Tampilkan postingan dengan label bayern muenchen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayern muenchen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2021

Bersinarnya Vinicius Junior dan Kylian Mbappe

Vinicius Junior (Real Madrid) dan Kylian Mbappe (PSG) bermain cemerlang di perempat final Liga Champions 2021/21. Kedua pemain sama-sama mencetak sepasang gol yang memastikan kemenangan timnya masing-masing. El Real mengalahkan Liverpool 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Alfredo di Stefano Madrid pada Selasa (6/4/21) malam waktu setempat. Sementara itu, PSG secara mengejutkan membuat Bayern Muenchen takluk 2-3 di Stadion Allianz Arena Muenchen sehari kemudian.

Perjumpaan Madrid dan Liverpool kali ini diwarnai dengan absensi sejumlah pemain inti. Los Blancos tidak diperkuat oleh Sergio Ramos, Raphael Varane, Eden Hazard, dan beberapa pemain lainnya yang cedera/sakit. The Reds minimal tak bisa memainkan Virgil van Dijk dan Jordan Henderson. Jika dibandingkan dengan pertemuan kedua tim dalam final UCL 2018, maka sudah tidak ada nama Keylor Navas, Cristiano Ronaldo, dan Gareth Bale di kubu El Real. Vini Jr membuka kemenangan timnya di menit ke-27 setelah menerima umpan lambung Toni Kroos. Marcos Asensio mencetak gol kedua di menit ke-36 memanfaatkan kesalahan bek Liverpool mengantisipasi umpan Kroos. Mohamed Salah menipiskan kekalahan dengan golnya di menit ke-51. Vini Jr kembali menaklukkan Alisson Becker di menit ke-65 dan membuat Madrid menang 3-1. Kemenangan di laga pertama memperbesar peluang anak asuh Zinedine Zidane untuk melaju ke semifinal.

Sementara itu, PSG berhasil membalas kekalahan dari Muenchen dalam final UCL 2020. Mauricio Pochettino bernasib lebih baik ketimbang Thomas Tuchel ketika tim besutannya menghadapi anak asuh Hansi Flick kali ini. Selain sepasang gol Mbappe, satu gol PSG dibuat oleh Marquinhos. Muenchen yang tidak diperkuat Robert Lewandowski dua kali membobol gawang Keylor Navas melalui Eric Maxim Choupo-Moting dan Thomas Mueller. Choupo-Moting merupakan pemain yang direkrut Die Roten dari Les Parisiens awal musim ini. PSG berpeluang besar melangkah ke semifinal setelah menang tandang atas Muenchen.

Dalam dua pertandingan babak 8 besar lainnya, Manchester City menang 2-1 atas Borussia Dortmund dan FC Porto kalah 0-2 dari Chelsea. Kans City dan Chelsea lolos ke semfinal lebih baik ketimbang lawannya. Sebuah keunikan terjadi ketika dalam laga perempat final hari pertama tim tuan rumah berhasil menundukkan tamunya, sedangkan pada hari kedua semua tim tuan rumah justru takluk. 


Sabtu, 20 Maret 2021

Madrid vs Liverpool, Muenchen vs PSG

Pertandingan final Liga Champions dalam beberapa musim terakhir kembali terulang di fase perempat final 2020/21. Real Madrid bertemu Liverpool mengulangi final 2017/18. Waktu itu Los Blancos menjadi juara dengan menang 4-1 dan merupakan trofi ke-13 klub ibukota Spanyol tersebut. Pada musim berikutnya The Reds kembali ke partai puncak dan berhasil menjadi kampiun dengan mengalahkan Tottenham Hotspur. 

Bayern Muenchen melawan PSG merupakan ulangan final musim lalu. Muenchen menjadi juara ke-6 kalinya setelah menang 1-0 atas klub ibukota Prancis yang waktu itu dilatih Thomas Tuchel. Musim ini Tuchel membawa Chelsea melaju ke perempat final dan akan menghadapi FC Porto yang menjungkalkan Juventus. Pertandingan 8 besar lainnya akan berlangsung antara Manchester City dan Borussia Dortmund.

Komposisi tim yang tampil di fase 8 besar adalah tiga klub Inggris (Liverpool, Manchester City, dan Chelsea), dua klub Jerman (Muenchen dan Dortmund), dan masing-masing satu klub dari Spanyol (Madrid), Prancis (PSG), dan Portugal (Porto). Liga Inggris mengirimkan wakil terbanyak. Manchester City dan PSG menjadi sepasang tim yang belum pernah menjuarai UEFA Champions League.

Salut untuk para pelatih asal Jerman yang mendominasi babak perempat final. Terdapat empat klub yang ditangani oleh pelatih Jerman, yaitu Juergen Klopp (Liverpool), Thomas Tuchel (Chelsea), Hansi Flick (Muenchen), dan Edin Terzic (Dortmund). Pelatih lainnya adalah Zinedine Zidane (Madrid) dari Prancis, Pep Guardiola (City) asal Spanyol, Mauricio Pochettino (PSG) dari Argentina, dan Sergio Conceicao (Porto) asal Portugal. Zizou, Pep, Klopp, dan Flick adalah pelatih yang pernah membawa timnya juara UCL, sedangkan Pochettino dan Tuchel pernah membawa anak asuhnya tampil di final tapi kalah.

Senin, 24 Agustus 2020

Bayern Muenchen Kampiun Liga Champions 2020


Bayern Muenchen memastikan diri sebagai kampiun UEFA Champions League 2019/20 dengan menundukkan PSG 1-0 lewat gol tunggal Kingsley Coman, yang pernah bermain untuk PSG. Sebelumnya pada semifinal Muenchen menang 3-0 atas Lyon dan PSG menang 3-0 atas RB Leipzig. Wakil Jerman dan wakil Prancis akhirnya bertemu di partai puncak antraklub juara Eropa musim ini. Manuel Neuer dkk resmi menjadi treble winners karena sebelumnya sudah menjadi juara Bundesliga dan DFB Pokal (Piala Jerman) 2019/20. 

