Tampilkan postingan dengan label jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jerman. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2024

jerman vs spanyol di 8 besar, italia tersingkir

 


jerman vs spanyol bakal tersaji di babak 8 besar euro 2024 jerman. kedua tim yang dijagokan juara ternyata sudah bertemu di perempat final. sebuah final prematur pun terjadi. jerman menang 2-0 atas denmark di 16 besar. sementara itu, spanyol mengalahkan georgia 4-1. kejutan terjadi ketika italia, juara euro 2020, ditaklukkan swiss 0-2. kutukan juara bertahan piala eropa kandas di 16 besar ternyata berlanjut di jerman. hal itu sudah dialami oleh spanyol (2016) dan portugal (2020) pada turnamen sebelumnya. 



sementara itu, inggris juga melaju ke 8 besar setelah menang 2-1 atas slovakia via perpanjangan waktu di 16 besar. jude bellingham mencetak gol salto yang spektakuler. inggris berjumpa dengan swiss di 8 besar. kita  masih menanti kiprah prancis, belanda, dan portugal di 16 besar. apakah mereka bisa mengikuti jejak jerman, spanyol, dan inggris?

Jumat, 21 Juni 2024

jerman dan spanyol lolos ke 16 besar




 jerman dan spanyol dipastikan lolos ke 16 besar euro 2024 setelah meraih kemenangan kedua di fase grup masing-masing. jerman menang 5-1 atas skotlandia dan menang 2-0 atas hungaria di grup a. spanyol mengalahkan kroasia 3-0 dan menang 1-0 atas italia di grup b. 

jerman dan spanyol menunjukkan kelayakannya sebagai kandidat juara piala eropa 2024 jerman. sementara itu inggris bermain imbang 1-1 dengan denmark di grup c. kita masih menunggu kiprah tim unggulan lain seperti prancis dan portugal di laga selanjutnya. kedua tim hanya menang 1-0 pada laga pertama di grup d dan grup f.

Minggu, 16 Juni 2024

euro 2024 telah dimulai



piala eropa 2024 jerman telah dimulai sejak jumat malam (14/6) waktu setempat. turnamen akan berlangsung hingga 14/7/24 mendatang. tim-tim unggulan meraih kemenangan pada laga perdananya. tuan rumah jerman menang 5-1 atas skotlandia. spanyol menang 3-0 atas kroasia. italia menang 2-1 atas albania. 

tim-tim yang dijagokan menjadi juara euro 2024 di antaranya adalah jerman, spanyol, italia, prancis, dan portugal.


Minggu, 20 Juni 2021

Portugal Ditumbangkan Jerman

Sempat unggul 1-0 lewat Cristiano Ronaldo di menit ke-15, Portugal akhirnya menyerah kalah 2-4 di tangan Jerman. Konyolnya, dua gol awal Jerman justru merupakan gol bunuh diri sepasang pemain Portugal : Ruben Dias (35') dan Raphael Guerreiro (39'). Anak asuh Joachim Loew kian perkasa di babak kedua dengan gol yang dibuat Kai Havertz (51') dan Robin Gosens (60'). Gol Diego Jota di menit ke-67 hanya menipiskan kekalahan juara Euro 2016 tersebut. 

Kamis, 19 November 2020

Spanyol Hajar Jerman 6-0

Hasil mengejutkan terjadi pada UEFA Nations League 2020/21 yang berlangsung pada medio pekan ketiga November 2020. Spanyol menghajar Jerman dengan skor telak 6-0. Feran Torres mencetak tiga gol, sedangkan Alvaro Morata, Rodri, dan Mikel Ozaryabal masing-masing membuat satu gol. Pada babak pertama anak asuh Luis Enrique sudah unggul lewat Morata, Torres, dan Rodri. Dua gol Torres dan satu gol Ozaryabal yang turun di babak kedua memantapkan hasil positif La Furia Roja atas tim besutan Joachim Loew. Kemenangan tersebut membawa Spanyol lolos ke babak empat besar UEFA Nations League. Tiga tim lainnya yang berebut tiket ke partai puncak adalah Italia, Belgia, dan Prancis.


