Kamis, 11 Juli 2024
spanyol vs inggris di final euro 2024
Minggu, 07 Juli 2024
jerman kandas, semifinal euro tanpa tuan rumah
Senin, 01 Juli 2024
jerman vs spanyol di 8 besar, italia tersingkir
jerman vs spanyol bakal tersaji di babak 8 besar euro 2024 jerman. kedua tim yang dijagokan juara ternyata sudah bertemu di perempat final. sebuah final prematur pun terjadi. jerman menang 2-0 atas denmark di 16 besar. sementara itu, spanyol mengalahkan georgia 4-1. kejutan terjadi ketika italia, juara euro 2020, ditaklukkan swiss 0-2. kutukan juara bertahan piala eropa kandas di 16 besar ternyata berlanjut di jerman. hal itu sudah dialami oleh spanyol (2016) dan portugal (2020) pada turnamen sebelumnya.
Senin, 12 Juli 2021
Italia Juara Euro 2020
Italia memastikan diri menjadi juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris lewat adu penalti di Stadion Wembley London. Luke Shaw membawa Inggris unggul 1-0 di menit ke-2, tapi Leonardo Bonucci berhasil menyamakan skor di menit ke-67. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 90 menit waktu normal plus 30 menit perpanjangan waktu.
Dalam adu tendangan penalti Gli Azzuri berhasil unggul 3-2 atas The Three Lions. Gianluigi Donarumma berhasil mementahkan dua tendangan penalti dari tiga pemain Inggris yang gagal melaksakan tugasnya, yaitu Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka. Roberto Mancini melengkapi prestasinya dengan membawa tim nasional Italia menjadi kampiun Piala Eropa, setelah berkali-kali juara bersama klub yang dilatihnya, Inter Milan dan Manchester City. Sementara itu, kendati gagal di partai puncak, tapi Gareth Southgate sudah mampu melampaui prestasi para pelatih pendahulunya yang punya nama besar, seperti Sir Bobby Robson, Sven Goran Eriksson, Fabio Capello, dan Kevin Keegan. Prestasi terbaik Robson adalah semifinal Euro 1996, sedangkan Southgate mampu membawa anak asuhnya tampil di semifinal Piala Dunia 2018, semifinal Euro Nation League 2019, dan final Euro 2020. Tinggal nasib baik yang belum berpihak pada Harry Kane dkk.
Kamis, 01 April 2021
Hasil Sempurna Italia dan Inggris, Sensasi Turki dan Armenia
Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa telah melewati dua atau tiga pertandingan awalnya pada pekan terakhir Maret 2021. Italia (Grup C), Denmark (Grup F), Inggris (Grup I), dan Armenia (Grup J) berhasil meraih poin sempurna dengan memenangi tiga pertandingan di grup masing-masing. Sementara itu Portugal, Spanyol, Prancis, Belgia, Turki, dan Kroasia memimpin grup lainnya dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Kiper AC Milan, Gianluigi Donarumma, selalu dipercaya Roberto Mancini untuk menjadi kiper utama Gli Azzuri dalam tiga laga yang telah dijalani.
Kejutan terjadi pada pertandingan pertama Grup G ketika Turki mampu menang 4-2 atas Belanda. Hakan Calhanoglu dkk lantas menang 3-0 atas Norwegia dan ditahan imbang 3-3 oleh Latvia. Belanda sendiri mampu bangkit dengan menang 2-0 atas Latvia dan menang 7-0 atas Gibraltar. Kejutan lain terjadi pada pertandingan ketiga Grup J kala Jerman kalah 1-2 dari Makedonia Utara. Padahal Jerman sudah bisa dua kali menang atas Islandia 3-0 dan Rumania 1-0. Sebuah hal fenomenal juga terjadi Grup J yang dipuncaki oleh Armenia yang menyapu bersih tiga laga awal dengan kemenangan.
Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa akan dilanjutkan pada bulan September 2021. Namun, pada Juni 2021 lebih dulu berlangsung Piala Eropa 2020 yang pelaksanaannya tertunda satu tahun akibat pandemi covid-19 tahun lalu. Euro 2020 bakal dimainkan di 12 kota dari 12 negara Eropa dengan jumlah peserta 24 tim.
