Tampilkan postingan dengan label belgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belgia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juni 2021

Italia, Belgia, dan Belanda Raih Kemenangan Kedua

Italia, Belgia, dan Belanda meraih kemenangan keduanya di Euro 2020 setelah menjalani pertandingan keduanya di grup masing-masing. 

Rabu, 11 Juli 2018

Prancis Taklukkan Belgia di Semifnal

Prancis memastikan satu tempat di partai pamungkas Piala Dunia 2018 setelah menaklukkan Belgia 1-0 dalam semifinal yang berlangsung di Stadion Saint Petersburg pada Selasa (10/7) waktu setempat. Gol tunggal Les Bleus dicetak Samuel Umtiti di menit ke-51. Setelah dua tahun silam tampil di final Piala Eropa 2016, Didier Deschamps mampu kembali membawa tim besutannya berlaga di final turnamen besar. Jika mampu memenangkan pertandingan puncak di Rusia, Deschamps akan mengukir rekor meraih Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih sekaligus menebus kegagalan dua tahun lalu. Dia akan menjadi orang ketiga yang membuat prestasi tersebut setelah Mario Zagalo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman). Deschamps adalah kapten Prancis sebagai kampiun Piala Dunia 1998. Saat itu Les Bleus berjaya ketika menjadi tuan rumah turnamen dan diperkuat pemain-pemain terbaiknya, seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Youri Djorkaeff, Fabien Barthez, Marcel Dessaily, dan Lilian Thuram. 

Prancis tinggal menunggu Kroasia atau Inggris untuk merebut trofi Piala Dunia keduanya sepanjang sejarah. Final tahun ini menjadi kesempatan ketiga Les Bleus setelah PD 1998 dan PD 2006. Prancis dikalahkan Italia lewat adu penalti di final 2006, yang diwarnai insiden antara Marco Matterazi dan Zinedine Zidane. Tahun ini Hugo Lloris dkk berpeluang mengulangi prestasi dua dekade silam dengan para pemain top seperti Raphael Varane, Paul Pogba, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe. Mereka sudah teruji mampu menyingkirkan lawan-lawan tangguh semacam Argentina (16 besar), Uruguay (8 besar), dan Belgia (semifinal). Tim besutan Roberto Martinez disebut-sebut sebagai generasi emas yang potensial membawa Belgia sebagai juara dunia baru di Rusia. Apalagi ada nama Thierry Henry, legenda sepak bola Prancis, sebagai asisten manajer Martinez. Namun, akhirnya Henry tetap tersenyum melihat timnas negaranya lolos ke final, sedangkan anak asuhnya kandas di empat besar. 

Minggu, 08 Juli 2018

Juara Piala Dunia 2018 Pasti dari Eropa

Empat tim telah memastikan diri melaju ke semifinal Piala Dunia 2018 dan semuanya dari Eropa. Dengan demikian sudah jelas bahwa siapa pun yang akhirnya menang di laga final adalah tim asal Benua Biru. Dalam pertandingan perempat final yang dimainkan Jumat (6/7), Prancis menang 2-0 atas Uruguay dan Belgia menundukkan Brasil 2-1. Sementara itu, dalam perempat final lainnya yang melibatkan semua negara Eropa dan berlangsung Sabtu (7/7), Inggris mengalahkan Swedia 2-0 dan Kroasia menaklukkan tuan rumah Rusia lewat adu penalti 4-3 (setelah bermain 120 menit dengan skor 2-2). 

Uruguay dan Brasil menjadi sesama tim non-Eropa yang tersisa di perempat final Piala Dunia 2018. Kedua jagoan dari Amerika Latin yang pernah juara Piala Dunia itu akhirnya bertekuk lutut di tangan Prancis dan Belgia. Gol anak asuh Didier Deschamps dicetak oleh Raphael Varane lewat sundulan (40') dan Antoine Griezmann melalui tendangan keras dari luar kotak penalti (61'). Fernando Muslera sebenarnya bisa menyergap tendangan tersebut, tapi bola terlepas tanpa sempat ditangkapnya dan masuk ke gawang Uruguay. Griezmann tidak melakukan selebrasi sehabis membuat gol karena mengenang jasa pelatihnya di Real Sociedad yang merupakan orang Uruguay dan mengingat persahabatannya dengan Diego Godin dan Jose Gimenez, rekannya di Atletico Madrid.