Kedua tim sebenarnya sama-sama sedang membangun generasi baru. Para pemain Real Madrid dan Barcelona tidak lagi mendominasi tim inti dan hanya menyisakan Sergio Ramos dan Sergi Roberto. Pemain senior lainnya adalah Koke (Atletico Madrid) dan Morata (Juventus). Selebihnya adalah pemain-pemain yang belum cukup terkenal dan sedang mulai menanjak, seperti Feran Torres (Manchester City). Regenerasi tim oleh Luis Enrique jelas sangat menjanjikan melihat mereka mampu membantai juara Piala Dunia 2014. Sementara itu, Loew mulai melepas ketergantungan pula pada para pemain senior yang bermain di Bayern Muenchen, seperti Jerome Boateng dan Thomas Mueller. Namun, entah apa yang terjadi di tubuh Die Mannschaft hingga bisa kalah secara memalukan demikian. Padahal masih ada nama-nama top seperti Manuel Neuer, Toni Kroos, dan Ilkay Gundugan, juga para pemain muda semacam Leroy Sane, Serge Ganbry, dan Timo Werner.

Kamis, 28 Juni 2018

Jerman Kandas, Kutukan Juara Berlanjut

Apa yang terjadi pada Prancis (2002), Italia (2010), dan Spanyol (2014) ternyata berlaku pula pada Jerman di Piala Dunia 2018. Berstatus sebagai juara Piala Dunia 2010, langkah Der Panzer kandas di fase grup belaka di turnamen berikutnya. Kutukan pada juara bertahan tetap berlanjut tahun ini. Tim besutan Joachim Loew sebenarnya masih berpeluang lolos ke 16 besar setelah meraih hasil sekali menang dan sekali kalah. Lawan yang dihadapi di matchday 3 Grup F adalah Korea Selatan yang sudah dua kali kalah dan dipastikan tersingkir dari turnamen. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Jerman justru tunduk 0-2 dari wakil Asia yang di atas kertas bisa dikalahkan. Korsel membobol gawang Manuel Neuer melalui Kim Yung-Gwon (90'+2) dan Son Heung-Min (90'+6). Gol terakhir Son bisa tercipta karena gawang Jerman kosong gara-gara Neuer ikut maju menyerang hingga mendekati kotak penalti Korsel. Pada pertandingan lainnya, Swedia secara mengejutkan bisa menang 3-0 atas Meksiko. Kedua tim itulah yang berhak mewakili Grup F di perdelapan final.

Brasil mengalahkan Serbia 2-0 dalam matchday 3 Grup E. Gol Selecao dibuat oleh Paulinho dan Thiago Silva. Sementara itu, Swiss ditahan imbang 2-2 oleh Kosta Rika. Dengan hasil tersebut, Brasil dan Swiss melaju ke fase 16 besar. Brasil berjumpa dengan Meksiko, sedangkan Swedia bertemu dengan Swiss. Terjadi duel sesama tim dari benua Amerika dan duel tim Eropa yang sama-sama bukan tim unggulan.

Senin, 04 Juni 2018

Kembalinya Neymar dan Neuer Jelang Piala Dunia 2018

Kabar gembira datang dari kubu Brasil dan Jerman ketika Piala Dunia 2018 Rusia kian dekat. Neymar Junior kembali bermain untuk Brasil dan mencetak gol setelah beristirahat selama tiga bulan lantaran cedera ketika membela PSG klubnya di Liga Prancis. Brasil menang 2-0 atas Kroasia dalam ujicoba yang dimainkan di Stadion Anfield Liverpool pada Minggu (3/6/2018). Neymar yang diturunkan di awal babak kedua menggantikan Fernandinho membuka kemenangan timnya. Gol kedua dicetak Roberto Firmino, striker klub Liverpool.

