Tampilkan postingan dengan label brasil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label brasil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2024

gustavo borong tiga gol untuk persija

 


bri liga 1 2024/25 telah dimulai pada sabtu (10/8/24). gustavo almeida memborong tiga gol ketika persija menang 3-0 atas barito putera  di jakarta dalam laga pertama liga indonesia musim ini. sehari sebelumnya, david da silva membuat dua gol saat persib menang 4-1 atas psbs biak di bandung. dua striker asal brasil langsung unjuk gigi pada awal kompetisi. david da silva sukses membawa persib juara sekaligus menjadi top skorer liga 1 musim lalu. gustavo bersama persija siap menjadi pesaingnya musim ini.


alet cantik : gabi guimaraes

 

















Selasa, 29 November 2022

Prancis, Brasil, dan Portugal Lolos ke 16 Besar

Prancis, Brasil, dan Portugal dipastikan tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022 Qatar setelah semua tim melakoni laga kedua di fase grup. Prancis, Brasil, dan Portugal berhasil menang dalam dua pertandingan awal mereka. 

Sabtu, 07 Agustus 2021

Brasil Juara Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2020

Brasil menjadi juara sepak bola Olimpiade 2020 setelah menang 2-1 atas Spanyol lewat perpanjangan waktu. Brasil mendapat peluang emas pertama ketika Richarlison mengambil tendangan dari titik penalti, tapi bola justru melambung di atas gawang Unai Simon. Matheus Cunha membuat Selecao unggul menjelang babak pertama berakhir. Mikel Oyarzabal menyamakan kedudukan di menit ke-61. Kedua tim bermain 1-1 hingga menit ke-90, maka pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Malcolm akhirnya menjadi penentu kemenangan Brasil meraih medali emas kedua setelah Olimpiade Rio 2016 di Brasil. Tim Samba selalu tampil di final sepak bola Olimpiade dalam tiga kejuaraan terakhir. Neymar dkk kalah melawan Meksiko di London 2012, tapi lantas menang atas Jerman di Rio 2016. Dani Alves dkk sukses mempertahankan medali emas sepak bola di Tokyo 2020.

Laga final sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung di Stadion Nissan Yokohama. Meski gagal mencetak gol di partai puncak, Richarlison menjadi pencetak gol tersubur dengan lima golnya. Dani Alves yang menjadi kapten Selecao mencetak rekor spektakuler dengan meraih gelar ke-43 sepanjang karier sepak bolanya. Bek kanan 38 tahun itu pernah bermain di klub-klub besar Eropa, yaitu Sevilla, Barcelona, Juventus, dan PSG. Kini dia bermain untuk Sao Paulo di Liga Brasil setelah hijrah dari PSG pada 2019.

Ketika Brasil menjadi juara Piala Dunia 2020 Korea-Jepang, laga final dimainkan di Jepang pula. Ronaldo dkk waktu itu menang 2-0 atas Jerman. Richarlison cs berhasil mengikuti jejak para seniornya meraih gelar juara di negara yang sama.



Rabu, 04 Agustus 2021

Brasil vs Spanyol di Final Olimpiade Tokyo 2020

Brasil dan Spanyol akan bertemu di laga final sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada Sabtu (7/7/21). Brasil mengalahkan Meksiko lewat adu penalti 4-1 di semifinal. Sementara itu, Spanyol menang 1-0 atas tuan rumah Jepang lewat gol Marco Asensio pada babak perpanjangan waktu. 

Pertemuan Brasil dan Spanyol menjadi partai puncak impian yang menjadi nyata. Sebelumnya pada babak 8 besar Brasil menang 1-0 atas Mesir, sedangkan Meksiko menaklukkan Korea Selatan 6-3. Spanyol lolos ke semifinal setelah menundukkan Pantai Gading 5-2 dan Jepang menang 4-2 atas Selandia Baru lewat adu penalti. 

