Selasa, 06 Juni 2017

Prestasi Para Mantan Pelatih Madrid

Musim 2016/17 menjadi ajang kejayaan Real Madrid dengan Zinedine Zidane sebagai pelatihnya. Selain meraih trofi juara Liga Spanyol dan Liga Champion Eropa pada akhir musim ini, Los Blancos telah lebih dulu menjuarai Piala Super Eropa 2016 dan Piala Dunia Antarklub 2016. Diawali dengan gelar kampiun UEFA Champions League 2015/16 hingga mempertahankan gelar tersebut pada Juni 2017 yang menjadi sebuah rekor baru, Zidane telah mempersembahkan lima trofi bagi El Real sejak resmi melatih Cristiano Ronaldo  dkk pada Januari 2016. 
Jose Mourinho dengan trofi Liga Europa 2016/17.
Ternyata nasib baik juga tengah berpihak pada tiga mantan pelatih Real Madrid pada akhir musim ini. Jose Mourinho berhasil membawa Manchester United mendapatkan Piala Liga dan Liga Europa 2016/17. The Red Devils pun berhak tampil di Liga Champion musim 2017/18, meski hanya menempati peringkat ke-6 di Liga Primer Inggris. Selama menangani Los Merengues (2010-2013), Mourinho pernah memberikan gelar juara Copa del Rey 2010/11, La Liga 2011/12, dan Supercoppa Espana 2012. Dia dipecat pada akhir musim 2012/13 dan digantikan oleh Carlo Ancelotti.

Carlo Ancelotti sukses mengantarkan Bayern Muenchen menjuarai Bundesliga 2016/17. Pelatih asal Italia tersebut mempersembahkan trofi Liga Champion Eropa 2013/14, Copa del Rey 2013/14, Piala Super Eropa 2014, dan Piala Dunia Antarklub 2014 bagi El Real (2013-2015). Meski mengoleksi empat piala dalam dua musim, Ancelotti tetap dipecat. Satu lagi mantan pelatih Madrid, Rafael Benitez, mampu membawa Newcastle United promosi ke Premier League dengan menjuarai Divisi Championship atau kompetisi kasta kedua Liga Inggris 2016/17. Benitez yang menjadi pengganti Ancelotti tidak sempat mengukir prestasi bersama Madrid karena dipecat dan digantikan oleh Zidane pada pertengahan musim 2015/16.
Carlo Ancelotti merayakan gelar juara Bundesliga 2016/17.
Reuni Mourinho dan Madrid
Jose Mourinho akan memimpin timnya saat ini, Manchester United, bertemu kembali dengan Real Madrid dalam waktu dekat. United, sebagai juara Liga Europa, akan berjumpa dengan El Real, pemenang Liga Champion, dalam Piala Super Eropa 2017 mendatang. Uniknya, ada sebuah benang merah ketika kedua tim menang di laga pamungkas kedua kejuaraan sekian waktu lalu. The Red Devils maupun Los Blancos bertindak sebagai tim tamu sehingga tidak mengenakan kostum utamanya di final Liga Europa dan Liga Champion. United menggunakan kostum kedua yang berwarna biru ketika mengalahkan Ajax Amsterdam 2-1, sedangkan El Real memakai kostum ketiga yang berwarna ungu kala menundukkan Juventus 4-1. Ajax dan Juve yang mengenakan kostum utama kebanggaannya justru menelan pil pahit di pertandingan terakhir kejuaraan.

Minggu, 04 Juni 2017

Real Madrid Merajai Eropa Lagi!


Real Madrid memang luar biasa! Untuk pertama kalinya dalam sejarah UEFA Champions League (UCL) yang dimulai sejak musim 1992/93, sebuah tim bisa meraih gelar juara dalam dua musim beruntun. El Real berhasil meruntuhkan mitos selama lebih dari dua dekade itu setelah menaklukkan Juventus 4-1 dalam final Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung di Cardiff pada Sabtu (3/6/2017) waktu setempat. Musim lalu tim asuhan Zinedine Zidane mampu menang lewat adu penalti atas Atletico Madrid di Milan. Los Blancos kian mengukuhkan dirinya sebagai raja diraja klub Eropa dengan 12 trofi Piala/Liga Champion Eropa. Zizou tercatat sebagai pelatih pertama yang membawa timnya mempertahankan gelar kampiun di era UCL.