Sementara itu, Manuel Neuer yang absen nyaris sepanjang musim 2017/18 dipercaya kembali mengawal gawang Jerman ketika menghadapi Austria (2/6). Sayangnya, tim besutan Joachim Loew takluk 1-2. Namun demikian, kembalinya kapten sekaligus kiper utama Die Mannschaft jelas merupakan sesuatu yang meningkatkan optimisme besar bagi juara Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017 tersebut. Menjadi tantangan tersendiri bagi Jerman melawan dua mitos, apakah mampu mempertahankan trofi Piala Dunia dan apakah juara Piala Konfederasi bisa memenangkan Piala Dunia di tahun berikutnya? 

Rabu, 28 Maret 2018

Portugal dan Jerman Takluk di Kandang

Juara Piala Eropa 2016 dan juara Piala Dunia 2014 mengalami nasib serupa dalam ujicoba kedua pada Maret 2018. Setelah menang 2-1 atas Mesir, Cristiano Ronaldo dkk dipaksa menyerah 0-3 oleh Belanda, tim yang absen dalam dua turnamen akbar antarnegara terakhir. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ronald Koeman yang baru dua kali memimpin Belanda. Gol tim tamu dibuat oleh Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgil van Dijk. Pemain terakhir diberi kepercayaan oleh Koeman sebagai kapten tim.

Kemenangan atas Portugal membawa harapan bahwa Belanda siap bangkit kembali. Memphis Depay, pemain yang pernah gagal bersama Manchester United kini mengkilap bersama Lyon dan bisa menjadi andalan Belanda di bawah Koeman. Justin Kluivert, putra Patrick Kluivert yang mantan striker hebat Tim Oranye, diberi kesempatan menjalani debutnya ketika bertandang ke Portugal. Pemain Ajax Amsterdam itu turun menggantikan Memphis. Justin menjalani debutnya dalam usia 18 tahun 325 hari, sedikit lebih tua ketimbang sang ayah yang berusia 18 tahun 138 hari ketika pertama kali berseragam tim senior Belanda.

Sementara itu, Jerman kalah 0-1 dari Brasil. Gol tunggal Selecao dicetak oleh Gabriel Jesus. Setelah tragedi kekalahan 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014, kedua tim baru bertemu lagi. Setidaknya Brasil mampu balas mengalahkan Jerman di kandang lawan, meski hanya bertajuk laga ujicoba.

Dalam ujicoba lainnya, Inggris vs Italia berakhir seri 1-1. Rusia takluk 1-3 dari Prancis. Dua gol diciptakan Kylian Mbappe dan satu gol lagi oleh Paul Pogba. Mbappe mencatat rekor sebagai pemain termuda Prancis yang mampu membuat sepasang gol dalam satu pertandingan.

Selasa, 04 Juli 2017

Jerman Juara Piala Konfederasi 2017

Sebagai juara Piala Dunia 2014, Jerman hadir di Piala Konfederasi 2017 Rusia tanpa para pemain terbaiknya. Tidak ada nama-nama kondang seperti Manuel Neuer, Mats Hummels, Sami Khedira, Mesut Oezil, dan Thomas Mueller. Sejumlah kritik pun dilontarkan terhadap Joachim Loew sebagai pelatih Die Mannschaft. Namun, apa yang terjadi kemudian, tim Jerman B ternyata mampu menjadi kampiun Piala Konfederasi 2017 dengan mengalahkan Cile 1-0 di laga final yang berlangsung Minggu (2/7/2017) waktu setempat. Lars Stindl menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan gol tunggalnya. Tidak hanya meraih trofi utama, para pemain Jerman pun meraih penghargaan individu. Julian Draxler menjadi pemain terbaik pertama (Golden Ball), Leon Goretzka pemain terbaik ketiga (Bronze Ball), dan Timo Werner meraih sepatu emas (Golden Boot) dengan koleksi tiga gol plus dua assist. Jerman juga meraih Fair Play Award. Claudio Bravo (Cile) terpilih sebagai kiper terbaik dan rekan setimnya, Alexis Sanchez, menjadi pemain terbaik kedua (Silver Ball). Portugal meraih posisi ketiga di Piala Konfederasi 2017 setelah mengalahkan Meksiko 2-1.