Minggu, 11 Juli 2021

Messi Bawa Argentina Juara Copa America 2021

Penantian panjang rakyat Argentina untuk melihat Lionel Messi mengangkat piala kejuaraan untuk negaranya akhirnya terwujud pada Minggu (11/7/21) pagi WIB. Copa America 2021 berhasil direbut Argentina yang menang 1-0 atas Brasil lewat gol teramung Angel di Maria dalam laga final yang dimainkan di Stadion Maracana Brasil.

Sabtu, 10 Juli 2021

Argentina vs Brasil di Final Copa America 2021

Argentina dan Brasil akan tampil dalam final impian Copa America 2021 yang dimainkan pada Minggu (11/7/21) pagi WIB. Untuk ketiga kalinya Lionel Messi membawa timnya tampil dalam final kejuaraan besar setelah Piala Dunia 2014 dan Copa America 2016. Dalam dua final sebelumnya Messi dkk selalu menjadi pecundang. Mudah-mudahan kali ini dia bakal beruntung dan membawa Argentina menjadi juara dengan mengalahkan sang musuh bebuyutan, Brasil. 

Rabu, 31 Juli 2019

Brasil Juara Copa America, Aljazair Juara Piala Afrika

Sepanjang Juli 2019 terselenggaralah sejumlah turnamen sepak bola antarnegara di beberapa kawasan. Brasil berhasil menjuarai Copa America 2019 yang berlangsung di negaranya sendiri. Seleccao menundukkan Peru 3-1 dalam partai final yang dimainkan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro pada Minggu (7/7) waktu setempat. Uniknya anak asuh Tite justru mampu berjaya tanpa Neymar yang merupakan bintang utama Brasil saat ini. Striker PSG itu mengalami cedera menjelang turnamen dan posisinya digantikan Willian, pemain Chelsea.

Sementara itu, Aljazair sukses meraih Piala Afrika 2019 di Mesir dengan mengalahkan Senegal 1-0 dalam laga puncak yang berlangsung Sabtu (20/7). Aljazair dikapteni oleh Riyad Mahrez, salah satu bintang Afrika di Liga Primer Inggris. 

Di area Amerika utara, Meksiko mempecundangi tuan rumah Amerika Serikat dan merebut Piala Emas Concacaf 2019. Sebelumnya pada bulan Juni 2019, Portugal mampu menjadi juara UEFA Nations League 2019 setelah mengalahkah Belanda 1-0 di final. Portugal menang 3-0 atas Swiss di semifinal dengan ketiga gol diborong oleh Cristiano Ronaldo. Sementara itu, Belanda menghentikan Inggris 3-1 untuk lolos ke partai puncak. Turnamen itu baru pertama kali diadakan dan sudah dimulai sehabis Piala Dunia 2018 lalu. Cristiano Ronaldo merebut gelar keduanya bersama Portugal setelah Piala Eropa 2016.

Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2019. Amerika Serikat berhasil menjadi kampiun dengan mengandaskan Belanda 2-0 dan menjadi trofi keempat sekaligus menjadi tim yang paling rajin juara.

Minggu, 08 Juli 2018

Juara Piala Dunia 2018 Pasti dari Eropa

Empat tim telah memastikan diri melaju ke semifinal Piala Dunia 2018 dan semuanya dari Eropa. Dengan demikian sudah jelas bahwa siapa pun yang akhirnya menang di laga final adalah tim asal Benua Biru. Dalam pertandingan perempat final yang dimainkan Jumat (6/7), Prancis menang 2-0 atas Uruguay dan Belgia menundukkan Brasil 2-1. Sementara itu, dalam perempat final lainnya yang melibatkan semua negara Eropa dan berlangsung Sabtu (7/7), Inggris mengalahkan Swedia 2-0 dan Kroasia menaklukkan tuan rumah Rusia lewat adu penalti 4-3 (setelah bermain 120 menit dengan skor 2-2). 

