Tampilkan postingan dengan label inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inggris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2024

spanyol vs inggris di final euro 2024




spanyol dan inggris bakal bertarung di laga final euro 2024 pada minggu malam (14/7) waktu setempat di stadion olimpiade berlin, jerman. spanyol menang 2-1 atas prancis di semifinal, sedangkan inggris mengalahkan belanda 2-1 di semifinal. 
 

Minggu, 07 Juli 2024

jerman kandas, semifinal euro tanpa tuan rumah

 


jerman kalah 1-2 dari spanyol di 8 besar euro 2024. tim tuan rumah gagal berjaya di depan publikmya. spanyol akan bertemu prancis di semifinal euro 2024. prancis menang 5-3 atas portugal via adu penalti. pada semifinal lainnya ada inggris vs belanda. inggris menang 5-3 atas swiss via adu penalti, sedangkan belanda mengalahkan turki 2-1.


Senin, 01 Juli 2024

jerman vs spanyol di 8 besar, italia tersingkir

 


jerman vs spanyol bakal tersaji di babak 8 besar euro 2024 jerman. kedua tim yang dijagokan juara ternyata sudah bertemu di perempat final. sebuah final prematur pun terjadi. jerman menang 2-0 atas denmark di 16 besar. sementara itu, spanyol mengalahkan georgia 4-1. kejutan terjadi ketika italia, juara euro 2020, ditaklukkan swiss 0-2. kutukan juara bertahan piala eropa kandas di 16 besar ternyata berlanjut di jerman. hal itu sudah dialami oleh spanyol (2016) dan portugal (2020) pada turnamen sebelumnya. 



sementara itu, inggris juga melaju ke 8 besar setelah menang 2-1 atas slovakia via perpanjangan waktu di 16 besar. jude bellingham mencetak gol salto yang spektakuler. inggris berjumpa dengan swiss di 8 besar. kita  masih menanti kiprah prancis, belanda, dan portugal di 16 besar. apakah mereka bisa mengikuti jejak jerman, spanyol, dan inggris?

Senin, 12 Juli 2021

Italia Juara Euro 2020

Italia memastikan diri menjadi juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris lewat adu penalti di Stadion Wembley London. Luke Shaw membawa Inggris unggul 1-0 di menit ke-2, tapi Leonardo Bonucci berhasil menyamakan skor di menit ke-67. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 90 menit waktu normal plus 30 menit perpanjangan waktu.

Dalam adu tendangan penalti Gli Azzuri berhasil unggul 3-2 atas The Three Lions. Gianluigi Donarumma berhasil mementahkan dua tendangan penalti dari tiga pemain Inggris yang gagal melaksakan tugasnya, yaitu Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka. Roberto Mancini melengkapi prestasinya dengan membawa tim nasional Italia menjadi kampiun Piala Eropa, setelah berkali-kali juara bersama klub yang dilatihnya, Inter Milan dan Manchester City. Sementara itu, kendati gagal di partai puncak, tapi Gareth Southgate sudah mampu melampaui prestasi para pelatih pendahulunya yang punya nama besar, seperti Sir Bobby Robson, Sven Goran Eriksson, Fabio Capello, dan Kevin Keegan. Prestasi terbaik Robson adalah semifinal Euro 1996, sedangkan Southgate mampu membawa anak asuhnya tampil di semifinal Piala Dunia 2018, semifinal Euro Nation League 2019, dan final Euro 2020. Tinggal nasib baik yang belum berpihak pada Harry Kane dkk.  

Kamis, 01 April 2021

Hasil Sempurna Italia dan Inggris, Sensasi Turki dan Armenia

Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa telah melewati dua atau tiga pertandingan awalnya pada pekan terakhir Maret 2021. Italia (Grup C), Denmark (Grup F), Inggris (Grup I), dan Armenia (Grup J) berhasil meraih poin sempurna dengan memenangi tiga pertandingan di grup masing-masing. Sementara itu Portugal, Spanyol, Prancis, Belgia, Turki, dan Kroasia memimpin grup lainnya dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Kiper AC Milan, Gianluigi Donarumma, selalu dipercaya Roberto Mancini untuk menjadi kiper utama Gli Azzuri dalam tiga laga yang telah dijalani.

