Tampilkan postingan dengan label prancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prancis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Agustus 2024

spanyol juara sepakbola olimpiade paris 2024




spanyol menjadi juara sepakbola olimpiade paris 2024 setelah di final menang 5-3 atas prancis lewat perpanjangan waktu. 


foto  @sefutbol


Minggu, 07 Juli 2024

jerman kandas, semifinal euro tanpa tuan rumah

 


jerman kalah 1-2 dari spanyol di 8 besar euro 2024. tim tuan rumah gagal berjaya di depan publikmya. spanyol akan bertemu prancis di semifinal euro 2024. prancis menang 5-3 atas portugal via adu penalti. pada semifinal lainnya ada inggris vs belanda. inggris menang 5-3 atas swiss via adu penalti, sedangkan belanda mengalahkan turki 2-1.


Senin, 19 Desember 2022

Argentina Juara Piala Dunia 2022

Setelah melewati pertandingan yang mesti diselesaikan lewat adu tendangan penalti, Argentina akhirnya berhasil menjadi juara Piala Dunia 2022 Qatar. Lionel Messi dan Angel di Maria lebih dahulu membawa Albiceleste unggul 2-0 atas Les Bleus di babak pertama. Namun, Prancis mampu bangkit di babak kedua dengan dua gol Kylian Mbappe yang dicetaknya hanya dalam waktu dua menit. Laga puncak di Qatar pun dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Messi kembali menaklukkan Hugo Lloris membuat anak asuh Lionel Scaloni sempat unggul 3-2. Mbappe untuk ketiga kalinya mampu membobol gawang Emiliano Martinez sehingga skor menjadi 3-3. 

Untuk menentukan sang kampiun dilakukanlah adu penalti. Emiliano Martinez menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan menggagalkan dua tendangan penalti pemain Prancis. Sementara itu, keempat pemain Argentina menjalankan tugasnya dengan sempurna. Argentina unggul 4-2 dalam adu penalti. Tim besutan Didier Deschamps dipastikan gagal mempertahankan trofi yang direbutnya pada Piala Dunia 2018 Rusia. Argentina meraih Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah edisi tahun 1978 dan 1986. 

Lionel Messi akhirnya mampu mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar setelah gagal di final 2014 di Brasil. Messi mencetak sejumlah rekor menakjubkan yang membuatnya layak menjadi pemain terbaik dunia sepanjang masa pada masa kini.

Jumat, 16 Desember 2022

Argentina vs Prancis di Final Piala Dunia 2022

Akhirnya salah satu final impian bakal terjadi di partai puncak Piala Dunia 2022 Qatar. Argentina dipastikan bakal menantang juara bertahan Prancis setelah kedua tim mampu menundukkan lawan-lawannya di semifinal. Argentina menang 3-0 atas Kroasia, sedangkan Prancis mengalahkan Maroko 2-0. 

Selasa, 29 November 2022

Prancis, Brasil, dan Portugal Lolos ke 16 Besar

Prancis, Brasil, dan Portugal dipastikan tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022 Qatar setelah semua tim melakoni laga kedua di fase grup. Prancis, Brasil, dan Portugal berhasil menang dalam dua pertandingan awal mereka. 

Senin, 11 Oktober 2021

Prancis Juara UEFA Nations League


Prancis berhasil menjadi juara UEFA Nations League 2020/21 setelah menang 2-1 atas Spanyol. Pertandingan final berlangsung di San Siro Milan pada Minggu (10/10/21) malam waktu setempat. Spanyol lebih dulu unggul melalui gol Mikel Oyarzabal di menit ke-64. Karim Benzema menyamakan skor dua menit kemudian. Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Les Bleus dengan golnya di menit ke-80. Setelah membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Dunia 2018, kali ini Didier Deschamps kembali berjaya sebagai pelatih. Sebelumnya Deschamps pernah memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 sebagai kapten Prancis.

Prancis melaju ke final setelah menang 3-2 atas Belgia. Yannick Carrasco dan Romelu Lukaku sempat membuat Belgia unggul 2-0 di babak pertama. Namun, Prancis mampu bangkit lewat gol Benzema, Mbappe, dan Theo Hernandez. Sementara itu, Spanyol menyisihkan Italia 2-1 pada semifinal lainnya. Ferran Torres memborong sepasang gol La Furia Roja, sedangkan gol Lorenzo Pellegrini hanya menipiskan kekalahan. Italia akhirnya menempati peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas Belgia.

