laga yang tersisa.

Wayne Rooney, yang sekian lama absen, kembali menjadi kapten dalam dua pertandingan terakhir di liga. Rooney dimainkan di posisi penyerang lubang, sementara striker utama tetap ditempati Marcus Rashford, yang mencetak gol tunggal ke gawang Villa. Melawan Palace, giliran Matteo Darmian menjadi pemeran utama. Dua gol yang tercipta merupakan andil besar pemain jebolan tim junior AC Milan tersebut. Bermain sebagai bek kiri, Darmian membuat gol pertamanya bagi United dengan cara yang indah di depan publik Old Trafford. Gol bunuh diri Damien Delaney pada menit ke-4 terjadi karena bek Palace itu salah mengantisipasi umpan lambung Darmian.

Akhir pekan ini (23/4) Rooney dkk akan menghadapi Everton pada laga semifinal Piala FA. Kesempatan meraih trofi masih terbuka musim ini bagi anak asuh Louis van Gaal jika sanggup menyingkirkan Everton dan menundukkan siapa pun lawan di final. Sementara di Liga Primer, MU masih akan menghadapi Leicester City, Norwich City, West Ham United, dan Bournemouth. Semoga Setan Merah mampu meraih kemenangan dalam semua pertandingan yang tersisa hingga Mei 2016 nanti.

Senin, 21 Maret 2016

Kembalinya Trio BBC Madrid

Trio BBC kembali mencetak gol ketika Madrid menang 4-0 atas Sevilla. (AFP)
Kemenangan Real Madrid atas Sevilla 4-0 pada Minggu malam (20/3) menjadi momentum kembalinya Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo (Trio BBC) bermain serta mencetak gol bersama-sama. Bale dan Benzema berkali-kali absen karena cedera, sehingga Cristiano mesti berkali-kali berganti rekan di sektor depan Los Blancos. Benzema yang baru pulih dari cedera, langsung menjadi pemain inti, dan mengawali kemenangan dengan golnya pada menit ke-6. Ronaldo sempat gagal mencetak gol lewat titik penalti, tapi di menit ke-64 akhirnya berhasil membuat Madrid unggul 2-0. Dua gol berikutnya dicetak Bale (66') dan Jese Rodriguez (86') yang turun menggantikan Bale. CR7 masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Liga Spanyol 2015/16 dengan 28 gol. Benzema kini mengoleksi 20 gol di La Liga, sementara Bale membakukan rekor anyar sebagai pemain terproduktif Inggris Raya di Liga Spanyol. Pemain asal Wales itu mencetak 43 gol dari 76 laga selama membela Madrid, sementara rekor sebelumnya dipegang Gary Lineker -striker legendaris Inggris- yang mencetak 42 gol selama 103 kali bermain untuk Barcelona (1986-1989). 

Los Merengues tidak beranjak dari nomor tiga setelah menjalani jornada 30, namun kini hanya berjarak satu poin dengan Atletico Madrid yang menempati posisi kedua. Barcelona masih tegar memimpin klasemen Liga Primera dengan selisih angka yang signifikan. Pertandingan Madrid selanjutnya adalah menantang El Barca pada Sabtu malam (2/4). Pekan depan tidak ada jadwal Liga Spanyol karena adanya laga internasional antarnegara. Sebagian besar pemain Los Blancos maupun Blaugranas akan meninggalkan klubnya untuk bergabung dengan tim nasional masing-masing. Zinedine Zidane sebagai arsitek Madrid menyatakan siap menghadapi el clasico dengan optimisme seiring hasil positif melawan Sevilla. Target Zizou adalah menggusur Atletico sebagai runner-up karena meraih trofi Liga Spanyol musim ini sudah tidak lagi realistis. Sebaiknya CR7 dkk tinggal memenangi semua laga yang tersisa dengan banyak gol indah, demi menghibur hati para pencinta Real Madrid seluruh dunia.