Kejutan terjadi pada pertandingan pertama Grup G ketika Turki mampu menang 4-2 atas Belanda. Hakan Calhanoglu dkk lantas menang 3-0 atas Norwegia dan ditahan imbang 3-3 oleh Latvia. Belanda sendiri mampu bangkit dengan menang 2-0 atas Latvia dan menang 7-0 atas Gibraltar. Kejutan lain terjadi pada pertandingan ketiga Grup J kala Jerman kalah 1-2 dari Makedonia Utara. Padahal Jerman sudah bisa dua kali menang atas Islandia 3-0 dan Rumania 1-0. Sebuah hal fenomenal juga terjadi Grup J yang dipuncaki oleh Armenia yang menyapu bersih tiga laga awal dengan kemenangan.

Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa akan dilanjutkan pada bulan September 2021. Namun, pada Juni 2021 lebih dulu berlangsung Piala Eropa 2020 yang pelaksanaannya tertunda satu tahun akibat pandemi covid-19 tahun lalu. Euro 2020 bakal dimainkan di 12 kota dari 12 negara Eropa dengan jumlah peserta 24 tim. 

Selasa, 16 Oktober 2018

Spanyol Takluk dari Inggris di Kandang

Kejutan demi kejutan senantiasa mewarnai pertandingan sepak bola dari masa ke masa. Hal itulah yang membuat sepak bola menarik untuk terus-menerus disimak. Kekalahan Spanyol 2-3 dari Inggris dalam laga UEFA Nations League menjadi salah satu kejutan besar awal pekan ini. Bermain di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, pada Senin (15/10/18) waktu setempat, tim besutan Luis Enrique bahkan tertinggal 0-3 pada babak pertama. Dua gol Raheem Sterling dan satu gol Marcus Rashford bersarang di gawang David de Gea. La Furia Roja baru bisa bangkit di babak kedua dengan gol dari Paco Alcacer dan Sergio Ramos. Namun, hasil akhirnya anak asuh Gareth Southgate yang datang sebagai tim tamu justru menjadi pemenangnya.

Meskipun prestasi Inggris di Piala Dunia 2018 Rusia lebih apik ketimbang Spanyol, tapi di atas kertas Harry Kane dkk masih berada di bawah Sergio Ramos dkk. Apalagi dalam pertemuan pertama kedua tim di UEFA Nations League di Stadion Wembley, London, sebulan silam, Inggris kalah 1-2 dari Spanyol. The Three Lions mampu bangkit setelah kandas di depan publik sendiri.

Kamis, 12 Juli 2018

Kroasia Tantang Prancis di Final

Kejutan masih belum berhenti di Rusia. Setelah Prancis memastikan satu tiket di laga puncak Piala Dunia 2018, mayoritas publik berharap besar Inggris mampu menyusulnya. Prancis versus Inggris menjadi final impian yang tersisa setelah Jerman, Portugal, Argentina, Spanyol, dan Brasil kandas di fase sebelumnya. Baik Prancis maupun Inggris merupakan dua negara yang baru sekali menjadi juara dunia dan tahun ini menjadi kesempatan terbaik meraih trofi kedua. Kedua tim juga dihuni oleh para pemain bintang yang bermain di klub-klub top Eropa. Namun, apa yang terjadi justru Kroasia yang akan menantang Prancis di Luzhniki pada Minggu (15/7) mendatang. Kendati tertinggal 0-1 lebih dulu oleh gol tendangan bebas Kieran Trippier di menit ke-5, Kroasia bisa menyamakan kedudukan lewat gol Ivan Perisic di menit ke-68. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 hingga menit ke-90, sehingga dilanjutkan perpanjangan waktu 2x15 menit. Gol Mario Mandzukic di menit ke-109 akhirnya membawa Kroasia mengukir sejarah baru, untuk pertama kalinya bermain di final Piala Dunia. 