Belgia sukses memulangkan Brasil melalui gol bunuh diri Fernandinho (13') dan gol Kevin de Bruyne (31'). Renato Augusto yang dimainkan di babak kedua hanya mampu menipiskan kekalahan Tim Samba menjadi 1-2 pada menit ke-76. Neymar dkk gagal menjawab ekspetasi publik Brasil untuk bisa meraih trofi juara dunia keenam di Rusia. Prancis dan Belgia akan bertemu di semifinal yang berlangsung Selasa (10/7) waktu setempat.

Dengan kembali mengenakan kostum merah-merah, Inggris menghentikan langkah Swedia di 8 besar Piala Dunia 2018. Sepasang gol The Three Lions dihasilkan lewat sundulan oleh Harry Maguire (30') dan Dele Alli (58'). Anak asuh Gareth Southgate mengukir sejarah baru, yaitu untuk ketiga kalinya tampil di semifinal Piala Dunia. Sebelumnya Inggris bermain di semifinal PD Inggris 1966 (menjadi juara untuk pertama kalinya) dan PD Italia 1990 (terhenti di semifinal). Sebuah fakta menarik, Inggris selalu mengenakan kostum tandangnya ketika menaklukkan dua tim berkaus kuning di fase 16 besar (Kolombia) maupun 8 besar (Swedia). Sponsor kostum kedua tim yang disingkirkan Inggris kebetulan sama pula. Sementara itu, Kroasia sukses menghentikan langkah tuan rumah Rusia dalam perempat final yang dimainkan terakhir. Kedua tim bermain 1-1 selama 90 menit. Dalam perpanjangan waktu 2x15 menit, Kroasia maupun Rusia membuat masing-masing satu gol sehingga skor menjadi 2-2. Dalam adu tendangan penalti, Kroasia unggul 4-3 dan mengulangi histori di PD Prancis 1998. Kroasia bakal menantang Inggris untuk merebut tiket ke final pada Rabu (1/7) waktu setempat.

Dua tim yang pernah sekali menjuarai Piala Dunia, Prancis dan Inggris, bakal bertarung dengan sepasang tim yang berambisi menjadi kampiun untuk kali pertama, Belgia dan Kroasia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya meraih kejayaan di Rusia?


Rabu, 04 Juli 2018

Kelolosan Dramatis Belgia dan Inggris ke 8 Besar

Empat tim terakhir telah memastikan diri ke perempat final Piala Dunia 2018 berikutnya, setelah mereka bertanding pada Senin (2/7) dan Selasa (3/7) waktu setempat. Brasil dipastikan berhadapan dengan Belgia, sedangkan Swedia bakal bertemu dengan Inggris. Brasil menang 2-0 atas Meksiko lewat gol Neymar dan Roberto Firmino. Swedia menyisihkan Swiss 1-0 melalui gol tunggal Emil Forsberg. Sementara itu, keberhasilan Belgia dan Inggris mesti melalui hal-hal yang dramatis. 

Eden Hazard dkk tertinggal 0-2 terlebih dahulu dari Jepang, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 di menit-menit akhir laga. Pada babak pertama kedua tim bermain seri tanpa gol. Jepang unggul cepat di babak kedua. Pergantian pemain oleh Roberto Martinez ternyata berbuah manis. Gol Vertonghen, Fellaini, dan Chadli membuat wakil Eropa itu menghentikan langkah satu-satunya wakil Asia di 16 besar. Penampilan Jepang sungguh layak dipuji, tapi Belgia telah menunjukkan diri sebagai tim yang memiliki mental juara.