Rashford Pahlawan Kemenangan MU dalam Derbi

Marcus Rashford merayakan gol tunggalnya ke gawang Manchester City. (manutd.com)


Keceriaan akhirnya bersemi lagi di wajah para pencinta Manchester United di segenap penjuru buana. Tim kesayangannya berhasil kembali meraih kemenangan dan lawan yang ditaklukkan pun Manchester City, sang tetangga berisik di hadapan para pendukungnya yang memadati Etihad Stadium. Derbi Manchester yang merupakan laga ke-30 Liga Premier Inggris 2015/16 bagi kedua tim berlangsung Minggu malam (20/3). Sebelum pertandingan, tuan rumah lebih diunggulkan karena berada di peringkat yang lebih tinggi di klasemen sementara EPL dan baru pertama kalinya lolos ke perempat final Liga Champion. Sementara itu United justru menjalani empat laga terakhirnya tanpa kemenangan, yaitu dua kali kalah dan dua kali seri. Tim besutan Louis van Gaal turun peringkat di EPL setelah kalah dari West Bromwich Albion (5/3) , disisihkan Liverpool di 16 besar Liga Europa dengan agregat 1-3  (10/3 dan 17/3), dan langkahnya tertahan di 8 besar di Piala FA setelah bermain imbang dengan West Ham United (13/3). Namun ternyata dewi fortuna sedang menyertai langkah Setan Merah. Marcus Rashford menjadi pencetak gol tunggal MU di menit ke-16. Penyerang bernomor 39 itu mencetak rekor baru sebagai pemain termuda yang mencetak gol dalam derbi Manchester dalam usia 18 tahun 141 hari. Sebuah fakta yang membanggakan, Rashford merupakan pemain muda asli Inggris hasil pembinaan akademi Manchester United sendiri.
Hasil laga ke-30 tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Liga Inggris, namun City kini hanya unggul satu angka dari United. Persaingan merebut tiket ketiga dan keempat Liga Champion musim depan pun masih akan berlangsung seru antara Arsenal (55), City (51), West Ham (50), dan United (50). Empat tim tersebut masih memiliki delapan pertandingan hingga akhir musim. Sementara untuk menjadi kampiun EPL hanya tinggal diperebutkan oleh Leicester City (66) dan Tottenham Hotspur (61) yang telah melewati 31 laga serta menyisakan tujuh pertandingan.
Sebagai klub asal Inggris, United memasang empat pemain lokal dalam tim inti, yaitu Chris Smalling, Michael Carrick, Jesse Lingard, dan Marcus Rashford. City hanya memberi kepercayaan kepada Joe Hart dan Raheem Sterling, yang malangnya mereka berdua mengalami cedera sehingga harus diganti dan terpaksa absen membela tim nasional Inggris dalam laga internasional menghadapi Jerman (26/3) dan Belanda (29/3). Derbi Manchester kemarin juga mempertemukan lima pemain Prancis (Bacary Sagna, Gael Clichy, dan Eliaquim Mangala; Morgan Schneiderlin dan Anthony Martial), empat pemain Spanyol (David Silva dan Jesus Navas; David de Gea dan Juan Mata), serta empat pemain Argentina (Martin Demichelis, Sergio Aguero, dan Willy Caballero; Marcos Rojo).
Susunan Pemain:
Manchester City : Hart (Caballero 50'); Sagna, Demichelis (Wilfried 53'), Mangala, Clichy; Fernandinho, Toure (k); Navas, Sterling (Fernando 26'), Silva; Aguero.
Manchester United: De Gea; Darmian (Fosu-Mensah 84'), Smalling, Blind, Rojo (Valencia 63'); Schneiderlin, Carrick (k); Lingard, Mata (Schweinsteiger 70'), Martial; Rashford.