Sebelum turnamen berlangsung di Rusia, ada sejumlah nama yang digadang-gadang layak menjadi juara dunia baru, selain tentu saja langganan tim unggulan, yaitu mereka yang pernah meraih trofi di masa lalu. Para jagoan tradisional sudah tumbang di fase grup, perdelapan final, hingga perempat final. Ternyata justru Kroasia yang tinggal selangkah lagi menjadi juara dunia baru, bukannya Belgia, Portugal, Kolombia, atau Meksiko. Tim besutan Zlatko Dalic telah mencatat prestasi yang lebih apik ketimbang Zvonimir Boban dkk di PD 1998 Prancis, entah mereka menang atau kalah di pertandingan pamungkas nanti. 

Kendati gagal lolos ke final, pujian layak diberikan kepada Inggris. Dilatih oleh Gareth Southgate yang minim pengalaman dan bermaterikan mayoritas pemain muda, The Three Lions setidaknya mampu menyamai rekor para seniornya di PD 1990. Southgate sebagai pelatih lokal ternyata bisa berprestasi lebih baik di turnamen internasional ketimbang para pelatih asing top asing yang pernah menangani Inggris, seperti Sven Goran Erikkson (Swedia) dan Fabio Capello (Italia). Satu komentar menarik dari Capello, "Inggris akhirnya punya kiper bagus," untuk memuji penampilan Jordan Pickford, kiper muda minim pengalaman asal Everton yang ternyata tampil cukup bagus di Rusia. Harry Kane, striker sekaligus kapten Inggris, hingga usai semifinal masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak di Rusia dengan koleksi enam gol. 

Inggris masih akan berjumpa dengan Belgia -merupakan duel ulangan di Grup G- untuk merebut hadiah hiburan berupa tempat ketiga di Pesta Bola Rusia 2018. Pertandingan antara kedua tim tersebut jelas masih layak untuk disimak. Kane berkesempatan memastikan gelar top scorer turnamen di Rusia, tapi tetap harus mewaspadai Romelu Lukaku yang telah mengoleksi empat gol. 

Minggu, 08 Juli 2018

Juara Piala Dunia 2018 Pasti dari Eropa

Empat tim telah memastikan diri melaju ke semifinal Piala Dunia 2018 dan semuanya dari Eropa. Dengan demikian sudah jelas bahwa siapa pun yang akhirnya menang di laga final adalah tim asal Benua Biru. Dalam pertandingan perempat final yang dimainkan Jumat (6/7), Prancis menang 2-0 atas Uruguay dan Belgia menundukkan Brasil 2-1. Sementara itu, dalam perempat final lainnya yang melibatkan semua negara Eropa dan berlangsung Sabtu (7/7), Inggris mengalahkan Swedia 2-0 dan Kroasia menaklukkan tuan rumah Rusia lewat adu penalti 4-3 (setelah bermain 120 menit dengan skor 2-2). 

Uruguay dan Brasil menjadi sesama tim non-Eropa yang tersisa di perempat final Piala Dunia 2018. Kedua jagoan dari Amerika Latin yang pernah juara Piala Dunia itu akhirnya bertekuk lutut di tangan Prancis dan Belgia. Gol anak asuh Didier Deschamps dicetak oleh Raphael Varane lewat sundulan (40') dan Antoine Griezmann melalui tendangan keras dari luar kotak penalti (61'). Fernando Muslera sebenarnya bisa menyergap tendangan tersebut, tapi bola terlepas tanpa sempat ditangkapnya dan masuk ke gawang Uruguay. Griezmann tidak melakukan selebrasi sehabis membuat gol karena mengenang jasa pelatihnya di Real Sociedad yang merupakan orang Uruguay dan mengingat persahabatannya dengan Diego Godin dan Jose Gimenez, rekannya di Atletico Madrid.

