Senin, 09 Januari 2017

Asa Sepak Bola Indonesia di 2017

Kongres PSSI yang berlangsung pada Minggu (8/1/2017) di Bandung menghasilkan sejumlah keputusan penting. Persebaya dan enam tim yang selama ini mendapat sanksi kembali menjadi anggota PSSI. Persebaya akan bermain di Divisi Utama, sementara yang lain bermain di Liga Nusantara. Beberapa nama klub yang berganti nama telah disetujui. Liga Indonesia menurut rencana akan digelar mulai Maret 2017 mendatang. Sejumlah regulasi baru akan mewarnai kompetisi mendatang, seperti pemain asing yang dibatasi maksimal tiga orang (2 pemain dari mana saja+1 pemain Asia) dan kewajiban mendaftarkan pemain U-23.

Nama calon pelatih timnas senior yang merangkap timnas U-23, timnas U-19, dan tim U-16 Indonesia telah diumumkan, meski siapa yang akhirnya terpilih masih dalam proses. Yang jelas, Alfred Riedl, pelatih timnas di Piala AFF 2016, sudah tidak dipercaya lagi oleh pengurus baru PSSI. Luis Fernandez (Prancis) dan Luis Milla (spanyol) menjadi kandidat arsitek timnas senior. Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal dijagokan menangani timnas U-19. Fachri Huzaini dan Rudy Eka Priyambada merupakan calon pelatih timnas U-16. Justru satu nama yang sudah pasti adalah ditunjuknya Danurwindo sebagai direktut teknik timnas, menyisihkan nama Riedl dan Pieter Huistra (Belanda).

Ketika niat bersih untuk membenahi sepak bola nasional diiringi dengan cara-cara yang baik, maka mudah-mudahan hasilnya pun akan baik. Tapi mesti diingat bahwa dalam hal apa saja, untuk meraih keberhasilan, perlu perjuangan, kesabaran, dan melewati proses yang bisa jadi panjang. Semoga tidak cepat menyerah untuk terus berbenah, demi kejayaan Indonesia tercinta. 

Sabtu, 07 Januari 2017

Satu Tahun Prestasi Zidane Melatih Madrid

Zinedine Zidane telah genap satu tahun menjadi pelatih Real Madrid. Bertepatan dengan saat itu, tim asuhannya menang 3-0 atas Sevilla dalam laga pertama babak 16 besar Copa del Rey 2016/17. Los Blancos mengukir rekor 38 pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. James Rodriguez yang jarang dimainkan dan diisukan bakal hijrah ke klub lain justru bermain cemerlang dengan menyumbang sepasang gol. Raphael Varane mencetak satu gol lainnya.

Selama setahun, Zizou berhasil membawa timnya meraih tiga gelar bergengsi, yaitu Liga Champion Eropa 2015/16, Piala Super Eropa 2016, dan Piala Dunia Antarklub 2016. Yang menarik, Los Merengues di bawah Zidane memiliki materi pemain yang lebih merata. Absensi sejumlah pemain bintang tidak menjadi kendala untuk meraih kemenangan dan gelar juara. Trio BBC (Karim Benzema, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo) masih tetap menjadi andalan di sektor depan. Namun, sejumlah nama pemain muda bisa menjadi pelapis yang setara, seperti : Lucas Vasquez, Marco Asensio, dan Alvaro Morata. Isco, James Rodriguez, dan Mateo Kovacic juga mampu bermain apik di sektor tengah ketika Casemiro, Luka Modric, dan Toni Kross bergantian cedera.

