Tampilkan postingan dengan label zinedine zidane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zinedine zidane. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2021

Zidane Mengundurkan Diri dan Ancelotti Kembali

Untuk kedua kalinya Zinedine Zidane mengundurkan diri dari kursi pelatih Real Madrid. Sebelumnya Zizou melakukannya seusai Los Blancos meraih trofi ketiga Liga Champions 2017/18. Posisinya waktu itu digantikan oleh Julen Lopetegui yang tak lama kemudian dipecat dan digantikan Santiago Solari. Zidane kembali menangani Madrid pada pertengahan musim 2018/19 setelah Solari juga dipecat. Pelatih asal Prancis itu mempersembahkan gelar Supercopa Espana 2019 dan juara Liga Spanyol 2019/20. Real Madrid memang gagal meraih gelar musim 2020/21, tapi setidaknya mampu memaksa perebutan juara La Liga ditentukan hingga laga pamungkas. Namun, Zidane merasa patah arang dengan perlakuan manajemen selama setahun terakhir. 

Tanpa berlama-lama, manajemen El Real telah mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai pelatih anyar musim mendatang. Don Carletto adalah orang yang berhasil membawa Madrid kembali berjaya di Eropa dengan meraih gelar ke-10 pada musim 2013/14. Pelatih asal Italia itu dipecat setelah mengakhiri musim keduanya tanpa gelar, padahal ada Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub 2014 setelah menjadi juara UCL. Uniknya, Zidane menjadi asisten Don Carletto selama dua musim tersebut. Namun, Zizou justru mampu melampaui prestasi mentornya dengan mempersembahkan tiga gelar UCL secara beruntun pada 2016-2018 plus sejumlah trofi lainnya.

Ancelotti adalah manajer tim sarat pengalaman dan prestasi. Dia pernah tiga kali juara Liga Champions bersama AC Milan (2) dan Madrid, lalu pernah pula membawa anak asuhnya menjadi juara liga di empat negara berbeda : Milan (Italia), Chelsea (Inggris), PSG (Prancis), dan Bayern Muenchen (Jerman). Namun, setelah meninggalkan Muenchen, Don Carletto belum mampu meraih juara lagi bersama Napoli dan Everton. Entah apakah pelatih senior tersebut masih memiliki takdir menjadi juara lagi atau sudah habis jatah kesuksesannya selama ini.

Rabu, 13 Maret 2019

Zidane Kembali Melatih Madrid

Zinedine Zidane resmi kembali menjadi pelatih Real Madrid sejak Senin (11/3/19). Los Blancos dipastikan hampa gelar pada akhir musim 2018/19, setelah tersingkir di semifinal Copa del Rey dan perdelapan final Liga Champion Eropa. Trofi La Liga sudah hampir pasti kembali menjadi milik Barcelona yang sudah unggul jauh di atas Atletico Madrid, pesaing terdekatnya. El Real mengalami hasil buruk secara beruntun di tiga ajang sekaligus. Kalah dua kali dari El Barca di Copa del Rey dan La Liga, Karim Benzema dkk secara dramatis kalah 1-4 dari Ajax Amsterdam pada laga kedua 16 besar Liga Champion yang berlangsung pekan lalu. Biarpun setelah itu mampu menang di La Liga, tapi Santiago Solari sudah tidak dipercaya lagi untuk memimpin para pemain bintang Los Merengues. Sebenarnya pelatih asal Argentina itu telah menyumbang satu gelar berupa Piala Dunia Klub 2018 bagi Real Madrid.

Zizou secara mengejutkan mengundurkan diri pada akhir musim lalu setelah mempersembahkan tiga trofi Liga Champion, satu gelar Liga Spanyol, dan sejumlah piala lainnya. Posisinya kemudian digantikan Julen Lopetegui yang hanya berusia sekian bulan, lantas Solari ditunjuk sebagai pelatih berikutnya. Kepergian Zidane diikuti Cristiano Ronaldo yang memilih hijrah ke Juventus. Anehnya, pihak manajemen tidak mencari pengganti sang bintang cemerlang dan justru mendatangkan Thibaut Courtois yang berposisi sebagai kiper, ketika Keylor Navas masih layak diandalkan dan memberikan sejumlah gelar bergengsi. Bukan hal mengejutkan jika Madrid tidak memiliki kapasitas untuk bersaing meraih gelar musiim ini. Semoga kembalinya sang legenda asal Prancis mampu mengembalikan kejayaan Los Blancos musim depan. Sejumlah pemain baru mutlak dihadirkan sejak musim depan jika tak ingin terpuruk lagi.

Sabtu, 02 Juni 2018

Zidane Mundur dari Real Madrid

Ketika Real Madrid dan para pendukungnya masih hangat merayakan gelar ketiga Liga Champion dalam tiga musim terakhir,  kabar mengejutkan justru datang dari Zinedine Zidane. Lelaki asal Prancis itu menyatakan mundur dari kursi pelatih El Real pada Kamis (31/5/2018) kemarin. Tidak terlalu jelas apa alasan sejati Zizou melakukan pengunduran diri ketika sedang dalam puncak prestasi. Dia hanya menyatakan bahwa Madrid memerlukan perubahan. Mengoleksi sembilan trofi dengan mencetak hattrick di Liga Champion jelas pencapaian luar biasa dari seorang pelatih. Itulah yang dilakukan Zidane hanya dalam kurun waktu dua setengah tahun. Mantan gelandang Los Galacticos itu dipercaya menangani Sergio Ramos dkk pada Januari 2016 menggantikan Rafael Benitez. Debutnya saat itu adalah membawa anak asuhnya menang 5-0 atas Deportivo La Coruna (10/1/2016) di La Liga 2015/16.  Laga terakhirnya bersama Madrid adalah menang 3-1 atas Liverpool (26/5/2018) di final Liga Champion 2017/18. Hampir semua gelar pernah dijuarai oleh Zizou. Hanya Copa del Rey satu-satunya trofi yang belum diraih Zidane bersama Los Blancos. Yang jelas, Zinedine Zidane telah melakukan sesuatu yang tidak biasa dan mampu menghindarkan diri dari catatan buruk bernama dipecat Real Madrid, sesuatu yang sudah jamak dilakukan klub raksasa Spanyol itu terhadap pelatih-pelatih top di masa lalu.

Sejumlah nama langsung diapungkan sebagai calon pengganti Zidane. Arsene Wenger, Joachim Loew, Mauricio Pochettino, Antonio Conte, dan Massimiliano Allegri adalah nama-nama besar yang dirasa layak menjadi arsitek El Real musim depan. Namun, nama Guti Hernandez yang kini menangani tim junior Madrid juga ada yang menyebutnya. Guti pernah menjadi rekan Zidane bermain bersama bintang top di masanya seperti Raul Gonzales, Ronaldo, Luis Figo, Roberto Carlos, dan Iker Casillas. 

Selasa, 24 Oktober 2017

Cristiano Ronaldo Pemain Terbaik FIFA 2017


Cristiano Ronaldo terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam The Best FIFA Football Awards 2017 yang berlangsung di London pada Senin (23/10/2017). Ronaldo menyisihkan dua pesaing terdekatnya, Lionel Messi dan Neymar Junior. Prestasi CR7 membawa Real Madrid meraih gelar juara UEFA Champions League dan La Liga 2016/17 menjadi faktor penting keberhasilan tahun ini. Dia pun menjadi top scorer UCL dengan 12 gol. Kapten timnas Portugal tersebut juga mampu membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia setelah menjadi juara Grup B kualifikasi zona Eropa. Sepanjang 2017 Ronaldo mencetak total 44 gol dan 11 assist dalam 48 pertandingan bersama El Real maupun Portugal. Sementara itu, Gianlugi Buffon menjadi Kiper Terbaik FIFA 2017. Penghargaan tersebut baru diadakan tahun ini.