Semoga saja spirit juara Benzema, Theo Hernandez, Raphael Varane, Paul Pogba, dan Anthony Martial bersama Prancis terbawa ke klub masing-masing. Maka pada akhir musim nanti mereka kembali menjadi kampiun bersama Real Madrid, AC Milan, dan Manchester United.

Senin, 16 Juli 2018

Prancis Juara Piala Dunia 2018!


Perhelatan paling akbar sepak bola tahun ini berakhir sudah. Les Bleus mengukir sejarah menjadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Dalam final yang dimainkan pada Minggu (15/7) di Stadion Luzhniki Moskow, Prancis berhasil mengalahkan Kroasia 4-2 dalam sebuah pertandingan yang berlangsung impresif. Gol bunuh diri Mario Mandzukic-yang berusaha menghalau tendangan bebas Antoine Griezmann-mengawali keunggulan tim besutan Didier Deschamps di menit ke-18. Ivan Perisic menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-28. Sepuluh menit kemudian tendangan penalti Griezmann menaklukkan Danijel Subasic. Wasit memutuskan memberi hadiah penalti kepada Les Bleus setelah menggunakan VAR dan memastikan Perisic handball di kotak penalti Vatreni. Babak pertama berakhir 2-1 dengan gol yang tercipta setiap 10 menit sejak menit ke-18. Prancis berada di atas angin setelah tendangan keras Paul Pogba (59') dan Kylian Mbappe (65') dua kali menjebol gawang Subasic. Tim Ayam Jantan unggul 4-1. Gol Mandzukic yang memanfaatkan kesalahan Hugo Lloris di menit ke-69 hanya mampu menipiskan kekalahan menjadi 4-2. 

Prancis meraih Piala Dunia keduanya setelah menjuarainya untuk pertama kali pada 20 tahun silam. Didier Deschamps menjadi orang ketiga yang menjadi juara Piala Dunia sebagai pemain sekaligus pelatih. Dia mengikuti jejak Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman). Meskipun kalah di final, Kroasia yang dilatih oleh Zlatko Dalic telah meraih prestasi terbaiknya di Piala Dunia 2018. Luka Modric dkk selalu bermain menyerang, penuh semangat, dan pantang menyerah sepanjang turnamen.

Beberapa penghargaan khusus diberikan kepada sejumlah nama. Luka Modric yang sukses membawa Kroasia hingga final menjadi pemain terbaik. Kylian Mbappe yang menjadi pemain termuda kedua (19 tahun 207 hari) yang bisa mencetak gol di final Piala Dunia-setelah Pele (17 tahun 249 hari) di PD 1958-dan total membuat empat gol terpilih sebagai pemain muda terbaik. Harry Kane (Inggris) menjadi pencetak gol tersubur dengan enam gol. Thibaut Courtois (Belgia) menjadi kiper terbaik. FIFA Fair Play diberikan kepada Spanyol. Sementara itu, Belgia menempati peringkat ketiga di Rusia setelah menang 2-0 atas Inggris pada Sabtu (14/7). Thomas Meunier dan Eden Hazard menjadi pencetak gol Belgia dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Saint Petersburg.

Rabu, 11 Juli 2018

Prancis Taklukkan Belgia di Semifnal

Prancis memastikan satu tempat di partai pamungkas Piala Dunia 2018 setelah menaklukkan Belgia 1-0 dalam semifinal yang berlangsung di Stadion Saint Petersburg pada Selasa (10/7) waktu setempat. Gol tunggal Les Bleus dicetak Samuel Umtiti di menit ke-51. Setelah dua tahun silam tampil di final Piala Eropa 2016, Didier Deschamps mampu kembali membawa tim besutannya berlaga di final turnamen besar. Jika mampu memenangkan pertandingan puncak di Rusia, Deschamps akan mengukir rekor meraih Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih sekaligus menebus kegagalan dua tahun lalu. Dia akan menjadi orang ketiga yang membuat prestasi tersebut setelah Mario Zagalo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman). Deschamps adalah kapten Prancis sebagai kampiun Piala Dunia 1998. Saat itu Les Bleus berjaya ketika menjadi tuan rumah turnamen dan diperkuat pemain-pemain terbaiknya, seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Youri Djorkaeff, Fabien Barthez, Marcel Dessaily, dan Lilian Thuram. 