Uruguay dan Brasil menjadi sesama tim non-Eropa yang tersisa di perempat final Piala Dunia 2018. Kedua jagoan dari Amerika Latin yang pernah juara Piala Dunia itu akhirnya bertekuk lutut di tangan Prancis dan Belgia. Gol anak asuh Didier Deschamps dicetak oleh Raphael Varane lewat sundulan (40') dan Antoine Griezmann melalui tendangan keras dari luar kotak penalti (61'). Fernando Muslera sebenarnya bisa menyergap tendangan tersebut, tapi bola terlepas tanpa sempat ditangkapnya dan masuk ke gawang Uruguay. Griezmann tidak melakukan selebrasi sehabis membuat gol karena mengenang jasa pelatihnya di Real Sociedad yang merupakan orang Uruguay dan mengingat persahabatannya dengan Diego Godin dan Jose Gimenez, rekannya di Atletico Madrid.

Belgia sukses memulangkan Brasil melalui gol bunuh diri Fernandinho (13') dan gol Kevin de Bruyne (31'). Renato Augusto yang dimainkan di babak kedua hanya mampu menipiskan kekalahan Tim Samba menjadi 1-2 pada menit ke-76. Neymar dkk gagal menjawab ekspetasi publik Brasil untuk bisa meraih trofi juara dunia keenam di Rusia. Prancis dan Belgia akan bertemu di semifinal yang berlangsung Selasa (10/7) waktu setempat.

Dengan kembali mengenakan kostum merah-merah, Inggris menghentikan langkah Swedia di 8 besar Piala Dunia 2018. Sepasang gol The Three Lions dihasilkan lewat sundulan oleh Harry Maguire (30') dan Dele Alli (58'). Anak asuh Gareth Southgate mengukir sejarah baru, yaitu untuk ketiga kalinya tampil di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Inggris bermain di semifinal PD Inggris 1966 (menjadi juara untuk pertama kalinya) dan PD Italia 1990 (terhenti di semifinal). Sebuah fakta menarik, Inggris selalu mengenakan kostum tandangnya ketika menaklukkan dua tim berkaus kuning di fase 16 besar (Kolombia) maupun 8 besar (Swedia). Sponsor kostum kedua tim yang disingkirkan Inggris kebetulan sama pula. Sementara itu, Kroasia sukses menghentikan langkah tuan rumah Rusia dalam perempat final yang dimainkan terakhir. Kedua tim bermain 1-1 selama 90 menit. Dalam perpanjangan waktu 2x15 menit, Kroasia maupun Rusia membuat masing-masing satu gol sehingga skor menjadi 2-2. Dalam adu tendangan penalti, Kroasia unggul 4-3 dan mengulangi histori di PD Prancis 1998. Kroasia bakal menantang Inggris untuk merebut tiket ke final pada Rabu (1/7) waktu setempat.

Dua tim yang pernah sekali menjuarai Piala Dunia, Prancis dan Inggris, bakal bertarung dengan sepasang tim yang berambisi menjadi kampiun untuk kali pertama, Belgia dan Kroasia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya meraih kejayaan di Rusia?


Rabu, 04 Juli 2018

Kelolosan Dramatis Belgia dan Inggris ke 8 Besar

Empat tim terakhir telah memastikan diri ke perempat final Piala Dunia 2018 berikutnya, setelah mereka bertanding pada Senin (2/7) dan Selasa (3/7) waktu setempat. Brasil dipastikan berhadapan dengan Belgia, sedangkan Swedia bakal bertemu dengan Inggris. Brasil menang 2-0 atas Meksiko lewat gol Neymar dan Roberto Firmino. Swedia menyisihkan Swiss 1-0 melalui gol tunggal Emil Forsberg. Sementara itu, keberhasilan Belgia dan Inggris mesti melalui hal-hal yang dramatis. 

