Tampilkan postingan dengan label pelatih anyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatih anyar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2019

Shin Tae-yong Pelatih Anyar Timnas Indonesia


Menjelang akhir tahun 2019, nama pelatih baru timnas Indonesia akhirnya dirilis. Shin Tae-yong resmi menjadi arsitek skuat Garuda mulai Januari 2020 mendatang.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hal-Hal Positif PSSI di Februari

Hal-hal positif terus mengiringi langkah PSSI yang kini dikomandani oleh Edy Rahmayadi pada bulan Februari 2017. Kamis lalu (9/2) PSSI resmi memperkenalkan tiga pelatih timnas sepak bola Indonesia, yaitu : Luis Milla Aspas (timnas senior dan U-22/23), Indra Sjafri (timnas U-19), dan Fakhri Husaini (timnas U-16). Hal itu menjadi sejarah baru dan membuktikan komitmen PSSI untuk memberi perhatian serius terhadap pembinaan pemain muda serta tim nasional yang berkesinambungan. Milla, Indra, dan Fakhri diharapkan mampu bersinergi untuk membangun timnas yang lebih baik di masa depan. Pelatih asal Spanyol itu telah berencana melakukan seleksi awal pada 22-24 Februari mendatang dan akan mulai memantau para pemain yang berlaga di turnamen Piala Presiden 2017 yang sudah dimulai sejak Sabtu pekan lalu (4/2). Piala Presiden 2017 diikuti oleh 20 klub yang dibagi dalam lima grup di lima kota (Sleman, Malang, Bandung, Gianyar, dan Bangkalan). Indra dan Fakhri sudah menyatakan komitmennya untuk membantu juru taktik anyar Tim Merah-Putih. Jadwal laga resmi FIFA pertama tahun ini adalah Maret mendatang. Milla akan menurunkan timnas senior dalam debutnya bersama Skuat Garuda. Sementara itu, Indonesia mengalami kenaikan dalam peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis (9/2). Tim Merah-Putih menempati peringkat ke-169 dengan poin 123, naik empat tingkat ketimbang sebelumnya.
Luis Milla siap bekerja sama dengan Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.
Sebelumnya, pada Selasa (7/2) PSSI mendapat kunjungan dari AFC (Asian Football Confederation) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon. AFC akan membantu PSSI mengembangkan sepak bola nasional dengan memberikan dana senilai 600 ribu dollar Amerika atau sekitar 8 miliar rupiah. Bantuan lain berupa pengiriman sejumlah ahli dari Asia dan Eropa untuk membangun serta membenahi sepak bola di Indonesia. Beberapa permasalahan yang dihadapi PSSI, seperti masalah lisensi klub, pelatih, dan wasit, maupun pengembangan pemain muda, akan dibantu dicarikan solusinya oleh AFC.

PSSI kemudian menerima perwakilan dari FIFA pada Jumat (10/2) dan membuat terobosan baru yang dinamakan National Despute Resolution Chambers (NDRC) untuk menanggulangi sengketa antara pemain dan klub sepak bola. NDRC akan diisi oleh perwakilan klub, pemain, dan dua orang berlatar belakang hukum. Selain di Indonesia, baru sedikit negara lainnya yang dipilih FIFA untuk menjalankan NDRC.
Jordy Tutuarima ingin mengikuti jejak Stefano Lilipaly membela timnas Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia, PSSI berencana melakukan naturalisasi pemain, sebagaimana pernah terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid dan Djohar Arifin. Belasan nama yang bermain di Eropa dan Asia telah didata. Nama yang cukup menonjol dan tengah dalam incaran PSSI adalah Ezra Wailan (Ajax Amsterdam) dan Emil Audero Mulyadi (Juventus). Sementara itu, Jordy Tutuarima, rekan seklub Stefano Lilipaly di SC Telstar (Belanda) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela timnas Indonesia. Jordy memiliki darah Maluku seperti halnya Stefano. Beberapa pemain asing yang sudah lama bermain di Liga Indonesia juga ingin menjadi warga negara Indonesia, antara lain Esteban Viszcara (Argentina/Arema FC) dan Shohei Matsunaga (Jepang/Persib). 