Sementara itu, Inggris harus melewati adu penalti melawan Kolombia untuk melaju ke perempat final. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 90 menit yang berlanjut 2x15 menit. Harry Kane membuat The Three Lions unggul 1-0 lewat titik putih. Kapten Inggris itu kian mantap memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol. Namun, sesaat sebelum peluit panjang dibunyikan, Kolombia mampu menyamakan skor lewat sundulan Yeri Mina, yang merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen. Jordan Pickford, kiper Inggris asal klub Everton, mampu mementahkan tendangan penalti Carlos Bacca. Gol Eric Dier menjadi penentu kemenangan anak asuh Gareth Southgate. Inggris akan berhadapan dengan Swedia di perempat final.

Lolosnya Belgia dan Inggris ke babak 8 besar membuka peluang bagi kedua tim untuk bertemu kembali di partai puncak Piala Dunia 2018, sesudah duel pertama di Grup G. Namun, hal itu pun bisa terjadi pada Uruguay dan Rusia, tim-tim yang pernah berjumpa di Grup A.

Minggu, 01 Oktober 2017

Pemain Belgia Kunci Kemenangan Duo Manchester

Manchester United dan Manchester City masih tetap memimpin klasemen Premier League 2017/18 yang memasuki pekan ketujuh setelah mengalahkan lawan-lawannya pada Sabtu (30/9/2017) kemarin. City hanya unggul selisih satu gol ketimbang United dengan sama-sama mengumpulkan poin 19. The Red Devils lebih dahulu berpesta gol dengan menang 4-0 atas Crystal Palace di Old Trafford. Marouane Fellaini mencetak dua gol, sedangkan gol lainnya dibuat oleh Juan Mata dan Romelu Lukaku.
Fellaini membuat dua gol ke gawang Crystal Palace.
Sementara itu, The Citizens mampu menundukkan tuan rumah Chelsea di Stamford Bridge lewat gol teramung Kevin de Bruyne. Biarpun tampil tanpa Sergio Aguero yang baru saja mengalami kecelakaan, tim besutan Pep Guardiola ternyata mampu mempecundangi tim juara bertahan yang dilatih Antonio Conte. Entah kebetulan atau bukan, mayoritas pencetak gol kedua klub Manchester pada pekan ketujuh adalah pemain Belgia, yaitu Fellaini, Lukaku, dan De Cruyne. Mereka bertiga menjadi kunci kemenangan timnya masing-masing. Romelu Lukaku bahkan memuncaki daftar top scorer sementara Liga Inggris dengan tujuh golnya.

Senin, 05 September 2016

Debut Apik Sejumlah Pelatih Tim Besar

Awal September 2016 menjadi kesempatan bagi sejumlah negara besar sepak bola tampil bersama arsitek timnas terbarunya. Di tanah Eropa, tak kurang dari Spanyol, Italia, Belgia, dan Inggris mengganti pelatihnya seusai Euro 2016 Prancis. Sementara itu, Brasil dan Argentina yang merupakan dua nama utama dari Amerika Selatan pun berupaya membangkitkan kejayaannya bersama pemimpin tim nasional anyar. Julen Lopetegui (Spanyol), Sam Allardyce (Inggris), Tite (Brasil), dan Edgardo Bauza (Argentina) melewati debutnya dengan hasil yang apik. Pada sisi lain, Giampiero Ventura (Italia) dan Roberto Martinez (Belgia) mengawali pertandingan pertamanya dengan kekalahan.