Zinedine Zidane (Real Madrid) terpilih sebagai Pelatih Terbaik FIFA 2017. Liga Champion Eropa, Liga Spanyol 2016/17, Piala Super Eropa, dan Piala Super Spanyol 2017 merupakan empat trofi yang berhasil dikumpulkan anak asuh Zidane sepanjang tahun ini.

FIFA FIFPro World XI 2017
Real Madrid kembali mendominasi susunan pemain terbaik dunia 2017. Lima pemain Los Blancos terpilih ke dalam tim inti dalam skema 4-3-3, yaitu Sergio Ramos, Marcelo Vieira. Toni Kroos, Luka Modric, dan Cristiano Ronaldo.



Berikut susunan pemain terbaik FIFA FIFPro World XI 2017
Kiper : Gianluigi Buffon
Bek : Daniel Alves, Sergio Ramos, Leonardo Bonucci, Marcelo Vieira 
Gelandang : Andres Iniesta, Toni Kroos, Luka Modric
Striker : Neymar Junior, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo

Jumat, 18 Agustus 2017

Madrid Juara Piala Super Spanyol 2017

Biarpun tidak diperkuat oleh Cristiano Ronaldo dan sejumlah pemain inti lainnya, Real Madrid mampu menundukkan Barcelona 2-0 dalam laga kedua Piala Super Spanyol 2017 yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu malam (16/8/2017) waktu setempat. Dua gol Los Blancos diciptakan oleh Marco Asensio dan Karim Benzema, keduanya terjadi di babak pertama. El Real pun berhak menggenggam Supercopa de Espana 2017 dengan skor agregat 5-1 atas El Barca. Zinedine Zidane kembali menambah rekor pribadinya dengan tujuh trofi juara sebagai pelatih Los Merengues dan menyamai catatan milik Vicente del Bosque. Tahun 2017 ini anak asuh Zidane telah mengumpulkan empat gelar, yaitu : Liga Champion Eropa 2016/17, Liga Primera Spanyol 2016/17, Piala Super Eropa 2017, dan Piala Super Spanyol 2017. Satu trofi yang masih mungkin direbut Madrid tahun ini adalah Piala Dunia Antarklub 2017 yang berlangsung Desember mendatang. 
Marco Asensio kembali membobol gawang Barcelona.
Selain tanpa CR7 yang absen karena mendapat sanksi skorsing lima pertandingan karena insiden di laga pertama Piala Super Spanyol 2017, Zizou juga tidak memainkan Casemiro, Isco, dan Gareth Bale sejak sepak mula. Di sektor gelandang, Toni Kroos bermain bersama Luka Modric dan Mateo Kovacic, dua pemain asal Kroasia. Sementara itu, Benzema didampingi Asensio dan Lucas Vasquez. Dua pemain anyar, Theo Hernandez dan Dani Ceballos diberi kesempatan turun menggantikan Asensio dan Kroos dalam El Clasico. Satu pemain cadangan lain yang bermain adalah Casemiro yang menggantikan Kovacic. Marco Asensio kian menunjukkan kualitasnya sebagai bintang muda andalan El Real saat ini. Dalam dua laga El Clasico di Piala Super Spanyol 2017, pemain bernomor 20 itu dua kali membobol gawang Andre Ter Stegen. Bermain sebagai pemain pengganti maupun pemain inti, gelandang serang itu mampu memamerkan tajinya.
Kegembiraan Los Blancos bersama Supercopa de Espana 2017.
Los Blancos kembali menunjukkan kedalaman materi pemainnya menyambut musim 2017/18.  Kendati sudah tidak ada lagi nama Pepe, James Rodriguez, dan Alvaro Morata, tapi  para pemain pelapis tetap bisa diandalkan. Bahkan ketika bermain tanpa Ronaldo, Bale, Casemiro, dan Isco, Madrid masih mampu mengandaskan Barcelona. Lionel Messi dkk tampaknya masih harus membenahi diri di bawah pelatih baru Ernesto Valverde dan sepeninggal Neymar Junior. Apalagi Luis Suarez pun dikabarkan menderita cedera yang memaksanya absen di awal kompetisi La Liga 2017/18 yang dimulai akhir pekan ini.

Kamis, 10 Agustus 2017

Piala Super Eropa 2017 Trofi Ke-6 Zidane untuk Madrid

Real Madrid juara Piala Super Eropa 2017.

Real Madrid melanjutkan kejayaannya dengan meraih Piala Super Eropa 2017. El Real mengalahkan Manchester United 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Philip II Arena, Skope, Makedonia pada Selasa (8/8) waktu setempat. Gol Madrid dicetak oleh Casemiro pada menit ke-24 dan Isco pada menit ke-51. Gol tunggal United dibuat Romelu Lukaku di menit ke-62. UEFA Super Cup 2017 menjadi trofi keenam Los Blancos sejak dilatih oleh Zinedine Zidane pada awal tahun 2016. Hanya dalam 19 bulan mantan pemain terbaik dunia tersebut telah mempersembahkan dua trofi Liga Champion, dua trofi Piala Super Eropa, serta sekali juara Piala Dunia Antarklub dan Liga Spanyol bagi tim yang dilatihnya. 

Setelah mengukir rekor dua kali beruntun juara Liga Champion, maka Zizou kembali menyuratkan rekor baru dengan meraih Piala Super Eropa secara berurutan pula. Keberhasilan Madrid memperpanjang dominasi Spanyol di UEFA Super Cup dalam sembilan musim terakhir. Delapan kali klub Spanyol menjuarainya melalui Barcelona (3), Atletico Madrid (2), dan Real Madrid (3). Hanya Bayern Muenchen di luar klub Spanyol yang meraih Piala Super Eropa 2013. Los Blancos kini mengoleksi empat Piala Super Eropa, sedangkan kolektor terbanyak dipegang AC Milan dan Barcelona dengan lima trofi.

Casemiro mencetak gol pertama El Real.
Jose Mourinho langsung menurunkan tiga pemain barunya di tim inti United, yaitu  Victor Lindelof, Nemanja Matic, dan Romelu Lukaku. Lukaku bahkan mampu mencetak gol dalam debut resminya bersama The Red Devils. Dia mengikuti jejak striker hebat United di masa lalu, seperti Ole Gunnar Solksjaer, Ruud van Nistlerooy, dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara itu Zidane masih mengandalkan seluruh pemain andalannya musim lalu. Namun, sang megabintang Cristiano Ronaldo tidak bermain sejak sepak mula. Pemain yang memperkuat Portugal di Piala Konfederasi 2017 itu belum lama bergabung dengan Sergio Ramos dkk dan baru diturunkan menggantikan Karim Benzema di menit ke-83.

Pertemuan United dan Madrid menjadi ajang perjumpaan sesama pemain Spanyol dan Prancis di kedua tim. David de Gea dan Ander Herrera menjadi pemain inti United, sedangkan Juan Mata ada di bangku cadangan. Sementara itu Dani Carvajal, Sergio Ramos, dan Isco turun sejak awal laga, disusul Marco Asensio dan Lucas Vasquez sebagai pemain pengganti Madrid. Mereka adalah para pemain Spanyol. Paul Pogba (United) melawan rekannya sesama orang Prancis, Raphael Varane dan Karim Benzema (Madrid).