Selasa, 31 Januari 2017

Asa Timnas Indonesia Bersama Luis Milla

PSSI akhirnya resmi menunjuk Luis Milla Aspas sebagai pelatih timnas senior sekaligus timnas U-22/23 Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu rencananya akan mulai bertugas sejak awal Februari 2017 mendatang. Turnamen Piala Presiden 2017 dan kompetisi resmi Liga Indonesia 2017 akan menjadi ajang seleksi pemain timnas bagi pelatih yang pernah sukses menjuarai Piala Eropa U-21 2011 bersama Spanyol tersebut. Sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya di Spanyol U-21 kini menjadi bintang di Eropa, seperti David de Gea, Ander Herrera, Juan Mata, dan Thiago Alcantara. Tidak berlebihan sekiranya kita berharap Milla bisa membawa Tim Merah-Putih berjaya dan memunculkan pemain andalan Indonesia di masa depan. PSSI menargetkan timnas menjadi juara SEA Games 2017 yang berlangsung Agustus mendatang dan menembus empat besar Asian Games 2018. Dengan waktu yang kian mendesak, tampaknya tak mudah bagi Luis Milla untuk memberikan prestasi instan bagi sepak bola Indonesia. Yang jelas dia bukan pesulap, apalagi penyihir.  

PSSI pun telah menugaskan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-19 dan Fachri Huzaini sebagai pelatih timnas U-16. Jika PSSI serius melakukan pembinaan pemain muda, maka para pelatih timnas junior mesti bersinergi dengan Luis Milla dan juga Danurwindo, direktur teknik PSSI. Keputusan FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2026 merupakan angin segar bagi sepak bola kita. Kesempatan bermain di Piala Dunia menjadi lebih terbuka sembilan tahun mendatang. Para pemain yang kemungkinan besar akan menghuni Skuat Garuda pada 2026 adalah mereka yang akan menjadi anak asuh Indra Sjafri dan Fachri Huzaini sejak tahun ini. Tidak hanya memberi perhatian kepada timnas, PSSI diharapkan segera merilis agenda yang jelas mengenai proses pembinaan pemain muda, yaitu melalui kompetisi berjenjang yang teratur. Satu hal yang positif, PSSI mewajibkan setiap klub peserta Liga 1 (kasta tertinggi Liga Indonesia 2017) mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dan memberi kesempatan mereka bermain. Pemain asing pun telah dibatasi maksimal tiga orang. Sementara untuk Liga 2 (Divisi Utama) tanpa pemain asing sama sekali. PSSI juga sudah berencana memperbanyak jumlah pelatih sepak bola yang berkualitas. Memang harus ada banyak hal baru yang dilakukan demi terciptanya sebuah kemajuan.

Senin, 09 Januari 2017

Asa Sepak Bola Indonesia di 2017

Kongres PSSI yang berlangsung pada Minggu (8/1/2017) di Bandung menghasilkan sejumlah keputusan penting. Persebaya dan enam tim yang selama ini mendapat sanksi kembali menjadi anggota PSSI. Persebaya akan bermain di Divisi Utama, sementara yang lain bermain di Liga Nusantara. Beberapa nama klub yang berganti nama telah disetujui. Liga Indonesia menurut rencana akan digelar mulai Maret 2017 mendatang. Sejumlah regulasi baru akan mewarnai kompetisi mendatang, seperti pemain asing yang dibatasi maksimal tiga orang (2 pemain dari mana saja+1 pemain Asia) dan kewajiban mendaftarkan pemain U-23.

Nama calon pelatih timnas senior yang merangkap timnas U-23, timnas U-19, dan tim U-16 Indonesia telah diumumkan, meski siapa yang akhirnya terpilih masih dalam proses. Yang jelas, Alfred Riedl, pelatih timnas di Piala AFF 2016, sudah tidak dipercaya lagi oleh pengurus baru PSSI. Luis Fernandez (Prancis) dan Luis Milla (spanyol) menjadi kandidat arsitek timnas senior. Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal dijagokan menangani timnas U-19. Fachri Huzaini dan Rudy Eka Priyambada merupakan calon pelatih timnas U-16. Justru satu nama yang sudah pasti adalah ditunjuknya Danurwindo sebagai direktut teknik timnas, menyisihkan nama Riedl dan Pieter Huistra (Belanda).

Ketika niat bersih untuk membenahi sepak bola nasional diiringi dengan cara-cara yang baik, maka mudah-mudahan hasilnya pun akan baik. Tapi mesti diingat bahwa dalam hal apa saja, untuk meraih keberhasilan, perlu perjuangan, kesabaran, dan melewati proses yang bisa jadi panjang. Semoga tidak cepat menyerah untuk terus berbenah, demi kejayaan Indonesia tercinta. 

Senin, 29 Agustus 2016

Memori : Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen, yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.
Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Dia datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.