Eden Hazard dkk tertinggal 0-2 terlebih dahulu dari Jepang, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 di menit-menit akhir laga. Pada babak pertama kedua tim bermain seri tanpa gol. Jepang unggul cepat di babak kedua. Pergantian pemain oleh Roberto Martinez ternyata berbuah manis. Gol Vertonghen, Fellaini, dan Chadli membuat wakil Eropa itu menghentikan langkah satu-satunya wakil Asia di 16 besar. Penampilan Jepang sungguh layak dipuji, tapi Belgia telah menunjukkan diri sebagai tim yang memiliki mental juara.

Sementara itu, Inggris harus melewati adu penalti melawan Kolombia untuk melaju ke perempat final. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 90 menit yang berlanjut 2x15 menit. Harry Kane membuat The Three Lions unggul 1-0 lewat titik putih. Kapten Inggris itu kian mantap memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol. Namun, sesaat sebelum peluit panjang dibunyikan, Kolombia mampu menyamakan skor lewat sundulan Yeri Mina, yang merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen. Jordan Pickford, kiper Inggris asal klub Everton, mampu mementahkan tendangan penalti Carlos Bacca. Gol Eric Dier menjadi penentu kemenangan anak asuh Gareth Southgate. Inggris akan berhadapan dengan Swedia di perempat final.

Lolosnya Belgia dan Inggris ke babak 8 besar membuka peluang bagi kedua tim untuk bertemu kembali di partai puncak Piala Dunia 2018, sesudah duel pertama di Grup G. Namun, hal itu pun bisa terjadi pada Uruguay dan Rusia, tim-tim yang pernah berjumpa di Grup A.

Senin, 04 Juni 2018

Kembalinya Neymar dan Neuer Jelang Piala Dunia 2018

Kabar gembira datang dari kubu Brasil dan Jerman ketika Piala Dunia 2018 Rusia kian dekat. Neymar Junior kembali bermain untuk Brasil dan mencetak gol setelah beristirahat selama tiga bulan lantaran cedera ketika membela PSG klubnya di Liga Prancis. Brasil menang 2-0 atas Kroasia dalam ujicoba yang dimainkan di Stadion Anfield Liverpool pada Minggu (3/6/2018). Neymar yang diturunkan di awal babak kedua menggantikan Fernandinho membuka kemenangan timnya. Gol kedua dicetak Roberto Firmino, striker klub Liverpool.

Sementara itu, Manuel Neuer yang absen nyaris sepanjang musim 2017/18 dipercaya kembali mengawal gawang Jerman ketika menghadapi Austria (2/6). Sayangnya, tim besutan Joachim Loew takluk 1-2. Namun demikian, kembalinya kapten sekaligus kiper utama Die Mannschaft jelas merupakan sesuatu yang meningkatkan optimisme besar bagi juara Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017 tersebut. Menjadi tantangan tersendiri bagi Jerman melawan dua mitos, apakah mampu mempertahankan trofi Piala Dunia dan apakah juara Piala Konfederasi bisa memenangkan Piala Dunia di tahun berikutnya? 

Rabu, 28 Maret 2018

Portugal dan Jerman Takluk di Kandang

Juara Piala Eropa 2016 dan juara Piala Dunia 2014 mengalami nasib serupa dalam ujicoba kedua pada Maret 2018. Setelah menang 2-1 atas Mesir, Cristiano Ronaldo dkk dipaksa menyerah 0-3 oleh Belanda, tim yang absen dalam dua turnamen akbar antarnegara terakhir. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ronald Koeman yang baru dua kali memimpin Belanda. Gol tim tamu dibuat oleh Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgil van Dijk. Pemain terakhir diberi kepercayaan oleh Koeman sebagai kapten tim.