Empat gol Madrid masing-masing dicetak oleh Cristiano Ronaldo (20' dan 64'), Casemiro (61'), dan Marco Asensio (90'). Juventus hanya bisa membuat sebuah gol yang dicetak secara akrobatik oleh Mario Mandzukic (27'). Zidane menurunkan seluruh materi pemain terbaiknya, termasuk Dani Carvajal yang baru pulih dari cedera. Isco kembali menjadi pemain inti berposisi di balakang duet Ronaldo-Karim Benzema. Gareth Bale baru diberi kesempatan turun sebagai pemain pengganti di Cardiff, kota kelahirannya. Kendati tidak bermain dengan kostum utamanya, Los Merengues tidak kehilangan tajinya dan justru tampil hebat dengan kostum berwarna ungu, yang merupakan kostum ketiga musim ini.



Cristiano Ronaldo mencatat sejumlah rekor fantastis kembali. Dia mencetak dua gol di laga puncak dan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion musim ini dengan 12 gol. CR7 kian kokoh sebagai pencetak gol terbanyak di ajang antarklub Eropa sepanjang masa dengan total 105 gol. Bintang asal Portugal itu juga membuat rekor mencetak 600 gol sepanjang kariernya, baik bersama Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, maupun ketika membela Portugal. Ronaldo kini mengoleksi empat gelar Liga Champion. Yang pertama diraihnya bersama United (2008), sementara tiga lainnya bersama Madrid dalam empat musim terakhir.



Juventus 1-4 Real Madrid (Mario Mandzukic, 27'; Cristiano Ronaldo, 20', 64', Casemiro, 61, Marco Asensio, 90')
SUSUNAN PEMAIN
Juventus (3-4-2-1): 1-Gianluigi Buffon; 15-Andrea Barzagli (7-Juan Cuadrado, 66'), 3-Giorgio Chiellini, 19-Leonardo Bonucci; 12-Alex Sandro, 5-Miralem Pjanic (8-Claudio Marchisio, 70'), 6-Sami Khedira, 23-Dani Alves; 21-Paulo Dybala (18-Mario Lemina, 78'), 17-Mario Mandzukic; 9-Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri
Real Madrid (4-3-1-2): 1-Keylor Navas; 2-Dani Carvajal, 5-Raphael Varane, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo; 14-Casemiro, 8-Toni Kroos (21-Alvaro Morata, 89'), 19-Luka Modric; 22-Isco (20-Marco Asensio, 82'); 9-Karim Benzema (11-Gareth Bale, 77'), 7-Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane


Rabu, 31 Mei 2017

Milan Kembali ke Eropa

AC Milan mengakhiri musim 2016/17 dengan bertengger di posisi ke-6 Liga Italia Serie A. Tim asuhan Vincenzo Montella pun berhak tampil di Liga Europa musim depan, meski harus melalui babak kualifikasi. I Rossoneri kembali bermain di Eropa setelah tiga musim absen. Montella dipastikan tetap bertahan di Milan dan dia bahkan telah menandatangani kontrak anyar yang berlaku hingga tahun 2019. Mantan striker AS Roma tersebut dinilai cukup berhasil mengangkat prestasi Tim Merah-Hitam yang sudah sekian waktu terpuruk. Selain merebut tiket ke Eropa, Gianluigi Donnarumma dkk pun mampu meraih trofi Supercoppa Italiana 2016 setelah mengalahkan Juventus akhir tahun 2016 lalu. Meski belum tampil konsisten, tapi Montella mampu membuat sejumlah pemain Milan menunjukkan kualitasnya yang menjanjikan. Misalnya saja, Gianluigi Donnarumma dan Gianluca Lapadula yang menjalani debutnya bersama timnas Italia.  Lalu ada pula Gerard Deulofeu yang kembali dipanggil timnas Spanyol sejak bergabung dengan Milan pada pertengahan musim.