Romelu Lukaku mencetak gol dalam debut resminya bersama MU.
Los Merengues masih memiliki kesempatan merebut dua trofi lagi tahun ini, yaitu Piala Super Spanyol 2017 dan Piala Dunia Antarklub 2017. Pekan depan anak asuh Zidane akan menghadapi Barcelona di Supercopa de Espana 2017 yang berlangsung dalam dua laga (13/8 dan 16/8). Barca kini dilatih Ernersto Valverde dan tidak lagi memiliki Neymar yang telah hijrah ke PSG.  


Susunan Pemain
Real Madrid (4-3-3): 1-Keylor Navas; 12-Marcelo, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 2-Daniel Carvajal; 8-Toni Kroos, 14-Casemiro, 10-Luka Modric; 22-Isco (17-Lucas Vazquez 74'), 9-Karim Benzema (7-Cristiano Ronaldo 83'), 11-Gareth Bale (20-Marco Asensio 74')
Pelatih: Zinedine Zidane


Manchester United (4-3-3): 1-David de Gea; 25-Antonio Valencia, 2-Victor Lindelof, 12-Chris Smalling, 36-Matteo Darmian; 21-Ander Herrera (27-Marouane Fellaini 56'), 31-Nemanja Matic, 6-Paul Pogba; 22-Henrikh Mkhitaryan, 9-Romelu Lukaku, 14-Jesse Lingard (19-Marcus Rashford 46')
Pelatih: Jose Mourinho

Selasa, 06 Juni 2017

Prestasi Para Mantan Pelatih Madrid

Musim 2016/17 menjadi ajang kejayaan Real Madrid dengan Zinedine Zidane sebagai pelatihnya. Selain meraih trofi juara Liga Spanyol dan Liga Champion Eropa pada akhir musim ini, Los Blancos telah lebih dulu menjuarai Piala Super Eropa 2016 dan Piala Dunia Antarklub 2016. Diawali dengan gelar kampiun UEFA Champions League 2015/16 hingga mempertahankan gelar tersebut pada Juni 2017 yang menjadi sebuah rekor baru, Zidane telah mempersembahkan lima trofi bagi El Real sejak resmi melatih Cristiano Ronaldo  dkk pada Januari 2016. 
Jose Mourinho dengan trofi Liga Europa 2016/17.
Ternyata nasib baik juga tengah berpihak pada tiga mantan pelatih Real Madrid pada akhir musim ini. Jose Mourinho berhasil membawa Manchester United mendapatkan Piala Liga dan Liga Europa 2016/17. The Red Devils pun berhak tampil di Liga Champion musim 2017/18, meski hanya menempati peringkat ke-6 di Liga Primer Inggris. Selama menangani Los Merengues (2010-2013), Mourinho pernah memberikan gelar juara Copa del Rey 2010/11, La Liga 2011/12, dan Supercoppa Espana 2012. Dia dipecat pada akhir musim 2012/13 dan digantikan oleh Carlo Ancelotti.

Carlo Ancelotti sukses mengantarkan Bayern Muenchen menjuarai Bundesliga 2016/17. Pelatih asal Italia tersebut mempersembahkan trofi Liga Champion Eropa 2013/14, Copa del Rey 2013/14, Piala Super Eropa 2014, dan Piala Dunia Antarklub 2014 bagi El Real (2013-2015). Meski mengoleksi empat piala dalam dua musim, Ancelotti tetap dipecat. Satu lagi mantan pelatih Madrid, Rafael Benitez, mampu membawa Newcastle United promosi ke Premier League dengan menjuarai Divisi Championship atau kompetisi kasta kedua Liga Inggris 2016/17. Benitez yang menjadi pengganti Ancelotti tidak sempat mengukir prestasi bersama Madrid karena dipecat dan digantikan oleh Zidane pada pertengahan musim 2015/16.
Carlo Ancelotti merayakan gelar juara Bundesliga 2016/17.
Reuni Mourinho dan Madrid
Jose Mourinho akan memimpin timnya saat ini, Manchester United, bertemu kembali dengan Real Madrid dalam waktu dekat. United, sebagai juara Liga Europa, akan berjumpa dengan El Real, pemenang Liga Champion, dalam Piala Super Eropa 2017 mendatang. Uniknya, ada sebuah benang merah ketika kedua tim menang di laga pamungkas kedua kejuaraan sekian waktu lalu. The Red Devils maupun Los Blancos bertindak sebagai tim tamu sehingga tidak mengenakan kostum utamanya di final Liga Europa dan Liga Champion. United menggunakan kostum kedua yang berwarna biru ketika mengalahkan Ajax Amsterdam 2-1, sedangkan El Real memakai kostum ketiga yang berwarna ungu kala menundukkan Juventus 4-1. Ajax dan Juve yang mengenakan kostum utama kebanggaannya justru menelan pil pahit di pertandingan terakhir kejuaraan.

Rabu, 19 April 2017

Zizou Kalahkan Don Carletto Lagi

Real Madrid berhasil lolos ke semifinal Liga Champion Eropa 2016/17 setelah mengalahkan Bayern Muenchen 4-2 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa (18/4/2017) waktu setempat. Tanpa Gareth Bale yang cedera, Isco yang bermain cemerlang di La Liga kemarin, dimainkan sejak sepak mula mendampingi Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di sektor depan. Di waktu normal Los Blancos kalah 1-2 dari Die Roten, sehingga skor agregat menjadi 3-3, maka pertandingan pun dilanjutkan hingga 120 menit. Robert Lewandowski lebih dulu membuat tim tamu unggul lewat tendangan penalti di menit ke-52. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan di menit ke-76, tapi semenit kemudian Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri yang membuat tim tuan rumah tertinggal 1-2. Menjelang waktu normal berakhir di menit ke-84, Muenchen kehilangan Arturo Vidal yang mendapat kartu kuning kedua. Sergio Ramos dkk laksana mendapat angin segar di perpanjangan waktu. Dua gol Ronaldo (105' dan 110') dan satu gol Marco Asensio (112') membuat Madrid akhirnya menang 4-2 dan lolos ke empat besar dengan skor agregat 6-3 di perempat final.


CR7 mencetak trigol ke gawang Muenchen di Santiago Bernabeu.
Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol dan kembali membuat rekor baru, yaitu mengoleksi 100 gol di Liga Champion Eropa. CR7 membuat lima gol dalam dua laga melawan Muenchen, maka musim ini dia sudah mencetak tujuh gol. Kemungkinan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion musim ini pun kembali terbuka baginya. 

Kemenangan El Real atas Die Bayern menjadi kemenangan kedua Zinedine Zidane atas Carlo Ancelotti, mantan mentornya sendiri. Zizou pernah menjadi anak asuh Don Carletto di Juventus dan menjadi asisten pelatih asal Italia itu di Madrid. Kerja sama keduanya pada musim 2013/14 membuahkan trofi Liga Champion ke-10 bagi Los Merengues. Zizou sudah menyamai keberhasilan sang guru ketika membawa Los Merengues juara Liga Champion 2016/17. Zidane berpeluang melampaui prestasi Ancelotti jika mampu 
membawa timnya mempertahankan gelar juara Eropa akhir musim nanti.


Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane bersalaman setelah laga berakhir.


