Tampilkan postingan dengan label final kepagian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label final kepagian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2021

Manchester United vs AC Milan di 16 Besar Liga Europa

Pertandingan final yang terlalu dini terjadi ketika Manchester United mesti bertemu AC Milan di fase 16 besar Liga Europa 2020/21. Kedua tim sedang menjalani masa kebangkitannya musim ini, mampu bersaing di papan atas liga masing-masing, dan dijagokan publik layak menjadi juara Liga Europa. Tentu saja sebuah kejutan yang tidak menyenangkan bagi mereka yang menjadi penggemar United sekaligus Milan. 

Kedua tim sudah kerap berhadapan di Liga Champions, tapi baru sekali terjadi di Liga Europa. Selama ini sejarah mencatat United lebih kerap tersisih di fase gugur, tapi dalam pertemuan terakhir justru Red Devils mampu menghentikan langkah Rossoneri pada 16 besar Liga Champions 2009/10.

Yang menarik adalah keberadaan Zlatan Ibrahimovic dan Diogo Dalot di kubu Milan. Kedua pemain pernah berkostum Setan Merah, bahkan Dalot masih menjadi pemain United yang musim ini dipinjamkan ke klub Italia peraih tujuh trofi Piala/Liga Champions tersebut.

Sekiranya musim depan mereka kembali bersua, maka semoga  terjadi di Liga Champions 2021/22 yang merupakan habitat sejati bagi kedua tim besar tersebut.

Jumat, 13 April 2018

Madrid Ketemu Muenchen Lagi


Real Madrid ternyata mesti menghadapi lawan berat lagi di semifnal UEFA Champions League 2017/18 setelah lolos dari hadangan Juventus di perempat final. Los Blancos berdasarkan hasil undian dipertemukan dengan Bayern Muenchen, salah satu klub terbaik Eropa dan penguasa Bundesliga sepanjang masa. Istilah "final kepagian" pun mengemuka kembali menyambut pertemuan jagoan Spanyol dan jawara Jerman tersebut. El Real adalah pemegang rekor terbanyak juara Piala/Liga Champion dengan raihan 12 trofi, sedangkan Muenchen mengoleksi lima gelar Piala/Liga Champion. Pelatih kedua tim sama-sama pernah dua kali membawa timnya juara Liga Champion. Zinedine Zidane mewujudkannya bersama Madrid dalam dua musim terakhir. Jupp Heynckes menjadi juara Eropa bersama Los Blancos dan Die Roten.

Sementara itu, Liverpool vs AS Roma merupakan pertandingan semifinal lainnya. Perjumpaan kedua tim kuda hitam dengan kostum berwarna merah di empat besar merupakan kejutan tersendiri. Di 16 besar lalu keduanya menyisihkan Manchester City dan Barcelona yang lebih diunggulkan. The Reds memiliki lima trofi Piala/Liga Champion, sedangkan I Giallorossi belum pernah sekali pun meraihnya. Roma menjadi satu-satunya tim semifinalis musim ini yang berusaha mendapatkan trofi pertama di Eropa.

Selasa, 12 Desember 2017

Final Kepagian di 16 Besar UCL 17/18


Pengundian babak 16 besar UEFA Champions League 2017/18 telah dilangsungkan Senin (11/12/2017). Seperti yang diperkirakan publik, terjadi pertemuan dua tim unggulan yang layak disebut final kepagian. Real Madrid, juara dua musim terakhir, mesti berjumpa dengan PSG, tim yang begitu ambisius meraih trofi UCL perdananya dan kini memiliki trio striker hebat pada diri Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan Neymar Junior. Duel seru lainnya terjadi dalam laga Chelsea vs Barcelona.