Jumat, 06 Januari 2017

Kemenangan Perdana MU di 2017

Manchester United mengalahkan West Ham United 2-0 dalam pertandingan ke-20 Liga Premier Inggris 2016/17. Laga yang berlangsung pada Senin (2/1/2017) tersebut berlangsung di Stadion Olympic London. Gol diciptakan oleh Juan Mata dan Zlatan Ibrahimovic. Gol yang dibuat Ibra di London membuatnya telah mengoleksi 13 gol di Premier League, sama dengan koleksi Alexis Sanchez (Arsenal) dan hanya berselisih satu gol dengan Diego Costa (Chelsea) yang untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris. Tim asuhan Jose Mourinho melanjutkan tren positifnya dan berhasil mencatat enam kali kemenangan beruntun. Pada Desember 2016, United mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0, Crystal Palace 1-0, West Bromwich Albion 2-0, Sunderland 3-1, dan Middlesbough 2-1. Biarpun masih tetap tertahan di nomor enam klasemen sementara, tapi poin David de Gea dkk semakin mendekati tim-tim yang berada di atasnya.
Ibrahimovic dan Mata mencetak gol kemenangan atas West Ham United.
Henrik Mkhitaryan sempat membuat gol spektakuler yang disebut "scorpion goal" ketika United menundukkan Middlesbrough di pekan ke-19. Uniknya, Olivier Giroud  juga mencetak gol kalajengking yang serupa kala Arsenal mengandaskan Bournemouth di pekan yang sama.
Gol kalajengking Mkhitaryan ke gawang The Boro.

Kamis, 05 Januari 2017

Sejumlah Kejutan di Tahun 2016

Beberapa hal yang tidak terduga mewarnai perjalanan dunia sepak bola sepanjang tahun 2016 yang baru saja berlalu. Leicester City menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 barangkali merupakan kejutan terbesar tahun kemarin. Tim asuhan Claudio Ranieri bagaikan menjalani kisah dalam dongeng yang mampu mengejawantah di dunia nyata. Jamie Vardy dkk berhasil memupus dominasi tim-tim bertabur bintang yang kaya raya dan selama ini memiliki tradisi juara, seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Chelsea -juara musim 2014/15- justru terpuruk hingga keluar dari persaingan. Jose Mourinho dipecat di tengah jalan dan The Blues akhirnya bertengger di nomor 10 di bawah asuhan Guus Hiddink. Leicester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City lolos ke Liga Champion 2016/17, sementara Manchester United bermain di Liga Europa 2016/17. Louis van Gaal memberikan kado terakhir bagi The Red Devils berupa gelar juara Piala FA 2015/16. Menyambut musim 2016/17, tim-tim besar ditangani oleh manajer anyar dengan reputasi juara. Mereka adalah Jose Mourinho (ManUtd), Antonio Conte (Chelsea), dan Pep Guardiola (ManCity).
Leicester City juara Liga Inggris adalah kejutan terbesar di dunia sepak bola 2016!
Kejutan juga terjadi ketika Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 dan merebut Piala Eropa pertamanya dalam final Euro 2016. Kendati diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, tapi perjalanan Selecao tidak meyakinkan menuju partai puncak, sehingga Les Bleus lebih dijagokan berjaya di depan publik sendiri.
Cile menjadi kampiun Copa America Centenario 2016 merupakan hal tak terduga lainnya.
Lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 juga menjadi hal yang di luar prediksi. Tim asuhan Alfred Riedl bahkan sempat mengalahkan Thailand 2-1 di final pertama, tapi sayangnya di final kedua takluk 0-2 sehingga kejutannya tidak tuntas. Thailand tetap menjadi juara Asia Tenggara dan menambah rekornya sebagai juara Piala AFF.
Portugal juara Euro 2016 di Prancis.
AC Milan merebut Supercoppa Italiana 2016 menjadi kejutan di akhir tahun karena mampu mengalahkan Juventus, jawara Liga Italia yang sangat dominan lima tahun terakhir. Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub 2016 jelas bukan hal yang aneh. Namun, ketika lawan yang dihadapinya adalah Kashima Antlers, wakil tuan rumah Jepang, maka menjadi kejutan lainnya. Madrid bahkan sempat bermain imbang 2-2 dengan Kashima selama 90 menit laga, sebelum akhirnya menang 4-2 di perpanjangan waktu.

Tragedi Chapecoense
Jika di Eropa ada Leicester City, maka di Amerika Selatan ada Chapecoense, sebuah klub Brasil yang meroket hingga lolos ke final Copa Sudamericana 2016. Sayang sekali, tragedi justru terjadi ketika pesawat terbang yang membawa seluruh pemain dan ofisial Chapecoense mengalami kecelakaan pada akhir November di Kolombia. Mereka pun gugur sebelum bertanding. Atletico Nacional (Kolombia), calon lawan di final, meminta CONMEBOL memberikan trofi kepada Chapecoense dan akhirnya hal itu diwujudkan pada Desember. 