Sabtu, 12 Maret 2016

Trio "Fly Emirates" Lolos ke 8 Besar

Laga perdelapan final kedua Liga Champion Eropa 2015/16 yang melibatkan delapan tim pertama telah berlangsung pada pertengahan pekan kedua Maret 2016. Real Madrid (Spanyol), Wolfsburg (Jerman), PSG (Prancis), dan Benfica (Portugal) telah memastikan tempat di babak perempat final. Madrid menyingkirkan AS Roma (Italia) dengan skor agregat 4-0, Wolfsburg menundukkan KAA Gent (Belgia) 4-2, PSG menyisihkan Chelsea (Inggris) 4-2, dan Benfica mengandaskan Zenit St Petersburg (Rusia) 3-1. Hebatnya, empat tim yang lolos tersebut selalu memenangi laga kandang dan tandang di babak 16 besar. 
Angel di Maria meloloskan PSG ke 8 besar Liga Champion. (AFP)
Ada sebuah persamaan dimiliki tiga klub (Madrid, PSG, dan Benfica), yaitu "Fy Emirates" menjadi sponsor resmi dan namanya terpampang di bagian depan kostum. Selain ketiganya, masih ada beberapa tim Eropa lain yang menjalin bisnis dengan maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab tersebut. Mereka adalah Arsenal (Inggris), AC Milan (Italia), Hamburg SV (Jerman), dan Olympiakos (Yunani). Hanya Arsenal yang juga tampil di Liga Champion musim ini dan masih bertahan di 16 besar. Tapi tampaknya langkah The Gunners tak akan berlanjut karena di laga pertama kalah 0-2 dari Barcelona. 
Cristiano Ronaldo telah mencetak 13 gol di Eropa musim ini. (Reuters)
Rekor Gol CR7
Sesudah menyumbang satu gol dalam laga di Roma, Cristiano Ronaldo kembali membuat satu gol (plus satu assist untuk James Rodriguez) ketika Los Blancos menjamu Giallorossi di Santiago Bernabeu pada Selasa malam (8/3) waktu Spanyol. Skor 2-0 pun dua kali terjadi di Roma maupun Madrid. CR7 berhasil membakukan sejumlah rekor baru. Sepanjang musim 2015/16 yang belum usai, dia telah mengoleksi 40 gol di semua ajang. Cristiano pun menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion sementara musim ini dengan 13 gol. Total golnya di ajang antarklub Eropa selama memperkuat Manchester United dan Real Madrid kini menjadi 90 gol. Pesaing terdekatnya adalah Lionel Messi (Barcelona) dengan 82 gol. Mestinya Ronaldo tidak akan puas hanya menjadi raja gol lagi, tapi dia pasti berambisi besar agar bisa mengangkat trofi Liga Champion ke-11 untuk Los Merengues di San Siro, Milan pada 28 Mei 2016 nanti. Apalagi itulah satu-satunya kesempatan Madrid menjadi kampiun musim ini.

Senin, 07 Maret 2016

Empat Gol Ronaldo dan Kembalinya Bale


Peluang Real Madrid meraih trofi La Liga 2015/16 praktis nyaris tiada lagi ketika kalah 0-1 dari Atletico Madrid pada jornada 26 yang berlangsung Minggu (28/2). Itulah kekalahan perdana Los Blancos di bawah manajer Zinedine Zidane. Cederanya Karim Benzema membuat kekuatan Madrid di atas kertas makin melemah. Cristiano Ronaldo bahkan sempat murka saking kecewanya melihat kondisi rekan-rekannya yang mesti absen lama karena cedera. Tentu berbeda dengan dirinya yang selalu segar bugar dan hanya perlu istirahat sebentar ketika cedera. Namun tim besutan Zidane ternyata mampu bangkit dengan memenangkan dua laga berikutnya, yaitu mengalahkan Levante (3-1) pada Rabu (2/3) dan Celta Vigo (7-1) pada Sabtu (5/3).

