Selasa, 30 Agustus 2016

Tiga Tim Bernilai Sama di Pekan Ketiga Liga Primer

Tampaknya memang sungguh beralasan bahwa kompetisi Liga Primer Inggris musim 2016/17 akan menjadi ajang persaingan superketat bagi tiga manajer baru dengan reputasi meyakinkan beserta klub besar yang dibesutnya, yaitu : Jose Mourinho (Manchester United), Pep Guardiola (Manchester City), dan Antonio Conte (Chelsea). Pada pekan ketiga Liga Primer yang berlangsung 27-28 Agustus 2016 lalu, ketiga pemimpin anyar berhasil membawa anak asuhnya meraih kemenangan untuk ketiga kalinya secara beruntun. United menundukkan Hull City 1-0, City menaklukkan West Ham United 3-1, dan Chelsea mengandaskan Burnley 3-0. Ketiga tim mengoleksi nilai sama dari tiga kali kemenangan, namun The Citizens berhak berada di puncak klasemen, lantaran unggul dalam selisih gol (9-3) ketimbang The Blues (7-2) dan The Red Devils (6-1). Posisi di klasemen sementara Liga Primer akan bertahan hingga dua pekan mendatang karena awal September 2016 merupakan waktu untuk jeda internasional, pertandingan resmi antarnegara. Sebuah laga big match sekaligus derby of Manchester akan berlangsung antara United dan City pada pekan keempat mendatang (10/9) di Old Trafford. Duel panas antara Mou dan Pep akan terulang, setelah mereka pernah melakukannya dalam el clasico di Liga Spanyol. United maupun City sama-sama belum pernah kalah dalam tiga laga pertama Liga Inggris.

Selebrasi Rashford seusai mencetak gol ke gawang Hull City, diiringi Rooney dan Ibrahimovic.
Dalam laga tandangnya di Stadion KCOM, United sempat kesulitan membobol gawang Hull City. Zlatan Ibrahimovic yang sudah membuat tiga gol dalam dua laga sebelumnya tak mampu memanfaatkan sejumlah peluang. Beruntunglah Setan Merah masih memiliki Marcus Rashford yang akhirnya mencetak gol tunggal yang menentukan tiga poin ketiga. Rashford yang turun menggantikan Juan Mata sukses memanfaatkan assist dari Wayne Rooney pada menit ke-90+2. Pada penampilan pertamanya musim ini, striker bernomor 19 itu membuat gol perdananya di era kepemimpinan Mourinho. Sebuah rekor baru pun tercatat. Rashford menjadi pencetak gol termuda -dalam usia 18 tahun 300 hari- untuk tim asuhan Mourinho di Premier League. Rekor sebelumnya menjadi milik Arjen Robben (Chelsea) yang berusia 20 tahun 288 hari pada tahun 2004.


Senin, 29 Agustus 2016

Memori : Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen, yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.
Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Dia datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

# pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.

Rabu, 24 Agustus 2016

Bale Bermain Gemilang, Madrid Menang

Kendati tidak diperkuat sejumlah pemain andalannya -seperti Luka Modric, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo- Real Madrid berhasil membawa poin tiga dalam lawatannya menghadapi Real Sociedad dalam pertandingan pertama La Liga Spanyol musim 2016/17 yang berlangsung Minggu (21/8/2016) malam waktu Spanyol. Tim tuan rumah kalah 0-3 dari tamunya yang berstatus sebagai juara Liga Champion 2015/16 dan Piala Super Eropa 2016. Gareth Bale bermain gemilang dengan mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dibuat Marco Asensio. 
Gareth Bale dan Marco Asensio, dua pencetak gol Madrid ke gawang Sociedad.
Bale mampu menjawab kepercayaan yang diberikan Zinedine Zidane untuk memimpin sektor depan Los Merengues ketika dua rekan terbaiknya -Benzema dan CR7- masih absen. Alvaro Morata dan Asensio menjadi teman baru Bale menempati posisi trisula striker Madrid. Morata sempat membuat sejumlah peluang emas yang belum menjadi gol, sementara Asensio kembali menunjukkan kualitasnya setelah pemain muda Spanyol itu membuat satu gol di ajang Piala Super Eropa 2016. 