Minggu, 25 Desember 2016

AC Milan Juara Piala Super Italia 2016

AC Milan memberi kado manis bagi para pendukungnya di akhir tahun 2016 dengan menjuarai Piala Super Italia 2016. Milan menundukkan Juventus lewat adu penalti dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung di Jassim bin Hamad Stadium, Doha, Qatar, pada Jumat (23/12/16) waktu setempat. Giorgio Chiellini membawa Bianconeri unggul 1-0 di menit ke-18, tapi gol Giacomo Bonaventura di menit ke-38 membuat Rossoneri menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Uniknya, kedua gol tercipta melalui sundulan dari pemain Italia. Skor tidak berubah hingga 90 menit dan tiada gol tercipta lagi hingga perpanjangan waktu 2x15 menit pun usai. Pada babak adu penalti, hanya Gianluca Lapadula yang gagal menaklukkan Gianluigi Buffon. Bonaventura, Juraj Kucka, Suso, dan Mario Pasalic mampu melaksanakan tugasnya dengan baik untuk Milan.
Kegembiraan AC Milan menjuarai Piala Super Italia 2016.
Tim Merah-Hitam akhirnya mengakhiri puasa tanpa gelarnya tahun ini. Terakhir kali, Milan menjadi kampiun Piala Super Italia 2011 dengan mengalahkan Inter Milan, setelah pada musim 2010/11 meraih scudetto di bawah pelatih Massimiliano Allegri. Uniknya, Milan yang kini ditangani Vincenzo Montella meraih gelar dengan mengalahkan Juventus yang diasuh Allegri. Supercoppa Italiana 2016 merupakan Piala Super Italia ke-7 bagi Rossoneri dan menyamai rekor milik Bianconeri. Kemenangan Milan atas Juventus menjadi sangat berarti mengingat dominasi luar biasa Si Nyonya Tua di Italia sepanjang lima musim terakhir. Akhir musim lalu, Milan yang ditangani Cristian Brocchi sebagai manajer caretaker pun takluk dari tim besutan Allegri di final Coppa Italia 2015/16. 

Kehadiran Montella sebagai allenatore anyar ternyata membawa perubahan positif. Milan mampu mengalahkan Juventus di pekan ke-9 Liga Italia Serie A 2016/17 dan sempat sekian pekan bertengger di tiga besar, sebelum akhirnya melorot ke nomor lima di pekan ke-17. Namun, jarak antara Milan dengan Lazio (4), Napoli (3), dan AS Roma (2) hanya berselisih 1-2 poin, sementara Juventus masih perkasa menguasai klasemen berselisih sembilan poin dengan Rossoneri.

Sambutan hangat bagi Giacomo Bonaventura seusai mencetak gol. 
Salah satu ciri khas Milan musim ini adalah menurunkan mayoritas pemain Italia sebagai tim inti. Ketika tampil di Piala Super Italia 2016, Montella menunjukkan konsistensinya dengan memainkan delapan pemain lokal sejak sepak mula. Mereka adalah Gianluigi Donnarumma, Ignazio Abate (kapten), Allesio Romagnoli, Gabriel Paletta, Mattia De Sciglio, Andrea Bertolacci, Manuel Locatelli, dan Giacomo Bonaventura. Dua dari tiga pemain pengganti pun berasal dari Italia, Luca Antonelli dan Gianluca Lapadula. Kubu lawan hanya menurunkan lima pemain Italia sejak menit pertama, yaitu Buffon, Chiellini, Daniela Rugani, Claudio Marchisio, dan Stefano Struraro.

Saat ini AC Milan sedang dalam proses perpindahan kepemilikan klub dari Silvio Berlusconni ke konsorsium Sino-Europe Sports. Secara khusus, kiper Donnarumma mempersembahkan trofi bagi Berlusconni. Kehadiran pemilik baru dipercaya membuat Rossoneri akan lebih kuat secara finansial dan pada gilirannya bisa mengembalikan kejayaan tim kebanggaan Milanisti di masa depan. Keberhasilan menjuarai Supercoppa Italiana 2016 menjadi pertanda bahwa Milan sudah berada di jalur yang tepat.