Minggu, 19 Maret 2017

Final Kepagian di Perempat Final Liga Champion

Bayern Muenchen menghadapi Real Madrid, lalu Juventus berjumpa dengan Barcelona. Kedua laga perempat final tersebut sebenarnya layak menjadi salah satu partai puncak Liga Champion 2016/17. Keempat tim adalah unggulan teratas untuk menjadi kampiun kejuaraan antarklub tertinggi di Eropa, namun hasil undian mempertemukan mereka di babak 8 besar. Madrid dan Muenchen merupakan pengoleksi trofi Piala/Liga Champion terbanyak sepanjang sejarah yang konsisten tampil. Sebenarnya masih ada AC Milan yang sudah tiga musim absen dari Eropa, meski memiliki tujuh piala dan hanya kalah dari Madrid dengan 11 gelar kampiun.  Muenchen sendiri sudah lima kali menjuarai Piala/Liga Champion Eropa. Perjumpaan FC Bayern dan El Real akan menjadi ajang reuni bagi kedua pelatih, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Don Carletto adalah mantan pelatih Los Blancos selama dua musim (2013-2015) dan Zizou pernah menjadi asistennya ketika merebut trofi Liga Champion 2013/14, yang merupakan gelar ke-10 sepanjang histori klub. Zizou telah menyamai prestasi mentornya kala membawa Madrid menjadi kampiun Liga Champion musim lalu. Bukan hanya pelatih, di antara pemain pun ada yang akan kembali ke mantan klubnya. Xabi Alonso di kubu Die Roten adalah mantan pemain Los Blancos, sementara Toni Kroos sebaliknya. Bukan hal yang mudah untuk membuat prediksi siapa yang bakal memenangi laga final kepagian tersebut.

Laga perempat final lainnya mempertemukan tim-tim kuda hitam, Atletico Madrid vs Leicester City dan Borussia Dortmund vs AS Monaco. Lolosnya Leicester dan Monaco ke babak 8 besar menjadi kejutan tersendiri. Juara Liga Inggris 2015/16 sedang terpuruk di dalam negeri, kalah 1-2 dari Sevilla di laga pertama 16 besar, dan telah memecat Claudio Ranieri sebagai pelatihnya. Namun, Craig Shakespeare sebagai pelatih pengganti hingga akhir musim justru mampu membawa timnya membalikkan keadaan. Leicester menang 2-0 atas Sevilla, juara Liga Europa tiga tahun terakhir, di laga kandangnya dan membuat rekor baru bagi klub. Sementara itu, Monaco juga berhasil menciptakan come back hebat melawan Manchester  City. Takluk 3-5 di laga pertama, Radamel Falcao dkk berhasil unggul 3-1 atas Sergio Aguero dkk di laga kedua. Monaco lolos dengan keunggulan gol tandang.

Kamis, 07 Juli 2016

Juara Dunia Menantang Tuan Rumah Euro 2016

Satu tiket partai puncak Piala Eropa 2016 masih akan diperebutkan Jerman dan Prancis pada Kamis malam (7/7) waktu Prancis. Pertemuan kedua tim barangkali layak disebut sebagai final kepagian pula, jika mengingat reputasi yang mereka miliki saat ini. Sebelumnya terdapat pertandingan Italia versus Spanyol di perdelapan final dan Jerman versus Italia di perempat final Euro 2016. Sesama tim unggulan telah saling berhadapan jauh sebelum laga final berlangsung. 


Manuel Neuer mendapat sambutan rekan-rekannya seusai menundukkan Italia lewat adu penalti.
Jerman adalah penggenggam Piala Dunia 2014 yang selalu menjadi kandidat kampiun dalam setiap kejuaraan resmi antarnegara. Mengoleksi empat gelar juara dunia dan tiga trofi Eropa, Der Panzer layak disebut sebagai tim terbaik Eropa sepanjang masa. Sementara itu, Prancis adalah tim yang memiliki sejarah positif saban menjadi tuan rumah turnamen akbar. Les Blues berhasil meraih juara Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Kedua tim telah menunjukkan kepantasannya untuk melaju hingga empat besar. 

Tim besutan Joachim Loew memuncaki Grup D dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Di babak 16 besar, Manuel Neuer dkk menundukkan Slovakia 3-0. Pada perempat final, Jerman secara dramatis menyingkirkan Italia lewat adu penalti (6-5), setelah bermain seri 1-1 selama 120 menit. Kemenangan tersebut menjadi sesuatu yang sangat bermakna karena berhasil memutus rekor buruk Der Panzer yang selama ini tansah kalah saban berjumpa Gli Azzuri di fase gugur kejuaraan resmi antarnegara.