Perjumpaan Belgia dan Spanyol dalam laga uji coba di Brussels (1/9) merupakan pertemuan dua manajer anyar sesama orang Spanyol. Lopetegui bernasib lebih baik ketimbang Martinez. Tim tuan rumah bertekuk lutut 0-2 dari tim tamu. David Silva memborong sepasang gol La Roja.  Menjadi kejutan tersendiri ketika tidak ada nama Iker Casillas dan Cesc Fabregas dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih anyar Tim Matador. Lopetegui juga memanggil kembali Juan Mata dan Diego Costa yang tidak disertakan oleh Vicente del Bosque di Piala Eropa 2016 lalu. Yang juga menarik, terdapat lima pemain Real Madrid yang diundang ke timnas, yaitu : Sergio Ramos, Dani Carvajal, Lucas Vasquez, Alvaro Morata, dan Marco Asensio. Jumlah itu melebihi Barcelona yang hanya mengirim empat pemain. Uniknya, Lopetegui pernah menjadi kiper Madrid dan Barca di waktu lalu. Sebelum menangani tim senior La Roja, Julen Lopetegui pernah mengukir prestasi juara Piala Eropa level junior bersama tim U-19 (2012) dan tim U-21 (2013). David de Gea, Dani Carvajal, Koke, dan Morata merupakan sebagian pemain andalannya di tim U-21. Selanjutnya Spanyol akan menjamu Liechtenstein dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Leon (5/9).
Dua gol David Silva menjadikan debut Julen Lopetegui bersama Spanyol menjadi manis.
Sam Allardyce mengawali tugas barunya dengan meraih kemenangan. Adam Lallana mencetak gol tunggal Inggris ke gawang tuan rumah Slovakia dalam pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F Zona UEFA yang berlangsung di Trnavia (4/9). Sementara itu, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite berhasil membawa Brasil menang atas Ekuador 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL pada Kamis lalu (1/9). Satu gol Neymar dan dua gol Gabriel Jesus membuat sempurna debut Tite menangani Selecao. Pada hari yang sama, batal pensiunnya Lionel Messi membawa keberuntungan bagi Edgardo Bauza. Argentina menang 1-0 atas Uruguay dengan satu-satunya gol dicetak Messi.

Giampiero Ventura mengalami kekalahan dalam debutnya ketika Italia takluk 1-3 dari Prancis dalam pertandingan persahabatan di Bari (1/9). Graziano Pelle membuat satu gol untuk tim tuan rumah, namun para pemain tim tamu mampu tiga kali membobol gawang lawan. Namun sebuah rekor baru tercatat ketika Ventura memberikan debut bagi Gianluigi Donnarumma, kiper AC Milan berusia 17 tahun 6 bulan, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk Gli Azzuri sepanjang sejarah. Kebanggaan lain untuk Milan adalah keberadaan enam pemainnya di timnas besutan Ventura. Selain Donnarumma, terdapat nama Mattia De Sciglio, Luca Antonelli, Alessio Romagnoli, Riccardo Montolivo, dan Giacomo Bonaventura. De Sciglio dan Bonaventura menjadi pemain inti, sedangkan Donnarumma dan Montolivo menjadi pemain pengganti dalam laga Italia versus Prancis.
Donnaruma menjalani debutnya bersama tim senior Italia.

Sabtu, 02 Juli 2016

Kemenangan Tim Merah di 8 Besar Piala Eropa 2016

Dalam dua laga perempat final Piala Eropa 2016 yang telah berlangsung, Portugal dan Wales masing-masing berhasil menundukkan Polandia dan Belgia. Kedua tim yang warna seragam utamanya berwarna merah tersebut bakal berjumpa di semifinal. Portugal menyingkirkan Polandia lewat adu penalti dengan skor 5-3, setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit plus masa ekstra 2x15 menit. Robert Lewandowski lebih dahulu membuat gol untuk Polandia, namun gol Renato Sanches membawa Portugal mengimbangi lawannya. Renato mencatat rekor sebagai pemain termuda yang menjadi starter bagi Selecao di turnamen besar (melampaui rekor Cristiano Ronaldo) dan pencetak gol termuda di fase gugur Piala Eropa. Pemuda 18 tahun berambut gimbal itu mampu diandalkan pelatih Fernando Santos selagi para pemain senior seperti Ronaldo dan Nani kurang bersinar di perempat final. Membawa timnya hingga semifinal, Renato pun berpeluang menjadi pemain muda terbaik Euro 2016.