Susunan Pemain 

Juventus: 1-Gianluigi Buffon, 26-Stephan Lichtsteiner, 24-Daniele Rugani, 3-Giorgio Chiellini, 12-Alex Sandro (Patrice Evra 32'); 6-Sami Khedira, 8-Claudio Marchisio, 27-Stefano Sturaro (Mario Lemina 79'); 5-Miralem Pjanic (Paulo Dybala 67'); 17-Mario Mandzukic, 9-Gonzalo Higuain 

Pelatih: Massimiliano Allegri 

AC Milan: 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Mattia De Sciglio, 13-Alessio Romagnoli, 29-Gabriel Paletta, 20-Ignazio Abate (Luca Antonelli 102'); 91-Andrea Bertolacci, 73-Manuel Locatelli (Mario Passalic 74'), 33-Juraj Kucka; 5-Giacomo Bonaventura, 70-Carlos Bacca (Gianluca Lapadula 102'), 8-Suso 

Pelatih: Vicenzo Montella 


Sabtu, 24 Desember 2016

Sepekan Sehabis Kegagalan

Sepekan telah berlalu sehabis kegagalan timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2016. Biarpun menjadi kesuksesan yang tertunda untuk kesekian kalinya, tapi apresiasi tetap diberikan kepada Boaz Solossa dkk yang sudah berupaya keras meraih kejayaan bagi negaranya. Lolosnya skuat Garuda hingga partai puncak memang menjadi kejutan tersendiri, maka kekecewaan kita pun tak terlampau dalam. Apresiasi nyata diberikan oleh Presiden Joko Widodo yang mengundang segenap pemain dan ofisial timnas ke Istana Negara untuk makan siang bersama pada Senin lalu (19/12/16). Biasanya hanya mereka yang berhasil menjadi juara yang bisa menghadap seorang kepala negara, tapi bagi Pak Jokowi, penampilan tim Merah-Putih sudah mengharumkan nama bangsa. Tak hanya itu, Presiden pun memberi hadiah Rp 200 juta kepada masing-masing pemain. Pelatih dan awak timnas selain pemain pun mendapat hadiah tersendiri. Perhatian sang pemimpin kepada sepak bola mestinya menjadi momentum bagi PSSI dan pemerintah Republik Indonesia untuk bekerja bersama membenahi serta membangun sepak bola di tanah air agar lebih maju dalam mengukir prestasi.

Langkah Indonesia hingga menjadi finalis Piala AFF 2016 mampu membuat peringkat FIFA negara kita mengalami peningkatan. Dalam daftar peringkat FIFA terbaru yang dirilis Kamis lalu (22/12), Indonesia berada di peringkat ke-171 atau naik delapan tingkat dari sebulan sebelumnya. Tim Merah-Putih menjalani tujuh pertandingan dengan hasil tiga kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah sepanjang turnamen Piala AFF 2016. Jika ingin terus menaikkan posisi, maka pada tahun 2017 mendatang timnas harus konsisten melakukan laga internasional, meski tahun depan timnas senior tidak mengikuti pertandingan resmi apa pun selain ujicoba. 

Kesempatan timnas junior untuk meraih gelar lebih terbuka karena ada ajang Piala AFC U-23 (Juli), SEA Games (Agustus), U-16 (September), dan U-19 (Oktober). Yang berhak tampil di SEA Games 2017 adalah timnas U-22. Para pemain seperti Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Yanto Basna, yang memiliki pengalaman membela timnas senior tahun ini, akan menjadi andalan di timnas U-22. PSSI baru akan menentukan nama pelatih timnas untuk berbagai jenjang pada Januari 2017 mendatang. Mengingat kiprahnya di Piala AFF 2016, Alfred Riedl sepertinya masih pantas menjadi arsitek timnas senior hingga Piala AFF 2018 mendatang. Dengan berbagai keterbatasan yang dimilikinya, pelatih asal Austria itu mampu membawa anak asuhnya lolos ke final merupakan prestasi tersendiri. Munculnya nama-nama baru yang menjadi andalan skuat Garuda pun layak diacungi jempol. Abduh Lestaluhu, Hansamu Yama, Bayu Pradana, Rizky Pora, Stefano Lilipaly, Evan Dimas, dan Lerby Eliandry adalah sebagian di antaranya.