Prancis tinggal menunggu Kroasia atau Inggris untuk merebut trofi Piala Dunia keduanya sepanjang sejarah. Final tahun ini menjadi kesempatan ketiga Les Bleus setelah PD 1998 dan PD 2006. Prancis dikalahkan Italia lewat adu penalti di final 2006, yang diwarnai insiden antara Marco Matterazi dan Zinedine Zidane. Tahun ini Hugo Lloris dkk berpeluang mengulangi prestasi dua dekade silam dengan para pemain top seperti Raphael Varane, Paul Pogba, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe. Mereka sudah teruji mampu menyingkirkan lawan-lawan tangguh semacam Argentina (16 besar), Uruguay (8 besar), dan Belgia (semifinal). Tim besutan Roberto Martinez disebut-sebut sebagai generasi emas yang potensial membawa Belgia sebagai juara dunia baru di Rusia. Apalagi ada nama Thierry Henry, legenda sepak bola Prancis, sebagai asisten manajer Martinez. Namun, akhirnya Henry tetap tersenyum melihat timnas negaranya lolos ke final, sedangkan anak asuhnya kandas di empat besar. 

Minggu, 08 Juli 2018

Juara Piala Dunia 2018 Pasti dari Eropa

Empat tim telah memastikan diri melaju ke semifinal Piala Dunia 2018 dan semuanya dari Eropa. Dengan demikian sudah jelas bahwa siapa pun yang akhirnya menang di laga final adalah tim asal Benua Biru. Dalam pertandingan perempat final yang dimainkan Jumat (6/7), Prancis menang 2-0 atas Uruguay dan Belgia menundukkan Brasil 2-1. Sementara itu, dalam perempat final lainnya yang melibatkan semua negara Eropa dan berlangsung Sabtu (7/7), Inggris mengalahkan Swedia 2-0 dan Kroasia menaklukkan tuan rumah Rusia lewat adu penalti 4-3 (setelah bermain 120 menit dengan skor 2-2). 

Uruguay dan Brasil menjadi sesama tim non-Eropa yang tersisa di perempat final Piala Dunia 2018. Kedua jagoan dari Amerika Latin yang pernah juara Piala Dunia itu akhirnya bertekuk lutut di tangan Prancis dan Belgia. Gol anak asuh Didier Deschamps dicetak oleh Raphael Varane lewat sundulan (40') dan Antoine Griezmann melalui tendangan keras dari luar kotak penalti (61'). Fernando Muslera sebenarnya bisa menyergap tendangan tersebut, tapi bola terlepas tanpa sempat ditangkapnya dan masuk ke gawang Uruguay. Griezmann tidak melakukan selebrasi sehabis membuat gol karena mengenang jasa pelatihnya di Real Sociedad yang merupakan orang Uruguay dan mengingat persahabatannya dengan Diego Godin dan Jose Gimenez, rekannya di Atletico Madrid.

Belgia sukses memulangkan Brasil melalui gol bunuh diri Fernandinho (13') dan gol Kevin de Bruyne (31'). Renato Augusto yang dimainkan di babak kedua hanya mampu menipiskan kekalahan Tim Samba menjadi 1-2 pada menit ke-76. Neymar dkk gagal menjawab ekspetasi publik Brasil untuk bisa meraih trofi juara dunia keenam di Rusia. Prancis dan Belgia akan bertemu di semifinal yang berlangsung Selasa (10/7) waktu setempat.

Dengan kembali mengenakan kostum merah-merah, Inggris menghentikan langkah Swedia di 8 besar Piala Dunia 2018. Sepasang gol The Three Lions dihasilkan lewat sundulan oleh Harry Maguire (30') dan Dele Alli (58'). Anak asuh Gareth Southgate mengukir sejarah baru, yaitu untuk ketiga kalinya tampil di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Inggris bermain di semifinal PD Inggris 1966 (menjadi juara untuk pertama kalinya) dan PD Italia 1990 (terhenti di semifinal). Sebuah fakta menarik, Inggris selalu mengenakan kostum tandangnya ketika menaklukkan dua tim berkaus kuning di fase 16 besar (Kolombia) maupun 8 besar (Swedia). Sponsor kostum kedua tim yang disingkirkan Inggris kebetulan sama pula. Sementara itu, Kroasia sukses menghentikan langkah tuan rumah Rusia dalam perempat final yang dimainkan terakhir. Kedua tim bermain 1-1 selama 90 menit. Dalam perpanjangan waktu 2x15 menit, Kroasia maupun Rusia membuat masing-masing satu gol sehingga skor menjadi 2-2. Dalam adu tendangan penalti, Kroasia unggul 4-3 dan mengulangi histori di PD Prancis 1998. Kroasia bakal menantang Inggris untuk merebut tiket ke final pada Rabu (1/7) waktu setempat.

