Senin, 31 Oktober 2016

Menanti Milan dan United Konsisten

AC Milan masih berusaha tampil konsisten dalam meraih poin. Setelah menang 1-0 atas Juventus, Rossoneri justru kalah 0-3 dari Genoa. Beruntunglah, tim besutan Vincenzo Montella kembali bangkit dan unggul tipis 1-0 atas Pescara dalam laga Serie A 2016/17 giornata 11 yang berlangsung Minggu (30/10) di San Siro. Giacomo Bonaventura mencetak gol tunggal timnya. Rossoneri bertengger di posisi ketiga dengan mengumpulkan poin 22 di bawah Juventus (27) dan AS Roma (23) serta menjaga peluang menembus zona Eropa musim depan. Sudah tiga musim Milan absen dari kompetisi antarklub Eropa, tapi musim ini Gigio Donnarumma dkk tampaknya lebih siap untuk kembali ke habitat sesungguhnya. 

Sementara itu Manchester United ternyata belum konsisten pula di Liga Premier. Setelah pekan lalu digebuk Chelsea 0-4, anak asuh Jose Mourinho hanya bisa bermain imbang tanpa gol dengan Burnley. Pertengahan pekan silam sebenarnya Zlatan Ibrahimovic dkk sempat bangkit dengan menang 1-0 atas Manchester City di Piala Liga lewat gol tunggal Juan Mata. Kemenangan atas juara bertahan Piala Liga membawa United ke perempat final dan akan berjumpa dengan West Ham United. Proses adaptasi Mou dengan tim barunya belum berjalan sesuai harapan. Namun sebagai manajer sarat pengalaman, mestinya lelaki asal Portugal itu memahami masalah yang dihadapinya dan segera memperoleh solusi yang tepat agar timnya kembali ke jalur kemenangan serta tampil konsisten. Dengan demikian MU masih layak disebut sebagai tim kandidat juara di semua ajang yang diikutinya  musim ini.

Ronaldo Cetak Trigol, Madrid Pimpin Klasemen La Liga

Cristiano Ronaldo mencetak tiga gol ketika Real Madrid menang 4-1 atas Alaves dalam pertandingan jornada 10 Liga Primera Spanyol 2016/17 yang berlangsung Sabtu (29/10/2016) pekan lalu. Trigol itu membuat Ronaldo mengoleksi lima gol di liga lokal, setelah namanya sempat absen dari papan skor sekian pekan. CR7 mencatat rekor sebagai pencetak hattrick terbanyak di Liga Spanyol sebanyak 31 kali. Satu gol Los Blancos lainnya diciptakan Alvaro Morata. Hasil laga tersebut mengukuhkan Madrid di posisi pertama klasemen sementara La Liga. Dalam 10 pertandingan, tim besutan Zinedine Zidane meraih tujuh kali kemenangan, tiga kali seri, dan belum pernah tersentuh kekalahan. Madrid menjadi satu-satunya klub di Eropa yang belum terkalahkan musim ini. Hingga akhir Oktober, Los Merengues total telah bermain 15 kali di empat ajang (Piala Super Eropa, Liga Spanyol, Liga Champion, dan Copa del Rey) dengan 11 kali menang dan empat kali imbang. Kendati dibayangi cederanya para pemain inti, Zizou sejauh ini masih mampu mengoptimalkan kemampuan anak asuhnya.


Pertengahan pekan lalu Madrid menang 7-1 atas Cultural Leonesa (klub kasta ketiga Liga Spanyol) di Copa del Rey (26/10). Tampil tanpa Trio BBC dan sejumlah andalan utama, Morata dan Marco Asensio masing-masing menyumbang dua gol. Gol lainnya merupakan hasil bunuh diri pemain Leonesa, lantas gol Nacho dan Mariano Diaz. James Rodriguez bermain cemerlang dengan membuat tiga assist. Hasil laga di Leon membuat Los Blancos dipastikan melaju ke babak selanjutnya, meski harus menjalani satu pertandingan lagi melawan tim yang sama. 