Kemenangan atas Portugal membawa harapan bahwa Belanda siap bangkit kembali. Memphis Depay, pemain yang pernah gagal bersama Manchester United kini mengkilap bersama Lyon dan bisa menjadi andalan Belanda di bawah Koeman. Justin Kluivert, putra Patrick Kluivert yang mantan striker hebat Tim Oranye, diberi kesempatan menjalani debutnya ketika bertandang ke Portugal. Pemain Ajax Amsterdam itu turun menggantikan Memphis. Justin menjalani debutnya dalam usia 18 tahun 325 hari, sedikit lebih tua ketimbang sang ayah yang berusia 18 tahun 138 hari ketika pertama kali berseragam tim senior Belanda.

Sementara itu, Jerman kalah 0-1 dari Brasil. Gol tunggal Selecao dicetak oleh Gabriel Jesus. Setelah tragedi kekalahan 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014, kedua tim baru bertemu lagi. Setidaknya Brasil mampu balas mengalahkan Jerman di kandang lawan, meski hanya bertajuk laga ujicoba.

Dalam ujicoba lainnya, Inggris vs Italia berakhir seri 1-1. Rusia takluk 1-3 dari Prancis. Dua gol diciptakan Kylian Mbappe dan satu gol lagi oleh Paul Pogba. Mbappe mencatat rekor sebagai pemain termuda Prancis yang mampu membuat sepasang gol dalam satu pertandingan.

Kamis, 30 Maret 2017

Brasil Negara Pertama Lolos ke Piala Dunia 2018

Brasil menjadi negara pertama yang lolos ke Piala Dunia 2018 lewat jalur kualifikasi. Neymar dkk memastikan diri bermain di Rusia tahun depan setelah meraih dua kemenangan beruntun dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) yang berlangsung bulan Maret ini. Tim Samba menang atas Uruguay 4-1 pada Jumat (24/3/2017) dan mengalahkan Paraguay 3-0 pada Selasa (27/3). Ketika bertandang ke Montevideo, Paulinho menjadi pahlawan kemenangan Selecao dengan tiga golnya. Neymar mencetak satu gol lainnya. Sementara itu, kala menjamu Paraguay di Arena Corinthians Sao Paulo, tiga gol diciptakan tiga pemain berbeda, yaitu Phillipe Coutinho, Neymar, dan Marcelo. Brasil memuncaki klasemen dengan mengoleksi poin 33 dari 14 pertandingan. Dengan empat laga tersisa, Selecao sudah aman berada di empat besar dan menggenggam tiket ke Rusia.

Brasil di bawah asuhan Tite meraih rekor gemilang dengan delapan kemenangan beruntun. Sejak menangani Tim Samba pada 16 Juni 2016 menggantikan Carlos Dunga, pelatih bernama asli Adenor Leonardo Bacchi tersebut membawa anak buahnya tak terkalahan dengan mencetak 24 gol dan hanya kebobolan dua gol. Setelah kehancuran di Piala Dunia 2016 maupun Copa America Centenario 2017, Brasil tampaknya sudah berada di jalan yang benar untuk membangun kejayaannya kembali bersama Tite.