Bale kembali bermain bersama Ronaldo dkk setelah pulih dari cedera.(skysports)
Ketika bertandang ke Levante, Cristiano membuat satu gol lewat titik penalti, sedangkan gol lainnya adalah hasil bunuh diri kiper lawan dan dari kaki Isco. Sementara itu kala menjamu Celta Vigo, sang bintang nomor 7 bahkan secara sensasional mampu mencetak empat gol di babak kedua. Gol pertama dari Pepe membuat babak pertama Madrid vs Celta berakhir 1-0. Gol-gol yang dicetak Ronaldo menjadikannya pencetak gol terbanyak Liga Spanyol dengan 27 gol pada jornada 28. Setelah empat gol CR7 membuat kedudukan menjadi 5-1, dua gol berikutnya disumbang Jese Rodriguez dan Gareth Bale. Kembalinya Bale yang langsung mampu membuat gol menjadi sesuatu yang berharga, mengingat pemain nomor 11 itu sudah delapan pekan tidak bisa bermain lantaran mesti memulihkan cederanya. Trio BBC memang belum bersatu lagi karena Benzema justru mendapat giliran istirahat. Tapi ada hal yang menarik saat muncul nama striker muda bernama Borja Mayoral yang dipercaya menggantikan posisi Benz. Borja adalah pemain andalan Zizou di tim Castilla Real Madrid, kualitasnya telah dipahami sang pelatih.yang memberinya kesempatan bermain bersama Sergio Ramos dkk di tim senior. Meski beluam menyumbang gol, aksi Borja cukup mengesankan sebagai pemain depan yang masih belia.

Satu-satunya gelar yang masih bisa diraih Madrid musim ini hanya Liga Champion. Los Merengues sejauh ini hampir pasti lolos ke perempat final, setelah mengantungi kemenangan tandang atas AS Roma (2-0) dalam laga pertama perdelapan final yang berlangsung Selasa (17/2) dua pekan silam. Madrid akan menjamu tim ibukota Italia dalam laga kedua yang dimainkan Selasa malam (8/3) waktu Spanyol. Mestinya kemenangan kandang bisa dicapai anak-anak asuh Zizou, agar Madridista kembali ceria dan membuat CR7 dkk lebih percaya diri untuk merebut gelar ke-11 di Liga Champion musim ini.

Duo "Setan Merah" Takluk Kala Tandang

Donnarumma tak kuasa menahan tendangan Sansone. (getty images)
AC Milan dan Manchester United, dua tim yang memiliki julukan "Setan Merah", mengalami nasib serupa ketika menjalani laga tandang pada Minggu malam (6/3). Milan dan United sama-sama ditaklukkan tim tuan rumah dan menempatkan kedua tim di peringkat yang sama di klasemen liga masing-masing. Tim besutan Sinisa Mihajlovic kandas dari Sassuolo 0-2 di Stadion Citta del Tricolore. Rekor positif Milan yang tidak pernah kalah dalam 12 laga beruntun terhenti jua pada akhirnya. Il Diavolo Rosso pun menderita tujuh kali kekalahan dan masih tertahan di nomor enam klasemen Serie A 2015/16. Protes keras Mihajlovic terhadap wasit membuatnya diusir dari pinggir lapangan dan menambah aura negatif kubu Milan. Upaya Gianluigi Donnarumma dkk merebut tiket ke Eropa musim depan kembali terhambat. 

Juan Mata berjalan lesu setelah diusir wasit. (AFP)

Sementara itu, MU pun mengalami kesialan saat kalah 0-1 dari West Brom Albion. Hasil itu membuat peringkat the Red Devils melorot ke nomor enam klasemen Liga Primer Inggris 2015/16, disalip oleh West Ham United. Diusirnya Juan Mata di babak pertama membuat permainan anak asuh Louis van Gaal tidak mampu berkembang dan gagal mencetak gol. Mata sendiri seperti menjadi pemeran utama lakon "from hero to zero". Pada laga pekan ke-28 yang berlangsung Rabu (2/3), Mata menjadi kapten sekaligus pencetak gol tunggal kemenangan United atas Watford. Namun gelandang asal Spanyol itu justru melakukan hal bodoh yang membuatnya dihadiahi wasit kartu merah dan timnya pun kandas dari WBA. Padahal ada tiga pemain yang sudah pulih dari cedera (Mateo Darmian, Chris Smalling, dan Anthony Martial) kembali menghuni tim inti, tapi hal itu menjadi sia-sia belaka.