Pujian layak diberikan kepada Hans Flick, pelatih Die Rotten. Pelatih asal Jerman tersebut merupakan pengganti Niko Kovac yang dipecat tahun 2019 lalu dan ternyata mampu mengembalikan kejayaan Muenchen di Jerman dan Eropa.

Sabtu, 15 Agustus 2020

Barca Dihajar Muenchen (2-8)


Hujan gol terjadi dalam laga perempat final Liga Champion 2019/20 antara Barcelona dan Bayern Muenchen. Secara mengejutkan Lionel Messi dkk dikalahkan oleh Thomas Mueller dkk dengan skor telak : 2-8! Kedua tim adalah klub-klub yang pernah juara UCL yang tersisa di babak 8 besar. Siapa pun yang lolos ke semifinal barangkali diprediksi bisa menang dengan skor ketat dan permainan yang seimbang. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Tim yang diperkuat pemain terbaik dunia 2019 sama sekali tidak berkutik.

Sabtu, 05 Mei 2018

Madrid vs Liverpool di Final UCL 2018

Real Madrid versus Liverpool dipastikan menjadi laga puncak UEFA Champions League 2017/18 yang berlangsung 26 Mei mendatang. Los Blancos berhasil melewati Bayern Muenchen di semifinal dengan skor agregat 4-3. Anak asuh Zinedine Zidane ditahan imbang 2-2 oleh anak asuh Jupp Heynckes pada semifinal kedua di Santiago Bernabeu yang dimainkan Selasa (1/5) waktu setempat. Karim Benzema menjadi pahlawan timnya dengan memborong sepasang gol ke gawang Sven Ulreich. Striker asal Prancis itu sukses menjawab semua kritikan yang menyatakan bahwa dirinya tak lagi memiliki kontribusi positif bagi El Real. Gol Joshua Kimmich dan James Rodriguez ke gawang Keylor Navas tak mampu membawa Die Roten lolos ke final. Klub jawara Jerman itu untuk kelima kalinya secara beruntun terhenti langkahnya di empat besar di tangan klub Spanyol.

AS Roma nyaris mengulangi keajaiban di perempat final ketika menjamu Liverpool saat Rabu (2/5). Namun, akhirnya I Lupi hanya menang 4-2 dan gagal ke final karena kalah dengan skor agregat 6-7 dari The Reds. Liverpool pun kembali tampil di partai puncak Liga Champion setelah terakhir kali mengalaminya pada 2007 dan kalah dari AC Milan.

Jumat, 13 April 2018

Madrid Ketemu Muenchen Lagi


Real Madrid ternyata mesti menghadapi lawan berat lagi di semifnal UEFA Champions League 2017/18 setelah lolos dari hadangan Juventus di perempat final. Los Blancos berdasarkan hasil undian dipertemukan dengan Bayern Muenchen, salah satu klub terbaik Eropa dan penguasa Bundesliga sepanjang masa. Istilah "final kepagian" pun mengemuka kembali menyambut pertemuan jagoan Spanyol dan jawara Jerman tersebut. El Real adalah pemegang rekor terbanyak juara Piala/Liga Champion dengan raihan 12 trofi, sedangkan Muenchen mengoleksi lima gelar Piala/Liga Champion. Pelatih kedua tim sama-sama pernah dua kali membawa timnya juara Liga Champion. Zinedine Zidane mewujudkannya bersama Madrid dalam dua musim terakhir. Jupp Heynckes menjadi juara Eropa bersama Los Blancos dan Die Roten.

Sementara itu, Liverpool vs AS Roma merupakan pertandingan semifinal lainnya. Perjumpaan kedua tim kuda hitam dengan kostum berwarna merah di empat besar merupakan kejutan tersendiri. Di 16 besar lalu keduanya menyisihkan Manchester City dan Barcelona yang lebih diunggulkan. The Reds memiliki lima trofi Piala/Liga Champion, sedangkan I Giallorossi belum pernah sekali pun meraihnya. Roma menjadi satu-satunya tim semifinalis musim ini yang berusaha mendapatkan trofi pertama di Eropa.

Jumat, 16 Maret 2018

Juventus vs Real Madrid di 8 Besar UCL 17/18


Pengundian perempat final Liga Champion Eropa 2017/18 telah dilangsungkan pada Jumat (16/3/2018). Laga final UCL musim lalu terulang di 8 besar musim ini dalam pertandingan Juventus vs Real Madrid. Dua wakil Inggris yang tersisa akan saling berhadapan antara Liverpool dan Manchester City. Tim kejutan Sevilla mesti bertemu dengan tim raksasa Jerman, Bayern Muenchen. Sedangkan Barcelona akan ditantang oleh AS Roma.

Kamis, 22 Februari 2018

De Gea Cemerlang, MU Imbangi Sevilla

Manchester United memaksa tuan rumah Sevilla bermain imbang 0-0 dalam laga pertama 16 besar Liga Champion 2017/18 yang dimainkan Rabu (21/2/2018) waktu setempat. MU berpeluang besar lolos ke perempat final karena pada laga kedua akan menjamu Sevilla di Old Trafford. Sektor depan United yang kini diperkuat Alexis Sanchez tak mampu membobol gawang Sergio Rico. Beruntunglah anak asuh Jose Mourinho yang memiliki David De Gea. Kiper nomor satu Spanyol itu bermain gemilang dan secara akrobatis berhasil mementahkan sejumlah peluang emas anak asuh Vincenzo Montella.

Selain Sevilla vs MU, pertemuan antara klub Spanyol dan Inggris lainnya pun berakhir seri. Chelsea vs Barcelona yang bermain sehari sebelumnya hasil akhirnya adalah 1-1. Gol Willian lebih dulu membuat The Blues unggul, tapi Lionel Messi yang baru pertama kalinya membobol gawang Chelsea bisa menghindarkan timnya dari kekalahan.

Dua pertandingan lain pada babak 16 besar UCL pekan ini berakhir dengan kemenangan tuan rumah. Bayern Muenchen berpesta gol dengan mengandaskan Besiktas 5-0. Thomas Mueller dan Robert Lewandowski masing-masing menyumbang dua gol, sedangkan Kingsley Coman membuat satu gol lainnya. Tim besutan Jupp Heynckes mulus belaka melenggang ke perempat final. Sementara itu, Shakhtar Donetsk menaklukkan AS Roma 2-1 di depan publik sendiri.

