Rabu, 30 Juni 2021

Spanyol dan Inggris Melaju, Prancis dan Jerman Tersingkir

Kejutan kembali terjadi di babak 16 besar Euro 2020. Prancis dan Jerman tersingkir dari turnamen. Sepasang gol Karim Benzema dan satu gol Paul Pogba sempat membuat Prancis unggul 3-1. Swiss mampu bangkit hingga menyamakan kedudukan 3-3 hingga akhir waktu normal. Tidak ada gol tercipta dalam perpajangan waktu. Les Bleus kemudian menyerah 4-5 dalam adu penalti. Kylian Mbappe menjadi satu-satunya pemain yang gagal menuntaskan tugasnya.

Jerman kalah 0-2 dari Inggris. Raheem Sterling dan Harry Kane membobol gawang Manuel Neuer pada babak kedua.

Spanyol menang 5-3 atas Kroasia dengan susah payah. Alvaro Morata dkk ditahan imbang 3-3 oleh Luka Modric dkk hingga menit ke-90 dan baru pada perpanjangan waktu mampu dua kali lagi menjebol gawang lawan Kroasia.

Ukraina menang 2-1 atas Swedia. Andriy Shevchenko mampu menunjukkan dirinya sebagai pelatih berkualitas dengan membawa anak asuhnya tampil di perempat final Euro 2020.

Senin, 28 Juni 2021

Italia Lolos ke 8 Besar, Belanda dan Portugal Terjungkal

Kendati mesti melewati perpanjangan waktu, Italia akhirnya mampu menang 2-1 atas Austria dan melaju ke babak perempat final Euro 2020. Azzuri akan berhadapan dengan Belgia yang berhasil menghentikan langkah Portugal dengan skor 1-0. Juara bertahan pun tumbang di 16 besar. Cristiano Ronaldo tidak bisa menambah koleksi penampilan dan golnya di turnamen.

Kejutan terjadi ketika Belanda yang meraih hasil sempurna di fase grup justru ditundukkan oleh Republik Ceska 0-2. Diusirnya Mathias de Ligt di awal babak kedua membuat anak asuh Ronald de Boer menurun kekuatannya, meskipun anehnya masih bisa lebih unggul dalam penguasaan bola.  Ceska akan berhadapan dengan Denmark yang menang 4-0 atas Wales.

Jumat, 25 Juni 2021

Inggris vs Jerman di 16 Besar Euro 2020

Euro 2020 telah menuntaskan fase grup dan menghasilkan 16 tim yang bakal tampil di babak perdelapan final. Tidak ada kejutan berarti karena tim-tim unggulan berhasil melaju ke 16 besar. Namun, ada satu laga klasik bakal terjadi antara Inggris yang berhadapan dengan Jerman. Pertandingan seru lainnya adalah pertemuan juara bertahan Portugal melawan Belgia yang merupakan tim perangkat pertama FIFA saat ini. 



Kamis, 24 Juni 2021

Cristiano Ronaldo dan Rekor Barunya

Cristiano Ronaldo terus membuat rekor baru bersama Portugal setelah melewati tiga pertandingan fase grup di Euro 2020. Saat ini kapten Portugal itu memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima golnya. Dengan lima gol tersebut mantan pemain Manchester United itu menyamai rekor Ali Daei sebagai pencetak gol tersubur untuk tim nasional negaranya dengan koleksi 109 gol.

Minggu, 20 Juni 2021

Portugal Ditumbangkan Jerman

Sempat unggul 1-0 lewat Cristiano Ronaldo di menit ke-15, Portugal akhirnya menyerah kalah 2-4 di tangan Jerman. Konyolnya, dua gol awal Jerman justru merupakan gol bunuh diri sepasang pemain Portugal : Ruben Dias (35') dan Raphael Guerreiro (39'). Anak asuh Joachim Loew kian perkasa di babak kedua dengan gol yang dibuat Kai Havertz (51') dan Robin Gosens (60'). Gol Diego Jota di menit ke-67 hanya menipiskan kekalahan juara Euro 2016 tersebut. 

Jumat, 18 Juni 2021

Italia, Belgia, dan Belanda Raih Kemenangan Kedua

Italia, Belgia, dan Belanda meraih kemenangan keduanya di Euro 2020 setelah menjalani pertandingan keduanya di grup masing-masing. 

Senin, 14 Juni 2021

Kekalahan Telak Beruntun Indonesia

Setelah sempat menahan imbang Thailand 2-2, timnas Indonesia kembali menelan pil pahit dalam dua laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Evan Dimas dkk kalah 0-4 dari Vietnam pada Senin (7/6/21) dan kalah 0-5 dari UEA pada Jumat (11/6).

