Kamis, 20 Oktober 2016

Trigol Messi dan Oezil Warnai Pekan Ketiga Liga Champion

Sejumlah klub menundukkan lawan-lawannya dengan skor telak pada pertandingan pekan ketiga Liga Champion Eropa 2016/17 yang berlangsung Rabu (19/10/2016).  Total tercipta 28 gol dalam delapan laga di Grup A hingga D, sementara hanya 17 gol pada delapan laga Grup E-H sehari sebelumnya. Jika di hari Selasa (18/10) hanya Real Madrid yang berpesta gol, maka di hari berikutnya Barcelona, Arsenal, PSG, dan Bayern Muenchen berhasil melakukannya. Barcelona mengandaskan Manchester City 4-0 di Camp Nou. Hasil itu cukup mengejutkan mengingat The Citizens kini ditangani Pep Guardiola -pelatih El Barca (2008-2012)-  dan tengah memimpin klasemen Liga Premier Inggris. Namun Pep selalu tidak bisa menaklukkan 'monster' yang diciptakannya sendiri sejak meninggalkan Blaugrana. Pada  musim 2014/15 Bayern Muenchen yang dilatih Guardiola pun takluk dari tim yang pernah dibawanya berjaya. Kekalahan mencolok City tak lepas dari dikartumerahkannya Claudio Bravo, kiper yang baru pindah dari Barcelona ke Manchester awal musim ini. Tim besutan Luis Enrique baru unggul satu gol saat insiden terjadi. Sejak itu tiga gol tambahan bersarang di gawang Willy Caballero. Lionel Messi akhirnya membuat tiga gol, sedangkan Neymar menyumbang sebuah gol.
Lionel Messi mencetak trigol ke gawang City.
Di Grup A, Arsenal dan Paris Saint-Germain berpesta gol di kandang masing-masing. The Gunners mengalahkan Ludogorets Razgrad (Bulgaria) 6-0. Mesut Oezil bermain eksepsional dengan mencetak tiga gol dan merupakan trigol perdananya sepanjang karier. Gol lainnya disumbang Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain. PSG menang 3-0 atas FC Basel (Swiss) lewat gol Angel Di Maria, Lucas Moura, dan Edinson Cavani. Sementara itu Bayern Muenchen mampu bangkit setelah dikalahkan Atletico Madrid di pekan kedua. Tim yang kini ditangani Carlo Ancelotti itu unggul 4-0 atas PSV Eindhoven. Arjen Robben membuat sebuah gol di antaranya.
Mesut Oezil mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya.
Terdapat satu benang merah dalam kemenangan Arsenal, PSG, dan Muenchen, yang semua berhubungan dengan Real Madrid. Oezil dan Di Maria pernah bermain bersama di El Real (2010-2013), sementara Ancelotti merupakan mantan arsitek Los Galacticos (2013-2015). Oezil telah hijrah ke London ketika Di Maria bersama Ancelotti merasakan gelar juara Liga Champion 2013/14. Oezil dan Di Maria sama-sama memakai kostum nomor 11 di klub mereka saat ini. Robben, bintang Muenchen asal Belanda, juga pernah mengenakan kostum Los Blancos (2007-2009). Xabi Alonso, rekan seklub Robben, pernah pula bermain di Madrid (2009-2014) dan sempat menjadi rekan bermain Oezil-Di Maria serta dilatih oleh Ancelotti.