Minggu, 18 Desember 2016

Mimpi Juara Belum Jadi Nyata

Mimpi Indonesia menjadi juara Piala AFF 2016 belum bisa menjadi kenyataan. Kendati mengantungi kemenangan 2-1 dalam final pertama, tapi kekalahan 0-2 dari Thailand pada Sabtu (17/12) membuat skuat Garuda kalah agregat 2-3 dan tak mampu pulang membawa trofi Piala AFF pertamanya. Sirroch Chattong memborong dua gol Thailand, yang masing-masing dibuat di menit ke-37 dan 47. Bermain tanpa Andik Vermansah yang cedera, Zulham Zamrun yang menggantikannya tak mampu bermain sebagus Andik. Namun, secara keseluruhan penampilan Boaz Solossa dkk di Stadion Rajamangala Bangkok memang tak secemerlang ketika bermain di depan pendukungnya di Stadion Pakansari Bogor. 

Thailand kian mengukuhkan dirinya sebagai raja sepak bola ASEAN nan sejati. Piala AFF telah lima kali diraih tim Gajah Perang. Sedangkan bagi Indonesia, kegagalan tahun ini merupakan yang kelima kali sepanjang sejarah Piala AFF sejak tahun 1996. Indonesia masih sebatas pangeran sepak bola di Asia Tenggara yang belum juga mencicipi tahta tertinggi mengikuti jejak Thailand (5 klai juara), Singapura (4), Vietnam (1), dan Malaysia (1).

Biarpun akhirnya menelan pil pahit di partai pamungkas, tapi apa yang sudah ditampilkan tim Merah-Putih sepanjang turnamen tetap layak mendapat apresiasi. Indonesia, yang baru terlepas dari sanksi FIFA dan memiliki berbagai kendala selama persiapannya, mampu terus melaju hingga laga terakhir untuk menantang juara bertahan Piala AFF yang sekaligus tim terbaik ASEAN sepanjang masa. Tiada yang menduga langkah skuat Garuda bakal sejauh ini.

Apa yang dicapai anak asuh Alfred Riedl di Piala AFF 2016 mesti menjadi bekal berharga bagi pengurus baru PSSI yang dikomandani Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, bagaimana menata sepak bola Indonesia agar menjadi lebih baik seusai terbenam dalam keterpurukan. Materi timnas yang ada cukup menjanjikan di masa depan karena terdiri dari mayoritas pemain muda yang seiring waktu akan ditempa lebih banyak pengalaman yang mematangkan fisik maupun mentalnya dalam bermain sepak bola membawa nama Indonesia. Terima kasih untuk timnas Indonesia menjadi sesuatu yang sangat pantas kita ucapkan. Berkat penampilan mereka di semifinal dan final Piala AFF 2016, bangsa Indonesia, yang akhir-akhir ini terpecah-belah oleh berbagai isu, untuk sementara bisa bersatu memberi dukungan kepada timnas sepak bolanya. Boaz Solossa dkk menjadi bukti nyata masih adanya persatuan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Susunan pemain Indonesia :
1.Kurnia Meiga; 2.Beny Wahyudi (11.Dedi Kusnandar 46'), 16.Fachruddin Aryanto, 23.Hansamu Yama, 3.M.Abduh Lestaluhu; 13.Manahati Lestusen, 16.Bayu Pradana; 10.Zulham Zamrun (12.Lerby Eliandry 64'), 8.Stefano Lilipaly, 14.Rizky Pora (9.Ferdinand Sinaga 73'); 7.Boaz Solossa
Cadangan :
22.Teja Paku Alam, 26.Andritany Ardhiyasa; 4.Abdul Rachman, 13.Rudolf Yanto Basna, 27.Gunawan Dwi Cahyo; 6.Evan Dimas Darmono, 18.Bayu Gatra. 21.Andik Vermansah (cedera); 17.Muchlis Hadi