Kamis, 03 Maret 2016

Pesta Gol Bawa Milan ke Final Coppa Italia

Jeremy Menez kembali bikin gol.(acmilan.com)

Peluang satu-satunya AC Milan untuk meraih trofi musim ini telah berada di depan mata. Tim besutan Sinisa Mihajlovic sukses menundukkan Alessandria 5-0 dalam laga kedua semifinal Coppa Italia 2015/16. Pertandingan yang berlangsung di San Siro pada Selasa (1/3) menjadi momentum kembali bersinarnya sejumlah pemain. Jeremy Menez yang cukup lama absen bermain mampu mencetak dua gol, setelah 332 hari pemain asal Prancis itu mengalami paceklik gol. Alessio Romagnoli pun turut menyumbang dua gol. Bek berusia 21 tahun itu mencetak gol pertama dan keduanya untuk Milan dalam satu laga. Satu gol lagi dibuat Mario Balotelli, sang pencetak gol tunggal Milan pada semifinal pertama.

Alessio Romagnoli dan Mario Balotelli turut mencetak gol.(acmilan.com)

Apa yang dilakukan Mihajlovic merupakan pencapaian positif bagi klub. I Rossoneri mesti menunggu 13 tahun untuk bisa kembali berlaga di partai puncak Coppa Italia. Perjalanan menuju final musim ini dilalui dengan enam kemenangan beruntun. Tiga belas tahun silam, pada musim 2002/03, Milan yang diarsiteki Carlo Ancelotti menjadi juara dengan mengalahkan AS Roma (4-1, 2-2). Tim yang kemungkinan besar akan dihadapi Balotelli dkk adalah Juventus, tim terbaik Italia dalam lima musim terakhir. Menjadi kampiun Coppa Italia menjadi sarana Milan meraih tiket ke Liga Europa musim depan, sekiranya tim Merah-Hitam tidak mampu menduduki posisi lima besar Serie A pada akhir musim.

Susunan Pemain AC Milan : Abbiati; De Sciglio, Zapata, Romagnoli, Antonelli; Honda, Poli, Kucka (Mauri, 45'), Bonaventura (Boateng, 58); Balotelli, Menez (Bacca, 74')

Rabu, 02 Maret 2016

Beberapa Hal Menarik dari MU vs Arsenal (3-2)

Manchester United berhasil mengandaskan Arsenal 3-2 dalam laga Liga Primer Inggris 2015/16 yang berlangsung di Old Trafford pada Minggu malam (28/2). Ada sejumlah hal menarik yang mewarnai pertandingan terakhir bulan Februari 2016 tersebut. Yang pertama tentunya adalah kembalinya Marcus Rashford menjadi pahlawan bagi timnya. Pemain berusia 18 tahun itu mencetak dua gol dalam debutnya di EPL, setelah melakukan hal yang sama dalam debutnya di Liga Europa tiga hari sebelumnya. 


Marcus Rashford membuat dua gol lagi bagi MU.(getty images)
Rashford pun mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda ketiga bagi United, berada di bawah Federico Macheda dan Danny Welbeck. Uniknya, Welbeck satu kali membobol gawang mantan klubnya dalam pertandingan akhir pekan lalu. Maka menjadi sebuah benang merah tersendiri ketika tiga gol yang terjadi di babak I United vs Arsenal ternyata dihasilkan oleh dua pemain jebolan akademi Manchester United : Rashford dan Welbeck. Sementara itu, dua gol yang tercipta di babak II dibuat oleh dua pemain jebolan klub Liga Spanyol. Ander Herrera (MU) adalah mantan pemain Athletic Bilbao, sementara Mesut Oezil (Arsenal) pernah menjadi pemain Real Madrid.

Ketika menghitung jumlah pemain inti kedua tim yang berasal dari satu negara, Inggris dan Spanyol sama-sama menyumbang lima pemain. Mereka yang merupakan pemain lokal Inggris, yaitu : Michael Carrick, Jesse Lingard, dan Marcus Rashford (MU), menghadapi Theo Walcott dan Danny Welbeck (Arsenal). Sementara pemain asing asal Spanyol, yaitu : David de Gea, Ander Herrera, dan Juan Mata (MU), plus Nacho Monreal dan Hector Bellerin (Arsenal). The Gunners sebenarnya masih memiliki pemain Spanyol lainnya yang absen karena cedera, seperti Mikel Arteta dan Santi Cazorla. 