Kamis, 13 Oktober 2016

Jerman Masih Sempurna, Brasil Pimpin Zona

Jeda internasional yang memainkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung awal Oktober 2016 telah berakhir. Jerman mencatat rekor sempurna dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga bulan ini dan total sudah tiga kali menang di Grup C zona Eropa. Juara Piala Dunia 2014 mengalahkan Republik Ceska 3-0 (8/10) dan Irlandia Utara 2-0 (11/10). Sebelumnya, September lalu Die Mannschaft melibas Norwegia 3-0. Thomas Mueller dkk delapan kali membobol gawang lawan dan Manuel Neuer belum sekali pun memungut bola dari gawangnya. Joachim Loew menyamai rekor Sepp Herberger yang sudah bertahan 52 tahun lamanya, yaitu menorehkan 94 kali kemenangan sebagai pelatih timnas Jerman.
Julian Draxler merayakan golnya bersama Thomas Mueller dan Mesut Oezil.
Selain Jerman, Swiss (Grup B) dan Belgia (Grup H) juga selalu menang dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Belgia bahkan memiliki rekor gol yang lebih baik (13-0) ketimbang Jerman (8-0). Prancis memimpin Grup A setelah menang 1-0 atas Belanda (10/10). Paul Pogba mencetak gol tunggal timnya. Swedia memiliki nilai yang sama dengan Prancis di nomor dua, sementara Belanda berada di bawahnya. Tim Oranye yang gagal tampil di Euro 2016 masih harus berjuang keras untuk lolos ke Rusia. Portugal menundukkan Kepulauan Faroe 6-0, setelah sebelumnya juga enam kali membobol gawang Andorra. Juara Piala Eropa 2016 itu masih berada di bawah Swiss di Grup B. Inggris memimpin Grup F sesudah mengalahkan Malta 2-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Slovenia. The Three Lions kini dipimpin oleh Gareth Southgate yang menjadi pelatih sementara, setelah September lalu Sam Allardyce mengundurkan diri karena melakukan hal yang hina. Arsene Wenger atau Roberto Mancini dikabarkan akan menjadi pelatih definitif Inggris selanjutnya. Spanyol dan Italia bersaing ketat di Grup G dengan koleksi poin yang sama. Spanyol menang 2-0 atas Albania, Italia unggul 3-2 atas Macedonia. Tim lain yang memimpin adalah Serbia (Grup D), Montenegro (Grup E), dan Kroasia (Grup I). Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Robert Lewandowski (Polandia) memimpin daftar pencetak gol dengan lima buah gol.
Selebrasi unik Gabriel Jesus usai cetak gol disambut tawa Coutinho.
Sementara itu Brasil memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Tim Samba mengalahkan Bolivia 5-0 dan Venezuela 2-0 di bulan Oktober. Kualifikasi di Amerika Selatan diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh. Hingga bulan ini semua tim telah melakoni 10 pertandingan. Argentina, musuh bebuyutan Brasil dalam sepak bola, untuk sementara masih terbenam di peringkat kelima di bawah Brasil, Uruguay, Ekuador, dan Kolombia. Paraguay dan Cile menyusul Argentina dengan selisih poin yang ketat. Perebutan tiket ke Rusia bakal berlangsung kian seru pada delapan laga yang tersisa.

Senin, 05 September 2016

Debut Apik Sejumlah Pelatih Tim Besar

Awal September 2016 menjadi kesempatan bagi sejumlah negara besar sepak bola tampil bersama arsitek timnas terbarunya. Di tanah Eropa, tak kurang dari Spanyol, Italia, Belgia, dan Inggris mengganti pelatihnya seusai Euro 2016 Prancis. Sementara itu, Brasil dan Argentina yang merupakan dua nama utama dari Amerika Selatan pun berupaya membangkitkan kejayaannya bersama pemimpin tim nasional anyar. Julen Lopetegui (Spanyol), Sam Allardyce (Inggris), Tite (Brasil), dan Edgardo Bauza (Argentina) melewati debutnya dengan hasil yang apik. Pada sisi lain, Giampiero Ventura (Italia) dan Roberto Martinez (Belgia) mengawali pertandingan pertamanya dengan kekalahan.