Belgia sukses memulangkan Brasil melalui gol bunuh diri Fernandinho (13') dan gol Kevin de Bruyne (31'). Renato Augusto yang dimainkan di babak kedua hanya mampu menipiskan kekalahan Tim Samba menjadi 1-2 pada menit ke-76. Neymar dkk gagal menjawab ekspetasi publik Brasil untuk bisa meraih trofi juara dunia keenam di Rusia. Prancis dan Belgia akan bertemu di semifinal yang berlangsung Selasa (10/7) waktu setempat.

Dengan kembali mengenakan kostum merah-merah, Inggris menghentikan langkah Swedia di 8 besar Piala Dunia 2018. Sepasang gol The Three Lions dihasilkan lewat sundulan oleh Harry Maguire (30') dan Dele Alli (58'). Anak asuh Gareth Southgate mengukir sejarah baru, yaitu untuk ketiga kalinya tampil di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Inggris bermain di semifinal PD Inggris 1966 (menjadi juara untuk pertama kalinya) dan PD Italia 1990 (terhenti di semifinal). Sebuah fakta menarik, Inggris selalu mengenakan kostum tandangnya ketika menaklukkan dua tim berkaus kuning di fase 16 besar (Kolombia) maupun 8 besar (Swedia). Sponsor kostum kedua tim yang disingkirkan Inggris kebetulan sama pula. Sementara itu, Kroasia sukses menghentikan langkah tuan rumah Rusia dalam perempat final yang dimainkan terakhir. Kedua tim bermain 1-1 selama 90 menit. Dalam perpanjangan waktu 2x15 menit, Kroasia maupun Rusia membuat masing-masing satu gol sehingga skor menjadi 2-2. Dalam adu tendangan penalti, Kroasia unggul 4-3 dan mengulangi histori di PD Prancis 1998. Kroasia bakal menantang Inggris untuk merebut tiket ke final pada Rabu (1/7) waktu setempat.

Dua tim yang pernah sekali menjuarai Piala Dunia, Prancis dan Inggris, bakal bertarung dengan sepasang tim yang berambisi menjadi kampiun untuk kali pertama, Belgia dan Kroasia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya meraih kejayaan di Rusia?


Rabu, 04 Juli 2018

Kelolosan Dramatis Belgia dan Inggris ke 8 Besar

Empat tim terakhir telah memastikan diri ke perempat final Piala Dunia 2018 berikutnya, setelah mereka bertanding pada Senin (2/7) dan Selasa (3/7) waktu setempat. Brasil dipastikan berhadapan dengan Belgia, sedangkan Swedia bakal bertemu dengan Inggris. Brasil menang 2-0 atas Meksiko lewat gol Neymar dan Roberto Firmino. Swedia menyisihkan Swiss 1-0 melalui gol tunggal Emil Forsberg. Sementara itu, keberhasilan Belgia dan Inggris mesti melalui hal-hal yang dramatis. 

Eden Hazard dkk tertinggal 0-2 terlebih dahulu dari Jepang, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 di menit-menit akhir laga. Pada babak pertama kedua tim bermain seri tanpa gol. Jepang unggul cepat di babak kedua. Pergantian pemain oleh Roberto Martinez ternyata berbuah manis. Gol Vertonghen, Fellaini, dan Chadli membuat wakil Eropa itu menghentikan langkah satu-satunya wakil Asia di 16 besar. Penampilan Jepang sungguh layak dipuji, tapi Belgia telah menunjukkan diri sebagai tim yang memiliki mental juara.