Sabtu, 07 Januari 2017

Satu Tahun Prestasi Zidane Melatih Madrid

Zinedine Zidane telah genap satu tahun menjadi pelatih Real Madrid. Bertepatan dengan saat itu, tim asuhannya menang 3-0 atas Sevilla dalam laga pertama babak 16 besar Copa del Rey 2016/17. Los Blancos mengukir rekor 38 pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. James Rodriguez yang jarang dimainkan dan diisukan bakal hijrah ke klub lain justru bermain cemerlang dengan menyumbang sepasang gol. Raphael Varane mencetak satu gol lainnya.

Selama setahun, Zizou berhasil membawa timnya meraih tiga gelar bergengsi, yaitu Liga Champion Eropa 2015/16, Piala Super Eropa 2016, dan Piala Dunia Antarklub 2016. Yang menarik, Los Merengues di bawah Zidane memiliki materi pemain yang lebih merata. Absensi sejumlah pemain bintang tidak menjadi kendala untuk meraih kemenangan dan gelar juara. Trio BBC (Karim Benzema, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo) masih tetap menjadi andalan di sektor depan. Namun, sejumlah nama pemain muda bisa menjadi pelapis yang setara, seperti : Lucas Vasquez, Marco Asensio, dan Alvaro Morata. Isco, James Rodriguez, dan Mateo Kovacic juga mampu bermain apik di sektor tengah ketika Casemiro, Luka Modric, dan Toni Kross bergantian cedera.

Kamis, 01 Desember 2016

Debut Enzo Zidane di Real Madrid

Enzo Zidane, putra sulung Zinedine Zidane, untuk pertama kalinya bermain bagi tim senior Real Madrid, tim yang dilatih sang ayah dalam sebuah laga resmi. Madrid menjamu Cultural Leonesa di Copa del Rey dan menang telak 6-1 pada  Rabu (30/11) kemarin. Enzo merayakan debutnya dengan mencetak satu gol setelah turun menggantikan Isco. Pemain yang sebelumnya menjadi kapten Real Madrid Castilla itu mampu membayar kepercayaan yang diberikan ayahnya secara positif. 
Enzo mendapat instruksi khusus dari sang ayah, Zinedine Zidane.
Zizou menurunkan sejumlah pemain mudanya, setelah pada pertemuan pertama sudah mengantongi kemenangan 7-1 atas Leonesa. Alvaro Tejero, Marco Asensio, Martin Odegaard, dan Mariano Diaz bermain sejak sepak mula, sementara Ruben Yanez dan Enzo menjadi pemain pengganti. Laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut menjadi momentum kembalinya Casemiro, gelandang bertahan andalan Los Blancos,  yang sempat absen lama lantaran cedera. Tentu menjadi kabar baik bagi Cristiano Ronaldo dkk yang Sabtu depan (3/12) akan bertandang menghadapi Barcelona dalam El Clasico. Mariano Diaz menjadi bintang pertandingan ketika menyumbang tiga gol ke gawang Leonesa. Pemain berdarah Spanyol-Republik Dominika tersebut tercatat sebagai pemain Republik Dominika pertama yang mencetak trigol di Real Madrid. Gol lainnya dibuat oleh James Rodriguez dan bunuh diri pemain Leonesa. El Real pun lolos ke 16 besar Copa del Rey dengan skor agregat 13-2.

Kamis, 20 Oktober 2016

Los Blancos Pesta Gol Pula di Eropa

Para pemain Real Madrid tengah begitu bergairah dalam mencetak gol memasuki pekan ketiga Oktober 2016. Seusai menundukkan Real Betis 6-1 di Liga Spanyol pada Sabtu lalu (15/10), Los Blancos melanjutkan pesta golnya dengan mengandaskan Legia Warsawa (Polandia) dengan skor 5-1 di Liga Champion Eropa Grup F pada Selasa (18/10) malam waktu Madrid. Tim besutan Zinedine Zidane bermain atraktif di depan pendukungnya sendiri. Gareth Bale membuka gol di menit ke-16. Tiga menit kemudian, tendangan Marcelo yang membentur tubuh Tomasz Jodlowiec membuat Madrid unggul dua gol. Miroslav Radovic sempat membobol gawang Keylor Navas via tendangan penalti, tapi gol Marco Asensio di menit ke-37 membuat skor menjadi 3-1 hingga babak pertama berakhir. Asensio mencatat rekor hebat, yaitu selalu mencetak gol dalam debutnya bersama Madrid di semua ajang musim ini. Pemain 20 tahun tersebut sebelumnya telah melakukannya di Piala Super Eropa dan La Liga. Total sembilan gol sudah dicetak Asensio dalam sembilan kali penampilannya.
Marco Asensio bergembira bersama sang pemberi assist, Cristiano Ronaldo.
Gol El Real lainnya terjadi di babak kedua dan dicetak oleh dua pemain yang dimainkan di tengah pertandingan, Lucas Vasquez dan Alvaro Morata. Lucas menggantikan James Rodriguez, sedangkan Morata menggantikan Bale. Lucas mencetak gol pertamanya di Liga Champion. Morata menjadi pemain Spanyol tersubur di Liga Champion saat ini. Mantan striker Juventus itu telah mencetak delapan gol dan tiga assist sejak musim 2014/15 hingga kini. Trio pemain muda Spanyol yang terdiri dari Asensio, Lucas, dan Morata mampu memperlihatkan kualitasnya yang layak dipuji. Mereka bisa menjadi pemecah kebuntuan ketika Trio BBC masih belum kunjung kembali ke performa terbaiknya. Meski tidak menyumbang gol, Cristiano Ronaldo membuat dua assist untuk Asensio dan Morata dalam pesta gol di Santiago Bernabeu.

Real Madrid mampu mencetak 11 gol dalam dua laga terakhirnya, Uniknya, pencetak gol pada kedua laga tersebut tiada yang sama. Raphael Varane, Karim Benzema, Marcelo, Isco, dan Ronaldo menjadi penyumbang gol kala menghadapi Betis. Sementara itu Bale, Asensio, Lucas, dan Morata yang membobol gawang Legia. Hal itu menunjukkan betapa meratanya kemampuan anak asuh Zidane dalam mencetak gol. Sekiranya CR7 dkk terus konsisten dalam meraih kemenangan, maka peluang menjadi juara dalam berbagai ajang musim ini bakal kian terbuka.
Morata dan Lucas mencetak gol sebagai pemain pengganti.
  

Rabu, 24 Agustus 2016

Bale Bermain Gemilang, Madrid Menang

Kendati tidak diperkuat sejumlah pemain andalannya -seperti Luka Modric, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo- Real Madrid berhasil membawa poin tiga dalam lawatannya menghadapi Real Sociedad dalam pertandingan pertama La Liga Spanyol musim 2016/17 yang berlangsung Minggu (21/8/2016) malam waktu Spanyol. Tim tuan rumah kalah 0-3 dari tamunya yang berstatus sebagai juara Liga Champion 2015/16 dan Piala Super Eropa 2016. Gareth Bale bermain gemilang dengan mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dibuat Marco Asensio. 
Gareth Bale dan Marco Asensio, dua pencetak gol Madrid ke gawang Sociedad.
Bale mampu menjawab kepercayaan yang diberikan Zinedine Zidane untuk memimpin sektor depan Los Merengues ketika dua rekan terbaiknya -Benzema dan CR7- masih absen. Alvaro Morata dan Asensio menjadi teman baru Bale menempati posisi trisula striker Madrid. Morata sempat membuat sejumlah peluang emas yang belum menjadi gol, sementara Asensio kembali menunjukkan kualitasnya setelah pemain muda Spanyol itu membuat satu gol di ajang Piala Super Eropa 2016. 