Perjumpaan Belgia dan Spanyol dalam laga uji coba di Brussels (1/9) merupakan pertemuan dua manajer anyar sesama orang Spanyol. Lopetegui bernasib lebih baik ketimbang Martinez. Tim tuan rumah bertekuk lutut 0-2 dari tim tamu. David Silva memborong sepasang gol La Roja.  Menjadi kejutan tersendiri ketika tidak ada nama Iker Casillas dan Cesc Fabregas dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih anyar Tim Matador. Lopetegui juga memanggil kembali Juan Mata dan Diego Costa yang tidak disertakan oleh Vicente del Bosque di Piala Eropa 2016 lalu. Yang juga menarik, terdapat lima pemain Real Madrid yang diundang ke timnas, yaitu : Sergio Ramos, Dani Carvajal, Lucas Vasquez, Alvaro Morata, dan Marco Asensio. Jumlah itu melebihi Barcelona yang hanya mengirim empat pemain. Uniknya, Lopetegui pernah menjadi kiper Madrid dan Barca di waktu lalu. Sebelum menangani tim senior La Roja, Julen Lopetegui pernah mengukir prestasi juara Piala Eropa level junior bersama tim U-19 (2012) dan tim U-21 (2013). David de Gea, Dani Carvajal, Koke, dan Morata merupakan sebagian pemain andalannya di tim U-21. Selanjutnya Spanyol akan menjamu Liechtenstein dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Leon (5/9).
Dua gol David Silva menjadikan debut Julen Lopetegui bersama Spanyol menjadi manis.
Sam Allardyce mengawali tugas barunya dengan meraih kemenangan. Adam Lallana mencetak gol tunggal Inggris ke gawang tuan rumah Slovakia dalam pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F Zona UEFA yang berlangsung di Trnavia (4/9). Sementara itu, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite berhasil membawa Brasil menang atas Ekuador 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL pada Kamis lalu (1/9). Satu gol Neymar dan dua gol Gabriel Jesus membuat sempurna debut Tite menangani Selecao. Pada hari yang sama, batal pensiunnya Lionel Messi membawa keberuntungan bagi Edgardo Bauza. Argentina menang 1-0 atas Uruguay dengan satu-satunya gol dicetak Messi.

Giampiero Ventura mengalami kekalahan dalam debutnya ketika Italia takluk 1-3 dari Prancis dalam pertandingan persahabatan di Bari (1/9). Graziano Pelle membuat satu gol untuk tim tuan rumah, namun para pemain tim tamu mampu tiga kali membobol gawang lawan. Namun sebuah rekor baru tercatat ketika Ventura memberikan debut bagi Gianluigi Donnarumma, kiper AC Milan berusia 17 tahun 6 bulan, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk Gli Azzuri sepanjang sejarah. Kebanggaan lain untuk Milan adalah keberadaan enam pemainnya di timnas besutan Ventura. Selain Donnarumma, terdapat nama Mattia De Sciglio, Luca Antonelli, Alessio Romagnoli, Riccardo Montolivo, dan Giacomo Bonaventura. De Sciglio dan Bonaventura menjadi pemain inti, sedangkan Donnarumma dan Montolivo menjadi pemain pengganti dalam laga Italia versus Prancis.
Donnaruma menjalani debutnya bersama tim senior Italia.

Kamis, 11 Februari 2016

Memori : Skor Anomali 2014


Sepak bola memang kerap sekali diwarnai kejutan demi kejutan. Sepanjang tahun 2014 terdapat beberapa pertandingan dalam turnamen atau kompetisi resmi yang menghasilkan skor akhir yang di luar dugaan. Hal itu tidak hanya melibatkan timnas Indonesia, tapi juga tim-tim ternama di dunia. Kita akan mengupasnya satu demi satu.

Indonesia vs Filipina : 0-4 di Piala AFF 2014.
Salah satu hal yang menjadi warna kusam perjalanan Tim Merah Putih di Piala AFF 2014 adalah ketika Indonesia tunduk 0-4 dari Filipina (25/11). Rekor baru tercipta karena itulah kekalahan pertama timnas dalam sejarah pertemuan kedua tim. Siapa pun tidak pernah membayangkan bahwa Firman Utina dkk akan kalah dengan skor sebesar itu dari tim yang belum pernah sekali pun menang atas Skuat Garuda kebanggaan kita. Tim asuhan Alfred Riedl pun gagal lolos ke semifinal, lantaran sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Vietnam, dan kemenangan 5-1 atas Laos di laga pamungkas menjadi sia-sia. 