Tim asuhan Didier Deschamps memimpin Grup A dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Selanjutnya Hugo Lloris dkk mengalahkan Irlandia 2-1 di perdelapan final dan pesta gol 5-2 atas Islandia di babak 8 besar.  Prancis menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen dengan 11 gol yang diciptakan ke gawang lawan. Antoine Griezmann memuncaki daftar top scorer sementara dengan koleksi empat gol, sedangkan Olivier Giroud dan Dimitri Payet sama-sama membuat tiga gol.


Olivier Giroud memborong dua gol ke gawang Islandia.
Laga Jerman melawan Prancis akan berlangsung ketat. Biarpun mesti kehilangan Mats Hummels (akumulasi kartu), Sami Khedira, dan Mario Gomez (cedera), anak asuh Joachim Loew masih memiliki materi pemain pengganti yang cukup mumpuni. Yang jelas, Thomas Mueller masih perlu membuktikan dirinya mampu membuat gol di Prancis. Bintang Jerman bernomor 13 ini sangat produktif di Piala Dunia, tapi selalu puasa gol di Piala Eropa. Tim tuan rumah bakal bermain dengan kekuatan terbaiknya. Trio penyerang Griezmann-Giroud-Payet semakin konsisten dalam mengoyak gawang lawan dan tentu berharap mampu menambah koleksi golnya. Dukungan maksimal dari publik sendiri menjadi kekuatan ekstra bagi anak asuh Didier Deschamps demi meraih kejayaan kembali di benua Eropa.

Sabtu, 25 Juni 2016

Final Kepagian di 16 Besar Piala Eropa 2016

Babak penyisihan grup Piala Eropa 2016 telah usai. Sebanyak 16 tim akan saling berhadapan di babak perdelapan final. Sejumlah tim unggulan seperti Prancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Spanyol memang terus melaju ke fase gugur, tapi sayangnya Italia versus Spanyol mesti bertemu di 16 besar. Ulangan final Piala Eropa 2012 tersebut menjadi semacam final kepagian yang terjadi di Prancis. Italia lolos sebagai juara Grup E, sementara Spanyol menjadi runner-up Grup D karena kalah 1-2 dari Kroasia dalam laga terakhir penyisihan grup. Italia atau Spanyol akan bertemu Jerman yang diprediksi mampu menundukkan Slovakia. 

Sementara itu, Inggris juga harus puas menjadi runner-up Grup B di bawah Wales. Jika mampu mengalahkan Islandia di perdelapan final, Inggris mungkin bakal berjumpa Prancis di perempat final. Tim tuan rumah diperkirakan dapat lolos dari hadangan Republik Irlandia. Tim-tim kuda hitam seperti Belgia, Wales, Kroasia, dan Swiss, salah satunya barangkali akan tampil di partai puncak menghadapi tim unggulan yang sebelumnya pernah merasakan gelar juara. 

Hasil tiga kali imbang menjadikan Portugal lolos ke perdelapan final sebagai peringkat ketiga terbaik. Ketergantungan yang terlalu besar pada Cristiano Ronaldo membuat mereka tidak diunggulkan ketika berhadapan dengan Kroasia di 16 besar. Sementara itu, kecemerlangan Gareth Bale yang mencetak tiga gol pada tiga laga grup diperkirakan akan berlanjut ketika Wales bertemu Irlandia Utara, sesama tim Britania Raya. Namun kejutan demi kejutan tentu masih mungkin terjadi di Prancis.

Kemesraan Antonio Conte dan anak asuhnya ketika Italia memastikan tiket ke 16 besar Euro 2016.

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Eropa 2016
Sabtu, 25 Juni 2016 pukul 20.00 WIB: Swiss vs Polandia, di Saint-Etienne
Sabtu, 25 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Wales vs Irlandia Utara, di Paris
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Kroasia vs Portugal, di Lens
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 20.00 WIB: Prancis vs Republik Irlandia, di Lyon
Minggu, 26 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Jerman vs Slovakia, di Lille
Senin, 27 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Hungaria vs Belgia, di Toulouse
Senin, 27 Juni 2016 pukul 23.00 WIB: Italia vs Spanyol, di Saint-Denis
Selasa, 28 Juni 2016 pukul 02.00 WIB: Inggris vs Islandia, di Nice
Sumber: UEFA