Dua tim yang pernah sekali menjuarai Piala Dunia, Prancis dan Inggris, bakal bertarung dengan sepasang tim yang berambisi menjadi kampiun untuk kali pertama, Belgia dan Kroasia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya meraih kejayaan di Rusia?


Senin, 02 Juli 2018

Messi, Ronaldo, dan Spanyol Sudah Pulang

Kejutan demi kejutan masih terus terjadi di Rusia. Babak perdelapan final Piala Dunia 2018 telah memainkan empat pertandingan dalam dua hari, Sabtu (30/6) dan Minggu (1/7). Bintang-bintang kondang pun tak bisa terus bersinar dan kembali berguguran. Argentina takluk 3-4 dari Prancis, sedangkan Portugal kandas 1-2 di tangan Uruguay. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah harus pulang dari Rusia setelah timnya kalah pada hari yang sama. Antoine Griezmann sempat membuat Le Bleus unggul 1-0 di menit ke-13, tapi Albiceleste kemudian membalas dan berganti memimpin 2-1 lewat gol Angel Di Maria (41') dan Gabriel Mercado (48'). Benjamin Pavard menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-57. Dua gol Kylian Mbappe hanya dalam empat menit (64' dan 68') membuat anak asuh Didier Deschamps unggul 4-2. Gol Sergio Aguero di menit ke-90+3 hanya mampu menipiskan kekalahan Argentina. Sementara itu, sepasang gol Uruguay dibuat oleh Edinson Cavani. Gol Pepe hanya sempat menyamakan kedudukan di menit ke-55. Ada benang merah yang menghubungkan bintang kemenangan Prancis dan Uruguay. Mbappe dan Cavani sama-sama bermain di PSG, klub raksasa Prancis. Dengan mencetak dua gol di 16 besar, keduanya kini mengoleksi tiga gol di Piala Dunia 2018. Mereka berdua akan saling berhadapan ketika Prancis bertemu Uruguay di perempat final. 

Sementara itu, Spanyol yang merupakan kandidat juara lainnya pun dihentikan langkahnya oleh tuan rumah Rusia lewat adu penalti. La Roja yang dihuni oleh pemain-pemain top seperti David De Gea, Sergio Ramos, Andres Iniesta, Isco, dan Diego Costa dipastikan gagal meraih trofi keduanya di Piala Dunia. Anak asuh Fernando Hierro lebih dulu unggul 1-0 lewat gol bunuh diri bek Rusia yang mengawal Sergio Ramos dalam sebuah kemelut di muka gawang Igor Akinfeev, yang didahului sepak pojok Marco Asensio. Tim tuan rumah menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Artem Dzyuba setelah tangan Gerard Pique terkena bola di depan gawang Sapnyol. Kedua tim bermain seri 1-1 hingga 90 menit yang dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit. Skor tidak berubah sehingga laga mesti diakhiri dengan adu tendangan penalti. Akinfeev, penjaga gawang sekaligus kapten Rusia menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan Koke dan Iago Aspas. Sang kiper terpilih sebagai pemain terbaik Rusia vs Spanyol. Rusia pun unggul 4-3 dalam adu penalti dan berhak melaju ke 8 besar.