Rabu, 26 Juli 2017

Kostum Klub Eropa Kreasi Penggemar


Menjelang bergulirnya kompetisi liga musim 2017/18, lima klub raksasa Eropa telah merilis kostum ketiga yang istimewa karena seluruhnya merupakan hasil kreasi dari penggemar klub masing-masing. Pada pertengahan 2016 lalu, Adidas mengadakan sayembara membuat kostum dengan menggunakan program 'Creator Studio". Setelah melewati proses panjang, Adidas memilih desain terbaik yang diejawantahkan sebagai seragam nomor tiga lima klub musim mendatang. Berikut ini penampakan lima jersey mutakhir tersebut berdasarkan kadar keapikannya versi saya.
Real Madrid
AC Milan
Bayern Muenchen
Manchester United
Juventus




Senin, 24 Juli 2017

Milan Taklukkan Muenchen, MU Tekuk Madrid Lewat Adu Penalti

International Champions Cup 2017 yang berlangsung Sabtu dan Minggu (22-23/7/2017) melibatkan klub-klub Eropa yang menjadi idola. AC Milan berjumpa dengan Bayern Muenchen di China, sedangkan Manchester United bertemu dengan Real Madrid di Amerika Serikat. Secara mengejutkan Milan menang telak 4-0 atas Muenchen. Tim besutan Vincenzo Montella yang sedang membangun kekuatan dengan sejumlah pemain barunya mampu mengungguli tim asuhan Carlo Ancelotti, salah mantan pelatih terbaik Rossoneri. Dalam pertandingan yang berlangsung di Shenzen, China pada Sabtu (22/7) lalu itu, gol-gol Milan dicetak oleh Franck Kessie (menit ke-14), Patrick Cutrone (25' dan 43'), dan Hakan Calhanoglu (85'). Kessie dan Calhanoglu adalah pemain anyar, sementara Cutrone adalah pemain jebolan akademi Milan. Semua rekrutan baru mendapat kesempatan bermain, termasuk Andre Silva, Leonardo Bonucci, Lucas Biglia, dan Antonio Donnarumma. Hasil positif menghadapi Die Roten menjadi modal berharga bagi Milan untuk menghadapi klub Rumania, Universitatea Craiova, pada Kualifikasi III Liga Europa 2017/18 yang laga pertamanya akan berlangsung Kamis mendatang (27/7) di Rumania.

Susunan Pemain
Bayern Muenchen (4-2-3-1): 36-Christian Fruechtl; 13-Rafinha, 5-Mats Hummels (35-Renato Sanches), 27-David Alaba, 14-Juan Bernat (34-Marco Friedl 30'); 8-Javi Martinez, 24-Corentin Tolisso, 29-Kingsley Coman, 25-Thomas Mueller, 7-Franck Ribery (11-James Rodriguez 46'); 9-Robert Lewandowski
Pelatih: Carlo Ancelotti
AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma (90-Antonio Donnarumma 80'); 20-Ignazio Abate (12-Andrea Conti 46'), 17-Cristian Zapata (19-Leonardo Bonucci 63'), 22-Mateo Musacchio (29-Gabriel Paletta 78'), 68-Ricardo Rodriguez (31-Luca Antonelli 63'); 79-Franck Kessie (23-Jose Sosa 79'), 18-Ricardo Montolivo (21-Lucas Biglia 46'), 5-Giacomo Bonaventura (4-Jose Mauri 79'); 7-M'baye Niang (15-Gustavo Gomez 79'), 63-Patrick Cutrone (9-Andre Silva 46'), 11-Fabio Borini (10-Hakan Calhanoglu 64')
Pelatih: Vincenzo Montella
Franck Kessie dan Patrick Cutrone merayakan gol Milan ke gawang Muenchen.
Manchester United vs Real Madrid
Pertemuan kedua tim favorit di ICC 2017 menjadi laga pemanasan sebelum Piala Super Eropa 2017 berlangsung pada Agustus mendatang. Jose Mourinho menjalani reuni dengan mantan klubnya dan sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya, termasuk Zinedine Zidane yang pernah mendampinginya di bangku cadangan El Real. Jesse Lingard lebih dulu membawa The Red Devils unggul 1-0 di akhir babak pertama. Casemiro yang menjadi kapten Los Blancos di babak kedua menyamakan kedudukan lewat titik putih. Karena 90 menit berakhir imbang 1-1, maka dilakukan adu penalti untuk menentukan pemenang, United akhirnya unggul 3-2 (1-1) (adu penalti 2-1) atas Madrid. Kedua tim sama-sama melakukan pergantian pemain di babak kedua. Jika Mourinho melakukannya bertahap dan masih menyisakan pemain inti, maka Zidane mengganti seluruh pemainnya di 45 menit kedua dengan gabungan pemain cadangan, pemain baru, dan pemain junior. El Real sudah resmi melepas sejumlah pemain andalan musim lalu, di antaranya James Rodriguez (Bayern Muenchen), Alvaro Morata (Chelsea), dan Danillo (Manchester City). Sementara itu baru Theo Hernandez rekrutan anyar yang sudah dimainkan Zizou di laga pertama pramusim menghadapi United.
Duel Bale (Real Madrid) dan Fonsu-Mensah (MU) di AS.
SUSUNAN PEMAIN 
Manchester United: 20-Sergio Romero (1-David de Gea, 46'); 24-Timothy Fosu-Mensah (17-Daley Blind, 46'), 3-Eric Bailly (2-Victor Lindelof, 46'), 4-Phil Jones (12-Chris Smalling, 46'), 36-Matteo Darmian (25-Antonio Valencia, 77'); 16-Michael Carrick (Henrikh Mkhitaryan, 46'), 27-Marouane Fellaini, 44-Andreas Pereira (21-Ander Herrera, 46') (39-Scott McTominay, 52'); 11-Anthony Martial, 19-Marcus Rashford (9-Romelu Lukaku, 46'), 14-Jesse Lingard (6-Paul Pogba, 46')