Terdapat sebuah mitos bahwa juara Piala Konfederasi tidak akan menjadi juara Piala Dunia setahun sesudahnya. Apakah Jerman akan bernasib sama seperti tim-tim sebelumnya atau justru akan meruntuhkan kutukan tersebut pada 2018 nanti?  Loew mungkin masih akan memberi kepercayaan kembali kepada para pemain senior seperti Neuer, Hummels, dan Oezil untuk mempertahankan trofi Piala Dunia. Mereka akan bekerja sama dengan tim lapis kedua yang mampu mempersembahkan Piala Konfederasi pertama bagi Jerman.

Beberapa hari sebelumnya, Jerman lebih dahulu menjadi juara Piala Eropa U-21 2017 dengan mengalahkan Spanyol dengan skor yang sama, 1-0.  Hal itu menunjukkan bahwa Jerman memiliki begitu banyak pemain muda berkualitas yang telah terbukti memiliki mental juara.

Kamis, 17 November 2016

Hasil Seri Dua Ujicoba Tim Besar

Empat tim besar Eropa saling berjumpa dan melakukan laga ujicoba pada Selasa (15/11/16) lalu. Inggris menjamu Spanyol di Stadion Wembley berakhir imbang 2-2. Sedangkan Italia dan Jerman mengakhiri pertandingan tanpa gol di Stadion San Siro. The Three Lions lebih dulu mencetak gol lewat titik penalti oleh Adam Lallana di awal babak pertama. Jamie Vardy membuat publik Wembley kembali bergemuruh dan membuat tim tuan rumah unggul 2-0 di awal babak kedua. La Furia Roja berhasil bangkit melalui gol Iago Aspas dan Isco yang tercipta menjelang pertandingan usai. Laga persahabatan kedua tim menjadi kesempatan bagi Gareth Southgate dan Julen Lopetegui untuk mencoba pemain lapis kedua. Kedua pelatih sebelumnya sama-sama menangani tim U-21 masing-masing negaranya sehingga tidak canggung mengandalkan pemain-pemain muda. Southgate yang masih berstatus sebagai pelatih sementara bisa membuktikan kelayakannya sebagai pelatih permanen tim senior Inggris. Anak asuhnya sejauh ini meraih tiga kali kemenangan dan sekali hasil imbang. Sebelum menghadapi Spanyol, Inggris menang 3-0 atas Skotlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Jumat (11/11) pekan lalu. The Three Lions memimpin Grup F kualifikasi zona Eropa. Spanyol mengandaskan Macedonia 4-0 dan memimpin Grup G dengan poin yang sama dengan Italia, tapi unggul dalam produktivitas gol.



Sementara itu, Italia dan Jerman menurunkan para pemain masa depannya. Meski Gianluigi Buffon masih diturunkan sejak sepak mula, tapi di babak kedua posisinya digantikan Gianluigi Donnarumma. Buffon mencatat rekor memperkuat Gli Azzuri sebanyak 167 kali, menyamai rekor Iker Casillas bersama Spanyol. Namun kapten Italia itu masih akan menambah rekornya karena masih menjadi pilihan utama di timnas, sedangkan Casillas sudah tidak lagi mendapat kesempatan. Baik Giampolo Ventura maupun Joachim Loew sama-sama sedang mencoba beragam formasi bagi anak asuhnya. Ketika Italia menang 4-0 atas Liechtenstein di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Sabtu (12/11) lalu, Andrea Belotti dkk bermain dalam formasi 4-2-4. Begitu melawan Jerman, Gli Azzuri memainkan formasi 3-4-3. Pada sisi lain, Thomas Mueller dkk bermain dalam formasi 3-4-2-1 dalam ujicoba menghadapi Italia. Sedangkan pada akhir pekan lalu, Die Mannschaft memainkan formasi 4-5-1 kala menundukkan San Marino 8-0. Jika Italia memunculkan nama Belotti sebagai striker anyar yang tajam, maka Jerman pun menemukan pemain produktif baru pada diri Serge Gnabry. Belotti menyumbang dua gol dalam kemenangan Italia atas Liechtenstein. Gnabry mencetak tiga gol sekaligus dalam debutnya bersama Jerman kala bertandang ke San Marino.