Satu laga lain yang harus diselesaikan lewat adu penalti adalah Kroasia vs Denmark. Pada lima menit awal pertandingan kedua  tim sudah bermain 1-1, tapi kemudian mereka tidak bisa lagi menjebol gawang lawan hingga usai waktu normal. Luka Modric berpeluang membuat Kroasia unggul di babak kedua perpanjangan waktu, tapi tendangan penaltinya berhasil digagalkan Kasper Schmeichel. Selanjutnya, adu penalti menjadi adu ketangguhan kiper kedua tim, Danijel Subasic dan Schmeichel. Subasic sukses menggagalkan tiga penalti pemain Denmark, sedangkan Schmeichel dua kali melakukannya. Ivan Rakitic menjadi penendang terakhir Kroasia yang menjadikan timnya unggul 3-2 dalam adu penalti. Kroasia akan menantang Rusia di babak perempat final. Sementara itu, Kasper Schmeichel terpilih sebagai pemain terbaik biarpun timnya terhenti langkahnya di Rusia.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Italia vs Spanyol Seri, Tim Unggulan Lain Menang

Dalam dua hari, 6-7 Oktober 2016, telah berlangsung sejumlah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai konfederasi. Apa yang terjadi di Eropa senantiasa menyita perhatian pencinta sepak bola, apalagi pekan ini ada perjumpaan Italia dan Spanyol, yang sudah dimainkan Kamis (7/10) malam kemarin di Juventus Stadium. Laga kedua Grup G zona Eropa itu berlangsung imbang 1-1. Biarpun tim tamu sangat mendominasi pertandingan, namun hanya sebuah gol tercipta ke gawang tim tuan rumah. Vitolo berhasil mencetak gol di menit ke-55. Dia bisa memanfaatkan kesalahan Gianluigi Buffon yang maju meninggalkan kotak penalti dan gagal menghentikan manuver pemain lawan. Daniele De Rossi membuat gol penalti di menit ke-82, tepatnya setelah Sergio Ramos melanggar Eder di kotak penalti Spanyol.
Kegembiraan Vitolo (Spanyol) seusai menaklukkan Buffon (Italia).
Tim inti Gli Azzuri didominasi pemain Juventus dan AC Milan yang sama-sama berjumlah tiga pemain. Seperti biasa, ada Buffon beserta dua bek andalan La Vecchia Signora -Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli- di sektor pertahanan. Absennya Giorgio Chiellini diganti bek muda Milan, Andrea Romagnoli. Dua pemain Rossoneri lainnya bermain di sektor tengah, Riccardo Montolivo dan Mattia De Sciglio. Montolivo hanya bermain sekitar 30 menit karena menderita cedera dan penggantinya adalah Giacomo Bonaventura, rekan seklubnya. Sedangkan di kubu La Roja, Barcelona kembali mendominasi tim inti dengan menempatkan Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta. Hanya dua pemain Real Madrid yang turun sejak sepak mula, Sergio Ramos dan Dani Carvajal. Namun dua pemain Los Blancos turun sebagai pengganti, Nacho dan Alvaro Morata.

Sementara itu, tim-tim unggulan mampu meraih kemenangan di hari Jumat (8/10) malam waktu Eropa. Portugal, sang juara Piala Eropa 2016, pesta gol 6-0 ke gawang Andorra. Cristiano Ronaldo yang baru kembali bermain untuk timnas -sesudah cedera di final Euro 2016- tampil gemilang dengan mencetak empat gol. CR7 pun langsung memimpin senarai pencetak gol terproduktif dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. 
Ronaldo kembali memperkuat Portugal dan mencetak empat gol ke gawang Andorra.
Prancis dan Belanda di Grup A juga mengalahkan lawan masing-masing, yang di atas kertas memang di bawah mereka. Uniknya, Prancis dan Belanda menang dengan margin gol yang sama persis : 4-1. Kevin Gameiro (Prancis) dan Quincy Promes (Belanda) masing-masing menyumbang dua gol kemenangan timnya pula. Kedua pertandingan juga berlangsung bersamaan dan disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional di Indonesia. RCTI menayangkan Prancis vs Bulgaria dan GlobalTV menampilkan Belanda vs Belarusia. Pada laga berikutnya Belanda akan menjamu Prancis di Amsterdam pada Senin (10/10) mendatang.