Pelatih: Jose Mourinho
Real Madrid : 1-Keylor Navas (13-Kiko Casilla, 46'); 2-Dani Carvajal (34-Achraf Hakimi, 46'), 5-Raphael Varane (26-Luismi Queazada, 46'), 6-Nacho (33-Manu, 46'), 12-Marcelo (27-Alvaro Tejero, 46'); 8-Toni Kroos (14-Casemiro, 46'), 10-Luka Modric (16-Mateo Kovacic, 46'); 11-Gareth Bale (29-Francisco Feuillassier, 46'), 22-Isco (32-Oscar Rodriguez, 46'), 17-Lucas Vazquez (15-Theo Hernandez, 46'); 9-Karim Benzema (28-Daniel Gomez, 46')
Pelatih: Zinedine Zidane



Rabu, 19 April 2017

Zizou Kalahkan Don Carletto Lagi

Real Madrid berhasil lolos ke semifinal Liga Champion Eropa 2016/17 setelah mengalahkan Bayern Muenchen 4-2 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa (18/4/2017) waktu setempat. Tanpa Gareth Bale yang cedera, Isco yang bermain cemerlang di La Liga kemarin, dimainkan sejak sepak mula mendampingi Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di sektor depan. Di waktu normal Los Blancos kalah 1-2 dari Die Roten, sehingga skor agregat menjadi 3-3, maka pertandingan pun dilanjutkan hingga 120 menit. Robert Lewandowski lebih dulu membuat tim tamu unggul lewat tendangan penalti di menit ke-52. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan di menit ke-76, tapi semenit kemudian Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri yang membuat tim tuan rumah tertinggal 1-2. Menjelang waktu normal berakhir di menit ke-84, Muenchen kehilangan Arturo Vidal yang mendapat kartu kuning kedua. Sergio Ramos dkk laksana mendapat angin segar di perpanjangan waktu. Dua gol Ronaldo (105' dan 110') dan satu gol Marco Asensio (112') membuat Madrid akhirnya menang 4-2 dan lolos ke empat besar dengan skor agregat 6-3 di perempat final.


CR7 mencetak trigol ke gawang Muenchen di Santiago Bernabeu.
Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol dan kembali membuat rekor baru, yaitu mengoleksi 100 gol di Liga Champion Eropa. CR7 membuat lima gol dalam dua laga melawan Muenchen, maka musim ini dia sudah mencetak tujuh gol. Kemungkinan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion musim ini pun kembali terbuka baginya. 

Kemenangan El Real atas Die Bayern menjadi kemenangan kedua Zinedine Zidane atas Carlo Ancelotti, mantan mentornya sendiri. Zizou pernah menjadi anak asuh Don Carletto di Juventus dan menjadi asisten pelatih asal Italia itu di Madrid. Kerja sama keduanya pada musim 2013/14 membuahkan trofi Liga Champion ke-10 bagi Los Merengues. Zizou sudah menyamai keberhasilan sang guru ketika membawa Los Merengues juara Liga Champion 2016/17. Zidane berpeluang melampaui prestasi Ancelotti jika mampu 
membawa timnya mempertahankan gelar juara Eropa akhir musim nanti.


Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane bersalaman setelah laga berakhir.


Minggu, 19 Maret 2017

Final Kepagian di Perempat Final Liga Champion

Bayern Muenchen menghadapi Real Madrid, lalu Juventus berjumpa dengan Barcelona. Kedua laga perempat final tersebut sebenarnya layak menjadi salah satu partai puncak Liga Champion 2016/17. Keempat tim adalah unggulan teratas untuk menjadi kampiun kejuaraan antarklub tertinggi di Eropa, namun hasil undian mempertemukan mereka di babak 8 besar. Madrid dan Muenchen merupakan pengoleksi trofi Piala/Liga Champion terbanyak sepanjang sejarah yang konsisten tampil. Sebenarnya masih ada AC Milan yang sudah tiga musim absen dari Eropa, meski memiliki tujuh piala dan hanya kalah dari Madrid dengan 11 gelar kampiun.  Muenchen sendiri sudah lima kali menjuarai Piala/Liga Champion Eropa. Perjumpaan FC Bayern dan El Real akan menjadi ajang reuni bagi kedua pelatih, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Don Carletto adalah mantan pelatih Los Blancos selama dua musim (2013-2015) dan Zizou pernah menjadi asistennya ketika merebut trofi Liga Champion 2013/14, yang merupakan gelar ke-10 sepanjang histori klub. Zizou telah menyamai prestasi mentornya kala membawa Madrid menjadi kampiun Liga Champion musim lalu. Bukan hanya pelatih, di antara pemain pun ada yang akan kembali ke mantan klubnya. Xabi Alonso di kubu Die Roten adalah mantan pemain Los Blancos, sementara Toni Kroos sebaliknya. Bukan hal yang mudah untuk membuat prediksi siapa yang bakal memenangi laga final kepagian tersebut.

Laga perempat final lainnya mempertemukan tim-tim kuda hitam, Atletico Madrid vs Leicester City dan Borussia Dortmund vs AS Monaco. Lolosnya Leicester dan Monaco ke babak 8 besar menjadi kejutan tersendiri. Juara Liga Inggris 2015/16 sedang terpuruk di dalam negeri, kalah 1-2 dari Sevilla di laga pertama 16 besar, dan telah memecat Claudio Ranieri sebagai pelatihnya. Namun, Craig Shakespeare sebagai pelatih pengganti hingga akhir musim justru mampu membawa timnya membalikkan keadaan. Leicester menang 2-0 atas Sevilla, juara Liga Europa tiga tahun terakhir, di laga kandangnya dan membuat rekor baru bagi klub. Sementara itu, Monaco juga berhasil menciptakan come back hebat melawan Manchester  City. Takluk 3-5 di laga pertama, Radamel Falcao dkk berhasil unggul 3-1 atas Sergio Aguero dkk di laga kedua. Monaco lolos dengan keunggulan gol tandang.