Kamis, 13 Oktober 2016

Jerman Masih Sempurna, Brasil Pimpin Zona

Jeda internasional yang memainkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung awal Oktober 2016 telah berakhir. Jerman mencatat rekor sempurna dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga bulan ini dan total sudah tiga kali menang di Grup C zona Eropa. Juara Piala Dunia 2014 mengalahkan Republik Ceska 3-0 (8/10) dan Irlandia Utara 2-0 (11/10). Sebelumnya, September lalu Die Mannschaft melibas Norwegia 3-0. Thomas Mueller dkk delapan kali membobol gawang lawan dan Manuel Neuer belum sekali pun memungut bola dari gawangnya. Joachim Loew menyamai rekor Sepp Herberger yang sudah bertahan 52 tahun lamanya, yaitu menorehkan 94 kali kemenangan sebagai pelatih timnas Jerman.
Julian Draxler merayakan golnya bersama Thomas Mueller dan Mesut Oezil.
Selain Jerman, Swiss (Grup B) dan Belgia (Grup H) juga selalu menang dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Belgia bahkan memiliki rekor gol yang lebih baik (13-0) ketimbang Jerman (8-0). Prancis memimpin Grup A setelah menang 1-0 atas Belanda (10/10). Paul Pogba mencetak gol tunggal timnya. Swedia memiliki nilai yang sama dengan Prancis di nomor dua, sementara Belanda berada di bawahnya. Tim Oranye yang gagal tampil di Euro 2016 masih harus berjuang keras untuk lolos ke Rusia. Portugal menundukkan Kepulauan Faroe 6-0, setelah sebelumnya juga enam kali membobol gawang Andorra. Juara Piala Eropa 2016 itu masih berada di bawah Swiss di Grup B. Inggris memimpin Grup F sesudah mengalahkan Malta 2-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Slovenia. The Three Lions kini dipimpin oleh Gareth Southgate yang menjadi pelatih sementara, setelah September lalu Sam Allardyce mengundurkan diri karena melakukan hal yang hina. Arsene Wenger atau Roberto Mancini dikabarkan akan menjadi pelatih definitif Inggris selanjutnya. Spanyol dan Italia bersaing ketat di Grup G dengan koleksi poin yang sama. Spanyol menang 2-0 atas Albania, Italia unggul 3-2 atas Macedonia. Tim lain yang memimpin adalah Serbia (Grup D), Montenegro (Grup E), dan Kroasia (Grup I). Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Robert Lewandowski (Polandia) memimpin daftar pencetak gol dengan lima buah gol.
Selebrasi unik Gabriel Jesus usai cetak gol disambut tawa Coutinho.
Sementara itu Brasil memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Tim Samba mengalahkan Bolivia 5-0 dan Venezuela 2-0 di bulan Oktober. Kualifikasi di Amerika Selatan diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh. Hingga bulan ini semua tim telah melakoni 10 pertandingan. Argentina, musuh bebuyutan Brasil dalam sepak bola, untuk sementara masih terbenam di peringkat kelima di bawah Brasil, Uruguay, Ekuador, dan Kolombia. Paraguay dan Cile menyusul Argentina dengan selisih poin yang ketat. Perebutan tiket ke Rusia bakal berlangsung kian seru pada delapan laga yang tersisa.

Kamis, 07 Juli 2016

Juara Dunia Menantang Tuan Rumah Euro 2016

Satu tiket partai puncak Piala Eropa 2016 masih akan diperebutkan Jerman dan Prancis pada Kamis malam (7/7) waktu Prancis. Pertemuan kedua tim barangkali layak disebut sebagai final kepagian pula, jika mengingat reputasi yang mereka miliki saat ini. Sebelumnya terdapat pertandingan Italia versus Spanyol di perdelapan final dan Jerman versus Italia di perempat final Euro 2016. Sesama tim unggulan telah saling berhadapan jauh sebelum laga final berlangsung. 