Minggu, 10 Juli 2016

Satu Nama Pasti Juara Piala Eropa 2016

Portugal dan Prancis akhirnya menjadi dua tim terakhir yang berhak memperebutkan trofi lambang kejayaan sepak bola antarnegara Eropa dalam final Piala Eropa 2016, yang berlangsung di Stade de France Saint-Denis pada Minggu malam (10/7) waktu Prancis. Kedua tim lolos ke partai puncak dengan skor kemenangan identik di semifinal. Jika Portugal menundukkan Wales 2-0 melalui gol Cristiano Ronaldo dan Nani, maka Prancis mengandaskan juara dunia Jerman 2-0 lewat sepasang gol Antoine Griezmann. Para pencetak gol pun memiliki benang merah tersendiri berupa angka. Jika Ronaldo dan Griezmann merupakan pemain nomor 7 (tujuh), maka Nani adalah pemain nomor 17. Lantas ketika Ronaldo dan Nani sama-sama mengoleksi tiga gol hingga semifinal, maka Griezmann telah membuat total enam gol (sama dengan gol Ronaldo dan Nani yang dijumlahkan) sebelum final berlangsung. Peluang Griezmann sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2016 sudah di depan mata. Para pemain lain yang masih berpeluang menambah golnya di final baru mengumpulkan tiga gol, yaitu Ronaldo, Nani, Olivier Giroud, dan Dimitri Payet. 



Lolosnya Portugal ke laga pamungkas terbilang mengejutkan. Kendati dikapteni oleh CR7, tapi kualitas tim berseragam merah marun itu secara umum dipandang masih di bawah Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belgia, atau bahkan Inggris. Tim asuhan Fernando Santos lolos dari Grup F dengan tidak meyakinkan, menduduki peringkat ketiga dari hasil tiga kali imbang melawan Islandia, Austria, dan Hongaria. Menang 1-0 atas Kroasia di 16 besar, mengalahkan Polandia via adu penalti di 8 besar, hingga menyingkirkan Wales 2-0 di semifinal, tetap menempatkan Portugal sebagai tim yang tidak diunggulkan menjadi kampiun. Tapi jika melihat sejarah Piala Eropa, terdapat siklus 12 tahun sekali, gelar juara akan diraih oleh tim yang tidak diperhitungkan. Setelah Denmark menjadi juara Euro 1992, maka 12 tahun kemudian giliran Yunani berjaya di Euro 2004. Denmark yang hadir di turnamen menggantikan Yugoslavia -yang mendapat sanksi internasional karena perang- justru berhasil mengalahkan Jerman Barat, yang merupakan juara Piala Dunia 1990. Sementara itu Yunani membuat Portugal, tim tuan rumah yang bergelimang bintang, takluk di depan publik sendiri. Portugal yang kalah di final Euro 2004 mencoba membalikkan takdirnya dengan mengalahkan tuan rumah Euro 2016, tepat ketika 12 tahun telah berlalu kini. 

Prancis sejak semula menjadi kandidat juara, mengingat statusnya sebagai tuan rumah dan sejarah indah meraih Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Tim asuhan Didier Deschamps memiliki materi pemain yang sangat mumpuni di semua sektor, meski sejumlah bintangnya -seperti Karim Benzema dan Raphael Varane- absen. Perjalanan Hugo Lloris dkk hingga partai puncak pun mengundang banyak pujian. Menjadi juara Grup A, Prancis lalu menaklukkan Irlandia 2-1 di 16 perdelapan final, membantai Islandia 5-2 di perempat final, sampai akhirnya membuat Jerman bertekuk lutut di semifinal. Les Bleus merupakan tim terproduktif turnamen dengan 13 gol. Striker utama Prancis, Griezmann, menjadi pemain tertajam di Euro 2016 hingga empat besar. Yang menarik, tim tuan rumah juga memiliki siklus 16 tahun sekali menjadi juara Piala Eropa. Sesudah berjaya di Euro 1984, Prancis meraih gelar juara Euro 2000. Waktu itu Prancis berstatus sebagai juara Piala Dunia 1998 dan dipimpin oleh kapten Didier Deschamps, pelatih Les Bleus saat ini.