Jumat, 10 Maret 2017

Skor Identik Kemenangan Madrid dan Muenchen

Real Madrid dan Bayern Muenchen menjadi dua tim pertama yang memastikan diri lolos ke perempat final Liga Champion Eropa 2016/17. Kedua tim tamu berhasil mengalahkan tim tuan rumah dalam laga kedua perdelapan final yang dimainkan Selasa (7/3/2017) waktu setempat. Uniknya, skor kemenangan yang diukir Madrid dan Muenchen sama dengan laga pertama babak 16 besar yang berlangsung dua pekan silam. Los Blancos dua kali menundukkan Napoli 3-1, baik di Santiago Bernabeu maupun San Paolo. Die Roten pun mengandaskan Arsenal 5-1 dalam dua pertemuan di Muenchen dan London.

El Real lebih dahulu tertinggal ketika Dries Mertens membobol gawang Keylor Navas pada menit ke-42. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Napoli 1-0. Anak asuh Zinedine Zidane berhasil bangkit di 45 menit kedua. Sergio Ramos menjadi pahlawan kemenangan timnya setelah dua kali menjebol gawang Pepe Reina lewat sundulannya di menit ke-52 dan ke-57. Toni Kroos menjadi pemberi umpan terciptanya sepasang gol sang kapten. Alvaro Morata memantapkan keunggulan Madrid lewat golnya di menit ke-90, assist dari Lucas Vasquez. Morata dan Lucas turun sebagai pemain pengganti bagi Karim Benzema dan Gareth Bale. Anak asuh Maurizio Sarri pun kalah 1-3 untuk kedua kalinya dan terhenti langkahnya di Liga Champion.

Arsenal sebenarnya sempat membuat publik Stadion Emirates bersorak gembira lewat gol Theo Walcott di menit ke-20. Namun keunggulan tuan rumah 1-0 di babak pertama menjadi sia-sia belaka di babak kedua. Laurent Koscielny diusir wasit setelah melanggar Robert Lewandowski di kotak penalti menit pada ke-53. Striker Muenchen asal Polandia menyamakan kedudukan 1-1 lewat golnya dari titik putih. Setelah itu tim besutan Arsene Wenger tampil kian rapuh, sehingga Arjen Robben (68'), Douglas Costa (78'), dan Arturo Vidal (80' dan 85') dengan mudahnya merobek jala gawang yang dikawal David Ospina. Tim besutan Carlo Ancelotti pun melenggang mulus ke babak 8 besar dengan keunggulan agregat 10-2. Dua kali kemenangan Die Roten atas The Gunners memiliki sejumlah benang merah. Selain skor akhir yang sama, terdapat persamaan pula dalam hal pencetak gol. Jika dalam laga pertama Thiago Silva menyumbang dua gol, maka pada laga kedua Arturo Vidal yang melakoninya. Robben dan Lewandowski selalu mencetak gol dalam dua pertandingan di babak 16 besar tersebut.

Kamis, 16 Februari 2017

Kemenangan Madrid dan Muenchen

Real Madrid dan Bayern Muenchen berhasil memetik kemenangan dalam laga pertama perdelapan final Liga Champion Eropa 2016/17 yang dimainkan pada Rabu (15/2/2017) waktu setempat. Madrid menaklukkan Napoli 3-1 di Santiago Bernabeu. Meskipun tim tamu mampu mencetak gol lebih dulu melalui Lorenzo Inisigne di menit ke-8, tapi Los Blancos berhasil membalikkan keadaan dengan gol yang dibuat Karim Benzema (19'), Toni Kroos (49'), dan Casemiro (54'). Benzema mencatat rekor baru sebagai pemain Prancis dengan koleksi gol terbanyak di Liga Champion (51) melewati catatan Thierry Henry (50). Menjamu klub Italia yang pernah diperkuat Diego Maradona, Zinedine Zidane bisa menurunkan sejumlah pemain yang telah pulih dari cederanya, seperti Dani Carvajal, Luka Modric, dan James Rodriguez. 

Kemenangan di depan publik sendiri membuat peluang Cristiano Ronaldo dkk melaju ke babak selanjutnya terbuka lebar. Namun, Los Merengues tetap harus menjaga performa dan waspada agar tidak terjungkal ketika bermain di San Paolo pada laga kedua. Sementara itu, terdapat dua pemain Napoli yang pernah berkostum Real Madrid dan untuk pertama kalinya mereka kembali ke Santiago Bernabeu bersama tim tamu. Mereka adalah Raul Albiol dan Jose Callejon.
Karim Benzema mencetak golnya ke-51 di Liga Champion Eropa.
Bayern Muenchen sukses menghempaskan Arsenal 5-1 di Allianz Arena. Thiago Alcantara memborong dua gol, sedangkan gol Die Roten lainnya dibuat Arjen Robben, Robert Lewandowski, dan Thomas Mueller. Gol tunggal The Gunners dicetak Alexis Sanchez. Tim besutan Arsene Wenger ternyata memiliki rekor buruk selalu kalah dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champion dalam enam tahun terakhir. Sialnya, Arsenal selalu gagal melangkah ke 8 besar setelah kekalahan tersebut. Muenchen yang kini ditangani Carlo Ancelotti sebenarnya tidak tampil sehebat beberapa musim terakhir ketika menjalani musim ini, baik di Liga Jerman maupun di Liga Champion. Namun, FC Bayern memang memiliki tradisi cemerlang setiap bertemu The Guners di Eropa. Muenchen pernah menghentikan laju Arsenal di perempat final musim 2012/13 dan 2013/14.
Mats Hummels berusaha menghadang laju Alexis Sanchez.
Madrid dan Muenchen lolos ke babak perdelapan final sebagai peringkat kedua grup. Madrid berada di bawah Borussia Dortmud yang menjadi juara Grup F. Muenchen pun harus puas di bawah Atletico Madrid sebagai juara Grup D. Beruntunglah kedua tim tersebut tidak bertemu tim-tim unggulan lainnya di 16 besar dan terhindar dari final kepagian. Napoli adalah juara Grup B dan Arsenal juara Grup A, tapi mereka keok di laga pertama perdelapan final Liga Champion 2016/17. Uniknya, PSG dan Benfica -yang menang di hari sebelumnya- juga berstatus sebagai runner-up grup masing-masing. Barcelona dan Dortmund yang menjuarai Grup C dan F sama-sama bertekuk lutut. 