Untuk menghadapi musim baru, Milan mulai merekrut pemain anyar. Mateo Musacchio, bek yang musim lalu bermain untuk Villareal menjadi pemain pertama yang bergabung dengan I Rossoneri. Frank Kessie menyusul kemudian dengan status pinjaman dari Atalanta. Milan dikabarkan berhasrat merekrut Alvaro Morata (Real Madrid) atau Andrea Belotti (Torino) untuk menjadi striker utama. Dengan pemilik dan manajemen baru, harga pembelian dan gaji pemain mestinya tidak lagi menjadi masalah berarti. Semoga saja performa anak asuh Montella bakal lebih baik musim 2017/18 dan layak bersaing dengan AS Roma dan Napoli untuk menghentikan dominasi Juventus sebagai raja diraja Liga Italia Serie A.

Berbagi Gelar di Sejumlah Liga Eropa

Kecuali Liga Italia yang tetap didominasi oleh Juventus yang begitu superior, akhir musim 2016/17 di liga-liga sepak bola utama Eropa lainnya menghasilkan juara liga dan pemenang piala (cup competition) yang berbeda. Laksana ada komitmen untuk berbagi gelar di antara klub-klub di Liga Spanyol, Inggris, Jerman, dan Prancis. 


Real Madrid berhasil mengakhiri puasanya selama empat musim dengan menjadi juara La Liga. Barcelona yang gagal mengukir rekor tiga musim beruntun juara liga masih mendapat gelar hiburan berupa trofi Copa del Rey setelah mengalahkan Alaves 3-1 pada Sabtu (27/5/2017) pekan lalu . Laga itu juga menjadi ajang perpisahan bagi pelatih kedua tim, Luis Enrique dan Mauricio Pellegrino. Kabar mundurnya Luis Enrique dari kursi pelatih El Barca sudah diumumkan sejak sekian bulan lalu. Pihak manajemen telah menunjuk Ernesto Valverde, pelatih Athletic Bilbao, sebagai penggantinya untuk dua musim ke depan. Sementara itu, Pellegrino mengundurkan diri dua hari setelah Alaves kalah di final Copa del Rey dan kemungkinan akan menangani klub lain di Spanyol atau Inggris.  

Chelsea menjadi kampiun Liga Premier di bawah Antonio Conte sebagai pelatih anyarnya. Arsenal merebut Piala FA setelah di final menundukkan Chelsea 2-1 pada Sabtu (27/5). Arsene Wenger terbukti masih mampu membuat pencinta The Gunners kembali tertawa gembira di akhir musim, meski gagal lolos ke Liga Champion musim depan. Manajer gaek asal Prancis itu pun dipastikan masih akan menangani Arsenal lagi hingga dua musim mendatang. Satu trofi juara lagi bagi klub Inggris, Piala Liga, lebih dahulu diraih Manchester United pada April lalu.


Bayern Muenchen masih terus menjadi penguasa sejati Bundesliga dengan Carlo Ancelotti sebagai arsitek timnya. Die Roten mencatat rekor lima musim beruntun menjuarai Liga Jerman dan sekaligus menambah rekor pribadi Ancelotti yang sebelumnya pernah membawa tim yang dilatihnya menjadi juara di Liga Italia (AC Milan), Liga Inggris (Chelsea), dan Liga Prancis (PSG). Philipp Lahm dan Xabi Alonso, dua pemain senior Muenchen, memutuskan pensiun sebagai pemain setelah timnya juara. Borussia Dortmund menjadi juara DFB Pokal setelah di final menang 2-1 atas Eintracht Frankfurt. Namun, pihak manajemen Dortmund lalu memecat Thomas Tuchel setelah dua musim melatih Piere-Emerick Aubameyang dkk. Sementara itu, AS Monaco berhasil menjuarai Ligue 1 dan mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain dalam sekian musim terakhir. PSG sendiri masih mendapat hadiah hiburan berupa juara Coupe de Francs (Piala Prancis) setelah di final mengalahkan Angers 1-0. Sebelumnya, tim besutan Unai Emery telah mendapat trofi Piala Liga Prancis.