Kemenangan di jornada pertama menempatkan Madrid di posisi kedua di bawah Barcelona yang sukses melumat Real Betis dengan skor 6-2. Yang jelas, Zizou dapat melewati musim penuh pertamanya bersama Los Blancos dengan hasil positif. Keberaniannya memasang pemain berusia 20 tahun untuk menggantikan posisi Cristiano sejauh ini berbuah manis.

Trigol Bacca Menjadi Debut Manis Montella

Mengawali Liga Italia Serie A 2016/17, AC Milan berhasil menang 3-2 atas Torino di San Siro pada Minggu (21/8/2016) malam kemarin. Tiga poin perdana menjadi debut yang manis bagi Vincenzo Montella sebagai pelatih anyar Rossoneri dalam kompetisi resmi. Yang menarik, Torino ditangani oleh Sinisa Mihajlovic, pelatih Milan musim lalu yang dipecat di tengah jalan. Carlos Bacca, yang sempat diisukan bakal hijrah ke klub lain, menjadi pahlawan kemenangan Tim Merah-Hitam dengan mencetak trigol. Striker Kolombia itu langsung memimpin daftar capocannonieri Serie A pada giornata pertama. Aksi Gianluigi Donnarumma yang menggagalkan tendangan penalti Andrea Belotti menjelang pertandingan usai sukses mengamankan kemenangan Milan. Musim lalu Donnarumma diberi kesempatan menjalani debutnya oleh Mihajlovic dan tercatat sebagai kiper termuda yang pernah diturunkan di Serie A dalam usia 16 tahun.
Carlos Bacca bermain cemerlang ketika Milan menjamu Torino.
Tidak ada pemain baru dalam susunan tim inti, namun kiprah Montella sebagai mantan striker membuat tim yang ditanganinya cenderung atraktif. Formasi 4-3-3 menempatkan trio Suso, Bacca, dan M'baye Niang di sektor depan. Kehadiran Suso dan Niang seolah menjadi darah segar bagi Bacca. Musim lalu Suso dipinjamkan ke Genoa, sementara Niang yang sempat menjadi andalan Mihajlovic terpaksa absen sekian waktu karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Satu hal yang menarik, Montella menurunkan tujuh pemain Italia dalam tim inti. Mereka adalah Donnarumma, Ignazio Abate, Alessio Romagnoli, Gabriel Paletta, Luca Antonelli, Giacomo Bonaventura, dan Riccardo Montolivo (kapten). Empat pemain non-Italia, yaitu Juraj Kucka (Slovakia), Suso (Spanyol), Bacca (Kolombia), dan Niang (Prancis). Sektor belakang sepenuhnya pemain Italia, sektor tengah kombinasi, sementara sektor depan dikuasai pemain asing. Pemain pengganti yang diturunkan terdiri dari duo Italiano (Andrea Bertolacci dan Andrea Poli) serta seorang Brasileiro (Luiz Adriano).  Bertolacci yang menggantikan Bonaventura hanya bermain lima menit karena cedera dan digantikan oleh Poli. Satu kartu merah diberikan kepada Paletta yang diikuti tendangan penalti untuk Torino yang bisa digagalkan kiper Milan.
Aksi Donnarumma menggagalkan penalti Belotti.
Meskipun menang, Milan hanya menempati peringkat kelima dalam klasemen Serie A giornata pertama. Sembilan tim mampu meraih kemenangan, sehingga tim nomor satu hingga sembilan sama-sama memiliki poin tiga dan hanya dibedakan oleh selisih gol. Selanjutnya Rossoneri akan menghadapi Napoli, runner-up musim 2015/16, dalam laga tandang. Napoli ditahan imbang Pescara, tim promosi yang ditangani Massimo Oddo, mantan pemain Milan. Semoga tren positif anak asuh Montella terus berlanjut saja.