Rabu, 26 Oktober 2016

Memori : Kiprah Para Pelatih di Musim Pertama

Pada awal musim 2013/14 lalu, sejumlah klub besar Eropa menunjuk nama baru sebagai pelatih. Di antara mereka terdapat nama Carlo Ancelotti (Real Madrid), Gerardo ’Tata’ Martino (Barcelona), Josep ’Pep’ Guardiola (Bayern Muenchen), David Moyes (Manchester United), Manuel Pellegrini (Manchester City), Jose Mourinho (Chelsea), Rafael Benitez (Napoli), dan Laurent Blanc (PSG).

Ketika kompetisi berakhir, siapa pelatih tersukses di musim pertamanya? Ancelotti, Pellegrini, dan Guardiola sama-sama mengoleksi dua trofi pada akhir musim. Ancelotti membawa Los Blancos menjadi juara Liga Champion Eropa dan Copa del Rey. Pellegrini memimpin The Citizens menjuarai Liga Premier dan Piala Liga Inggris. Pep Guardiola mengomandoi Die Roten menjadi kampiun Bundesliga dan Piala Jerman. Sebelumnya, Muenchen pun berhasil menjadi juara Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub 2013 di bawah mantan pelatih Barcelona itu. Tapi kegagalan FC Bayern di semifinal Liga Champion (kalah agregat 0-5 dari Real Madrid) sedikit menodai rekor Guardiola yang total bisa mengumpulkan empat trofi dalam semusim.
410747_heroa
Sementara itu, Benitez dan Blanc pun mampu menghadirkan sebuah gelar kampiun bagi tim masing-masing. Napoli menjuarai Copa Italia dan PSG mempertahankan trofi juara Liga Prancis. Tata Martino dan Mourinho gagal meraih trofi apa pun. El Barca langsung menunjuk Luis Enrique sebagai arsitek baru menggantikan Tata yang mengundurkan diri. Posisi Mou sendiri tetap aman di Stamford Bridge. Tapi yang bernasib paling naas tetaplah David Moyes. MU yang merupakan juara bertahan EPL sejak jauh hari sudah tidak mampu bersaing merebut trofi. Moyes pun dipecat pada pertengahan musim, setelah mencetak sejumlah rekor buruk bagi klub. Ryan Giggs ditunjuk sebagai pelatih sementara United hanya hingga akhir musim.

Memasuki musim 2014/15, beberapa nama anyar kembali menghiasi kursi manajer klub top Benua Biru. Mereka adalah Luis Enrique (Barcelona), Louis van Gaal (Manchester United), Filippo Inzaghi (AC Milan), dan Massimiliano Allegri (Juventus). Penunjukan Enrique dan Van Gaal mendapat sambutan yang positif. Sebagai mantan bintang El Barca yang pernah sukses menangani Barcelona B, Luis Enrique diharapkan mampu menapaktilasi prestasi Guardiola untuk membawa Blaugrana berjaya kembali. Sementara itu, penampilan impresif Belanda di Piala Dunia 2014 menyembulkan optimisme bahwa Red Devils akan bangkit begitu ditangani seorang pelatih senior bermental juara. Louis van Gaal memiliki rekam jejak prestasi yang panjang, di antaranya ketika melatih Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Bayern Muenchen. Hasil laga uji coba pramusim memperlihatkan niat Wayne Rooney dkk untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara di dalam negeri karena United bakal absen di Eropa. Meski sempat mengalami awal musim yang buruk, namun kehadiran sejumlah bintang seperti Angel di Maria, Daley Blind, dan Radamel Falcao membuat harapan tim Manchester Merah akan berprestasi masih tetap terjaga.

Inzaghi yang menggantikan posisi Clarence Seedorf sebenarnya masih diragukan mampu mengangkat kembali martabat Rossoneri. Seperti halnya Seedorf, Pippo masih belum berpengalaman menangani tim senior. Tapi dua tahun melatih tim junior Milan dipercaya bisa menjadi bekal bagi Inzaghi dalam menjalani debutnya sebagai pelatih klub yang pernah diperkuatnya sebagai pemain selama sebelas musim (2001-2012). Kehadiran sejumlah pemain baru seperti Alex, Jeremy Menez, Diego Lopez, Fernando Torres, dan Giacomo Bonaventura diharapkan mampu meningkatkan kinerja tim, meski Kaka, Robinho, dan Mario Balotelli telah pergi dari San Siro.