Selasa, 16 Oktober 2018
Spanyol Takluk dari Inggris di Kandang
Meskipun prestasi Inggris di Piala Dunia 2018 Rusia lebih apik ketimbang Spanyol, tapi di atas kertas Harry Kane dkk masih berada di bawah Sergio Ramos dkk. Apalagi dalam pertemuan pertama kedua tim di UEFA Nations League di Stadion Wembley, London, sebulan silam, Inggris kalah 1-2 dari Spanyol. The Three Lions mampu bangkit setelah kandas di depan publik sendiri.
Kamis, 12 Juli 2018
Kroasia Tantang Prancis di Final
Sebelum turnamen berlangsung di Rusia, ada sejumlah nama yang digadang-gadang layak menjadi juara dunia baru, selain tentu saja langganan tim unggulan, yaitu mereka yang pernah meraih trofi di masa lalu. Para jagoan tradisional sudah tumbang di fase grup, perdelapan final, hingga perempat final. Ternyata justru Kroasia yang tinggal selangkah lagi menjadi juara dunia baru, bukannya Belgia, Portugal, Kolombia, atau Meksiko. Tim besutan Zlatko Dalic telah mencatat prestasi yang lebih apik ketimbang Zvonimir Boban dkk di PD 1998 Prancis, entah mereka menang atau kalah di pertandingan pamungkas nanti.
Kendati gagal lolos ke final, pujian layak diberikan kepada Inggris. Dilatih oleh Gareth Southgate yang minim pengalaman dan bermaterikan mayoritas pemain muda, The Three Lions setidaknya mampu menyamai rekor para seniornya di PD 1990. Southgate sebagai pelatih lokal ternyata bisa berprestasi lebih baik di turnamen internasional ketimbang para pelatih asing top asing yang pernah menangani Inggris, seperti Sven Goran Erikkson (Swedia) dan Fabio Capello (Italia). Satu komentar menarik dari Capello, "Inggris akhirnya punya kiper bagus," untuk memuji penampilan Jordan Pickford, kiper muda minim pengalaman asal Everton yang ternyata tampil cukup bagus di Rusia. Harry Kane, striker sekaligus kapten Inggris, hingga usai semifinal masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak di Rusia dengan koleksi enam gol.
Inggris masih akan berjumpa dengan Belgia -merupakan duel ulangan di Grup G- untuk merebut hadiah hiburan berupa tempat ketiga di Pesta Bola Rusia 2018. Pertandingan antara kedua tim tersebut jelas masih layak untuk disimak. Kane berkesempatan memastikan gelar top scorer turnamen di Rusia, tapi tetap harus mewaspadai Romelu Lukaku yang telah mengoleksi empat gol.
Minggu, 08 Juli 2018
Juara Piala Dunia 2018 Pasti dari Eropa
Belgia sukses memulangkan Brasil melalui gol bunuh diri Fernandinho (13') dan gol Kevin de Bruyne (31'). Renato Augusto yang dimainkan di babak kedua hanya mampu menipiskan kekalahan Tim Samba menjadi 1-2 pada menit ke-76. Neymar dkk gagal menjawab ekspetasi publik Brasil untuk bisa meraih trofi juara dunia keenam di Rusia. Prancis dan Belgia akan bertemu di semifinal yang berlangsung Selasa (10/7) waktu setempat.
Dengan kembali mengenakan kostum merah-merah, Inggris menghentikan langkah Swedia di 8 besar Piala Dunia 2018. Sepasang gol The Three Lions dihasilkan lewat sundulan oleh Harry Maguire (30') dan Dele Alli (58'). Anak asuh Gareth Southgate mengukir sejarah baru, yaitu untuk ketiga kalinya tampil di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Inggris bermain di semifinal PD Inggris 1966 (menjadi juara untuk pertama kalinya) dan PD Italia 1990 (terhenti di semifinal). Sebuah fakta menarik, Inggris selalu mengenakan kostum tandangnya ketika menaklukkan dua tim berkaus kuning di fase 16 besar (Kolombia) maupun 8 besar (Swedia). Sponsor kostum kedua tim yang disingkirkan Inggris kebetulan sama pula. Sementara itu, Kroasia sukses menghentikan langkah tuan rumah Rusia dalam perempat final yang dimainkan terakhir. Kedua tim bermain 1-1 selama 90 menit. Dalam perpanjangan waktu 2x15 menit, Kroasia maupun Rusia membuat masing-masing satu gol sehingga skor menjadi 2-2. Dalam adu tendangan penalti, Kroasia unggul 4-3 dan mengulangi histori di PD Prancis 1998. Kroasia bakal menantang Inggris untuk merebut tiket ke final pada Rabu (1/7) waktu setempat.