Los Blancos Pesta Gol Pula di Eropa

Para pemain Real Madrid tengah begitu bergairah dalam mencetak gol memasuki pekan ketiga Oktober 2016. Seusai menundukkan Real Betis 6-1 di Liga Spanyol pada Sabtu lalu (15/10), Los Blancos melanjutkan pesta golnya dengan mengandaskan Legia Warsawa (Polandia) dengan skor 5-1 di Liga Champion Eropa Grup F pada Selasa (18/10) malam waktu Madrid. Tim besutan Zinedine Zidane bermain atraktif di depan pendukungnya sendiri. Gareth Bale membuka gol di menit ke-16. Tiga menit kemudian, tendangan Marcelo yang membentur tubuh Tomasz Jodlowiec membuat Madrid unggul dua gol. Miroslav Radovic sempat membobol gawang Keylor Navas via tendangan penalti, tapi gol Marco Asensio di menit ke-37 membuat skor menjadi 3-1 hingga babak pertama berakhir. Asensio mencatat rekor hebat, yaitu selalu mencetak gol dalam debutnya bersama Madrid di semua ajang musim ini. Pemain 20 tahun tersebut sebelumnya telah melakukannya di Piala Super Eropa dan La Liga. Total sembilan gol sudah dicetak Asensio dalam sembilan kali penampilannya.
Marco Asensio bergembira bersama sang pemberi assist, Cristiano Ronaldo.
Gol El Real lainnya terjadi di babak kedua dan dicetak oleh dua pemain yang dimainkan di tengah pertandingan, Lucas Vasquez dan Alvaro Morata. Lucas menggantikan James Rodriguez, sedangkan Morata menggantikan Bale. Lucas mencetak gol pertamanya di Liga Champion. Morata menjadi pemain Spanyol tersubur di Liga Champion saat ini. Mantan striker Juventus itu telah mencetak delapan gol dan tiga assist sejak musim 2014/15 hingga kini. Trio pemain muda Spanyol yang terdiri dari Asensio, Lucas, dan Morata mampu memperlihatkan kualitasnya yang layak dipuji. Mereka bisa menjadi pemecah kebuntuan ketika Trio BBC masih belum kunjung kembali ke performa terbaiknya. Meski tidak menyumbang gol, Cristiano Ronaldo membuat dua assist untuk Asensio dan Morata dalam pesta gol di Santiago Bernabeu.

Real Madrid mampu mencetak 11 gol dalam dua laga terakhirnya, Uniknya, pencetak gol pada kedua laga tersebut tiada yang sama. Raphael Varane, Karim Benzema, Marcelo, Isco, dan Ronaldo menjadi penyumbang gol kala menghadapi Betis. Sementara itu Bale, Asensio, Lucas, dan Morata yang membobol gawang Legia. Hal itu menunjukkan betapa meratanya kemampuan anak asuh Zidane dalam mencetak gol. Sekiranya CR7 dkk terus konsisten dalam meraih kemenangan, maka peluang menjadi juara dalam berbagai ajang musim ini bakal kian terbuka.
Morata dan Lucas mencetak gol sebagai pemain pengganti.
  

Senin, 17 Oktober 2016

Pesta Gol Madrid ke Gawang Betis

Real Madrid menang telak 6-1 atas Real Betis dalam laga ke-8 La Liga 2016/17 yang dimainkan Sabtu (15/10/16) malam lalu. Madrid sempat diragukan mampu meraih hasil positif ketika bertandang melawan Betis. Tim asuhan Zinedine Zidane hanya mampu bermain imbang dalam empat laga terakhirnya, tiga di antaranya berlangsung di Liga Spanyol. Sejumlah pemain inti Los Blancos terpaksa absen lantaran cedera, di antaranya Marcelo, Casemiro, dan Luka Modric. Seusai jeda internasional awal Oktober, Sergio Ramos pun terkapar dan menambah jumlah pemain Madrid yang mesti beristirahat. Beruntung, Marcelo sudah pulih dan langsung turun sebagai kapten ketika timnya berlaga di pekan ke-8 Liga Primera Spanyol. Bek kiri asal Brasil itu bahkan menyumbang satu gol dalam kemenangan besar El Real.
Pepe memberi assist untuk gol pertama Isco ke gawang Betis.
Isco bermain cemerlang dengan membuat dua gol. Pemain yang baru kembali memperkuat timnas Spanyol tersebut mendapat kepercayaan dari Zizou untuk turun penuh. Pemain lainnya yang membuat gol adalah Raphael Varane, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo. Musim ini sudah 14 pemain Madrid yang tercatat membuat gol di La Liga. Hal itu menjadi salah satu rekor positif anak asuh Zidane. Kemenangan Los Merengues membuat poin yang dikoleksi sama dengan Atletico Madrid, tapi tim besutan Diego Simeone unggul dalam selisih gol. Pada pekan ke-8 Atletico pun menang telak 7-1 atas Granada. Barcelona, si juara bertahan, juga mampu mengalahkan Deportivo dengan banyak gol (4-0).