Jumat, 04 Juni 2021

Indonesia Tahan Imbang Thailand 2-2

Shin Tae-yong menjalani debutnya menangani timnas Indonesia dalam laga resmi bertajuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia menghadapi Thailand yang berakhir imbang dengan skor 2-2. Pertandingan tersebut dimainkan di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (3/6/21) malam waktu setempat. Tim Merah Putih tampil dengan mayoritas pemain muda yang belum pernah memperkuat timnas senior. Rata-rata usia pemain timnas adalah 22,8 tahun. Evan Dimas yang dipercaya sebagai kapten merupakan satu-satunya pemain yang tersisa dari tim besutan Simon McMenemy yang selalu menderita kekalahan dalam lima laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 sebelumnya pada tahun 2019. 

Tidak hanya tampil dengan pelatih baru dan sejumlah pemain baru, skuat Garuda juga bertanding dengan kostum anyar dari Mills, produsen apparel lokal. Evan Dimas dkk juga membawa semangat bermain yang baru dan jauh berbeda dengan tim terdahulu. Dua kali tertinggal dan dua kali pula anak asuh STY mampu menyamakan kedudukan. Kadek Agung dan Evan Dimas menjadi pencetak gol timnas.

Yang cukup menarik perhatian adalah formasi tim kali ini. Sebelumnya dalam sejumlah ujicoba yang dimainkan timnas U-19 dan timnas U-22, STY selalu menerapkan formasi 4-4-2. Namun, ketika menghadapi Thailand justru formasi 4-2-3-1 yang dimainkan. Kabarnya, dalam dua ujicoba terakhir menghadapi Afghanistan dan Oman, STY mencoba formasi 4-4-2 dan 4-2-3-1 pada anak asuhnya. Ternyata hasilnya adalah poin pertama dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Yang juga layak dicatat adalah keberadaan sejumlah pemain timnas yang bermain di luar negeri. Mereka adalah Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners - Korea Selatan), Syahrian Abimanyu (Newcastle Jets- Australia), Egy MV (Lechia Gdansk - Polandia), dan Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica - Serbia).

Yang jelas, cukup menyenangkan melihat aksi pertama tim besutan pelatih Korea Selatan dalam sebuah pertandingan resmi. Ada progres dalam proses yang dijalani para pemain kita. Semoga performa Evan Dimas dkk bisa terus meningkat ketika melawan Vietnam, UEA, dan menghadapi sejumlah turnamen lainnya di masa depan.

Materi pemain Indonesia vs Thailand :

1.Nadeo Argawinata; 14.Asnawi Mangkualam, 2.Arif Satria, 4.Rizky Ridho, 11.Pratama Arhan; 17.Syahrian Abimanyu (7.Genta Alparedo), 22. I Kadek Agung Widyana (13.Rachmat Irianto); 10.Egy Maulana Vikry (20.Osvaldo Haay), 6.Evan Dimas (k), 8. Witan Sulaeman (18.Adam Alis); 9. Kushedya Hari Yudo (15.Muhammad Rafli)

Kamis, 03 Juni 2021

Zidane Mengundurkan Diri dan Ancelotti Kembali

Untuk kedua kalinya Zinedine Zidane mengundurkan diri dari kursi pelatih Real Madrid. Sebelumnya Zizou melakukannya seusai Los Blancos meraih trofi ketiga Liga Champions 2017/18. Posisinya waktu itu digantikan oleh Julen Lopetegui yang tak lama kemudian dipecat dan digantikan Santiago Solari. Zidane kembali menangani Madrid pada pertengahan musim 2018/19 setelah Solari juga dipecat. Pelatih asal Prancis itu mempersembahkan gelar Supercopa Espana 2019 dan juara Liga Spanyol 2019/20. Real Madrid memang gagal meraih gelar musim 2020/21, tapi setidaknya mampu memaksa perebutan juara La Liga ditentukan hingga laga pamungkas. Namun, Zidane merasa patah arang dengan perlakuan manajemen selama setahun terakhir. 

Tanpa berlama-lama, manajemen El Real telah mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai pelatih anyar musim mendatang. Don Carletto adalah orang yang berhasil membawa Madrid kembali berjaya di Eropa dengan meraih gelar ke-10 pada musim 2013/14. Pelatih asal Italia itu dipecat setelah mengakhiri musim keduanya tanpa gelar, padahal ada Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub 2014 setelah menjadi juara UCL. Uniknya, Zidane menjadi asisten Don Carletto selama dua musim tersebut. Namun, Zizou justru mampu melampaui prestasi mentornya dengan mempersembahkan tiga gelar UCL secara beruntun pada 2016-2018 plus sejumlah trofi lainnya.

Ancelotti adalah manajer tim sarat pengalaman dan prestasi. Dia pernah tiga kali juara Liga Champions bersama AC Milan (2) dan Madrid, lalu pernah pula membawa anak asuhnya menjadi juara liga di empat negara berbeda : Milan (Italia), Chelsea (Inggris), PSG (Prancis), dan Bayern Muenchen (Jerman). Namun, setelah meninggalkan Muenchen, Don Carletto belum mampu meraih juara lagi bersama Napoli dan Everton. Entah apakah pelatih senior tersebut masih memiliki takdir menjadi juara lagi atau sudah habis jatah kesuksesannya selama ini.