Pada Mei silam, Ronaldo dan Pepe telah berjumpa dengan Griezmann di final Liga Champion 2016 di San Siro Milan. Real Madrid yang diperkuat duo Portugal berhasil mengandaskan Atletico Madrid yang diperkuat sang striker Prancis. Ronaldo dan Pepe tentu berharap bisa meraih gelar selanjutnya bersama Portugal, sementara Griezmann tentu tak ingin kalah lagi di partai puncak ketika membela Prancis.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan finalis Euro 2016, yang bisa jadi tidak terlalu diperhatikan orang. Portugal dan Prancis sama-sama mengenakan kostum yang disponsori oleh Nike. Bahkan  motif seragam kedua tim pun identik dan dibedakan warna belaka. Di semifinal, Portugal dan Prancis mengalahkan Wales dan Jerman, yang kebetulan keduanya disponsori oleh Adidas. Tampilnya dua tim berseragam sama di laga pamungkas Piala Eropa 2016 memastikan siapa pun sang jawara, tim tersebut pasti memakai merek Nike. Sejarah baru telah tercipta karena selama ini belum pernah ada tim Nike menjadi kampiun Piala Eropa dan dominasi Adidas di Eropa pun sementara terhenti di Prancis. Dalam lima kejuaraan terakhir, tim Adidas senantiasa berjaya. Mereka adalah Jerman (1996), Prancis (2000), Yunani (2004), dan Spanyol (2008 dan 2012). Bahkan sebelum trofi digenggam Denmark (1992), setidaknya Belanda (1988), Prancis (1984), dan Jerman Barat (1980 dan 1972) pun berseragam Adidas. Kemenangan Portugal atau Prancis di final Euro 2016 akan melengkapi keberhasilan tim Nike lainnya -Chile- yang Juni lalu menjuarai Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat. Chile sejak awal 2016 disponsori oleh Nike, sementara sebelumnya disponsori oleh Puma.


Kamis, 07 Juli 2016

Juara Dunia Menantang Tuan Rumah Euro 2016

Satu tiket partai puncak Piala Eropa 2016 masih akan diperebutkan Jerman dan Prancis pada Kamis malam (7/7) waktu Prancis. Pertemuan kedua tim barangkali layak disebut sebagai final kepagian pula, jika mengingat reputasi yang mereka miliki saat ini. Sebelumnya terdapat pertandingan Italia versus Spanyol di perdelapan final dan Jerman versus Italia di perempat final Euro 2016. Sesama tim unggulan telah saling berhadapan jauh sebelum laga final berlangsung. 


Manuel Neuer mendapat sambutan rekan-rekannya seusai menundukkan Italia lewat adu penalti.
Jerman adalah penggenggam Piala Dunia 2014 yang selalu menjadi kandidat kampiun dalam setiap kejuaraan resmi antarnegara. Mengoleksi empat gelar juara dunia dan tiga trofi Eropa, Der Panzer layak disebut sebagai tim terbaik Eropa sepanjang masa. Sementara itu, Prancis adalah tim yang memiliki sejarah positif saban menjadi tuan rumah turnamen akbar. Les Blues berhasil meraih juara Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998 di depan publik sendiri. Kedua tim telah menunjukkan kepantasannya untuk melaju hingga empat besar. 

Tim besutan Joachim Loew memuncaki Grup D dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Di babak 16 besar, Manuel Neuer dkk menundukkan Slovakia 3-0. Pada perempat final, Jerman secara dramatis menyingkirkan Italia lewat adu penalti (6-5), setelah bermain seri 1-1 selama 120 menit. Kemenangan tersebut menjadi sesuatu yang sangat bermakna karena berhasil memutus rekor buruk Der Panzer yang selama ini tansah kalah saban berjumpa Gli Azzuri di fase gugur kejuaraan resmi antarnegara.

Tim asuhan Didier Deschamps memimpin Grup A dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Selanjutnya Hugo Lloris dkk mengalahkan Irlandia 2-1 di perdelapan final dan pesta gol 5-2 atas Islandia di babak 8 besar.  Prancis menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen dengan 11 gol yang diciptakan ke gawang lawan. Antoine Griezmann memuncaki daftar top scorer sementara dengan koleksi empat gol, sedangkan Olivier Giroud dan Dimitri Payet sama-sama membuat tiga gol.


Olivier Giroud memborong dua gol ke gawang Islandia.
Laga Jerman melawan Prancis akan berlangsung ketat. Biarpun mesti kehilangan Mats Hummels (akumulasi kartu), Sami Khedira, dan Mario Gomez (cedera), anak asuh Joachim Loew masih memiliki materi pemain pengganti yang cukup mumpuni. Yang jelas, Thomas Mueller masih perlu membuktikan dirinya mampu membuat gol di Prancis. Bintang Jerman bernomor 13 ini sangat produktif di Piala Dunia, tapi selalu puasa gol di Piala Eropa. Tim tuan rumah bakal bermain dengan kekuatan terbaiknya. Trio penyerang Griezmann-Giroud-Payet semakin konsisten dalam mengoyak gawang lawan dan tentu berharap mampu menambah koleksi golnya. Dukungan maksimal dari publik sendiri menjadi kekuatan ekstra bagi anak asuh Didier Deschamps demi meraih kejayaan kembali di benua Eropa.