Pengunduran diri Antonio Conte sesudah membawa Juventus meraih scudetto tiga musim berurutan tentu menjadi kejutan besar bagi publik. Tapi dipilihnya Allegri pun mengundang tanda tanya dari penggemar, apalagi musim lalu Milan memecatnya di tengah jalan. Tapi pihak manajemen mungkin percaya Allegri mampu mengulangi debutnya bersama Rossoneri dahulu ketika menangani Bianconeri saat ini. Materi pemain Juve yang jelas berkualitas dan tidak banyak berubah menjadi keberuntungan tersendiri bagi Allegri, sekiranya adaptasi dapat berjalan dengan sempurna. Dan ternyata hingga pekan kedua Serie A, baik Milan maupun Juventus selalu meraih kemenangan dengan meraih poin sempurna. Kita pun mesti menunggu satu musim kembali berputar, hingga akhirnya melihat siapa gerangan para arsitek yang mampu berjaya bersama klub anyarnya.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.156 – Oktober 2014.

Selasa, 25 Oktober 2016

Reuni Pahit Mourinho di Stamford Bridge

Terkadang roda nasib berputar begitu cepat memang. Baru Kamis lalu (24/10) Manchester United menggembirakan penggemarnya ketika berhasil menang besar 4-1 atas Fenerbahce di Liga Europa 2016/17. Tapi Minggu kemarin (23/10) tim besutan Jose Mourinho justru kalah telak 0-4 dari Chelsea di Liga Premier Inggris 2016/17 yang berlangsung di Stamford Bridge. The Blues yang pernah meraih tiga gelar juara EPL di bawah asuhan Mourinho ternyata memberikan kado pahit bagi sang mantan manajer. Antonio Conte selaku arsitek Chelsea saat ini berhasil membuktikan strateginya lebih baik ketimbang pelatih tim tamu. Mou seperti memiliki firasat buruk, ketika sebelum pertandingan ia mengatakan bahwa sekarang belum saatnya bagi United mendekat ke papan atas. Hasilnya ternyata memang sebuah rekor yang memalukan. Red Devils pun terbenam di peringkat ke-7 klasemen sementara berselisih enam poin dari Arsenal, Manchester City, dan Liverpool. Semoga para pencinta MU tetap sabar dan tegar karena Liga Inggris masih menyisakan 29 pertandingan lagi. Masih ada kesempatan untuk membenahi segala kekurangan dan kembali ke jalur kemenangan.

Apa yang dialami Mourinho sebenarnya sudah lebih dulu dialami oleh Pep Guardiola, pelatih City. Pada ajang Liga Champion yang berlangsung Rabu lalu (19/10), tim sekota United juga takluk 0-4 dari Barcelona, yang merupakan mantan tim besutan Pep. Kekalahan itu berefek buruk ketika City hanya bermain imbang 1-1 dengan Southampton di Liga Premier kemarin Sabtu (22/10). Yang menarik, kedua tim Manchester akan segera berjumpa Kamis mendatang (27/10) dalam ajang Piala Liga. Dua manajer yang terluka hatinya sehabis bertandang ke mantan klubnya, siapa di antara Mou dan Pep yang lebih cepat bangkit bersama timnya menjadi hal yang layak dinanti.   