Renato Sanches, bintang muda andalan Portugal di Euro 2016.
Sementara pada perempat final selanjutnya, Wales mampu membuat Belgia bertekuk lutut. Radja Nainggolan lebih dulu membawa tim asuhan Marc Wilmots unggul, tapi tim asuhan Chris Coleman sukses membalikkan keadaan lewat gol Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes. Yang menarik, gol ketiga dibuat oleh Vokes yang turun sebagai pengganti Robson-Kanu, sang pencetak gol kedua. Kemenangan Wales 3-1 atas Belgia menjadi kejutan tersendiri, mengingat status The Dragons sebagai tim debutan, sedangkan De Rode Duivels merupakan tim nomor satu Eropa dalam peringkat FIFA dan UEFA sebelum turnamen berlangsung. Jika melihat materi pemainnya, di atas kertas Eden Hazard dkk pun lebih baik ketimbang Gareth Bale dkk. Pada babak 16 besar, hasil yang diraih Belgia juga lebih meyakinkan daripada Wales. Tapi kostum kedua yang untuk ketiga kalinya dikenakan Eden Hazard dkk tak lagi membawa keberuntungan sebagaimana dua pertandingan sebelumnya. Justru Wales yang tampil dengan seragam merah-putih yang berjaya dan lolos ke empat besar Piala Eropa 2016. Sebuah rekor membanggakan bagi sebuah tim debutan.


Hal Robson-Kanu merayakan gol indahnya ke gawang  Belgia.


Rabu, 29 Juni 2016

Keberuntungan Kostum Kedua Portugal dan Belgia


Portugal menaklukkan Kroasia 1-0 dan Belgia mengandaskan Hongaria 4-0. Kedua tim berhasil melaju ke babak 8 besar Piala Eropa 2016 dengan memakai kostum keduanya yang berwarna hampir sama. Kostum yang ternyata membawa keberuntungan. Ketika sebelumnya menjalani laga terakhir di grup masing-masing, yang membuat mereka lolos ke 16 besar, Portugal dan Belgia pun mengenakan seragam yang sama. 


Cristiano Ronaldo masih mampu menyundul bola di antara kepungan Luka Modric dkk.

Sebenarnya Portugal dalam posisi tidak diunggulkan menghadapi Kroasia yang berstatus sebagai juara Grup D. Namun Cristiano Ronaldo dkk mampu membalikkan prediksi lewat gol tunggal yang dicetak Ricardo Quaresma di babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu juga menjadi kemenangan perdana Portugal selama menjalani turnamen di Prancis, setelah di fase grup hanya mampu tiga kali bermain seri. Uniknya, Kroasia yang selama bermain di babak penyisihan selalu memakai kostum keduanya dan belum pernah kalah, akhirnya terhenti langkahnya justru ketika untuk pertama kalinya menggunakan kostum utamanya yang begitu khas : kotak-kotak berwarna merah-putih. Portugal bakal berhadapan dengan Polandia yang lolos ke 8 besar setelah menyisihkan Swiss lewat adu penalti. Peluang kedua tim untuk lolos ke semifinal cukup berimbang di atas kertas. Ronaldo dkk tampaknya akan tampil menggunakan kostum utamanya lagi yang selama di Euro 2016 belum menghasilkan kemenangan. Entah apakah nasib baik masih akan menyertai Portugal di perempat final?


Eden Hazard bermain cemerlang ketika Belgia mengalahkan Hongaria.
Belgia menunjukkan dirinya sebagai salah satu tim yang layak dijagokan bersinar di Euro 2016 tatkala membuat Hongaria bertekuk lutut dengan empat gol tanpa balas. Eden Hazard -kapten Belgia- mencetak gol ketiga dan menjadi inspirator terciptanya gol-gol lainnya yang dibuat oleh Toby Alderweireld, Mitchy Batshuayi, dan Yannick Carrasaco. Setelah kalah 0-2 dari Italia di pertandingan perdana, Belgia melewati tiga laga selanjutnya di Prancis dengan kemenangan. Wales akan menjadi lawan Belgia di perempat final dan sepertinya Eden Hazard dkk kembali mengenakan kostum keduanya. Apakah kostum tersebut masih membawa kemujuran? 

Portugal dan Belgia akan bersua di semifinal sekiranya mampu memenangkan pertandingan perempat final. Tapi kejutan masih mungkin terjadi lagi sepanjang turnamen yang berakhir 10 Juli 2016 mendatang.