Sementara itu, Inggris harus melewati adu penalti melawan Kolombia untuk melaju ke perempat final. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 90 menit yang berlanjut 2x15 menit. Harry Kane membuat The Three Lions unggul 1-0 lewat titik putih. Kapten Inggris itu kian mantap memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol. Namun, sesaat sebelum peluit panjang dibunyikan, Kolombia mampu menyamakan skor lewat sundulan Yeri Mina, yang merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen. Jordan Pickford, kiper Inggris asal klub Everton, mampu mementahkan tendangan penalti Carlos Bacca. Gol Eric Dier menjadi penentu kemenangan anak asuh Gareth Southgate. Inggris akan berhadapan dengan Swedia di perempat final.

Lolosnya Belgia dan Inggris ke babak 8 besar membuka peluang bagi kedua tim untuk bertemu kembali di partai puncak Piala Dunia 2018, sesudah duel pertama di Grup G. Namun, hal itu pun bisa terjadi pada Uruguay dan Rusia, tim-tim yang pernah berjumpa di Grup A.

Kamis, 17 November 2016

Hasil Seri Dua Ujicoba Tim Besar

Empat tim besar Eropa saling berjumpa dan melakukan laga ujicoba pada Selasa (15/11/16) lalu. Inggris menjamu Spanyol di Stadion Wembley berakhir imbang 2-2. Sedangkan Italia dan Jerman mengakhiri pertandingan tanpa gol di Stadion San Siro. The Three Lions lebih dulu mencetak gol lewat titik penalti oleh Adam Lallana di awal babak pertama. Jamie Vardy membuat publik Wembley kembali bergemuruh dan membuat tim tuan rumah unggul 2-0 di awal babak kedua. La Furia Roja berhasil bangkit melalui gol Iago Aspas dan Isco yang tercipta menjelang pertandingan usai. Laga persahabatan kedua tim menjadi kesempatan bagi Gareth Southgate dan Julen Lopetegui untuk mencoba pemain lapis kedua. Kedua pelatih sebelumnya sama-sama menangani tim U-21 masing-masing negaranya sehingga tidak canggung mengandalkan pemain-pemain muda. Southgate yang masih berstatus sebagai pelatih sementara bisa membuktikan kelayakannya sebagai pelatih permanen tim senior Inggris. Anak asuhnya sejauh ini meraih tiga kali kemenangan dan sekali hasil imbang. Sebelum menghadapi Spanyol, Inggris menang 3-0 atas Skotlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Jumat (11/11) pekan lalu. The Three Lions memimpin Grup F kualifikasi zona Eropa. Spanyol mengandaskan Macedonia 4-0 dan memimpin Grup G dengan poin yang sama dengan Italia, tapi unggul dalam produktivitas gol.



Sementara itu, Italia dan Jerman menurunkan para pemain masa depannya. Meski Gianluigi Buffon masih diturunkan sejak sepak mula, tapi di babak kedua posisinya digantikan Gianluigi Donnarumma. Buffon mencatat rekor memperkuat Gli Azzuri sebanyak 167 kali, menyamai rekor Iker Casillas bersama Spanyol. Namun kapten Italia itu masih akan menambah rekornya karena masih menjadi pilihan utama di timnas, sedangkan Casillas sudah tidak lagi mendapat kesempatan. Baik Giampolo Ventura maupun Joachim Loew sama-sama sedang mencoba beragam formasi bagi anak asuhnya. Ketika Italia menang 4-0 atas Liechtenstein di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Sabtu (12/11) lalu, Andrea Belotti dkk bermain dalam formasi 4-2-4. Begitu melawan Jerman, Gli Azzuri memainkan formasi 3-4-3. Pada sisi lain, Thomas Mueller dkk bermain dalam formasi 3-4-2-1 dalam ujicoba menghadapi Italia. Sedangkan pada akhir pekan lalu, Die Mannschaft memainkan formasi 4-5-1 kala menundukkan San Marino 8-0. Jika Italia memunculkan nama Belotti sebagai striker anyar yang tajam, maka Jerman pun menemukan pemain produktif baru pada diri Serge Gnabry. Belotti menyumbang dua gol dalam kemenangan Italia atas Liechtenstein. Gnabry mencetak tiga gol sekaligus dalam debutnya bersama Jerman kala bertandang ke San Marino.



