Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember. 

Kamis, 17 November 2016

Hasil Seri Dua Ujicoba Tim Besar

Empat tim besar Eropa saling berjumpa dan melakukan laga ujicoba pada Selasa (15/11/16) lalu. Inggris menjamu Spanyol di Stadion Wembley berakhir imbang 2-2. Sedangkan Italia dan Jerman mengakhiri pertandingan tanpa gol di Stadion San Siro. The Three Lions lebih dulu mencetak gol lewat titik penalti oleh Adam Lallana di awal babak pertama. Jamie Vardy membuat publik Wembley kembali bergemuruh dan membuat tim tuan rumah unggul 2-0 di awal babak kedua. La Furia Roja berhasil bangkit melalui gol Iago Aspas dan Isco yang tercipta menjelang pertandingan usai. Laga persahabatan kedua tim menjadi kesempatan bagi Gareth Southgate dan Julen Lopetegui untuk mencoba pemain lapis kedua. Kedua pelatih sebelumnya sama-sama menangani tim U-21 masing-masing negaranya sehingga tidak canggung mengandalkan pemain-pemain muda. Southgate yang masih berstatus sebagai pelatih sementara bisa membuktikan kelayakannya sebagai pelatih permanen tim senior Inggris. Anak asuhnya sejauh ini meraih tiga kali kemenangan dan sekali hasil imbang. Sebelum menghadapi Spanyol, Inggris menang 3-0 atas Skotlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Jumat (11/11) pekan lalu. The Three Lions memimpin Grup F kualifikasi zona Eropa. Spanyol mengandaskan Macedonia 4-0 dan memimpin Grup G dengan poin yang sama dengan Italia, tapi unggul dalam produktivitas gol.



Sementara itu, Italia dan Jerman menurunkan para pemain masa depannya. Meski Gianluigi Buffon masih diturunkan sejak sepak mula, tapi di babak kedua posisinya digantikan Gianluigi Donnarumma. Buffon mencatat rekor memperkuat Gli Azzuri sebanyak 167 kali, menyamai rekor Iker Casillas bersama Spanyol. Namun kapten Italia itu masih akan menambah rekornya karena masih menjadi pilihan utama di timnas, sedangkan Casillas sudah tidak lagi mendapat kesempatan. Baik Giampolo Ventura maupun Joachim Loew sama-sama sedang mencoba beragam formasi bagi anak asuhnya. Ketika Italia menang 4-0 atas Liechtenstein di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Sabtu (12/11) lalu, Andrea Belotti dkk bermain dalam formasi 4-2-4. Begitu melawan Jerman, Gli Azzuri memainkan formasi 3-4-3. Pada sisi lain, Thomas Mueller dkk bermain dalam formasi 3-4-2-1 dalam ujicoba menghadapi Italia. Sedangkan pada akhir pekan lalu, Die Mannschaft memainkan formasi 4-5-1 kala menundukkan San Marino 8-0. Jika Italia memunculkan nama Belotti sebagai striker anyar yang tajam, maka Jerman pun menemukan pemain produktif baru pada diri Serge Gnabry. Belotti menyumbang dua gol dalam kemenangan Italia atas Liechtenstein. Gnabry mencetak tiga gol sekaligus dalam debutnya bersama Jerman kala bertandang ke San Marino.



Rabu, 10 Agustus 2016

Pemain Spanyol Bawa Madrid Juara Piala Super Eropa 2016

Real Madrid menjalani laga melawan Sevilla guna memperebutkan Piala Super Eropa 2016 tanpa sejumlah pemain terbaiknya, yang menjadi andalan utama Zinedine Zidane ketika sukses menjadi juara Liga Champion pada Mei 2016 lalu. Keylor Navas, Pepe, Toni Kroos, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo dipastikan absen karena masih perlu istirahat atau menjalani pemulihan cedera. Sementara itu, Luka Modric dan Karim Benzema yang belum bugar tidak diturunkan sebagai pemain inti dan berada di bangku cadangan. Namun demikian, El Real ternyata berhasil mengalahkan juara Liga Europa 2015/16 dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Lerkendal, Tronheim, Norwegia pada Selasa (9/8/2016) malam waktu setempat. 