Jumat, 26 Mei 2017

MU Berjaya di Liga Europa 2017 dan Berlaga di Liga Champion Mendatang

Manchester United akhirnya menutup musim 2016/17 dengan menjuarai Liga Europa, sebuah trofi yang baru pertama kali dimiliki. United mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 dalam laga final yang berlangsung Rabu kemarin (25/5/2017) di Friends Arena, Stockholm. Gol anak asuh Jose Mourinho diciptakan oleh Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan, dua pemain yang baru bergabung dengan The Red Devils sejak musim 2016/17. Mourinho menurunkan Sergio Romero di bawah mistar. Di sektor belakang tampillah Antonio Valencia (kapten), Chris Smalling, Daley Blind, dan Mateo Darmian. Trio gelandang dihuni oleh Marouane Fellaini, Ander Herrera, dan Paul Pogba. Sementara trio penyerang diisi oleh Juan Mata, Marcus Rashford, dan Henrikh Mkhitaryan. Jesse Lingard, Anthony Martial, dan Wayne Rooney turun menggantikan Mkhitaryan, Rashford, dan Mata. Begitu Rooney masuk ke lapangan, Valencia langsung melepas ban kapten dan memasangnya di lengan kanan sang kapten utama. Kemenangan di Stockholm menjadi pelipur lara bagi warga kota Manchester yang dua hari sebelumnya berduka karena mendapatkan teror bom yang menewaskan setidaknya 22 orang dalam konser musik Ariana Grande di Manchester Arena.

Keberhasilan meraih Liga Europa 2017 membuat United berhak lolos ke babak penyisihan grup Liga Champion Eropa musim mendatang. Tidak percuma Mourinho begitu berambisi menjuarai Liga Europa setelah timnya hanya bercokol di nomor enam dalam klasemen akhir Liga Premier Inggris 2016/17. Nasib MU bahkan lebih baik ketimbang Liverpool, tim peringkat empat Liga Premier yang mesti melewati kualifikasi demi tampil di babak utama Liga Champion 2017/18. 

Musim ini Setan Merah mengoleksi trofi Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa. Sebuah pencapaian yang cukup bagus bagi Mourinho di musim perdananya, biarpun penampilan timnya di Liga Premier tidak konsisten sehingga gagal menembus empat besar. MU pun kini sejajar dengan Bayern Muenchen, Ajax Amsterdam, Juventus, dan Chelsea sebagai tim yang pernah menjuarai semua ajang antarklub Eropa. Sebelumnya United pernah meraih trofi Liga Champion dan Piala Winners (yang sudah ditiadakan). Mourinho mencatat rekor sempurna setiap membawa timnya tampil di final kejuaraan Eropa. Pelatih Portugal itu pernah sukses membawa FC Porto merebut gelar Piala UEFA 2003 (kini bernama Liga Europa) dan Liga Champion 2004, lantas mempersembahkan trofi Liga Champion 2010 bagi Internazionale Milan. Mourinho menjadi satu-satunya pelatih yang mengoleksi sepasang gelar Liga Champion dan dua trofi Liga Europa. 

Dalam perayaan MU sebagai pemenang Liga Europa 2017 tampak sejumlah pemain yang masih menderita cedera, seperti Zlatan Ibrahimovic, Marcos Rojo, dan Ashley Young. Bagi Ibra, meski absen di final yang berlangsung di negaranya, tapi akhirnya mampu merasakan mendapatkan gelar juara di tingkat Eropa. Jika musim depan ia masih menjadi pemain MU, maka ia akan bermain kembali di Liga Champion dan berpeluang menjuarai kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut. Demi meraih hasil yang lebih baik musim depan, Mourinho dikabarkan sudah menyerahkan daftar pemain incarannya ke pihak manajemen. Antoine Griezmann menjadi salah satu di antaranya.

Senin, 22 Mei 2017

Real Madrid Juara La Liga 2016/17

Kerinduan Real Madrid untuk merajai liga di negeri sendiri -setelah empat tahun berpuasa - akhirnya terjawab tahun ini. El Real resmi menjadi juara La Liga 2016/17 setelah pada pekan ke-38 yang berlangsung Minggu (21/5/2017) berhasil menaklukkan Malaga 2-0. Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema menjadi pencetak gol kemenangan Madrid di Stadion La Rosaleda. Kendati akhirnya kalah, Malaga memberikan perlawanan sengit terhadap sang kandidat kampiun. Sejumlah peluang emas dibuat oleh anak asuh Michel (mantan pemain Madrid), namun kecemerlangan Keylor Navas mampu mementahkannya.