Ada fakta unik lainnya. Ketika Barcelona kalah telak dari PSG dan Lionel Messi dkk gagal mencetak gol, justru dua mantan pemain Blaugrana berhasil membobol gawang lawan pada laga Muenchen versus Arsenal. Thiago Alcantara membuat dua gol, sementara Alexis Sanchez mencetak satu gol. Sementara itu, kala Madrid meraih kemenangan, mantan pelatih dan pemain Los Blancos di klub lain pun menggapai hasil positif. Ancelotti membawa Muenchen mengungguli Arsenal, dengan Arjen Robben menyumbang sebuah gol. Sehari sebelumnya, Angel di Maria mencetak dwigol ketika Les Parisiens membantai El Barca.

Kamis, 20 Oktober 2016

Trigol Messi dan Oezil Warnai Pekan Ketiga Liga Champion

Sejumlah klub menundukkan lawan-lawannya dengan skor telak pada pertandingan pekan ketiga Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung Rabu (19/10/2016).  Total tercipta 28 gol dalam delapan laga di Grup A hingga D, sementara hanya 17 gol pada delapan laga Grup E-H sehari sebelumnya. Jika di hari Selasa (18/10) hanya Real Madrid yang berpesta gol, maka di hari berikutnya Barcelona, Arsenal, PSG, dan Bayern Muenchen berhasil melakukannya. Barcelona mengandaskan Manchester City 4-0 di Camp Nou. Hasil itu cukup mengejutkan mengingat The Citizens kini ditangani Pep Guardiola -pelatih El Barca (2008-2012)-  dan tengah memimpin klasemen Liga Premier Inggris. Namun Pep selalu tidak bisa menaklukkan 'monster' yang diciptakannya sendiri sejak meninggalkan Blaugrana. Pada  musim 2014/15 Bayern Muenchen yang dilatih Guardiola pun takluk dari tim yang pernah dibawanya berjaya. Kekalahan mencolok City tak lepas dari dikartumerahkannya Claudio Bravo, kiper yang baru pindah dari Barcelona ke Manchester awal musim ini. Tim besutan Luis Enrique baru unggul satu gol saat insiden terjadi. Sejak itu tiga gol tambahan bersarang di gawang Willy Caballero. Lionel Messi akhirnya membuat tiga gol, sedangkan Neymar menyumbang sebuah gol.
Lionel Messi mencetak trigol ke gawang City.
Di Grup A, Arsenal dan Paris Saint-Germain berpesta gol di kandang masing-masing. The Gunners mengalahkan Ludogorets Razgrad (Bulgaria) 6-0. Mesut Oezil bermain eksepsional dengan mencetak tiga gol dan merupakan trigol perdananya sepanjang karier. Gol lainnya disumbang Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain. PSG menang 3-0 atas FC Basel (Swiss) lewat gol Angel Di Maria, Lucas Moura, dan Edinson Cavani. Sementara itu Bayern Muenchen mampu bangkit setelah dikalahkan Atletico Madrid di pekan kedua. Tim yang kini ditangani Carlo Ancelotti itu unggul 4-0 atas PSV Eindhoven. Arjen Robben membuat sebuah gol di antaranya.
Mesut Oezil mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya.
Terdapat satu benang merah dalam kemenangan Arsenal, PSG, dan Muenchen, yang semua berhubungan dengan Real Madrid. Oezil dan Di Maria pernah bermain bersama di El Real (2010-2013), sementara Ancelotti merupakan mantan arsitek Los Galacticos (2013-2015). Oezil telah hijrah ke London ketika Di Maria bersama Ancelotti merasakan gelar juara Liga Champion 2013/14. Oezil dan Di Maria sama-sama memakai kostum nomor 11 di klub mereka saat ini. Robben, bintang Muenchen asal Belanda, juga pernah mengenakan kostum Los Blancos (2007-2009). Xabi Alonso, rekan seklub Robben, pernah pula bermain di Madrid (2009-2014) dan sempat menjadi rekan bermain Oezil-Di Maria serta dilatih oleh Ancelotti.

Senin, 29 Agustus 2016

Memori : Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen, yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.
Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Dia datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.

Minggu, 08 Mei 2016

Memori : Kejutan Besar Los Blancos di Muenchen


Real Madrid benar-benar membuat kejutan besar ketika bertandang ke Fussball Arena pada Selasa (29/4). Tuan rumah Bayern Muenchen, yang diperkirakan mampu membalas kekalahan 0-1 pada semifinal pertama, justru kalah 0-4 dan mesti menanggung malu di depan publiknya sendiri.
Tampaknya kepercayaan diri dan optimisme berlebihan membuat tim besutan Pep Guardiola cenderung meremehkan tim asuhan Carlo Ancelotti. Bisa jadi Pep terbuai catatan gemilangnya saat menukangi Barcelona menghadapi Madrid. Dia lupa kini menangani Muenchen, lalu ada pula sosok Don Carletto di Los Merengues musim ini. Mantan pelatih AC Milan dan Chelsea itu terkenal jago strategi sebagaimana pelatih top Italia lainnya, apalagi ada sosok Zinedine Zidane yang menemaninya di bangku cadangan. Alhasil, Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo mencetak masing-masing dua gol serta berhasil menghukum Phillip Lahm dkk.

Los Blancos berhasil lolos ke final Liga Champion pertamanya sejak 2002 (terakhir kali juara) dan kian dekat mengejawantahkan La Decima. Sementara itu Die Roten dipastikan gagal memertahankan trofinya di Eropa dan mustahil mengulangi prestasi treble winner musim lalu.
Dengan sepasang golnya ke gawang Manuel Neuer, CR7 sukses mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champion 2013/14 dengan 16 gol hingga semifinal. Sementara itu Ramos mencatat rekor unik pula. Ketika Madrid menang 4-0 atas Osasuna pada laga Liga Spanyol Sabtu (26/4), bek Spanyol itu pun menyumbang satu gol.