Tujuh pemain Spanyol menjadi pemain inti Real Madrid di Piala Super Eropa 2016.
Tanpa kehadiran sejumlah bintangnya, Zizou justru bisa menurunkan mayoritas pemain Spanyol dalam tim inti. Tujuh pemain Spanyol yang bermain sejak sepak mula, yaitu Kiko Casilla, Dani Carvajal, Sergio Ramos, Isco, Marco Asensio, Lucas Vasquez, dan Alvaro Morata. Pemain non-Spanyol yang menjadi pemain inti hanya Raphael Varane (Prancis), Marcelo (Brasil), Casemiro (Brasil), dan Mateo Kovacic (Kroasia). Tapi mereka yang diturunkan sebagai pengganti kebetulan pemain asing, yaitu Benzema (Prancis), Modric (Kroasia), dan James Rodriguez (Kolombia). 

Yang menarik, para pencetak gol Los Blancos adalah pemain Spanyol seluruhnya. Mereka adalah Asensio (21'), Ramos (90'+3), dan Carvajal (119'). Madrid lebih dahulu unggul lewat gol indah Asensio, hingga Franco Vasquez menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Sevilla berbalik memimpin 2-1 ketika Yevhen Konoplyanka mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72. Penalti diberikan wasit karena Ramos dianggap melakukan pelanggaran. Seolah membalas kesalahannya, kapten Los Merengues berhasil membobol gawang Sergio Rico lewat sundulan pada menit ke-93. Laga selama 90 menit pun berakhir imbang 2-2. Pada masa perpanjangan waktu, Carvajal menjadi pahlawan kemenangan timnya. Real Madrid pun resmi meraih trofi Piala Super Eropa untuk ketiga kalinya setelah 2002 dan 2014. Dua tahun silam, Los Blancos yang masih dilatih Carlo Ancelotti pun menundukkan Sevilla di ajang yang sama. Pelatih Sevilla waktu itu adalah Unai Emery, sementara saat ini Jorge Sampaoli. Tahun ini Zidane mampu mengulangi prestasi Ancelotti pada 2014 dengan menjadi kampiun Liga Champion dan Piala Super Eropa. Satu trofi lagi yang bisa direngkuh adalah Piala Dunia Klub 2016.


Marco Asensio, pemain 20 tahun yang mencetak gol pembuka Madrid.
Bagi sejumlah pemain Madrid, trofi Piala Super menjadi pengobat rasa kecewa setelah tak mampu memperkuat negaranya di Piala Eropa 2016 lalu. Varane dan Carvajal terpaksa absen karena cedera, sedangkan Isco dan Benzema karena faktor lainnya. Demikian pula bagi Ramos, Lucas, Morata, Kovacic, dan Modric yang timnasnya kandas di 16 besar Euro 2016. Untuk Asensio dan Morata, kemenangan atas Sevilla menjadi gelar juara mereka yang pertama setelah kembali dari perantauan. Asensio setahun silam dibeli Madrid dari Real Mallorca, tapi dipinjamkan ke Espanyol. Morata dua tahun lalu dijual ke Juventus dan baru saja mudik ke klub lawasnya.  

Ketika musim kompetisi 2016/17 kian dekat, Los Blancos belum membeli satu pun pemain bintang, sebagaimana kebiasaan musim-musim kemarin. Sejauh ini hanya ada Asensio dan Morata yang kembali dari peminjaman dan dibeli kembali. Justru Jese Rodriguez dilepas ke PSG, tapi dengan opsi pembelian kembali seperti yang dilakukan terhadap Morata. Dimitri Payet dan Paul Pogba yang sempat diincar tidak berhasil direkrut. Namun melihat penampilan Sergio Ramos dkk di Piala Super Eropa, tampaknya tim asuhan Zidane sudah cukup kuat untuk bersaing memperebutkan berbagai trofi musim depan. Tentu Madridista berharap CR7 dan rekan-rekannya yang terkendala cedera bisa segera kembali bermain. Namun setidaknya, tim alternatif ketika Trio BBC absen sekalipun mampu meraih kemenangan. Semoga Zizou bisa belajar dari kesalahan Ancelotti dua tahun lalu yang terlalu mengandalkan tim intinya tanpa banyak rotasi, hingga mengalami kelelahan, dan akhirnya nirgelar pada akhir musim. 


Real Madrid juara UEFA Super Cup 2016.