Senin, 24 Oktober 2016

Milan Pemilik Masa Depan Italia

AC Milan terus menanjak dan mampu menduduki posisi ketiga klasemen sementara Liga Italia Serie A 2016/17 pada pekan ke-9. Rossoneri memiliki poin yang sama dengan AS Roma, tapi kalah dalam selisih gol, dan hanya berjarak dua poin dengan Juventus. Tim asuhan Vincenzo Montella berhasil menang 1-0 atas tim asuhan Massimiliano Allegri dalam il grande partita yang berlangsung di San Siro pada Sabtu (22/10/2016) malam waktu setempat. Manuel Locatelli menjadi pahlawan kemenangan Tim Merah-Hitam dengan membuat gol tunggal ke gawang Gianluigi Buffon. Sebelumnya di pekan ke-8, Ignazio Abate dkk pun mengalahkan Chievo 3-1 dalam pertandingan tandang, sehingga Milan selalu meraih kemenangan dalam tiga laga terakhirnya.
Manuel Locatelli, pemain 18 tahun jadi pahlawan kemenangan Milan.
Dengan konsisten memainkan mayoritas pemain lokal, Milan sudah menyumbang jumlah pemain yang lebih banyak ketimbang Juventus dalam timnas Italia yang dilatih Giampiero Ventura sehabis Euro 2016. Padahal selama sekitar satu dekade terakhir Bianconeri selalu mendominasi Gli Azzuri. Namun dalam pertemuan teranyar Milan dan Juventus, terdapat enam pemain Italia menjadi starter Rossoneri, sedangkan tiga pemain lokal saja di kubu Bianconeri. Jika Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, dan Locatelli masih berusia U-21, maka Buffon, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci telah berumur di atas 30 tahun. Pemain Juve lainnya, Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio yang selama ini menjadi langganan di timnas, masih berkutat dengan cedera, sementara Andrea Pirlo telah hijrah ke Major League Soccer (Liga Amerika Serikat) sejak 2015. 

Donnarumma, Romagnoli, Locatelli, dan sejumlah pemain muda lainnya merupakan generasi baru yang akan menjadi andalan Gli Azzuri di masa depan. Para pemain Milan akan kembali mendominasi Italia, seperti sekitar dua dekade lalu. Ketika itu Rossoneri sempat dijuluki sebagai The Dream Team, yang tak hanya mengandalkan Trio Belanda (Frank Rijkaard-Ruud Gullit-Marco van Basten) atau pemain asing seperti Marcel Dessaily, Dejan Savicevic, dan lain-lain, namun nyaris semua pemain lokalnya menjadi anggota timnas Italia. Misalnya saja pada Piala Dunia 1994, terdapat tujuh pemain Milan di skuat Gli Azzuri yang tampil di final turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat. Mereka adalah Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Mauro Tassoti, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni, dan Daniele Massaro. Pelatih Italia kala itu adalah Arrigo Sacchi, mantan allenatore Rossoneri (1987-1991). 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Pogba Cemerlang, United Menang

Manchester United membuat para pencintanya ceria kembali setelah menekuk Fenerbahce (Turki) dengan skor 4-1 di laga pekan ketiga Grup A Liga Europa 2016/17. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (20/10/16) di Old Trafford disaksikan lebih dari 70.000 penonton. Di antara mereka yang hadir di stadion terlihat sosok Sir Alex Ferguson, Sam Allardyce (mantan pelatih Inggris), dan Roberto Martinez (pelatih Belgia). Paul Pogba, pemain sepak bola termahal dunia saat ini, bermain cemerlang dengan menyumbang dua gol. Gol pertama dicetak gelandang asal Prancis itu lewat titik penalti di menit ke-31. Anthony Martial yang dijatuhkan di kotak penalti membuat gol kedua pada menit ke-34, juga melalui titik 12 pas. Pogba menyumbang gol keduanya memanfaatkan assist Jesse Lingard di menit ke-45+1. Lantas Lingard sendiri membuat gol keempat United pada menit ke-48 hasil assist kapten Wayne Rooney yang menerima umpan Pogba. Paul dan Jesse telah bersahabat sejak mereka sama-sama bermain di tim junior Manchester United. Selebrasi gol yang mereka lakukan menunjukkan keakraban mereka.
Selebrasi kocak Pogba dan Lingard menambah kegembiraan pencinta MU.
Fenerbahce memperkecil kekalahan dengan gol yang dibuat Robin van Persie, mantan striker andalan Manchester United (2012-2015). Penonton memberi respek berupa tepuk tangan -bahkan sebagian sambil berdiri- kepada pemain Belanda yang mempersembahkan gelar juara Liga Inggris terakhir bagi Red Devils pada musim 2012/13 sekaligus menjadi top scorer saat itu. Sejak meninggalkan Manchester tahun 2015 silam, baru kali ini RvP kembali ke Old Trafford. Layak saja sekiranya dia rada terbawa perasaan bereuni dengan rekan-rekan lamanya di hadapan mereka yang pernah memujanya dahulu.
Robin van Persie mendapat sambutan positf penonton Old Trafford.
Ketika menjamu Fenerbahce, Jose Mourinho mengistirahatkan sejumlah pemain intinya, seperti Antonio Valencia, Daley Blind, Ander Herrera, dan Zlatan Ibrahimovic. Namun para penggantinya semacam Matteo Darmian, Luke Shaw, dan Juan Mata bermain tak mengecewakan. Rooney yang belakangan tak lagi bermain sejak sepak mula pun masih mampu menyumbang assist untuk Lingard. Pada pertandingan berikutnya United akan melawan Chelsea di Stamford Bridge besok Minggu (23/10) di ajang Liga Inggris. Mourinho akan melakukan reuni dengan tim yang pernah dibawanya tiga kali menjadi juara Premier League. Setelah Senin lalu (17/10) menahan imbang tuan rumah Liverpool, apakah MU akan bermain untuk sekadar tidak kalah lagi menghadapi tim besutan Antonio Conte? 