Sebelum itu, Indonesia yang diwakili timnas U-23 kalah 1-4 dari Korea Utara di babak 16 Besar Asian Games 2014 Korea Selatan pada September. Namun bukan itu kejutannya, karena hasil tersebut sudah bisa diprediksi. Kekalahan 0-6 dari Thailand (22/9) di laga ketiga babak penyisihanlah yang mencengangkan, mengingat tim Aji Santoso sebelumnya menang telak atas Timor Leste (7-0) dan Maladewa (4-0). Beruntunglah Ferdinand Sinaga dkk yang masih bisa lolos ke babak selanjutnya, meski akhirnya kandas pula.

Di Piala Dunia 2014 Brasil, skor anomali terjadi beberapa kali. Spanyol dikandaskan Belanda 1-5 pada laga pertama Grup B (14/6). Spanyol yang berstatus juara bertahan masih tetap dengan pemain terbaiknya, seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Xabi Alonso. Namun mereka tidak berdaya menghadapi Robin van Persie dkk, yang pernah mereka kalahkan 1-0 di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tim besutan Vincente del Bosque akhirnya terhenti di babak penyisihan grup, sementara tim besutan Louis van Gaal meraih posisi ketiga.
Brasil vs Jerman : 1-7 di Piala Dunia 2014.
Kejutan terbesar di Piala Dunia 2014 adalah ketika Brasil kalah 1-7 dari Jerman di semifinal (9/7). Brasil sebenarnya hanya kehilangan Thiago Silva (akumulasi kartu) dan Neymar (cedera), bermain di depan pendukungnya sendiri, tapi justru meraih hasil paling memalukan sepanjang sejarah sepak bola juara Piala Dunia lima kali itu. Yang lebih menyedihkan lagi, tim asuhan Luiz Felipe Scolari juga kalah telak 0-3 dari Belanda (13/7) dalam perebutan peringkat ketiga.


Sebelum Piala Dunia 2014 berlangsung, Bayern Muenchen pernah ditundukkan Real Madrid 0-4 di semifinal Liga Champion 2013/14 (30/4). Padahal Muenchen adalah juara bertahan Eropa, bermain di kandang sendiri, dan sudah memastikan gelar juara Bundesliga 2013/14. Sesudah itu, kemenangan Los Blancos atas Atletico Madrid dengan skor 4-1 dalam final Liga Champion di Lisabon (25/5) cukup mencengangkan pula. Los Colchorenos sebenarnya sempat unggul lebih dulu 1-0 dan baru memastikan gelar juara La Liga 203/14 waktu itu. Sebelum dan sesudah laga  tersebut, tim besutan Carlo Ancelotti selalu kesulitan meraih kemenangan dari tim besutan Diego Simeone. Madrid bahkan telah gagal mempertahankan trofi Copa del Rey pada musim 2014/15, setelah kalah agregat 2-4 dari Atletico pada Januari 2015.

Muenchen kembali membuat cerita di pertandingan Grup E Liga Champion 2014/15. Bermain di Stadion Olimpico, tuan rumah AS Roma dibantai 1-7 oleh tim yang diarsiteki Pep Guardiola (22/10). Padahal Roma merupakan saingan terberat Juventus dalam merebut gelar juara Serie A musim ini. Beberapa pemain Jerman seperti mengalami deja vu, karena mereka pernah merasakannya ketika di Piala Dunia 2014 menaklukkan Brasil. Pemain yang sama-sama memperkuat timnas Jerman dan Muenchen adalah Manuel Neuer, Philip Lahm, Jerome Boateng, Mario Goetze, dan Thomas Mueller. Neuer kebobolan satu gol dan Mueller membuat satu gol dalam kemenangan Jerman maupun Muenchen dengan skor 7-1 tersebut.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan majalah BolaVaganza No.160 - Februari 2015.