Rabu, 15 Juni 2016

Kemenangan Tim Unggulan di Laga Perdana Euro 2016

Ekpresi Gerard Pique (Spanyol) sesaat setelah membobol gawang Petr Cech (Rep. Ceska).


Piala Eropa 2016 Prancis telah berlangsung sejak 10 Juni 2016. Seluruh 24 tim peserta yang terbagi dalam enam grup sudah melewati laga perdananya. Sejumlah tim unggulan mampu meraih kemenangan, yaitu Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia. Prancis menundukkan Rumania 2-1. Olivier Giroud dan Dimitri Payet, dua pemain yang bermain di klub Liga Inggris, menjadi pahlawan kemenangan tim tuan rumah. Gol Skhodran Mustafi dan Bastian Schweinsteiger membawa juara dunia Jerman mengandaskan Ukraina 2-0. Gol itu sangat istimewa bagi Schweini karena dia turun sebagai pemain pengganti dan berkali-kali didera cedera sepanjang musim lalu.



Kemenangan Spanyol dan Italia menjadi awal yang sempurna bagi kedua finalis Piala Eropa 2012 yang sama-sama terpuruk ketika tampil di Piala Dunia 2014. Spanyol yang merupakan peraih trofi Piala Eropa 2008 dan 2012 menaklukkan Republik Ceska 1-0 lewat gol sundulan Gerard Pique yang menerima assist dari Andres Iniesta. Perubahan besar terjadi di sektor penjaga gawang Tim Matador ketika David de Gea diberi kepercayaan untuk menjadi kiper utama menggantikan Iker Casillas. Italia menunjukkan jatidirinya sebagai tim yang tidak layak diremehkan, biarpun tampil tanpa sejumlah pemain utamanya yang cedera. Belgia yang merupakan penghuni nomor satu peringkat FIFA justru takluk 0-2 dari Gli Azzuri yang sebelum turnamen sebenarnya tidak terlalu diunggulkan. Gol Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle memastikan keunggulan anak asuh Antonio Conte.



Inggris yang digadang-gadang bakal melangkah jauh ditahan imbang Rusia 1-1. Eric Dier mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang membuat The Three Lions unggul lebih dulu. Sementara itu, Wales menjadi satu-satunya tim debutan yang meraih kemenangan ketika Gareth Bale dkk menaklukkan Slovakia 2-1. Bale menjadi pencetak gol pertama Wales dalam sejarah Piala Eropa. Islandia yang juga baru pertama kalinya tampil di Piala Eropa mampu membuat kejutan dengan menahan imbang Portugal 1-1. Luca Modric menjadi pencetak gol tunggal Kroasia ke gawang Turki. 



Bale dan Modric adalah pemain Real Madrid yang berhasil membuat gol sekaligus memenangkan timnya di pertandingan pertama Piala Eropa 2016. Para pemain Los Blancos lainnya yang meraih hasil positif adalah Toni Kroos (Jerman) dan Sergio Ramos (Spanyol). Pepe dan Cristiano Ronaldo (Portugal) sebatas mampu bermain imbang, sementara Lucas Vasquez (Spanyol) dan Mateo Kovacic (Kroasia) masih duduk di bangku cadangan belaka. Total terdapat delapan pemain klub juara Liga Champion Eropa 2015/16 yang membela negaranya masing-masing di Prancis.


Graziano Pelle (Italia) mendapat pengawalan ketat Marouane Fellaini (Belgia).
Hasil pertandingan pertama Piala Eropa 2016 :
Grup A : Prancis vs Rumania (2-1); Albania vs Swiss (0-1)
Grup B : Wales vs Slovakia (2-1); Inggris vs Rusia (1-1)
Grup C : Jerman vs Ukraina (2-0); Polandia vs Irlandia Utara (1-0)
Grup D : Spanyol vs Rep.Ceska (1-0); Turki vs Kroasia (0-1)
Grup E : Rep.Irlandia vs Swedia (1-1); Belgia vs Italia (0-2)
Grup F : Austria vs Hungaria (0-2); Portugal vs Islandia (1-1)