Kamis, 20 Oktober 2016

Trigol Messi dan Oezil Warnai Pekan Ketiga Liga Champion

Sejumlah klub menundukkan lawan-lawannya dengan skor telak pada pertandingan pekan ketiga Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung Rabu (19/10/2016).  Total tercipta 28 gol dalam delapan laga di Grup A hingga D, sementara hanya 17 gol pada delapan laga Grup E-H sehari sebelumnya. Jika di hari Selasa (18/10) hanya Real Madrid yang berpesta gol, maka di hari berikutnya Barcelona, Arsenal, PSG, dan Bayern Muenchen berhasil melakukannya. Barcelona mengandaskan Manchester City 4-0 di Camp Nou. Hasil itu cukup mengejutkan mengingat The Citizens kini ditangani Pep Guardiola -pelatih El Barca (2008-2012)-  dan tengah memimpin klasemen Liga Premier Inggris. Namun Pep selalu tidak bisa menaklukkan 'monster' yang diciptakannya sendiri sejak meninggalkan Blaugrana. Pada  musim 2014/15 Bayern Muenchen yang dilatih Guardiola pun takluk dari tim yang pernah dibawanya berjaya. Kekalahan mencolok City tak lepas dari dikartumerahkannya Claudio Bravo, kiper yang baru pindah dari Barcelona ke Manchester awal musim ini. Tim besutan Luis Enrique baru unggul satu gol saat insiden terjadi. Sejak itu tiga gol tambahan bersarang di gawang Willy Caballero. Lionel Messi akhirnya membuat tiga gol, sedangkan Neymar menyumbang sebuah gol.
Lionel Messi mencetak trigol ke gawang City.
Di Grup A, Arsenal dan Paris Saint-Germain berpesta gol di kandang masing-masing. The Gunners mengalahkan Ludogorets Razgrad (Bulgaria) 6-0. Mesut Oezil bermain eksepsional dengan mencetak tiga gol dan merupakan trigol perdananya sepanjang karier. Gol lainnya disumbang Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain. PSG menang 3-0 atas FC Basel (Swiss) lewat gol Angel Di Maria, Lucas Moura, dan Edinson Cavani. Sementara itu Bayern Muenchen mampu bangkit setelah dikalahkan Atletico Madrid di pekan kedua. Tim yang kini ditangani Carlo Ancelotti itu unggul 4-0 atas PSV Eindhoven. Arjen Robben membuat sebuah gol di antaranya.
Mesut Oezil mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya.
Terdapat satu benang merah dalam kemenangan Arsenal, PSG, dan Muenchen, yang semua berhubungan dengan Real Madrid. Oezil dan Di Maria pernah bermain bersama di El Real (2010-2013), sementara Ancelotti merupakan mantan arsitek Los Galacticos (2013-2015). Oezil telah hijrah ke London ketika Di Maria bersama Ancelotti merasakan gelar juara Liga Champion 2013/14. Oezil dan Di Maria sama-sama memakai kostum nomor 11 di klub mereka saat ini. Robben, bintang Muenchen asal Belanda, juga pernah mengenakan kostum Los Blancos (2007-2009). Xabi Alonso, rekan seklub Robben, pernah pula bermain di Madrid (2009-2014) dan sempat menjadi rekan bermain Oezil-Di Maria serta dilatih oleh Ancelotti.