Kemenangan di jornada pertama menempatkan Madrid di posisi kedua di bawah Barcelona yang sukses melumat Real Betis dengan skor 6-2. Yang jelas, Zizou dapat melewati musim penuh pertamanya bersama Los Blancos dengan hasil positif. Keberaniannya memasang pemain berusia 20 tahun untuk menggantikan posisi Cristiano sejauh ini berbuah manis.

Rabu, 10 Agustus 2016

Pemain Spanyol Bawa Madrid Juara Piala Super Eropa 2016

Real Madrid menjalani laga melawan Sevilla guna memperebutkan Piala Super Eropa 2016 tanpa sejumlah pemain terbaiknya, yang menjadi andalan utama Zinedine Zidane ketika sukses menjadi juara Liga Champion pada Mei 2016 lalu. Keylor Navas, Pepe, Toni Kroos, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo dipastikan absen karena masih perlu istirahat atau menjalani pemulihan cedera. Sementara itu, Luka Modric dan Karim Benzema yang belum bugar tidak diturunkan sebagai pemain inti dan berada di bangku cadangan. Namun demikian, El Real ternyata berhasil mengalahkan juara Liga Europa 2015/16 dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Lerkendal, Tronheim, Norwegia pada Selasa (9/8/2016) malam waktu setempat. 


Tujuh pemain Spanyol menjadi pemain inti Real Madrid di Piala Super Eropa 2016.
Tanpa kehadiran sejumlah bintangnya, Zizou justru bisa menurunkan mayoritas pemain Spanyol dalam tim inti. Tujuh pemain Spanyol yang bermain sejak sepak mula, yaitu Kiko Casilla, Dani Carvajal, Sergio Ramos, Isco, Marco Asensio, Lucas Vasquez, dan Alvaro Morata. Pemain non-Spanyol yang menjadi pemain inti hanya Raphael Varane (Prancis), Marcelo (Brasil), Casemiro (Brasil), dan Mateo Kovacic (Kroasia). Tapi mereka yang diturunkan sebagai pengganti kebetulan pemain asing, yaitu Benzema (Prancis), Modric (Kroasia), dan James Rodriguez (Kolombia). 

Yang menarik, para pencetak gol Los Blancos adalah pemain Spanyol seluruhnya. Mereka adalah Asensio (21'), Ramos (90'+3), dan Carvajal (119'). Madrid lebih dahulu unggul lewat gol indah Asensio, hingga Franco Vasquez menyamakan kedudukan pada menit ke-41. Sevilla berbalik memimpin 2-1 ketika Yevhen Konoplyanka mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72. Penalti diberikan wasit karena Ramos dianggap melakukan pelanggaran. Seolah membalas kesalahannya, kapten Los Merengues berhasil membobol gawang Sergio Rico lewat sundulan pada menit ke-93. Laga selama 90 menit pun berakhir imbang 2-2. Pada masa perpanjangan waktu, Carvajal menjadi pahlawan kemenangan timnya. Real Madrid pun resmi meraih trofi Piala Super Eropa untuk ketiga kalinya setelah 2002 dan 2014. Dua tahun silam, Los Blancos yang masih dilatih Carlo Ancelotti pun menundukkan Sevilla di ajang yang sama. Pelatih Sevilla waktu itu adalah Unai Emery, sementara saat ini Jorge Sampaoli. Tahun ini Zidane mampu mengulangi prestasi Ancelotti pada 2014 dengan menjadi kampiun Liga Champion dan Piala Super Eropa. Satu trofi lagi yang bisa direngkuh adalah Piala Dunia Klub 2016.


Marco Asensio, pemain 20 tahun yang mencetak gol pembuka Madrid.
Bagi sejumlah pemain Madrid, trofi Piala Super menjadi pengobat rasa kecewa setelah tak mampu memperkuat negaranya di Piala Eropa 2016 lalu. Varane dan Carvajal terpaksa absen karena cedera, sedangkan Isco dan Benzema karena faktor lainnya. Demikian pula bagi Ramos, Lucas, Morata, Kovacic, dan Modric yang timnasnya kandas di 16 besar Euro 2016. Untuk Asensio dan Morata, kemenangan atas Sevilla menjadi gelar juara mereka yang pertama setelah kembali dari perantauan. Asensio setahun silam dibeli Madrid dari Real Mallorca, tapi dipinjamkan ke Espanyol. Morata dua tahun lalu dijual ke Juventus dan baru saja mudik ke klub lawasnya.  

Ketika musim kompetisi 2016/17 kian dekat, Los Blancos belum membeli satu pun pemain bintang, sebagaimana kebiasaan musim-musim kemarin. Sejauh ini hanya ada Asensio dan Morata yang kembali dari peminjaman dan dibeli kembali. Justru Jese Rodriguez dilepas ke PSG, tapi dengan opsi pembelian kembali seperti yang dilakukan terhadap Morata. Dimitri Payet dan Paul Pogba yang sempat diincar tidak berhasil direkrut. Namun melihat penampilan Sergio Ramos dkk di Piala Super Eropa, tampaknya tim asuhan Zidane sudah cukup kuat untuk bersaing memperebutkan berbagai trofi musim depan. Tentu Madridista berharap CR7 dan rekan-rekannya yang terkendala cedera bisa segera kembali bermain. Namun setidaknya, tim alternatif ketika Trio BBC absen sekalipun mampu meraih kemenangan. Semoga Zizou bisa belajar dari kesalahan Ancelotti dua tahun lalu yang terlalu mengandalkan tim intinya tanpa banyak rotasi, hingga mengalami kelelahan, dan akhirnya nirgelar pada akhir musim. 


Real Madrid juara UEFA Super Cup 2016.

Senin, 30 Mei 2016

Madrid Berjaya Lagi di Eropa



Real Madrid mengulangi keberhasilan dua tahun silam dengan kembali menaklukkan Atletico Madrid di partai puncak Liga Champion Eropa 2015/16. Laga final musim ini berlangsung di Stadion San Siro Milan pada Sabtu (28/5) malam waktu Italia. El Real mesti memastikan kemenangannya atas Atleti lewat adu penalti 5-3, setelah kedua tim dari ibukota Spanyol itu bermain imbang 1-1 dalam 90 menit plus 2x15 menit masa ekstra. Di waktu normal, Los Blancos lebih dulu unggul melalui gol Sergio Ramos pada menit ke-19. Dua tahun lalu bek yang kini merupakan kapten Madrid itu pun mencetak gol di final di kota Lisbon Portugal.  Gol Yannick Carrasco di menit ke-79 membuat Los Colchoneros menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan penalti yang gagal dari Antoine Griezmann membuat skor tidak berubah hingga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. 