Selain Rashford yang baru dua kali bermain untuk tim senior, ada dua pemain tim junior United yang diberi kesempatan pertama memperkuat tim senior oleh Louis van Gaal , yakni Timothy Fonsu-Mensah dan James Weir. Ternyata dalam dua musim menangani the Red Devils, LvG telah memberi kesempatan debut kepada 14 pemain akademi MU, di antaranya adalah Jesse Lingard, Tyler Blacket, Andreas Pereira, Paddy McNair; Cameron Bortwick-Jackson, Joe Riley, Rashford, dan Fosu-Mensah.  

Susunan pemain Manchester United vs Arsenal:
Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Varela, Carrick, Blind, Rojo (Fosu-Mensah 55); Schneiderlin, Herrera (James Weir 90+5); Lingard, Mata, Memphis; Rashford (Januzaj 80).

Arsenal (4-2-3-1): Cech; Bellerin, Gabriel, Koscielny, Monreal; Ramsey, Coquelin (El Nenny 70); Walcott (Giroud 63), Ozil, Sanchez; Welbeck (Alex Iwobi 83).

Sabtu, 27 Februari 2016

Marcus Rashford, Berkah Tersembunyi MU

Marcus Rashford mencetak dua gol ketika MU mengalahkan Mitdjylland 5-1.(independent.co.uk)

Sebelum Manchester United menjamu Mitdjylland di laga kedua babak 32 besar Liga Europa 2015/16, barangkali sangat sedikit orang yang mengenal nama Marcus Rashford, bahkan penggemar The Red Devils sekalipun. Cederanya Anthony Martial menjelang pertandingan di Old Trafford pada Kamis malam (25/2) waktu Inggris justru menjadi berkah tersembunyi bagi sang pemain bernomor 39. Louis van Gaal tidak memiliki pilihan lain karena Wayne Rooney sebagai striker utama masih cedera. Ternyata langkah darurat yang dilakukan sang manajer berbuah manis. United akhirnya mampu mengandaskan Mitdjylland dengan skor telak 5-1, dengan dua gol dicetak oleh Rashford. Pemain 18 tahun itu laksana hadir di saat yang tepat dan namanya pun serta-merta melejit ke permukaan. 

United lebih dulu tertinggal 0-1 pada menit ke-27  dan gol bunuh diri bek Mitdjylland (32') membuat babak pertama berakhir imbang 1-1. Tendangan penalti Juan Mata (42') mampu digagalkan kiper lawan. Pada babak kedua Rashford menjadi penyelamat timnya dengan membuat dua gol pada menit ke-63 dan ke-75 yang membuat United telah unggul secara agregat atas lawannya dari Denmark. Ander Herrera kemudian membuat gol penalti (87') dan disusul satu gol Memphis Depay (90') memantapkan kemenangan Setan Merah menjadi 5-1.  Manchester United pun lolos ke 16 besar Liga Europa dengan agregat 6-3. 

Derbi dua klub Inggris akan berlangsung di perempat final Liga Europa pada Maret 2016 mendatang dengan bertemunya Liverpool dan Manchester United. Tim asuhan Juergen Klopp akan lebih dahulu menjamu tim asuhan LvG pada pekan kedua bulan ketiga dan seminggu kemudian kedua tim bermain di Old Trafford. Tentu akan menjadi laga yang sangat menarik mengingat kedua tim dipastikan gagal menjadi juara EPL musim ini dan masih berharap lolos ke Liga Champion musim depan. Caranya tentu saja dengan menjadi kampiun Liga Europa musim ini.