Los Merengues memuncaki klasemen akhir Liga Primera Spanyol dengan hasil 29 kali menang, 6 kali seri, dan 3 kali kalah. Rekor golnya adalah 106-41. Poin yang dikoleksi adalah 93, unggul tiga angka di atas Barcelona, juara musim sebelumnya yang harus puas berada di peringkat kedua. Tim terproduktif adalah El Barca dengan 116 gol, sementara Atletico Madrid menjadi tim yang paling sedikit kebobolan dengan 27 gol. Jan Oblak, kiper Atletico, meraih gelar El Zamora atau kiper terbaik La Liga. Pencetak gol terbanyak kompetisi (El Pichici) diraih Lionel Messi dengan koleksi 37 gol. 
Cristiano Ronaldo sendiri menjadi pemain tertajam Madrid dengan 25 gol di La Liga, sedangkan Alvaro Morata di peringkat kedua dengan 15 gol.

Zinedine Zidane kian membuktikan dirinya sebagai pelatih muda yang hebat. Setelah pada musim pertamanya -sejak pertengahan musim- sukses membawa Los Blancos berjaya di Liga Champion 2015/16, maka pada musim keduanya -sekaligus musim penuh pertamanya- Zizou memimpin tim yang pernah dibelanya sebagai pemain menjadi kampiun Liga Spanyol. Trofi lain yang telah diraih pelatih asal Prancis bersama El Real adalah Piala Super Eropa 2016 dan Piala Dunia Antarklub 2016. Zidane berhasil menyandingkan gelar kampiun Liga Champion sekaligus Liga Spanyol untuk Madrid. Hal itu tak bisa dilakukan oleh Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti. Los Blancos bahkan masih berpeluang meraih satu piala lagi musim ini, yaitu dalam final Liga Champion Eropa menghadapi Juventus pada awal Juni 2017 mendatang.

Real Madrid menunjukkan dirinya sebagai tim paling konsisten di Liga Spanyol sepanjang musim. Dalam 38 pertandingan musim ini El Real selalu mampu membobol gawang lawan. Tercatat 19 pemain yang mampu mencetak gol di semua sektor. Yang juga impresif dari anak asuh Zidane adalah kedalaman skuat pemain yang membuatnya terbagi dalam Tim A dan Tim B yang bermain sama bagusnya. Nyaris tidak ada pemain yang tak tergantikan posisinya. Cederanya Gareth Bale, sebagai contoh, justru mampu melejitkan nama Isco dalam sepertiga musim terakhir. Isco yang semula lebih sering dimainkan di Tim B bersama antara lain Kiko Casilla, Mateo Kovavic, James Rodriguez, Lucas Vasquez, dan Alvaro Morata, belakangan bermain cemerlang ketika tergabung dalam Tim A bersama Keylor Navas, Sergio Ramos, Toni Kroos, Luka Modric, Cristiano Ronaldo, dan pemain utama lainnya. 

Sabtu, 20 Mei 2017

Selangkah Lagi Los Blancos Juara

Real Madrid berhasil menang 4-1 atas Celta Vigo dalam laga tunda yang digelar Rabu (17/5/2017) lalu. Los Blancos pun kembali memuncaki klasemen La Liga 2016/17 pada pekan ke-37 dengan mengumpulkan poin 90 alias tiga angka di atas Barcelona. Cristiano Ronaldo dkk tinggal memerlukan minimal hasil imbang menghadapi Malaga di pertandingan pamungkas pada Minggu (21/5) besok. Kemenangan dengan skor berapa pun yang draih Barcelona atas Eibar di saat yang sama tidak mampu menghadang langkah El Real untuk meraih gelar juara Liga Primera Spanyol musim ini. Madridista di seluruh dunia pasti berharap nasib baik menyertai tim kesayangannya yang terakhir kali juara di dalam negeri pada musim 2011/12.