Manuel Neuer mendapat sambutan rekan-rekannya seusai menundukkan Italia lewat adu penalti.
Jerman adalah penggenggam Piala Dunia 2014 yang selalu menjadi kandidat kampiun dalam setiap kejuaraan resmi antarnegara. Mengoleksi empat gelar juara dunia dan tiga trofi Eropa, Der Panzer layak disebut sebagai tim terbaik Eropa sepanjang masa. Sementara itu, Prancis adalah tim yang memiliki sejarah positif saban menjadi tuan rumah turnamen akbar. Les Blues berhasil meraih juara Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Kedua tim telah menunjukkan kepantasannya untuk melaju hingga empat besar. 

Tim besutan Joachim Loew memuncaki Grup D dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Di babak 16 besar, Manuel Neuer dkk menundukkan Slovakia 3-0. Pada perempat final, Jerman secara dramatis menyingkirkan Italia lewat adu penalti (6-5), setelah bermain seri 1-1 selama 120 menit. Kemenangan tersebut menjadi sesuatu yang sangat bermakna karena berhasil memutus rekor buruk Der Panzer yang selama ini tansah kalah saban berjumpa Gli Azzuri di fase gugur kejuaraan resmi antarnegara.

Tim asuhan Didier Deschamps memimpin Grup A dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Selanjutnya Hugo Lloris dkk mengalahkan Irlandia 2-1 di perdelapan final dan pesta gol 5-2 atas Islandia di babak 8 besar.  Prancis menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen dengan 11 gol yang diciptakan ke gawang lawan. Antoine Griezmann memuncaki daftar top scorer sementara dengan koleksi empat gol, sedangkan Olivier Giroud dan Dimitri Payet sama-sama membuat tiga gol.


Olivier Giroud memborong dua gol ke gawang Islandia.
Laga Jerman melawan Prancis akan berlangsung ketat. Biarpun mesti kehilangan Mats Hummels (akumulasi kartu), Sami Khedira, dan Mario Gomez (cedera), anak asuh Joachim Loew masih memiliki materi pemain pengganti yang cukup mumpuni. Yang jelas, Thomas Mueller masih perlu membuktikan dirinya mampu membuat gol di Prancis. Bintang Jerman bernomor 13 ini sangat produktif di Piala Dunia, tapi selalu puasa gol di Piala Eropa. Tim tuan rumah bakal bermain dengan kekuatan terbaiknya. Trio penyerang Griezmann-Giroud-Payet semakin konsisten dalam mengoyak gawang lawan dan tentu berharap mampu menambah koleksi golnya. Dukungan maksimal dari publik sendiri menjadi kekuatan ekstra bagi anak asuh Didier Deschamps demi meraih kejayaan kembali di benua Eropa.

Rabu, 15 Juni 2016

Kemenangan Tim Unggulan di Laga Perdana Euro 2016

Ekpresi Gerard Pique (Spanyol) sesaat setelah membobol gawang Petr Cech (Rep. Ceska).


Piala Eropa 2016 Prancis telah berlangsung sejak 10 Juni 2016. Seluruh 24 tim peserta yang terbagi dalam enam grup sudah melewati laga perdananya. Sejumlah tim unggulan mampu meraih kemenangan, yaitu Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia. Prancis menundukkan Rumania 2-1. Olivier Giroud dan Dimitri Payet, dua pemain yang bermain di klub Liga Inggris, menjadi pahlawan kemenangan tim tuan rumah. Gol Skhodran Mustafi dan Bastian Schweinsteiger membawa juara dunia Jerman mengandaskan Ukraina 2-0. Gol itu sangat istimewa bagi Schweini karena dia turun sebagai pemain pengganti dan berkali-kali didera cedera sepanjang musim lalu.