Dua tim yang pernah sekali menjuarai Piala Dunia, Prancis dan Inggris, bakal bertarung dengan sepasang tim yang berambisi menjadi kampiun untuk kali pertama, Belgia dan Kroasia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya meraih kejayaan di Rusia?
Rabu, 04 Juli 2018
Kelolosan Dramatis Belgia dan Inggris ke 8 Besar
Eden Hazard dkk tertinggal 0-2 terlebih dahulu dari Jepang, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 di menit-menit akhir laga. Pada babak pertama kedua tim bermain seri tanpa gol. Jepang unggul cepat di babak kedua. Pergantian pemain oleh Roberto Martinez ternyata berbuah manis. Gol Vertonghen, Fellaini, dan Chadli membuat wakil Eropa itu menghentikan langkah satu-satunya wakil Asia di 16 besar. Penampilan Jepang sungguh layak dipuji, tapi Belgia telah menunjukkan diri sebagai tim yang memiliki mental juara.
Sementara itu, Inggris harus melewati adu penalti melawan Kolombia untuk melaju ke perempat final. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 90 menit yang berlanjut 2x15 menit. Harry Kane membuat The Three Lions unggul 1-0 lewat titik putih. Kapten Inggris itu kian mantap memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol. Namun, sesaat sebelum peluit panjang dibunyikan, Kolombia mampu menyamakan skor lewat sundulan Yeri Mina, yang merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen. Jordan Pickford, kiper Inggris asal klub Everton, mampu mementahkan tendangan penalti Carlos Bacca. Gol Eric Dier menjadi penentu kemenangan anak asuh Gareth Southgate. Inggris akan berhadapan dengan Swedia di perempat final.
Lolosnya Belgia dan Inggris ke babak 8 besar membuka peluang bagi kedua tim untuk bertemu kembali di partai puncak Piala Dunia 2018, sesudah duel pertama di Grup G. Namun, hal itu pun bisa terjadi pada Uruguay dan Rusia, tim-tim yang pernah berjumpa di Grup A.
Kamis, 17 November 2016
Hasil Seri Dua Ujicoba Tim Besar
Sementara itu, Italia dan Jerman menurunkan para pemain masa depannya. Meski Gianluigi Buffon masih diturunkan sejak sepak mula, tapi di babak kedua posisinya digantikan Gianluigi Donnarumma. Buffon mencatat rekor memperkuat Gli Azzuri sebanyak 167 kali, menyamai rekor Iker Casillas bersama Spanyol. Namun kapten Italia itu masih akan menambah rekornya karena masih menjadi pilihan utama di timnas, sedangkan Casillas sudah tidak lagi mendapat kesempatan. Baik Giampolo Ventura maupun Joachim Loew sama-sama sedang mencoba beragam formasi bagi anak asuhnya. Ketika Italia menang 4-0 atas Liechtenstein di Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Sabtu (12/11) lalu, Andrea Belotti dkk bermain dalam formasi 4-2-4. Begitu melawan Jerman, Gli Azzuri memainkan formasi 3-4-3. Pada sisi lain, Thomas Mueller dkk bermain dalam formasi 3-4-2-1 dalam ujicoba menghadapi Italia. Sedangkan pada akhir pekan lalu, Die Mannschaft memainkan formasi 4-5-1 kala menundukkan San Marino 8-0. Jika Italia memunculkan nama Belotti sebagai striker anyar yang tajam, maka Jerman pun menemukan pemain produktif baru pada diri Serge Gnabry. Belotti menyumbang dua gol dalam kemenangan Italia atas Liechtenstein. Gnabry mencetak tiga gol sekaligus dalam debutnya bersama Jerman kala bertandang ke San Marino.