Kostum Apik Tim Tidak Ternama

Sejumlah negara peserta Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa yang tidak memiliki nama besar justru memiliki kelebihan dalam satu hal. Kostum tim yang mereka kenakan justru lebih apik dan menarik ketimbang tim-tim kondang yang mereka hadapi, seperti : Spanyol, Prancis, Portugal, dan Inggris. Misalnya saja Macedonia yang berjumpa dengan Spanyol dan Italia di Grup G. Ada  pula Slovenia dan Malta, tim yang dihadapi Inggris di Grup F. Ada lagi Andorra yang dibantai oleh Portugal. Demikian pula Belarusia dan Moldova. Uniknya, rata-rata tim tersebut berasal dari Eropa Timur. Slovenia dan Macedonia merupakan eks negara Yugoslavia, sementara Belarusia dan Moldova dahulu tergabung bersama Uni Sovyet.

Berikut ini penampakan wajah kostum yang apik, unik, dan menarik -versi saya- dari beberapa tim Eropa yang tidak terkenal. Yang pantas dicatat, selain melibatkan nama sponsor kondang -Adidas dan Nike, ada pula nama Jako dan Givova yang belum mendunia.

MACEDONIA (JAKO)

SLOVENIA (NIKE)

ANDORRA (ADIDAS)

MALTA (GIVOVA)

BELARUSIA (ADIDAS)

MOLDOVA (JAKO)

Kamis, 13 Oktober 2016

Jerman Masih Sempurna, Brasil Pimpin Zona

Jeda internasional yang memainkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung awal Oktober 2016 telah berakhir. Jerman mencatat rekor sempurna dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga bulan ini dan total sudah tiga kali menang di Grup C zona Eropa. Juara Piala Dunia 2014 mengalahkan Republik Ceska 3-0 (8/10) dan Irlandia Utara 2-0 (11/10). Sebelumnya, September lalu Die Mannschaft melibas Norwegia 3-0. Thomas Mueller dkk delapan kali membobol gawang lawan dan Manuel Neuer belum sekali pun memungut bola dari gawangnya. Joachim Loew menyamai rekor Sepp Herberger yang sudah bertahan 52 tahun lamanya, yaitu menorehkan 94 kali kemenangan sebagai pelatih timnas Jerman.
Julian Draxler merayakan golnya bersama Thomas Mueller dan Mesut Oezil.
Selain Jerman, Swiss (Grup B) dan Belgia (Grup H) juga selalu menang dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Belgia bahkan memiliki rekor gol yang lebih baik (13-0) ketimbang Jerman (8-0). Prancis memimpin Grup A setelah menang 1-0 atas Belanda (10/10). Paul Pogba mencetak gol tunggal timnya. Swedia memiliki nilai yang sama dengan Prancis di nomor dua, sementara Belanda berada di bawahnya. Tim Oranye yang gagal tampil di Euro 2016 masih harus berjuang keras untuk lolos ke Rusia. Portugal menundukkan Kepulauan Faroe 6-0, setelah sebelumnya juga enam kali membobol gawang Andorra. Juara Piala Eropa 2016 itu masih berada di bawah Swiss di Grup B. Inggris memimpin Grup F sesudah mengalahkan Malta 2-0 dan bermain imbang 0-0 dengan Slovenia. The Three Lions kini dipimpin oleh Gareth Southgate yang menjadi pelatih sementara, setelah September lalu Sam Allardyce mengundurkan diri karena melakukan hal yang hina. Arsene Wenger atau Roberto Mancini dikabarkan akan menjadi pelatih definitif Inggris selanjutnya. Spanyol dan Italia bersaing ketat di Grup G dengan koleksi poin yang sama. Spanyol menang 2-0 atas Albania, Italia unggul 3-2 atas Macedonia. Tim lain yang memimpin adalah Serbia (Grup D), Montenegro (Grup E), dan Kroasia (Grup I). Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Robert Lewandowski (Polandia) memimpin daftar pencetak gol dengan lima buah gol.
Selebrasi unik Gabriel Jesus usai cetak gol disambut tawa Coutinho.
Sementara itu Brasil memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Tim Samba mengalahkan Bolivia 5-0 dan Venezuela 2-0 di bulan Oktober. Kualifikasi di Amerika Selatan diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh. Hingga bulan ini semua tim telah melakoni 10 pertandingan. Argentina, musuh bebuyutan Brasil dalam sepak bola, untuk sementara masih terbenam di peringkat kelima di bawah Brasil, Uruguay, Ekuador, dan Kolombia. Paraguay dan Cile menyusul Argentina dengan selisih poin yang ketat. Perebutan tiket ke Rusia bakal berlangsung kian seru pada delapan laga yang tersisa.