Kemenangan Spanyol dan Italia menjadi awal yang sempurna bagi kedua finalis Piala Eropa 2012 yang sama-sama terpuruk ketika tampil di Piala Dunia 2014. Spanyol yang merupakan peraih trofi Piala Eropa 2008 dan 2012 menaklukkan Republik Ceska 1-0 lewat gol sundulan Gerard Pique yang menerima assist dari Andres Iniesta. Perubahan besar terjadi di sektor penjaga gawang Tim Matador ketika David de Gea diberi kepercayaan untuk menjadi kiper utama menggantikan Iker Casillas. Italia menunjukkan jatidirinya sebagai tim yang tidak layak diremehkan, biarpun tampil tanpa sejumlah pemain utamanya yang cedera. Belgia yang merupakan penghuni nomor satu peringkat FIFA justru takluk 0-2 dari Gli Azzuri yang sebelum turnamen sebenarnya tidak terlalu diunggulkan. Gol Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle memastikan keunggulan anak asuh Antonio Conte.



Inggris yang digadang-gadang bakal melangkah jauh ditahan imbang Rusia 1-1. Eric Dier mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang membuat The Three Lions unggul lebih dulu. Sementara itu, Wales menjadi satu-satunya tim debutan yang meraih kemenangan ketika Gareth Bale dkk menaklukkan Slovakia 2-1. Bale menjadi pencetak gol pertama Wales dalam sejarah Piala Eropa. Islandia yang juga baru pertama kalinya tampil di Piala Eropa mampu membuat kejutan dengan menahan imbang Portugal 1-1. Luca Modric menjadi pencetak gol tunggal Kroasia ke gawang Turki. 



Bale dan Modric adalah pemain Real Madrid yang berhasil membuat gol sekaligus memenangkan timnya di pertandingan pertama Piala Eropa 2016. Para pemain Los Blancos lainnya yang meraih hasil positif adalah Toni Kroos (Jerman) dan Sergio Ramos (Spanyol). Pepe dan Cristiano Ronaldo (Portugal) sebatas mampu bermain imbang, sementara Lucas Vasquez (Spanyol) dan Mateo Kovacic (Kroasia) masih duduk di bangku cadangan belaka. Total terdapat delapan pemain klub juara Liga Champion Eropa 2015/16 yang membela negaranya masing-masing di Prancis.


Graziano Pelle (Italia) mendapat pengawalan ketat Marouane Fellaini (Belgia).
Hasil pertandingan pertama Piala Eropa 2016 :
Grup A : Prancis vs Rumania (2-1); Albania vs Swiss (0-1)
Grup B : Wales vs Slovakia (2-1); Inggris vs Rusia (1-1)
Grup C : Jerman vs Ukraina (2-0); Polandia vs Irlandia Utara (1-0)
Grup D : Spanyol vs Rep.Ceska (1-0); Turki vs Kroasia (0-1)
Grup E : Rep.Irlandia vs Swedia (1-1); Belgia vs Italia (0-2)
Grup F : Austria vs Hungaria (0-2); Portugal vs Islandia (1-1)

Kamis, 11 Februari 2016

Memori : Skor Anomali 2014


Sepak bola memang kerap sekali diwarnai kejutan demi kejutan. Sepanjang tahun 2014 terdapat beberapa pertandingan dalam turnamen atau kompetisi resmi yang menghasilkan skor akhir yang di luar dugaan. Hal itu tidak hanya melibatkan timnas Indonesia, tapi juga tim-tim ternama di dunia. Kita akan mengupasnya satu demi satu.

Indonesia vs Filipina : 0-4 di Piala AFF 2014.
Salah satu hal yang menjadi warna kusam perjalanan Tim Merah Putih di Piala AFF 2014 adalah ketika Indonesia tunduk 0-4 dari Filipina (25/11). Rekor baru tercipta karena itulah kekalahan pertama timnas dalam sejarah pertemuan kedua tim. Siapa pun tidak pernah membayangkan bahwa Firman Utina dkk akan kalah dengan skor sebesar itu dari tim yang belum pernah sekali pun menang atas Skuat Garuda kebanggaan kita. Tim asuhan Alfred Riedl pun gagal lolos ke semifinal, lantaran sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Vietnam, dan kemenangan 5-1 atas Laos di laga pamungkas menjadi sia-sia. 