Tidak seperti final 2014, tiada gol tercipta pada 30 menit masa ekstra. Pada adu tendangan penalti, kelima penendang Madrid mampu sempurna menuntaskan kewajibannya, sementara Juanfran yang merupakan penendang ketiga Atletico tendangannya membentur mistar gawang Keylor Navas. Madrid pun berada di atas angin untuk memenangkan pertandingan. Cristiano Ronaldo sebagai penendang pamungkas kembali memperdaya Jan Oblak dan menjadi penentu keunggulan timnya. Biarpun tidak mampu menambah koleksi golnya saat final (di waktu normal) dan tak mampu menyamai prestasi dua musim lalu (17 gol), CR7 tetap menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champion Eropa 2015/16 dengan 16 golnya. Untuk kelima kalinya Cristiano menjadi penyerang paling tajam di ajang antarklub juara Eropa. Hingga akhir musim ini, pemain Portugal itu pun mencatat rekor sebagai kolektor gol paling subur Liga Champion sepanjang masa dengan total 93 buah gol. Ronaldo kini telah memenangi tiga trofi Liga Champion, sekali bersama Manchester United (2008) dan dua kali bersama Real Madrid (2014 dan 2016). 


Ada sejumlah persamaan dan perbedaan di kubu Los Merengues dalam dua partai puncak antarklub Eropa yang berselang dua tahun. CR7 bersama Dani Carvajal, Sergio Ramos, Luka Modric, Gareth Bale, dan Karim Benzema kembali menghuni tim inti sebagaimana dua tahun lalu. Marcelo yang di final sebelumnya menjadi pemain pengganti turun sebagai starter di final tahun ini. Pepe yang hanya berada di bangku cadangan tempo hari turun penuh di Milan. Sementara Isco selalu bermain sebagai pemain pengganti dalam dua laga final. Sudah tiada lagi nama Iker Casillas, Fabio Coentrao, Sami Khedira, Angel di Maria, dan Alvaro Morata. Nama mereka digantikan oleh Keylor Navas, Casemiro, Toni Kroos, Danilo, dan Lucas Vasquez. Kroos mencatat rekor pribadi sebagai pemain yang pernah dua kali menjuarai Liga Champion bersama dua klub berbeda (Bayern Muenchen 2013 dan Madrid 2016). Jika Diego Siameone masih menjadi pelatih Atletico, maka Zinedine Zidane merupakan pelatih baru Madrid. Dua tahun lalu Zizou menjadi asisten bagi Carlo Ancelotti.


Zidane mengukir sejumlah rekor baru setelah membawa Los Blancos berjaya. Dia berhasil mengangkat Si Kuping Besar sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih Madrid. Zidane pun merupakan pelatih Perancis pertama yang sanggup menjuarai Liga Champion, sebuah prestasi yang lebih baik ketimbang Didier Deschamps (AS Monaco 2004) dan Arsene Wenger (Arsenal 2006) yang pernah membawa timnya tampil di final. Zizou mengikuti jejak Roberto Di Matteo (Chelsea 2012) yang sukses membawa anak asuhnya menjadi kampiun di Eropa, kendati berstatus sebagai pelatih pengganti pada pertengahan musim. Kebetulan keduanya sama-sama berkepala pelontos. 

Ada satu keunikan lagi dari Madrid. Jika dua musim kemarin Los Blancos meraih gelar ke-10 (la decima) tanpa pemain nomor 10, maka ketika mewujudkan gelar ke-11 (la undecima) Liga Champion Eropa, kembali tidak ada pemain nomor 10 yang diturunkan Madrid. James Rodriguez hanya berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Namun pemain nomor 11 -Gareth Bale- menjadi pemain andalan yang turun penuh dan menjadi salah satu penendang yang sukses dalam babak adu penalti.

Selasa, 05 April 2016

Debut Manis Zidane dalam El Clasico

Teriakan kemenangan Zinedine Zidane di samping Luis Enrique. (goal.com)
Zinedine Zidane menjalani debutnya sebagai manajer Real Madrid dalam El Clasico dengan manis. Bermain tandang di Camp Nou pada Sabtu malam (2/4), Los Blancos mampu mengandaskan tim tuan rumah dengan skor 2-1. Apa yang dilakukan Zidane lebih baik ketimbang Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti yang menjalani el clasico perdananya dengan kekalahan. Mudah-mudahan merupakan pertanda bagus bahwa prestasi Zizou bersama Madrid nantinya bakal lebih gemilang ketimbang para pendahulunya. Pada masa silam Zidane sudah kerap berjumpa dengan Luis Enrique sebagai sesama pemain. Pertemuan mereka pada awal April 2016 merupakan yang pertama sebagai sesama pelatih.

Barcelona lebih dahulu unggul 1-0 berkat gol Gerard Pique pada menit ke-56. Karim Benzema menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan gol akrobatiknya pada menit ke-63. Sebenarnya sundulan Gareth Bale sempat membobol gawang Claudio Bravo pada menit ke-80, tapi sayangnya dianulir wasit tanpa alasan yang jelas. Empat menit kemudian, Sergio Ramos mendapat kartu merah. Namun penampilan anak asuh Zidane tidak merapuh dengan 10 pemain belaka, justru Cristiano Ronaldo sukses menyelesaikan umpan manis Bale menjadi gol kemenangan Los Merengues pada menit ke-85. Jika gol Bale tidak dibatalkan wasit, maka seluruh personel Trio BBC (Karim Benzema, Christian Bale, Cristiano Ronaldo) sebenarnya menyumbang gol dalam sebuah pertandingan el clasico. Tapi setidaknya kali ini tiga penyerang Madrid tampil lebih apik ketimbang Trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar Junior) milik Barcelona.

Gol penentu kemenangan Madrid atas Barcelona dicetak Ronaldo. (AFP)
Barcelona merupakan klub yang paling banyak dibobol Cristiano dalam sejarah kariernya. CR7 tercatat sudah mencetak 16 gol ke gawang klub asal Catalan itu dalam 28 laga yang dimainkannya. Rekor itu mengalahkan Lionel Messi yang baru membuat 15 gol dalam el clasico. Dan kemenangan 2-1 atas Blaugrana menjadi kemenangan ke-250 bagi Ronaldo bersama Los Blancos sejak musim 2009/10. Kemenangan Madrid di Camp Nou tersebut menjadi yang pertama sejak 21 April 2012. Ketika itu CR7 dkk juga meraih kemenangan 2-1 berkat gol Sami Khedira dan Ronaldo.

Kemenangan dalam el clasico menambah motivasi Madrid dalam menghadapi Wolfsburg di laga perempat final Liga Champion yang berlangsung Rabu (6/4). Mimpi meraih trofi ke-11 di ajang antarklub juara Eropa kian mendekati kenyataan.
Kendati peluang Barcelona menjuarai La Liga 2015/16 tetap yang paling besar, namun setidaknya rekor 39 kali kemenangan beruntun di segala kompetisi telah terhenti di tangan Madrid. Jarak kedua tim di klasemen menjadi tujuh poin pada jornada 31, sementara Atletico Madrid -lawan El Barca di 8 besar Liga Champion- berselisih enam poin di bawah tim besutan Luis Enrique.