Setelah melewati serangkaian hasil buruk, dua pertandingan pada pekan terakhir Februari 2016 dapat dilalui ManUtd dengan kemenangan. Mestinya hal itu menyembulkan optimisme melewati laga-laga selanjutnya dan yang terdekat adalah menjamu Arsenal dalam ajang Liga Inggris di Old Trafford pada Minggu malam (28/2). Para pencinta Setan Merah tentu berharap aksi cemerlang Memphis Depay dkk dapat terulang kembali, sehingga pagi hari berikutnya terasa lebih cerah dan ceria bagi kita, meski saat itu hujan bisa jadi turun lagi. 




Selasa, 23 Februari 2016

Kandaskan Shrewsbury, Louis van Gaal pun Masih Pelatih MU

Selebrasi Jesse Lingard usai mencetak gol ketiga MU. (Oli Scarff/AFP) 

Musim 2015/16 menjadi musim yang teramat berat bagi Louis van Gaal. Posisinya sebagai arsitek Manchester United terus terancam menyusul serangkaian hasil buruk yang ibarat episode sinetron stripping yang tiada habis-habisnya. Apalagi kian santer diberitakan bahwa Jose Mourinho –yang pernah menjadi asistennya di Barcelona- akan dikontrak menjadi manajer Setan Merah musim depan. Layaklah kalau pelatih senior asal Belanda itu terus galau akhir-akhir ini. Barangkali ada sejumlah pihak sudah menjadikannya materi taruhan, kapan tepatnya pihak manajemen MU memecat Oom Louis.
Sebelum menghadapi Shrewsbury Town (klub kasta ketiga Liga Inggris) di babak perdelapan final Piala FA, United dua kali didera kekalahan. Dan dua tim yang membuat Setan Merah bertekuk lutut bukanlah klub-klub besar Eropa. The Red Devils takluk 1-2 dari Sunderland di Liga Primer Inggris pada Sabtu (13/2) dan kandas 1-2 di tangan Midtjylland, klub Denmark yang baru berusia 17 tahun, di 32 besar Liga Europa pada Kamis (18/2). Yang terasa lebih menyakitkan, sebelum laga di Liga Europa, David de Gea dan Wayne Rooney menderita cedera menyusul pemain lainnya yang telah absen selama ini, seperti : Luke Shaw, Marcos Rojo, Antonio Valencia, Bastian Schweinsteiger, Ashley Young, dan Adnan Januzaj. Tapi untunglah United berhasil menundukkan Shrewsbury 3-0 pada Senin (22/2) dan memastikan langkah selanjutnya di Piala FA. Gol diciptakan oleh Chris Smalling, Juan Mata, dan Jesse Lingard. Hasil itu setidaknya menyelamatkan posisi Meneer Van Gaal yang tetap menjadi pelatih MU hingga pekan terakhir Februari 2016 ini. Di babak perempat final yang berlangsung bulan depan (12/3), United akan menjamu West Ham United di Old Trafford.
Tapi Oom Louis masih belum bisa tenteram hatinya. Sehabis menyingkirkan Shrewsbury, Anthony Martial dkk bakal menjamu Midtjylland pada Kamis (25/2). Kemenangan dengan selisih dua gol mutlak diwujudkan, jika Setan Merah masih ingin berkiprah di Eropa musim ini. Apa pun hasil di Liga Europa, pada akhir pekan nanti lawan berat Chris Smalling dkk sudah menghadang. Arsenal akan bertandang ke Theater of Dreams yang belakangan menjadi mimpi buruk bagi sang tuan rumah. Moga-moga MU-mania dapat kembali tersenyum ceria besok Kamis dan Sabtu (27/2) mendatang.
Susunan pemain menghadapi Shrewsbury Town :
Manchester United : 20.Sergio Romero; 30.Gullermo Varela, 12.Chris Smalling (k), 17.Daley Blind, 43.Cameron Borthwick-Jackson (49.Joe Riley); 21.Ander Herrera, 28.Morgan Schneiderlin; 35.Jesse Lingard, 8.Juan Mata (44.Andreas Pereira), 7.Memphis Depay; 9.Anthony Martial (48.William Keane).