Sebelum itu, Indonesia yang diwakili timnas U-23 kalah 1-4 dari Korea Utara di babak 16 Besar Asian Games 2014 Korea Selatan pada September. Namun bukan itu kejutannya, karena hasil tersebut sudah bisa diprediksi. Kekalahan 0-6 dari Thailand (22/9) di laga ketiga babak penyisihanlah yang mencengangkan, mengingat tim Aji Santoso sebelumnya menang telak atas Timor Leste (7-0) dan Maladewa (4-0). Beruntunglah Ferdinand Sinaga dkk yang masih bisa lolos ke babak selanjutnya, meski akhirnya kandas pula.

Di Piala Dunia 2014 Brasil, skor anomali terjadi beberapa kali. Spanyol dikandaskan Belanda 1-5 pada laga pertama Grup B (14/6). Spanyol yang berstatus juara bertahan masih tetap dengan pemain terbaiknya, seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Xabi Alonso. Namun mereka tidak berdaya menghadapi Robin van Persie dkk, yang pernah mereka kalahkan 1-0 di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tim besutan Vincente del Bosque akhirnya terhenti di babak penyisihan grup, sementara tim besutan Louis van Gaal meraih posisi ketiga.
Brasil vs Jerman : 1-7 di Piala Dunia 2014.
Kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 adalah ketika Brasil kalah 1-7 dari Jerman di semifinal (9/7). Brasil sebenarnya hanya kehilangan Thiago Silva (akumulasi kartu) dan Neymar (cedera), bermain di depan pendukungnya sendiri, tapi justru meraih hasil paling memalukan sepanjang sejarah sepak bola juara Piala Dunia lima kali itu. Yang lebih menyedihkan lagi, tim asuhan Luiz Felipe Scolari juga kalah telak 0-3 dari Belanda (13/7) dalam perebutan peringkat ketiga.


Sebelum Piala Dunia 2014 berlangsung, Bayern Muenchen pernah ditundukkan Real Madrid 0-4 di semifinal Liga Champion 2013/14 (30/4). Padahal Muenchen adalah juara bertahan Eropa, bermain di kandang sendiri, dan sudah memastikan gelar juara Bundesliga 2013/14. Sesudah itu, kemenangan Los Blancos atas Atletico Madrid dengan skor 4-1 dalam final Liga Champion di Lisabon (25/5) cukup mencengangkan pula. Los Colchorenos sebenarnya sempat unggul lebih dulu 1-0 dan baru memastikan gelar juara La Liga 203/14 waktu itu. Sebelum dan sesudah laga  tersebut, tim besutan Carlo Ancelotti selalu kesulitan meraih kemenangan dari tim besutan Diego Simeone. Madrid bahkan telah gagal mempertahankan trofi Copa del Rey pada musim 2014/15, setelah kalah agregat 2-4 dari Atletico pada Januari 2015.

Muenchen kembali membuat cerita di pertandingan Grup E Liga Champion 2014/15. Bermain di Stadion Olimpico, tuan rumah AS Roma dibantai 1-7 oleh tim yang diarsiteki Pep Guardiola (22/10). Padahal Roma merupakan saingan terberat Juventus dalam merebut gelar juara Serie A musim ini. Beberapa pemain Jerman seperti mengalami deja vu, karena mereka pernah merasakannya ketika di Piala Dunia 2014 menaklukkan Brasil. Pemain yang sama-sama memperkuat timnas Jerman dan Muenchen adalah Manuel Neuer, Philip Lahm, Jerome Boateng, Mario Goetze, dan Thomas Mueller. Neuer kebobolan satu gol dan Mueller membuat satu gol dalam kemenangan Jerman maupun Muenchen dengan skor 7-1 tersebut.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan majalah BolaVaganza No.160 - Februari 2015.