Selasa, 23 Agustus 2016

Dua Gol Ibra dan Debut Pogba

Manchester United mengalahkan Southampton 2-0 pada laga kedua Premier League 2016/17 yang berlangsung Sabtu (20/8/2016) di Stadion Old Trafford. Zlatan Ibrahimovic kembali menunjukkan ketajamannya dengan memborong sepasang gol kemenangan Setan Merah. Ibra pun memimpin daftar pencetak gol sementara Liga Inggris dengan mengoleksi tiga gol, bersama-sama dengan Sergio Aguero (Manchester City). Posisi United di klasemen melorot ke peringkat kedua di bawah City yang unggul dalam produktivitas gol. Selain duo klub Manchester, Hull City dan Chelsea juga mengumpulkan poin enam dalam dua laga. Pertandingan pertama musim ini di Theater of Dream juga menjadi debut Paul Pogba, setelah sempat empat musim bertualang di Serie A bersama Juventus. Penampilan gelandang bernomor enam itu cukup mengesankan, meski belum ada gol dan assist yang dibuatnya. Namun setidaknya kehadiran Pogba di sektor tengah United menambah kekuatan tim asuhan Jose Mourinho untuk melakoni laga-laga selanjutnya. 

Jika dalam dua pertandingan MU belum ada siaran langsungnya dari televisi swasta nasional, semoga Hull City vs Manchester United (27/8) bakal ditayangkan secara live dan gratis di RCTI/GlobalTV/MNCTV. Kedua tim sama-sama meraih kemenangan dalam dua pekan perdana musim ini, sehingga laga pasti berlangsung menarik. 
 
Pogba dan Ibra berbincang  berdua ketika United menjamu Soton di Old Trafford.

Selasa, 16 Agustus 2016

MU Memimpin Klasemen Pekan Perdana Premier League

Manchester United menjadi pemimpin klasemen Premier League 2016/17, setelah semua tim menjalani laga perdananya. Tentu sebuah awal yang apik bagi tim yang kini diasuh Jose Mourinho tersebut, demi ambisi menguasai kembali Liga Inggris akhir musim nanti. Sebenarnya terdapat tujuh tim yang sukses meraih kemenangan, namun United unggul dalam selisih gol ketimbang Liverpool, Chelsea, Manchester City, Hull City, West Brom Albion, dan Swansea City. MU berhasil mengalahkan AFC Bournemouth 3-1 di Stadion Vitality pada Minggu (14/8/2016) lalu. Juan Mata mencetak gol pertama pada menit ke-40, sementara dua gol berikutnya dibuat oleh Wayne Rooney (59') dan Zlatan Ibrahimovic (64'). Anthony Martial merupakan pemberi umpan bagi Rooney dan Ibrahimovic di babak kedua. Tim tuan rumah mencetak satu gol hiburan melalui Adam Smith pada menit ke-69.
Juan Mata dan Wayne Rooney menyumbang gol kemenangan MU atas Bournemouth.
Mengenakan kostum ketiganya yang berwarna serba-putih, United mengawali musim baru dengan cemerlang. Mourinho boleh berlega hati karena debut resminya bersama klub keduanya di Liga Inggris bisa dilewati dengan meraih poin tiga, kendati bermain dalam laga tandang. Para pencetak gol pun memiliki catatan tersendiri. Kehadiran Mourinho sebagai manajer MU semula diperkirakan akan mengancam posisi Mata yang pernah disingkirkan dari Chelsea oleh The Special One. Ternyata gelandang Spanyol itu justru menjadi pemain inti di laga perdana dan membuka gol kemenangan timnya. Sementara bagi Rooney, golnya ke gawang Bournemouth membuat sang kapten telah mengoleksi total 246 gol bagi Setan Merah dan hanya perlu empat gol lagi untuk melwati rekor Sir Bobby Charlton sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub. Wazza terbukti masih mampu menunjukkan kontribusi positifnya bagi United, meski bermain sebagai gelandang serang, bukan lagi penyerang tengah. 
Aksi Zlatan Ibrahimovic dalam debutnya di Premier League 2016/17.
Keputusan The Red Devils untuk mendatangkan Ibrahimovic tampaknya memang sudah tepat, meski dia sudah berusia 34 tahun. Stiker asal Swedia itu mencatat rekor sebagai pemain yang mampu mencetak gol di enam liga yang berbeda. Sebelum bermain di Liga Inggris, Zlatan pernah berkarier di Liga Swedia, Liga Belanda, Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Prancis. Hampir semua klub yang dibelanya pernah dibawanya menjadi juara liga dan musim ini giliran MU yang akan berprestasi gemilang bersamanya. Gol Ibra dalam debutnya di Premier League merupakan pertanda bagus pastinya. Satu hal yang unik, ketiga pencetak gol United ke gawang Bournemouth memiliki nomor kostum berurutan, yaitu Mata (8), Ibrahimovic (9), dan Rooney (10).