Senin, 05 September 2016

Debut Apik Sejumlah Pelatih Tim Besar

Awal September 2016 menjadi kesempatan bagi sejumlah negara besar sepak bola tampil bersama arsitek timnas terbarunya. Di tanah Eropa, tak kurang dari Spanyol, Italia, Belgia, dan Inggris mengganti pelatihnya seusai Euro 2016 Prancis. Sementara itu, Brasil dan Argentina yang merupakan dua nama utama dari Amerika Selatan pun berupaya membangkitkan kejayaannya bersama pemimpin tim nasional anyar. Julen Lopetegui (Spanyol), Sam Allardyce (Inggris), Tite (Brasil), dan Edgardo Bauza (Argentina) melewati debutnya dengan hasil yang apik. Pada sisi lain, Giampiero Ventura (Italia) dan Roberto Martinez (Belgia) mengawali pertandingan pertamanya dengan kekalahan.

Perjumpaan Belgia dan Spanyol dalam laga uji coba di Brussels (1/9) merupakan pertemuan dua manajer anyar sesama orang Spanyol. Lopetegui bernasib lebih baik ketimbang Martinez. Tim tuan rumah bertekuk lutut 0-2 dari tim tamu. David Silva memborong sepasang gol La Roja.  Menjadi kejutan tersendiri ketika tidak ada nama Iker Casillas dan Cesc Fabregas dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih anyar Tim Matador. Lopetegui juga memanggil kembali Juan Mata dan Diego Costa yang tidak disertakan oleh Vicente del Bosque di Piala Eropa 2016 lalu. Yang juga menarik, terdapat lima pemain Real Madrid yang diundang ke timnas, yaitu : Sergio Ramos, Dani Carvajal, Lucas Vasquez, Alvaro Morata, dan Marco Asensio. Jumlah itu melebihi Barcelona yang hanya mengirim empat pemain. Uniknya, Lopetegui pernah menjadi kiper Madrid dan Barca di waktu lalu. Sebelum menangani tim senior La Roja, Julen Lopetegui pernah mengukir prestasi juara Piala Eropa level junior bersama tim U-19 (2012) dan tim U-21 (2013). David de Gea, Dani Carvajal, Koke, dan Morata merupakan sebagian pemain andalannya di tim U-21. Selanjutnya Spanyol akan menjamu Liechtenstein dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Leon (5/9).
Dua gol David Silva menjadikan debut Julen Lopetegui bersama Spanyol menjadi manis.
Sam Allardyce mengawali tugas barunya dengan meraih kemenangan. Adam Lallana mencetak gol tunggal Inggris ke gawang tuan rumah Slovakia dalam pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F Zona UEFA yang berlangsung di Trnavia (4/9). Sementara itu, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite berhasil membawa Brasil menang atas Ekuador 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL pada Kamis lalu (1/9). Satu gol Neymar dan dua gol Gabriel Jesus membuat sempurna debut Tite menangani Selecao. Pada hari yang sama, batal pensiunnya Lionel Messi membawa keberuntungan bagi Edgardo Bauza. Argentina menang 1-0 atas Uruguay dengan satu-satunya gol dicetak Messi.

Giampiero Ventura mengalami kekalahan dalam debutnya ketika Italia takluk 1-3 dari Prancis dalam pertandingan persahabatan di Bari (1/9). Graziano Pelle membuat satu gol untuk tim tuan rumah, namun para pemain tim tamu mampu tiga kali membobol gawang lawan. Namun sebuah rekor baru tercatat ketika Ventura memberikan debut bagi Gianluigi Donnarumma, kiper AC Milan berusia 17 tahun 6 bulan, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk Gli Azzuri sepanjang sejarah. Kebanggaan lain untuk Milan adalah keberadaan enam pemainnya di timnas besutan Ventura. Selain Donnarumma, terdapat nama Mattia De Sciglio, Luca Antonelli, Alessio Romagnoli, Riccardo Montolivo, dan Giacomo Bonaventura. De Sciglio dan Bonaventura menjadi pemain inti, sedangkan Donnarumma dan Montolivo menjadi pemain pengganti dalam laga Italia versus Prancis.
Donnaruma menjalani debutnya bersama tim senior Italia.