Susunan Pemain
Barcelona: 13-Claudio Bravo; 3-Gerard Piqué, 6-Dani Alves, 14-Javier Mascherano, 18-Jordi Alba; 4-Ivan Rakitic (7-Arda Turan 74), 5-Sergio Busquets, 8-Andrés Iniesta; 9-Luis Suárez, 10-Lionel Messi, 11-Neymar
Pelatih: Luis Enrique
Real Madrid: 1-Keylor Navas; 3-Pepe, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo, 14-Dani Carvajal; 14-Casemiro, 19-Luka Modric, 8-Toni Kroos; 7-Cristiano Ronaldo, 11-Gareth Bale (18-Lucas Vazquez 90+1), 9-Karim Benzema (20-Jese Rodriguez 78)
Pelatih: Zinedine Zidane
Wasit: Alejandro Hernández




Rabu, 16 Maret 2016

Harapan untuk Zidane

Zinedine Zidane, pemain-pemain Madrid respek padanya.
Segala impian Rafael Benitez untuk membawa Real Madrid meraih kejayaan pupus sudah. Setelah merantau di Inggris dan Italia dan pulang kampung pada pertengahan 2016, pelatih kelahiran ibukota Spanyol itu ternyata hanya diberi kesempatan tujuh bulan menangani klub yang menjadi bagian dari kariernya sebagai insan sepak bola. Benitez tercatat pernah menjadi pemain dan pelatih tim junior Los Blancos. Hasil imbang 2-2 antara Madrid dan Valencia (3-1-2016) menjadi momentum pemecatan pelatih yang pernah dua kali menjuarai La Liga bersama Valencia tersebut. Kekalahan telak 0-4 Cristiano Ronaldo dkk dari Barcelona dalam “el clasico” (8-11-2015) konon menjadi salah satu alasan pemecatan. Padahal debut Mourinho dalam “el clasico” pada musim 2010/11 Madrid pun kalah 0-5. 

Sejak awal manajemen Los Merengues mengambil sejumlah langkah yang kurang tepat dalam menyambut musim 2015/16. Pertama adalah pemecatan Carlo Ancelotti, pelatih yang berjasa mempersembahkan trofi Liga Champion ke-10 alias “la decima” dan tiga gelar lainnya dalam dua musim. Padahal lelaki Italia yang berpembawaan tenang itu sangat dihormati para pemain, selalu membawa aura positif dalam tim, dan juga menjadi kesayangan pendukung Los Blancos. Kedua adalah dilepasnya Iker Casillas, sang legenda hidup klub, dengan tanpa respek yang selayaknya. Casillas, yang begitu mencintai Madrid dan tak pernah ingin pergi dari Santiago Bernabeu, “terpaksa” hijrah ke FC Porto (Portugal). Sejarah mencatat bahwa bukan sekali ini Madrid menyia-nyiakan sejumlah figur yang pernah berjasa pada klub. Pelatih Vicente del Bosque diputus kontraknya setelah membawa Madrid meraih banyak piala. Demikian pula para pemain jebolan tim junior yang sangat setia pada Los Merengues dan -sebagaimana Casillas- berstatus sebagai kapten Madrid : Fernando Hierro dan Raul Gonzales. Sehabis itu Madrid seperti mendapat karma ketika rencana menghadirkan David de Gea gagal di saat-saat terakhir transfer musim panas silam. Lalu Madrid dicoret dari Copa del Rey 2015/16 karena menurunkan Denis Cheryshev, pemain yang sebenarnya sedang menjalani masa hukuman.

Tidak adil sebenarnya menyatakan Benitez telah gagal karena musim 2015/16 baru separuh jalan. Madrid mampu lolos tanpa kalah ke 16 Besar Liga Champion sebagai juara Grup A dan hingga pekan ke-18 masih berada di urutan ke-3 klasemen Liga Primera. Ancelotti pun menyesalkan pemecatan Benitez dan mengecam Florentino Perez, sang presiden klub, yang masih saja selalu bersikap tidak elegan pada para pelatih. Zinedine Zidane yang menggantikan Benitez merupakan pelatih kelima Los Merengues sejak tahun 2009. Namun harus diakui pula bahwa Benitez tidak mampu membangun harmoni di ruang ganti, sejumlah pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo sering menunjukkan ketidaksukaannya pada sang manajer. Gaya permainan Los Galacticos pun dikritik tidak mengesankan, meski sebenarnya beberapa kali mampu menang telak, termasuk kemenangan 10-2 atas Rayo Vallecano (13-12-2015) yang menjadi sebuah rekor tersendiri. Benitez seakan tidak dinaungi nasib baik ketika berada di kampungnya sendiri.


Gol spektakuler Zizou yang membawa Madrid juara Liga Champion 2001/02.
Zinedine Zidane sebagai manajer anyar Madrid sejak 4 Januari 2016  membawa harapan baru karena prestasi gemilangnya sebagai pemain. Lelaki Prancis itu merupakan pemain dengan prestasi yang sangat lengkap, di antaranya menjadi juara Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis, meraih Liga Champion bersama Madrid, dan menjadi Pemain Terbaik Dunia. Zizou pun pernah menjadi asisten pelatih Los Blancos dan pelatih kepala Madrid Castilla. Hal itu membuatnya mendapat respek dari bintang-bintang Los Galacticos. Debut Zidane sebagai arsitek Madrid mendapat hasil cemerlang. Gareth Bale dkk menang 5-0 atas Deportivo La Coruna (10/1). Pada laga kedua pun tim besutan Zidane menang 5-1 atas Sporting Gijon (17/1). Tentu asa membuncah dari Madridista bahwa Madrid akan kembali berjaya di era Zizou. Namun apa pun hasilnya akhir musim nanti, semoga Perez masih memberi kesempatan pada sang pelatih baru untuk mencurahkan segala kemampuannya musim depan. Menjadi juara tetap perlu sebuah nasib baik, bagi tim sekelas Real Madrid sekalipun.   

# dimuat di BolaVaganza No.173 - Maret 2016.

Senin, 07 Maret 2016

Empat Gol Ronaldo dan Kembalinya Bale


Peluang Real Madrid meraih trofi La Liga 2015/16 praktis nyaris tiada lagi ketika kalah 0-1 dari Atletico Madrid pada jornada 26 yang berlangsung Minggu (28/2). Itulah kekalahan perdana Los Blancos di bawah manajer Zinedine Zidane. Cederanya Karim Benzema membuat kekuatan Madrid di atas kertas makin melemah. Cristiano Ronaldo bahkan sempat murka saking kecewanya melihat kondisi rekan-rekannya yang mesti absen lama karena cedera. Tentu berbeda dengan dirinya yang selalu segar bugar dan hanya perlu istirahat sebentar ketika cedera. Namun tim besutan Zidane ternyata mampu bangkit dengan memenangkan dua laga berikutnya, yaitu mengalahkan Levante (3-1) pada Rabu (2/3) dan Celta Vigo (7-1) pada Sabtu (5/3).

Bale kembali bermain bersama Ronaldo dkk setelah pulih dari cedera.(skysports)
Ketika bertandang ke Levante, Cristiano membuat satu gol lewat titik penalti, sedangkan gol lainnya adalah hasil bunuh diri kiper lawan dan dari kaki Isco. Sementara itu kala menjamu Celta Vigo, sang bintang nomor 7 bahkan secara sensasional mampu mencetak empat gol di babak kedua. Gol pertama dari Pepe membuat babak pertama Madrid vs Celta berakhir 1-0. Gol-gol yang dicetak Ronaldo menjadikannya pencetak gol terbanyak Liga Spanyol dengan 27 gol pada jornada 28. Setelah empat gol CR7 membuat kedudukan menjadi 5-1, dua gol berikutnya disumbang Jese Rodriguez dan Gareth Bale. Kembalinya Bale yang langsung mampu membuat gol menjadi sesuatu yang berharga, mengingat pemain nomor 11 itu sudah delapan pekan tidak bisa bermain lantaran mesti memulihkan cederanya. Trio BBC memang belum bersatu lagi karena Benzema justru mendapat giliran istirahat. Tapi ada hal yang menarik saat muncul nama striker muda bernama Borja Mayoral yang dipercaya menggantikan posisi Benz. Borja adalah pemain andalan Zizou di tim Castilla Real Madrid, kualitasnya telah dipahami sang pelatih.yang memberinya kesempatan bermain bersama Sergio Ramos dkk di tim senior. Meski beluam menyumbang gol, aksi Borja cukup mengesankan sebagai pemain depan yang masih belia.