Debut Manis Manajer Anyar
Jose Mourinho bukan satu-satunya manajer anyar yang timnya berhasil meraih kemenangan pada pekan pembuka. Josep "Pep" Guardiola membawa Manchester City menang 2-1 atas Sunderland, sementara Antonio Conte pun membawa Chelsea unggul 2-1 atas West Ham United. Sementara itu, Juergen Klopp yang bergabung dengan Liverpool pertengahan musim lalu pun sukses mengawali musim barunya dengan mengalahkan Arsenal 4-3 dalam laga tandang. 



Mourinho Seperti Allegri

Manchester United memulai era baru bersama Jose Mourinho yang telah dikontrak untuk tiga musim ke depan. Musim 2016/17 merupakan kesempatan perdana Mourinho mengarsiteki klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Kendati pada musim 2015/16 pelatih asal Portugal itu dipecat Chelsea di tengah jalan, dengan rekor terburuk sebagai juara bertahan, tapi rekam jejaknya selama ini tetap sesuatu yang berkilauan, hingga membuat manajemen Setan Merah silau dan tak ragu memilihnya. Louis van Gaal yang pada akhir musim keduanya sebenarnya mampu mempersembahkan trofi Piala FA untuk MU pun didepak sebelum kontraknya habis, demi memberi jalan kepada The Special One.

Barangkali United sedikit banyak terinspirasi pada apa yang terjadi pada Juventus. Pada awal musim 2014/15, I Bianconerri menunjuk Massimiliano Allegri untuk menggantikan Antonio Conte yang mundur untuk kemudian menjadi pelatih Italia. Padahal prestasi Conte luar biasa dengan mempersembahkan tiga scudetto berturut-turut, sesudah Juventus mengalami paceklik juara selama beberapa tahun. Dipilihnya Allegri sempat disambut negatif oleh Juventini, mengingat sang manajer merupakan mantan allenatore AC Milan yang dipecat karena hasil buruk pada pertengahan musim 2013/14. Namun, kenyataannya Allegri berhasil melanjutkan kegemilangan Conte dengan sepasang scudetto dalam dua musim beruntun. Bahkan pada musim pertamanya, Allegri melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan Conte, yaitu membawa La Vecchia Signora tampil di laga final Liga Champion 2014/15, meski gagal juara karena takluk dari Barcelona.  


Tentu penggemar The Red Devils berharap kiprah Mourinho tiga musim ke depan bisa mengikuti jejak Allegri bersama Juventus. Hadirnya sejumlah pemain baru seperti Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Mkhitaryan membuat skuat United lebih kuat ketimbang musim lalu dan layak mengikuti kompetisi memperebutkan trofi English Premier League (EPL) maupun trofi lainnya. Musim depan tim asuhan Mourinho hanya berlaga di Liga Europa yang kurang bergengsi dan persaingannya tidak seketat Liga Champion. Barangkali upaya meraih gelar justru bisa lebih dikonsentrasikan di dalam negeri. Tapi mesti diingat pula bahwa Chelsea yang merupakan mantan klub Mourinho justru absen sama sekali dari kompetisi Eropa musim 2016/17.

Selain memiliki pengalaman menjuarai EPL bersama Chelsea, Mourinho memiliki lebih banyak waktu mempersiapkan timnya ketimbang dua pelatih bernama besar lainnya, Pep Guardiola (Manchester City) dan Antonio Conte (Chelsea), yang menjadi pendatang baru di Liga Inggris. Mourinho sempat beristirahat sejak dipecat The Blues pertengahan musim lalu, sementara Pep masih menangani Bayern Muenchen hingga akhir musim 2015/16 dan Conte bahkan masih bersama Italia hingga akhir Juni di Piala Eropa 2016 Prancis. Namun mereka yang sudah lebih dahulu berkiprah di EPL jelas tak bisa dipandang sebelah mata, seperti Arsene Wenger (Arsenal), Claudio Ranieri (Leicester City – juara EPL 2015/16), Juergen Klopp (Liverpool), maupun Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). Persaingan menjadi tim terbaik di negeri Ratu Elizabeth bisa dipastikan kian seru dan menarik musim mendatang.

# dimuat di BolaVaganza No.178 - Agustus 2016.