Gol Pemain Italia dalam Laga Napoli vs Milan


Pertemuan tim nomor dua dan nomor enam klasemen sementara Serie A 2015/16 pada giornata 26 berakhir imbang 1-1. AC Milan yang pada laga kandangnya kalah 0-4 dari Napoli tidak berhasil melakukan pembalasan saat bertandang ke San Paolo pada Senin (22/2). Tapi setidaknya tim asuhan Sinisa Mihajlovic mampu mencuri satu poin dari tim besutan Maurizio Sarri. Pada pekan sebelumnya Napoli dikalahkan Juventus dan mesti merelakan posisi pemuncak klasemen kepada sang juara bertahan. Tapi perebutan scudetto masih sangat kompetitif di antara kedua tim karena pada pekan yang sama Juventus juga ditahan imbang Bologna. I Bianconeri dan Gli Azzuri hanya berselisih satu angka pada pekan ke-26 klasemen sementara Serie A. Kendati tidak beranjak dari posisi enam, I Rossoneri tetap menjaga tren positifnya dengan delapan laga secara beruntun tak terkalahkan di Liga Italia musim ini.
Aksi Giacomo Bonaventura (AC Milan) menghadapi para pemain Napoli. (reuters)
Baik Napoli maupun Milan sedang sama-sama memiliki penyerang utama yang tajam. Gonzalo Higuain (Napoli) memimpin daftar capocannonieri dengan 24 gol, sedangkan Carlos Bacca (Milan) mengoleksi 13 gol, sama dengan Paulo Dybala (Juventus). Ketiganya kebetulan merupakan striker asal Amerika Latin. Higuain dan Dybala pemain Argentina, sementara Bacca pemain Kolombia. Sebelum bermain di Liga Italia, Higuain dan Bacca pernah bermain di Liga Spanyol. Higuain mantan penyerang andalan Real Madrid dan Bacca bekas raja gol Sevilla. Tapi dalam duel I Partenopei dan Il Diavolo Rosso, Higuain dan Bacca ternyata bernasib sama, gagal membuat gol. Gol yang dicetak kedua tim justru dibuat oleh dua gelandang Italia, Lorenzo Insigne (Napoli) dan Giacomo Bonaventura (Milan). Jika mampu menjaga performanya, kedua pemain tidak mustahil akan bekerja sama menjadi andalan Italia dalam Euro 2016 di Prancis Juni-Juli mendatang.
Satu hal positif dari kubu Milan adalah kembali bermainnya Jeremy Menez yang sudah berbulan-bulan absen lantaran cedera. Menez, yang merupakan pencetak gol terbanyak Tim Merah-Hitam musim lalu (16 gol) turun menggantikan Bacca pada menit ke-72. Sebelumnya, penyerang asal Prancis itu sudah dimainkan pula sebagai pemain cadangan dalam laga Milan melawan Genoa. Mihajlovic kini memiliki duet striker Jeremy Menez-Mario Balotelli sebagai alternatif untuk Carlos Bacca-M’baye Niang. Kian layak kiranya Milanisti berharap tim kesayangannya bakal terus tampil konsisten hingga pamungkas kompetisi. Tidak mustahil, Coppa Italia bisa dijuarai dan tiket Liga Champion 2016/17 dapat diraih Riccardo Montolivo dkk.
Susunan pemain kedua tim :
Napoli: 25-Pepe Reina; 2-Elsaid Hysaj, 33-Raul Albiol, 26-Kalidou Koulibaly, 31-Faouzi Ghoulam; 5-Allan (23-Manolo Gabbiadini 80'), 8-Jorginho; 7-Jose Callejon (14-Dries Mertens 65'), 17-Marek Hamsik, 24-Lorenzo Insigne (77-Omar El Kaddouri 90'); 9-Gonzalo Higuain
AC Milan: 99-Gianluigi Donnarumma; 20-Ignazio Abate, 33-Alex, 17-Cristian Zapata, 31-Luca Antonelli; 10-Keisuke Honda, 27-Juraj Kucka, 18-Riccardo Montolivo (91-Andrea Bertolacci 83'), 28-Giacomo Bonaventura; 19-M'Baye Niang (45-Mario Balotelli 87'), 70-Carlos Bacca (7-Jeremy Menez 72')