Senin, 10 Oktober 2016

Indonesia Ditahan Vietnam di Maguwoharjo

Setelah September lalu mampu mengandaskan Malaysia di Solo, Indonesia menjalani pertandingan keduanya -sehabis menjalani masa hukuman- dengan menjamu Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, pada hari Minggu, 9 Oktober 2016. Tim tuan rumah justru lebih dulu tertinggal 0-2 di awal babak pertama. Namun Boaz Solossa dkk pantang menyerah dan tetap bermain penuh semangat untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya, Zulham Zamrun menciptakan sebuah gol indah dari tendangan bebas pada menit ke-26. Dua menit kemudian, berawal dari akselerasi Andik Vermansah di sektor kiri pertahanan Vietnam, Irfan Bachdim membuat gol kedua Tim Garuda, assist dari Zulham Zamrun. Skor 2-2 di akhir babak pertama ternyata tidak berubah hingga menit ke-90, biarpun kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain.
Tim inti Indonesia menghadapi Vietnam di Maguwoharjo Sleman. (FFT Indonesia)
Alfred Riedl menurunkan tim inti yang nyaris sama persis dengan ketika menghadapi Malaysia. Hanya Dedi Kusnandar yang menggantikan Bayu Pradana menjadi satu-satunya perubahan. Bagi Dedi, yang kini bermain di Sabah FA (Malaysia), penampilan di Maguwoharjo merupakan debutnya bersama timnas senior. Sebelumnya, mantan pemain Persib itu pernah menjadi andalan timnas U-23 Indonesia di SEA Games dan Asian Games. Pemain lain yang tampil pertama untuk timnas senior adalah Septian David Maulana, rekan Evan Dimas di timnas U-19 tahun 2013-2014.
Tendangan bebas Zulham berbuah gol pertama Indonesia ke gawang Vietnam. (Herka Yanis/BOLA/JUARA.net)
Dua gol cepat Vietnam ke gawang Andritany Ardhiyasa membuktikan bahwa sektor pertahanan Indonesia masih perlu pembenahan. Alfred pun mencatat bahwa kebugaran fisik menjadi masalah bagi anak asuhnya. Pertandingan internasional memiliki tempo yang lebih cepat ketimbang pertandingan antarklub di tanah air dan para pemainnya harus memiliki fisik yang lebih baik. Semoga masih ada waktu untuk memperbaiki kelemahan yang ada sebelum terjun di Piala AFF 2016 akhir November mendatang. Dua laga uji coba masih akan dijalani Evan Dimas dkk awal bulan depan. Indonesia akan bertandang ke Myanmar (4/11) dan Vietnam (8/11). 

Dua kali bermain -setelah lebih dari setahun absen- dengan hasil sekali menang dan sekali imbang bukanlah hal yang mengecewakan bagi timnas Indonesia. Meskipun tentu saja bukan sesuatu yang sangat memuaskan pula. Setidaknya, penunjukan Alfred Riedl sebagai pelatih oleh PSSI dan tampilnya sejumlah pemain baru, sejauh ini memberi harapan bagi pencinta sepak bola di tanah air. Apalagi sang pelatih kurang leluasa memilih karena hanya bisa memanggil maksimal dua pemain dari klub-klub yang sedang mengikuti turnamen Torabika Soccer Championship 2016. Sesuatu yang memang aneh karena sebuah tim nasional mestinya terdiri dari para pemain terbaik di negaranya, tanpa pembatasan dari pihak klub.
Aksi Boaz Solossa, kapten Indonesia. (Nicklas Hanoatubun/BOLA.com)
Namun bagi saya pribadi, dua pertandingan Indonesia yang selalu disiarkan langsung RCTI, cukup mengecewakan. Bukan masalah hasilnya, tapi karena saya tidak tidak pernah bisa menyaksikannya secara penuh. Ketika Indonesia vs Malaysia (7/9), saya hanya menonton 45 menit kedua karena masih ada acara di luar rumah. Nah, saat Indonesia vs Vietnam (9/10) kemarin, saya justru hanya bisa melihat sekitar 20 menit babak pertama, kala Andritany harus dua kali memungut bola dari gawangnya. Saya harus pergi jam lima sore Minggu kemarin. Syukurlah, Tim Merah Putih tidak kalah pada akhir laga. Semoga pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, saya bisa senantiasa menjadi saksi secara penuh penampilan Irfan Bachdim dkk yang akan terus membaik.
Sukacita Zulham, Irfan, dan Evan setelah gol dicetak Irfan.(Bahktiar M/OFFSIDE.CO.ID)
Susunan pemain Indonesia : Andritany Ardhiyasa; Benny Wahyudi, Fachrudin Wahyudi, Rudolof Yanto Basna, Abdul Rahman (M.Abduh Lestaluhu 46'); Andik Vermansah (Septian David Maulana 84'), Dedi Kusnandar (Bayu Pradana 46'), Evan Dimas, Zulham Zamrun (Rizky Pora 65'); Boaz Solossa (Lerby Eliandry 76'), Irfan Bachdim (Ferdinand Sinaga 76') 