Sebelum sampai di partai puncak yang berlangsung di Lisabon Portugal pada Mei mendatang, El Real sukses menyisihkan tiga klub Jerman, yaitu Schalke 04 (perdelapan final), Borussia Dortmund (perempat final), dan Bayern Muenchen (semifinal). Dortmund dan Muenchen merupakan tim yang menghentikan langkah Madrid di semifinal dalam dua musim kemarin. Kemenangan atas kedua tim itu musim ini merupakan pembalasan yang manis dari Los Galacticos.
Real Madrid masih menyisakan satu partai terpentingnya musim ini demi meraih trofi Liga Champion ke-10. Mudah-mudahan kemenangan besar atas Bayern bukanlah penampilan klimaks CR7 dkk karena Si Kuping Besar belum pasti berada di tangan kapten Iker Casillas. Buena suerte, Los Blancos!

* pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Harian BOLA Jumat, 2 Mei 2014.

Selasa, 26 April 2016

Serba-Serbi Semifinal Liga Champion 2015/16

Empat Klub dari Tiga Kota M, Final di Milan 
REAL MADRID
Semifinal Liga Champion Eropa 2015/16 akan memanggungkan empat tim dari tiga kota berawalan huruf M (Madrid, Manchester, dan Muenchen) yang berjuang untuk tampil di partai puncak yang berlangsung di kota Milan (yang berawalan huruf M pula) pada 28 Mei 2016. 

Dua wakil Madrid sekaligus Spanyol (Real Madrid dan Atletico Madrid) bakal meladeni tantangan dari wakil Manchester (Manchester City - Inggris) dan Muenchen (Bayern Muenchen - Jerman). Los Blancos lebih dulu bertandang ke Etihad Stadium pada Selasa (26/4), sementara Los Rojiblancos menjamu Die Roten pada Rabu (27/4). Semifinal kedua berlangsung 3-4 Mei 2016. Muenchen menjadi tim yang paling dijagokan meraih piala Si Kuping Besar diikuti Madrid, Atletico, dan City.

Tim Juara vs Calon Juara 
MANCHESTER CITY
Real Madrid dan Bayern Muenchen merupakan tim yang sudah berpengalaman menjadi kampiun Liga Champion, Madrid 10 kali juara dan Muenchen mengoleksi lima trofi. 

Terakhir kali Los Blancos menggapainya pada 2013/14, sementara Die Roten berjaya di musim 2012/13. Kedua tim juga langganan tampil di empat besar. Dalam 10 musim terakhir, El Real lima kali dan Die Bayern enam kali menjadi semifinalis. 

Sementara itu Manchester City dan Atletico Madrid belum pernah menjadi jawara. City bahkan baru pertama kalinya melaju hingga empat besar musim ini. Biasanya Manchester United yang lebih kerap mewakili kota Manchester tampil di babak-babak akhir kompetisi antarklub Eropa dan pernah menjuarainya pula. Atletico dua musim lalu tampil di final, namun ditaklukkan oleh Madrid.   

Nike vs Adidas
Dua merek apparel olah raga paling terkemuka, Nike dan Adidas, berhadapan langsung di semifinal 2015/16. City dan Atletico disponsori Nike, sedangkan Madrid dan Muenchen disponsori Adidas. Dalam satu dekade terakhir, Nike lebih kerap berjaya ketimbang Adidas. Barcelona (2005/06, 2008/09, 2010/11, 2014/15), Manchester United (2007/08), dan Internazionale (2009/10) berkostum Nike. AC Milan (2006/07), Chelsea (2011/12), Bayern Muenchen (2012/13), dan Real Madrid (2013/14) berseragam Adidas. 

Persaingan Pelatih
Semifinal musim ini menjadi duel manajer tim asal Eropa dan Amerika Latin. Zinedine Zidane (Madrid/Prancis) dan Josep Guardiola (Muenchen/Spanyol) adalah pelatih kelahiran Benua Biru, sementara Manuel Pellegrini (City/Cile) dan Diego Simeone (Atletico/Argentina) merupakan para perantau dari Amerika. Zizou berhadapan dengan Pellegrini, Pep beradu strategi dengan Simeone.

Guardiola merupakan satu-satunya pelatih semifinalis musim ini yang pernah membawa timnya memenangi Liga Champion, bahkan dia melakukannya dua kali bersama Barcelona (2008/09 dan 2010/11). Lelaki Spanyol itu pun pernah menjuarai Liga Champion sebagai pemain Barca (1991/92). Pellegrini dan Simeone sebelumnya pernah membawa timnya hingga empat besar. Zidane baru pertama kalinya membawa anak asuhnya tampil di semifinal, bahkan tahun ini adalah debutnya menjadi pelatih tim senior. Tapi lelaki Prancis berdarah Aljazair itu pernah merasakan keberhasilan Madrid di Eropa sebagai pemain (2001/02) dan asisten pelatih (2013/14). 

Dominasi Spanyol
ATLETICO MADRID
Sebagaimana musim lalu, terdapat dua klub Spanyol yang menempati empat besar Liga Champion musim 2015/16. Posisi Madrid tetap, sementara posisi Barca digantikan Atletico -yang menyisihkannya di perempat final- tahun ini. Dua musim silam, tiga klub Negeri Matador bahkan mendominasi semifinal. Dan hebatnya lagi, juara Liga Champion dalam dua musim terakhir adalah tim La Liga : Real Madrid dan Barcelona. 

Dua pelatih klub non-Spanyol, Pellegrini (City) dan Guardiola (Muenchen), merupakan pelatih klub Liga Spanyol beberapa tahun silam. Pellegrini tercatat pernah menangani Villareal (2004-2009), Madrid (2009-2010), dan Malaga (2010-2013). Guardiola berprestasi luar biasa ketika membesut Barcelona (2008-2012). 