Senin, 05 September 2016
Debut Apik Sejumlah Pelatih Tim Besar
Perjumpaan Belgia dan Spanyol dalam laga uji coba di Brussels (1/9) merupakan pertemuan dua manajer anyar sesama orang Spanyol. Lopetegui bernasib lebih baik ketimbang Martinez. Tim tuan rumah bertekuk lutut 0-2 dari tim tamu. David Silva memborong sepasang gol La Roja. Menjadi kejutan tersendiri ketika tidak ada nama Iker Casillas dan Cesc Fabregas dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih anyar Tim Matador. Lopetegui juga memanggil kembali Juan Mata dan Diego Costa yang tidak disertakan oleh Vicente del Bosque di Piala Eropa 2016 lalu. Yang juga menarik, terdapat lima pemain Real Madrid yang diundang ke timnas, yaitu : Sergio Ramos, Dani Carvajal, Lucas Vasquez, Alvaro Morata, dan Marco Asensio. Jumlah itu melebihi Barcelona yang hanya mengirim empat pemain. Uniknya, Lopetegui pernah menjadi kiper Madrid dan Barca di waktu lalu. Sebelum menangani tim senior La Roja, Julen Lopetegui pernah mengukir prestasi juara Piala Eropa level junior bersama tim U-19 (2012) dan tim U-21 (2013). David de Gea, Dani Carvajal, Koke, dan Morata merupakan sebagian pemain andalannya di tim U-21. Selanjutnya Spanyol akan menjamu Liechtenstein dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Leon (5/9).
![]() |
| Dua gol David Silva menjadikan debut Julen Lopetegui bersama Spanyol menjadi manis. |
Giampiero Ventura mengalami kekalahan dalam debutnya ketika Italia takluk 1-3 dari Prancis dalam pertandingan persahabatan di Bari (1/9). Graziano Pelle membuat satu gol untuk tim tuan rumah, namun para pemain tim tamu mampu tiga kali membobol gawang lawan. Namun sebuah rekor baru tercatat ketika Ventura memberikan debut bagi Gianluigi Donnarumma, kiper AC Milan berusia 17 tahun 6 bulan, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk Gli Azzuri sepanjang sejarah. Kebanggaan lain untuk Milan adalah keberadaan enam pemainnya di timnas besutan Ventura. Selain Donnarumma, terdapat nama Mattia De Sciglio, Luca Antonelli, Alessio Romagnoli, Riccardo Montolivo, dan Giacomo Bonaventura. De Sciglio dan Bonaventura menjadi pemain inti, sedangkan Donnarumma dan Montolivo menjadi pemain pengganti dalam laga Italia versus Prancis.
![]() |
| Donnaruma menjalani debutnya bersama tim senior Italia. |
Rabu, 29 Juni 2016
Tersingkirnya Spanyol dan Inggris di 16 Besar Euro 2016
![]() |
| Para pemain Italia berhasil menghadang para pemain Spanyol (27/6/16). |
Sementara itu, kekalahan Inggris 1-2 dari Islandia barangkali menjadi kejutan terbesar di 16 besar Piala Eropa 2016. Meskipun sempat unggul melalui gol penalti Wayne Rooney, The Three Lions akhirnya mesti takluk oleh salah satu tim debutan di Euro 2016 tersebut. Diperkuat oleh sejumlah pemain muda berbakat semacam Eric Dier, Delle Alli, Harry Kane, dan Marcus Rashford, tim besutan Roy Hodgson digadang-gadang bakal melaju cukup jauh menjalani turnamen di Prancis. Namun kenyataannya sebuah tim dari negeri kecil antah-berantah justru mampu mengandaskan tim dari negara yang sepak bolanya begitu tenar. Terlebih lagi, Liga Primer Inggris pun kerap disebut sebagai liga sepak bola paling prestisius di atas buana. Kekalahan paling memalukan dalam sejarah sepak bola Inggris itu membuat Roy Hodgson langsung mengundurkan diri dari kursi pelatih timnas. Keluarnya Inggris dari ajang Euro 2016 menyusul hasil referendum rakyat Inggris (Britania Raya) yang mayoritasnya (52%) ternyata memutuskan keluar dari Uni Eropa atau yang biasa disebut Brexit (British Exit). Uniknya, suporter Islandia membuat spanduk dan poster bertuliskan 'Brexit Vol.2' ketika menyaksikan laga Inggris versus Islandia. Hal itu ternyata sungguh menjadi nyata. Islandia sendiri akan menantang tuan rumah Prancis untuk memperebutkan tiket semifinal.
Ada sebuah benang merah dari dua laga terakhir 16 besar Piala Eropa 2016 yang berlangsung Senin malam (27/6) waktu Prancis. Italia dan Islandia -yang menjadi pemenang- sama-sama menggunakan kostum berwarna biru, sementara Spanyol dan Inggris -sebagai tim pecundang- sama-sama mengenakan kostum serba putih.
![]() |
| Islandia sukses membuat Inggris tersungkur di Euro 2016 (27/6/16). |





