Sabtu, 08 Oktober 2016

Italia vs Spanyol Seri, Tim Unggulan Lain Menang

Dalam dua hari, 6-7 Oktober 2016, telah berlangsung sejumlah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai konfederasi. Apa yang terjadi di Eropa senantiasa menyita perhatian pencinta sepak bola, apalagi pekan ini ada perjumpaan Italia dan Spanyol, yang sudah dimainkan Kamis (7/10) malam kemarin di Juventus Stadium. Laga kedua Grup G zona Eropa itu berlangsung imbang 1-1. Biarpun tim tamu sangat mendominasi pertandingan, namun hanya sebuah gol tercipta ke gawang tim tuan rumah. Vitolo berhasil mencetak gol di menit ke-55. Dia bisa memanfaatkan kesalahan Gianluigi Buffon yang maju meninggalkan kotak penalti dan gagal menghentikan manuver pemain lawan. Daniele De Rossi membuat gol penalti di menit ke-82, tepatnya setelah Sergio Ramos melanggar Eder di kotak penalti Spanyol.
Kegembiraan Vitolo (Spanyol) seusai menaklukkan Buffon (Italia).
Tim inti Gli Azzuri didominasi pemain Juventus dan AC Milan yang sama-sama berjumlah tiga pemain. Seperti biasa, ada Buffon beserta dua bek andalan La Vecchia Signora -Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli- di sektor pertahanan. Absennya Giorgio Chiellini diganti bek muda Milan, Andrea Romagnoli. Dua pemain Rossoneri lainnya bermain di sektor tengah, Riccardo Montolivo dan Mattia De Sciglio. Montolivo hanya bermain sekitar 30 menit karena menderita cedera dan penggantinya adalah Giacomo Bonaventura, rekan seklubnya. Sedangkan di kubu La Roja, Barcelona kembali mendominasi tim inti dengan menempatkan Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta. Hanya dua pemain Real Madrid yang turun sejak sepak mula, Sergio Ramos dan Dani Carvajal. Namun dua pemain Los Blancos turun sebagai pengganti, Nacho dan Alvaro Morata.

Sementara itu, tim-tim unggulan mampu meraih kemenangan di hari Jumat (8/10) malam waktu Eropa. Portugal, sang juara Piala Eropa 2016, pesta gol 6-0 ke gawang Andorra. Cristiano Ronaldo yang baru kembali bermain untuk timnas -sesudah cedera di final Euro 2016- tampil gemilang dengan mencetak empat gol. CR7 pun langsung memimpin senarai pencetak gol terproduktif dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. 
Ronaldo kembali memperkuat Portugal dan mencetak empat gol ke gawang Andorra.
Prancis dan Belanda di Grup A juga mengalahkan lawan masing-masing, yang di atas kertas memang di bawah mereka. Uniknya, Prancis dan Belanda menang dengan margin gol yang sama persis : 4-1. Kevin Gameiro (Prancis) dan Quincy Promes (Belanda) masing-masing menyumbang dua gol kemenangan timnya pula. Kedua pertandingan juga berlangsung bersamaan dan disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional di Indonesia. RCTI menayangkan Prancis vs Bulgaria dan GlobalTV menampilkan Belanda vs Belarusia. Pada laga berikutnya Belanda akan menjamu Prancis di Amsterdam pada Senin (10/10) mendatang.