Seluruh semifinalis pun memiliki pemain Spanyol, tidak terbatas pada Madrid dan Atletico. Los Blancos antara lain mengandalkan Sergio Ramos, Dani Carvajal, Isco, Lucas Vasquez, Isco, dan Jese. Los Rojiblancos kerap memainkan Juanfran, Koke, Gabi, dan Fernando Torres. The Citizens diperkuat oleh David Silva dan Jesus Navas. Die Roten memiliki Juan Bernat, Thiago Alcantara, Xabi Alonso, dan Javi Martinez.

Pemain Prancis dan Brasil

BAYERN MUENCHEN
Selain diperkuat pemain Spanyol, seluruh tim empat besar juga memiliki pemain Brasil dan Prancis. Sebagian besar dari mereka menjadi pemain inti di tim masing-masing.

Mereka yang berasal dari Brasil, yaitu : Fernando dan Fernandinho (City), Marcelo, Danilo, dan Casemiro (Madrid), Filipe Luis (Atletico), Rafinha dan Douglas Costa (Muenchen). 

Para pemain Prancis yang tampil di semifinal adalah Bacary Sagna, Gael Clichy, Ellaquim Mangala (City), Raphael Varane dan Karim Benzema (Madrid), Antoine Griezmann (Atletico), Franck Ribery dan Kingsley Coman (Muenchen).  

# Data dan foto dari beragam sumber.

Kamis, 11 Februari 2016

Memori : Skor Anomali 2014


Sepak bola memang kerap sekali diwarnai kejutan demi kejutan. Sepanjang tahun 2014 terdapat beberapa pertandingan dalam turnamen atau kompetisi resmi yang menghasilkan skor akhir yang di luar dugaan. Hal itu tidak hanya melibatkan timnas Indonesia, tapi juga tim-tim ternama di dunia. Kita akan mengupasnya satu demi satu.

Indonesia vs Filipina : 0-4 di Piala AFF 2014.
Salah satu hal yang menjadi warna kusam perjalanan Tim Merah Putih di Piala AFF 2014 adalah ketika Indonesia tunduk 0-4 dari Filipina (25/11). Rekor baru tercipta karena itulah kekalahan pertama timnas dalam sejarah pertemuan kedua tim. Siapa pun tidak pernah membayangkan bahwa Firman Utina dkk akan kalah dengan skor sebesar itu dari tim yang belum pernah sekali pun menang atas Skuat Garuda kebanggaan kita. Tim asuhan Alfred Riedl pun gagal lolos ke semifinal, lantaran sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Vietnam, dan kemenangan 5-1 atas Laos di laga pamungkas menjadi sia-sia. 

Sebelum itu, Indonesia yang diwakili timnas U-23 kalah 1-4 dari Korea Utara di babak 16 Besar Asian Games 2014 Korea Selatan pada September. Namun bukan itu kejutannya, karena hasil tersebut sudah bisa diprediksi. Kekalahan 0-6 dari Thailand (22/9) di laga ketiga babak penyisihanlah yang mencengangkan, mengingat tim Aji Santoso sebelumnya menang telak atas Timor Leste (7-0) dan Maladewa (4-0). Beruntunglah Ferdinand Sinaga dkk yang masih bisa lolos ke babak selanjutnya, meski akhirnya kandas pula.

Di Piala Dunia 2014 Brasil, skor anomali terjadi beberapa kali. Spanyol dikandaskan Belanda 1-5 pada laga pertama Grup B (14/6). Spanyol yang berstatus juara bertahan masih tetap dengan pemain terbaiknya, seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Xabi Alonso. Namun mereka tidak berdaya menghadapi Robin van Persie dkk, yang pernah mereka kalahkan 1-0 di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tim besutan Vincente del Bosque akhirnya terhenti di babak penyisihan grup, sementara tim besutan Louis van Gaal meraih posisi ketiga.
Brasil vs Jerman : 1-7 di Piala Dunia 2014.
Kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 adalah ketika Brasil kalah 1-7 dari Jerman di semifinal (9/7). Brasil sebenarnya hanya kehilangan Thiago Silva (akumulasi kartu) dan Neymar (cedera), bermain di depan pendukungnya sendiri, tapi justru meraih hasil paling memalukan sepanjang sejarah sepak bola juara Piala Dunia lima kali itu. Yang lebih menyedihkan lagi, tim asuhan Luiz Felipe Scolari juga kalah telak 0-3 dari Belanda (13/7) dalam perebutan peringkat ketiga.


Sebelum Piala Dunia 2014 berlangsung, Bayern Muenchen pernah ditundukkan Real Madrid 0-4 di semifinal Liga Champion 2013/14 (30/4). Padahal Muenchen adalah juara bertahan Eropa, bermain di kandang sendiri, dan sudah memastikan gelar juara Bundesliga 2013/14. Sesudah itu, kemenangan Los Blancos atas Atletico Madrid dengan skor 4-1 dalam final Liga Champion di Lisabon (25/5) cukup mencengangkan pula. Los Colchorenos sebenarnya sempat unggul lebih dulu 1-0 dan baru memastikan gelar juara La Liga 203/14 waktu itu. Sebelum dan sesudah laga  tersebut, tim besutan Carlo Ancelotti selalu kesulitan meraih kemenangan dari tim besutan Diego Simeone. Madrid bahkan telah gagal mempertahankan trofi Copa del Rey pada musim 2014/15, setelah kalah agregat 2-4 dari Atletico pada Januari 2015.

Muenchen kembali membuat cerita di pertandingan Grup E Liga Champion 2014/15. Bermain di Stadion Olimpico, tuan rumah AS Roma dibantai 1-7 oleh tim yang diarsiteki Pep Guardiola (22/10). Padahal Roma merupakan saingan terberat Juventus dalam merebut gelar juara Serie A musim ini. Beberapa pemain Jerman seperti mengalami deja vu, karena mereka pernah merasakannya ketika di Piala Dunia 2014 menaklukkan Brasil. Pemain yang sama-sama memperkuat timnas Jerman dan Muenchen adalah Manuel Neuer, Philip Lahm, Jerome Boateng, Mario Goetze, dan Thomas Mueller. Neuer kebobolan satu gol dan Mueller membuat satu gol dalam kemenangan Jerman maupun Muenchen dengan skor 7-1 tersebut.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan majalah BolaVaganza No.160 - Februari 2015.