Rabu, 29 Juni 2016

Tersingkirnya Spanyol dan Inggris di 16 Besar Euro 2016

Para pemain Italia berhasil menghadang para pemain Spanyol (27/6/16).

Tersingkirnya Spanyol dan Ingris di babak perdelapan final Piala Eropa 2016 menjadi kabar paling menghebohkan dari Prancis. Italia adalah tim yang menaklukkan sang juara Piala Eropa dalam dua edisi terakhir (2008 dan 2012). Kemenangan 2-0 Gli Azzuri atas La Furia Roja menjadi pembalasan yang setimpal atas kekalahan 0-4 di final Euro 2012 lalu. Gol yang dicetak Giorgio Chiellini dan Graziano Pelle ke gawang David de Gea mengakhiri mimpi Spanyol menjadi timnas sepak bola terbaik di Eropa untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam satu dekade. Tim asuhan Vicente del Bosque tidak mampu melanjutkan kesuksesan Real Madrid maupun Sevilla -dua klub Spanyol- yang merajai Liga Champion dan Liga Europa musim 2015/16 yang baru berlalu. Sementara Antonio Conte justru membuktikan dirinya sebagai juru taktik yang piawai, kendati tim asuhannya disebut-sebut sebagai timnas Italia terburuk dari sisi materi pemainnya saat ini. Penampilan Gianluigi Buffon dkk tak lagi layak diremehkan, termasuk oleh Jerman yang akan menjadi lawan Italia di perempat final Sabtu mendatang (2/7) waktu Prancis. 

Sementara itu, kekalahan Inggris 1-2 dari Islandia barangkali menjadi kejutan terbesar di 16 besar Piala Eropa 2016. Meskipun sempat unggul melalui gol penalti Wayne Rooney, The Three Lions akhirnya mesti takluk oleh salah satu tim debutan di Euro 2016 tersebut. Diperkuat oleh sejumlah pemain muda berbakat semacam Eric Dier, Delle Alli, Harry Kane, dan Marcus Rashford, tim besutan Roy Hodgson digadang-gadang bakal melaju cukup jauh menjalani turnamen di Prancis. Namun kenyataannya sebuah tim dari negeri kecil antah-berantah justru mampu mengandaskan tim dari negara yang sepak bolanya begitu tenar. Terlebih lagi, Liga Primer Inggris pun kerap disebut sebagai liga sepak bola paling prestisius di atas buana. Kekalahan paling memalukan dalam sejarah sepak bola Inggris itu membuat Roy Hodgson langsung mengundurkan diri dari kursi pelatih timnas. Keluarnya Inggris dari ajang Euro 2016 menyusul hasil referendum rakyat Inggris (Britania Raya) yang mayoritasnya (52%) ternyata memutuskan keluar dari Uni Eropa atau yang biasa disebut Brexit (British Exit). Uniknya, suporter Islandia membuat spanduk dan poster bertuliskan 'Brexit Vol.2' ketika menyaksikan laga Inggris versus Islandia. Hal itu ternyata sungguh menjadi nyata. Islandia sendiri akan menantang tuan rumah Prancis untuk memperebutkan tiket semifinal. 

Ada sebuah benang merah dari dua laga terakhir 16 besar Piala Eropa 2016 yang berlangsung Senin malam (27/6) waktu Prancis. Italia dan Islandia -yang menjadi pemenang- sama-sama menggunakan kostum berwarna biru, sementara Spanyol dan Inggris -sebagai tim pecundang- sama-sama mengenakan kostum serba putih.


Islandia sukses membuat Inggris tersungkur di Euro 2016 (27/6/16).