Satu-satunya gelar yang masih bisa diraih Madrid musim ini hanya Liga Champion. Los Merengues sejauh ini hampir pasti lolos ke perempat final, setelah mengantungi kemenangan tandang atas AS Roma (2-0) dalam laga pertama perdelapan final yang berlangsung Selasa (17/2) dua pekan silam. Madrid akan menjamu tim ibukota Italia dalam laga kedua yang dimainkan Selasa malam (8/3) waktu Spanyol. Mestinya kemenangan kandang bisa dicapai anak-anak asuh Zizou, agar Madridista kembali ceria dan membuat CR7 dkk lebih percaya diri untuk merebut gelar ke-11 di Liga Champion musim ini.

Selasa, 23 Februari 2016

Tiga Kostum Madrid dan Gol Ronaldo


Cristiano Ronaldo dalam tiga kostum Real Madrid 2015/16 ketika menghadapi Bilbao, Roma, dan Malaga.

Dalam sepekan terakhir Real Madrid menjalani tiga pertandingan, yaitu dua laga di Liga Spanyol diselingi satu laga perdelapan final Liga Champion Eropa 2015/16. Uniknya, Sergio Ramos dkk menggunakan tiga kostum yang berbeda dalam pertandingan yang berurutan tersebut. Hasilnya adalah dua kali kemenangan dan satu kali seri. Cristiano Ronaldo menjadi satu-satunya pemain yang selalu menyumbang gol dalam ketiga laga. Los Blancos dengan seragam utama berwarna putih mampu mengalahkan Athletic Bilbao 4-2 pada Minggu (14/2) di Santiago Bernabeu. CR7 mencetak dua gol, sementara gol lainnya dibuat oleh James Rodriguez dan Toni Kroos. Lalu ketika bermain tandang di Olimpico pada Rabu (17/2), tim besutan Zinedine Zidane yang mengenakan jersey abu-abu berhasil mengandaskan AS Roma 2-0. Dua gol masing-masing diciptakan oleh Ronaldo dan Luka Modric. Kemenangan tandang membuat langkah Madrid lolos ke perempat final Liga Champion lebih ringan. Pertandingan tersebut merupakan debut apik Zizou sebagai manajer tim di kancah antarklub Eropa.
Sayangnya, dua kemenangan tidak berlanjut kala Los Merengues bertandang ke Malaga yang berakhir imbang 1-1. Pada laga jornada 25 La Liga yang berlangsung Minggu (21/2), Madrid memakai kaus dan celana biru tua. Ronaldo membuat satu gol dan gagal menambah gol lewat titik penalti. Hasil seri membuat upaya Madrid mengejar Barcelona dan Atletico Madrid menjadi tersendat. Los Blancos akan menjamu peringkat kedua Los Rojiblancos pada jornada 26 yang dipentaskan Minggu (28/2). Dalam pertemuan pertama derbi ibukota Spanyol yang berlangsung Oktober 2015, kedua tim bermain seri 1-1. Semoga saja laga terakhir Februari 2016 itu dimenangkan Madrid, agar kubu Barcelona tidak tenang dan persaingan merebut gelar juara La Liga masih bakal berlangsung seru hingga akhir musim. 

Jumat, 05 Februari 2016

Transformasi Real Madrid pada Januari 2016

Aksi Cristiano Ronaldo dalam laga Madrid vs Espanyol : 6-0. (dailymail.com) 

Real Madrid membuka tahun 2016 dengan bertandang ke Stadion Mestalla pada Minggu 
(3/1). Los Blancos hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Valencia dan 
Rafael Benitez pun mesti rela dipecat. Tiada alasan pemaaf, meski Madrid masih menempati 
nomor tiga di klasemen sementara Liga Primera Spanyol 2015/16, selisih poinnya pun tidak 
jauh dengan Atletico Madrid dan Barcelona.  Zinedine Zidane ditunjuk sebagai penggantinya 
sejak Selasa (5/1), kendati pencetak gol tunggal Madrid dalam final Liga Champion 2002 itu minim pengalaman sebagai pelatih. Lelaki Prancis itu hanya pernah menjadi asisten Carlo Ancelotti di 
Madrid (2013/14) dan menangani Real Madrid Castilla sejak 2014. 
Nyatanya, kehadiran Zizou membawa aura positif bagi Cristiano Ronaldo dkk maupun Madridista seluruh dunia. Los Merengues yang dikomandani Zidane berhasil dua kali meraih kemenangan
beruntun menghadapi Deportivo La Coruna 5-0 (10/1) dan Sporting Gijon 5-1
(17/1). Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo (Trio BBC) memborong
seluruh gol kemenangan. Dalam dua pertandingan tersebut, Benzema mencetak lima
gol, Bale tiga gol, dan Ronaldo dua gol. Yang juga menarik, Isco -yang sudah sekian
pekan tidak dimainkan Benitez- diturunkan Zidane untuk menjadi andalan sektor tengah
bersama Toni Kroos dan Luca Modic, bergantian dengan James Rodriguez. 

Tapi pada laga ketiga sang arsitek anyar, lantaran bermain tanpa Bale yang cedera dan
mesti istirahat tiga pekan, Madrid ditahan seri 1-1 oleh Real Betis (24/1). Perubahan
formasi yang terpaksa dilakukan Zizou karena absennya Bale (4-3-3 menjadi
4-4-2) menggagalkan kemenangannya yang ketiga. Isco dan James yang diturunkan
bersamaan sejak sepak mula belum memberikan kontribusi maksimal bagi timnya.


Nah, pada jornada 22 yang berlangsung Minggu (31/1), mesin gol Madrid kembali bekerja, 
meski masih tanpa sang bintang nomor 11. James yang ditempatkan di posisi Bale (formasi 4-3-3) 
mampu bermain lebih baik ketimbang laga sebelumnya. Los Blancos pun sukses mengandaskan 
Espanyol 6-0 di Santiago Bernabeu. CR7 mencetak trigol, sementara tiga gol lainnya dibuat Benzema, James, dan bunuh diri pemain Espanyol. Jese Rodriguez membuat dua assist meski turun menggantikan Modric. Ronaldo membakukan hattrick ke-29 sepanjang kariernya di La Liga dan menyamai rekor gol Luis Suarez (Barcelona) musim ini dengan koleksi 19 gol. Persaingan kedua pemain sebagai el pichichi sepertinya bakal diikuti pula oleh Benzema (18 gol) dan striker Barcelona lainnya, Neymar (16 gol). 


Para pencinta Los Galacticos tentu berharap  pesta gol bakal berlanjut ketika tim asuhan Zidane 
bertandang ke Granada pada Minggu (7/2). Biarpun berada di nomor tiga, Madrid masih menjadi tim terproduktif Liga Spanyol dengan rekor gol 64-20. Persaingan untuk menjuarai liga masih sangat terbuka antara El Barca, Atletico, dan Los Merengues hingga awal Februari 2016.  

"Permainan kami sudah banyak berkembang dan akan terus bekerja keras. Kami harus meyakinkan diri bahwa duel memperebutkan titel La Liga berlangsung hingga akhir musim," kata Zinedine Zidane optimistis.